cover
Contact Name
Ria Buana
Contact Email
Jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Phone
+628129657508
Journal Mail Official
jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Ebers Papyrus
ISSN : 08548862     EISSN : 27981630     DOI : https://doi.org/10.24912/ep.vxxxx.xxxxx
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ebers Papyrus adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Ebers Papyrus berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli, studi kasus dan tinjauan pustaka. Konten Ebers Papyrus meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 278 Documents
UJI TOKSISITAS DAN KAPASITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BUAH PARE (MOMORDICA CHARANTIA) DENGAN METODE ABTS Violine, Debbie; Eny Yulianti; Frans Ferdinal
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ha3dpm75

Abstract

Reactive oxygen species (ROS) dalam jumlah yang normal berfungsi dalam transduksi sinyal, pertahanan imunitas tubuh, mekanisme apoptosis, pertumbuhan, perkembangan, dan diferensiasi sel, serta mempertahankan homeostasis tubuh. Apabila ROS diproduksi melebihi kapasitas antioksidan dalam tubuh, maka dapat menyebabkan stres oksidatif yang merusak sel dan memicu berbagai penyakit kronis. Antioksidan merupakan suatu zat yang dapat menetralkan ROS dalam tubuh. Buah pare (Momordica charantia) memiliki ciri khas rasa yang sangat pahit dan dikenal kaya akan nutrisi yang memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kapasitas antioksidan secara in vitro dengan metode ABTS serta mengetahui tingkat toksisitas pada ekstrak buah pare dengan metode BSLT menggunakan larva Artemia salina sebagai organisme uji. Pengujian kapasitas antioksidan dinyatakan dalam nilai IC50 yaitu sebesar 22,356 µg/mL dan uji toksisitas pada ekstrak buah pare didapatkan nilai LC50 sebesar 259,786 µg/mL. Kapasitas antioksidan dalam ekstrak buah pare tergolong dalam kategori sangat kuat (IC50 < 50 µg/mL). Selain itu, tingkat toksisitas yang diperoleh termasuk dalam kategori tingkat toksisitas sedang (LC50 100 – 500 µg/mL).
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DENGAN DEPRESI PADA POPULASI LANSIA DI 3 PANTI WERDHA Chandra, Jennifer Isadora; Anastasia Ratnawati Biromo
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pc2zq555

Abstract

Depresi merupakan salah satu masalah kesehatan jiwa yang umum terjadi pada lansia. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018, prevalensi depresi pada lansia di Indonesia mencapai 6,1%. Lansia rentan mengalami depresi karena berbagai perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Salah satu faktor yang telah terbukti berperan dalam pencegahan depresi pada lansia adalah aktivitas fisik. Aktivitas fisik tidak hanya meningkatkan kesehatan fisik lansia, namun juga berperan sebagai faktor protektif terhadap gangguan psikologis pada lansia, termasuk depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan tingkat depresi pada lansia yang tinggal di Panti Sasana Tresna Werdha Cibubur, Panti Berea Kedoya, dan Panti Tresna Werdha Budi Mulia 1 pada bulan Mei 2025. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain potong lintang dan teknik simple random sampling serta melibatkan sebanyak 102 responden. Data aktivitas fisik dikumpulkan dengan menggunakan instrumen Physical Activity Scale for the Elderly (PASE) dan data tingkat depresi diukur dengan menggunakan instrumen Geriatric Depression Scale (GDS). Hasil analisis menunjukkan bahwa lansia dengan aktivitas fisik yang cukup cenderung tidak mengalami depresi (86,7%) dibandingkan lansia dengan aktivitas fisik yang kurang (54,4%). Analisis statistic dengan Chi-Square mendapatkan nilai P-value = 0,002 (p-value < 0,005) sehingga dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan tingkat depresi pada lansia yang tinggal di panti. Kata Kunci : aktivitas fisik, depresi, lansia
PENGARUH STRES TERHADAP FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA: STUDI PADA DUA PANTI WREDA DI JABODETABEK Rosadi, Santi Amelia; Anastasia Ratnawati Biromo
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/yzz9m926

