cover
Contact Name
Daud Darmadi
Contact Email
dauddarmadi@sttaw.ac.id
Phone
+62812174879128
Journal Mail Official
sttadhiwacana@gmail.com
Editorial Address
BEST CHURCH CIPUTRA WORLD Mall Ciputra World Lt. 2, Unit 2.1. Jl. Mayjend Sungkono, No. 89 Korespondensi:, Jl. Pakis Tirtosari II No.8, Surabaya, Jawa Timur 60224
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kaluteros Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
ISSN : 26580648     EISSN : 26850621     DOI : https://doi.org/10.60146/kaluteros
Core Subject : Religion,
Kaluteros adalah wadah publikasi hasil penelitian Teologi dan Pendidikan Kristen para dosen yang berada di lingkungan Sekolah Tinggi Teologi Adhi Wacana, dan institusi lain yang berada dalam rumpun ilmu yang sama serta berkaitan.
Articles 82 Documents
Pola Asuh Orang Tua Kristen Dalam Mengatasi Pengaruh Negatif Pemakaian Smartphone Pada Anak-Anak. Eunike Agoestina
Kaluteros Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen Vol 2 No 2: Kaluteros : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen November 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Adhi Wacana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60146/.v2i2.24

Abstract

Smartphones are mobile phones that have the ability to be like a computer, in which there are various applications that are connected to the internet, so they can be used for various purposes. In addition to the positive impact of excessive use of smartphones will cause negative hazards, among others, children will have difficulty in communicating, children will imitate the violent scenes of the game and its spectacle. Children will be bound by habits in pornographic videos, children will experience disorders in their health. Besides that children will also be separated from the community and there are gaps in the relationship between them. The upbringing taught in the Word of God is to educate them to grow into children who increasingly love God and others, become independent children in the future, and live according to the truth of God's Word. In this study also found principles in parenting, namely: thinking of the best for children, being an example, using authority, applying discipline accompanied by love. Abstrak Indonesia Smartphone adalah telepon genggam yang memiliki kemampuan seperti computer, didalamya terdapat berbagai aplikasi yang terhubung dengan internet, sehingga dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan. Selain dampak positif pemakaian smartphone secara belebihan akan menimbulkan bahaya yang negatif, antara lain anak akan kesulitan dalam berkomunikasi, anak akan meniru adegan kekerasan dari permainan dan tontonannya. Anak akan terikat dengan kebiasaan dalam video porno, anak akan mengalami gangguan dalam kesehatannya. Selain itu anak juga akan terpisah dari komunitas dan terjadi kesenjangan dalam hubungan di antara mereka. Pola asuh yang diajarkan dalam Firman Tuhan adalah mendidik mereka agar bertumbuh menjadi anak yang semakin mengasihi Tuhan dan sesama, menjadi anak yang mandiri di masa depan, serta hidup sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Dalam penelitian ini juga ditemukan prinsip dalam pola asuh anak yaitu: memikirkan yang terbaik untuk anak, menjadi teladan, memakai otoritas, menerapkan disiplin yang disertai dengan kasih.
Peranan Wanita Dalam Upaya Mendukung Peningkatan Ekonomi Keluarga Pada Masa Pandemi Covid-19 Daud Darmadi; Heny Heny; Eunike Agustina
Kaluteros Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen Vol 3 No 1: Kaluteros : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Adhi Wacana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60146/.v3i1.25

