cover
Contact Name
Ria Buana
Contact Email
Jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Phone
+628129657508
Journal Mail Official
jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Ebers Papyrus
ISSN : 08548862     EISSN : 27981630     DOI : https://doi.org/10.24912/ep.vxxxx.xxxxx
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ebers Papyrus adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Ebers Papyrus berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli, studi kasus dan tinjauan pustaka. Konten Ebers Papyrus meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 312 Documents
PEMERIKSAAN CEMARAN BAKTERI E.COLI PADA MAKANAN GORENGAN DI SEKITAR KAMPUS X Rifandra Rifqi Adi Hendrianto; Donatila Mano S. -
Ebers Papyrus Vol. 32 No. 1 (2026): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v32i1.38043

Abstract

Kontaminasi bakteri pada makanan siap saji, seperti makanan gorengan dapat disebabkan oleh berbagai macam bakteri, salah satu yang paling umum adalah bakteri Escherichia coli. Bakteri ini dapat mencemari makanan tersebut melalui berbagai macam cara, yakni dari proses pengolahan, penyimpanan, penyajian makanan, dan penjamah makanan yang tidak terjaga higienitasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk memeriksa ada tidaknya kontaminasi bakteri Escherichia coli pada makanan gorengan yang dijual sekitar kampus x. Desain pada penelitian ini adalah observasional deskriptif dan teknik sampling yang digunakan adalah kuota sampling. Pada penelitian ini sampel diambil dari 4 warung dengan masing-masing warung diambil sebanyak 9 sampel yang mencakup tempe mendoan, tahu isi, dan martabak telur, sehingga total sampel yang diperiksa sebanyak 36 sampel. Pada penelitian ini untuk mengetahui gorengan tersebut terkontaminasi oleh bakteri Escherichia coli, dilakukan beberapa uji mikrobiologi yang mencakup penanaman pada media agar EMB, pewarnaan gram, pemurnian ulang pada media agar EMB dan uji biokimia dengan TSIA. Berdasarkan hasil dari beberapa uji mikrobiologi tersebut didapatkan 7 sampel (19,44%) ditemukan adanya pertumbuhan koloni bakteri, namun dari 7 sampel tersebut tidak ada satu pun sampel yang positif bakteri Escherichia coli (0%), sehingga dapat disimpulkan bahwa semua sampel negatif bakteri Escherichia coli dan seluruh warung sudah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh PERMENKES Nomor 1096/MENKES/PER/2011 terkait angka kontaminasi bakteri Escherichia coli pada makanan yakni 0 koloni/gram.
HUBUNGAN ANTARA JENIS KELAMIN DAN AKTIVITAS FISIK PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA ANGKATAN 2023 Jennifer Hung; Alya Dwiana
Ebers Papyrus Vol. 32 No. 1 (2026): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v32i1.38049

Abstract

Secara global, pada tahun 2020 didapatkan sebanyak 31.3% dewasa yang kurang aktif dalam melakukan aktivitas fisik. Angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan prevalensi inaktif dalam melakukan aktivitas fisik, terutama perempuan memiliki tingkat aktivitas fisik yang lebih rendah daripada laki-laki. Hal ini dapat disebabkan berbagai faktor salah satunya kemajuan teknologi yang semakin canggih. Rendahnya tingkat aktivitas fisik tiap individu dapat disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal. Adanya perbedaan fisiologis, psikologis, dukungan keluarga, serta sosial budaya antara laki-laki dan perempuan dapat memengaruhi seseorang dalam melakukan aktivitas fisik secara aktif dan konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara jenis kelamin dan aktivitas fisik pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2023. Penelitian ini menggunakan studi observasional analitik desain potong lintang yang menggunakan kuesioner IPAQ-SF (International Physical Activity Questionnaire – Short Form) sebagai alat ukur. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total sampling dan data dianalisis menggunakan uji chi-square. Total responden yang telah bersedia dan memenuhi kriteria inklusi pada penelitian ini adalah 186 mahasiswa. Hasil penelitian menujukkan mayoritas responden yang berjenis laki-laki memiliki tingkat aktivitas tinggi (22 responden, 11.9%), sedangkan responden yang berjenis kelamin perempuan memiliki tingkat aktivitas fisik sedang (75 responden, 40.3%). Setelah dilakukan analisis data, terdapat hubungan yang signifikan secara statisik antara jenis kelamin dan aktivitas fisik dengan nilai p 0.02 (p<0.05).
DISTRIBUSI PEMBESARAN KELENJAR GETAH BENING SERVIKAL BERDASARKAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI Clara Gabrielle Cia; Sony Sugiharto
Ebers Papyrus Vol. 32 No. 1 (2026): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v32i1.38054

