cover
Contact Name
Fadhli Fajri
Contact Email
fadhlifajri@politala.ac.id
Phone
+6282310884840
Journal Mail Official
jpb@politala.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani No.Km.06, Desa Pemuda, Kec. Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan 70815
Location
Kab. tanah laut,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Peternakan Borneo
ISSN : 29854113     EISSN : 29853923     DOI : https://doi.org/10.34128/jpb.v2i1.8
Jurnal Peternakan Borneo (JPB) encompasses a broad range of research topics in animal sciences: Feed Nutrition and Technology, Livestock Production, Animal Product Technology, Livestock Socio-Economics.
Articles 40 Documents
Suplementasi Nanopartikel Ampas Jamu sebagai Feed Additive terhadap Produksi Telur Anisa Ramadhani; Osfar Sjofjan; Aqnes Suryani
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v4i2.51

Abstract

Pakan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan usaha peternakan. Faktor ini menyumbang persentase terbesar dibandingkan breeding dan managemen. Penyediaan pakan yang berkualitas, murah, mudah didapat, tidak bersaing dengan manusia tetapi memiliki kandungan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan sangat diperlukan untuk menunjang keberhasilan usaha peternakan. Salah satu upaya dalam peningkatan efisiensi pakan adalah dengan menggunakan natural growth promotor sebagai pengganti antibiotic growth promotor yang berasal dari ampas jamu. Ampas jamu dengan kandungan senyawa aktifnya mampu berperan sebagai antibakteri, antioksidan, dan antiinflamasi sehingga dapat menjaga kesehatan ayam. Ampas jamu yang difermentasi, ditambahkan probiotik, serta dibuat dalam ukuran nano memiliki daya serap lebih tinggi sehingga senyawa aktif di dalamnya mampu bekerja secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberian nanopartikel ampas jamu dan probiotik sebagai feed additive ayam petelur terhadap produksi telur yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan menguji ayam petelur secara in vivo menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Level penambahan dalam pakan terdiri atas 4 perlakuan dan 4 ulangan dengan 5 ekor ayam untuk setiap ulangan. Perlakuan yang diberikan pada ayam petelur meliputi P0 (pakan basal), P1 (pakan basal + probiotik + nanopartikel ampas jamu 0,25%), P2 (pakan basal + probiotik + nanopartikel ampas jamu 0,50%), dan P3 (pakan basal + probiotik + nanopartikel ampas jamu 0,75%). Variabel yang diamati adalah produksi telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan nanopartikel ampas jamu dan probiotik pada pakan ayam petelur memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) pada produksi telur. Terdapat peningkatan produksi telur yang dihasilkan pada perlakuan yang diberikan. Perlakuan penambahan nanopartikel ampas jamu dan probiotik terbaik terdapat pada P2. Kesimpulan dari penelitian ini adalah nanopartikel ampas jamu dan probiotik dapat dijadikan sebagai feed additive dalam menunjang performans produksi khususnya produksi telur pada ayam petelur.
Review: Pengaruh Stres Panas terhadap Komposisi Darah dan Produktivitas Sapi Potong Muhammad Rido
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v4i2.52

