cover
Contact Name
Cindy Paloma
Contact Email
cindy@agr.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Joseta.faperta@gmail.com
Editorial Address
JOSETA, Jurusan sosial ekonomi pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Kampus Unand Limau Manis, Padang, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Journal of Socio Economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA)
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 26860953     DOI : https://doi.org/10.25077
Agricultural economics, Farming development, Agricultural management, Agricultural policy, Agricultural extension and communication, Agricultural finance and micro-credit, Rural sociology, Rural planning and development, Rural landscape and natural resources management, Sustainable agriculture, Agro-industry, entrepreneurship in agriculture, Other research on economics and agribusiness
Articles 202 Documents
Analisis Tingkat Kepuasan Petani terhadap Program Asuransi Usahatani Padi (AUTP) di Kecamatan Kuranji Kota Padang Yoza Geelsya; Osmet Osmet; Hasnah Hasnah
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 2, No 3 (2020): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v2i3.403

Abstract

KecamatanKuranjimerupakansalahsatukecamatanyangmengalamipenurunanperkembanganpelaksanaan AUTP di tahun 2018 menjadi di bawah target. Dengan menurunnya tren perkembangan programAUTP mengindikasikan bahwa petani kurang puas terhadap AUTP. Berdasarkan hal tersebut makatujuanpenelitianiniadalah: 1)mendeskripsikanpelaksanaanprogramAUTPdiKecamatanKuranjiKotaPadang,menganalisispersepsipetaniatas kinerja(performance)dankepentinganatribut-atributAUTP,dan(3)menganalisis tingkat kepuasan petani terhadap atribut-atribut AUTP. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan wawancara dan kuisioner. Penelitian ini mengunakan metode accidentalsampling terhadap 30 sampel yang terdaftar pada program AUTP tahun 2018. Berdasarkan hasil analisis Importance-Performance Analysis (IPA) terdapat 5 atribut yang berada pada kuadran Iyaitu atribut persyaratan ganti rugi berdasarkan luas kerusakan, persyaratan ganti rugi berdasarkan umur padi,jumlah klaim yang diterima, lama klaim cair, dan pedoman AUTP. Pada kuadran II terdapat 17 atribut yaitusosialisasi langsung/pertemuan, jaminan yang ditanggung, peran ketua kelompok tani, jumlah subsidi premi,kemudahanprosespendaftaran,formulirpendaftaran,formulirpemberitahuankerusakan,kemudahanmengajukanklaim, peran petugas asuransi, peran PPL dan UPTD kecamatan, jumlah premi swadaya, peran POPT, kemudahanpencairan dana klaim, kemudahan penerimaan klaim, kemudahan proses pengajuan klaim, formulir berita acarapemeriksaan kerusakan, dan kemudahan mendapatkan informasi. Pada kuadran III terdapat 5 atribut yaitu atributinternet, leaflet/spanduk/baliho, pengumuman di masjid, koran/majalah, dan radio. Berdasarkan hasil analisisCustomer Satisfaction Index (CSI) diperoleh nilai sebesar 69,2 persen yang berarti secara umum indeks kepuasanpetaniterhadapatributAUTPyangdianalisisadalahpuas.
Analisis Nilai Tambah dan Profitabilitas Usaha Tahu Alami Di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Nurul Azmita; Vonny Indah Mutiara; Rian Hidayat
