cover
Contact Name
Cindy Paloma
Contact Email
cindy@agr.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Joseta.faperta@gmail.com
Editorial Address
JOSETA, Jurusan sosial ekonomi pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Kampus Unand Limau Manis, Padang, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Journal of Socio Economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA)
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 26860953     DOI : https://doi.org/10.25077
Agricultural economics, Farming development, Agricultural management, Agricultural policy, Agricultural extension and communication, Agricultural finance and micro-credit, Rural sociology, Rural planning and development, Rural landscape and natural resources management, Sustainable agriculture, Agro-industry, entrepreneurship in agriculture, Other research on economics and agribusiness
Articles 197 Documents
Analisis Kelayakan Finansial Usahatani Buah Naga (Hylocereus SP) di Nagari Aripan, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok Dwi Rahmadhani; Yusmarni Yusmarni; Lora Triana
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 3, No 1 (2021): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i1.407

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan profil usahatani buah naga (2) menganalisis kelayakan finansial usahatani buah naga di Nagari Aripan, Kecamatan X Koto Singkarak. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling yang mewakili setiap umur tanaman dari umur 1 sampai 5 tahun. Hasil penelitian menunjukan Analisis kelayakan finansial usahatani buah naga di Nagari Aripan layak untuk dilaksanakan pada tingkat suku bunga 12%, berdasarkan analisa kriteria investasi diperoleh nilai B/C ratio 1,93 (B/C1, berarti layak), nilai NPV Rp 246.292.482,091 (NPV0, berarti layak) dan nilai IRR 31,4% (IRROCC, berarti layak). Pada analisa payback periode diperoleh 5 tahun 4 bulan untuk mengembalikan investasi yang ditanamkan. Analisis sensitivitas penurunan benefit 11% diperoleh hasil IRR 26,85% (IRROCC) artinya usaha masih layak untuk dilaksanakan. Analisis sensitivitas kenaikan biaya 1,4% diperoleh hasil IRR 31,2% (IRROCC) artinya usaha masih layak untuk dilaksanakan. Analisis sensitivitas penurunan benefit 11% dan kenaikan biaya 1,4% diperoleh hasil IRR 26,7% (IRROCC) artinya usaha masih layak untuk dilaksanakan. Adapun saran yang diberikan adalah sebaiknya petani lebih memperhatikan petunjuk teknis budidaya yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian untuk memaksimalkan hasil yang diperole dan disarankan kepada petani untuk tetap mengembangkan usahatani buah naga di Nagari Aripan, Kecamatan X Koto Singakarak.
Sektor Pertanian dan Ketimpangan Pendapatan Antar Wilayah di Provinsi Sumatera Barat Harvi Hamdika; Osmet Osmet; Sri Wahyuni
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 1 (2019): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i1.5

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) menghitung perbedaan pendapatan daerah di provinsi Sumatera Barat dan tren 20 tahun antara 1995 hingga 2014; dan (2) menganalisis peran sektor pertanian dalam perbedaan pendapatan daerah di provinsi tersebut. Indeks Williamson digunakan untuk menghitung disparitas pendapatan daerah berdasarkan data Produk Domestik Bruto Regional (RGDP) tahunan 12 kabupaten dan 7 kota di provinsi Sumatera Barat. Untuk melihat peran sektor pertanian dalam memengaruhi kesenjangan pendapatan daerah, perbandingan dibuat antara nilai-nilai indeks Williamson yang dihitung dengan dan tanpa kontribusi sektor pertanian dalam RGDP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) disparitas pendapatan daerah di Sumatera Barat berfluktuasi antara 1995 dan 2014 tetapi trend keseluruhan cenderung menurun. Indeks Williamson tertinggi adalah pada tahun 2002 sebesar 0,98 sedangkan yang terendah terjadi pada 2014 sebesar 0,26, (2) Sektor pertanian memiliki peran yang cukup signifikan dalam mengurangi kesenjangan pendapatan daerah di Sumatera Barat. Analisis uji dua sampel menunjukkan Indeks Williamson yang dihitung tanpa kontribusi sektor pertanian dalam RGDP jauh lebih rendah daripada indeks yang dihitung dengan kontribusi pertanian. Pada analisis Kendall's Tau juga menunjukkan ada hubungan antara kontribusi sektor pertanian dalam RGDP dan nilai indeks Williamson. Secara keseluruhan, tren penurunan kesenjangan pendapatan daerah di Sumatera Barat seiring dengan peningkatan kontribusi sektor pertanian dalam RGDPKata kunci : Disparitas, index williamson, PDRB.The objectives of this study are to (1) calculate the regional income disparity in the province of West Sumatra and its20 years trend between 1995 to 2014; and (2) analyze the role of agriculture sector in regional income disparity in the province.  