cover
Contact Name
Cindy Paloma
Contact Email
cindy@agr.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Joseta.faperta@gmail.com
Editorial Address
JOSETA, Jurusan sosial ekonomi pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Kampus Unand Limau Manis, Padang, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Journal of Socio Economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA)
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 26860953     DOI : https://doi.org/10.25077
Agricultural economics, Farming development, Agricultural management, Agricultural policy, Agricultural extension and communication, Agricultural finance and micro-credit, Rural sociology, Rural planning and development, Rural landscape and natural resources management, Sustainable agriculture, Agro-industry, entrepreneurship in agriculture, Other research on economics and agribusiness
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 3 (2019): December" : 10 Documents clear
Penguatan Kelembagaan Petani Terhadap Peningkatan Posisi Tawar Petani Gambir di Nagari Koto Lamo Kecamatan Kapur Ix Kabupaten 50 Kota Nela Novita; Yonariza yonariza; Sri Wahyuni
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 3 (2019): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i3.182

Abstract

Penelitian ini bertujuan : (1) Mendeskripsikan kondisi pemasaran gambir di Nagari Koto Lamo Kecamatan Kapur IX Kabupaten 50 Kota. (2) Menyusun upaya penguatan kelembagaan yang dilakukan untuk meningkatkan posisi tawar petani gambir di Nagari Koto Lamo Kecamatan Kapur IX Kabupaten 50 Kota. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 05 Agustus sampai 05 September 2019. Metode yang digunakan adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini  berjumlah 107 petani. Jumlah petani sampel yang diambil adalah sebanyak 30 orang yang ditentukan dengan metode proporsional random sampling. Cara pengambilan sampel dengan metode simple random sampling. Sedangkan untuk pengambilan sampel pedagang dengan metode snowball sampling. Analisis data yang digunakan ialah analisi deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani di Nagari Koto Lamo mayoritas menjual gambir ke pedagang pengumpul yang ada hubungan keluarga dengannya, fungsi pemasaran yang membedakan petani dan pedagang pengumpul adalah fungsi informasi pasar, hanya dilakukan oleh pedagang pengumpul sehingga harga gambir dikendalikan oleh pedagang pengumpul. Sistem pembayaran yang dilakukan oleh pedagang pengumpul kepada petani adalah secara tunai. Marjin pemasaran antara petani dengan pedagang pengumpul sebesar Rp 4.000/Kg. Upaya penguatan kelembagaan petani melalui pemberdayaan tidak mengikat petani dan pedagang pengumpul. Aturan dalam pemasaran gambir juga tidak ada yang menguntungkan petani.Kata Kunci: Penguatan Kelembagaan Petani, Petani Gambir, Pemasaran gambir, Posisi Tawar PetaniThis study aims : (1) To describe the condition of gambier marketing di Nagari Koto Lamo Lamo, Kapur IX Sub District, 50 Cities District (2) Develop institutional strengthening efforts undertaken to improve the bargaining position of gambier farmers in Nagari Koto Lamo, Kapur IX Sub District, 50 Cities District. This research was conducted on August 5 to September 5 2019. The method used was a survey method. The population in this study amounted 107 farmers. The number of sample farmers taken was 30 people determined by the proportional random sampling ethod. How to take samples by simple random sampling method. Where as for sampling tradesr with snowball sampling method. Analysis of the data used is qualitative and quantitative descriptive analysis. The results showed that the majority of farmers in Nagari Koto Lamo sell gambier to collectors who are related family, the marketing function that distinguishes farmers and collectors is the market information function, only carried out by collecting traders so that the price of gambier is controlled by the collecting traders. The payment system for collectors to farmers is in cash. Marketing margin between farmers and collectors is Rp 4.000/Kg. Efforts to strengthen farmer institutions through empowerment do not bind farmers and collectors. There are no rules for gambier marketing that benefit farmers. Keywords : Strengthening Farmer’s Institutions, Gambier’s Farmer, Gambier marketing, and Farmers Bargaining Positions
Ketersediaan dan Akses Informasi Pada Petani Jagung Di Nagari Koto Baru Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat Aditya weli pratama; Yenny Oktavia; Dwi Evaliza
