cover
Contact Name
Wiranda Bayu Aditama
Contact Email
bayuaditamalttk@gmail.com
Phone
+6285337776262
Journal Mail Official
lp2miaiqhbagu@gmail.com
Editorial Address
Jalan H. Badaruddin Nomor 4-5 Desa Bagu Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Indonesia.
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal el-Huda: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Keagamaan
ISSN : 19078900     EISSN : 27151921     DOI : https://doi.org/10.59702/elhuda.v14i01
El-Huda adalah jurnal yang berisi artikel hasil dari penelitian pada bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan yang dilakukan oleh akademisi maupun praktisi di bidang tersebut. El-Huda merupakan salah satu jurnal yang diterbitkan oleh Institut Agama Islam Qamarul Huda. El- Huda merupakan jurnal yang menyediakan akses terbuka hasil penelitian yang dapat dibaca dan diunduh secara gratis untuk umum dan akan mendukung pertukaran pengetahuan hasil penelitian di bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan.
Articles 96 Documents
Kajian Kritis Akulturasi Islam dan Budaya Lokal Salam, Eka Fitra Ramadani; Syamsuddin, Darussalam
Jurnal el-Huda Vol 16 No 02 (2025): Jurnal el-Huda
Publisher : LP2M, Institut Agama Islam Qamarul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59702/el-huda.v16i02.168

Abstract

Fenomena akulturasi antara Islam dan budaya lokal di Indonesia merupakan proses dinamis yang muncul dari interaksi berkelanjutan antara dua tradisi yang berbeda. Proses ini memungkinkan transformasi budaya tanpa menghilangkan karakteristik aslinya, sekaligus memperlihatkan bagaimana Islam mampu diterima secara damai di tengah masyarakat multikultural. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengertian akulturasi dalam Islam, bentuk-bentuknya, serta dampaknya terhadap perkembangan Islam dan budaya lokal di berbagai wilayah Nusantara. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan sejarah, dilengkapi analisis kasus di Jawa, Minangkabau, dan Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akulturasi tampak nyata dalam berbagai aspek, seperti upacara keagamaan, seni, arsitektur, dan sistem sosial. Seni pertunjukan wayang kulit, misalnya, dimodifikasi untuk menyampaikan nilai-nilai Islam, sementara tradisi selametan dan tahlilan menjadi contoh integrasi unsur lokal dengan ajaran Islam. Akulturasi ini tidak hanya memperkuat identitas budaya Indonesia yang plural, tetapi juga membentuk masyarakat yang toleran dan kohesif. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada penegasan peran akulturasi sebagai mekanisme sosial-religius yang mampu memperkuat harmoni antara agama dan budaya lokal, serta memberikan pemahaman lebih luas mengenai pembentukan identitas keislaman khas Indonesia.
Konsep Pendidikan Islam pada Masa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq: Kajian Historis Hakim, Arif Rahman; Sari, Amalia Nurusifa
Jurnal el-Huda Vol 16 No 02 (2025): Jurnal el-Huda
Publisher : LP2M, Institut Agama Islam Qamarul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59702/el-huda.v16i02.237

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk meninjau kembali konsep pendidikan Islam pada masa kepemimpinan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq, yang sering terabaikan dibanding periode khalifah lainnya, padahal memiliki kontribusi signifikan dalam membangun dasar-dasar pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan Islam yang dikembangkan pada masa Abu Bakar serta menelaah relevansinya terhadap pengembangan pendidikan Islam kontemporer. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan historis, melalui kajian kritis terhadap sumber-sumber primer berupa riwayat sejarah klasik serta literatur sekunder dari penelitian modern. Analisis difokuskan pada rekonstruksi nilai pendidikan utama, meliputi amanah, kejujuran, keadilan, keteladanan moral, serta pengelolaan baitul mal dalam mendukung distribusi adil sumber daya pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan pada masa Abu Bakar bersifat transformatif, berorientasi pada pembentukan karakter, dan menempatkan keteladanan pemimpin sebagai instrumen didaktik utama. Temuan ini mengindikasikan bahwa model pendidikan tersebut dapat dijadikan landasan konseptual dalam merespons tantangan pendidikan Islam saat ini, seperti krisis integritas, lemahnya kepemimpinan, dan degradasi moral generasi muda. Kebaruan penelitian ini terletak pada penekanan historis bahwa pendidikan Islam pada masa Abu Bakar tidak hanya berbentuk wacana religius, tetapi juga terimplementasi melalui praktik sosial-ekonomi yang adil dan sistematis. Implikasi penelitian ini mengarah pada pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang integratif, berbasis nilai, dan relevan dengan kebutuhan global kontemporer.
Pemahaman dan Pencegahan Radikalisme dalam Dunia Pendidikan Islam Hidayat, Ahmad Taufik
Jurnal el-Huda Vol 16 No 02 (2025): Jurnal el-Huda
Publisher : LP2M, Institut Agama Islam Qamarul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59702/el-huda.v16i02.258