Abstract

Pembesaran kelenjar getah bening paling sering terjadi pada daerah leher. Penyebab pembesaran ini sangat beragam, meliputi infeksi oleh berbagai mikroorganisme, proses inflamasi, metastasis, maupun keganasan primer seperti limfoma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi serta etiologi pada pembesaran kelenjar getah bening berdasarkan gambaran histopatologi. Penelitian ini merupakan studi deskriptif cross-sectional yang menganalisis data karakteristik dan hasil histopatologi dari 201 pasien di Rumah Sakit Sumber Waras tahun 2021-2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien terbanyak berjenis kelamin perempuan sebanyak 130 pasien (64,7%), dengan kelompok usia tertinggi adalah 21-30 tahun sebanyak 69 pasien (34,3%). Gambaran histopatologi non neoplastik yang paling sering ditemukan adalah limfadenitis tuberkulosis sebanyak 100 pasien (49,8%), diikuti limfadenitis kronik non spesifik sebanyak 44 pasien (21,9%), lalu limfadenitis granulomatosa sebanyak 29 pasien (14,4%). Pada gambaran histopatologi lesi neoplastik ditemukan metastasis sebanyak 7 pasien (3,5%), limfoma non Hodgkin sebanyak 4 pasien (2,0%), limfoma Hodgkin sebanyak 2 pasien (1,0%). Gambaran histopatologi limfadenitis Kikuchi berdasarkan jenis kelamin terdapat pada perempuan sebanyak 6 pasien (100%), dan gambaran histopatologi limfadenitis toxoplasma serta limfoma Hodgkin masing-masing terdapat pada laki-laki sebanyak 2 sampel (100%). Gambaran histopatologi berdasarkan kelompok usia pada limfadenitis Kikuchi seluruhnya berada pada kelompok usia 11-30 tahun sebanyak 6 pasien, sedangkan pada limfadenitis toxoplasma seluruh sampel yaitu sebanyak 2 sampel berada pada kelompok usia 21-30 tahun.
ANALISIS TOKSISITAS DAN KAPASITAS TOTAL ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN PERILLA (PERILLA FRUTESCENS) DENGAN METODE ABTS & DPPH Sindy Merliyani; David Limanan; Frans Ferdinal; Eny Yulianti
Ebers Papyrus Vol. 32 No. 1 (2026): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v32i1.38158

Abstract

Reactive Oxygen Spesies (ROS) adalah molekul oksigen yang bersifat reaktif. Dalam kondisi normal, ROS berperan sebagai sinyal pengatur sel dan sistem imun. Namun, dalam keadaan patologis dapat memicu terjadinya stres oksidatif yang justru menimbulkan kerusakan sel. Stres oksidatif adalah kondisi ketidakseimbangan antara jumlah radikal bebas dan antioksidan, sehingga menimbulkan masalah kesehatan didalam tubuh. Antioksidan diperlukan untuk mencegah stres oksidatif, salah satunya berasal dari daun Perilla frutescens. Daun Perilla (Perilla frutescens) merupakan tanaman herbal dengan senyawa bioaktif yang berperan dalam menangkal radikal bebas penyebab stres oksidatif, sehingga mencegah terjadinya berbagai penyakit kronik degeneratif. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui kapasitas total antioksidan dan toksisitas ekstrak daun perilla. Pemeriksaan Kapasitas total antioksidan dilakukan melalui metode ABTS dan DPPH serta toksisitas dengan metode BSLT menggunakan larva Artemia Salina pada ekstrak daun perilla. Nilai IC50 pada uji kapasitas total antioksidan melalui metode ABTS dan DPPH berturut-turut adalah 17,37 μg/mL dan 67,22 μg/mL. Pada uji toksisitas melalui metode BSLT diperoleh LC50 sebesar 177,58 μg/mL. Hasil tersebut memperlihatkan ekstrak daun perilla mengandung antioksidan yang kuat dengan tingkat toksisitas bersifat toksik. Hal ini menunjukkan bahwa daun perilla dapat digunakan
KARAKTERISTIK PENCITRAAN METASTASIS OTAK PADA PASIEN DI PUSAT KANKER NASIONAL RS KANKER DHARMAIS 2023-2024 Yoanes Kurniawan Purianto; Rini Andriani Andriani
Ebers Papyrus Vol. 32 No. 1 (2026): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v32i1.38160

