Journal of Socio Economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA)
Agricultural economics, Farming development, Agricultural management, Agricultural policy, Agricultural extension and communication, Agricultural finance and micro-credit, Rural sociology, Rural planning and development, Rural landscape and natural resources management, Sustainable agriculture, Agro-industry, entrepreneurship in agriculture, Other research on economics and agribusiness
Articles
197 Documents
Analisis Risiko Produksi Cabai Merah di Nagari Tabek Patah Kecamatan Salimpaung Kabupaten Tanah Datar
Fikhriyyah, Alya;
Ifdal, Ifdal;
Paloma, Cindy
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 5 No. 3 (2023): December
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/joseta.v5i3.481
AbstrakPetani cabai Nagari Tabek Patah memiliki beberapa kendala yang dihadapi petani seperti masih rendahnya penerapan pengelolaan sarana alat mesin pertanian oleh petani, faktor cuaca dan iklim yang cukup ekstrim serta tingginya serangan hama dan penyakit pada tanaman cabai. Hal ini menjadikan produktivitas cabai merah memiliki banyak risiko dalam produktivitas usahatani cabai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber-sumber risiko, tingkat risiko dan manajemen risiko produksi cabai merah untuk mengatasi risiko produksi cabai merah di Nagari Tabek Patah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan sampel sebanyak 31 responden yang dipilih menggunakan Teknik Proporsionated Random Sampling. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga sumber risiko pada usahatani cabai merah di Nagari Tabek Patah yaitu risiko sosial, risiko fisik, dan risiko ekonomi. Berdasarkan perhitungan analisis tingkat risiko produksi cabai merah yang dihitung menggunakan koefisien variasi adalah 0,14 artinya tingkat risiko produksi cabai merah tergolong rendah dan terhidar dari kerugian. Manajemen risiko yang dilakukan petani cabai merah di Nagari Tabek Patah dengan metode pengendalian risiko (risk control) seperti mengatur pola tanam, tidak menanam tanaman yang sefamili dengan cabai, menanam 2-3 benih cabai pada satu lobang tanam, membiarkan gulma dipinggir bedengan, mengikuti kegiatan penyuluhan, dan penyortiran buah cabai serta melakukan diversifikasi dan pembiayaan risiko (risk financing) dengan metode penanggungan risiko (risk retention) dengan cara pengendalian hama penyakit secara kimiawi.
Analisis Usaha Tahu di Kota Pariaman
Shidiq, Arrahman Al;
Sari, Rina;
Khairati, Rusda
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 6 No. 1 (2024): April
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/joseta.v6i1.483
Agroindustri kedelai, khususnya pembuatan tahu, di Kota Pariaman potensial untuk dikembangkan karena adanya potensi peningkatan permintaan seiring jumlah penduduk yang banyak dan lokasi geografis wilayah yang dekat dengan Kota Padang sebagai pusat perdagangan bahan baku. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil dan manajemen usaha serta menganalisis keuntungan dan titik impas usaha tahu di Kota Pariaman. Pada penelitian ini digunakan metode deskriptif dengan melakukan survei terhadap pelaku-pelaku usaha tahu. Usaha tahu di Kota Pariaman ada tiga yaitu usaha tahu Ajo Zul, usaha tahu Bintang dan usaha tahu Akang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode 5 Januari sampai 5 Februari 2023 usaha tahu di Kota Pariaman telah memperoleh keuntungan dan berada di atas titik impas. Usaha tahu Ajo Zul memperoleh keuntungan sebesar Rp 28.634.988,- dengan R/C sebesar 1,157. Usaha tahu Bintang memperoleh keuntungan sebesar Rp 14.771.260 dengan R/C sebesar 1,091 dan usaha tahu Akang memperoleh keuntungan sebesar Rp 5.436.204 dengan R/C 1,257. R/C ketiga usaha tahu di Kota Pariaman bernilai lebih dari 1 yang artinya usaha menguntungkan. Berdasarkan analisis titik impas (break even point), usaha tahu Ajo Zul titik impas kuantitas sebanyak 51.461 potong tahu dengan impas penjualan sebesar Rp 51.460.693,-. Usaha tahu Bintang titik impas kuantitas sebanyak 89.920 potong tahu dengan impas penjualan sebesar Rp 89.919.679,-. Usaha tahu Akang titik impas kuantitas sebanyak 7.614 potong tahu dengan impas penjualan sebesar Rp 12.183.005,-. Hasil penelitian menunjukkan usaha tahu di Kota Pariaman sudah berada di atas titik impas.Â
Analisis Usaha Mikro Kerupuk Ubi di Nagari Muara Panas Kecamatan Bukit Sundi Kabupaten Solok
Adestia, Dita;
Triana, Lora;
Paloma, Cindy
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 6 No. 1 (2024): April
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/joseta.v6i1.484