Abstract

The COVID-19 pandemic has had a wide impact, including economic problems in the family. Some members of the church's family have experienced a decrease in income, have been laid off, or have even been laid off. This study aims to explain the various roles and empowerment of women, in an effort to improve the family economy. The research approach used is qualitative with hermeneutic phenomenological methods. The empowerment of women carried out is 1) Training to manage a good household, 2) Life skills training, 3) Marketing strategy training through digital marketing. While the forms of entrepreneurship that can be done are 1) Culinary Entrepreneurs 2) Handicrafts 3) Online shops 4) Beauty salons. The assumption built is that through empowering women with entrepreneurial training, there will be an increase in the economy in the congregation. Abstrak Indonesia Pandemi COVID-19 telah berdampak luas termasuk masalah ekonomi dalam keluarga. Keluarga jemaat di gereja ada yang mengalami penurunan penghasilan, dirumahkan, bahkan PHK. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan berbagai peranan dan pemberdayaan kaum wanita, dalam upaya peningkatan ekonomi keluarga. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode fenomenologis hermeneutik. KALUTEROS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen), Vol 3, No 1 Jun. 2021 Pemberdayaan kaum wanita yang dilakukan adalah 1) Pelatihan mengelola rumah tangga yang baik, 2) Pelatihan keterampilan kecakapan hidup, 3) Pelatihan strategi pemasaran melalui digital marketing. Sedangkan bentuk wirausaha yang dapat dikerjakan adalah 1) Wirausaha kuliner 2) Kerajinan tangan 3) Toko online 4) Salon kecantikan. Asumsi yang dibangun adalah melalui pemberdayaan kaum wanita dengan pelatihan wirausaha maka akan terjadi peningkatan ekonomi di jemaat.
Pemahaman Teologis Yang Benar Tentang Perjamuan Kudus Agus Widodo; Esa Tedja Mahananie
Kaluteros Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen Vol 3 No 1: Kaluteros : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Adhi Wacana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60146/.v3i1.26

Abstract

Holy communion as one of the important doctrine as part of the curch. The doctrine is real to a believer in their connection with the church. A theologian named C.J Den Heyer stated, ““holy communion must be based on Bible and tradition” in the meantime, while Jesus together with His disciples held a holy communion by eat bread and drink wine (Mrk 14:22-25, Mat 26:26-29, Luk 22-14-20) as a mandate for holy communion at feast night’s holy communion, also written in the epistle of Paul to Chorintian (1Chorintian 10;14-22 and 11:17-34) about ‘holy communionn’ as a stong reason for the church of God to give a meaning based on true understanding of holy communion. The congregation must have a tru understanding about holy communion. To reach a true understanding about holy communion it must be based on the teological background of the Bible. Holy communion is the mandate from God Himself through His discipkes all aroud the world, “do in rememberence of Me.” Holy communion as an action to remembering the work of a mighty savior at the cross to redeem sins of man and stated the faith to Him. Abstrak Indonesia Perjamuan kudus adalah salah satu bagian penting yang diajarkan dalam doktrin gereja. Doktrin gereja ini sangat riil bagi orang percaya dalam hubungannya dengan gereja. Seorang teolog bernama C.J Den Heyer mengatakan bahwa, “Perjamuan kudus berangkat dari dasar Firman Tuhan dan tradisi.”3 Pada waktu Yesus bersama-sama dengan murid[1]murid-Nya mengadakan perjamuan kudus makan roti dan minum anggur (Mrk 14:22-25, Mat 26:26-29, Luk 22-14-20) sebagai amanat penetapan perjamuan malam, juga surat Paulus untuk jemaat di Korintus (1Korintus 10;14-22 dan 11:17-34) tentang ‘Perjamuan Tuhan’ sebagai alasan kuat bagi gereja Tuhan untuk memberikan makna berdasarkan pemahaman yang benar tentang perjamuan kudus. Umat Tuhan dalam gereja harus memiliki pemahaman yang benar tentang perjamuan kudus. Untuk mencapai pemahaman yang benar tentang perjamuan kudus harus berdasarkan kepada dasar teologis dari kebenaran Alkitab. Perjamuan kudus adalah perintah langsung dari Tuhan untuk jemaat-Nya secara universal, “perbuatlah ini menjadi peringatan akan daku.” Perjamuan kudus sebagai tindakan mengingat karya Juruselamat di kayu salib menebus dosa-dosa manusia dan meneguhkan keyakinan iman kepada-Nya.
Penerapan Misi Holistik Dalam Pelayanan Gereja Masa Kini Daud Darmadi
Kaluteros Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen Vol 3 No 1: Kaluteros : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Adhi Wacana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60146/.v3i1.27

