cover
Contact Name
Muhammad Haqqiyuddin Robbani
Contact Email
muha198@brin.go.id
Phone
+62881010041900
Journal Mail Official
jtl@brin.go.id
Editorial Address
Gedung BJ Habibie Lantai 8, Jl. M.H. Thamrin No.8 Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknologi Lingkungan
Published by BRIN Publishing
ISSN : 1411318X     EISSN : 25486101     DOI : https://doi.org/10.55981/jtl
Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. JTL is published twice annually and provide scientific publication for researchers, engineers, practitioners, academicians, and observers in the field related to science and environmental technology. We publish original research papers and case studies focused on environmental sciences, environmental technology as well as other related topics to environment including sanitation, environmental biology, waste water treatment, solid waste treatment, environmental design and management, environmental impact assessment, environmental pollution control and environmental conservation. Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL) adalah jurnal yang bertujuan untuk menjadi platform peer-review dan sumber informasi yang otoritatif. JTL diterbitkan dua kali setahun dan menyediakan publikasi ilmiah bagi para peneliti, insinyur, praktisi, akademisi, dan pemerhati di bidang yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi lingkungan. Kami menerbitkan makalah penelitian asli dan studi kasus yang berfokus pada ilmu lingkungan, teknologi lingkungan serta topik terkait lainnya yang berhubungan dengan lingkungan termasuk sanitasi, biologi lingkungan, pengolahan air limbah, pengolahan limbah padat, desain dan manajemen lingkungan, analisis mengenai dampak lingkungan, pengendalian pencemaran lingkungan dan konservasi lingkungan.
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol. 25 No. 1 (2024)" : 21 Documents clear
Green Logistics dan Extended Producer Responsibility untuk Pengelolaan Sampah Kemasan Makanan dan Minuman di Universitas Widyatama: Suatu Model untuk Green Campus Fauzi, Muchammad; Hartati , Verani; Setijadi; Nugraha, Salwaa Roudhoh; Nursalim, Salsabila; Puspani, Nissa Syifa
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.642

Abstract

Food and beverage packaging waste is the predominant category of household waste on the Widyatama University campus. Responsibility for waste management lies with Widyatama University and requires collaboration from diverse stakeholders, including producers. Waste management employs various methods. The research endeavors to construct a waste management model utilizing concepts of green logistics and extended producer responsibility (EPR) to bolster the green campus initiative by harnessing packaging waste potential. The green logistics concept runs a series of processes—reduction, recycling, reuse, and material substitution—directed at packaging waste and transportation to a Waste Bank. EPR concept incorporates policies incentivizing environmentally-conscious product creation, expanding the producer's responsibility. This concept extends to collaborations with small and medium enterprises (SMEs) around campus. Research simulations demonstrate a substantial reduction in waste volume, from 144 m3 to 72 m3 annually. The cost of waste management decreases by Rp11,352,400 from Rp36,244,800 to Rp24,872,400 annually, resulting in an efficiency of 31.34%.   Abstrak Sampah kemasan makanan dan minuman merupakan jenis sampah rumah tangga terbesar di kampus Universitas Widyatama. Pengelolaan sampah itu menjadi tanggung jawab pihak Universitas Widyatama dan memerlukan keterlibatan dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pihak produsen. Pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan beberapa metode. Tujuan penelitian ini adalah membuat model pengelolaan sampah dengan pendekatan konsep green logistics dan extended producer responsibility (EPR) untuk mendukung green campus melalui pemanfaatan limbah kemasan makanan dan minuman di lingkungan Universitas Widyatama. Konsep green logistics diterapkan dengan rangkaian proses reduction, recycle, reuse, dan subsitusi material pada sampah kemasan dan pengirimannya ke Bank Sampah. Konsep EPR memiliki prinsip kebijakan yang mendorong sistem penciptaan suatu produk dengan mempertimbangkan aspek lingkungan dari sisi daur hidup produk tersebut dengan cara memperluas tanggung jawab produsen. Konsep ini diterapkan melalui kolaborasi dengan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di sekitar lingkungan kampus. Dari simulasi pada penelitian ini diperoleh penurunan volume sampah dari 144 m3 menjadi 72 m3 per tahun. Biaya pengelolaan sampah turun sebesar Rp11.352.400 dari Rp36.244.800 menjadi Rp24.872.400 per tahun, sehingga diperoleh efisiensi sebesar 31,34%.
Analisis Keberlanjutan Taman Wisata Alam Lembah Harau di Kabupaten Lima Puluh Kota Yolanda, Putri; Soekmadi, Rinekso; Prihadi, Nandang; Adhi, Rizky Pratama
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.886