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 3 (2019): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i3.178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketersediaan, akses informasi dan mengetahui hubungan antara ketersediaan informasi dengan akses informasi petani jagung di Nagari Koto Baru Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dimana dalam pengambilan data menggunakan metode survei. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah accidental sampling dan alat analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ketersediaan informasi petani jagung di Nagari Koto Baru yang diukur melalui sumber informasi dan ragam informasi berada pada kategori sedikit. Dan untuk akses informasi petani jagung di Nagari Koto Baru yang diukur dengan dua indikator yaitu intensitas informasi dan frekuensi informasi berada pada kategori rendah. Berdasarkan hasil korelasi rank spearman didapat hasil Terdapat korelasi yang signifikan antara peubah ketersediaan informasi dan akses informasi. Apabila ketersediaan informasi petani rendah, maka akses informasi petani akan semakin rendah secara siginifikan. Sebaliknya, apabila ketersediaan informasi petani tinggi, maka akses informasi petani akan semakin tinggi secara signifikan.Dari hasil penelitian disarankan untuk meningkatkan penyebaran informasi yang sesuai dengan kebutuhan informasi petani     Kata kunci : ketersediaan, akses informasi, jagungThis study aims to describe the availability, access to information and find out the relationship between the availability of information with information access to corn farmers in Nagari Koto Baru, Luhak Nan Duo District, West Pasaman Regency. The research method used in this study is descriptive in which the data collection using survey methods. The method used in sampling in this study was accidental sampling and the analytical tool used was quantitative descriptive analysis. The results showed that the availability of information on corn farmers in Nagari Koto Baru as measured through information sources and various types of information were in the small category. And for access to information on corn farmers in Nagari Koto Baru, measured by two indicators, namely the intensity of information and frequency of information are in the low category. Based on the Spearman rank correlation results, there is a significant correlation between the variables of information availability and information access. If the availability of farmers 'information is low, then farmers' access to information will be significantly lower. Conversely, if the availability of farmer information is high, then access to farmer information will be significantly higher. From the results of the study it is recommended to increase the dissemination of information in accordance with farmers' information needs Keywords : availability, access, corn
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Menjadi Peserta Asuransi Usahatani Padi (Autp) Di Kecamatan Pauh Kota Padang Resti aprelesia; Rahmat syahni; Lora triana
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 3 (2019): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i3.183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program AUTP di Kecamatan Pauh dan mengetahui faktor yang mempengaruhi petani dalam mengambil keputusan menjadi peserta asuransi usahatani padi di Kecamatan Pauh. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 26 Juli – 26 Agustus 2019. Data yang digunakan dalam  penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode yang digunakan adalah metode survei yang menggunakan kuisioner sebagai instrumen pengumpulan data. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh atau sensus. Analisis data untuk tujuan pertama dengan deskriptif kualitatif, untuk tujuan kedua dianalisis dengan analisis regresi logistik menggunakan aplikasi SPSS 21. Hasil analisis menunjukan bahwa petani yang mengikuti AUTP umumnya adalah petani yang sebagian besar telah menempuh pendidikan hingga tingkat Sekolah Menengah Atas dan mengusahakan lahan yang berstatus milik sendiri. Keputusan petani dalam mengikuti AUTP dipengaruhi oleh pendidikan dan status kepemilikan lahan. Sedangkan umur, jumlah tanggungan keluarga, penerimaan usahatani, ukuran usahatani dan pengalaman berusahatani tidak berpengaruh secara signifikan.Kata Kunci: Keputusan, Petani, Asuransi Usahatani PadiThis research aims to analyze the implementation of the AUTP program in Pauh District and determine the factors that influence farmers in making decisions to become participants of rice farming insurance in Pauh District. This research was conducted on July 26 to August 26 2019. The data used in this study are primary data and