Abstract

Radikalisme menjadi isu serius dalam pendidikan Islam ‎di Indonesia karena dapat merusak tujuan dari pendidikan. Sikap ekstrem terhadap perubahan mendasar melalui kekerasan adalah salah satu pemahaman dari radikalisme, sehingga bertentangan ‎dengan prinsip rahmatan lil ‘alamin. Pesantren sebagai ‎lembaga ‎pendidikan Islam memiliki peran yang sangat strategis dalam hal ini tetapi rentan juga terjadi ‎infiltrasi ideologi ‎intoleran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi ‎pustaka, analisis normatif, dan ‎deskriptif analitis. Data diperoleh ‎dari literatur primer dan sekunder berupa buku, artikel jurnal, ‎dan ‎regulasi pendidikan. Analisis difokuskan pada definisi ‎radikalisme, faktor penyebab, serta ‎strategi pencegahannya dalam ‎konteks pendidikan Islam.‎ Hasil penelitian menunjukkan bahwa radikalisme memiliki dua sisi, yaitu ide dan tindakan. Terkait faktor penyebarannya melalui ‎aspek sosial politik, emosional keagamaan, kultural, ideologis, dan ‎‎kebijakan pemerintah. Pesantren berpotensi besar sebagai garda terdepan untuk pencegahan tetapi juga berpotensi menjadi sasaran dari radikalisme. ‎Strategi preventif yang ditawarkan meliputi reinterpretasi jihad ‎‎sebagai perbaikan (islah), penguatan pendidikan multikultural ‎untuk menumbuhkan toleransi, ‎serta internalisasi nilai empati ‎sebagai pondasi etika sosial. Kesimpulannya, radikalisme dapat dicegah menggunakan pendekatan ‎komprehensif dengan ‎menekankan kurikulum dan pendidikan ‎pesantren dengan menanamkan karakter moderat.‎
Optimalisasi Fungsi Sosial Keagamaan melalui Pendampingan Strategis pada Masjid Haji Keuchik Leumiek Banda Aceh Maulyanda, Rizky; Habibi, Khairul; Kamaruddin, Kamaruddin
Jurnal el-Huda Vol 16 No 02 (2025): Jurnal el-Huda
Publisher : LP2M, Institut Agama Islam Qamarul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59702/el-huda.v16i02.260

Abstract

Masjid mempunyai peran strategis dalam kehidupan umat Islam, tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan budaya Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi upaya pendampingan strategis yang diterapkan di Masjid Haji Keuchik Leumiek Banda Aceh untuk mengoptimalkan fungsi sosial keagamaan di tengah tantangan zaman modern. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam kepada pengurus masjid dan jamaah, serta analisis dokumen. Temuan menunjukkan bahwa pendampingan strategis dilakukan melalui peningkatan pengelolaan kebersihan, pengembangan fasilitas pendukung, program keagamaan yang relevan secara kontekstual, partisipasi masyarakat, dan kemitraan dengan lembaga eksternal. Selain itu, masjid juga berfungsi sebagai pusat literasi dan tujuan wisata religi, yang mengedepankan estetika budaya dan arsitektur. Keberhasilan program-program tersebut didukung oleh solidaritas organisasi yang kuat, partisipasi aktif jamaah, dan pendanaan yang memadai, meskipun masih terdapat beberapa tantangan seperti keterbatasan fasilitas dan masalah keamanan. Pendekatan strategis ini telah mentransformasikan citra masjid menjadi ruang publik yang dinamis dan inklusif yang menjawab kebutuhan masyarakat modern. Temuan ini diharapkan dapat menjadi model inspiratif bagi pengembangan pengelolaan masjid di seluruh Indonesia.
Penguatan Nilai-nilai Islam dan Moderasi Beragama melalui Kegiatan Pondok Ramadhan oleh PKK dan Kesra Kabupaten Kediri Halisa, Suci Nur; Azizah, Siti
Jurnal el-Huda Vol 16 No 02 (2025): Jurnal el-Huda
Publisher : LP2M, Institut Agama Islam Qamarul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59702/el-huda.v16i02.298

