cover
Contact Name
Daud Darmadi
Contact Email
dauddarmadi@sttaw.ac.id
Phone
+62812174879128
Journal Mail Official
sttadhiwacana@gmail.com
Editorial Address
BEST CHURCH CIPUTRA WORLD Mall Ciputra World Lt. 2, Unit 2.1. Jl. Mayjend Sungkono, No. 89 Korespondensi:, Jl. Pakis Tirtosari II No.8, Surabaya, Jawa Timur 60224
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kaluteros Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
ISSN : 26580648     EISSN : 26850621     DOI : https://doi.org/10.60146/kaluteros
Core Subject : Religion,
Kaluteros adalah wadah publikasi hasil penelitian Teologi dan Pendidikan Kristen para dosen yang berada di lingkungan Sekolah Tinggi Teologi Adhi Wacana, dan institusi lain yang berada dalam rumpun ilmu yang sama serta berkaitan.
Articles 82 Documents
Gereja sebagai Pusat Pendidikan Kristen Eunike Agoestina
Kaluteros Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen Vol 4 No 1 (2022): Kaluteros Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Adhi Wacana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60146/.v4i1.35

Abstract

The church as a center for Christian education means that the church is a place for education for congregations to learn about Christ and the truth of God's Word, on an ongoing basis from childhood to old age. Lifelong Christian education, carried out regularly, planned, programmed and consistent in its implementation. To realize the church as a center for Christian education, the church needs to establish a vision and goals, organize the management of the implementation of Christian education on a regular basis. The organizational structure of Christian education at a minimum consists of a pastor as the person in charge, chairman, age group coordinator, and administrative staff, Abstrak Bahasa Indonesia Gereja sebagai pusat pendidikan Kristen artinya gereja menjadi tempat pelaksanaan pendidikan bagi jemaat untuk belajar mengenal Kristus dan kebenaran Firman Tuhan, secara berkesinambungan mulai dari usia anak sampai dengan lanjut usia. Pendidikan Kristen sepanjang hayat, dilaksanakan secara teratur, terencana, terprogram dan konsisten dalam pelaksanaannya. Untuk mewujudkan gereja sebagai pusat pendidikan Kristen gereja perlu untuk menetapkan visi dan tujuan, menyelenggarakan pengelolaan pelaksanaan pendidikan Kristen secara teratur. Susunan organisasi pendidikan Kristen minimal terdiri dari pendeta/gembala sebagai penanggungjawab, ketua, koordinator kelompok usia, dan tenaga administrasi,
Makna Frasa Awasilah Dirimu Sendiri Dan Awasilah Ajaranmu Menurut 1 Timotius 4:16 (Studi Eksegesis) Heny
Kaluteros Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen Vol 4 No 1 (2022): Kaluteros Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Adhi Wacana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60146/.v4i1.38

Abstract

This research was conducted to know the meaning of watching over oneself and watching over the teachings, to know the meaning of persevering in the teachings of the word of the Lord, and to know the effects of healthy and unhealthy teachings. This research is a qualitative research with an exegesis approach. The result of this research is to pay close attention to themselves and their teachings by being an example in every aspect of their lives, persevering in the teachings of God's word so that they can teach the word of God as truth, there is an impact of healthy and unhealthy teachings that can save themselves and others, so that God's servants must work on that salvation for themselves and others. ABSTRAK Indonesia Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui makna mengawasi diri dan mengawasi ajaran, mengetahui makna bertekun dalam ajaran firman Tuhan, dan untuk mengetahui dampak dari ajaran sehat dan tidak sehat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan eksegese. Hasil penelitian ini yaitu memperhatikan dengan saksama diri dan ajarannya dengan cara menjadi teladan dalam setiap aspek hidup mereka, tekun dalam ajaran firman Tuhan sehingga dapat mengajarkan firman Allah sebagai kebenaran, terdapat dampak dari ajaran sehat dan tidak sehat yaitu dapat menyelamatkan diri sendiri dan orang lain, sehingga hamba Tuhan harus mengerjakan keselamatan itu bagi diri sendiri dan orang lain.
Landasan Teologis Gerakan Transformasi Gereja di Abad XXI Fengky Maukar
Kaluteros Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen Vol 4 No 2 (2022): Kaluteros Jurnal teologi dan Pendidikan Kristen November 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Adhi Wacana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60146/.v4i2.44