secondary data. The method used is a survey method that uses a questionnaire as an instrument of data collection. The sampling method used is saturated or census sampling. Analysis of data for the first objective with qualitative descriptive, for the second purpose analyzed by logistic regression analysis using the SPSS 21 application. The results of the analysis show that farmers who take part in the AUTP are generally farmers who have mostly been educated up to senior high school level and are seeking land that belongs to alone. Farmers' decisions in joining AUTP are influenced by education and land ownership status. While age, number of family dependents, farm receipts, farm size and experience of farming have no significant effect.Keywords: Decision, Farmers, Rice Farming Insurance
Analisis Nilai Tambah dan Profitabilitas Usaha Tahu Alami Di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Nurul Azmita; Vonny Indah Mutiara; Rian Hidayat
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 3 (2019): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i3.179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengolahan kedelai menjadi tahu dan untuk mengetahui nilai tambah serta distribusi dari nilai tambah tersebut dan profitabilitas dari kegiatan produksi tahu yang diproduksi oleh Usaha Tahu Alami. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, dan analisis data dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Untuk menjelaskan mengenai nilai tambah usaha, metode analisis yang digunakan adalah metode nilai tambah Hayami. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa nilai tambah yang dihasilkan dari kegiatan produksi tahu di Usaha Tahu Alami tergolong tinggi. Nilai tambah yang dihasilkan yaitu sebesar Rp 9.104 per kilogram bahan baku kedelai dengan rasio nilai tambah sebesar 50,58 persen. Margin yang dihasilkan yaitu sebesar Rp 10.600 dan kemudian didistribusikan untuk pendapatan tenaga kerja sebanyak 32,7 persen, untuk sumbangan input lain sebesar 14,11 persen dan untuk keuntungan usaha sebesar 53,19 persen. Profitabilitas yang dihasilkan adalah 27 persen yang menunjukkan bahwa dari kegiatan produksi tahu periode Juli 2019, Usaha Tahu Alami mampu menghasilkan keuntungan sebesar 27 persen. Berdasarkan hasil tersebut, dapat direkomendasikan kepada Usaha Tahu Alami agar tetap mempertahankan usahanya, karena nilai tambah yang dihasilkan tergolong tinggi dan mampu memberikan keuntungan dari kegiatan produksi tersebut.Kata kunci : nilai tambah, profitabilitas, tahuThis research aims to know the process of the processing the soybean into a tofu and to find out the value added and to examine the distribution of the value added and the profitability of the tofu production in Usaha Tahu Alami. The research used case study method, and the data were analyzed quantitatively. In order to obtain the value added, data were analyzed using Hayami method. The result shows that the value added generated by Usaha Tahu Alami was high. Based on the analysis, the study found the value added tofu was IDR 9,104,- per kilogram of raw material and the ratio of value added was 50.58 percent. The margin was obtained IDR 10,600 and was distributed for labour income of 32.7 percent, for other current input of 14.11 percent and for company profit of 53.19 percent. The profitability of Usaha Tahu Alami was 27 percent, this shows that tofu production in July 2019, Usaha Tahu Alami able to make profit of 27 percent. Based on the findings the company should maintain its performance. Keywords : value added, profitability, tofu
Analisis Efektivitas Kebijakan Pupuk Bersubsidi Bagi Petani Padi Di Nagari Cupak Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok Nini Rigi; Syahyana Raessi; Rafnel Azhari
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 3 (2019): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i3.184

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui prosedur pelaksanaan program pupuk bersubsidi dan menganalisis efektivitas penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani padi. Penelitian dilakukan di Nagari Cupak Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok yang dilaksanakan dari bulan September hingga Oktober 2019. Metode ini dilakukan menggunakan metode survei dan untuk menentukan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Prosedur pelaksanaan pupuk subsidi ditempat penelitian yaitu di Nagari Cupak Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok sudah terlaksana sesuai dengan petunjuk pelaksanaan yang telah ditetapkan. Namun masih ada permasalahan yang terjadi seperti RDKK yang disusun sendiri