cover
Contact Name
Ferdinand Salomo Leuwol
Contact Email
leuwol.geos2@gmail.com
Phone
+6285228918677
Journal Mail Official
leuwol.geos2@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ir. M. Putuhena Poka Ambon
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti
Published by Universitas Pattimura
ISSN : -     EISSN : 29880203     DOI : https://doi.org/10.30598/jpguvol1iss1pp1-11
Geography Education Physical Geography Human Geography Geographic Information System (GIS) Remote Sensing Environmental Science Disaster Mitigation
Articles 160 Documents
Persepsi Masyarakat Terhadap Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) dalam Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih pada Masyarakat Komplek Lopin Desa Leksula Kecamatan Leksula Kabupaten Buru Selatan Solissa, Filein Ceta; Lasaiba, Mohammad Amin; Riry, Robert Berthy
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 4 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol4iss3pp553–563

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis pelayanan air bersih yang dialami masyarakat Komplek Lopin, Desa Leksula, Buru Selatan, akibat kinerja PDAM yang belum optimal. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi persepsi masyarakat terhadap pelayanan PDAM serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pemenuhan air bersih. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun PDAM telah menyediakan air bersih, kualitas dan kontinuitas layanan dinilai rendah oleh masyarakat. Hambatan utama yang diidentifikasi meliputi kerusakan instalasi, kurangnya teknisi, serta ketidakteraturan distribusi air. Temuan ini menegaskan pentingnya perbaikan manajemen pelayanan, peningkatan jumlah petugas lapangan, dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sumber air alternatif. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa perbaikan kinerja PDAM dapat berkontribusi pada peningkatan kepuasan masyarakat terhadap layanan publik. Disarankan agar PDAM meningkatkan tanggapan terhadap pengaduan, mempercepat perbaikan infrastruktur, serta menjalin sinergi dengan masyarakat untuk mengoptimalkan keberlanjutan pelayanan air bersih
Analisis Tingkat Kebutuhan Penggunaan Sarana Transportasi di Desa Neniari Kecamatan Taniwel (Studi Pergerakan Orang, Barang dan Jasa) Lumatalale, Erni; Salakory, Mellianus; Sihasale, Daniel Anthoni
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 4 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol4iss3pp564–579

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya transportasi dalam menunjang mobilitas masyarakat pedesaan, khususnya dalam pergerakan orang, barang, dan jasa yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan penggunaan sarana transportasi masyarakat Desa Neniari Kecamatan Taniwel. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki tingkat penggunaan transportasi yang cukup tinggi terutama untuk kegiatan perdagangan, pendidikan, dan distribusi hasil pertanian. Transportasi roda dua dan angkutan desa menjadi sarana utama yang digunakan oleh masyarakat dalam melakukan mobilitas sehari-hari. Temuan penelitian ini memberikan gambaran empiris mengenai pola kebutuhan transportasi masyarakat pedesaan serta menunjukkan pentingnya peningkatan infrastruktur transportasi untuk mendukung mobilitas masyarakat. Rekomendasi penelitian menekankan perlunya peningkatan sarana transportasi dan perbaikan kondisi jalan untuk memperkuat konektivitas wilayah pedesaan
Dinamika Pergerakan Orang, Barang, dan Jasa dalam Mendukung Aktivitas Ekonomi Masyarakat (Studi Kasus Transportasi Penyeberangan Maksemang ke Pelauw) Tuarissa, Maria Frisilya; Salakory, Melianus; Riry, Johan
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 4 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol4iss3pp580–598