Usaha mikro kerupuk ubi di Nagari Muara Panas Kecamatan Bukit Sundi Kabupaten Solok saat ini masih mengalami beberapa permasalahan seperti pengolahan kerupuk ubi di Nagari Muara Panas masih sangat sederhana, pengembangan usaha ubi yang belum maksimal dan keuangan pelaku usaha mikro kerupuk ubi yang masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil usaha dan menganalisis keuntungan serta titik impas usaha kerupuk ubi di Nagari Muara Panas, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok. Metode penelitian adalah metode deskriptif dengan jenis penelitian survei. Analisis data deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis tujuan pertama dan analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis tujuan kedua. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder dengan periode penelitian mulai dari tanggal 27 Agustus 2023 - 24 September 2023. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu metode snowball sampling dengan jumlah sampel sebanyak 12 sampel yang didapatkan dengan perhitungan rumus Yamane. Pengumpulan data di lapangan dilakukan dengan wawancara secara langsung dengan pelaku usaha menggunakan panduan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total pendapatan yang diperoleh pelaku usaha mikro kerupuk ubi di Nagari Muara Panas selama periode penelitian yaitu Rp49.251.000,-. Total biaya sebesar Rp46.539.921,-. Total keuntungan yang diperoleh yaitu sebesar Rp7.055.079,-. Sedangkan titik impas yang diperoleh untuk kuantitas sebanyak 2.830 dan titik impas penjualan sebesar Rp39.821.376,-.Â
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Jahe Gajah di Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota
Azim, Husnul;
Amir, Syafri;
Situmorang, Helentina
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 6 No. 1 (2024): April
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/joseta.v6i1.485
Jahe gajah merupakan tanaman biofarmaka kelompok rimpang yang mempunyai manfaat sebagai bahan minuman, obat-obatan tradisional dan bumbu masak serta memiliki nilai ekspor yang baik dengan tujuan beberapa negara. Penelitian inibertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani jahe gajah dan untuk menganalisis pendapatan yang diterima petani jahe gajah di Kecamatan Payakumbuh. Penelitian dilaksanakan pada Maret-Juli 2022. Metode yang digunakan adalah survei terdiri dari data primer dan data sekunder. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling. Analisis data yang digunakan dengan regresi linier berganda aplikasi SPSS versi 26.0. Hasil penelitian diperoleh variabel produksi dan harga berpengaruh positif dan nyata, sedangkan variabel tenaga kerja berpengaruh negatif dan nyata, namun variabel pendidikan berpengaruh negative dan tidak nyata berpengaruh terhadap pendapatan usaha tani jahe di Kecamatan Payakumbuh. Bagi pemerintah agar bisa membantu untuk menstabilkan harga jahe gajah.
IMPROVING THE DEVELOPMENT OF SMALLHOLDER COCOA PLANTATIONS IN PADANG PARIAMAN DISTRICT
Refolta, Chandra
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 6 No. 2 (2024): August
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/joseta.v6i2.500
Padang Pariaman is one of three regions in West Sumatra designated as a Cocoa Commodity Agricultural Development Area, along with Pasaman Regency and West Pasaman Regency (Kementan RI, 2018). As stated in the Strategic Plan of the Padang Pariaman Regency Agriculture and Food Security Service for 2021-2026, cocoa is one of the leading commodities in the plantation subsector which is a mainstay for Padang Pariaman Regency as a driver of the community's economy. Data from the last few years shows that the area of smallholder cocoa plantations in Padang Pariaman Regency continues to decline (BPS Padang Pariaman, 2024). The decline in cocoa area and production in Padang Pariaman Regency was caused by the lack of management of cocoa plantations by farmers, resulting in attacks by Plant Pest Organisms (OPT) on cocoa plants, one of which was the Phytophthora palmivora fungus (Nasir, 2016). Policy recommendations that can be implemented by the Department of Agriculture and Food Security of Padang Pariaman Regency in an effort to increase the development of smallholder cocoa plantations include; 1). Determine a direction map for increasing the development of smallholder cocoa plantations in Padang Pariaman Regency based on land suitability classes for cocoa plants, and 2). Establish policy guidelines for the use of certified superior seeds for the rehabilitation and rejuvenation of people's cocoa plantations in Padang Pariaman Regency.
