cover
Contact Name
Cindy Paloma
Contact Email
cindy@agr.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Joseta.faperta@gmail.com
Editorial Address
JOSETA, Jurusan sosial ekonomi pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Kampus Unand Limau Manis, Padang, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Journal of Socio Economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA)
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 26860953     DOI : https://doi.org/10.25077
Agricultural economics, Farming development, Agricultural management, Agricultural policy, Agricultural extension and communication, Agricultural finance and micro-credit, Rural sociology, Rural planning and development, Rural landscape and natural resources management, Sustainable agriculture, Agro-industry, entrepreneurship in agriculture, Other research on economics and agribusiness
Articles 197 Documents
Strategi Pengembangan Usaha Kecil Kafe Kopmil Ijo di Kecamatan Payakumbuh Barat Kota Payakumbuh Provinsi Sumatera Barat Debby Okti Maharani; Yonariza Yonariza; Rian Hidayat
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 3 No. 3 (2021): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i3.428

Abstract

Jumlah UKM di Kota Payakumbuh selalu mengalami peningkatan sehingga membuat tingginya tingkat persaingan. Hal tersebut mengharuskan UMKM mengambil keputusan yang tepat dalam meraih pangsa pasar dan mengembangkan usahanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis lingkungan strategis internal dan eksternal dalam pengembangan usaha Kafe Kopmil Ijo dan merumuskan strategi pengembangan usaha yang dapat diterapkan oleh Kafe Kopmil Ijo. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode studi kasus. Analisis data penelitian ini bersifat kualitatif dan kuantitatif. Analisis deskriptif kualitatif untuk mengetahui lingkungan perusahaan baik lingkungan internal maupun lingkungan eksternal. Sedangkan analisis kuantitatif digunakan pada matriks IFE dan EFE, matriks SWOT dan Matriks QSPM. Tujuan dari pengembangan yang ingin dicapai adalah untuk meningkatkan pendapatan dan bertahan pada tingkat persaingan yang tinggi. Dirumuskan beberapa strategi untuk mencapai tujuan sebagai berikut:  (1) Meningkatkan  kualitas pelayanan  (2) Melakukan  pengembangan  lokasi usaha (3) Pengembangan produk (4) Meningkatkan  inovasi usaha. Strategi terbaik yang harus dilakukan saat ini berdasarkan hasil analisis yaitu Kafe Kopmil Ijo disarankan untuk menggunakan strategi penetrasi pasar
Analisis Finansial Pengolahan Serai Wangi (Cymbopogon NArdus L) Menjadi Minyak Atsiri di Padang Magek Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar (Studi Kasus: Usaha Penyulingan Minyak Atsiri Mukhaiyar) Febia Latifa Adrin; Syahyana Raesi; Rina Sari
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 3 No. 3 (2021): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i3.429

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kelayakan finansial usaha penyulingan minyak serai wangi Mukhaiyar di Nagari Padang Magek Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar. Dalam study kasus ini, kami menggunakan data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Gambaran umum usaha penyulingan minyak serai wangi Mukhaiyar (2) Pada aspek finansial usaha penyulingan minyak serai wangi Mukhaiyar layak untuk dilaksanakan, dengan ratio B/C yaitu 1,09, NPV sebesar Rp 11.847.216,09, dan IRR sebesar 53%. Analisis sensitivitas berdasarkan peningkatan 2,67% biaya produksi diperoleh nilai IRR sebesar 43% yang berarti usaha penyulingan minyak serai wangi Mukhaiyar masih layak untuk dilaksanakan dalam keadaan ini. Analisis sensitivitas dengan penurunan benefit 7% diperoleh IRR sebesar 25% yang berarti usaha penyulingan minyak serai wangi Mukhaiyar tidak layak dilaksanakan dalam keadaan ini. Usaha penyulingan minyak serai wangi Mukhaiyar mengalami titik kritis pada peningkatan harga produksi sebesar 9% dan penurunan benefit sebesar 8,4%. Payback period usaha ini selama 4 tahun 6 bulan 5 hari.
Analisis Komoditas Unggulan Pertanian Subsektor Tanaman Pangan dan Tanaman Perkebunan di Kabupaten Pesisir Selatan Kurniawan Satria Putra; Melinda Noer; Rika Hariance
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 3 No. 3 (2021): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i3.430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komoditas unggulan subsektor tanaman pangan dan tanaman perkebunan, kawasan sentra produksi komoditas unggulan, serta program yang telah dilaksanakan dalam mendukung pengembangan komoditas unggulan di Kabupaten Pesisir Selatan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Location Quotient (LQ) untuk menentukan komoditas unggulan, dan Shift Share Analysis (SSA) untuk menentukan kawasan sentra produksi. Hasil penelitian mendapatkan komoditas unggulan subsektor tanaman pangan dan perkebunan beserta kawasan sentra produksinya, yaitu komoditas unggulan Padi dengan kawasan sentra produksi Kecamatan Linggo Sari Baganti; Komoditas unggulan Jagung dengan kawasan sentra produksi Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan; Komoditas unggulan Kelapa Sawit dengan kawasan sentra produksi Ranah Pesisir; Komoditas unggulan Pala dengan kawasan sentra produksi Kecamatan Koto XI Tarusan; dan Komoditas Unggulan Gambir dengan kawasan sentra produksi Kecamatan Koto XI Tarusan. Program-program pemerintah daerah yang telah dilaksanakan secara langsung berhubungan dengan pengembangan komoditas unggulan, khususnya komoditas unggulan Padi, Jagung, Kelapa Sawit, Pala, dan Gambir. Pemerintah daerah selaku pengambil kebijakan diharapkan mampu untuk mempertahankan kebijakan yang sudah ada, dan menyusun kembali program-program yang dapat terfokus terhadap pengembangan komoditas unggulan daerah
Analisis Fungsi Kelompok Tani di nagari Canduang Koto Laweh Kecamatan Canduang Kabupaten Agam Sumatera Barat Randi Putra Nado; Nuraini Budi Astuti; Yenny Oktavia
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 3 No. 3 (2021): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i3.431