Abstract

Lembah Harau Nature Tourism Park (TWA) is one of the natural tourism potentials in Lima Puluh Kota Regency with an area of 27.5 Ha. Based on statistical data in 2022, there will be an increase in tourists from TWA Lembah Harau in Lima Puluh Kota Regency, with a recorded increase in tourists reaching 14% with the number of visits in 2022 amounting to 270,790 visitors. Increasing Lembah Harau TWA visits can have a positive impact on increasing income for both the community and the government, however if it exceeds the area's carrying capacity it can cause negative impacts on the ecological aspects of the surrounding area. Based on this, the concept of regional development strategy is an important factor in developing sustainable tourism activities. This research was conducted from November to December 2022. The aim of this research is to analyze the strategy for sustainable development of the Lembah Harau TWA. Data collection was carried out to identify the carrying capacity of each tourist attraction and development analysis using SWOT (Strength-Weakness-OpportunitiesThreats) with interviews with certain stakeholders. The results of the overall carrying capacity analysis of the Lembah Harau TWA area can accommodate 313,337 visitors per year or 2,725 visitors per day. Based on the results of the carrying capacity analysis for each tourist attraction unit, it is stated that tourists can be accommodated to carry out activities in the area. So, the main strategy for sustainable development is to optimize the Lembah Harau TWA by expanding areas that have the potential for waterfalls as the main tourist attraction by optimizing the infrastructure of the Lembah Harau TWA.   Abstrak Taman Wisata Alam (TWA) Lembah Harau merupakan salah satu potensi wisata alam di Kabupaten Lima Puluh Kota dengan luas 27,5 Ha. Berdasarkan data statisik tahun 2022 terjadi peningkatan wisatawan TWA Lembah Harau di Kabupaten Lima Puluh Kota, tercatat kenaikan wisatawan mencapai 14% dengan jumlah kunjungan tahun 2022 sebesar 270.790 pengunjung. Peningkatan kunjungan TWA Lembah Harau dapat menimbulkan dampak positif bagi peningkatan pendapatan baik masyarakat maupun pemerintah, namun apabila telah melampaui daya dukung kawasan dapat menyebabkan terjadinya dampak negatif terhadap aspek ekologi kawasan sekitar. Berdasarkan hal tersebut, maka konsep strategi pengembangan kawasan menjadi faktor yang penting dalam pengembangan kegiatan wisata yang berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan dari bulan November hingga Desember 2022, Adapun tujuan penelitian ini adalah menganalisis strategi pengembangan TWA Lembah Harau yang berkelanjutan. Pengumpulan data dilakukan untuk mengidentifikasi daya dukung setiap atraksi wisata hingga analisis pengembangan menggunakan SWOT (StrengthWeakness Opportunities-Threats) dengan wawancara pada stakeholder tertentu. Hasil analisis daya dukung secara keseluruhan kawasan TWA Lembah Harau dapat menampung 313.337 pengunjung pertahun atau 2.725 pengunjung perhari. Berdasarkan hasil analisis daya dukung tersebut untuk setiap unit atraksi wisata, dinyatakan bahwa wisatawan dapat ditampung untuk melakukan kegiatan/aktivitas di area tersebut. Maka, strategi utama pengembangan berkelanjutan yang dilakukan dengan mengoptimalkan TWA Lembah Harau dengan perluasan kawasan yang memiliki potensi air terjun sebagai daya tarik utama wisata dengan mengoptimalkan sarana prasarana TWA Lembah Harau.
Assessing the Environmental Footprint: A Life Cycle Assessment of Greenhouse Gas Emissions from Energy Consumption in 3 and 4-Star Hotels in Pontianak, West Kalimantan Nisa, Raysa Khoirun; Haryono, Eko; Santosa, Langgeng Wahyu
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.964