Abstract

The purpose of this writing is to investigate some of the forms of the transformation movement in the Bible, and to develop a theological basis for the transformation movement, which can be used to realize real Christian transformation. This departs from the fact that the transformation movement that has taken place in the last 10 years has been filled with various forms of ministry that prioritize demonstrations of miracles and healing, prayer concerts of praise and worship, and are not directed at spiritual maturity and character building. The transformation movement is a process of changing Christian life for the better, occurring in a person personally, or a community, church, nation and state society, which covers all human life holistically. A study of the text on Romans 12:2 shows that the use of the word μεταμορφόω means transformation. Theological transformation is God's initiative to save and renew sinful humanity. The Lord Jesus came as a transformer who redeemed and saved mankind from sin. The Holy Spirit is the one who renews, and leads everyone into the truth. Ecclesiological transformation means that the church carries out the mission of the Kingdom of God in the midst of the world. Furthermore, transformation is a holistic mission that touches all aspects of human life. Transformation is an ongoing process and has an excchatological aspect.                                                                                                                                 ABSTRAK BAHASA INDONESIA Tujuan penulisan ini adalah untuk menyelidiki sebagian bentuk-bentuk gerakan transformasi di dalam Alkitab, dan menyusun suatu landasan teologis bagi gerakan transformasi, yang dapat dipakai untuk mewujudkan transformasi Kristen sesungguhnya. Hal ini berangkat dari kenyataan gerakan transformasi yang terjadi pada 10 tahun terakhir yang dipenuhi dengan berbagai bentuk pelayanan yang mengutamakan demonstrasi mujizat dan kesembuhan, konser doa pujian dan penyembahan, dan tidak diarahkan kepada pendewasaan rohani serta pembentukan karakter. Gerakan transformasi adalah suatu proses perubahan kehidupan Kristen ke arah yang lebih baik, terjadi dalam diri seseorang secara pribadi, atau suatu komunitas, gereja, masyarakat bangsa dan negara, yang mencakup seluruh kehidupan manusia secara holistik. Studi teks pada Roma 12:2, menunjukkan bahwa kata pemakain kata  μεταμορφόω memiliki arti transformasi. Transformasi secara teologis adalah inisiatif Allah untuk menyelamatkan dan memperbarui manusia yang berdosa. Tuhan Yesus datang sebagai transformator yang menebus dan menyelamatkan manusia dari dosa. Roh Kudus adalah pribadi yang memperbarui, dan memimpin setiap orang ke dalam kebenaran. Transformasi eklesiologis berarti gereja melaksanakan misi Kerajaan Allah ditengah-tengah dunia. Selanjutnya transformasi adalah misi holistik yang menyentuh seluruh aspek kehidupan manusia. Transformasi adalah proses yang terus terjadi dan memiliki aspek ekskatologi.  
Keluarga sebagai Tempat Pembentukan Kehidupan Rohani Anak Indahwati Budiman
Kaluteros Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen Vol 4 No 2 (2022): Kaluteros Jurnal teologi dan Pendidikan Kristen November 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Adhi Wacana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60146/.v4i2.45