Abstract

Stres panas (heat stress) merupakan faktor lingkungan utama yang membatasi kesejahteraan dan produktivitas sapi potong di wilayah tropis, terutama seiring meningkatnya suhu dan kelembapan akibat perubahan iklim. Artikel ini bertujuan mengkaji secara komprehensif hubungan antara stres panas, perubahan parameter fisiologis dan hematologis, serta implikasinya terhadap produktivitas sapi potong melalui studi literatur dengan pendekatan narrative review. Literatur dikumpulkan dari jurnal nasional dan internasional bereputasi yang dipublikasikan pada periode 2005–2025 dan dianalisis secara kualitatif melalui klasifikasi tematik dan sintesis naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa paparan suhu lingkungan di atas zona nyaman termal sapi potong (±10–27°C) atau pada nilai Temperature-Humidity Index (THI) ≥72 secara konsisten meningkatkan suhu tubuh dan laju respirasi, serta menurunkan konsumsi pakan. Dari sisi hematologi, stres panas akut umumnya dikaitkan dengan peningkatan hematokrit dan hemoglobin (sekitar 5–15% di atas nilai normal) akibat hemokonsentrasi dan dehidrasi, sedangkan stres panas kronis cenderung menyebabkan penurunan hematokrit dan hemoglobin akibat gangguan eritropoiesis dan penurunan asupan nutrien. Perubahan lain yang sering dilaporkan meliputi peningkatan kortisol dan glukosa darah, ketidakseimbangan elektrolit (Na⁺, K⁺, Cl⁻), serta perubahan profil leukosit yang mencerminkan respons stres dan supresi imun. Secara produktif, kondisi tersebut berkorelasi dengan penurunan pertambahan bobot badan harian, efisiensi konversi pakan, dan kualitas karkas. Kontribusi utama artikel ini adalah menyajikan sintesis terintegrasi yang menekankan bahwa variasi respons fisiologis dan hematologis akibat stres panas sangat dipengaruhi oleh durasi cekaman, tingkat dehidrasi, sistem manajemen, serta ras sapi. Selain itu, artikel ini merangkum strategi mitigasi berbasis lingkungan, nutrisi, dan teknologi sebagai kerangka adaptasi praktis dan berkelanjutan bagi sistem produksi sapi potong di wilayah tropis.
Pengamatan Visual Perubahan Koloni Bakteri Pada Proses Disinfeksi Kandang Ayam Layer Parent Stock di PT. Patriot Intan Abadi Febrina, Bunga Putri; Samlani, Muhammad; Sandri, Dwi
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v4i2.53

Abstract

PT. Patriot Intan Abadi Farm Pulau Sari merupakan perusahaan peternakan yang bergerak pada usaha breeding ayam layer dan broiler. Sebagai breeding farm, penerapan biosekuritas melalui pembersihan dan disinfeksi kandang memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan serta produktivitas ayam parent stock. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas proses disinfeksi kandang ayam layer parent stock melalui pengamatan visual perubahan koloni bakteri pada media agar. Penelitian dilakukan selama satu minggu di PT. Patriot Intan Abadi Farm Pulau Sari. Sampel diambil dengan metode swab sampling pada tiga titik lantai sangkar (depan, tengah, dan belakang) sebelum dan sesudah disinfeksi. Isolat hasil swab diinokulasikan pada media Plate Count Agar (PCA) dan diinkubasi pada suhu 36ºC selama 24 jam. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan komparatif berdasarkan dokumentasi visual pertumbuhan koloni bakteri sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil pengamatan menunjukkan adanya penurunan jumlah dan kepadatan koloni bakteri setelah proses disinfeksi dibandingkan kondisi awal. Selain itu, pola distribusi koloni pada media PCA juga mengalami perubahan yang menunjukkan efektivitas disinfeksi dalam mengurangi tingkat kontaminasi mikroorganisme pada lingkungan kandang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa disinfeksi kandang yang dilakukan di PT. Patriot Intan Abadi Farm Pulau Sari efektif dalam menurunkan tingkat pertumbuhan koloni bakteri. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi perusahaan dalam mengevaluasi protokol biosekuritas, khususnya pada tahap persiapan kandang, guna mengoptimalkan kesehatan dan produktivitas ayam
Review: Fermentasi Kulit Buah Kakao Sebagai Alternatif Pakan Ternak Ruminansia Febriyani, Widya
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v4i2.55