Abstract

Persebaran usaha penginapan di Indonesia hingga tahun 2021 terus meningkat, di mana 48,95% merupakan hotel berbintang. Pada operasionalnya, hotel memerlukan energi dari berbagai jenis bahan bakar yang menghasilkan emisi berupa gas rumah kaca. Studi ini dilakukan pada kasus di Hotel X (bintang 4) dan Hotel Y (bintang 3) di Kota Pontianak, Kalimantan Barat yang menggunakan energi dari batubara, gas alam cair, dan bahan bakar minyak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak lingkungan dari gas rumah kaca menggunakan metode analisis daur hidup. Data inventori dilakukan terhadap jenis sumber energi, jumlah alat, dan lama penggunaan pada tiap fasilitas yang tersedia di hotel. Aplikasi OpenLCA 1.11.0 dan database CML-IA baseline digunakan untuk menganalisis dampak lingkungan yang dihasilkan. Kategori dampak yang dianalisis yaitu potensi dampak pemanasan global, penipisan abiotik, dan potensi oksidasi fotokimia. Dampak lingkungan terhadap pandemik COVID-19 dan strategi manajemen gas rumah kaca juga didiskusikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah tamu, fasilitas dan jenis bangunan berpengaruh pada emisi yang dihasilkan. Jumlah tamu pada tahun 2020 merupakan jumlah terkecil dibandingkan tahun 2019 dan 2021, yang sejalan dengan jumlah konsumsi energinya. Jumlah fasilitas pada Hotel X yang lebih banyak dibandingkan Hotel Y juga menyebabkan Hotel X menghasilkan lebih banyak emisi dibandingkan Hotel Y. Rekomendasi dari penelitian ini berupa perencanaan strategi pengelolaan konsumsi energi yang lebih baik, terutama pada penggunaan lampu dan pendingin ruangan. Untuk mengurangi konsumsi energi dari penggunaan alat tersebut dapat diterapkan sistem sensor untuk aktivasi listrik, serta penggunaan elektronik dengan daya yang lebih rendah. Diharapkan hasil riset ini dapat memberikan solusi bagi perencanaan strategi pengelolaan energi yang berkelanjutan di hotel berbintang dan diperlukan inventarisasi detail untuk mengetahui dampak lingkungannya secara komprehensif.   Abstract The distribution of Indonesia lodging businesses in 2021 has been continuously increase, with 48.95% being star-rated hotels. In their operations, hotels require energy from various types of fuels that produce emissions in the form of Greenhouse Gases. This study was conducted on the cases of X Hotel (4-star) and Y Hotel (3-star) in Pontianak, West Kalimantan, which utilize energy from coal, liquefied natural gas, and oil fuels. The research objective is to analyze the environmental impact of greenhouse gases using the life cycle analysis method. Inventory data were collected for the types of energy sources, the number of appliances, and the duration of usage for each facility available in the hotels. OpenLCA 1.11.0 application and CML-IA baseline database were employed to analyze the resulting environmental impact. The impact categories analyzed include the global warming potential, abiotic depletion, and photochemical oxidation potential. The environmental impact of the Covid-19 pandemic and greenhouse gas management strategies are also discussed. The research results indicate that the number of guests, facilities, and building types influence the emissions produced. The number of guests in 2020 was the smallest compared to 2019 and 2021, correlating with the energy consumption. The higher number of facilities in X Hotel compared to Y Hotel also results in X Hotel producing more emissions than Y Hotel. Recommendations from this research include better planning for energy consumption management strategies, especially in the use of lighting and room cooling. To reduce energy consumption from lighting and air conditioning, the implementation of sensor systems for electrical activation and the use of electronic devices with lower power consumption can be applied. It is hoped that the findings of this research can provide solutions for sustainable energy consumption management strategies in star-rated hotels, and a more detailed inventory is needed to comprehensively understand its environmental impact.
Penilaian Ekowisata Mangrovesari di Kabupaten Brebes melalui Studi Kelayakan serta Perumusan Strategi Pengembangannya Anjani, Raissa; Amru, Khaerul; Herningtyas, Wieke; Aryantie, Melania Hanny; Ikhwanuddin, Moch.; Winanti, Widiatmini Sih; Sudinda, Teddy W.
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.1073