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya transportasi penyeberangan dalam mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah kepulauan. Jalur penyeberangan Maksemang–Pelauw menjadi sarana utama yang digunakan masyarakat untuk melakukan perjalanan, distribusi barang, serta berbagai aktivitas sosial ekonomi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika pergerakan orang, barang, dan jasa dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transportasi penyeberangan berperan penting dalam meningkatkan mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi hasil laut dan hasil pertanian, serta mendorong aktivitas perdagangan antara Maksemang dan Pelauw. Selain itu, transportasi penyeberangan juga memperkuat interaksi sosial masyarakat serta membuka peluang kerja baru di sektor jasa transportasi dan perdagangan. Temuan ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya transportasi penyeberangan dalam mendukung konektivitas wilayah kepulauan serta peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat sehingga diperlukan pengelolaan transportasi yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Sistem Pola Tanam terhadap Perekonomian Masyarakat Dusun Mangge-Mangge Desa Luhu Kecamatan Huamual Wagola, Santri Aulia; Pinoa, Wiclif Sephnath; Riry, Johan
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 4 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol4iss3pp599–615

Abstract

Sistem pola tanam masyarakat kepulauan berperan penting dalam menjaga ketahanan ekonomi rumah tangga petani pada wilayah yang masih bergantung pada kondisi musim dan pengelolaan lahan tradisional. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sistem pola tanam terhadap ketahanan ekonomi masyarakat Dusun Mangge-Mangge, Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner terhadap 109 responden petani yang dipilih secara simple random sampling. Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem tumpangsari lebih dominan diterapkan dibandingkan monokultur. Sistem pola tanam terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketahanan ekonomi rumah tangga petani dengan nilai signifikansi 0,000 dan R² sebesar 0,684.
Faktor-Faktor Penyebab Kerusakan Ekosistem Terumbu Karang di Perairan Desa Kufar Kecamatan Tutok Tolu Kabupaten Seram Bagian Timur Siti Saleha Fatlira; Mohammad Amin Lasaiba,; Edward Gland Tetelepta
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol5iss1pp59–69

Abstract

Ekosistem terumbu karang memiliki peran penting secara ekologis dan sosial ekonomi, namun mengalami penurunan kualitas akibat tekanan lingkungan dan aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi terumbu karang, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kerusakan, serta menentukan faktor yang paling dominan di perairan Desa Kufar, Kabupaten Seram Bagian Timur. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap masyarakat pesisir dan nelayan yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi terumbu karang mengalami degradasi yang ditandai oleh kerusakan fisik, pemutihan karang, serta penurunan populasi ikan karang. Faktor penyebab terdiri dari faktor alami seperti peningkatan suhu, sedimentasi, dan predator alami, serta faktor antropogenik seperti penangkapan ikan destruktif, penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan, dan pencemaran laut. Temuan utama menunjukkan bahwa aktivitas manusia menjadi faktor paling dominan karena bersifat terus-menerus dan berdampak lebih besar dibandingkan faktor alami. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis persepsi masyarakat dalam mengungkap dinamika kerusakan terumbu karang di wilayah yang minim data kuantitatif, sekaligus memberikan kontribusi pada penguatan analisis sosial-ekologis dalam kajian pesisir. Implikasinya, diperlukan pengelolaan berkelanjutan melalui peningkatan kesadaran masyarakat, pengawasan aktivitas perikanan, serta kebijakan lingkungan yang lebih tegas, dengan rekomendasi penerapan praktik penangkapan ramah lingkungan dan program edukasi berbasis komunitas. Kata kunci: terumbu karang, kerusakan ekosistem, faktor antropogenik
Kualitas dan kuantitas air bersih masyarakat Desa Ewiri Kecamatan Leksula Kabupaten Buru Selatan Yolanda Teslatu; Melianus Salakory; Robert Berthy Riry
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol5iss1pp131–147