Abstract

Kulit buah kakao (KBK) merupakan limbah agroindustri yang melimpah dan belum dimanfaatkan secara optimal. Kandungan nutrien seperti serat kasar yang tinggi dan juga kandungan protein yang rendah sehingga diperlukan teknologi pengolahan seperti fermentasi untuk meningkatkan kualitas nutrisi kulit buah kakao. Fermentasi kulit buah kakao dapat meningkatkan daya cerna, menurunkan kandungan lignin, meningkatkan kadar protein, dan meminimalisir anti nutrisi theobromine. Review ini membahas pengolahan kulit buah kakao yaitu fermentasi terhadap kualiatas nutrisi dan performa ternak. Hasil studi menunjukkan bahwa penambahan T. viride dan S. cerevisiae pada kulit buah kakao dengan level 8% memberikan hasil terbaik pada peningkatan protein kasar sedangkan penambahan A.niger  0,5% memberikan hasil terbaik pada penurunan serat kasar. Kulit buah kakao yang difermentasi dengan Bioplus+jerami jagung dapat meningkatkan pertambahan bobot badan harian pada kambing lokal jantan. Pengolahan yang tepat dapat meningkatkan kandungan nutrisi dan juga performa pada ternak. Selain itu, pemanfaatan limbah ini mendukung prinsip ekonomi sirkular dan keberlanjutan dalam sektor peternakan. Dengan demikian, kulit buah kakao memiliki prospek menjanjikan sebagai pakan alternatif yang ekonomis dan ramah lingkungan bagi ruminansia.
DAERAH BASIS DALAM PENGEMBANGAN SAPI BALI DI KECAMATAN TUGUMULYO KABUPATEN MUSI RAWAS Nadia Martinasari, Ummi; Zulhapi Utama Adlan; Bagus Dimas Setiawan
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v4i2.49

Abstract

Salah satu usaha sub-sektor peternakan yang dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani yaitu melakukan pengembangan usaha di bidang ternak ruminansia khususnya Sapi Bali. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis Potensi penggembangan Sapi Bali di Kecamatan Tugumulyo,  Kabupaten Musi Rawas. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengidentifikasi daerah basis pengembangan dengan analisis LQ atau daerah basis pengembangan. Data yang diperoleh ditabulasi dan selanjutnya  ditampilkan dalam bentuk tabel dan gambar kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan untuk daerah basis pengembangan ternak Sapi Bali ada di lima desa yaitu pada Desa Ngadirejo (3.33), Desa Wonorejo (2.27), Desa Surodadi (1.98), Desa Dwijaya (1.48), dan Desa Tambahasri (1.37), kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas memiliki potensi yang cukup besar untuk pengembangan ternak Sapi Bali.
Analisis Ketersediaan Pakan dan Implikasinya terhadap Pengembangan Ternak Unggas di Kabupaten Tanah Laut Fikya Juanda; Teguh Rafian; Itang Purnama; Irma; Abdul Muta Ali
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v5i1.61

Abstract

Ketersediaan pakan merupakan faktor utama yang menentukan kapasitas produksi dan keberlanjutan usaha ternak unggas. Kabupaten Tanah Laut memiliki posisi strategis sebagai sentra pasar ternak di Kalimantan Selatan, namun pengembangan unggas di wilayah ini masih terkendala oleh rendahnya kemandirian pakan akibat ketidakmerataan distribusi pakan antarkecamatan. Berdasarkan data statistik terbaru, kesenjangan akses pakan ini berdampak langsung pada efisiensi usaha, terutama di kecamatan dengan populasi unggas tinggi namun produksi pakan lokal yang terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis profil populasi unggas, ketersediaan pakan lokal, serta implikasinya terhadap pengembangan ternak unggas di setiap kecamatan. Data yang digunakan adalah data sekunder dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Badan Pusat Statistik Kabupaten Tanah Laut tahun 2023-2025. Analisis dilakukan secara deskriptif melalui tabulasi dan interpretasi terhadap produksi pakan, kebutuhan pakan, serta struktur populasi unggas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total produksi pakan lokal mencapai 134.462 ton per tahun, sedangkan kebutuhan pakan mencapai 1.993.260 ton per tahun. Ketimpangan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar kecamatan mengalami defisit pakan, terutama wilayah dengan populasi ayam pedaging dan petelur yang tinggi. Hanya sedikit kecamatan yang memiliki kapasitas produksi pakan lebih baik, seperti Kurau yang berpotensi menjadi sumber bahan pakan bagi wilayah lain. Temuan ini menegaskan perlunya strategi peningkatan produksi bahan pakan lokal dan penguatan distribusi antarkecamatan untuk mendukung pengembangan unggas secara berkelanjutan di Kabupaten Tanah Laut.
TANAMAN FITOFARMAKA SEBAGAI PAKAN ADITIF UNTUK MENUNJANG PRODUKSI DAN KUALITAS SUSU PADA TERNAK PERAH: A REVIEW Raden Febrianto Christi; Ajat Sudrajat; Eka Rizky Vury Rahayu
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v5i1.62