Abstract

The potential for tourism utilization in Indonesia's coastal areas is quite high considering its geographical location, supported by its coastline and natural vegetation. Ecotourism in coastal areas needs sustainable development planning and strategies to prevent decreasing in environment quality. This study aims to assess feasibility, analyze potential and determine priority strategies in the development of Mangrovesari ecotourism in Brebes Regency. This research was conducted based on quantitative-descriptive analysis through several methods. The feasibility assessment of ecotourism development was carried out using Analisis Daerah Operasi Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam (ADO ODTWA) methods, the potential analysis was carried out using the Strength, Weakness, Opportunity, Threat (SWOT) methods, while the determination of priority strategies was obtained through the results of the Internal Factor Analysis Strategy-External Factor Analysis Strategy (IFAS-EFAS). Based on the ADO ODTWA analysis, Mangrovesari ecotourism deserves to be further developed with a value of 80%. The potential and strategy of Mangrovesari ecotourism development have been described in the SWOT matrix. The results of IFAS-EFAS analysis show coordinates (0.710; 0.110) with position in quadrant I, which means that the Strength-Opportunity (SO) strategy was chosen to be a priority strategy for the development of Mangrovesari ecotourism. The SO strategy is carried out through optimization and improvement of the quality of tourist attractions, increased accessibility, increased cooperation for the implementation of tourism development plans, optimization of information media, as well as capacity building and community involvement.   Abstrak Potensi pemanfaatan pariwisata di kawasan pesisir Indonesia cukup tinggi mengingat letak geografisnya, didukung garis pantai dan vegetasi alamnya. Ekowisata di kawasan pesisir perlu diiringi denganperencanaan dan strategi pengembangan berkelanjutan untuk mencegah penurunan kualitas lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kelayakan, menganalisis potensi, serta menentukan strategi prioritas dalam pengembangan ekowisata Mangrovesari di Kabupaten Berbes. Penelitian ini dilakukan berbasis analisis deskriptif-kuantitatif melalui beberapa metode. Penilaian kelayakan  pengembangan ekowisata dilakukan menggunakan metode Analisis Daerah Operasi Objek dan Daya Tarik Wisata Alam(ADO ODTWA), analisis potensi dilakukan menggunakan metode Strength, Weakness, Opportunity, Threat (SWOT), sedangkan penentuan strategi prioritas diperoleh melalui hasil analisis Internal Factor Analysis Strategy-External Factor Analysis Strategy (IFAS-EFAS). Berdasarkan hasil analisis ADO ODTWA, ekowisata Mangrovesari layak untuk dapat dikembangkan lebih lanjut dengan nilai 80%. Potensi dan strategi pengembangan ekowisata Mangrovesari telah digambarkan dalam matriks SWOT. Hasil analisis IFAS-EFAS menunjukkan koordinat (0,710; 0,110) dengan posisi pada kuadran I, yang berarti bahwa strategi Strength-Opportunity (SO) dipilih menjadi strategi prioritas untuk pengembangan ekowisata Mangrovesari. Strategi SO dilakukan melalui optimalisasi dan peningkatan kualitas objek wisata, peningkatan aksesibilitas, peningkatan kerjasama untuk implementasi rencana pengembangan wisata, optimalisasi pemanfaatan media informasi, serta peningkatan kapasitas dan keterlibatan masyarakat.
Combined Land Subsidence Analysis in Jakarta Based on Ps-InSAR and MICMAC Methods Handika, Rendi; Widodo, Joko; Pravitasari, Andrea Emma
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.1125