Abstract

The main thoughts about evangelism or polarized mission in three parts, first, the mission role of the apostolic era is the mission used to preach the gospel to people who have never heard of Christ, the second thought, namely the role of mission to increase God's kingdom the establishment of the gospel from every denomination, and which is the mission that is responsible for the Great Commission of the Lord Jesus Christ with Christian and non-Christian social services. This research can formulate the principles and steps that can be applied so that holistic services can run well and correctly. Whole holistic service and mission are complementary unity. Because holistic is complete and mission is part of the message that gives God to believers. If the mission mandate is closely related to the restoration of God's and human relations, holistic holistic service is a mandate for development that requires the body of mankind. When carried out this is carried out with a balanced gift for complete peace, namely peace with God, fellow human beings, the environment and the human self itself as the image and likeness of God. Abstrak Indonesia Pemikiran utama tentang penginjilan atau misi terpolarisasi dalam tiga bagian yaitu pertama, peran misi dari zaman rasul hingga pada abad pertengahan adalah misi cenderung berarti memberitakan Injil atau membawa kabar baik bagi orang yang belum mendengar tentang Kristus, pemikiran yang kedua, yaitu peran misi untuk memperluas kerajaan Allah dengan pembukaan atau pendirian pos pekabaran Injil dari setiap denominasi, dan yang ketiga adalah misi yang menggabungkan pelaksanaan Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus dengan pelayanan sosial kepada umat Kristen maupun non Kristen. Yesus telah memberikan contoh bahwa misi yang dilakukannnya adalah misi yang bersifat holistik, dengan memberikan makanan rohani dan jasmani kepada mereka yang membutuhkan. Teks dalam Injil Yohanes menunjukkan bagaimana Yesus telah memberi makan lima ribu orang sebagai bentuk pelayanan yang holistik. Penelitian ini dapat merumuskan prinsip-prinsip dan langkah-langkah yang dapat diterapkan agar pelayanan holistik dapat berjalan dengan baik dan benar. Pelayanan holistik yang utuh dan misi adalah suatu kesatuan yang saling melengkapi. Karena holistik yang utuh dan misi adalah bagian dari amanat yang diberikan Allah kepada orang percaya. Bila mandat misi berhubungan erat dengan pemulihan hubungan Allah dan manusia secara rohani, pelayanan holistik yang utuh adalah mandat untuk pembangunan yang menyentuh kebutuhan jasmani dari manusia. Sehingga bila kedua pelayanan ini dilaksanakan dengan seimbang memberi dampak kepada kedamaian yang utuh, yakni kedamaian dengan Allah, sesama manusia, lingkungan dan diri manusia itu sendiri sebagai gambar dan rupa Allah.
Pengaruh Pemahaman Dan Praktik Makna Frasa “Istri Tunduk Kepada Suami” Berdasarkan Efesus 5:22-33 Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga Kristen Di Gereja Bethel Indonesia Jemaat “Kristus Gembala” Juwana–Pati Jawa-Tengah Agus Widodo
Kaluteros Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen Vol 3 No 1: Kaluteros : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Adhi Wacana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60146/.v3i1.28

