cover
Contact Name
Cindy Paloma
Contact Email
cindy@agr.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Joseta.faperta@gmail.com
Editorial Address
JOSETA, Jurusan sosial ekonomi pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Kampus Unand Limau Manis, Padang, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Journal of Socio Economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA)
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 26860953     DOI : https://doi.org/10.25077
Agricultural economics, Farming development, Agricultural management, Agricultural policy, Agricultural extension and communication, Agricultural finance and micro-credit, Rural sociology, Rural planning and development, Rural landscape and natural resources management, Sustainable agriculture, Agro-industry, entrepreneurship in agriculture, Other research on economics and agribusiness
Articles 197 Documents
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Bawang putih di Indonesia Laisa Hafizhul Meylani; Hasnah Hasnah; Rusda Khairati
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 4 No. 3 (2022): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i3.448

Abstract

Produksi bawang putih di Indonesia selalu diupayakan meningkat, akan tetapi pada kenyataanya impor bawang putih tetap dilakukan dan masih tergolong tinggi dalam memenuhi kebutuhan konsumsi di dalam negeri. Produksi bawang putih domestik masih belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi bawang putih di Indonesia. Hal tersebut mengakibatkan program swasembada yang dicanangkan oleh pemerintah belum berhasil tercapai. Tujuan penelitian ini,yaitu: (1) mendeskripsikan ekonomi bawang putih di Indonesia, (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi bawang putih di Indonesia, dan (3) memproyeksikan produksi bawang putih di Indonesia tahun 2021 – 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dan model peramalan double exponential smoothing dari Brown. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada periode tahun 2000 – 2020, perkembangan produksi bawang putih di Indonesia mengalami fluktuasi dan cenderung memiliki tren meningkat denganrata-rata peningkatan sebesar 6,97% / tahun. Konsumsi bawang putih di Indonesia dipenuhi oleh bawang putih impor sebesar 93,4% dan sisanya 6,6% dipenuhi oleh bawang putih domestik. Bawang putih domestik kurang diminati oleh masyarakat di Indonesia karena harganya lebih mahal dan berukuran lebih kecil dibandingkan bawang putih impor. Variabel/faktor yang berpengaruh signifikan terhadap produksi bawang putih di Indonesia adalah luas lahan bawangputih. Selain itu, hasil peramalan menunjukkan bahwa produksi bawang putih di Indonesia tahun 2021 – 2025 cenderung meningkat.
Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen Pada Satu Satu Sembilan Coffee dan Roastery di Kota Solok Annisa Annisa; Rina Sari; Cipta Budiman
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 4 No. 3 (2022): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i3.449

Abstract

Coffee shop yang berada di Kota Solok mulai muncul pada awal tahun 2017. Satu Satu Sembilan Coffee & Roastery merupakan salah satu coffee shop yang memiliki pesaing yang tidak jauh dari coffee shop ini, sehingga pengelola coffee shop perlu mengetahui keinginan dan kebutuhan konsumennya agar mampu bersaing. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik konsumen dan menganalisis kepuasan konsumen pada Satu Satu Sembilan Coffee & Roastery. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan menyebarkan kuesioner kepada 78 responden yang berada di Satu Satu Sembilan Coffee & Roastery. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen didominasi oleh konsumen berjenis kelamin laki-laki, usia dewasa lanjut (25-35), pendidikan terakhir sarjana (S1), pekerjaan BUMN/PNS, sebagian besar memiliki pendapatan >Rp.2.000.000 – 5.000.000 per bulan dan berdomisili di Kota Solok. Berdasarkan perilaku konsumen yang tampak dan perilaku konsumen yang tidak tampak menjelaskan bahwa sebagian besar dipengaruhi oleh teman dalam melakukan kunjungan, termasuk dalam kategori peminum kopi sebagai penyuka kopi, dan termasuk jenis peminum kopi sosial drinker. Hasil Importance Performance Anaylisis menjelaskan bahwa indikator kinerja yang kurang memuaskan bagi konsumen yaitu ketersediaan parkir dan ketersediaan toilet. Sedangkan nilai Customer Satisfaction Index mencapai 0.853 dengan makna bahwa indikator keseluruahan Satu Satu Sembilan Coffee & Roastery sangat memuaskan konsumen
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen Kedai Kopi Nan Yo di Kota Padang Muhammad Haekal Ghifari; Ifdal Ifdal; Yusri Usman
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 4 No. 3 (2022): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i3.450

