cover
Contact Name
Fadhli Fajri
Contact Email
fadhlifajri@politala.ac.id
Phone
+6282310884840
Journal Mail Official
jpb@politala.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani No.Km.06, Desa Pemuda, Kec. Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan 70815
Location
Kab. tanah laut,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Peternakan Borneo
ISSN : 29854113     EISSN : 29853923     DOI : https://doi.org/10.34128/jpb.v2i1.8
Jurnal Peternakan Borneo (JPB) encompasses a broad range of research topics in animal sciences: Feed Nutrition and Technology, Livestock Production, Animal Product Technology, Livestock Socio-Economics.
Articles 34 Documents
Suplementasi Nanopartikel Ampas Jamu sebagai Feed Additive terhadap Produksi Telur Anisa Ramadhani; Osfar Sjofjan; Aqnes Suryani
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v4i2.51

Abstract

Pakan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan usaha peternakan. Faktor ini menyumbang persentase terbesar dibandingkan breeding dan managemen. Penyediaan pakan yang berkualitas, murah, mudah didapat, tidak bersaing dengan manusia tetapi memiliki kandungan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan sangat diperlukan untuk menunjang keberhasilan usaha peternakan. Salah satu upaya dalam peningkatan efisiensi pakan adalah dengan menggunakan natural growth promotor sebagai pengganti antibiotic growth promotor yang berasal dari ampas jamu. Ampas jamu dengan kandungan senyawa aktifnya mampu berperan sebagai antibakteri, antioksidan, dan antiinflamasi sehingga dapat menjaga kesehatan ayam. Ampas jamu yang difermentasi, ditambahkan probiotik, serta dibuat dalam ukuran nano memiliki daya serap lebih tinggi sehingga senyawa aktif di dalamnya mampu bekerja secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberian nanopartikel ampas jamu dan probiotik sebagai feed additive ayam petelur terhadap produksi telur yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan menguji ayam petelur secara in vivo menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Level penambahan dalam pakan terdiri atas 4 perlakuan dan 4 ulangan dengan 5 ekor ayam untuk setiap ulangan. Perlakuan yang diberikan pada ayam petelur meliputi P0 (pakan basal), P1 (pakan basal + probiotik + nanopartikel ampas jamu 0,25%), P2 (pakan basal + probiotik + nanopartikel ampas jamu 0,50%), dan P3 (pakan basal + probiotik + nanopartikel ampas jamu 0,75%). Variabel yang diamati adalah produksi telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan nanopartikel ampas jamu dan probiotik pada pakan ayam petelur memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) pada produksi telur. Terdapat peningkatan produksi telur yang dihasilkan pada perlakuan yang diberikan. Perlakuan penambahan nanopartikel ampas jamu dan probiotik terbaik terdapat pada P2. Kesimpulan dari penelitian ini adalah nanopartikel ampas jamu dan probiotik dapat dijadikan sebagai feed additive dalam menunjang performans produksi khususnya produksi telur pada ayam petelur.
Review: Pengaruh Stres Panas terhadap Komposisi Darah dan Produktivitas Sapi Potong Muhammad Rido
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v4i2.52

Abstract

Stres panas (heat stress) merupakan faktor lingkungan utama yang membatasi kesejahteraan dan produktivitas sapi potong di wilayah tropis, terutama seiring meningkatnya suhu dan kelembapan akibat perubahan iklim. Artikel ini bertujuan mengkaji secara komprehensif hubungan antara stres panas, perubahan parameter fisiologis dan hematologis, serta implikasinya terhadap produktivitas sapi potong melalui studi literatur dengan pendekatan narrative review. Literatur dikumpulkan dari jurnal nasional dan internasional bereputasi yang dipublikasikan pada periode 2005–2025 dan dianalisis secara kualitatif melalui klasifikasi tematik dan sintesis naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa paparan suhu lingkungan di atas zona nyaman termal sapi potong (±10–27°C) atau pada nilai Temperature-Humidity Index (THI) ≥72 secara konsisten meningkatkan suhu tubuh dan laju respirasi, serta menurunkan konsumsi pakan. Dari sisi hematologi, stres panas akut umumnya dikaitkan dengan peningkatan hematokrit dan hemoglobin (sekitar 5–15% di atas nilai normal) akibat hemokonsentrasi dan dehidrasi, sedangkan stres panas kronis cenderung menyebabkan penurunan hematokrit dan hemoglobin akibat gangguan eritropoiesis dan penurunan asupan nutrien. Perubahan lain yang sering dilaporkan meliputi peningkatan kortisol dan glukosa darah, ketidakseimbangan elektrolit (Na⁺, K⁺, Cl⁻), serta perubahan profil leukosit yang mencerminkan respons stres dan supresi imun. Secara produktif, kondisi tersebut berkorelasi dengan penurunan pertambahan bobot badan harian, efisiensi konversi pakan, dan kualitas karkas. Kontribusi utama artikel ini adalah menyajikan sintesis terintegrasi yang menekankan bahwa variasi respons fisiologis dan hematologis akibat stres panas sangat dipengaruhi oleh durasi cekaman, tingkat dehidrasi, sistem manajemen, serta ras sapi. Selain itu, artikel ini merangkum strategi mitigasi berbasis lingkungan, nutrisi, dan teknologi sebagai kerangka adaptasi praktis dan berkelanjutan bagi sistem produksi sapi potong di wilayah tropis.
Pengamatan Visual Perubahan Koloni Bakteri Pada Proses Disinfeksi Kandang Ayam Layer Parent Stock di PT. Patriot Intan Abadi Febrina, Bunga Putri; Samlani, Muhammad; Sandri, Dwi
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v4i2.53