Abstract

The purpose of this study was to reveal and analyze the effect on the understanding and practice of “Wives obey Your Husband” based on Ephesians 5:22-33 through the harmony’s Christian household on Indonesian Bethel Church ‘Kristus Gembala’ Juwana-Pati Central java. The method used in this research is a survey research with quantitative research approach. As for the population in this research is all husband and wife on the Indonesian Bethel Church ‘Kristus Gembala’ Juwana-Pati Central java. The results showed that the understanding and practice of “Wives obey your husbans” influence the positive and significant impact on the harmony’s Christian household on Indonesian Bethel Church ‘Kristus Gembala’ Juwana-Pati Central java. The description of understanding and practice show good results. Abstrak Indonesia Tujuan penelitian ini adalah mengungkapkan dan menganalisis pengaruh pemahaman dan praktik makna frasa ‘Istri Tunduk kepada Suami’ Berdasarkan Efesus 5:22-33 terhadap keharmonisan Rumah Tangga Kristen di Gereja Bethel Indonesia Jemaat ‘Kristus Gembala’ Juwana-Pati Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian survei dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Adapun yang menjadi populasi pada penelitian ini yaitu seluruh pasangan suami istri di Gereja Bethel Indonesia Jemaat ‘Kristus Gembala’ Juwana-Pati Jawa-Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman dan praktik istri tunduk kepada suami berpengaruh positif dan signifikan terhadap keharmonisan rumah tangga Kristen di Gereja Bethel Indonesia Jemaat ‘Kristus Gembala’ Juwana Pati Jawa Tengah. Deskripsi pemahaman dan praktik menunjukkan hasil yang baik. Begitu pun dengan deskripsi keharmonisan rumah tangga Kristen di Gereja Bethel Indonesia jemaat ‘Kristus Gembala’ Juwana Pati Jawa Tengah, serta nilai korelasi pemahaman dan praktik ‘istri tunduk kepada suami’ terhadap keharmonisan rumah tangga kristen berada pada posisi kuat.
Makna Yohanes 6:1-15 Dalam Pelayanan Misi Dan Diakonia Gereja Masa Kini Antjura, Adolf
Kaluteros Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen Vol 3 No 1: Kaluteros : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Adhi Wacana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60146/.v3i1.29

Abstract

The purpose of this study is to find the meaning of John 6:1-15 in its application to the ministry of deacon missions in the church. The meaning contained in this verse is that Jesus commanded the disciples to feed. Disciples could not but Jesus could work miracles. Jesus' initiative teaches the church to take on the responsibility of providing for the needy. Abstrak Indonesia Tujuan Penelitian ini adalah untuk mencari makna Yohanes 6:1-15 dalam penerapannya terhadap pelayanan misi diakonia di gereja. Makna yang terkandung dalam ayat ini adalah Yesus memerintahkan para murid untuk memberi makan. Murid tidak mampu namun Yesus dapat mengadakan mujizat. Inisiatif Yesus memberikan pelajaran kepada gereja untuk menambil tanggungjawab memberi orang yang kekurangan makanan.
Metode Mengajar Yesus Dalam Injil Matius Dan Penerapannya Dalam Pendidikan Kristen Masa Kini Daud Darmadi
Kaluteros Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen Vol 3 No 2: Kaluteros : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen November 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Adhi Wacana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60146/.v3i2.30

Abstract

The purpose of this study was to find out the method of teaching Jesus in the Gospel of Matthew, and its application in the implementation of contemporary Christian education. Through the study of literature, and hermeneutic research on the Gospel of Matthew found the method of teaching Jesus includes: the lecture method, story method, question and answer method, demonstration method, role modeling method, discussion method. The six methods of teaching Jesus can be applied by every lecturer, teacher, and teacher, in the learning process especially in the church and in the theological education environment. Jesus as a great teacher has set an example of creative teaching using varied learning methods. The implementation of Christian education in the Church can use the method of teaching Jesus, in a manner that is in harmony with the conditions of the church so that the maturation of faith can be achieved optimally. Abstrak Indonesia Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metode mengajar Yesus dalam Injil Matius, dan penerapannya dalam pelaksanaan pendidikan Kristen masa kini. Melalui studi literatur, dan penelitian hermeneutik terhadap Injil Matius ditemukan metode mengajar Yesus yang meliputi: metode ceramah, metode cerita, metode tanya jawab, metode demonstrasi, metode peragaan peran, metode diskusi. Keenam metode mengajar Yesus tersebut dapat diterapkan oleh setiap dosen, guru, pengajar, dalam proses pembelajaran terutama di gereja dan di lingkungan pendidikan teologi. Yesus sebagai guru Agung telah memberikan teladan mengajar yang kreatif dengan menggunakan metode pembelajaran yang bervareasi. Pelaksanaan pendidikan Kristen di Gereja dapat dapat memakai metode mengajar Yesus, secara berfareasi menyesuaikan dengan kondisi jemaat sehingga pendewasaan iman dapat tercapai secara maksimal.
Luaskan Cakrawala, Buka Hati, Buka Mata, Buka Telinga: (Kajian Misiologi Pelayanan Nabi Yunus dan Implikasinya bagi Praktek Penginjilan Masa Kini) Adolf Antjura
Kaluteros Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen Vol 3 No 2: Kaluteros : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen November 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Adhi Wacana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60146/.v3i2.31

