cover
Contact Name
Ferdinand Salomo Leuwol
Contact Email
leuwol.geos2@gmail.com
Phone
+6285228918677
Journal Mail Official
leuwol.geos2@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ir. M. Putuhena Poka Ambon
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti
Published by Universitas Pattimura
ISSN : -     EISSN : 29880203     DOI : https://doi.org/10.30598/jpguvol1iss1pp1-11
Geography Education Physical Geography Human Geography Geographic Information System (GIS) Remote Sensing Environmental Science Disaster Mitigation
Articles 158 Documents
Analisis Dampak Galian C Pada Lingkungan Di Desa Benjina Kecamatan Aru Tengah Kabupaten Kepulauan Aru Sensya Saitian; Mohammad Amin Lasaiba,; Robert Berthy Riry
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol5iss1pp59–78

Abstract

Abstrak (Bahasa Indonesia) Aktivitas pertambangan galian C berupa pasir dan batu di wilayah pesisir Desa Benjina, Kecamatan Aru Tengah, Kabupaten Kepulauan Aru terus meningkat seiring kebutuhan material konstruksi dan pembangunan infrastruktur masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak aktivitas pertambangan galian C terhadap kondisi lingkungan dan sosial ekonomi masyarakat pesisir. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada masyarakat sekitar kawasan tambang serta pekerja tambang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pertambangan memberikan dampak positif berupa peningkatan pendapatan masyarakat, terbukanya lapangan pekerjaan, berkembangnya jasa transportasi lokal, serta meningkatnya aksesibilitas material bangunan dengan harga yang lebih terjangkau. Harga pasir berkisar Rp200.000–Rp500.000 per kubik, sedangkan batu kerikil berkisar Rp10.000–Rp15.000 per karung. Di sisi lain, aktivitas pertambangan menyebabkan abrasi pantai, sedimentasi perairan, kerusakan jalan desa, meningkatnya debu dan kebisingan lingkungan, penurunan kualitas tanah, serta terganggunya habitat flora dan fauna pesisir. Aktivitas pertambangan juga memengaruhi kenyamanan permukiman dan perubahan pola sosial masyarakat sekitar kawasan tambang. Penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas pertambangan rakyat memberikan manfaat ekonomi jangka pendek, namun berpotensi menurunkan kualitas lingkungan apabila tidak dikelola secara berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan pemerintah, rehabilitasi kawasan pesisir, dan pengelolaan tambang berbasis lingkungan guna menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi masyarakat dan kelestarian lingkungan pesisir. Kata kunci: pertambangan galian C, dampak lingkungan, sosial ekonomi masyarakat
Proses Budidaya Mutiara Laut (Pinctada Maxima) untuk Mendukung Kelayakan Usaha Pendapatan Masyarakat di Desa Hatusua Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat Christin Tanamal; Ferdinand Salomo Leuwol; Robert Berthy Riry
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol5iss1pp196–211

Abstract

Budidaya mutiara laut (Pinctada maxima) merupakan salah satu komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses budidaya mutiara laut serta kelayakan usaha dalam mendukung peningkatan pendapatan masyarakat di Desa Hatusua, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada masyarakat pembudidaya mutiara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses budidaya mutiara laut meliputi pemilihan lokasi budidaya, pemasangan longline, penggunaan pocket net dan spat collector, pemeliharaan, pembersihan rutin, hingga tahap pemanenan. Keberhasilan budidaya dipengaruhi oleh kualitas perairan, keterampilan tenaga kerja, kondisi cuaca, serta ketersediaan sarana dan prasarana produksi. Selain itu, penerapan teknik budidaya sistem bendera terbukti mampu menekan tingkat kematian spat dan meningkatkan efektivitas pemeliharaan dibandingkan metode konvensional. Analisis kelayakan usaha menunjukkan nilai B/C ratio sebesar 4,01 yang menandakan bahwa usaha budidaya mutiara laut layak dan prospektif untuk dikembangkan. Usaha ini tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi bagi pembudidaya, tetapi juga mampu membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, pengembangan budidaya mutiara laut perlu didukung melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan sarana produksi, penerapan teknologi budidaya yang tepat, serta pengelolaan lingkungan pesisir secara berkelanjutan.
Produktivitas Rumput Laut Untuk Memenuhi Kebutuhan Hidup Masyarakat di Desa Namtabung Kabupaten Kepulauan Tanimbar Stevi L. Oratmangun; Susan Evelin Manakane; Mohammad Amin Lasaiba,
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol5iss1pp148–162

