cover
Contact Name
Fadhli Fajri
Contact Email
fadhlifajri@politala.ac.id
Phone
+6282310884840
Journal Mail Official
jpb@politala.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani No.Km.06, Desa Pemuda, Kec. Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan 70815
Location
Kab. tanah laut,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Peternakan Borneo
ISSN : 29854113     EISSN : 29853923     DOI : https://doi.org/10.34128/jpb.v2i1.8
Jurnal Peternakan Borneo (JPB) encompasses a broad range of research topics in animal sciences: Feed Nutrition and Technology, Livestock Production, Animal Product Technology, Livestock Socio-Economics.
Articles 30 Documents
EVALUASI BOBOT BADAN SAPI BALI JANTAN PADA PEMELIHARAAN INTENSIF DAN EKSTENSIF DI DESA TOHE, KECAMATAN RAIHAT, KABUPATEN BELU, NTT Bere, Edelnia Kristina
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v2i2.17

Abstract

ABSTRACT This research aims to evaluate the vital statistics of Bali cattle in Tohe Village, Raihat District, Belu Regency. Bali cattle have good reproductive performance and a high carcass percentage. This research used 75 male Bali cattle which were reared intensively and extensively. Cow body weight is measured through vital statistics measurements (body length, chest circumference and shoulder height). The results showed that male Bali cattle under intensive rearing had a higher body weight than cattle reared extensively, so this data was analyzed using an independent sample t test with SpSS 17.0 software to compare the average body weight of cattle reared using different rearing techniques. different. The results of the study showed that male Bali cattle that were kept intensively had a higher body weight with a weight of 345.57 ± 34.12 kg (P<0.05), compared to those that were kept extensively which had a lower body weight, namely amounted to 265.57 ± 29.32 kg (P<0.05). Body size in intensive rearing is higher than in extensive rearing systems, this is because the quality of the feed is better so it has a good influence on the growth of male Bali cattle productivity. Therefore, it can be concluded that an intensive rearing system can be applied to male Bali cattle to increase productivity, make them good seeds, and meet the protein needs of the Indonesian people. Keyword: Bali Cattle, Intensive, Ekstensive.
KERAGAMAN PERTUMBUHAN ITIK KAMANG DI PETERNAKAN UNGGUL JAYA FARM Rafian, Teguh; Arlina, Firda
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v2i2.19

Abstract

Itik Kamang memiliki bobot hidup dengan keragaman tinggi, sehingga perlunya dilakukan penelitian terhadap itik lokal di Sumatera Barat, yaitu itik Kamang, berupa keragaman pertambahan dan bobot hidup itik sampai umur 10 minggu dalam upaya pengambilan dasar keputusan pengembangan itik lokal di Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan itik Kamang sebanyak 200 ekor, yang terdiri atas 100 ekor itik jantan dan 100 ekor itik betina, yang dipelihara mulai dari umur 1 hari sampai 10 minggu. Parameter yang diamati, yaitu pertambahan dan bobot hidup setiap minggu. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif berupa nilai rata-rata, simpangan baku, dan koefisien keragaman. Nilai koefisien keragaman pertambahan dan bobot hidup itik Kamang termasuk dalam kategori tinggi, yaitu bernilai di atas 15%. Sehingga perlunya dilakukannya seleksi pada Itik Kamang terhadap performa pertambahan dan bobot sebagai upaya pembentukan itik pedaging lokal unggul di Sumatera Barat. Itik Kamang memiliki bobot hidup dengan keragaman tinggi, sehingga perlunya dilakukan penelitian terhadap itik lokal di Sumatera Barat, yaitu itik Kamang, berupa keragaman pertambahan dan bobot hidup itik sampai umur 10 minggu dalam upaya pengambilan dasar keputusan pengembangan itik lokal di Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan itik Kamang sebanyak 200 ekor, yang terdiri atas 100 ekor itik jantan dan 100 ekor itik betina, yang dipelihara mulai dari umur 1 hari sampai 10 minggu. Parameter yang diamati, yaitu pertambahan dan bobot hidup setiap minggu. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif berupa nilai rata-rata, simpangan baku, dan koefisien keragaman. Nilai koefisien keragaman pertambahan dan bobot hidup itik Kamang termasuk dalam kategori tinggi, yaitu bernilai di atas 15%. Sehingga perlunya dilakukannya seleksi pada Itik Kamang terhadap performa pertambahan dan bobot sebagai upaya pembentukan itik pedaging lokal unggul di Sumatera Barat.
Performa Produksi Persilangan Sapi Pesisir dengan Sapi Bali di Kecamatan Ranah Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan Syafrizal, Syafrizal
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v2i2.20