Abstract

When a person is in the midst of his own group and community, it is a natural thing and considered a normal thing if he defends his community or his own group, but if observed and investigated a somewhat excessive sentimentality for the movement in cross-cultural service. An example in this article presents the story of a prophet Jonah who was called and sent by God, to the city of Nineveh, the land of Assyria. Jonah maintains his sense of nationalism, so that he is not willing to be sent by God even though he has responded to God's call, he prefers that the inhabitants of the city of Nineveh be punished by God for their sins, because Jonah thinks that Nineveh is a threat to the Israelites, he does not want the people of Nineveh to repent, to receive God's forgiveness. This article invites us like the prophet Yunus, all of God's people need to open their hearts, open their eyes and open their ears to broaden their views so that they can understand correctly that God also loves other nations or groups, communities. God's people as believers are obliged to have love and care to convey the good news of salvation to all who believe. Abstrak Indonesia Ketika seseorang berada ditengah-tengah kelompok dan komunitasnya sendiri, adalah merupakan sutu kewajaran dan dianggap suatu hal yang normal jika ia membela komunitasnya atau kelompoknya sendiri, namun jika diamati dan diselidiki suatu sentimental yang agak berlebihan bagi pergerakan dalam pelayanan lintas budaya. Suatu contoh dalam artikel ini menampilkan kisah seorang nabi Yunus yang dipangil dan diutus Allah, ke kota Niniwe, negeri Asyur. Yunus mempertahankan rasa nasionalimenya, sehingga ia tidak bersedia diutus Tuhan walaupun ia telah meresponi panggilan Allah, ia lebih memilih supaya penduduk kota Niniwe dihukum Allah atas dosa mereka, karena Yunus beranggapan bahwa Niniwe adalah ancaman bagi bangsa Israel, ia tdak menginginkan penduduk Niniwe bertobat, untuk menerima pengampunan Allah. Artikel ini mengajak kita sebagaimana halnya nabi Yunus, semua umat Tuhan perlu membuka hati, membuka mata dan membuka telingah untuk meluaskan pandangan sehingga dapat memahami dengan benar bahwa Allah juga mengasihi bangsa atau kelompok, komunitas lain. Umat Tuhan sebagai orang yang percaya wajib memiliki kasih dan kepedulian untuk menyampaikan kabar baik yaitu keselamatan kepada semua orang yang percaya.
Studi Eksegesis Terhadap Kata ‘Tanpa Alasan’ (εἰκῇ ) Pada Kata ‘Marah’ Dalam Matius 5:22 Menurut Naskah Byzantium Dan Komparasinya Terhadap Novum Testamentum Graece (Nestle-Aland Edisi Ke-27) Heny Heny
Kaluteros Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen Vol 3 No 2: Kaluteros : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen November 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Adhi Wacana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60146/.v3i2.32