Abstract

Performa sapi perah sangat bergantung terhadap pakan yang diberikan setiap harinya. Hijauan dan konsentrat adalah pakan yang umumnya diberikan kepada ternak perah dengan proporsi imbangan 60:40. Imbangan pemberian lainnya dilakukan dengan 50:50. Pemberian yang berbeda tersebut terhadap produktivitas ternak perah seperti sapi, kerbau dan kambing perah belum menghasilkan secara optimal terhadap kuantitas dan kualitas susu. Tanaman fitofarmaka adalah tumbuhan obat-obatan yang banyak ditemukan di wilayah Indonesia dengan memiliki banyak kandungan senyawa antioksidan atau bioaktif antara lain saponin, tanin, flavonoid, dan minyak atsiri yang cocok digunakan sebagai bahan aditif pakan alami. Berbagai eksperimen dengan pemberian tanaman fitofarmaka seperti stevia rebaudiana, kunyit, jahe, daun pepaya, dan bawang putih terhadap campuran ransum ternak perah mampu meningkatkan kinerja sistem rumen sehingga berdampak terhadap perubahan produksi dan kualitas susu. Tidak hanya aspek untuk memperbaiki sistem rumen tetapi meningkatkan serta menjaga kesehatannya. Artikel ini akan mengkaji berbagai jenis tanaman fitofarmaka, mekanisme kerja bioaktif, pemberian pakan terhadap berbagai ternak perah, serta potensi dan tantangan di masa yang akan datang.
Produksi Kambing Skala Kecil di Kepulauan Berkembang: Tinjauan Sistematis Pakan Lokal dan Ketahanan Pangan Ikhwan Firhamsah; Zaid Al Gifari; Ica Ayu Wandira; Ine Karni; M Ridwan Saedi
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v5i1.64

Abstract

Produksi kambing rakyat merupakan strategi penghidupan kritis di Small Island Developing States (SIDS), di mana isolasi geografis, keterbatasan lahan, dan kerentanan iklim menciptakan tantangan sistem pangan yang khas. Meskipun kambing berperan sentral dalam perekonomian pertanian kepulauan, belum ada tinjauan sistematis yang mensintesis bukti mengenai pemanfaatan hijauan pakan lokal, kontribusi ketahanan pangan, dan strategi adaptasi perubahan iklim dalam konteks SIDS. Mengikuti panduan PRISMA 2020, pencarian sistematis dilakukan pada Scopus, Web of Science, Google Scholar, dan GARUDA untuk literatur tahun 2000-2024. Seleksi studi menggunakan kerangka PEO (P1-P2) dan SPIDER (P3-P4) dengan penilaian kualitas menggunakan Mixed Methods Appraisal Tool (MMAT). Dua puluh tujuh studi memenuhi kriteria inklusi, mencakup SIDS Pasifik (n=10), Karibia (n=9), Samudra Hindia (n=6), dan Atlantik (n=2). Hijauan pakan lokal meliputi leguminosa pohon dan semak indigenus, residu tanaman, dan produk sampingan agro-industri menyumbang 62-85% asupan bahan kering dalam sistem ekstensif. Kepemilikan kambing berkorelasi positif dengan skor keragaman pangan rumah tangga dan stabilitas pendapatan. Strategi adaptasi yang terdokumentasi mencakup diversifikasi bangsa, manajemen penggembalaan rotasi, integrasi agroforestri, dan suplementasi strategis. Produksi kambing rakyat di SIDS berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan namun terhambat oleh musiman hijauan pakan dan kelangkaan akibat perubahan iklim. Diperlukan intervensi berbasis bukti yang menargetkan bangsa lokal adaptif, diversifikasi hijauan pakan, dan integrasi agropastoral cerdas iklim.
REVIEW : PENGGUNAAN ENZIM PROTEASE PADA PAKAN AYAM BROILER Ririn Angriani; Anisa Ramadhani
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v5i1.65