oleh petani tanpa didampingi oleh penyuluh, berkurangnya keaktifan kelompok tani dalam musywarah untuk menyusun RDKK sehingga RDKK yang digunakan adalah RDKK yang disusun pada tahun sebelumnya. Karena hal ini membuat pengecer juga bisa menggunakan RDKK kelompok tani pada tahun sebelumnya. Kebijakan subsidi pupuk diukur dalam empat indikator tepat, yaitu harga, jenis, waktu, dan jumlah. Berdasarkan keempat indikator tersebut tiga indikator yaitu jenis, waktu dan jumlah dapat dikategorikan efektif, sedangkan untuk indikator tepat harga untuk kebijakan subsidi pupuk belum dapat dikategorikan efektif dikarenakan adanya masalah kesenjangan harga pada  pupuk subsidi pada petani, Lini III (distributor) menjual pupuk subsidi diatas HET kepada Lini IV (kios resmi) karena ada tambahan biaya angkut dan bongkar muat. Sehingga menyebabkan pengecer juga menjual pupuk subsidi kepada petani diatas HET.Kata kunci : prosedur, harga, jenis, waktu, jumlahThis study aims to determine the procedures for implementing the subsidized fertilizer program and analyze the effectiveness of the distribution of subsidized fertilizer to rice farmers. The study was conducted in Nagari Cupak, Gunung Talang District, Solok Regency, which was conducted from September to October 2019. This method was conducted using a survey method and to determine the sample using a purposive sampling method. Data were analyzed using descriptive and qualitative analysis. The results showed that the procedure for implementing subsidized fertilizers at the research site in Nagari Cupak, Gunung Talang District, Solok Regency had been carried out in accordance with the stipulated implementation instructions. However, there are still problems that occur such as RDKK which are compiled by farmers themselves without being accompanied by extension workers, reduced activity of farmer groups in deliberations to prepare RDKK so that the RDKK used is RDKK which was compiled in the previous year. Because this allows retailers to also use the farmer group RDKK in the previous year. Fertilizer subsidy policy is measured in four precise indicators, namely price, type, time, and amount. Based on the four indicators, three indicators namely type, time and amount can be categorized as effective, while for the right price indicator for fertilizer subsidy policy can not be categorized as effective due to the problem of price gap on fertilizer subsidies to farmers, Lini III (distributor) sells subsidized fertilizer above HET to Lini IV (official kiosk) because there are additional transportation and loading and unloading costs. As a result, retailers also sell subsidized fertilizers to farmers above HET.Keywords: procedure, price, type, time, amount
Kajian Rantai Pasok Bunga Krisan Potong di Kelompok Tani Tunas Baru Nagari Aia Batumbuak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok Dyra sartifani ulfah; Helmi Helmi; Yusri usman
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 3 (2019): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i3.180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan struktur dan ativitas aliran rantai pasok bunga krisan potong di Kelompok Tani Tunas Baru Nagari Aia Batumbuak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok (2) menganalisis efiseinsi saluran pemasaran pada Kelompok Tani Tunas Baru Nagari Aia Batumbuak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok yang akan dilihat berdasarkan alur produk dari produsen ke konsumen. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode kualitatif. Informan kunci dalam penelitian ini adalah ketua, sekretaris dan bendahara Kelompok Tani Tunas Baru, sedangkan untuk menentukan sampel florist, pendekor dan konsumen, peneliti menggunakan teknik snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktus rantai pasok bunga krisan potong terdiri antara petani di Kelompok Tani Tunas Baru, pendekor, florist, dan konsumen. Kondisi rantai pasok bunga krisan potong berdasarkan aliran aktivitas rantai pasok berjalan dengan lancar, tetapi masih memiliki sedikit kendala yaitu pemenuhan dari permintaan bunga krisan potong. Berdasarkan dari rantai pasok bunga krisan potong terdapat 2 saluran pemasaran yaitu Petani – Pendekor dan Petani – Florist – Konsemen. Berdasarkan analisis marjin dan farmer’s share didapatkan bahwa saluran pemasaran 1 tidak memiliki marjin dengan nilai farmer’s share sebesar 100 %. Sedangkan pada saluran pemasaran 2 marjin pemasaran yang dimiliki adalah Rp 30.000/ikat dengan farmer’s share sebesar 40 %. Dari efisiensi biaya saluran pemasaran 1 lebih efisein dibandingkan dengan saluran pemasaran 2. Hal ini