Abstract

PT. Patriot Intan Abadi Farm Pulau Sari merupakan perusahaan peternakan yang bergerak pada usaha breeding ayam layer dan broiler. Sebagai breeding farm, penerapan biosekuritas melalui pembersihan dan disinfeksi kandang memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan serta produktivitas ayam parent stock. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas proses disinfeksi kandang ayam layer parent stock melalui pengamatan visual perubahan koloni bakteri pada media agar. Penelitian dilakukan selama satu minggu di PT. Patriot Intan Abadi Farm Pulau Sari. Sampel diambil dengan metode swab sampling pada tiga titik lantai sangkar (depan, tengah, dan belakang) sebelum dan sesudah disinfeksi. Isolat hasil swab diinokulasikan pada media Plate Count Agar (PCA) dan diinkubasi pada suhu 36ºC selama 24 jam. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan komparatif berdasarkan dokumentasi visual pertumbuhan koloni bakteri sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil pengamatan menunjukkan adanya penurunan jumlah dan kepadatan koloni bakteri setelah proses disinfeksi dibandingkan kondisi awal. Selain itu, pola distribusi koloni pada media PCA juga mengalami perubahan yang menunjukkan efektivitas disinfeksi dalam mengurangi tingkat kontaminasi mikroorganisme pada lingkungan kandang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa disinfeksi kandang yang dilakukan di PT. Patriot Intan Abadi Farm Pulau Sari efektif dalam menurunkan tingkat pertumbuhan koloni bakteri. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi perusahaan dalam mengevaluasi protokol biosekuritas, khususnya pada tahap persiapan kandang, guna mengoptimalkan kesehatan dan produktivitas ayam
Review: Fermentasi Kulit Buah Kakao Sebagai Alternatif Pakan Ternak Ruminansia Febriyani, Widya
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v4i2.55

Abstract

Kulit buah kakao (KBK) merupakan limbah agroindustri yang melimpah dan belum dimanfaatkan secara optimal. Kandungan nutrien seperti serat kasar yang tinggi dan juga kandungan protein yang rendah sehingga diperlukan teknologi pengolahan seperti fermentasi untuk meningkatkan kualitas nutrisi kulit buah kakao. Fermentasi kulit buah kakao dapat meningkatkan daya cerna, menurunkan kandungan lignin, meningkatkan kadar protein, dan meminimalisir anti nutrisi theobromine. Review ini membahas pengolahan kulit buah kakao yaitu fermentasi terhadap kualiatas nutrisi dan performa ternak. Hasil studi menunjukkan bahwa penambahan T. viride dan S. cerevisiae pada kulit buah kakao dengan level 8% memberikan hasil terbaik pada peningkatan protein kasar sedangkan penambahan A.niger  0,5% memberikan hasil terbaik pada penurunan serat kasar. Kulit buah kakao yang difermentasi dengan Bioplus+jerami jagung dapat meningkatkan pertambahan bobot badan harian pada kambing lokal jantan. Pengolahan yang tepat dapat meningkatkan kandungan nutrisi dan juga performa pada ternak. Selain itu, pemanfaatan limbah ini mendukung prinsip ekonomi sirkular dan keberlanjutan dalam sektor peternakan. Dengan demikian, kulit buah kakao memiliki prospek menjanjikan sebagai pakan alternatif yang ekonomis dan ramah lingkungan bagi ruminansia.

Page 4 of 4 | Total Record : 34