Abstract

Pondok Ramadhan yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak Kesejahteraan Keluarga (PKK) bekerja sama dengan Seksi Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Kediri merupakan salah satu strategi penting dalam penguatan nilai-nilai Islam sekaligus menanamkan moderasi beragama. Latar belakang kegiatan ini bermula dari kebutuhan untuk menyediakan ruang belajar agama yang inklusif di tengah masyarakat multikultural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kegiatan Pondok Ramadhan berkontribusi dalam membangun toleransi, kerukunan, dan keharmonisan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi keagamaan yang relevan dan disampaikan oleh narasumber yang kompeten tidak hanya memberikan pencerahan spiritual, tetapi juga membimbing masyarakat untuk menjadi pribadi yang moderat, toleran, dan damai. Lebih lanjut, kegiatan ini mempererat hubungan sosial antarwarga lintas kecamatan dan menciptakan ruang interaksi yang inklusif. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian moderasi beragama dengan menekankan peran PKK dalam pendidikan nonformal berbasis agama. Secara praktis, program Pondok Ramadhan terbukti efektif sebagai sarana pemberdayaan masyarakat, mempererat persaudaraan, dan membina kerukunan sosial. Dengan demikian, program ini menjadi model kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan keagamaan yang terbuka dan berkelanjutan.
Peran Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) Terhadap Keterampilan Menulis Alizunna, Defirra; Mukarromah, Aenullael
Jurnal el-Huda Vol 16 No 01 (2025): Jurnal el-Huda
Publisher : LP2M, Institut Agama Islam Qamarul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59702/el-huda.v16i01.299

Abstract

This study aims to examine in depth the role of the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) learning model on writing skills through a literature review approach. The low writing skills of elementary school students remain a complex issue, characterized by weak ideas, paragraph organization, vocabulary use, and writing mechanics. Previous studies have shown that the CIRC model integrates reading and writing activities in a collaborative setting, positively impacting literacy skills. This article analyzes empirical findings from various relevant studies on the implementation of CIRC in language learning, particularly writing skills. The results indicate that CIRC implementation can improve the quality of students' writing in terms of content, organization, and language use. These findings confirm that CIRC is a suitable alternative innovative learning model to support elementary school literacy programs.
Pergerseran Peran Tuan Guru sebagai Pendidik di Lombok Barat (Studi di Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri) Saepullah, Saepullah; Habiburrahman, Muhammad
Jurnal el-Huda Vol 16 No 01 (2025): Jurnal el-Huda
Publisher : LP2M, Institut Agama Islam Qamarul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59702/el-huda.v16i01.300

Abstract

Abstrack: The Nurul Hakim Educational Foundation in Lombok Kediri is an Islamic institution that prioritizes da’wah as its primary mission since its establishment. Over time, some of its leaders have taken on dual roles as both educators and political actors. This study aims to describe the shifting roles of Tuan Guru as educators and to analyze the impacts of these shifts on the management of the Nurul Hakim Educational Foundation. A qualitative descriptive approach was employed, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. Thematic analysis was conducted through data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings indicate a role shift of Tuan Guru from purely educational figures to dual roles as educators and politicians. This shift has influenced the organizational structure, strengthened institutional governance, and encouraged a more equitable distribution of authority. Positive impacts were also observed in the improvement of educational services, development of facilities and infrastructure, and enhancement of teacher professionalism within the foundation. These results suggest that despite the role transformation, Tuan Guru remain central figures in maintaining the consistency of the foundation’s da’wah and educational vision. Abstrak: Yayasan Pendidikan Nurul Hakim Lombok Kediri merupakan lembaga pendidikan Islam berbasis dakwah yang sejak awal berdiri menempatkan misi dakwah sebagai prioritas utama. Seiring perkembangan, sebagian tokoh yayasan tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga aktif dalam dunia politik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pergeseran peran Tuan Guru sebagai pendidik serta menganalisis dampaknya terhadap pengelolaan Yayasan Pendidikan Nurul Hakim Lombok Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis secara tematik dengan langkah reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pergeseran peran Tuan Guru dari pendidik murni menuju peran ganda sebagai tokoh pendidikan sekaligus aktor politik. Pergeseran tersebut memengaruhi struktur kepengurusan yayasan, memperkuat sistem kelembagaan, serta mendorong distribusi kewenangan yang lebih merata. Dampak positif juga terlihat pada peningkatan kualitas layanan pendidikan, pengembangan sarana dan prasarana, serta profesionalitas guru yang mengabdikan diri di yayasan. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun terdapat pergeseran peran, Tuan Guru tetap menjadi figur sentral dalam menjaga konsistensi visi dakwah dan pendidikan yayasan.
Penggunaan Metode Reward and Punishment untuk Meningkatkan Disiplin Anak pada Kelas B di TK Islam Pancor Kopong Arfini, Baiq Desy; Junaidi, M
Jurnal el-Huda Vol 16 No 02 (2025): Jurnal el-Huda
Publisher : LP2M, Institut Agama Islam Qamarul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59702/el-huda.v16i02.306