Abstract

Latar Belakang: Kejadian tumor otak sekunder terus meningkat, namun data spesifikmengenai karakteristik pencitraan di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan gambaran pencitraan utama metastasis otak, yang mencakup lokasianatomis, jumlah nodul, dan kejadian midline shift (MLS), pada pasien di sebuah pusat kankernasional.Metode: Studi potong lintang retrospektif ini dilakukan dengan menganalisis data rekammedis dari 258 pasien yang terdiagnosis tumor otak sekunder di Pusat Kanker Nasional RSKanker Dharmais antara tahun 2023 dan 2024.Hasil: Kanker paru-paru (53,5%) dan payudara (29,8%) merupakan sumber metastasisprimer tersering. Lesi metastasis ditemukan dominan di regio supratentorial (keterlibatan pada90,7% pasien). Pola lesi multipel (≥5 nodul) menjadi presentasi yang paling umum (41,5%).Ketika terjadi midline shift, sebagian besar kasus (93,2%) menunjukkan pergeseran Derajat2 (≥0,5 cm) yang tergolong signifikan.Kesimpulan: Gambaran pencitraan khas pada pasien metastasis otak di pusat rujukannasional ini adalah lesi multipel di regio supratentorial, yang utamanya berasal dari kankerparu dan payudara, dengan kecenderungan efek massa yang signifikan ketika terjadipergeseran garis tengah.
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI KAPASITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BIJI JINTAN HITAM (NIGELLA SATIVA) METODE ABTS Mohammad Syawal Athallah Harun; David Limanan; Frans Ferdinal; Eny Yulianti
Ebers Papyrus Vol. 32 No. 1 (2026): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v32i1.38188

Abstract

Reactive oxygen species (ROS) yang terakumulasi dalam jumlah berlebih memicu terjadinya stres oksidatif. Kondisi ini menyebabkan kerusakan tingkat seluler dan molekul di dalamnya, sehingga menimbulkan penyakit di berbagai sistem tubuh. Biji jintan hitam (Nigella sativa) telah lama digunakan dalam pengobatan alternatif karena kandungan senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai sumber antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil fitokimia dan mengetahui kapasitas antioksidan secara in vitro melalui kemampuan netralisir ekstrak terhadap senyawa radikal. Metode ABTS untuk uji kapasitas antioksidan dan uji fitokimia secara kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Dari hasil skrining fitokimia menunjukan kehadiran senyawa aktif, seperti alkaloid, antosianin, kardio glikosida, flavonoid, kumarin, fenol, kuinon, saponin, terpenoid, dan tanin. Pengujian kapasitas antioksidan yang dikerjakan dengan menerapkan metode ABTS (2,2′-Azinobis-(3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid)) memperoleh nilai IC50 sebesar 67,02 µg/mL. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan biji jintan hitam tergolong kuat serta mengandung berbagai senyawa bioaktif yang menunjukkan potensi terapeutik dalam bidang kesehatan.
PERBANDINGAN ARMS-PCR DAN ALLELE-SPECIFIC PCR DALAM OPTIMASI GENOTIPING SNP rs1998076 Mikella Kesya Wie; Erick Sidarta
Ebers Papyrus Vol. 32 No. 1 (2026): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v32i1.38208