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan karakteristik konsumen kedai kopi Nan yo, (2) Mendeskripsikan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi konsumen dalam mengkonsumsi di kedai kopi Nan Yo Kota Padang.. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode survei, dengan responden yang digunakan adalah konsumen kedai Kopi Nan Yo, dan konusmen yang tidak memilih kedai Kopi Nan Yo. Analisis  data menggunakan metode regresi logistik dengan dibantu dengan program statistik SPSS 21.0. 1. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik umum dari konsumen kedai kopi Nan Yo didominasi oleh responden berjenis kelamin laki-laki, dengan usia 44-50 tahun. Pendidikan terakhir dari responden mayoritas adalah strata 1, dengan pendapatan perbulan sebesar 3.000.000.- Rp,4.000.000. Mayoritas konsumen kedai kopi Nan Yo sudah berkeluarga dan memiliki 4-5 orang anggota keluarga.Sedangkan karakteristik khusus dari konsumen kedai kopi Nan Yo adalah menghabiskan waktu lebih dari 1 jam di  kedai kopi Nan Yo, mayoritas konsumen datang sekali dalam sebulan, dengan sekali pengeluaran dalam membeli adalah dibawah Rp.20.000.  Menurut konsumen, harga yang di tawarkan di kedai kopi Nan Yo adalah pas/sesuai. Mayoritas responden sudah datang ke kedai kopi Nan Yo lebih dari 10 tahun, dan mau untuk merekomendasikan kedai kopi Nan Yo ke teman atau keluarganya. Faktor yang mempengaruhi konsumen dalam keputusan memilih atau tidak kedai kopi Nan Yo adalah faktor Psikologi, dan faktor produk, Nilai signifikasi dari faktor psikologi adalah 0,000, dan nilai signifikasi dari faktor produk adalah 0,002. Sedangkan faktor kebudayaan, sosial, dan pribadi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pemilihan kedai kopi Nan Yo.
Analisis Pengembangan Komoditi Unggulan Pada Sub Sektor Tanaman Pangan di Kabupaten Solok Rahmi Hamidah
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 4 No. 3 (2022): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i3.451

Abstract

Komoditi tanaman pangan di Kabupaten Solok merupakan pemberi kontribusi terhadap pembangunan di Kabupaten Solok. Data PDRB menurut lapangan usaha terutama komoditi tanaman pangan setiap tahunnya mengalami peningkatan dari tahun 2015 – 2019, tetapi hal ini tidak sebanding dengan laju pertumbuhan, dimaan sektorpertanian nya masih terbilang rendah dibanding dengan sektor lainnya. Demi mewujudkan pembangunan khusnya sektor pertanian, perlu adanya penentuang komoditas unggulan serta menentapkan daerah yang termasuk ke dalam sentra produksi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) untuk mengetahui pengelompokan sektor usaha di Kabupaten Solok, 2) untuk mengetahui komoditas unggulan di Kabupaten Solok, 3) untuk mengetahui kemacatan yang menjadi kawsan sentra produksi tanaman pangan di Kabupaten Solok, 4) untuk mengetahui program yang telah terlaksana dalam menunjang pengembangan komoditi tanaman pangan di Kabupaten Solok. Analisis data menggunakan Matriks Tipologi Klassen, LQ, dan SSA. Data yang dikumpulkan berupa data sekunder dan informan kunci terkait dengan keterangan yang menunjang. Hasil analisis Tipologi Klassen menunjukkan bawa sektor pertanian berada pada kuadran ke III yaitu sektor berkembang. Nilai LQ tertinggi diperoleh tanaman padi dan ubi jalar sebagai penentuan tanaman unggulan. Serta penentuan daerah sentraberdasarkan perolehan nilai SSA,untuk tanaman padi di Kecamatan Gunung Talang, dan tanaman ubi jalar di Kecamatan Payung Sekaki.
Analisis Kinerja Rantai Pasok Sayuran di Transmart Padang Sri Khairunnisa; Hasnah Hasnah; Syahyana Raesi
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 5 No. 1 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v5i1.452