dikarenakan saluran pemasaran 1 memiliki nilai efisiensi sebesar 35 % dan pada saluran pemasaran 2 memiliki efisiensi sebesar 44,28 %.Kata kunci : Rantai Pasok, Bunga Krisan Potong, Margin, Farmer’s share, EfisiensiThis study aims to (1) the structure and activity of the supply chain of chrysanthemum cut flowers at Tunas Baru Farmer Group in Aia Batumbuak Village, Gunung Talang Sub-District, Solok Regency (2) analyze the efficiency of the marketing channel at Tunas Baru Farmer Group in Aia Batumbuak Village, Gunung Talang SubDistrict, Solok Regency which will be seen based on the product flow from producers to consumers. This research method used is a qualitative method. The key infotmant in this research is the chairman, secretary and treasurer of the Tunas Baru Farmers Group, while to determine the florist samples, decorators and consumers, researchers used snowball sampling techniques. The results of the study show that the supply chain structure of chrysanthemum cut flowers consisted of farmers in the Tunas Baru Farmers Group, decorators, florists, and consumers. The condition of the supply chain of chrysanthemums cut flowers based on the flow of supply chain activity runs smoothly, but still has a few obstacles, namely the fulfillment of demand for chrysanthemum cut flowers. Based on the supply chain of cut chrysanthemum there are 2 marketing channels, namely Farmer - Decorators and Farmer - Florist - Consumers. Based on the analysis of margin and farmer's share, it is found that marketing channel 1 does not have a margin with a farmer's share value of 100%. Whereas in the marketing channel 2, marketing margins are Rp 30,000 / bunch with a farmer's share value of 40% . From the cost efficiency of marketing channel 1 it is more efficient compared to marketing channel 2. This is because marketing channel 1 has an efficiency value of 35% and in marketing channel 2 it has an efficiency of 44,28%. Keywords: Supply Chain, Chrysanthemum Cut Flowers, Margin, Farmer's share, and Efficiency
Analisis Risiko Produksi Kopi Arabika (Coffea arabica L.) di Kabupaten Solok (Studi Kasus di Kecamatan Lembah Gumanti) Cindy paloma; Afrianingsih putri; Yusmarni yusmarni
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 3 (2019): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i3.185

Abstract

Kopi Arabika merupakan komoditi perkebunan yang memiliki kontribusi terhadap pembangunan agroindustri. Kabupaten Solok sebagai salah satu daerah penghasil kopi arabika di Sumatera Barat dengan produksi pada tahun 2016 sebesar 2.466,8 ton. Fluktuasi produksi kopi arabika di Lembah Gumanti  mengidentifikasikan terjadinya risiko, yang disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui tingkat risiko produksi kopi arabika  dan 2) mengidentifikasi sumber risiko produksi kopi arabika. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan sampel sebanyak 30 petani kopi arabika dipilih secara acak sederhana di Kecamatan Lembah Gumanti. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder yang dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data produksi yang dianalisis adalah data produksi kopi Arabika selama tahun 2017.  Risiko produksi diukur dengan nilai varian, standar deviasi dan koefisien variasi. Tujuan pertama, Hasil perhitungan nilai Coefisien Variasi sebesar 0,002, menunjukkan rendahnya nilai risiko produksi, dikarenakan petani kopi di Lembah Gumanti sudah memanajemen risiko produksinya karena sudah bergabung menjadi anggota Koperasi Solok Radjo. Tujuan kedua, yaitu sumber risiko produksi kopi arabika berasal dari yaitu cuaca, tenaga kerja dan hama, penyakit yang dapat menyebabkan turunnya produksi kopi arabika.Kata kunci: kopi arabika, risiko, produksi, Koperasi, Solok RadjoArabica coffee is a plantation commodity that contributes to the agroindustry development. In West Sumatra, Solok Regency is one of producer of arabica coffee with production of 2,466.8 tons in 2016. Occurrence of risk that caused by internal and external factor resulting fluctuations in production of arabica coffe. This research aims to 1) determine the level of risk and 2) identify sources of risk production of arabica coffee plantations. The data which is a primary and a secondary data collected by using survey methods with simple random sampling of 30 Arabica Coffee farmers in Lembah Gumanti district. 2017 Arabica production data is used for this analysis with qualitative descriptive analysis and quantitative analysis by measuring coffee production risk with variant value, standard deviation and coefficient of variation. The result from calculation of Coefficient Variation is 0.002, which mean a low risk level. Coffee farmers have been managing their production risks by joining the Solok Radjo cooperative. The source of risk production comes from external factors which is pests, diseases, labour, and weather condition. Keyword : arabica coffee, risk, production, Cooperative, , Solok Radjo