Abstract

Review artikel ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan enzim protease pada pakan ayam broiler. Protein diperlukan untuk pertumbuhan dan efisiensi pakan. Kualitas pakan tidak hanya dihitung dari jumlah nutrien, tetapi nilai kecernaan pakan perlu diperhatikan. Salah satu upaya dalam meningkatkan kecernaan yaitu penggunaan enzim. Enzim protease adalah jenis enzim yang menghidrolisis protein kompleks menjadi sederhana. Enzim protease umumnya menggunakan organisme dari Trichoderma longibrachiatum rifar, Fusarium equiseti, Trichoderma reesei, dan Bacillus licheniformis. Bacillus licheniformis merupakan organisme yang paling banyak digunakan untuk produksi enzim protease. Penggunaan enzim protease pada pakan ayam broiler sudah banyak dilakukan. Suplementasi enzim protease tidak efektif pada pakan ayam broiler yang nutriennya sudah baik karena tidak adanya peningkatan performa. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya penurunan performa seiring dengan peningkatan dosis protease seperti penurunan bobot badan dan peningkatan feed conversion ratio (FCR). Namun, enzim protease dalam pakan rendah protein mampu meningkatkan konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan efisiensi pakan ayam broiler. Selain itu, enzim protease juga mampu memperbaiki respon ukuran organ pencernaan dan kecernaan nutrien. Kombinasi enzim protease dengan enzim Non-Starch Polysaccharide juga mampu secara signifikan menurunkan berat relatif ampela, usus kecil, pankreas, ileum, panjang relatif duodenum dan ileum serta meningkatkan berat relatif organ limfoid (timus, bursa Fabricius, limpa) dan energi yang dapat dimetabolisme (Energi Metabolisme Semu (EMS), Energi Metabolisme Murni (EMN), Energi Metabolis Semu Terkoreksi Nitrogen (EMSn), dan Energi Metabolis Murni Terkoreksi Nitrogen (EMMn).
ANALISIS BIBLIOMETRIK PERKEMBANGAN PENELITIAN FEED ADDITIVE PADA TERNAK UNGGAS TAHUN 2014–2024 MENGGUNAKAN VOSVIEWER Fadhli Fajri; Satri Yusasra Agasi; Baluh Medyabrata Atmaja; Fajri Maulana
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v5i1.82

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan publikasi, sumber penerbitan, dampak sitasi, dan struktur tema penelitian feed additive pada ternak unggas selama 2014–2024. Data bibliografi diperoleh dari Scopus melalui Publish or Perish 7 dengan kata kunci “feed additive poultry”, kemudian diperiksa dan dilengkapi menggunakan Mendeley Desktop serta divisualisasikan menggunakan VOSviewer versi 1.6.17. Analisis deskriptif mencakup jumlah publikasi tahunan, jurnal paling produktif, dan dokumen paling banyak disitasi, sedangkan pemetaan bibliometrik dilakukan berdasarkan keterkaitan istilah dalam judul artikel. Korpus yang tersedia berjumlah 95 artikel. Publikasi berfluktuasi sepanjang periode pengamatan dan mencapai puncak pada 2020 sebanyak 16 artikel (16,84%). Poultry Science menjadi jurnal paling produktif dengan 24 artikel (25,26%), diikuti Environmental Science and Pollution Research dan PLoS ONE masing-masing lima artikel. Dokumen dengan sitasi tertinggi dalam data adalah penelitian Gao et al. (2017) mengenai pengaruh probiotik dan antibiotik terhadap pematangan mikrobiota usus ayam broiler, dengan 229 sitasi. Visualisasi VOSviewer memperlihatkan dua poros tema yang saling terhubung, yaitu alternatif aplikasi antibiotik dan tantangan pada ayam broiler, serta evaluasi level pemberian terhadap performa pertumbuhan, efikasi, dan kualitas daging. Peta densitas menempatkan istilah alternative, antibiotic application, dan growth performance sebagai pusat perhatian. Hasil ini menunjukkan bahwa riset feed additive unggas terutama diarahkan pada pencarian pengganti antibiotic growth promoter dan peningkatan performa, sedangkan standardisasi bahan aktif, keamanan jangka panjang, integrasi mikrobioma, kualitas produk, dan keberlanjutan lingkungan masih perlu diperkuat.

Page 4 of 4 | Total Record : 40