Abstract

Based on observations on the theological issues that occur at then current writer mendiskripsi is it some thing as background writing this work, including the following: first, the interpretation of the difference resulting from the use of the original language of the Bible is well seen from outside parties i.e. the view of the Islamic religion and views the Jewish religion, as well as from Parties within the IE view of Christianity itself, Second, more specifically the views of Islamic religious figures who say that the Bible is corrupted. K etiga, from among the Christian religion itself there is the memasalahkan process of translation and the translation of results from the original language texts are taken from the existing texts, translations and consider which one is superior (the original script approach) than others. For example there is one book called "The KJV (King James Version)-NIV (New International Version) the Debate" by Jeffrey Khoo of Far Eastern Bible College, Singapore. In addition, the Jehovah's witnesses also issued a statement that there is ' 50,000 errors in the Gospel ' from the magazine Awake (Awake) volume 38 No. 17 September 8, 1957, and much material delivered through another edition. And the program used by the Islamic religious figures, one of them Late. Ahmed Deedat in his book 'Is the Bible God's Word?' who use the resources of the Jehovah's witnesses in his book, even in other books as well. The writing of history sources: written sources. Written materials are usually the most important source for historians to reconstruct history. This resource is divided into two categories: (1) history written in passing or official, and (2) the history of written carefully according to the rules of writing of history (based on the library). History written in passing include the ' raw data ' of history, from the records produced by all levels of society, starting with an individual level to the international level. In doing research there are some which are used to examine cases that are in the books that will be examined. Because covered are comparing the two texts are actually related, so the methods that used a combination of several methods. Moreover, comparing the texts of Scripture, so keep in mind the previous method used, i.e. as follows: form criticism, Literary Criticism and critique texts. Criticism of the Bible can be divided into two parts; i.e. High Criticism and critique. This type of study could be applied to the Bible, because it is named after the biblical research. Christian Encyclopedia defines: "science to achieve a satisfactory knowledge of the origin, history, and circumstances of the original text of the Bible." I need to know the history of high criticism and criticism of low as well as its development, namely as follows: the term "criticism" always refers to a negative connotation. Though not always have to be so. The sense of the term principal criticism was the examination or testing of an issue, or a problem with the intention of determining the keotentikannya, the keterandalannya, or its significance. " Criticism of the term basically means an opinion, or an act of judgment; derived from the verb in the language of Greece (... [crino]) means of judging, or testing, or forward tudingan or charges against, or sets, a row of the meaning of the above meaning. If used in the fields of literature, he suggests thinking – not an attempt at finding errors – but with a fair and properly assess the goodness and evil things openly and objectively. In other words, is an impartial appraisal, or anything similar to that for example it anything that could be considered by certain critics. " Both methods above criticism in a high Criticism that is form criticism and criticism of literature. While the Text Criticism is Criticism.
Pemahaman Ketaatan Kepada Pemimpin Menurut Ibrani 13:17 Sjanette Eveline
Kaluteros Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen Vol 3 No 2: Kaluteros : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen November 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Adhi Wacana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60146/.v3i2.33

Abstract

Obedience or obedience is an attitude that is subject to authority, carrying out what is ordered, obeying what is demanded or keeping away from what is prohibited. Obedience issues are related to regulations. Humans prefer disobedience, if there are rules to obey, so violations occur here. This has happened since in the Garden of Eden. And it continues to grow in various aspects of life to date. Obedience is a decision to serve the obedient leader. Service and obedience are two things that are side by side like Siamese twins. Through expressions that contain teaching that is so strict, that if someone likes to serve or feels called in a certain field of service, but has a rebellious heart to the leader, it is showing a failure to understand the meaning of a service. Obedience of the servants is clearly very instrumental in solving the problem that is happening. Abstrak Indonesia Taat atau ketaatan adalah sikap yang tunduk kepada wewenang, menjalankan apa yang diperintahkan, mematuhi apa yang dituntut atau menjauhkan diri dari apa yang dilarang. Persoalan ketaatan terkait dengan peraturan. Manusia lebih suka tidak taat, jikalau ada aturan supaya taat, sehingga terjadilah pelanggaran di sini. Ini telah terjadi sejak di Taman Eden. Dan terus berkembang dalam aneka segi kehidupan sampai saat ini. Ketaatan itu merupakan keputusan untuk mau melayani pemimpin yang ditaati tersebut. Pelayanan dan ketaatan adalah dua hal yang berdampingan seumpama kembar siam. Melalui ungkapan yang mengandung pengajaran yang begitu ketat, bahwa jikalau seseorang suka melayani atau merasa terpanggil dalam bidang pelayanan tertentu, namun memiliki hati yang suka berontak kepada sang pemimpinnya, itu sedang menunjukkan adanya kegagalan dalam memahami arti sebuah pelayanan. Ketaatan para pelayan ini jelas sangat berperan dalam penyelesaian masalah yang sedang terjadi.