Abstract

ABSTRAK Peningkatan angka harapan hidup di Indonesia menyebabkan bertambahnya jumlah lansia. Hal ini disertai dengan berbagai tantangan kesehatan, termasuk gangguan psikis dan gangguan kognitif. Stres merupakan salah satu gangguan psikis yang ditemukan pada lansia dan memiliki dampak pada struktur otak, khususnya hipokampus, yang berperan dalam proses memori dan atensi.¹ Gangguan kognitif seperti penurunan daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan berpikir juga menjadi masalah yang kerap ditemui pada lansia dan dapat menurunkan kualitas hidup lansia secara signifikan.² Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara tingkat stres dengan gangguan kognitif pada lansia yang tinggal di dua panti wreda di wilayah Jabodetabek. Desain penelitian ini adalah potong lintang dengan pendekatan kuantitatif. Sebanyak 78 responden berusia di atas 60 tahun diwawancarai menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10) untuk mengukur tingkat stres dan Mini-Mental State Examination (MMSE) untuk gangguan kognitif. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian memperoleh sebanyak 2,6% responden tidak mengalami stres, 43,6% mengalami stres ringan, dan 53,8% mengalami stres sedang berat. Sebanyak 71,8% responden mengalami gangguan kognitif dan 28,2% responden tidak mengalami gangguan kognitif. Hasil uji analitik tidak menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat stres dengan gangguan kognitif (p-value=0,741) sehingga disimpulkan bahwa tingkat stres tidak secara signifikan mempengaruhi terjadinya gangguan kognitif pada lansia di panti wreda. Diperlukan penelitian lanjutan dengan melibatkan variabel faktor risiko lain untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap.
THE EFFECT OF FASTING BLOOD GLUCOSE LEVELS ON LIPID PROFILES Novendy, Novendy; Tirtasari, Silviana
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ch2w4j42

Abstract

Metabolic diseases have become a common health problem faced by many people in Indonesia. Two important indicators for monitoring the onset of metabolic diseases are blood glucose and blood lipids. Blood glucose has a strong physiological relationship with lipid metabolism, including triglycerides, total cholesterol, LDL, and HDL. Excess blood glucose that is not utilized by the cells is converted into fatty acids through the process of lipogenesis in the liver, which are then stored as triglycerides, leading to elevated blood lipid levels that may contribute to the development of metabolic diseases. One private clinical laboratory in Tangerang City has received numerous test requests related to blood glucose and blood lipids. However, no analysis has been conducted to date, highlighting the need for a research study. This study employed a cross-sectional design and analyzed a total of 322 samples that met the inclusion criteria. The results showed a significant association between fasting blood glucose levels and triglyceride levels (p-value = 0.0001, PRR = 2.93), as well as HDL levels (p-value = 0.01, PRR = 1.469). However, no significant relationship was found between fasting blood glucose and total cholesterol (p-value = 0.209, PRR = 1.710) or LDL levels (p-value = 0.977, PRR = 0.993). These findings emphasize the importance of controlling blood glucose levels to prevent lipid metabolism disorders, even though not all lipid profile components showed a similar association.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DAN LINGKAR PINGGANG DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA ORANG DEWASA USIA PRODUKTIF DI POSBINDU DESA KADUGADUNG Rahman, Ajrur; Frisca
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/v8727m20

Abstract

High blood pressure is part of the group of non-communicable diseases and is often referred to as “The Silent Killer” because it usually does not show symptoms but can lead to serious complications. According to estimates from the World Health Organization (WHO), the number of adults with hypertension worldwide reaches approximately 1.28 billion, with the majority of cases identified in developing countries. In Indonesia, the prevalence of hypertension reaches 34.11% and is more commonly found in women. One of the main contributing risk factors is obesity, including both general and central obesity. Obesity occurs when there is an imbalance between calorie intake and the amount of energy expended by the body, thereby affecting increased blood volume and causing vascular resistance. Assessment of obesity is generally carried out using the Body Mass Index (BMI) parameter as well as waist circumference measurement. The objective of this study was to examine the relationship between BMI and waist circumference with the occurrence of hypertension in the productive-age population at Posbindu, Kadugadung Village. Analysis of 154 respondents revealed a significant association between BMI and the incidence of hypertension (p = 0.035; PRR = 1.516; OR = 2.032; CI did not cross 1). These results indicate that individuals with obesity have a 1.516-fold higher risk and a 2.032-fold greater likelihood of developing hypertension compared to non-obese individuals. In contrast, waist circumference did not show a significant association with hypertension (p = 0.341; PRR = 1.208; OR = 1.372; CI includes 1).
HUBUNGAN KADAR INSULIN PUASA DENGAN KADAR GULA DARAH PUASA DAN KENDALI HBA1C PADA KELOMPOK LANSIA Gunawan, Shirly; Kosasih, Robert; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Dean Ascha; Kurniawan, Joshua; Satyanegara, William Gilbert
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/237m8209