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan karakteristik konsumen Kedai Kopi Nan Yo, (2) Mendeskripsikanfaktor-faktor apa saja yang mempengaruhi konsumen dalam mengkonsumsi di Kedai Kopi Nan Yo Kota Padang.Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode survei, dengan responden yang digunakan adalah konsumen Kedai Kopi Nan Yo, dan konusmen yang tidak memilih Kedai Kopi Nan Yo. Analisis data menggunakan metode regresi logistik dengan dibantu dengan program statistik SPSS 21.0. 1. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik umum dari konsumen Kedai Kopi Nan Yo didominasi oleh responden berjenis kelamin laki-laki, dengan usia 44-50 tahun. Pendidikan terakhir dari responden mayoritas adalah strata 1, dengan pendapatan perbulan sebesar Rp 3.000.000.- Rp 4.000.000. Mayoritas konsumen Kedai Kopi Nan Yo sudah berkeluarga dan memiliki 4-5 orang anggota keluarga.Sedangkan karakteristik khusus dari konsumen Kedai Kopi Nan Yo adalah menghabiskan waktu lebih dari 1 jam di Kedai Kopi Nan Yo, mayoritas konsumen datang sekali dalam sebulan, dengan sekali pengeluaran dalam membeliadalah dibawah Rp.20.000. Menurut konsumen, harga yang di tawarkan di Kedai Kopi Nan Yo adalah pas/sesuai. Mayoritas responden sudah datang ke Kedai Kopi Nan Yo lebih dari 10 tahun, dan mau untuk merekomendasikan Kedai Kopi Nan Yo ke teman atau keluarganya. Faktor yang mempengaruhi konsumen dalam keputusan memilih atau tidak Kedai Kopi Nan Yo adalah faktor Psikologi, dan faktor produk, Nilai signifikasi dari faktor psikologi adalah 0,000, dannilai signifikasi dari faktor produk adalah 0,002. Sedangkan faktor kebudayaan, sosial, dan pribadi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pemilihan Kedai Kopi Nan Yo.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Mahasiswa Dalam Mengkonsumsi Kopi Instan Marta Siasani; Melinda Noer; Cipta Budiman
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 5 No. 1 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v5i1.453

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Mengidentifikasi karakteristik Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Andalas dalam mengkonsumsi kopi instan (2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Andalas dalam mengkonsumsi kopi instan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode yang digunakan adalah metode survei. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah probability sampling dengan simple random sampling. Probability sampling adalah teknik untuk memberikan peluang yang sama pada setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Kriteria dalam penelitian ini adalah : a) Mahasiswa Aktif Fakultas Pertanian Universitas Andalas. b) Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Andalas yang minum kopi instan minimal dua kali atau lebih dalam seminggu. (1) Karakteristik Mahasiswa Fakultas Pertanian Univeristas Andalas yang mengkonsumsi kopi instan terbanyak berdasarkan jenis kelamin yaitu perempuan yaitu berjumlah 63 orang (66%). Karakteristik berdasarkan usia yang terbanyak yaitu usia 19 tahun berjumlah 33 orang (34). Karakteristik uang saku yang dominan yaitu sebesar <Rp1.000.000 berjumlah 52 orang (54%). (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan mengkonsumsi mahasiswaFakultas Pertanian Universitas andalas yaitu faktor kebudayaan dimana faktor kebudayaan yang diukur dari kepercayaan, nilai-nilai dan kebiasaan yang dipelajari, faktor sosial dimana faktor sosial yang diukur dari indikator status/kedudukan, pengalaman keluarga dan pengaruh teman dapat diterima dan sesuai dengan latar belakang responden dalam pengambilan keputusan, faktor pribadi dimana faktor pribadi yang diukur dari indikator gaya hidup, kepribadian, dan uang saku,terakhir faktor psikologi dimana faktor psikologi yang diukur dari indikator motivasi, persepsi dan pembelajaran.
Analisis Pemasaran Ubi Jalar Manohara di Nagari Koto Tinggi Kecamatan Baso Kabupaten Agam Eggy Millenia Permata; Yusri Usman; Rika Hariance
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 5 No. 1 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v5i1.454