Analisis Kontribusi Pendapatan Karyawan Wanita Bagian Pemeliharaan Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Pendapatan Rumah Tangga (Studi Kasus: Ptpn Iv Kebun Laras, Kecamatan Bandar Huluan Kabupaten Simalungun Sumatera Utara)
Nasution, Tresna Dwie Salsabila;
Syarfi, Ira Wahyuni;
Evaliza, Dwi
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 6 No. 2 (2024): August
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/joseta.v6i2.502
Fenomena wanita bekerja telah menjadi hal yang menarik untuk dikaji. Kondisi perekonomian keluarga yang lemah dan serba kekurangan memaksa wanita untuk ikut bekerja membantu keluarga dalam rangka mendapatkan penghasilan tambahan. Masyarakat desa dengan pendapatan yang kecil membuat kehidupan keluarga kurang maju karena dengan ekonomi yang rendah maka pendidikan anak dalam rumah tangga tidak dijadikan prioritas, hanya untuk memenuhi keperluan sehari- hari saja mengingat pendapatan yang diterima suami kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pekerjaan utama karyawan wanita perkebunan kelapa sawit dan menganalisis kontribusi pendapatan karyawan wanita perkebunan sawit. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode studi kasus (case study), dengan analisiskuantitatif. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan informan kunci dengan karyawan wanita perkebunan kelapa sawit PTPN IV Kebun Laras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi pendapatan karyawan wanita merupakan penyumbang tertinggi dalam pendapatan rumah tangga dengan persentase sebesar 67% dimana nilai persentase pendapatan karyawan wanita merupakan yang terbesardibandingkan persentase kontribusi pendapatan suami yakni sebesar 27% persentase kontribusi pendapatan anak sebesar 3% dan persentase kontribusi hasil usaha lainnya sebesar 3%.
GIS-MULTI CRITERIA ANALYSIS TO ENHANCE PLANNING JUDGEMENT FOR NEW TOWNSHIP DEVELOPMENT
Trihatmoko, Edy;
Zen, Irina Safitri;
Ibrahim, Illyani;
Tampubolon, Dahlan
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 6 No. 2 (2024): August
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/joseta.v6i2.505
Urban development is increasingly encroaching on hillsides, negatively impacting agriculture, particularly in developing countries like Malaysia, where flat land is scarce. To address this, the study aims to develop a GIS-based land suitability model that considers accessibility, environmental threats, and economic factors for optimal hillside development locations. Using multi-criteria decision analysis (MCDA) and the analytic hierarchy process (AHP) through Expert Choice software, key factors like accessibility, topography, land cover, and economics were analyzed. The study identifies Township 1, located 4.23 km northwest of UiTM, as the most suitable site for new development, considering current land use and proximity to key institutions. This model provides a framework for hillside development in Malaysia and other developing countries.