Williamson index is used to calculate regional income disparity based on data on yearly Regional Gross Domestic Product (RGDP) of 12 districts and 7 municipalities within the province of West Sumatra. To see the role of agricultural sector in influencing regional income disparity, comparison is made between the values of Williamson index calculated with and without agricultural sector’s contribution in RGDP. The results show that (1) regional income disparity in West Sumatera has beenfluctuating between 1995 and 2014 but overall trend has been declining. The highest Williamson Index is in 2002 at 0.98 while the lowest occurred in 2014 at 0.26, (2) Agricultural sector has quite a significant role in reducing regional income disparity in West Sumatera. Further analysis using two related samples test confirms that Williamson Index calculated without agricultural sector contribution in RGDP is significantly lower than index calculated with agricultural contribution. Analysis employing Kendall’s Tau also confirms the association betweenthe contribution of agricultural sector in RGDP and the value of Williamson index. Over all, the declining trend of regional income disparity in West Sumatra coincides with the increasing contribution of agricultural sector in the RGDP. Keywords: Inequality of Income (Disparity), Williamson Index, RGDP, Role of Agriculture Sector
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Menjadi Peserta Asuransi Usahatani Padi (Autp) Di Kecamatan Pauh Kota Padang Resti aprelesia; Rahmat syahni; Lora triana
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 3 (2019): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i3.183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program AUTP di Kecamatan Pauh dan mengetahui faktor yang mempengaruhi petani dalam mengambil keputusan menjadi peserta asuransi usahatani padi di Kecamatan Pauh. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 26 Juli – 26 Agustus 2019. Data yang digunakan dalam  penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode yang digunakan adalah metode survei yang menggunakan kuisioner sebagai instrumen pengumpulan data. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh atau sensus. Analisis data untuk tujuan pertama dengan deskriptif kualitatif, untuk tujuan kedua dianalisis dengan analisis regresi logistik menggunakan aplikasi SPSS 21. Hasil analisis menunjukan bahwa petani yang mengikuti AUTP umumnya adalah petani yang sebagian besar telah menempuh pendidikan hingga tingkat Sekolah Menengah Atas dan mengusahakan lahan yang berstatus milik sendiri. Keputusan petani dalam mengikuti AUTP dipengaruhi oleh pendidikan dan status kepemilikan lahan. Sedangkan umur, jumlah tanggungan keluarga, penerimaan usahatani, ukuran usahatani dan pengalaman berusahatani tidak berpengaruh secara signifikan.Kata Kunci: Keputusan, Petani, Asuransi Usahatani PadiThis research aims to analyze the implementation of the AUTP program in Pauh District and determine the factors that influence farmers in making decisions to become participants of rice farming insurance in Pauh District. This research was conducted on July 26 to August 26 2019. The data used in this study are primary data and secondary data. The method used is a survey method that uses a questionnaire as an instrument of data collection. The sampling method used is saturated or census sampling. Analysis of data for the first objective with qualitative descriptive, for the second purpose analyzed by logistic regression analysis using the SPSS 21 application. The results of the analysis show that farmers who take part in the AUTP are generally farmers who have mostly been educated up to senior high school level and are seeking land that belongs to alone. Farmers' decisions in joining AUTP are influenced by education and land ownership status. While age, number of family dependents, farm receipts, farm size and experience of farming have no significant effect.Keywords: Decision, Farmers, Rice Farming Insurance
Optimalisasi Produksi Usahatani Sayuran Hidroponik Usaha Hydro Garden Padang Gusma Winda; Vonny Indah Mutiara; Rina Sari