Abstract

The purpose of this research is to find out the characteristics of a quality Christian family according to the truth of God's Word. To know the role of parents in educating children to experience good spiritual growth. The family is the first institution created by God Himself, and God blesses the family for His glory. The method used is qualitative with a literature approach. The results of this study are that parents have a responsibility in educating and raising children in the true values ​​of God's Word. Parents apply love and discipline in a balanced way. The family must be a safe and comfortable place for children so they can experience good spiritual growth.   ABSTRAK BAHASA INDONESIA Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik keluarga Kristen yang berkualitas menurut kebenaran Firman Tuhan. Untuk mengetahui peranan orang tua dalam mendidik anak agar mengalami pertumbuhan rohani yang baik. Keluarga adalah lembaga pertama yang dibentuk oleh Allah sendiri, dan Allah memberkati keluarga untuk kemuliaanNya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan literatur. Hasil penelitian ini adalah Orang tua memiliki tanggungjawab dalam mendidik dan mengasuh anak dalam nilai-nilai kebenaran Firman Tuhan. Orang tua menerapakan kasih dan disiplin secara seimbang. Keluarga harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak sehingga dapat mengalami pertumbuhan rohani yang baik.  
Rancang Bangun Teologi Spiritual Dalam Pembentukan Spiritualitas Orang Percaya Royke Lontoh
Kaluteros Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen Vol 4 No 2 (2022): Kaluteros Jurnal teologi dan Pendidikan Kristen November 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Adhi Wacana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60146/.v4i2.47

Abstract

The purpose of writing this article is to design a spiritual theology that can be used as a basis for practicing the spirituality of a believer's life. Conduct an assessment of the spirituality of a believer's life that departs from the understanding of theology he adheres to. The method used is literature study to explain and answer the problem formulation in this study. Spiritual theology guides people to have a close relationship with Allah, uniting humans with their Creator. From the point of view of Christian faith, spiritual theology raises awareness for every believer to live according to the truth of God's Word, achieve a spiritual life that is good, moral, and has spiritual intelligence according to the stages of his development. Spiritual theology teaches that something of value is considered valuable, has meaning in all aspects of life, including all creatures and the universe. This will shape each person's personality to have love and concern for the preservation of all creatures and nature. Spiritual theology among Pentecostals-Charismatics talks about an intimate relationship with God; experiencing fellowship with the Holy Spirit through baptism living under the guidance and sanctification of the Holy Spirit, and Receiving the gifts of the Spirit to serve with the anointing and power of God. ABSTRAK BAHASA INDONESIA Tujuan penulisan artikel ini adalah sebagai rancang bangun teologi spiritual yang dapat dijadikan dasar praktik spiritualitas kehidupan orang percaya. Melakukan penilaian terhadap spiritualitas kehidupan orang percaya yang berangkat dari pemahaman teologi yang dianutnya. Metode yang digunakan adalah studi literatur untuk menjelaskan dan menjawab rumusan masalah dalam penelitian ini. Teologi spiritual membimbing orang untuk memiliki hubungan yang dekat dengan Allah, menyatukan diri manusia dengan Penciptanya. Dari sisi iman Kristen teologi spiritual memunculkan kesadaran kepada setiap orang percaya untuk hidup sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan, mencapai kehidupan spiritual yang baik, bermoral, dan memiliki kecerdasan spiritual yang sesuai dengan tahapan perkembangannya. Teologi spiritual mengajarkan sesuatu yang bernilai dianggap berharga, memiliki makna dalam semua aspek kehidupan, termasuk semua makhluk dan alam semesta. Hal ini akan membentuk pribadi setiap orang memiliki kecintaan dan kepedulian terhadap kelestarian semua mahluk dan alam. Teologi Spiritual di kalangan Pentakostal-Kharismatik berbicara tentang hubungan yang intim dengan Tuhan; mengalami persekutuan dengan Roh Kudus melalui baptisan hidup dalam bimbingan dan pengudusan oleh Roh Kudus, dan Menerima karunia Roh untuk melayani dengan urapan dan kuasa Tuhan.  
Penderitaan dan Kedaulatan Allah Suatu Jawaban terhadap Isu tentang Penderitaan yang disebabkan oleh Iblis Sutanto Kusuma
Kaluteros Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen Vol 4 No 2 (2022): Kaluteros Jurnal teologi dan Pendidikan Kristen November 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Adhi Wacana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60146/.v4i2.49