Abstract

Penurunan muka tanah menjadi salah satu masalah di kota-kota pesisir delta di dunia, seperti Jakarta. Di kota ini, penurunan tanah sudah merata di seluruh wilayah. Berbagai faktor penyebab penurunan muka tanah dapat menimbulkan dampak secara ekologi, ekonomi, maupun sosial. Dampak yang terjadi umumnya berupa retaknya bangunan dan perluasan banjir. Oleh karena itu, kami perlu melakukan pengukuran dan pemantauan secara cepat dan berkala. Persistent Scatterer Interferometry Synthetic Aperture Radar (PS-InSAR) ialah metode yang digunakan untuk mendeteksi besaran nilai penurunan muka tanah di daerah perkotaan. Metode ini mampu menghasilkan gambar SAR dari distribusi ribuan titik pantau identifikasi faktor penyebab penurunan muka tanah di Jakarta. Hasil PS-InSAR terdeteksi nilai laju penurunan muka tanah rata-rata sebesar -5,71 cm/tahun, yang dominan berada di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Terdapat beberapa faktor penyebab penurunan muka tanah, kami melakukan analisis faktor ini menggunakan metode MICMAC (Matrix of Cross Impact Multiplications Applied to a Classification). Metode ini membantu mengidentifikasi hubungan dan relevansi antar faktor penyebab penurunan muka tanah. Hasil metode ini menunjukkan bahwa eksploitasi air tanah berlebihan dan konsolidasi alami tanah aluvial sebagai faktor yang berpengaruh signifikan terjadinya penurunan muka tanah di wilayah Jakarta. Abstract Land subsidence is one of the problems in delta coastal cities in the world, such as Jakarta. In this city, land subsidence has been evenly distributed throughout the region. Various factors causing land subsidence can have ecological, economic, and social impacts. The impacts that occur generally include the cracking of buildings and the expansion of flooding. Therefore, we need to carry out measurements and monitoring quickly and regularly. Persistent Scatterer Interferometry Synthetic Aperture Radar (PS-InSAR) is a method used to detect the magnitude of land subsidence in urban areas. This method is capable of producing SAR images from the distribution of thousands of monitoring points to identify factors causing land subsidence in Jakarta. PS-InSAR results detected an average land subsidence rate of -5.71 cm/year, which was dominant in the North Jakarta and West Jakarta areas. Several factors cause land subsidence, we analyzed these factors using the MICMAC (Matrix of Cross Impact Multiplications Applied to a Classification) method. This method helps identify the relationship and relevance between factors causing land subsidence. The results of this method produce excessive groundwater exploitation and natural consolidation of alluvial soil as factors that have a significant influence on land subsidence in the Jakarta area.
How Important is the Life Cycle Assessment (LCA) Study of Plastic Waste? Use of Bibliometric Analysis to Reveal Research Positions and Future Directions Murti, Zulwelly; Sinaga, Riana Y. H.; Mulyono, Mulyono; Otivriyanti, Geby; Steven, Soen; Wardani, Maya L. D.; Laili, Nurus S.; Yustisia, Anita; Soekotjo, Ernie S. A.; Lukitari, Vionita; Sudiono, Muhammad; Soedarsono, Adik A.; Dewanti, Dian P.
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.2001

Abstract

Timbulan dan pembuangan sampah plastik menjadi masalah global yang semakin rumit dan perlu diatasi. Studi ini bertujuan untuk melakukan analisis bibliometrik dari penilaian siklus hidup (LCA) tentang sampah plastik. Data dari tahun 2013 hingga 2022 dikumpulkan dari Scopus dan Web of Science. Data yang telah dikumpulkan kemudian digabungkan dan dihapus duplikasinya menggunakan R v.4.2.3 dan R studio v.3.8.6. Setelah itu, data dianalisis dan divisualisasikan dengan bantuan Biblioshiny. Data yang dianalisis meliputi publikasi tahunan artikel ilmiah, kontribusi berdasarkan negara, kata kunci yang relevan berdasarkan peta pohon, pola pertumbuhan penelitian, pengelompokan topik, posisi penelitian berdasarkan peta tematik, dan peta struktur konseptual dalam cakupan kata kunci terkait. Tren publikasi tahunan menunjukkan pertumbuhan substansial dari 30 artikel pada tahun 2013 menjadi 631 artikel pada tahun 2022, yang menandakan kesadaran dan perhatian terhadap permasalahan sampah plastik. Tiongkok, Amerika Serikat, dan Italia memimpin publikasi tahunan sekaligus sebagai negara-negara yang paling banyak dikutip artikel-artikelnya, mengingat status mereka sebagai produsen plastik terbesar di dunia. Kata kunci yang paling relevan dari peta pohon juga ditampilkan adanya integrasi yang kuat antara upaya daur ulang plastik dan LCA dalam pengelolaan dampak lingkungan dengan kata kunci yang menonjol antara lain daur ulang, LCA, pengelolaan sampah, sampah plastik, dampak lingkungan, dan ekonomi sirkular. Studi ini pada akhirnya memberikan wawasan mendalam mengenai posisi penelitian dan arah masa depan terkait studi LCA tentang sampah plastik, yang semakin meningkat karena pentingnya pengelolaan sampah plastik berkelanjutan. Kajian ilmiah dalam bidang ini diharapkan terus berkembang untuk mendukung kesadaran dan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mengatasi permasalahan sampah plastik di seluruh dunia.   Abstract The generation and disposal of plastic waste become an increasingly complicated global concern that needs to be overcome. This study aims to conduct a bibliometric analysis of life cycle assessment (LCA) studies on plastic waste. Data from 2013 to 2022 were collected from Scopus and Web of Science. Collected data were merged and deduplicated using R v.4.2.3 and R studio v.3.8.6. Afterward, data were analyzed and visualized by Biblioshiny. The analyzed data encompass scientific production output, contributions by country, relevant keywords by tree map, research growth pattern, topic clustering, research position by thematic map, and conceptual structure map within this scope. The annual publications trend denotes a substantial growth from 30 articles in 2013 to 631 articles in 2022, signifying awareness and attention towards plastic waste issues. China, the United States, and Italy have led annual publications as well as the most cited countries, given their status as the world’s largest plastic producers. The most relevant keywords from the tree map also show a strong integration between plastic recycling efforts and LCA in managing the environmental impact with prominent keywords including recycling, LCA, waste management, plastic waste, environmental impact, and circular economy. This study finally provides profound insights into research positions and future direction related to LCA studies on plastic waste, which are escalating at the forefront because of the importance of sustainable plastic waste management. Scientific studies in this domain are expected to continuously grow to support the awareness and commitment of all stakeholders in addressing plastic waste issues worldwide.
Literacy of Coastal Communities on the Ciguatera Phenomenon and its Impact on Economic Activities: Case Study in Gili Matra, Indonesia Nizar Ali, Muhammad; Diswandi, Diswandi; Sachoemar, Suhendar I.; Haryanti, Haryanti; Leonita, Shinta; Rachman, Arief; Siti Aliah, Ratu; Makino, Mitsutaku; Wells, Mark L; Rahman, Rahman; Fadliyanti, Luluk; Dewa, Riardi Pratista
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.2006