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 2, No 2 (2020): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v2i2.239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan faktor produksi dan optimalisaasi produksi pada usaha sayuran hidroponik di Hydro Garden Padang. Penelitian menggunakan metode studi kasus, dengan respondennya adalah pemilik usaha dan tenaga kerja yang dijadikan sebagai informan kunci. Analisis data menggunakan model program linear dengan bantuan program komputer LINDO (Linier  Interactive Descrete Optimizer). Hasil penelitian menunjukkan Hydro Garden Padang membudidayakan lima jenis sayuran yaitu pakcoy, basil, kailan, romain dan arugula. Input-input produksi yang digunakan dalam kegiatan produksi digolongkan menjadi dua. Input produksi tetap yang digunakan memiliki umur ekonomi 5 tahun sampai 10 tahun. Sedangkan input produksi variabel tidak terdapat permasalahan dalam hal ketersediaannya sehingga proses produksi dapat berjalan dengan lancar. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa keuntungan yang diperoleh pada kondisi optimal yaitu sebesar Rp 6.358.493 dengan  memproduksi pakcoy sebanyak 52,5 kg, kailan sebanyak 19 kg, romain sebanyak 178,125 kg dan arugula sebanyak 95 kg. Hasil analisis dual menunjukkan bahwa yang termasuk kendala sumberdaya  terbatas adalah lahan, benih basil, benih romain, dan benih arugula. Jika terjadi kenaikan ketersediaan sumberdaya tersebut sebesar satu satuan maka akan meningkatkan keuntungan sebesar nilai dual pricenya. Analisis sensitivitas terbagi menjadi dua, yaitu analisis sensitivitas koefisien fungsi tujuan dan analisis sensitivitas nilai ruas kanan kendala. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan nilai peningkatan maksimum dan nilai penurunan maksimum yang masih diperbolehkan agar hasil kondisi optimal tidak mengalami perubahan.
Analisis Penentuan Komoditi Unggulan Berbasis Sektor Pertanian Dalam Mendorong Perekonomian Wilayah Di Kabupaten Lima Puluh Kota Ikhsan Azhari; Hasnah Hasnah; Yenni Oktavia
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 2 (2019): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i2.153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengidentifikasi komoditi unggulan yang perlu dikembangkan dan menjadi pendorong perekonomian daerah dibidang pertanian. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis location quotient (LQ) dan shift-share analisis (SSA) untuk mengetahui komoditi unggulan yang dapat dikembangkan di setiap Kecamatan Kabupaten Lima Puluh Kota. Hasil analisis menunjukkan  komoditi unggulan pada prioritas pertama adalah padi, kacang panjang, manggis, duku, nenas, sirsak dan coklat. Untuk prioritas kedua adalah ketimun, buncis, papaya, kelapa dan gambir. Sedangkan untuk prioritas ketiga adalah terungKata Kunci: Komoditi Unggulan, Pusat Pertumbuhan, Perekonomian DaerahThis study aims to identify superior commodities that need to be developed and become a driver of the regional economy in agriculture. The analytical method used is descriptive quantitative method by using location quotient (LQ) and shift-share analysis (SSA) to find out the superior commodities that can be developed in each District of Lima Puluh Kota. The results of the analysis show that the main commodities in the first priority are rice, beans, mangosteen, duku, pineapple, soursop and chocolate. The second priority is cucumber, beans, papaya, coconut and gambier. Whereas the third priority is eggplant. Keywords: Superior Commodity, Center for Growth, Regional Economy
Komunikasi Pembangunan Partisipatif Pada Program Pemberdayaan Masyarakat di Papua Indah Sulistiani
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 2, No 2 (2020): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v2i2.230

Abstract

Program pemberdayaan masyarakat di Papua akan berlangsung dengan baik manakala dalam pelaksaannya didukung oleh partisipasi masyarakat secara aktif, dimana masyarakat sebagai pelaksana sekaligus penikmat dari hasil-hasil pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauhmana partisipasi masyarakat dalam program pemberdayaan melalui komunikasi yang efektif dan bersinergi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. Lokasi penelitian dilaksanakan di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat komunikasi partiispatif dari analisis SEM menunjukkan nilai koefisien pengaruh positif dengan angka standarized loading factor sebesar 0,20. Artinya bahwa semakin tinggi tingkat komunikasi partisipatif akan semakin meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memberdayakan dirinya.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Dalam Menggunakan Benih Padi Bersertifikat Di Nagari Sumani Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok Ade Sri Novianti; Rahmat Syahni Z; Rusda Khairati