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kehidupan manusia, namun ketersediaannya baik dari segi kualitas maupun kuantitas masih menjadi permasalahan di wilayah pedesaan, termasuk Desa Ewiri Kecamatan Leksula Kabupaten Buru Selatan, dimana sumber air memiliki kandungan kapur yang tinggi sehingga berpotensi mempengaruhi kelayakan konsumsi dan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas dan kuantitas air bersih yang digunakan masyarakat serta kesesuaiannya dengan kebutuhan domestik berdasarkan standar kualitas air bersih. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui observasi, dokumentasi, wawancara, dan pengujian laboratorium terhadap parameter fisika, kimia, dan biologi, dengan sampel diambil secara simple random sampling dari rumah tangga pengguna air serta dianalisis mengacu pada standar Permenkes tentang kualitas air bersih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara fisik air tergolong jernih, tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa, sedangkan secara kimia terdapat kandungan kapur atau kesadahan yang cukup tinggi yang ditandai dengan terbentuknya kerak putih saat pemanasan, namun masih berada dalam batas yang diperbolehkan untuk kebutuhan domestik. Dari aspek kuantitas, ketersediaan air dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat seperti minum, memasak, mandi, dan mencuci, meskipun pada musim kemarau berpotensi mengalami penurunan debit air. Temuan ini menunjukkan bahwa sumber air di Desa Ewiri masih layak digunakan, tetapi memerlukan pengolahan sederhana sebelum dikonsumsi guna mengurangi kadar kapur dan meminimalkan risiko kesehatan jangka panjang. Implikasinya, diperlukan pengelolaan sumber air melalui sistem penyaringan sederhana, edukasi masyarakat terkait kualitas air, serta dukungan pemerintah dalam penyediaan sarana air bersih yang aman, sehat, dan berkelanjutan. Kata kunci: kualitas air, kuantitas air, air bersih
Analisis Kompetensi Pedagogik Guru IPS dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SMP LKMD Laha Gricillia Katipana; Franklin William Ubra; Geradin Rehatta
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol5iss1pp70–90

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kompetensi pedagogik guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPS pada implementasi Kurikulum Merdeka di SMP LKMD Laha. Permasalahan yang ditemukan menunjukkan masih adanya kendala guru dalam merancang pembelajaran, menyusun pertanyaan pemantik, mengelola waktu, serta memanfaatkan teknologi pembelajaran secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi pedagogik guru IPS di SMP LKMD Laha. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas guru IPS di SMP LKMD Laha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru IPS telah menerapkan kompetensi pedagogik melalui pemahaman karakteristik peserta didik, penguasaan teori belajar, pengembangan kurikulum dan perangkat pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis, pemanfaatan teknologi pembelajaran, serta evaluasi hasil belajar dan pengembangan potensi peserta didik. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu dalam penyusunan media pembelajaran, penggunaan teknologi yang belum optimal, serta kesulitan dalam menyusun pertanyaan pemantik sesuai Kurikulum Merdeka. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru berperan penting dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, interaktif, dan berpusat pada peserta didik. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa peningkatan kompetensi pedagogik guru perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan, pengembangan strategi pembelajaran, dan pemanfaatan teknologi pendidikan guna meningkatkan kualitas pembelajaran IPS di sekolah. Kata Kunci: Kompetensi Pedagogik, Guru IPS, Pembelajaran
Usaha Kopra Untuk Memenuhi Kebutuhan Ekonomi Masyarakat Desa Tounussa, Kecamatan Taniwel Timur, Kabupaten Seram Bagian Barat Gadrina Matayane; Johan Riry; Robert Berthy Riry
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol5iss1pp163–175

Abstract

Indonesia sebagai negara agraris memiliki ketergantungan tinggi pada sektor perkebunan, khususnya komoditas kelapa yang diolah menjadi kopra sebagai sumber pendapatan utama masyarakat pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran usaha kopra dalam memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat Desa Tounussa, Kecamatan Taniwel Timur, Kabupaten Seram Bagian Barat secara lebih komprehensif dan terukur.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 30 petani dari populasi sekitar 45 orang dengan metode simple random sampling. Analisis data dilakukan melalui perhitungan biaya produksi, penerimaan, pendapatan, serta kelayakan usaha menggunakan Benefit Cost Ratio (B/C).Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha kopra menghasilkan pendapatan yang relatif stabil, berkisar antara Rp5.176.500 hingga Rp17.458.000 per tahun, dengan nilai B/C ratio lebih besar dari satu (>1) yang menunjukkan bahwa usaha ini layak dan menguntungkan secara ekonomi. Pendapatan tersebut berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan dasar rumah tangga, meliputi pangan, sandang, papan, dan pendidikan, meskipun masih dipengaruhi oleh fluktuasi harga pasar dan skala usaha yang dimiliki petani.Temuan ini menegaskan bahwa usaha kopra tradisional memiliki peran strategis dalam menopang ekonomi rumah tangga di wilayah pedesaan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan efisiensi produksi, penguatan akses pasar, serta pengembangan produk turunan kelapa guna meningkatkan nilai tambah dan ketahanan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Kata kunci: Usaha kopra, kebutuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat
Analisis Pembelajaran Digital Terhadap Perkembangan Pembelajaran di SMA Negeri 3 Buru Selatan Kecamatan Leksula Kabupaten Buru Selatan Ekkleviano Latusuay; Johan Riry; Ferdinand Salomo Leuwol
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol5iss1pp111–130