Abstract

Keracunan ciguatera mempunyai dampak yang signifikan, memengaruhi kesehatan fisik individu, dan memberikan pengaruh terhadap kesejahteraan ekonomi dan sosial penduduk yang tinggal di daerah yang terkena dampak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat literasi masyarakat pesisir di Gili Matra, Indonesia, sehubungan dengan pemahaman mereka tentang fenomena Ciguatera dan potensi dampaknya terhadap kegiatan ekonomi lokal. Melalui penggunaan pendekatan penelitian kualitatif, penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar penduduk yang tinggal di kawasan pesisir Gili Matra memiliki pemahaman yang terbatas terhadap fenomena Ciguatera. Meskipun dampak ekonomi langsung terhadap masyarakat lokal mungkin terbatas, namun penting untuk mengedukasi masyarakat mengenai fenomena ini guna meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya dalam hal pencegahan terjadinya keracunan ciguatera.   Abstract Ciguatera poisoning has significant implications, affecting both the physical health of individuals and exerting influence on the economic and social well-being of populations living in affected areas. This study aims to evaluate the level of literacy proficiency among coastal populations in Gili Matra, Indonesia, in connection to their understanding of the Ciguatera phenomena and its potential impact on local economic activities. Through the utilization of a qualitative research approach, the present study discovered that a significant proportion of residents living in the coastal area of Gili Matra had a restricted understanding of the Ciguatera phenomena. Although the immediate economic effects on the local community may be limited, it is crucial to educate the public about this phenomenon to increase public awareness, particularly in terms of preventing the occurrence of CFP.
Pertumbuhan Crustose Coralline Algae (CCA) pada Substrat Keramik dengan Komposisi dan Jenis Material Penyusun yang Berbeda Anak Agung Ngurah, Agung Indra Wijaya; Kristyawan, I Putu Angga; I Gusti Bagus, Sila Dharma
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.2009