Abstract

Pemasaran memegang peranan penting dalam sistem agribisnis, sebagai usahatani komersial pemasaran Ubi Jalar Manohara akan menentukan keberhasilan dan keberlanjutan usahatani petani. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan saluran, lembaga, dan fungsi pemasaran Ubi Jalar Manohara di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, (2) menganalisis marjin pemasaran dan farmer’s share, serta (3) menganalisis efisiensi pemasaran. Metode yang digunakan adalah metode survey. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari petani, pedagang pengumpul dan pedagang antar daerah. Pengambilan sampel petani dilakukan dengan metode pengambilan sampel secara sengaja (purposive sampling). Pengambilan sampel pedagang dilakukan dengan metode snowball sampling. Analisis data dilakukan secara kualitatif untuk tujuan pertama, dan analisis kuantitatif untuk tujuan kedua dan ketiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat 3 saluran pemasaran Ubi Jalar Manohara, yaitu Saluran I :  Petani – Konsumen antara (Industri Pengolahan Stik ubi), Saluran II: Petani – Pedagang Pengumpul – Konsumen Antara (Pabrik Saus), Saluran III: Petani – Pedagang Pengumpul – Pedagang Pengecer – Konsumen Akhir yang melakukan fungsi pemasaran yang terdiri dari fungsi pertukaran, fungsi fisik dan fungsi fasilitas yang berbeda beda. (2) Nilai margin pemasaran terkecil terdapat pada saluran I, nilai farmer’s share terbesar terdapat pada saluran I (3) nilai persentasi efisiensi pemasaran terkecil terdapat pada saluran I. Disarankan kepada petani sebaiknya memasarkan Ubi Jalar Manohara mereka pada saluran I yaitu menjualkan ubi langsung ke industri pengolahan ubi, karena dari tingkat efisiensi pemasaran, saluran I lebih efisien dibanding saluran lainnya dan kepada pemerintah yang terkait diharapkan untuk dapat memberikan sosialisasi untuk memperluas agroindustri ubi yang mengolah ubi menjadi berbagai produk turunannya.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Volume Ekspor Nanas Kaleng Indonesia Ke Amerika Dina Noviandini; Hasnah Hasnah; Rika Hariance
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 5 No. 1 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v5i1.455

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan ekspor nanas kaleng Indonesia dan menganalisis faktor- faktor yang mempengaruhi volume ekspor nanas kaleng Indonesia ke Amerika Serikat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi volume ekspor nanas kaleng Indonesia ke Amerika Serikat. Data yang dianalisis berupa data sekunder (time series) dari tahun 2001 hingga tahun 2020. Berdasarkan hasil penelitian perkembangan ekspor nanas kaleng Indonesia ke Amerika Serikat selama periode 2001-2020 menunjukan kondisi yang meningkat, dengan rata-rata peningkatan ekspor sebesar 7.64% setiap tahunnya. Dengan konstribusi nanas kaleng yang diekspor ke Amerika Serikat 28.45% dari total ekspor nanas kaleng Indonesia setiap tahunnya. Sedangkan faktor yangberpengaruh secara signifikan terhadap volume ekspor nanas kaleng Indonesia ke Amerika Serikat adalah produksi nanas kaleng, konsumsi domestik dan konsumsi Amerika Serikat.
Analisis Nilai Tambah Usaha Pengolahan Serai Wangi (Cymbopogon Nardus L) Di Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar Wulan Permata; Rina Sari; Syahyana Raesi
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 5 No. 1 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v5i1.456