Abstract

Kelompok tani pada dasarnya merupakan kelembagaan petani non-formal di pedesaan yang memiliki karakteristik tertentu. Dalam mencapai tujuannya, kelompok tani akan didukung oleh empat fungsi yaitu kelompok tani sebagai unit belajar, kelompok tani sebagai unit kerjasama, kelompok tani sebagai unit produksi, dan kelompok tani sebagai unit usaha. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan kegiatan Komunitas Petani Alami (KPA) serta menilai keberhasilan anggota kelompok dalam menjalankan fungsi kelompok di Nagari Canduang Koto Laweh Kecamatan Canduang Kabupaen Agam Sumatera Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa fungsi kelompok tani di Nagari Canduang kurang berhasil, dimana fungsi kelompok tani sebagai unit belajar didapatkan berhasil, fungsi kelompok sebagai unit kerjasama didapatkan kurang berhasil, dan fungsi kelompok sebagai unit produksi didapatkan kurang berhasil.
Analisis Sikap Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Andalas Terhadap Konsumsi Minuman Cokelat di Kota Padang Shyanna Chomayrah; Lora Triana; Rusda Khairati
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 3 No. 3 (2021): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i3.432

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pengambilan keputusan Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Andalas terhadap minuman cokelat di Kota Padang dan menganalisis sikap Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Andalas terhadap minuman Chocolate Changer dan BanBan. Metode yang digunakan ialah metode survey. Konsumen yang dijadikan responden ditentukan secara Purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 95 orang. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif untuk mendeskripsikan karakteristik umum konsumen dan tahap pengambilan keputusan konsumen minuman cokelat serta menggunakan analisis multiatribut fishbein untuk mengukur sikap konsumen. Hasil yang didapatkan adalah responden lebih menyukai kinerja atribut minuman cokelat Chocolate Changer yang memiliki nilai sikap keseluruhan  sebesar 118,84 point, sedangkan minuman cokelat BanBan sebesar 104,22 point. Atribut minuman cokelat Chocolate Changer yang dianggap baik (positif) oleh konsumen adalah atribut rasa, nama merek, nilai gizi, promosi, kemasan, dan lokasi. Sedangkan pada minuman cokelat BanBan atribut yang dianggap baik (positif) adalah rasa, kemasan dan lokasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan saran yang dapat diberikan adalah produsen dan pemasar disarankan agar meningkatkan kualitas produk  yang sangat dipertimbangkan oleh konsumen. KataKunci: Minuman Cokelat, Multriatribut Fishbein, Sikap Konsumen.
Analisis Usaha Serai Wangi Menjadi Minyak Atsiri (Studi Kasus; Usaha Penyulingan Minyak Atsiri ASLIKO kecamatan Pauh Kota Padang) Yogi Putra; Osmet Osmet; Rika Hariance
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 3 No. 3 (2021): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i3.433