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 3 (2019): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i3.179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengolahan kedelai menjadi tahu dan untuk mengetahui nilai tambah serta distribusi dari nilai tambah tersebut dan profitabilitas dari kegiatan produksi tahu yang diproduksi oleh Usaha Tahu Alami. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, dan analisis data dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Untuk menjelaskan mengenai nilai tambah usaha, metode analisis yang digunakan adalah metode nilai tambah Hayami. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa nilai tambah yang dihasilkan dari kegiatan produksi tahu di Usaha Tahu Alami tergolong tinggi. Nilai tambah yang dihasilkan yaitu sebesar Rp 9.104 per kilogram bahan baku kedelai dengan rasio nilai tambah sebesar 50,58 persen. Margin yang dihasilkan yaitu sebesar Rp 10.600 dan kemudian didistribusikan untuk pendapatan tenaga kerja sebanyak 32,7 persen, untuk sumbangan input lain sebesar 14,11 persen dan untuk keuntungan usaha sebesar 53,19 persen. Profitabilitas yang dihasilkan adalah 27 persen yang menunjukkan bahwa dari kegiatan produksi tahu periode Juli 2019, Usaha Tahu Alami mampu menghasilkan keuntungan sebesar 27 persen. Berdasarkan hasil tersebut, dapat direkomendasikan kepada Usaha Tahu Alami agar tetap mempertahankan usahanya, karena nilai tambah yang dihasilkan tergolong tinggi dan mampu memberikan keuntungan dari kegiatan produksi tersebut.Kata kunci : nilai tambah, profitabilitas, tahuThis research aims to know the process of the processing the soybean into a tofu and to find out the value added and to examine the distribution of the value added and the profitability of the tofu production in Usaha Tahu Alami. The research used case study method, and the data were analyzed quantitatively. In order to obtain the value added, data were analyzed using Hayami method. The result shows that the value added generated by Usaha Tahu Alami was high. Based on the analysis, the study found the value added tofu was IDR 9,104,- per kilogram of raw material and the ratio of value added was 50.58 percent. The margin was obtained IDR 10,600 and was distributed for labour income of 32.7 percent, for other current input of 14.11 percent and for company profit of 53.19 percent. The profitability of Usaha Tahu Alami was 27 percent, this shows that tofu production in July 2019, Usaha Tahu Alami able to make profit of 27 percent. Based on the findings the company should maintain its performance. Keywords : value added, profitability, tofu
Analisis Nilai Tambah pada Agroindustri Bawang Goreng Ali Masni di Kota Padang Gary Syukra Rizki; Syahyana Raessi; Muhammad Refdinal
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 2, No 2 (2020): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v2i2.235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendiskripsikan profil Agroindustri Bawang Goreng Ali Masni dan (2) Menganalisis besarnya nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan bawang goreng pada Agroindustri Bawang Goreng Ali Masni. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Analisis data yang digunakan untuk menganalisis besarnya nilai tambah menggunakan metode Hayami. Produk bawang goreng yang dihasilkan dari Agroindustri Bawang Goreng Ali Masni adalah bawang goreng kelas satu, kelas dua dan kelas tiga. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai tambah yang dihasilkan oleh Agroindustri Bawang Goreng Ali Masni untuk produk bawang goreng kelas satu sebesar Rp 16.757,903/kg dengan rasio nilai tambah sebesar 52,368% yang tergolong tinggi dan produk bawang goreng kelas dua sebesar Rp 10.857,903/kg dengan rasio nilai tambah sebesar 45,241% yang tergolong tinggi, sedangkan produk bawang goreng kelas tiga sebesar Rp 5.602,474/kg dengan rasio nilai tambah sebesar 31,125% yang tergolong sedang.
Analisis Risiko Produksi Kopi Robusta Di Jorong Pincuran Tujuah, Nagari Batipuh Baruah, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar Sahnas Hidayah; Nofialdi Nofialdi; Ifdal Ifdal
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 2 (2019): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i2.149