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus merupakan penyebab utama morbiditas global, dengan prevalensi yang terus meningkat, terutama pada populasi lansia. Pengukuran gula darah puasa (GDP) dan HbA1c sering digunakan untuk mengevaluasi kontrol glikemik, namun memiliki keterbatasan dalam mencerminkan dinamika sekresi dan sensitivitas insulin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar insulin puasa dengan GDP dan HbA1c terutama pada populasi lansia. Metode: Desain studi penelitian ini adalah potong lintang pada 41 lansia di Panti Santa Anna pada November 2023. Analisis statistik menggunakan uji Spearman. Hasil: Analisa korelasi Spearman-rho antara kadar insulin puasa dengan kadar gula darah puasa menunjukkan tidak adanya hubungan bermakna antara kadar insulin puasa dengan kadar gula darah puasa, namun penelusuran secara klinis menunjukkan korelasi positif lemah (p: 0,329, r: 0.156). Kadar insulin puasa terhadap kadar HbA1c juga menunjukkan tidak adanya hubungan bermakna, namun secara klinis berkorelasi positif lemah (p: 0,256, r: 0,182). Kesimpulan: Penelitian ini ingin melihat korelasi positif secara klinis antara kadar insulin puasa dan parameter metabolik diabetes, yang dapat tersamarkan oleh mekanisme kompensasi resistensi insulin serta proses inflamasi dan gangguan metabolik. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami hubungan sebab-akibat antara kedua parameter tersebut dengan kadar insulin puasa secara mendalam sehingga dapat mengoptimalkan target pengobatan dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
ANALISIS DETERMINAN KEJADIAN DROP OUT PENGOBATAN TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUKUL KECAMATAN MUKOK Yuniasih, Septi; Kosasih, Robert
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/9yw1es28

Abstract

Tuberkulosis (TBC) paru masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, dengan angka kematian yang tinggi setiap tahun. Meskipun program pengobatan TBC telah tersedia di fasilitas kesehatan primer, fenomena pasien yang tidak menyelesaikan terapi (drop out) tetap menjadi tantangan besar dalam mencapai keberhasilan pengobatan. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan resistensi obat dan memperpanjang transmisi penyakit di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kejadian drop out pengobatan TBC paru di wilayah kerja Puskesmas Kedukul, Kecamatan Mukok. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 13 responden yang pernah menjalani pengobatan TBC paru. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Variabel yang dianalisis meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, jarak rumah, dukungan keluarga, efek samping obat, status merokok, dan peran pengawas minum obat (PMO). Terdapat hubungan signifikan antara variabel usia (p = 0,005), jenis kelamin (p = 0,007), jarak rumah (p = 0,032), dukungan keluarga (p = 0,032), efek samping obat (p = 0,021), dan status merokok (p = 0,032) terhadap kejadian drop out. Faktor usia lanjut, jenis kelamin, lokasi tempat tinggal jauh dari puskesmas, kurangnya dukungan keluarga, perokok aktif, serta efek samping ringan yang tidak ditangani dengan baik, berkontribusi terhadap meningkatnya risiko drop out. Intervensi berbasis komunitas dan pendekatan edukatif perlu diperkuat untuk menurunkan angka drop out.
UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS KUESIONER SLCQ-I PADA SISWA TINGKAT SMA/SEDERAJAT Rafif, Akhtar Nawfal; Firmansyah, Yohanes
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/4zbwgf55

Abstract

Seseorang membutuhkan kemampuan untuk berkonsentrasi dalam proses pembelajaran, sehingga penting untuk menjaga konsentrasi belajar tetap optimal agar mencapai hasil yang memuaskan selama proses belajar. Self-Learning Competency Questionnaire for Indonesian Students (SLCQ-I) merupakan instrumen yang dirancang untuk mengukur kompetensi belajar mandiri siswa, yang menjadi aspek penting dalam meningkatkan prestasi akademik dan kesiapan menghadapi tantangan di era pendidikan modern. Validitas kuesioner SLCQ-I perlu diuji pada siswa tingkat SMA/sederajat untuk memastikan bahwa instrumen tersebut mampu secara akurat dan konsisten mengukur keterampilan belajar mandiri yang relevan dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik pada jenjang pendidikan tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian potong lintang cross sectional yang dilakukan di beberapa Siswa/i tingkat SMA/sederajat dengan media google form. Pengujuan statistik yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan uji korelasi Pearson Product Moment dan pengujian reliabilitas menggunakan metode internal consistency. Hasil uji Pearson Product Moment menyatakan bahwa 19 item pertanyaan kuesioner SLCQ-I adalah valid (r-hitung > r- tabel) dan uji reliabilitas kuesioner dengan uji Cronbach’s Alpha adalah sebesar 0,911. Kesimpulan daripada penelitian ini adalah kuesioner SLCQ-I memenuhi syarat validitas dan reliabilitas sehingga dinyatakan handal