Abstract

ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi mendorong perubahan proses pembelajaran melalui pemanfaatan media digital sebagai pendukung kegiatan belajar mengajar. Namun, penerapan pembelajaran digital pada sekolah dengan keterbatasan infrastruktur masih menghadapi berbagai kendala, seperti jaringan internet yang tidak stabil dan keterbatasan perangkat teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan pembelajaran digital, perkembangan proses pembelajaran, serta faktor pendukung dan penghambat pembelajaran digital di SMA Negeri 3 Buru Selatan Kecamatan Leksula Kabupaten Buru Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas guru dan siswa yang terlibat langsung dalam pembelajaran digital. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran digital dilaksanakan melalui penggunaan telepon genggam dan grup WhatsApp sebagai pendukung pembelajaran tatap muka. Penggunaan media digital menyebabkan perubahan proses pembelajaran dari berpusat pada guru menjadi lebih berpusat pada siswa. Siswa menjadi lebih aktif mencari informasi, berdiskusi, dan memahami materi melalui media digital. Interaksi pembelajaran juga berlangsung lebih fleksibel karena dapat dilakukan di dalam maupun di luar kelas. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran digital pada sekolah dengan keterbatasan infrastruktur mampu membentuk pola pembelajaran campuran yang memperluas interaksi belajar secara berkelanjutan. Oleh karena itu, peningkatan sarana teknologi dan kualitas jaringan internet diperlukan untuk mendukung efektivitas pembelajaran digital. Kata kunci: pembelajaran digital, proses pembelajaran, blended learning.
Pemahaman Masyarakat Terhadap Tingkat Kerentanan Bencana Gempa Bumi di Desa Kairatu Delila Patotnem; Mohammad Amin Lasaiba,; Robert Berthy Riry
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol5iss1pp176–195

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat kerentanan bencana gempa bumi di Desa Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, yang berada pada kawasan rawan aktivitas tektonik Sesar Seram. Kondisi geografis tersebut menyebabkan masyarakat rentan mengalami dampak fisik, sosial, ekonomi, dan psikologis akibat kejadian gempa bumi yang berulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman masyarakat terhadap kerentanan bencana gempa bumi di Desa Kairatu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, studi literatur, dan penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert kepada 20 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat telah memiliki pemahaman dasar mengenai penyebab, dampak, dan upaya penanggulangan bencana gempa bumi. Namun, tingkat kesiapsiagaan masyarakat masih tergolong rendah, terutama dalam aspek mitigasi dan penanganan pascabencana. Masyarakat cenderung melakukan evakuasi mandiri ke lokasi yang dianggap aman ketika terjadi gempa bumi. Selain itu, proses pemulihan pascabencana dilakukan melalui pendekatan psikologis, keagamaan, ekonomi, serta penguatan kelembagaan masyarakat. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat berperan penting dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana pada wilayah rawan gempa bumi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi kebencanaan, simulasi mitigasi secara berkala, serta penyediaan akses informasi kebencanaan yang berkelanjutan guna meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi di masa mendatang. Kata Kunci: pemahaman masyarakat, kerentanan bencana, gempa bumi