Abstract

Penelitian   ini   dilaksanakan   di   Jorong   Pincuran   Tujuah,   Nagari   Batipuh   Baruah, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar. Tujuan penelitian adalah 1) Menganalisis risiko produksi  yang  terjadi  pada  kopi  Robusta  di  Jorong  Pincuran  Tujuh,  2)  Mendeskripsikan manajemen risiko yang dilakukan oleh petani pada produksi kopi Robusta di Jorong Pincuran Tujuh. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan analisis data deskriptif kualitatif untuk tujuan pertama dan analisis kualitatif untuk tujuan kedua. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat sebanyak 11 sumber risiko produksi Kopi Robusta di Jorong Pincuran Tujuh. Berdasarkan analisis tingkat risiko produksi dengan menggunkan pemetaan risiko, risiko pada kuadran I adalah hama penggerek buah kopi, kurang dalam penyiangan, cuaca saat penjemuran dan semut. Strategi pengelolaan risiko yang dilakukan petani kopi Robusta di Jorong Pincuran tujuh adalah stategi preventif dengan melakukan penyemprotan prekor, penyiangan yang efektif dilakukan oleh beberapa petani, dan berburu.Kata kunci: risiko produksi, sumber risiko, manajemen risikoThis research was conducted in Jorong Pincuran Tujuah, Nagari Batipuh Baruah, Batipuh District, Tanah Datar District. The research objectives were 1) Analyzing the production risk that occurred in Robusta coffee in Jorong Pincuran Tujuh, 2) Describing the risk management carried out by farmers on Robusta coffee production in Jorong Pincuran Tujuh. This study uses a survey method with qualitative descriptive data analysis for the first purpose and qualitative analysis for the second objective. The results revealed that there were as many as 11 risk sources of Robusta Coffee production in Jorong Pincuran Tujuh. Based on an analysis of the level of production risk by using risk mapping, the risk in quadrant I is coffee fruit borer, less weeding, weather during drying and ants. The risk management strategies carried out by Robusta coffee farmers in Jorong Pincuran seven are preventive strategies by spraying precursors, effective weeding carried out by some farmers, and hunting. Keywords: production risk, risk sources, risk management
Analisis Penentuan Pusat-pusat Pertumbuhan dan Komoditi Basis Pertanian Subsektor Perkebunan di Kabupaten Sijunjung Urwathul Wusqa; Melinda Noer; Nuraini Budi Astuti
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 3, No 2 (2021): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i2.417