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 2 (2019): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i2.144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan petani yang menggunakan benih bersertifikat dan petani yang tidak menggunakan benih bersertifikat pada usahatani padi dan mengetahui faktor yang mempengaruhi petani dalam mengambil keputusan penggunaan benih bersertifikat pada usahatani padi di Nagari Sumani Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 26 Maret – 26 April 2019. Data yang digunakan dalam   penelitian ini adalah data primer. Metode yang digunakan adalah metode survei yang menggunakan kuisioner sebagai instrumen pengumpulan data. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Analisis data untuk tujuan pertama dengan deskriptif kualitatif, untuk tujuan kedua dianalisis dengan deskriptif kuantitatif menggunakan aplikasi SPSS 21. Hasil analisis menunjukan bahwa petani yang menggunakan benih padi bersertifikat umumnya adalah petani  yang berumur pada rentang 24-45 tahun, sebagian besar telah menempuh pendidikan hingga  tingkat  Sekolah Menengah Atas,  memiliki penguasaan lahan  sebesar 0,25Ha-1Ha, mengusahakan lahan yang berstatus milik sendiri atau tidak disewa. Dan keputusan petani dalam   penggunaan benih bersertifikat dipengaruhi oleh umur petani, penerimaan usahatani, ukuran usahatani dan status kepemilikan lahan. Sedangkan jumlah tanggungan keluarga, tingkat pendidikan, dan pengalaman berusahatani tidak berpengaruh secara signifikan.Kata Kunci: Keputusan, Benih, BersertifikatThis study aims to analyze (1) to describe farmers who use certified seeds and farmers who do not use certified seeds on rice farming in Nagari Sumani, Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok. (2) find out the factors that influence farmers in making decisions on the use of certified seeds in rice farming in Nagari Sumani, Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok. This research was conducted on March 26 - April 26 2019. The data used in this study were primary data. The method used is a survey method that uses questionnaires as an instrument for data collection. The sampling method used is accidental sampling. Data analysis for the first objective was descriptive qualitative, for the second purpose analyzed by descriptive quantitative using the SPSS application. The results of the analysis show that (1) farmers who use certified paddy seeds are generally farmers who are in the range of 24-45 years, most of whom have gone to senior high school level, seeking land that is privately owned or not rented. (2) The decision of the farmer to use certified seeds is influenced by the age of the farmer, farm income, farm size and land ownership status. Keywords: Decision, Seed, Certified
Analisis Modal Sosial pada Kelompok Tobo Konsi dan Keompok Tani Tobo di Nagari Sijunjung Fitria Ramadhani Firlia; Sri Wahyuni; Nuraini Budi Astuti
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 3, No 1 (2021): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i1.412

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mendeskripsikan karakteristik kelompok tobo konsi dan kelompok tani tobo di Nagari Sijunjung (2) menganalisis modal sosial pada kelompok tobo konsi dan kelompok tani tobo di Nagari Sijunjung. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 14 Agustus 2019 sampai 14 September 2019. Metode yang digunakan adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah 210 petani dari 4 kelompok tobo konsi dan 174 petani dari 4 kelompok tani tobo. Penetapan sampel menggunakan teknik proporsional random sampling. Penetapan jumlah sampel menggunakan rumus slovin. Berdasarkan teknik tersebut didapatkan sampel sebanyak 68 petani mewakili kelompok tobo konsi dan 64 petani mewakili kelompok tani tobo. Analisis data yang digunakan ialah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok tobo konsi dan kelompok tani tobo mempunyai tujuan yang sama, yaitu membantu anggota dan mengeratkan rasa saling tolong menolong. Modal sosial pada kelompok tobo konsi dan kelompok tani tobo tidak terlalu jauh berbeda, dimana untuk bonding dan bridging nya sama-sama kuat, dan linking nya sama-sama lemah. Hal ini disebabkan oleh tingginya ikatan kedalam dan ke sesama pada kedua kelompok. Sedangkan pada kelompok tani tobo walaupun memiliki relasi terhadap pihak luar/pemerintah akan tetapi linking nya masih tergolong rendah.