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan di Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Tujuannya untuk mengetahui kinerja produksi penyeberangan Pesisir dan Bali. Penelitian dilaksanakan selama 1 (satu) bulan yaitu bulan September sampai dengan bulan Oktober dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara menggunakan angket dan observasi langsung terhadap objek. Data kuantitatif berupa panjang badan, lingkar dada, tinggi bahu, berat badan diukur pada 48 sampel kepala dari 42 petani. Hasil uji t menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada Tinggi Bahu (Tinggi Pundak, TP) pada laki-laki, sedangkan pada Panjang Badan (PB) dan tidak berbeda nyata. Lingkar Dada (LD) pada wanita tidak berbeda dan pada pria berbeda jika dibandingkan dengan SNI. Rata-rata berat badan betina adalah 63,06 ± 39,14 cm. Sedangkan rata-rata bobot badan sapi jantan adalah 135,63 ± 30,98.
Upaya Peningkatan Limbah Sait dengan Fermentasi Menggunakan Kapang Selulolitik Maulana Fajri, Maulana
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v2i2.21

Abstract

Penelitian ini bertujuan meninngkatkan kualitas limbah sawit (lumpur dan bungkil sait) dengan menggunakan kapang selulolitik (Phanerochaete chrysosporium dan Neurospora crassa). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3x3 dengan 3 ulangan. Faktor A (dosis inokulum) yaitu: A1 (3%), A2 (5%), A3 (7% dari jumlah substrat) kemudian faktor B (lama fermentasi) yaitu: B1 (5 hari), B2 (7 hari), B3 (9 hari). Peubah yang diamati yaitu: aktivitas enzim selulase (U/ml), Kandungan serat kasar (%BK) dan kecernaan serat kasar (%BK). Hasil analisis ragam menunjukan bahwa tidak terjadi interaksi antara dosis inokulum dan lama fermentasi tetapi masing – masing faktor yaitu dosis inokulum (faktor A) dan lama fermentasi (faktor B) memberikan pengaruh sangat nyata (P>0,01) terhadap aktivitas enzim selulase dan kecernaan serat kasar namun terjadi interaksi antara dosis inokulum dan lama fermentasi yang berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kandungan serat kasar dari limbah sawit (lumpur dan bungkil inti sawit). Hasil uji DMRT terlihat bahwa kandungan serat kasar pada perlakuan A3B2, A1B3, A2A3 dan A3B3 sangat nyata (P<0,01) lebih rendah dari perlakuan lainnya. Kesimpulan penelitian ini adalah limbah sawit (lumpur dan bungkil inti sawit) dapat ditingkatkan dengan fermentasi menggunakan kapang selulolitik (Phanerochaete chrysosporium dan Neurospora crassa). Dosis yang paling optimal dalam fermentasi menggunakan kapang selulolitik adalah inokulum 7% dan lama fermentasi 7 hari, dimanan diperoleh aktivitas enzim selulase 8,02 U/ml, kandungan serat kasar 13,25% dan kecernaan serat kasar 52,87%. Kata Kunci: Limbah sawit, kapang selulolitik, enzim selulase dan serat kasar
Review: Pontesi Ayam Hutan Merah sebagai Sumber Daya Genetik Ternak Lokal Rafian, Teguh; Lase, Jonathan Anugrah; Bilyaro, Woki
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v2i2.22