Abstract

Penelitianinibertujuanuntuk(1)menganalisispusatpusatpertumbuhandiKabupaten Sijunjung berdasarkan jenis fasilitas yang ada. Fasilitas yang digunakanadalahfasilitaspenunjangpertanian.Penelitiandilakukandenganmenggunakanmetode analisis skalogram dan indek sentralitas (2) menganalisis komoditi unggulansubsektor perkebunan yang ada di tiap tiap kecamatan di Kabupaten Sijunjung denganmenggunakananalisislocationquentient(LQ)danshift-shareanalysis(SSA),penelitiandilakukandenganmenggunakanmetodedeskriptifkuantitatif.Hasilanalisis didapatkan wilayah yang menjadi pusat pertumbuhan pada hierarki I adalahKecamatan Kamang Baru dengan nilai indeks sentralitas 719,9 memiliki komoditibasis kelapa sawit di prioritas pengembangan pertama, dan Koto VII dengan nilaiindeks sentralitas 682,5 memiliki komoditi basis karet di prioritas pengembanganpertama dan kelapadi prioritas ketiga.
Analisis Pengelolaan Air Dalam Usaha Tani Padi Pada Lahan Sawah Yang Areal Airnya Melimpah Dengan Areal Airnya Kurang Di Kelurahan Kuranji Kota Padang Intan Widia Astuti; Mahdi Mahdi; Syahyana Raesi
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 2 (2019): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i2.140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  pengelolaan air terhadapa usahatani padi pada areal airnya melimpah dan areal airnya kurang dengan melihat perbandingan pendapatan dan keuntungan petani. Penelitian  ini  dilaksanakan  pada  tanggal  15  Maret-14  April  2019.  Metode  yang  digunakan  dalam penelitian ini adalah metode survey. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan responden langsung dilapangan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpulan data. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan cara sensus, Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 66 orang. Teknik dianalisis data yaitu untuk tujuan pertama dan kedua   dengan deskriptif kualitatif, untuk tujuan ketiga  dianalisis dengan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan air pada petani areal airnya kurang lebih efesien dibandingkan dengan pengelolaan air petani padi yang melimpah. Pendapatan yang diperoleh petani  areal  airnya  melimpah  sebesar  Rp.  6.892.500  dan  petani  areal  airnya  kurang  memperoleh pendapatan sebesar Rp. 9.517.854.  Sedangkan keuntungan yang diperoleh petani areal airnya melimpah sebesar Rp. 1.470.124 dan petani areal airnya kurang memperoleh keuntungan sebesar Rp. 3.770.391. Hasil penelitian menunjukan bahwa petani padi areal airnya kurang lebih menguntungkan dibandingkan petani padi areal airnya melimpah. Dari hasil Uji T dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapatan dan keuntungan antara petani Lapau Munggu dan Kayu Bajak. Saran untuk Petani Lapau Munggu lebih memperhatikan lagi pengelolaan air terhadap usahatani, sehingga hasil produksi pada usahatani padi meningkat.Kata kunci : Usahatani padi, Pengelolaan air, pendapatan, keuntunganThis study aims to analyze water management on rice farming in abundant water areas and lack of water area by looking at the comparison of farmers' income and profits. This research was conducted on March 15-April 14 2019. The method used in this study was the survey method. The data used are primary data and secondary data. Data collection is done through interviews with respondents directly in the field using questionnaires as a data collection tool. Sampling in this study was conducted by census, the sample used in this study amounted to 66 people. The data were analyzed for the first and second objectives with qualitative descriptive, for the third purpose analyzed by quantitative. The results showed that water management for farmers in the area of water was less efficient compared to the abundant management of rice farmers. The income obtained by farmers in the area of abundant water is Rp. 6,892,500 and farmers in the water area received less than Rp. 9,517,854. While the benefits obtained by farmers in the area of abundant water is Rp. 1,470,124 and farmers in the water area have not received a profit of Rp. 3,770,391. The results showed that rice farmers in the area of water were more or less profitable than rice farmers in the area of abundant water. From the results of the T Test, it can be concluded that there are significant differences between income and profits between Lapau Munggu and Kayu Bajak farmers. Suggestions for Farmers in Lapau Munggu pay more attention to water management for farming, so that production on rice farming increases. Keywords: Rice farming, Water management, income, profits
Pengaruh Penggunaan Lahan Kakao yang diintegrasikan dengan Kelapa Sawit terhadap Keanekaragaman Serangga Predator dan Parasitoid Nurfina Yenti; Juniarti Juniarti; Siska Effendi
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 2, No 1 (2020): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v2i1.220

Abstract

Perubahan tipe penggunaan lahan kakao monokultur menjadi polikultur secara tidak langsung akan mempengaruhi komponen penyusun ekosistem tersebut. Serangga adalah komponen biotik yang respon terhadap perubahan ekosistem, sehingga menarik untuk dikaji khususnya serangga predator dan parasitoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan lahan kakao yang diintegrasikan dengan kelapa sawit terhadap keanekaragaman serangga predator dan prasitoid. Penelitian ini dilaksanakan pada beberapa tipe penggunaan lahan yakni lahan kakao-kelapa sawit, kakao, kelapa sawit dan hutan di Nagari Sitiung, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya. Penelitian ini berbentuk survei dengan metode penentuan petak sampel yakni systematic sampling menggunakan pola yang disesuaikan dengan bentuk masing-masing lahan. Metode pengambilan sampel yakni pitfall trap, yellow pan trap, insect net, dan hand collecting. Total serangga predator dan parasitoid yang dikoleksi terdiri dari 9 ordo, 33 famili, 84 morfospesies dan 2,848 individu. Keanekaragaman serangga predator dan parasitoid dipengaruhi oleh tipe penggunaan lahan (p = 0.0034). Keanekaragaman serangga pradator Serangga predator yang memiliki kelimpahan individu tertinggi pada semua lahan yakni Formicidae. Serangga parasitoid yang memiliki kelimpahan individu tertinggi yakni Braconidae pada lahan kakao-kelapa sawit, Tachinidae pada lahan kakao, Tiiphidae pada lahan kelapa sawit dan Ichneumonidae pada hutan
Dampak Program Perhutanan Sosial terhadap Pendapatan Masyarakat di Hutan Nagari Sungai Buluh Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman Lisa Aletrino; Mahdi Mahdi; Rina Sari
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 3, No 1 (2021): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i1.408