Persepsi Petani Terhadap Program Perluasan Areal Sawah di Nagari Lubuk Basung Kabupaten Agam Dwi Yana Azila; Ira Wahyuni Syarfi; Nuraini Budi Astuti
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 1 (2019): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i1.10

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi petani terhadap program perluasan areal sawah dan mengukur hubungan antara karateristik individu petani dengan persepsi  petapi terhadap program perluasan areal sawah di Nagari Lubuk Basung Kabupaten Agam. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data  adalah metode survei dengan wawancara dan kuisioner. Penelitian ini mengunakan metode sensus terhadap 25 sampel yang memiliki dan mengelola lahan sendiri. Hasil penelitian menunjukkan petani memiliki persepsi positif terhadap program perluasan areal padi sawah dengan nilai tengah 92 pada selang kepercayaan 95% (α = 0.05). Ada dua karateristik individu petani yang memiliki hubungan yang signifikan terhadap persepsi yakni umur dan pengalaman petani, sedangkan tiga karateristik individu lainnya yakni pendidikan, pendapatan dan luas lahan  tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap persepsi petani.Kata kunci : persepsi petani, karateristik individu, perluasan lahan padiThis research aims to assess the farmer’s perception towards extensification program of paddy field and to measure the correlation between individual’s characteristics with the farmer’s perception towards extensification program of paddy field in Lubuk Basung village, Agam regency. The survey methods used to collect and acquire data through interview and questionnaire. This research used census method with a population of 25 people who own the land or having the authority of land management. The results of the research showed that the farmers have positive perception toward the extensification program of paddy field with mean score of 3.92. At 95 percent of confidence level (α = 0.05).There are two of an individual’s characteristics significantly correlated to the perception which are farmer’s age and experience, and there are threeof an individual’s characteristics no significant correlation which are education, income, and the land area.Keywords : Farmer Perceptions, characteristics of the individual, the extensification of paddy fields 
Respon Anggota Kelompok Tani Terhadap Program Upsus Pajale di Kecamatan Metro Barat Kota Metro Malik Ali Yasar; Irwan Effendi; Serly Silviyanti; Abdul Mutolib
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 2, No 1 (2020): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v2i1.203

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pelaksanaan Program Upsus Pajale dan factor-faktor yang berhubungan dengan respon anggota kelompok tani.  Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja di Kecamatan Metro Barat.  Responden dalam penelitian ini berjumlah 72 orang petani.  Penelitan ini dilakukan pada Juni hingga Juli 2018.  Metode penelitian ini menggunakan metode survei, data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan korelasi Rank Spearman.  Hasil penelitian menunjukan pelaksanaan kegiatan program Upsus Pajale di Kecamatan Metro Barat meliputi kegiatan pengembangan jaringan irigasi, peningkatan produktivitas dan indeks pertanaman melalui gerakan penerapan pengolahan tanaman terpadu, penyediaan bantuan benih, pupuk, alat dan mesin pertanian, pengendalian organisme pengganggu tanaman dan penyuluhan dampak perubahan iklim, asuransi pertanian, serta pengawalan dan pendampingan program.  Secara keseluruhan respon anggota kelompok tani dalam Program Upsus Pajale di Kecamatan Metro Barat Kota Metro merespon dengan baik program tersebut. Faktor-faktor yang berhubungan dengan respon anggota kelompok tani dalam Program Upsus Pajale adalah luas lahan. Faktor yang tidak berhubungan dengan respon anggota kelompok tani dalam Program Upsus Pajale adalah umur, tingkat pendidikan formal, pengalaman usahatani, dan jumlah tanggungan keluarga.

Page 3 of 20 | Total Record : 197