Abstract

Budidaya rumput laut merupakan salah satu sektor ekonomi pesisir yang memiliki peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Namtabung, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya ketergantungan masyarakat pesisir terhadap hasil budidaya rumput laut sebagai sumber pendapatan utama dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas budidaya rumput laut dalam memenuhi kebutuhan hidup masyarakat serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat produktivitas rumput laut di wilayah penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei deskriptif yang didukung data kualitatif melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Populasi penelitian berjumlah 40 petani rumput laut di Desa Namtabung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya rumput laut memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan pendapatan masyarakat pesisir. Produktivitas rumput laut dipengaruhi oleh kondisi perairan, perubahan iklim, serangan hama dan penyakit, teknologi budidaya, serta fluktuasi harga pasar. Pendapatan dari usaha budidaya rumput laut mampu memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga seperti pangan, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan sehari-hari. Selain itu, keterampilan masyarakat dalam pengelolaan budidaya rumput laut menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan produksi. Penelitian ini menunjukkan bahwa budidaya rumput laut memiliki potensi besar sebagai sektor ekonomi unggulan masyarakat pesisir sehingga perlu didukung melalui peningkatan teknologi budidaya, pelatihan masyarakat, akses permodalan, serta penguatan sistem pemasaran guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Kata Kunci: Produktivitas, Rumput Laut, Budidaya, Kesejahteraan Masyarakat, Pendapatan Masyarakat
Karakteristik Hidrologi Daerah Aliran Sungai (DAS) Waai Lawa dan Dampaknya terhadap Ketersediaan Air di Wilayah Pemukiman Penduduk Sekitar Bandara Patimura Kota Ambon Elsa C. Cherestian; Daniel Anthoni Sihasale; Rafael Marthinus Osok
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 4 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol4iss3pp619–636

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik hidrologi Daerah Aliran Sungai (DAS) Wai Lawa dan dampaknya terhadap ketersediaan air di wilayah permukiman sekitar Bandara Pattimura Kota Ambon. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan hidrologi dan geografi lingkungan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, pengukuran debit sungai, kecepatan aliran, luas penampang sungai, serta penyebaran kuesioner kepada masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit aliran sungai pada titik 1 sebesar 0,60 m³/detik dan pada titik 2 sebesar 0,22 m³/detik dengan kecepatan aliran relatif stabil. Tingkat ketersediaan air masyarakat berada pada kategori baik dengan persentase sebesar 66%. Namun demikian, pada musim kemarau sebagian masyarakat mengalami penurunan pasokan air akibat berkurangnya debit sungai dan cadangan air tanah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa karakteristik hidrologi DAS berpengaruh langsung terhadap kontinuitas ketersediaan air masyarakat.
Pengaruh Keberadaan Perusahaan Kerang Mutiara CV. RDR Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat di Desa Sathean Kabupaten Maluku Tenggara Maria T P Melwair; Rafael Marthinus Osok; Mohammad Amin Lasaiba,
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol5iss1pp16–29