Abstract

Perhutanan sosial merupakan sistem pengelolaan sumber daya hutan pada kawasan hutan Negara yang melibatkan masyarakat yang tinggal disekitar hutan sebagai pelaku dalam meningkatkan kesejahteraannya. Tujuan program perhutanan sosial adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui mekanisme pemberdayaan namun tetap menjaga kelestarian hutan. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan masyarakat dari hasil hutan dalam kawasan perhutanan sosial dan mengetahui sejauh mana program perhutanan sosial merubah pendapatan masyarakat dari hasil hutan dalam kawasan program perhutanan sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan survey, dengan alat analisis Uji Paired Sample T Test. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada 29 responden masyarakat Sungai Buluh yang termasuk dalam anggota LPHN Sungai Buluh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan masyarakat per bulan setelah adanya program perhutanan sosial yaitu sebesar Rp 4.924.063 lebih besar daripada pengeluaran rumah tangga masyarakat per bulan yaitu sebesar Rp 3.433.621 sehingga dapat dikatakan bahwa masyarakat pengelola Hutan Nagari memiliki ketergantungan terhadap sumber daya hutan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa adanya dampak program perhutanan sosial terhadap pendapatan masyarakat Hutan Nagari Sungai Buluh. Hal ini diperoleh dari hasil Uji Paired Sample T Test yang memperoleh nilai t-hitung sebesar 11.127 t-tabel sebesar 2.048 sehingga H0 ditolak Ha diterima. Sehingga masyarakat Nagari Sungai Buluh diharapkan selalu menjaga kelestarian hutan agar dapat dimanfaatkan dengan baik.
Analisis Perbandingan Pendapatan dan Keuntungan Usaha Tani Minapadi dengan Padi Konvensional di Nagari Talang Maur Kecamatan Mungka Kabupaten Lima Puluh Kota Milani Kurnia Ilahi; Sri Wahyuni; Yusri Usman
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 1 (2019): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i1.6

Abstract

Penurunan  produktiftas lahan sawah terjadi karena terjadi pergeseran fungsi lahan menjadi fungsi non pertanian. Salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan petani adalah dengan mengubah strategi usaha tani yang dilakukan dari pertanian padi conventional ke pertanian minapadi. Tujuan penelitian ini  untuk melihat teknik budidaya dan untuk menganalisis perbandingan pendapatan dan keuntungan dari sistem pertanian minapadi dengan pertanian padi konvensional. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan uji t. Hasil analisis menunjukkan bahwa teknik minapadi dengan padi konvensional memiliki persamaan dan perbedaan. Secara umum teknik penanaman minapadi sesuai dengan rekomendasi FAO walaupun masih ada beberapa perberdaan karena kesesuaian lokasi. Sementara teknik penanaman padi konvensional belum dilakukan secara optimal karena petani masih menerapkan kebiasaan yang turun temurun. Hasil uji t menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapatan usahatani minapadi dengan usaha tani konvensional dan tidak ada perbedaan signifikan antara keuntungan minapadi dengan usaha tani konvensional.Kata kunci : usahatani minapadi, usahatani padi konvesional, pendapatan, keuntunganRice fields as rice production resources are decreasing due to the shifting of land functions to non-agricultural functions. One way that can improve farmers' income is to change the agricultural strategy from conventional rice farming to minapadi farming. The purpose of this study is to see the cultivation technique and to analyze the comparison of income and profit of minapadi farming system with conventional rice farming. Data were analyzed descriptively qualitative and quantitative descriptive by using t test. The result of the analysis shows that minapadi farming techniques with conventional rice have similarities and differences. In general, minapadi cultivation techniques are in accordance with FAO recommendations although there are still some differences due to the suitability of the location. While conventional rice cultivation techniques have not been done optimally because farmers are still applying in accordance with the habits and hereditary. From result of t test, there is significant difference of earnings between minapadi farming with conventional rice farming and there is no significant difference of profit between minapadi farming with conventional rice farming. Keywords: Minapadi Farming, Covensional rice farming, Income and Profits
Analisis Efektivitas Kebijakan Pupuk Bersubsidi Bagi Petani Padi Di Nagari Cupak Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok Nini Rigi; Syahyana Raessi; Rafnel Azhari
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 3 (2019): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i3.184

