cover
Contact Name
Wiranda Bayu Aditama
Contact Email
bayuaditamalttk@gmail.com
Phone
+6285337776262
Journal Mail Official
lp2miaiqhbagu@gmail.com
Editorial Address
Jalan H. Badaruddin Nomor 4-5 Desa Bagu Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Indonesia.
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal el-Huda: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Keagamaan
ISSN : 19078900     EISSN : 27151921     DOI : https://doi.org/10.59702/elhuda.v14i01
El-Huda adalah jurnal yang berisi artikel hasil dari penelitian pada bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan yang dilakukan oleh akademisi maupun praktisi di bidang tersebut. El-Huda merupakan salah satu jurnal yang diterbitkan oleh Institut Agama Islam Qamarul Huda. El- Huda merupakan jurnal yang menyediakan akses terbuka hasil penelitian yang dapat dibaca dan diunduh secara gratis untuk umum dan akan mendukung pertukaran pengetahuan hasil penelitian di bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan.
Articles 124 Documents
Literature Study on Bilingual Education in Enhancing English Literacy of Elementary School Students
Jurnal el-Huda Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal el-Huda
Publisher : LP2M, Institut Agama Islam Qamarul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59702/el-huda.v17i01.341

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pembelajaran bilingual dalam meningkatkan literasi Bahasa Inggris siswa sekolah dasar, khususnya kemampuan membaca dan menulis permulaan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) berbasis PRISMA dengan menganalisis 20 artikel terpilih dari sekitar 50 studi yang dipublikasikan pada tahun 2020–2025. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi, yaitu penelitian pada jenjang sekolah dasar, berfokus pada literasi Bahasa Inggris, dan berasal dari jurnal peer-reviewed. Analisis data dilakukan melalui analisis tematik untuk mengidentifikasi pola utama seperti perkembangan kosakata, pemahaman membaca, kesadaran metalinguistik, serta strategi translanguaging dan scaffolding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bilingual secara signifikan meningkatkan kosakata, pemahaman teks, dan kesadaran metalinguistik melalui transfer bahasa dari bahasa pertama ke bahasa kedua. Penggunaan bahasa pertama sebagai penopang membantu siswa memahami konsep secara bertahap, sementara media visual dan aktivitas interaktif meningkatkan keterlibatan belajar. Kebaruan penelitian ini terletak pada sintesis sistematis yang secara khusus menyoroti literasi serta merumuskan kerangka konseptual hubungan antara translanguaging, scaffolding, dan perkembangan literasi. Implikasi penelitian ini adalah perlunya penerapan pembelajaran bilingual yang terstruktur, penggunaan bahasa pertama secara strategis, serta integrasi media interaktif dan strategi bertahap menuju penggunaan penuh Bahasa Inggris di kelas.
Implementation of Learning Models to Improve Students English Language Abilities
Jurnal el-Huda Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal el-Huda
Publisher : LP2M, Institut Agama Islam Qamarul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59702/el-huda.v17i01.346

Abstract

This study examines the implementation of bilingual learning models in improving elementary school students’ English language abilities through a qualitative descriptive approach based on a literature review. The study analyzes 15 relevant journal articles published between 2014 and 2024, selected using criteria of relevance to bilingual learning, elementary education context, and empirical findings on language skill development. Data were analyzed using thematic analysis, including data reduction, categorization, and synthesis of recurring patterns across studies. The results reveal several consistent findings. First, bilingual learning implemented through translanguaging, gradual language exposure, and the integration of Indonesian (L1) and English (L2) significantly improves students’ listening and speaking skills. Second, interactive strategies such as games, songs, visual media, and guided speaking activities increase student participation, motivation, and confidence. Third, bilingual learning not only enhances linguistic competence but also contributes to cognitive development, including critical thinking, working memory, and cognitive flexibility. However, the effectiveness of implementation is influenced by teacher competence, availability of learning media, and variation in students’ initial abilities. The novelty of this study lies in providing a synthesized conceptual model of bilingual learning implementation that integrates linguistic, cognitive, and pedagogical dimensions within elementary education contexts. The findings imply that bilingual learning should be designed systematically through structured language transition, interactive strategies, and continuous teacher development. This study contributes to the development of bilingual learning theory, particularly in translanguaging practices, and offers practical guidance for teachers and curriculum developers in designing effective English learning in elementary schools.
Studi Komparatif Sistem Pendidikan Indonesia dengan Mesir
Jurnal el-Huda Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal el-Huda
Publisher : LP2M, Institut Agama Islam Qamarul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59702/el-huda.v17i01.358