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar dan terdapat 2 usaha pengolahan daun serai wangi yaitu usaha Bapak Mukhyar dan usaha Bapak Arinal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengolahan daun serai wangi menjadi minyak serai wangi dan menganalisis besarnya nilai tambah serta distribusi nilai tambah dari kegiatan usaha pengolaham daun serai. Metode yang digunakan adalah metode survei. Analisis data yang digunakan untuk menganalisis besarnya nilai tambah menggunakan metode nilai tambah Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari kegiatan pengolahan serai wangi ini memberikan nilai tambah sebesar Rp. 371,35/Kg dengan rasio nilai tambah 27% untuk usaha penyulingan Bapak Mukhyar, dan nilai tambah sebesar Rp. 363,07/Kg dengan rasio nilai tambah 25% untuk usaha penyulingan Bapak Arinal, yang dikategorikan termasuk rasio nilai tambah sedang karena memiliki persentase 15 %-40%. Rendemen usaha Bapak Mukhyar memiliki rendemen 0.85% sedangkan untuk usaha Bapak Arinal 0.88%. Distribusi nilai tambah  pada usaha penyulingan Bapak Mukhyar dan Bapak Arinal yang terbesar diperoleh sumbangan input lain sebesar 37,12% untuk usaha Bapak Mukhyar, sedangkan usaha Bapak Arinal sebesar 42,02%. Untuk keuntungan perusahaan yakni sebesar 36,42% untuk usaha Bapak Mukhyar sedangkan usaha penyulingan Bapak Arinal sebesar 42,01%. Distribusi nilai tambah terkecil terdapat pada pendapatan  tenaga kerja 26,46% untuk usaha Bapak Mukhyar, 15,97% untuk usaha penyulingan Bapak Arinal, sehingga diharapkan agar perusahaan dapat lebih memperhatikan pendistribusian nilai tambah tenaga kerja dengan menyesuaikan upah dan jumlah jam kerja sesuai dengan standar yang ada. Pemerintah juga diharapkan untuk menjaga kestabilan harga minyak serai wangi sehingga dapat meningkatkan keuntungan perusahaan yang berimbas kepada para pekerja dalam usaha pengolahan serai wangi tersebut.
Analisis Pendapatan Petani Karet di Desa Sisobahili Tanaseo Kecamatan Hiliduho Kabupaten Nias, Sumatera Utara Jun Victora Zendrato; Helentina Situmorang; Syakib Sidqi
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 5 No. 1 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v5i1.457

Abstract

Pendapatan petani karet tidak mampu memenuhi standar biaya hidup karena luas dan produksi karet semakin menurun serta harga karet yang rendah di desa Sisobahili I Tanoseo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan rata-rata per bulan perbandingan dengan UMP (Upah Minimum Provinsi) dan luas dan harga minimum usahatani karet agar setara dengan UMP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan usahatani karet sebesar Rp. 418.205/bulan.Perbandingan uji Z pendapatan petani karet per bulan lebih kecil dibandingkan UMP Sumatera Utara sebesar Rp. 2.522.609/bulan, luas minimum usahatani karet sebesar 9,6 hektar agar setara dengan UMP Sumatera Utara pada harga produk sebesar Rp 9.500/kg dan harga minimum usahatani karet sebesar Rp 37.189/kg agar setara dengan UMP Sumatera Utara pada luas lahan sebesar 1,6 hektar.