Analisis Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Nagari Di Kecamatan Koto Xi Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan Ninda fatmawati; Rudi febriamansyah; Rafnel Azhari
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 3 (2019): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i3.176

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis akuntabilitas pengelolaan keuangan nagari dengan membandingkan pelaksanaan pengelolaan keuangan nagari di Kecamatan Koto XI Tarusan dengan Permendagri Nomor 113 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Desa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara terstruktur dengan responden penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa akuntabilitas pada aspek perencanaan adalah 48%, akuntabilitas pada aspek pelaksanaan adalah 87%, akuntabilitas pada aspek penatausahaan adalah 33%, akuntabilitas pada aspek pelaporan adalah 59%, dan akuntabilitas pada aspek pertanggungjawaban adalah 68%. Secara keseluruhan akuntabilitas pengelolaan keuangan nagari di Kecamatan Koto XI Tarusan sudah akuntabel. Hanya terdapat 3 dari 23 nagari yang tidak akuntabel.Kata Kunci: akuntabilitas pengelolaan keuangan, Permendagri No. 113 Tahun 2014This research is a descriptive quantitative research which aims to determine the accountability management of village financial by comparing the implementation of village financial in the Koto XI Tarusan District with Permendagri No. 113 Year 2014 about Village Financial Management Guideline. The data collection method used in this research was structured interviews with research respondance. The results showed that the accountability in the planning aspect is 48%, accountability on aspect of implementation is 87%, accountability in the administration aspect is 33%, accountability in the reporting aspect is 59%, and the last accountability is 68% . Over all accountability management of village financial in Koto XI Tarusan District is accountable. Just 3 of the 23 nagari in Koto XI Tarusan district was not accountable.Keywords: village financial management accountability, Pemendagri No. 113 Year 2014
Hubungan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pengurus Pada Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis di Kota Payakumbuh Muhammad arief pratama; Herry bachrizal tanjung; Nuraini budi astuti
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 3 (2019): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i3.181

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengukur motivasi kerja pengurus pada lembaga keuangan mikro agribisnis di kota Payakumbuh (2) Mengukur kinerja pengurus pada lembaga keuangan mikro agribisnis di kota Payakumbuh. (3) Mengetahui hubungan motivasi kerja terhadap kinerja pengurus pada lembaga keuangan mikro agribisnis di kota Payakumbuh. Penelitian ini dilakukan selama bulan Juli – Agustus 2019. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan responden pengurus lembaga keuangan mikro agribisnis berjumlah 12 orang. Data dianalisis untuk tujuan pertama kedua ketiga dilakukan secara deskriptif kualitatif. Tujuan pertama untuk mendeskripsikan seberapa besar motivasi kerja pengurus lembaga keuangan mikro agribisnis. Tujuan kedua untuk mendeskripsikan seberapa baik kinerja pengurus di lembaga keuangan mikro agribisnis. Dan tujuan tiga mendeskripsikan hubungan motivasi kerja terhadap kinerja pengurus di lembaga keuangan mikro agribisnis. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) Terdapat motivasi kerja baik motivasi internal maupun motivasi eksternal yang baik pada pengurus lembaga keuangan mikro agribisnis di kota Payakumbuh. (2) Terdapat kinerja yang baik yang ditunjukan dalam hasil penelitian. (3) Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi kerja terhadap kinerja pengurus pada lembaga keuangan mikro agribisnis di kota Payakumbuh.Kata Kunci: Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis, Motivasi Kerja, KinerjaThis study aims to (1) Measure the work motivation of management at agribusiness microfinance institutions in Payakumbuh city (2) Measure management performance at agribusiness microfinance institutions in Payakumbuh city. (3) Determine the relationship between work motivation and the performance of management in agribusiness microfinance