Analisis Ketahanan Pangan Rumah Tangga Kelompok Tani Orgnaik Lembuti II di Kota Padang Panjang
Wulandari, Mona Pitri;
Mutiara, Vonny Indah;
Hidayat, Rian
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 6 No. 2 (2024): August
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/joseta.v6i2.506
Suatu wilayah dikatakan berhasil membangun ketahanan pangan jika adanya peningkatan produksi pangan, distribusi pangan yang lancar serta konsumsi pangan yang aman dan bergizi untuk masyarakat. Meskipun padi organik termasuk memiliki potensi keuntungan yang cukup besar namun hal ini belum tercermin pada ketahanan pangan rumah tangga petani padi organik di Kota Padang Panjang. Penelitian ini bertujuan menganalisis proporsi pengeluaran pangan, besarnya tingkat konsumsi energi rumah tangga petani padi organik serta menganalisis kondisi ketahanan pangan rumah tangga petani padi organik. Penelitian dilakukan pada Kelompok Tani Organik Lembuti II Kota Padang Panjang yang dipilih secara purposive. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik sensus dengan jumlah sampel 30 orang. Data dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif. Besarnya rata-rata pengeluaran total rumah tangga petani organik sebesar Rp 3.303.341 per bulan. Dimana pengeluaran pangan sebesar Rp 1.596.786/bulan atau 48,34 % dari pengeluaran total dan pengeluaran non pangan sebesar Rp 1.706.555 atau 51,66 % dari pengeluaran total. Adapun tingkat ketahanan pangan yaitu tahan/kurang pangan. Rata-rata konsumsi energi rumah tangga petani padi organik pada Kelompok Tani Lembuti II sebesar 5.691,05 kkal/rumah tangga/hari dan untuk rata-rata konsumsi protein sebesar 182,68 gram/rumah tangga/hari. Tingkat konsumsi energi sebesar 68,03%, termasuk kategori defisit. Sedangkan tingkat konsumsi protein sebesar 79,54 %, termasuk kategori sedang. Dapat disimpulkan bahwa kondisi ketahanan pangan rumah tangga petani organic berdasarkan tingkatannya adalah kurang pangan. Untuk itu disarankan rumah tangga petani padi organik dapat memperbaiki pola dan perilaku konsumsi sesuai kecukupan energi dan protein yang dianjurkan dan dapat mengendalikan pengeluaran secara tepat.
PERAN PENYULUH TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU PETANI DALAM PENERAPAN GAP SAYUR SEHAT DI KABUPATEN AGAM
Selsabilla, Rezka;
Astuti, Nuraini Budi;
Analia, Devi
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 6 No. 2 (2024): August
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/joseta.v6i2.524
Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Agam yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menilai peran penyuluh pertanian dalam perubahan perilaku petani dalam penerapan Good Agricultural Practices (GAP) sayuran sehat. Metode penelitian adalah survey, dimana 30 orang petani dipilih secara proporsional mewakili tiga kecamatan yaitu Banuhampu, Canduang dan Sungai Pua. Data dikumpulkan dengan cara wawancara dan observasi yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian mendapatkan bahwa petani menilai penyuluh pertanian telah berperan dalam merubah perilaku petani dalam penerapan GAP sayuran sehat. Dari tiga peran yang dimainkan oleh penyuluh yaitu sebagai pendidik, peneliti dan pelatih pengambil keputusan, maka hanya peran pelatih pengambil keputusan yang dinilai masih kurang.
Kinerja Bisnis Industri Kopi Bubuk Lokal di Nagari Koto Tuo Kabupaten Tanah Datar
Triana, Lora;
Syahni, Rahmat;
Nofialdi, Nofialdi;
H, Yeni Y
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 6 No. 3 (2024): December
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/joseta.v6i3.527
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pertumbuhan industri kopi di Indonesia yang signifikan, sehingga tingkat persaingan antar industri kopi meningkat. Sebagai salah satu kawasan industri pengolahan kopi bubuk di Provinsi Sumatera Barat, Nagari Koto Tuo Kabupaten Tanah Datar, harus berdaya saing tinggi dengan kinerja bisnis yang baik. Penulis tertarik melakukan penelitian tentang kinerja bisnis industri kopi bubuk di Nagari Koto Tuo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja industri kopi bubuk lokal di Nagari Koto Tuo berdasarkan aspek pangsa pasar, kepuasan konsumen, posisi persaingan, retensi konsumen, dan pertumbuhan penjualan. Metode penelitian adalah metode kuantitatif, dengan analisis data secara statistik deskriptif. Responden dalam penelitian berjumlah 139 responden yang diambil secara simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan nilai pangsa pasar adalah sebesar 87% dari hasil yang diharapkan adalah 100%. Berikutnya didapat setiap nilai sebagai berikut ; kepuasan konsumen diperoleh nilai 69% dari yang diharapkan, posisi persaingan diperoleh nilai 57% dari yang diharapkan, dan retensi konsumen diperoleh nilai 57% dari yang diharapkan. Untuk kinerja bisnis diperoleh 68%, dapat dikatakan bahwa kinerja bisnis industri kopi bubuk di Nagari Koto Tuo sudah mendekati nilai yang diharapkan, yaitu sebesar 100%.