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Single nucleotide polymorphism (SNP) rs1998076 (G>A) pada kromosom 20p11 merupakan SNP yang menantang untuk digenotip karena perbedaan alel hanya satu basa dan berpotensi berada pada konteks sekuens yang meningkatkan risiko amplifikasi non-spesifik. Metode amplification-refractory mutation system polymerase chain reaction (ARMS-PCR) sering digunakan untuk genotiping SNP, namun performanya dapat sangat dipengaruhi oleh kondisi PCR, terutama suhu annealing. Penelitian ini bertujuan untuk optimasi metode terbaik untuk melihat SNP pada rs1998076 Metode: Penelitian eksperimental laboratorium membandingkan tetra-primer ARMS-PCR dan allele-specific polymerase chain reaction (AS-PCR). Validasi hasil dibandingkan dengan menggunakan Sanger sequencing Hasil: ARMS-PCR awal menunjukkan pola pita yang bervariasi, munculnya multiple bands/smear, sehingga interpretasi genotipe tidak stabil. Pada uji gradient, penurunan suhu annealing meningkatkan pita non-spesifik, sedangkan suhu lebih tinggi memperbaiki spesifisitas tetapi dapat menyebabkan melemahnya/hilangnya pita alel tertentu (indikasi allele dropout). Sebaliknya, AS-PCR menghasilkan pita tunggal yang jelas dan konsisten: sampel 02 teridentifikasi AG, sampel 03 GG, dan sampel 12 AA. Kromatogram Sanger mengonfirmasi genotipe tersebut . Kesimpulan: Tetra-primer ARMS-PCR bersifat sangat sensitif terhadap suhu annealing dan kurang reliabel untuk genotiping rs1998076 karena risiko amplifikasi non-spesifik dan allele dropout. AS-PCR dua reaksi terpisah lebih stabil dan mudah diinterpretasi sehingga lebih direkomendasikan untuk genotiping rs1998076. Kata Kunci: SNP, Genotyping, rs1998076, ARMS-PCR, AS-PCR Abstract Background: The single nucleotide polymorphism (SNP) rs1998076 (G>A) on chromosome 20p11 is challenging to genotype because it involves a single-base substitution and may lie within a sequence context that increases the risk of nonspecific amplification. Amplification-refractory mutation system PCR (ARMS-PCR) is widely used for SNP genotyping, but its performance is highly dependent on PCR conditions, particularly annealing temperature. This study aimed to identify the most suitable PCR-based method for genotyping rs1998076. Methods: A laboratory experimental study was conducted to compare tetra-primer ARMS-PCR and allele-specific PCR (AS-PCR). Genotyping results were validated using Sanger sequencing. Results: Initial ARMS-PCR produced variable banding patterns with multiple bands/smearing, leading to unstable genotype interpretation. In annealing-temperature gradient testing, lower annealing temperatures increased nonspecific bands, whereas higher temperatures improved specificity but weakened or eliminated one allele-specific band, suggesting allele dropout. In contrast, AS-PCR generated clear and consistent single bands: sample 02 was identified as AG, sample 03 as GG, and sample 12 as AA. Sanger chromatograms confirmed these genotypes. Conclusion: Tetra-primer ARMS-PCR is highly annealing-temperature sensitive and less reliable for rs1998076 genotyping due to nonspecific amplification and potential allele dropout. Two-reaction AS-PCR is more stable and easier to interpret and is therefore recommended for genotyping rs1998076. Keywords: SNP, Genotyping, rs1998076, ARMS-PCR, AS-PCR
ANALISIS PROFIL FITOKIMIA DAN KAPASITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL DAUN SENDUDUK DENGAN METODE DPPH Resta Emelia Rejoltri Tumon; David Limanan; Frans Ferdinal; Eny Yulianti
Ebers Papyrus Vol. 32 No. 1 (2026): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v32i1.38379

Abstract

Luka merupakan kerusakan pada jaringan yang dapat disebabkan oleh berbagai trauma fisik seperti sayatan, sobekan, ataupun tusukan. Pada proses penyembuhan luka, Reactive Oxygen Species (ROS) mengambil peran penting. Ketidakseimbangan antara ROS dan antioksidan dapat menghambat proses penyembuhan yang terjadi. Salah satu upaya dalam meminimalisir efek merugikan ROS adalah dengan antioksidan. Beberapa kandungan antioksidan seperti flavonoid, tanin, saponin, serta fenolik diketahui memiliki peran penting dalam proses penyembuhan luka, salah satu tanaman yang memiliki potensi tersebut adalah senduduk. Senduduk atau yang dikenal juga sebagai Karamunting (Melastoma malabathricum) merupakan perdu yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional, khususnya oleh Suku Dayak Desa untuk menyembuhkan luka dan berbagai masalah kesehatan lainnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan fitokimia dan mengevaluasi kapasitas antioksidan ekstrak metanol daun senduduk. Uji kapasitas antioksidan dilakukan dengan metode 2,2-Diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH), sedangkan analisis profil fitokimia dilakukan secara kualitatif. Hasil analisis profil fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak daun senduduk mengandung senyawa metabolit sekunder seperti: alkaloid, antosianin, kardio glikosida, kumarin, flavonoid, glikosida, fenolik, kuinon, saponin, steroid, terpenoid, dan tanin. Pengujian kapasitas antioksidan mendapatkan nilai IC50 sebesar 87,03 µg/mL, yang termasuk dalam kategori antioksidan kuat. Penelitian ini menunjukkan sifat antioksidan kuat yang dimiliki daun senduduk serta potensinya sebagai bahan alami dalam pengembangan antioksidan berbasis herbal.
PENGARUH STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK BALITA Michelle Lynn Adisastra; Melani Rakhmi Mantu
Ebers Papyrus Vol. 32 No. 1 (2026): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v32i1.38466