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keberadaan perusahaan kerang mutiara CV. RDR terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di Desa Sathean, Kabupaten Maluku Tenggara. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan geografi sosial ekonomi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada 30 responden yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan perusahaan memberikan dampak positif terhadap kehidupan masyarakat, terutama dalam peningkatan kesempatan kerja, pendapatan rumah tangga, keterampilan kerja, serta stabilitas ekonomi. Pada aspek sosial, perusahaan berkontribusi terhadap peningkatan interaksi sosial, kerja sama masyarakat, dan perubahan pola mata pencaharian dari sektor perikanan tradisional menuju sektor industri budidaya mutiara. Selain itu, keberadaan perusahaan turut mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan hidup dan pendidikan keluarga. Meskipun demikian, masih terdapat kendala berupa keterbatasan kesempatan kerja dan belum meratanya manfaat ekonomi yang diterima seluruh masyarakat.
Kajian Aktivitas Penambangan Material Golongan C terhadap Kualitas Air Sungai Wai Lawa di Wilayah Bandara Pattimura Desa Laha Kota Ambon Katerina Knyartutu; Daniel Anthoni Sihasale; Ferdinand Salomo Leuwol
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol5iss1pp1–15

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aktivitas penambangan material golongan C terhadap kualitas air Sungai Wai Lawa di wilayah Bandara Pattimura Desa Laha Kota Ambon. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan geografi lingkungan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, dokumentasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada masyarakat sekitar sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas penambangan material golongan C menyebabkan perubahan kondisi fisik sungai berupa peningkatan sedimentasi, erosi tebing sungai, dan berkurangnya vegetasi di sekitar sempadan sungai. Selain itu, kualitas air Sungai Wai Lawa mengalami penurunan yang ditandai dengan meningkatnya tingkat kekeruhan air dan banyaknya endapan lumpur pada badan sungai. Dampak aktivitas penambangan juga dirasakan masyarakat melalui menurunnya kualitas air untuk kebutuhan rumah tangga. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan penambangan yang lebih memperhatikan aspek konservasi lingkungan secara berkelanjutan
Analisis Kualitas Air Sumur Bor di Perumnas RT 001 RW 005 Kelurahan Tihu Kecamatan Teluk Ambon Kota Ambon Yunita Taponsabi; Robert Berthy Riry; Mohammad Amin Lasaiba,
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol5iss1pp47–58

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas air sumur bor di Perumnas RT 001 RW 005 Kelurahan Tihu, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon berdasarkan parameter fisik, kimia, dan biologis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri atas dua sumur bor yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan pengujian laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh parameter fisik dan kimia pada kedua titik pengamatan memenuhi baku mutu berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023. Parameter warna, kekeruhan, bau, pH, nitrat, dan kesadahan total masih berada dalam batas yang diperbolehkan. Namun, hasil pengujian biologis menunjukkan bahwa sumur bor pada titik pertama mengandung Escherichia coli dan total coliform sebesar 65 CFU/100 mL sehingga tidak memenuhi baku mutu, sedangkan titik kedua tidak mengandung bakteri tersebut. Perbedaan kualitas biologis air diduga berkaitan dengan kondisi sanitasi dan lingkungan sekitar sumur. Oleh karena itu, diperlukan pemantauan kualitas air secara berkala untuk menjamin keamanan penggunaan air oleh masyarakat.
Analisis Pengaruh Usaha Bagan Ikan bagi Masyarakat Pesisir yang dikaitkan dengan Pendapatan Negeri Oma Lendra S Pattikawa; Wiclif Sephnath Pinoa; Mohammad Amin Lasaiba,
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol5iss1pp30–46

Abstract

Usaha bagan ikan merupakan salah satu aktivitas ekonomi utama masyarakat pesisir yang berperan penting dalam mendukung penghidupan rumah tangga nelayan pada wilayah kepulauan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif eksplanatori. Data diperoleh dari 20 nelayan bagan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data meliputi analisis deskriptif, analisis pendapatan, regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha bagan ikan memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan terhadap peningkatan pendapatan masyarakat pesisir. Rata-rata pendapatan bersih nelayan mencapai Rp900.000 per trip atau sekitar Rp22.500.000 per bulan. Analisis regresi menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara usaha bagan ikan dan pendapatan masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa usaha bagan tidak hanya berfungsi sebagai alat produksi perikanan, tetapi juga sebagai aset ekonomi yang memperkuat keberlanjutan penghidupan masyarakat pesisir pada kawasan kepulauan.