Abstract

This research aims to provide a theological foundation regarding the suffering faced by believers, provide answers to the issue that the devil is the cause of suffering, and prove God's sovereignty in every human life including the suffering they face. The method used is through qualitative research with a literature approach. The result of this research is that God is sovereign over all human life including the suffering they face. The purpose of this suffering is as a test for the glory of His name. Satan can cause suffering to humans because it is allowed by God to do so, and within the limits of God's omnipotence. Humans need to view suffering as part of the process of maturing faith, and must be happy when they fall into various trials and suffering.   ABSTRAK BAHASA INDONESIA Penelitian ini bertujuan untuk memberikan landasan teologis, tentang penderitaan yang dihadapi oleh orang percaya, memberikan jawaban atas isu bahwa iblis adalah penyebab penderitaan, dan membuktikan kedaulatan Allah dalam setiap kehidupan manusia termasuk penderitaan yang dihadapi. Metode yang digunakan adalah melalui penelitian kualitatif dengan pendekatan literatur. Hasil penelitian ini adalah bahwa Allah berdaulat atas seluruh kehidupan manusia termasuk penderitaan yang dihadapi. Maksud dari penderitaan ini adalah sebagai ujian untuk kemuliaan namaNya. Iblis dapat menimbulkan penderitaan kepada manusia karena diijinkan Tuhan untuk melakukannya, dan dalam batas-batas kemahakuasaan Allah. Manusia perlu memandang penderitaan sebagai bagian dari proses pendewasaan iman, dan harus berbahagia pada saat jatuh dalam berbagai pencobaan dan penderitaan.  
Gembala Sebagai Pendidik Jemaat Selamet Samuel
Kaluteros Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen Vol 4 No 2 (2022): Kaluteros Jurnal teologi dan Pendidikan Kristen November 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Adhi Wacana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60146/.v4i2.50

Abstract

The purpose of writing this article is to explain the role of the pastor as an educator to the congregation. The method used is literature research. The results of the study show that apart from carrying out pastoral ministry, pastors need to take part in educational services that aim to mature the congregation. Pastors with the task of being educators need to have qualifications related to spiritual life as well as abilities in teaching skills. In all aspects of service both as leaders, motivators, communicators, facilitators, pastoral counselors need to accompany all service activities in the nuances of education and teaching. Because in all pastoral ministries, it is proper to teach the truth of God's Word ABSTRAK BAHASA INDONESIA Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan peranan gembala sebagai pendidik kepada jemaat. Metode yang digunakan adalah penelitian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gembala selain melaksanakan pelayanan pastoral perlu mengambil bagian dalam pelayanan pendidikan yang bertujuan untuk mendewasakan jemaat. Gembala dengan tugas sebagai pendidik perlu memiliki kualifikasi yang berkaitan dengan kehidupan rohani serta kemampuan dalam keterampilan mengajar. Dalam semua aspek pelayanan baik sebagai pemimpin, motifator, komunikator, fasilitator, konselor gembala perlu menyertai semua kegiatan pelayanan dalam nuansa pendidikan dan pengajaran. Sebab dalam semua pelayanan gembala, sudah semestinya mengajarkan kebenaran Firman Tuhan.
Kepemimpinan Dinamis Dalam Institusi Gereja Petit Daeng Karsono
Kaluteros Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen Vol 4 No 2 (2022): Kaluteros Jurnal teologi dan Pendidikan Kristen November 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Adhi Wacana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60146/.v4i2.51