Abstract

Penelitian ini melakukan studi komparatif terhadap sistem pendidikan Indonesia dan Mesir, dua negara Muslim mayoritas dengan tantangan pendidikan yang serupa namun strategi reformasi yang berbeda. Tujuan penelitian adalah membandingkan struktur dan jenjang pendidikan, mengidentifikasi kesamaan serta perbedaan tantangan utama, dan merumuskan pelajaran lintas negara yang dapat diadopsi kedua negara. Penelitian ini menggunakan desain studi komparatif kualitatif berbasis analisis dokumen dan tinjauan literatur sistematis terhadap sumber primer dan sekunder periode 2023–2026, termasuk undang-undang pendidikan, rencana strategis sektor pendidikan Mesir, Kurikulum Merdeka Indonesia, dan laporan UNESCO serta World Bank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia menerapkan pendekatan desentralisasi dengan Kurikulum Merdeka yang menekankan otonomi guru dan pembelajaran berbasis proyek, sementara Mesir menggunakan model sentralisasi melalui Education 2.0 dan Egyptian Baccalaureate yang akan diterapkan penuh mulai tahun 2026 dengan fokus pada kompetensi, kreativitas, dan transformasi penilaian. Kedua negara menghadapi tantangan bersama seperti rendahnya kualitas hasil belajar (PISA Indonesia 2022: matematika 366, membaca 359) dan kesenjangan akses digital, meskipun penyebabnya berbeda. Reformasi digital menjadi pilar utama di kedua negara, dengan platform Merdeka Mengajar di Indonesia dan perluasan smart classroom di Mesir. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua negara memiliki peluang besar untuk saling belajar. Indonesia dapat mengadopsi keberhasilan Mesir dalam transformasi digital secara masif, sementara Mesir dapat memetik pengalaman Indonesia dalam pemberdayaan guru secara bottom-up. Kerja sama bilateral di bidang pendidikan direkomendasikan untuk memperkuat reformasi periode 2025–2027.
Problema Induksi dalam Ilmu Pengetahuan dan Kegagalan Zainuddin Memahami Hukum Tak Tertulis Budaya Minang
Jurnal el-Huda Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal el-Huda
Publisher : LP2M, Institut Agama Islam Qamarul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59702/el-huda.v17i01.359

Abstract

Artikel ini menganalisis keterkaitan antara Problema Induksi—sebagaimana dikemukakan oleh David Hume dan dipopulerkan oleh Karl Popper—dalam kerangka filsafat ilmu, dengan kegagalan karakter Zainuddin dalam memahami dan menavigasi tatanan sosial serta hukum tak tertulis (adat) Budaya Minang, seperti yang digambarkan dalam novel Tenggelamnya Kapal Van der Wijck oleh Hamka. Problema Induksi menunjukkan bahwa pengalaman masa lalu tidak menjamin kebenaran universal di masa depan, sebuah keterbatasan yang tercermin dalam cara Zainuddin (seorang perantau dengan latar belakang yang tidak sepenuhnya Minang) berusaha menarik kesimpulan tentang masyarakat Minang berdasarkan pengamatan terbatasnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-filosofis dan studi literatur. Hasilnya menunjukkan bahwa kegagalan Zainuddin berakar pada penalaran yang terlalu menyederhanakan dan menggeneralisasi, mirip dengan kelemahan penalaran induktif, yang pada akhirnya membuatnya gagal memenuhi ekspektasi sosial dan hukum adat yang kompleks, khususnya terkait sistem kekerabatan Matrilineal.
Pola Kesalahan Siswa Kelas 5 SD dalam Menyelesaikan Soal Matematika Berdasarkan Newman’s Error Analysis (NEA)
Jurnal el-Huda Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal el-Huda
Publisher : LP2M, Institut Agama Islam Qamarul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59702/el-huda.v17i01.366