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui prosedur pelaksanaan program pupuk bersubsidi dan menganalisis efektivitas penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani padi. Penelitian dilakukan di Nagari Cupak Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok yang dilaksanakan dari bulan September hingga Oktober 2019. Metode ini dilakukan menggunakan metode survei dan untuk menentukan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Prosedur pelaksanaan pupuk subsidi ditempat penelitian yaitu di Nagari Cupak Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok sudah terlaksana sesuai dengan petunjuk pelaksanaan yang telah ditetapkan. Namun masih ada permasalahan yang terjadi seperti RDKK yang disusun sendiri oleh petani tanpa didampingi oleh penyuluh, berkurangnya keaktifan kelompok tani dalam musywarah untuk menyusun RDKK sehingga RDKK yang digunakan adalah RDKK yang disusun pada tahun sebelumnya. Karena hal ini membuat pengecer juga bisa menggunakan RDKK kelompok tani pada tahun sebelumnya. Kebijakan subsidi pupuk diukur dalam empat indikator tepat, yaitu harga, jenis, waktu, dan jumlah. Berdasarkan keempat indikator tersebut tiga indikator yaitu jenis, waktu dan jumlah dapat dikategorikan efektif, sedangkan untuk indikator tepat harga untuk kebijakan subsidi pupuk belum dapat dikategorikan efektif dikarenakan adanya masalah kesenjangan harga pada  pupuk subsidi pada petani, Lini III (distributor) menjual pupuk subsidi diatas HET kepada Lini IV (kios resmi) karena ada tambahan biaya angkut dan bongkar muat. Sehingga menyebabkan pengecer juga menjual pupuk subsidi kepada petani diatas HET.Kata kunci : prosedur, harga, jenis, waktu, jumlahThis study aims to determine the procedures for implementing the subsidized fertilizer program and analyze the effectiveness of the distribution of subsidized fertilizer to rice farmers. The study was conducted in Nagari Cupak, Gunung Talang District, Solok Regency, which was conducted from September to October 2019. This method was conducted using a survey method and to determine the sample using a purposive sampling method. Data were analyzed using descriptive and qualitative analysis. The results showed that the procedure for implementing subsidized fertilizers at the research site in Nagari Cupak, Gunung Talang District, Solok Regency had been carried out in accordance with the stipulated implementation instructions. However, there are still problems that occur such as RDKK which are compiled by farmers themselves without being accompanied by extension workers, reduced activity of farmer groups in deliberations to prepare RDKK so that the RDKK used is RDKK which was compiled in the previous year. Because this allows retailers to also use the farmer group RDKK in the previous year. Fertilizer subsidy policy is measured in four precise indicators, namely price, type, time, and amount. Based on the four indicators, three indicators namely type, time and amount can be categorized as effective, while for the right price indicator for fertilizer subsidy policy can not be categorized as effective due to the problem of price gap on fertilizer subsidies to farmers, Lini III (distributor) sells subsidized fertilizer above HET to Lini IV (official kiosk) because there are additional transportation and loading and unloading costs. As a result, retailers also sell subsidized fertilizers to farmers above HET.Keywords: procedure, price, type, time, amount

Page 4 of 21 | Total Record : 202