Abstract

Penggunaan Metode Reward dan Punishment untuk Meningkatkan Disiplin Anak pada TK Islam Pancor Kopong adalah untuk meningkatkan disiplin anak dengan menggunakan metode reward dan punishment. Peneliti mengkaji permasalahan yang berkaitan dengan peran guru dalam meningkatkan disiplin anak melalui penerapan metode reward dan punishment. Tujuannya dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui bentuk reward yang digunakan pada kelompok B di TK Islam Pancor Kopong Untuk mengetahui bentuk punishment yang digunakan, Untuk mengetahui jenis disiplin yang digunakan pada kelompok B di TK Islam Pancor Kopong.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriftif. Lokasi penelitian di TK Islam Pancor Kopong.Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukandenganlangkah-langkah 1) reduksi, 2) sajian data, 3) penarikan simpulan. Dari hasil penelitian dan pembahasan ditemukan bahwa melalui metode reward dan punishment dapat meningkatkan disiplin anak, dapat memotivasi, memberikan rasa percaya diri, berproses secara perlahan. Disiplin anak dapat meningkat dengan pemberian reward dan punishment.
Manajemen Kesantrian dalam Menghadapi Fenomena Bullying di Pondok Pesantren Qamarul Huda Bagu Adi, Sukron
Jurnal el-Huda Vol 16 No 02 (2025): Jurnal el-Huda
Publisher : LP2M, Institut Agama Islam Qamarul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena bullying menjadi tantangan yang cukup serius dalam pendidikan Islam ‎di Indonesia terutama pondok pesantren, karena dapat mengganggu aktifitas, pronggram dari lembaga pendidikan tersebut. Prilaku bullying adalah salah satu sikap kekerasan perbal, sehingga bertentangan ‎dengan prinsip saling hormat menghormati. Pondok pesantren sebagai ‎lembaga ‎pendidikan Islam memiliki peran yang sangat singnifikan terkatit dengan fenomena bulling, tetapi rentan juga terjadi ‎kekerasan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif untuk mengidentifikasi manajemen kesantrian dalam menghadapi phenomena bullying di pondok pesantren qamarul huda bagu. Studi literatur ini fokus pada analisis literatur akademik yang relevan untuk menggali informasi, konsep, dan hasil terkait topik tertentu. Data dikumpulkan dari sumber seperti buku, jurnal, artikel, dan laporan ilmiah yang relevan, bersumber dari Google Scholar, Garuda, ResearchGate, dan Semantic Scholar. Sumber pustaka yang digunakan adalah 29 sumber dan 11 literatur dari 5 tahun terakhir (2021-2025). Proses analisis meliputi penentuan topik, seleksi bahan pustaka, analisis pola dan kesamaan, serta penyajian hasil secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kesantri dan keterlibatan aktif ustaz atau ustazah, orang tua santri, dan lingkungan masyarakat sangat berperan dalam mencegah, meminimalisir, dan memutus rantai bullying. Dengan demikian, manajemen kesantrian yang responsif dan komprehensif diharapkan dapat menurunkan angka bullying dan mendukung pembentukan karakter santri yang bijaksana dan penuh kekeluargaan.
Mengurai Prinsip Nilai-Nilai Etis yang Penting dalam Pembelajaran Prospektif Pendidikan Islam Hamid, Abd; Solihin, Choirus
Jurnal el-Huda Vol 16 No 02 (2025): Jurnal el-Huda
Publisher : LP2M, Institut Agama Islam Qamarul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59702/el-huda.v16i02.309

Abstract

Tujuan Penelitian ini mengeksplorasi nilai-nilai etis dalam pendidikan Islam dengan mengacu pada dua kitab klasik yang selama ini menjadi rujukan penting dalam dunia pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode kepustakaan dengan mengunakan analisis konten, dengan teknik pengumpulan data melalui penelusuran dan pengkajian mendalam terhadap sumber-sumber literatur tersebut. Maka kesimpulan di temukan, mengajarkan bahwa belajar bukan sekadar mencari ilmu, tetapi juga melatih hati dan membentuk karakter. Nilai seperti niat yang tulus, rasa hormat kepada guru, kesungguhan dalam belajar, kesiapan batin sebelum menuntut ilmu, dan hubungan yang baik antara guru dan murid menjadi inti dari proses pendidikan. Dalam konteks pendidikan saat ini, pendekatan semacam ini menjadi sangat relevan, terutama ketika banyak proses belajar justru terjebak pada pencapaian akademik semata. Dengan kembali pada nilai-nilai etis yang diajarkan dalam khazanah pendidikan Islam, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya pintar secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan mampu memberi manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya

Page 9 of 10 | Total Record : 96