Abstract

Kemampuan matematika siswa sekolah dasar, khususnya dalam menyelesaikan soal cerita, masih menjadi perhatian penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola kesalahan siswa kelas V dalam menyelesaikan soal matematika berdasarkan Newman’s Error Analysis (NEA). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek sebanyak 30 siswa kelas V di SD Negeri 066663. Data dikumpulkan melalui tes yang terdiri dari 5 soal cerita matematika serta wawancara mendalam. Analisis data dilakukan berdasarkan lima tahapan NEA, yaitu membaca, memahami, transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan siswa terjadi pada seluruh tahapan NEA, dengan proporsi tertinggi pada kesalahan memahami soal (30%), diikuti kesalahan transformasi (25%), kesalahan keterampilan proses (20%), kesalahan penulisan jawaban (15%), dan kesalahan membaca (10%). Kesalahan dominan terletak pada ketidakmampuan siswa memahami makna soal dan mengubahnya ke dalam model matematika yang tepat. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkuat diagnosis kesulitan belajar matematika siswa melalui pendekatan NEA. Implikasinya, pembelajaran matematika perlu menekankan pemahaman soal, kemampuan pemodelan, serta latihan reflektif untuk meminimalkan kesalahan siswa dalam pemecahan masalah.
Evolusi Pendistribusian Dana Zakat Infak Sadaqah di Mesjid Upaya Memperkuat Pemberdayaan
Jurnal el-Huda Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal el-Huda
Publisher : LP2M, Institut Agama Islam Qamarul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59702/el-huda.v17i01.394

Abstract

Pendistribusian ZIS (zakat, infak, dan sedekah) berbasis masjid di Indonesia masih didominasi oleh pola bantuan jangka pendek yang belum secara optimal mengurangi kerentanan mustahik, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis evolusi distribusi ZIS menuju model pemberdayaan berbasis masjid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menelaah artikel jurnal ilmiah nasional secara sistematis dan dianalisis menggunakan analisis isi tematik yang berlandaskan konsep pemberdayaan masyarakat dan prinsip good governance, meliputi transparansi, akuntabilitas, dan manajemen risiko. Hasil penelitian menunjukkan adanya transformasi menuju pemberdayaan melalui tiga aspek utama, yaitu pemetaan mustahik secara terstruktur untuk membedakan kebutuhan darurat dan produktif, pengembangan program produktif seperti dukungan usaha mikro dan pelatihan keterampilan, serta penerapan pendampingan, monitoring, dan evaluasi berbasis kinerja; selain itu, digitalisasi meningkatkan efektivitas melalui penguatan pencatatan, keterlacakan, dan pelaporan publik, meskipun memerlukan mitigasi risiko yang memadai. Penelitian ini berkontribusi dalam penguatan kajian Islamic social finance dengan menawarkan model konseptual distribusi ZIS berbasis masjid yang mengintegrasikan legitimasi sosial dengan tata kelola kelembagaan, sekaligus memberikan indikator praktis bagi masjid dan UPZ dalam merancang sistem distribusi yang berkelanjutan, akuntabel, dan berorientasi pada dampak.
Using English Songs to Enhance Academic Listening Skills of University Students
Jurnal el-Huda Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal el-Huda
Publisher : LP2M, Institut Agama Islam Qamarul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59702/el-huda.v17i01.395

Abstract

Menyimak akademik masih menjadi tantangan utama bagi mahasiswa EFL (English as a Foreign Language) di perguruan tinggi karena terbatasnya paparan terhadap bahasa Inggris lisan yang autentik serta rendahnya keterlibatan dalam aktivitas menyimak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas lagu berbahasa Inggris dalam meningkatkan keterampilan menyimak akademik, dengan fokus khusus pada mahasiswa tingkat universitas di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental berbasis kelas dengan pre-test dan post-test yang melibatkan 26 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di UIN Sumatera Utara. Data dikumpulkan menggunakan dua instrumen: (1) tes pemahaman lirik yang terdiri dari 20 soal untuk menilai kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi ide pokok, informasi spesifik, dan kosakata dalam konteks, serta (2) rubrik penilaian performa bernyanyi yang mengukur pelafalan, intonasi, kelancaran, dan pemahaman isi. Setelah empat sesi pembelajaran berbasis lagu, hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 74,6 (pre-test) menjadi 94,2 (post-test), yang mengindikasikan adanya peningkatan kemampuan menyimak mahasiswa. Namun, temuan ini diinterpretasikan secara deskriptif tanpa pengujian statistik inferensial. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap literatur yang ada dengan memfokuskan pada menyimak akademik di tingkat perguruan tinggi, yang masih jarang mendapat perhatian dibandingkan dengan menyimak umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu berbahasa Inggris dapat menjadi media yang mendukung untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman menyimak dalam kelas EFL.
Analisis Implementasi Kurikulum dan Strategi Pengembangan Kompetensi Peserta Didik di MAN Kota Batu Jawa Timur
Jurnal el-Huda Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal el-Huda
Publisher : LP2M, Institut Agama Islam Qamarul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59702/el-huda.v17i01.399