institutions in Payakumbuh city. This research was conducted during July - August 2019. The data used in this study are primary data and secondary data. The method used is a survey method with 12 agribusiness microfinance institution management respondents. Data analyzed for the first second and third purposes were carried out in a descriptive qualitative manner. The first objective is to describe how much the work motivation of the agribusiness microfinance institution management. The second objective is to describe how well the performance of the management in agribusiness microfinance institutions. And objective three describes the relationship of work motivation to the performance of management in agribusiness microfinance institutions. The results of the analysis show that (1) There is a good internal work motivation and external motivation on the management of agribusiness microfinance institutions in the city of Payakumbuh.. (2) There is a good performance shown in the results of the study. (3) There is a significant relationship between work motivation on the performance of management in agribusiness microfinance institutions in the city of Payakumbuh. Keywords: Agribusiness Microfinance Institutions, Work Motivation, Performance
Analisis Perbandingan Usahatani Padi Sawah Irigasi Dengan Padi Sawah Tadah Hujan Di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Ratna rahmadiah; Faidil tanjung; Rika Hariance
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 3 (2019): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i3.177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan kultur teknis padi sawah irigasi dengan padi sawah tadah hujan di Kecamatan Koto Tangah (2) Menganalisis perbandingan pendapatan dan keuntungan usahatani padi sawah irigasi dengan padi sawah tadah hujan di Kecamatan Koto Tangah (3) Mendeskripsikan alasan petani memilih mengusahakan usahatani padi pada lahan irigasi dan tadah hujan di Kecamatan Koto Tangah. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari - Februari 2019. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode yang digunakan adalah metode survey. Sampel pada penelitian ini diambil secara purposive yaitu berjumlah 60 sampel. Dari penelitian ini diperoleh hasil sebagai berikut (1)Terdapat perbedaan kultur teknis pada usahatani padi sawah irigasi dengan padi sawah tadah hujan yaitu pada penyiapan lahan, penanaman, pemupukan dan pemeliharaan. Jumlah pupuk yang digunakan pada usahatani padi sawah tadah hujan lebih banyak dibandingkan dengan padi sawah irigasi karena tidak adanya ketersediaan  air yang cukup sesuai dengan kebutuhan tanaman (2) Berdasarkan  penelitian diperoleh hasil bahwa usahatani padi sawah irigasi lebih baik dibandingkan dengan usahatani padi sawah tadah hujan. Pada usahatani padi sawah irigasi diperoleh produksi sebesar 4.153,5 Kg/Ha, pendapatan   Rp 16.182.470/Ha dan keuntungan Rp 6.716.401/Ha (3) Alasan utama petani berusahatani padi pada lahan irigasi berdasarkan hasil penelitian mengatakan 36,7 % karena kebiasaan. Sedangkan pada lahan tadah hujan 46,7 % karena pengolahan lebih mudah.Kata Kunci : Analisis Usahatani, Perbandingan, Usahatani Padi Sawah, Tadah HujanThis study aims to (1) Describe the technical culture of irrigated rice with rainfed lowland rice in Koto Tangah District (2) Analyze the comparative income and benefits of irrigated rice farming with rainfed lowland rice in Koto Tangah District (3) Describe the reasons farmers choose seeking rice farming on irrigated and rainfed land in Koto Tangah District. This research was conducted in January - February 2019. Data collected in this study are primary data and secondary data. The method used is a survey method. The sample in this study was taken purposively, amounting to 60 samples. From this study the following results were obtained (1) There was a difference in technical culture in irrigated rice farming and rain-fed rice farming, namely on land preparation, planting, fertilizing and maintenance. The amount of fertilizer used in rainfed lowland rice farming is more than that of irrigated lowland rice because there is not enough water available according to plant needs (2) Based on the research, the results show that irrigated lowland rice farming is better than rainfed lowland rice farming. In the production of irrigated rice farming a production of 4,153.5 kg / ha was obtained, an income of Rp 16,182,470 / ha and a profit of Rp 6,716,401 / ha (3). habit. Whereas on rainfed land 46.7% due to easier processing. Keywords: Farming Analysis, Comparison, Rice Farming and Rainfed Farming

Page 1 of 1 | Total Record : 10