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usaha yang dilakukan oleh bapak Sapardi dan menganalisis besarnya keuntungan Usaha Serai Wangi Menjadi Minyak Atsiri Asliko di Kelurahan Limau Manis Kecamatan Pauh Kota Padang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis menunjukan bahwa (1) Pada aspek sumberdaya usaha ini memiliki tenaga kerja sebanyak 2 orang, pada aspek peralatan dan mesin usaha ini masih menggunakan cara manual, pada aspek produksi untuk pengadaan bahan baku usaha Minyak Atsiri memasok dari petani sserai wangi di sekitar daerah Padang, pada aspek bauran pemasaran untuk mendistribusikan produk langsung ke pabrik pengolahan. Pada aspek yang terakhir yaitu keuangan usaha ini memiliki sumber modal sendiri (2) Pendapatan penjualan yang diperoleh Usaha Minyak Atsiri selama periode Januari-Agustus 2019 adalah sebesar Rp 24.000.000,- sedangkan total biaya produksi yang dikeluarkan sebesa Rp13.900.000,. Keuntungan atau laba bersih yang diperoleh oleh Usaha Minyak Atsiri selama periode Juli-Agustus 2019 adalah sebesar Rp 10.017.584,- dari total pendapatan penjualan. Hal ini memperlihatkan bahwa usaha Minyak Atsiri masih mampu memperoleh keuntungan walaupun saat ini bahan baku serai wangi termasuk mahal
Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Roti Ohayo Bakery Di Kota Padang Miranti Fadhilla Anggun; Rudi Febriamansyah; Cipta Budiman
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 4 No. 1 (2022): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i1.434

Abstract

a
Kontribusi Sektor Pertanian Sebagai Basis Perekonomian Kabupaten Lima Puluh Kota Berliani Fitri Adella; Melinda Noer; Yuerlita Yuerlita
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 4 No. 1 (2022): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i1.435

Abstract

Penelitian ini berjudul “Kontribusi Sektor Pertanian sebagai Basis Perekonomian Kabupaten Lima Puluh Kota”. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat kecenderungan pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor pertanian Kabupaten Lima Puluh Kota selama periode tahun 2010-2020, mengidentifikasi subsektor basis dan nonbasis, dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di subsektor pertanian basis Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa runtun waktu (time series) dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Lima Puluh Kota dan Provinsi Sumatera Barat tahun 2010-2020 dan produksi per subsektor pertanian Kabupaten Lima Puluh Kota dan Provinsi Sumatera Barat tahun 2016-2020. Hasil analisis didapat kesimpulan, selama 10 tahun terakhir pertumbuhan PDRB Sektor Pertanian Kabupaten Lima Puluh Kota memiliki trend pertumbuhan yang negatif walaupun kontribusinya terhadap PDRB Kabupaten Lima Puluh Kota adalah yang terbesar. Subsektor basis pada sektor pertanian Kabupaten Lima Puluh Kota adalah subsektor tanaman pangan, subsektor hortikultura, dan subsektor perkebunan. Proporsional Shift memiliki nilai negatif pada subsektor tanaman pangan sedangkan Differential Shift memiliki nilai negatif pada subsektor perkebunan.
Analisis Usahatani Bawang Daun (Allium fistulosum L.) di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat Dwi Ayi Fortuna; Syahyana Raesi; Yusmarni Yusmarni
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 4 No. 1 (2022): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i1.436

Abstract

Petani dalam melakukan suatu kegiatan berusahatani haruslah bekerja secara efisien dan penuh persiapan agar hasil usahatani yang mereka usahakan dapat mendatangkan keuntungan. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kultur teknis dan permasalahan yang dihadapi dalam usahatani bawang daun di Kota Padang Panjang dan menganalisis besarnya pendapatan dan keuntungan dari usahatani bawang daun di Kota Padang Panjang. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif melalui tingkat pendapatan, keuntungan, analisa R/C selama satu kali musim tanam. Hasil analisis usahatani bawang daun yang dilakukan oleh petani sampel didapatkan bahwa biaya yang paling banyak dikeluarkan oleh petani yaitu biaya pembelian mulsa plastik dan pupuk. Pendapatan yang didapatkan petani setiap musim tanamnya adalah sebesar Rp 12.718.622,63 per hektar usahatani sedangkan keuntungan yang didapatkan adalah sebesar Rp 9.044.931,73 per hektar usahatani dengan R/C senilai 1,55. Biaya total dari keseluruhan kegiatan usahatani per musim tanam mencakup biaya yang dibayarkan dan biaya yang diperhitungkan yaitu sebesar Rp 16.465.439 per hektar usahatani. Permasalahan pada usahatani bawang daun yang dilakukan oleh petani sampel yaitu dari berbagai faktor yaitu faktor iklim yang tidak menentu dengan curah hujan yang cukup tinggi, faktor harga yang tidak tetap, faktor budidaya yang tidak sesuai dengan buku ataupun panduan yang ada yang menyebabkan hasil produksi yang tidak maksimal, faktor kompetisi pemasaran, dan bantuan dari pemerintah setempat.
Usahatani Nilam di Kecamatan Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat Asmil Asmil; Helentina Situmorang; Syafri Amir
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 4 No. 1 (2022): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i1.437

Abstract

n