Abstract

Implementasi kurikulum memiliki peran sentral dalam menentukan kualitas proses pendidikan di satuan pendidikan. Kurikulum bukan hanya dokumen perencanaan, tetapi menjadi acuan strategis yang mengarahkan seluruh aktivitas pembelajaran agar selaras dengan kebutuhan perkembangan peserta didik dan tuntutan zaman. Studi ini membahas penerapan Kurikulum Merdeka di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Batu yang berfokus pada integrasi nilai keislaman, penguatan akademik, dan penerapan teknologi digital. Melalui mekanisme perencanaan madrasah seperti Rencana Kerja Tahunan (RKT), supervisi rutin, serta evaluasi berkala, madrasah mampu menjalankan kurikulum secara terstruktur dan adaptif. Strategi guru meliputi pengembangan Project-Based Learning, komunitas belajar, pemanfaatan model ADDIE, pembelajaran berdiferensiasi, dan asesmen autentik menjadi faktor penting dalam meningkatkan kompetensi siswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum yang terencana dan konsisten berkontribusi pada meningkatnya prestasi akademik, penguatan karakter religius, serta keterampilan abad 21, termasuk literasi digital. Keberhasilan program riset, tahfidz, olimpiade, dan digitalisasi pembelajaran menegaskan bahwa pelaksanaan Kurikulum Merdeka di MAN Kota Batu berjalan efektif dan mampu menghasilkan lulusan yang berakhlak, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global.
Peran Zakat Infak Sedekah dalam Mewujudkan Sustainable Developments Goals melalui Program Pendidikan Laznas Yakesma Kalimantan Tengah
Jurnal el-Huda Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal el-Huda
Publisher : LP2M, Institut Agama Islam Qamarul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59702/el-huda.v17i01.431

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Peran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada sektor pendidikan melalui program LAZNAS YAKESMA Kalimantan Tengah. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemaknaan ZIS sebagai instrumen keuangan sosial Islam yang tidak hanya berfungsi secara karitatif, tetapi juga memiliki peran transformatif dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di LAZNAS YAKESMA Kalimantan Tengah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengelola serta penerima manfaat program, observasi partisipatif terhadap pelaksanaan kegiatan, dan studi dokumentasi terkait program. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pengelolaan ZIS memberikan kontribusi nyata dalam memperluas akses pendidikan melalui penyediaan beasiswa dan bantuan perlengkapan sekolah, meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pelatihan guru, pendampingan pembelajaran Al-Qur’an, serta pembinaan karakter; dan memperkuat literasi keagamaan peserta didik. Dampak dari implementasi program ini terlihat pada meningkatnya motivasi belajar serta menurunnya kesenjangan pendidikan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa optimalisasi ZIS tidak hanya memperkuat praktik pemberdayaan di bidang pendidikan, tetapi juga memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan model pengelolaan ZIS yang terintegrasi dengan pencapaian SDGs di sektor pendidikan.
Strategi Funneling melalui Media Sosial LAZNAS YAKESMA Kalimantan Tengah dalam Meningkatkan Fundraising Zakat
Jurnal el-Huda Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal el-Huda
Publisher : LP2M, Institut Agama Islam Qamarul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59702/el-huda.v17i01.434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi strategi funneling melalui media sosial dalam meningkatkan fundraising zakat di LAZNAS YAKESMA Kalimantan Tengah serta mengidentifikasi kendala dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi media sosial lembaga, dokumentasi, serta wawancara mendalam terhadap tiga narasumber yang terdiri dari staf Marketing Communication, Customer Relationship Management (CRM), dan Fundraising. Data dianalisis menggunakan analisis tematik dengan triangulasi sumber dan metode untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi strategi funneling melalui media sosial belum berjalan secara sistematis dan terintegrasi pada seluruh tahapan funneling. Media sosial lebih dominan dimanfaatkan pada tahap awareness, interest, dan consideration sebagai sarana penyampaian informasi program, pengenalan lembaga, serta pembangunan kepercayaan melalui transparansi penyaluran dana. Pada tahap conversion, proses donasi masih didominasi interaksi personal dan kegiatan offline sehingga kontribusi media sosial terhadap asal donatur belum dapat diidentifikasi secara spesifik. Sementara itu, tahap retention telah dilakukan melalui pengelolaan hubungan donatur oleh CRM, namun belum didukung oleh klasifikasi donatur berbasis media sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian digital fundraising dalam lembaga filantropi Islam dengan menunjukkan bahwa media sosial lebih berfungsi sebagai sarana komunikasi dan pembangunan kepercayaan dibandingkan sebagai kanal transaksi donasi secara langsung.

Page 12 of 13 | Total Record : 124