Abstract

Kemampuan motorik halus merupakan salah satu indikator penting dalam tumbuh kembang balita yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama kecukupan nutrisi. Asupan gizi yang optimal berperan dalam pembentukan dan maturasi sistem saraf, termasuk proses mielinisasi, pembentukan sinaps, serta koordinasi sensorimotor yang mendukung keterampilan gerak halus. Sebaliknya, masalah gizi pada usia dini dapat menghambat proses tersebut dan meningkatkan risiko keterlambatan perkembangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kemampuan motorik halus berdasarkan kondisi gizi pada balita. Studi observasional analitik dengan desain potong lintang ini dilaksanakan di Posyandu Kelurahan Wijaya Kusuma, Jakarta Barat, pada Januari–Februari 2026. Sebanyak 160 responden berusia 0–59 bulan dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Penilaian kondisi gizi dilakukan melalui pengukuran berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) berdasarkan WHO Z-score, kemudian diklasifikasikan menjadi gizi baik dan malnutrisi. Evaluasi keterampilan motorik halus menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) sesuai kelompok usia dengan fokus domain motorik halus. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann–Whitney. Hasil menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara kedua kelompok (p<0,001), di mana balita dengan gizi baik memiliki rerata peringkat lebih tinggi dibandingkan kelompok malnutrisi (89,31 vs 51,22). Temuan ini mengindikasikan bahwa kecukupan nutrisi berperan dalam menunjang kemampuan gerak halus, walaupun stimulasi, lingkungan, dan faktor sosial ekonomi turut memengaruhi pencapaiannya. Dengan demikian, balita bergizi baik cenderung memiliki kemampuan motorik halus yang lebih optimal dibandingkan balita dengan malnutrisi.
PENGARUH PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU IBU TERHADAP STATUS GIZI PADA BALITA DI POSYANDU CILANDAK TIMUR JAKARTA SELATAN Syifa Pranadevia; Zita Atzmardina
Ebers Papyrus Vol. 32 No. 1 (2026): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v32i1.38467

Abstract

Status gizi mempunyai peran penting dalam kesehatan, kecerdasan, kesejahteraan, serta berhubungan erat dengan kualitas sumber daya manusia. Maka dari itu, status gizi yang optimal perlu dimaksimalkan pada masa golden age karena akan berpengaruh pada perkembangan kognitifnya kelak. Orang tua berperan penting dalam mendukung status gizi balita balita secara optimal. Tujuan dari pengkajian ini adalah guna mengindentifikasi apakah ada hubungan antara pengetahuan, sikap, serta perilaku ibu mengenai gizi dengan status gizi balita di wilayah kerja Posyandu Cilandak Timur. Selain itu, penelitian ini juga berperan dalam memberikan masukan serta evaluasi terhadap kinerja posyandu di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang (cross-sectional). Subjek penelitian terdiri dari 200 ibu yang memiliki anak usia 24 hingga 59 bulan yang bersedia berpartisipasi sebagai responden. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2025 di Posyandu Cilandak Timur Kota Jakarta Selatan, dengan menggunakan kuesioner sebagai pengumpulan data. Hasil yang didapatkan dari 200 balita, yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 165, sikap baik 137, dan perilaku baik 142 Menggunakan uji Chi Square, untuk pengetahuan ibu mengenai status gizi balita terdapat hubungan bermakna didapat angka (p value <0,001;PRR 13,9). Tidak ada hubungan bermakna antara sikap ibu dan status gizi (p value 0,073;PRR 2,7). Perilaku ibu memiliki hubungan bermakna dengan status gizi p value <0,001;PRR 6,3). Disarankan agar posyandu meningkatkan edukasi terkait pentingnya status gizi balita kepada ibu, serta peneliti selanjutnya dapat menggunakan metode sampling acak.