Abstract

The low level of coral reef ecosystems in excellent condition in Bali waters shows the need for rehabilitation and restoration efforts on coral reefs. Crustose Coralline Algae (CCA) plays an essential role as a trigger for the attachment and metamorphosis of coral planules because it can produce chemical signals that the planula can perceive as instructions for attachment to the substrate. It is necessary to pay attention to the materials that make up the substrate. One of the substrate materials that can be used is ceramic. This research aims to determine the effectiveness of ceramics as a material for making artificial reefs on CCA growth. The effectiveness of ceramics is measured based on the type and composition of the ceramic materials. Each ceramic substrate was tested for surface texture, material composition and water absorption level. The data collected consists of water quality and CCA coverage. Differences in CCA coverage on the composition and type of material making up the ceramic substrate were analyzed using the two-way ANOVA test. The results showed that the use of 5% composition of all types of materials provided a significantly higher difference in CCA coverage, and ceramic waste (grog) provided a significantly higher difference in CCA coverage than other materials. Based on the two-way ANOVA test (P = 0.195), it shows that the interaction between the percentage of composition and the type of additional material does not significantly influence CCA coverage.   Abstrak Rendahnya ekosistem terumbu karang dalam kondisi sangat baik di Perairan Bali menunjukkan perlunya upaya rehabilitasi dan restorasi terhadap terumbu karang. Crustose Coralline Algae (CCA) berperan penting sebagai pemicu penempelan dan metamorfosis planula karang karena dapat menghasilkan sinyal kimia yang dapat ditangkap planula sebagai petunjuk melakukan penempelan pada substrat. Bahan penyusun substrat perlu diperhatikan, salah satu bahan substrat yang dapat digunakan adalah keramik. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui efektivitas keramik sebagai material penyusun terumbu buatan terhadap pertumbuhan CCA. Efektifitas keramik diukur berdasarkan jenis dan komposisi bahan penyusun keramik. Pada masing-masing substrat keramik dilakukan pengujian tekstur permukaan, komposisi bahan, dan tingkat penyerapan air. Data yang dikumpulkan terdiri atas data kualitas air dan tutupan CCA. Perbedaan tutupan CCA pada komposisi dan jenis material penyusun substrat keramik dianalisis dengan uji ANOVA dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan 5% komposisi semua jenis material memberikan perbedaan tutupan CCA yang secara signifikan lebih tinggi dan limbah keramik (grog) memberikan perbedaan tutupan CCA yang secara signifikan daripada material lainnya. Berdasarkan uji ANOVA dua arah (P = 0,195) menunjukkan bahwa interaksi faktor persentase komposisi dan jenis material bahan tambahan tidak signifikan memberikan pengaruh terhadap tutupan CCA.
Comparison of Plastic Waste Processing Machine Models in The Producing of Plastic Grains and Oil Fuel and Its Cost Analysis Ganefati, Sri Puji; Iswanto; Suwerda, Bambang; Sugianto; Windarso, Sarjito Eko
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.2021

Abstract

Alat pengolah sampah plastik melalui proses pemanasan dan destilasi dapat menghasilkan butir plastik dan bahan bakar minyak sebagai alternatif solusi lain untuk masalah sampah plastik. Pengujian kinerja dari 3 (tiga) buah model mesin pengolah sampah plastik (model I, II, and III) yang masing-masing dilengkapi dengan satu, dua, dan tiga tabung distilasi, dilakukan untuk membandingkan hasil produksi butir plastik dan bahan bakar minyak yang dapat dihasilkan. Selanjutnya, biaya ekonomiannya dianalisis menggunakan besaran nilai titik impas (break even point). Hasil pengujian menunjukkan bahwa Model I menghasilkan butir plastik tertinggi, yaitu sebesar 2,76 kg dan Model III menghasilkan bahan bakar minyak  tertinggi, yaitu sebesar 51 mL. Hasil uji statistik diperoleh bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara Model I, II, dan III terhadap kuantitas butir plastik dan bahan bakar minyak dengan hasil (p>α; (1,000 > 0,05). Hasil analisis keekonomian menunjukkan bahwa titik impas (break even point) dari masing-masing model (I, II dan III) akan tercapai dalam waktu 44,47 dan 35 hari dengan waktu operasi selama 8 jam per hari dan 10,5 kg/hari sampah plastik. Secara ekonomi, model III menunjukkan pengembalian investasi yang relatif lebih cepat dibandingkan model I dan II. Hasil penelitian ini bermanfaat bagi pengembangan perancangan mesin pengolah sampah plastik untuk skala yang lebih besar di industri. Selain itu, diharapkan juga dapat memberikan nilai tambah ekonomi masyarakat dan alternatif solusi bagi permasalahan sampah plastik di Indonesia.   Abstract A plastic waste processing apparatus, employing heating and distillation processes can yield plastic grains and oil fuel, providing an alternative solution to the plastic waste problem. Performance tests were conducted on 3 (three) models of plastic waste processing machines (Models I, II, and III) equipped with one, two, and three distillation cylinders, respectively, to compare the quantity of plastic grains and oil fuel produced. Furthermore, an economic cost analysis was also conducted by using the break even point as a metric. The results showed that Model I yielded the highest quantity of plastic grains (2.76 kg), and Model III produced the highest amount of oil fuel (51 mL). Statistical tests indicated no significant differences (p>α; 1.000 > 0.05) among Models I, II, and III concerning the quantities of plastic pellets and oil fuel. Economic analysis demonstrated that the break-even points for each model (I, II, and III) would be attained in 44, 47, and 35 days, respectively, assuming an 8-hour daily operation and processing 10.5 kg/day of plastic waste. Model III economically showed a relatively more cost-effective compared to Models I and II. The findings of this research can be applied to the development of mass-production of plastic grains and oil fuel from plastic waste on an industrial scale. This research could be contributed to the increas in community economic value and offer an alternative solution to the plastic waste issue in Indonesia.
Karakteristik Angin Wilayah Pesisir Utara Pulau Jawa Berdasarkan Variabilitas Monsun Ma’rufatin, Anies; Yananto, Ardila; Pandoe, Wahyu Widodo
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.2039