Abstract

The purpose of this research is to develop dynamic leadership in church institutions so that the church experiences dynamic and significant development. The method used is qualitative with a literature approach. The results of the study show that dynamic leadership is effective leadership for advancing the church in terms of development. Dynamic leadership is leadership that can be critical and able to respond wisely to change. Effective leadership is developed through the completion of church leadership tasks starting from managing all available resources to evaluation. Church leadership must be developed according to the vision, thus the leader must be visionary. ABSTRAK BAHASA INDONESIA Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan kepemimpinan dinamis di institusi gereja agar gereja mengalami perkembangan yang dinamis dan signifikan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan dinamis adalah kepemimpinan yang efektif untuk memajukan gereja dalam kaitannya dengan pengembangan. Kepemimpinan yang dinamis adalah kepemimpinan yang bisa bersifat kritis dan mampu menyikapi perubahan secara bijaksana. Kepemimpinan efektif dikembangkan melalui penyelesaian tugas-tugas kepemimpinan gereja mulai dari pengaturan memanfaatkan semua sumber daya yang ada sampai dengan evaluasi. Kepemimpinan gereja harus dikembangkan seturut visi, dengan demikian pemimpin harus bersifat visoner.
Arti Menyembah Allah dalam Roh dan Kebenaran dan aplikasi praktis terhadap kehidupan orang kristen masa kini Agus Widodo
Kaluteros Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen Vol 4 No 1 (2022): Kaluteros Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Adhi Wacana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60146/.v4i1.53

Abstract

The idea about worshiping God means that a person worships God spiritually, because God is Spirit, when humans worship God, they must worship Him in Spirit. While worshiping in truth is touching the life practices of believers who worship God. It is impossible for a human who worships Allah but his life is contrary to what Allah wills in his life. People who are worshiping God actually show two sides like the sides of a coin where one face points to the practice of believers when worshiping God and the second side points to what believers should do when they finish worshiping God. ABSTRAK BAHASA INDONESIA Berbicara tentang menyembah Allah itu berarti bahwa seseorang menyembah Allah secara rohani, sebab Allah itu adalah Roh maka manusia saat menyembah Allah maka harus menyembah Dia dalam Roh. Sedangkan menyembah dalam kebenaran adalah bersifat menyentuh praktik kehidupan orang percaya yang menyembah Allah. Tidak mungkin manusia yang menyembah Allah tetapi hidupnya bertentangan dengan apa yang dikehendaki Allah dalam hidupnya. Orang yang sedang menyembah Allah sebenarnya menunjukkan dua sisi bagaikan sisi mata uang yang satu wajah menunjuk kepada praktik orang percaya ketika menyembah Allah dan sisi kedua menunjuk kepada apa yang seharusnya dikerjakan orang percaya saat selesai menyembah Allah.    
Model Penggembalaan Menurut I Petrus 5 : 2 – 3 Adolf Antjura
Kaluteros Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen Vol 4 No 1 (2022): Kaluteros Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Adhi Wacana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60146/.v4i1.55

Abstract

Pastoral care is a very important thing in the spiritual growth of the congregation, where the role is a congregation pastor who must give his life truly according to his calling in serving God. As in 1 Peter 5:2-3, it must be done voluntarily without coercion because the service must be sincere and pure so that it can have an impact through example. This research was specifically conducted in churches to find officials' service models so that the formulation of the problem in this study: Is the service model appropriate according to 1 Peter 5:2-3? research that uses a qualitative phenomenological approach, namely by formulating and making conclusions based on data, information and facts that will be obtained through observing these phenomena, interviews and investigations, has the aim of explaining the shepherding model of a shepherd. ABSTRAK BAHASA INDONESIA Penggembalaan merupakan hal yang sangat penting di dalam pertumbuhan rohani jemaat, dimana yang menjadi pemerannya adalah seorang gembala sidang yang harus memberikan hidupnya sungguh-sungguh sesuai panggilannya dalam pengabdian kepada Tuhan. Seperti dalam 1 Petrus 5:2-3, harus dilakukan dengan sukarela tanpa paksaan karena pelayanan itu harus tulus dan murni sehingga bisa berdampak lewat keteladanan. Penelitian ini secara khusus dilakukan di gereja menemukan model pelayanan Pejabat sehingga rumusan masalah dalam penelitian ini: Apakah model pe;layanan sesuai menurut 1 Petrus 5:2-3? penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, yaitu dengan merumuskan dan membuat kesimpulan-kesimpulan berdasarkan data-data, informasi dan fakta-fakta yang akan diperoleh melalui pengamatan fenomena-fenomena, wawancara dan investigasi ini, memiliki tujuan yaitu untuk menjelaskan model penggembalaan seorang gembala.