Abstract

The characteristics of near-surface winds correlated with global phenomena such as monsoons have previously been extensively investigated. However, limited wind data investigations have been conducted in the northern coastal region of Java Island. This research aims to analyze the wind characteristics in this region, focusing on monsoon variability. Statistical analysis and wind rose diagrams analysis were conducted using wind direction and speed data spanning from 2013 to 2022 at three Meteorological Station by the Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency (BMKG): Tanjung Priok-North Jakarta, Tanjung Mas-Semarang, and Perak II-Surabaya. The analysis results indicate that North Jakarta has experienced an increasing trend in annual average wind speed over a decade, whereas Semarang and Surabaya have seen a decrease. When influenced by the east and west monsoons, wind speeds in North Jakarta and Semarang are higher than during transition periods I and II. Conversely, in Surabaya, the average value was highest during transition period II compared to the west monsoon, east monsoon, and transition period I. Surabaya's average daily wind speed surpassed that of North Jakarta and Semarang. However, Semarang exhibited the highest maximum wind speed among the three regions. The dominant wind direction aligns with the monsoon wind pattern, whether the west or the east. During the transition season, wind direction tends to be more variable, with the frequency of wind events from the south and southwest occurring least frequently compared to other directions. This preliminary study provides the foundation for advancing the knowledge of meteorological studies, particularly wind, as they relate to hydrometeorological disasters.   Abstrak Karakteristik angin dekat permukaan yang dikaitkan dengan fenomena global seperti monsun telah banyak dilakukan riset sebelumnya. Akan tetapi, kajian data angin masih sedikit ditemukan di wilayah pesisir utara Pulau Jawa. Riset ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik angin wilayah tersebut berdasarkan variabilitas monsun. Analisis statistik dan analisis diagram wind rose dilakukan untuk data arah dan kecepatan angin tahun 2013–2022 di tiga Stasiun Meteorologi milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yaitu di Tanjung Priok-Jakarta Utara, Tanjung Mas-Semarang, dan Perak II-Surabaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa selama sepuluh tahun tersebut di Jakarta Utara telah terjadi peningkatan tren kecepatan angin rata-rata tahunan, sedangkan di Semarang dan Surabaya terjadi penurunan. Saat dipengaruhi monsun timur maupun barat, kecepatan angin di Jakarta Utara dan Semarang lebih tinggi dibanding saat masa peralihan I maupun peralihan II. Akan tetapi, kecepatan angin di Surabaya saat masa peralihan II memiliki nilai rata-rata tertinggi dibandingkan saat periode monsun barat, monsun timur, maupun saat masa peralihan I. Rata-rata kecepatan angin harian di Surabaya lebih tinggi dibanding Jakarta Utara dan Semarang, namun Semarang memiliki nilai maksimum kecepatan angin yang paling tinggi di antara kedua wilayah lainnya. Dominasi arah angin terlihat mengikuti pola angin monsun baik saat terjadi monsun barat, ataupun saat terjadi monsun timur. Arah angin akan cenderung lebih beragam pada saat musim peralihan dengan frekuensi kejadian angin dari selatan maupun barat daya paling sedikit terjadi daripada arah angin lainnya. Studi awal ini sebagai dasar untuk pengayaan ilmu kajian meteorologi terutama angin untuk dikaitkan dengan bencana hidrometeorologi.

Page 1 of 3 | Total Record : 21