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi karakteristik, pola tingkah laku, dan kondisi pemburuan ayam hutan merah di habitatnya sebagai informasi dasar dalam mengambil keputusan dalam proses pelestarian ayam hutan merah secara eks-situ maupun in-situ. Ayam hutan merah warna bulu berwarna, corak bulu polos, pola bulu liar, kerlip bulu emas, warna shank hitam, tipe jengger tunggal, warna cuping putih, dan warna mata jingga. Ayam hutan merah secara umumnya memakan serangga, cacing, dan buah. Sarang telur ayam hutan berada di tanah dan terbuat dari ranting pohon, daun kering, pohon hidup, dan rumput. Ayam hutan merah diburu dengan menggunakan peralatan berupa ayam pikat, jaring, racik, dan kombinasi kedua alat tersebut. Dapat disimpulkan bahwa program pemuliaan yang dapat diterapkan pada ayam hutan merah adalah program pemurnian (inbreeding) dan persilangan (cross-breeding).
POLA PETERNAKAN AYAM BROILER KANDANG OPEN HOUSE PADA PETERNAK SEKITAR POLITEKNIK NEGERI TANAH LAUT Maulana, Fajri; Fajri, Fadhli; Febrina, Bunga Putri; Sandri, Dwi; Setya Prima, Heppy; Susalam, Malikil Kudus; Noviyanti, Aidha
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v3i1.25

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui performa ayam broiler broiler kandang open budidaya peternak disekitar Politeknik Negeri Tanah Laut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kontrol secara langsung di lapangan (observasi) dan wawancara, dimana data yang diperoleh dianalis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan umur peternak ayam broiler kandang open yang ada disekitar Politeknik Negeri Tanah Laut 39 -64 th, pendidikan SMP (sederajat), pengalaman beternak ayam broiler 7-12 tahun, umumnya pola usaha dengan bermitra dengan perusahaan, luas kandang 540 - 966 m2, kapasitas kandang berkisar 5000 - 9000 ekor, kepadatan kandang ±9- ±12 ekor, DOC yang digunakan: (Charoen Pokphand, Patriot, Wonokoyo), Pakan yang digunakan: (Wonokoyo / Comfeed / Galaxy / Malindo / Charoen Pokphand), jumlah pakan berkisar antara 200-340 sak/periode tergantung kapasitas kandang, variasi umur panen 30 hari-36 hari, berat panen 1,2 - 2 kg, indek performa (IP) berkisar antara 300-350 dan mortalitas 300-1000 ekor/periode. Performa ayam pada peternak broiler kandang open yang ada disekitar Politeknik Negeri Tanah Laut dapat ditingkatkan dengan manajemen pemeliharaan yang baik. Umumnya performa ayam broiler kandang open sangat dipengaruhi suhu atau kondisi lingkungan luar kandang sehingga performa ternak lebih fluktuatif sulit untuk dikontrol, hal yang dapat dilakukan adalah upgrade kandang open menjadi kandang semi close house seperti yang sudah banyak diterapkan peternak rakyat terutama didaerah Jawa, dimana dengan melakukan upgrade kandang memiliki keunggulan yaitu kapasitas kandang meningkat, performa lebih tinggi dan kematian ternak kecil.
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN FERMENTASI DARI TONGKOL JAGUNG DAN Azolla microphylla TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN HARIAN (PBBH) KAMBING JAWARANDU JANTAN Kuswoyo, Anton; Jaelani, Achmad; Rostini, Tintin
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v3i1.26

Abstract

Telah dilakukan penelitian pemanfaatan tongkol jagung dan Azolla microphylla sebagai pakan alternatif kambing jawarandu jantan. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah tongkol jagung menjadi pakan kambing. Metode penelitian yaitu pembuatan pakan fermentasi berbasis tongkol jagung dan azolla sebanyak tiga perlakuan PF1, PF2, dan PF3 dengan persentase azolla berturut-turut sebanyak 35%, 40%, dan 45%, serta dengan penambahan bekatul/dedak 20%. Setelah dilakukan uji laboratorium terhadap kandungan protein pada ketiga sampel pakan fermentasi diperoleh kandungan protein tertinggi yaitu sampel PF1 sebesar 12,66%. Selanjutnya dibuat pakan fermentasi dalam jumlah cukup untuk diberikan pada kambing jawarandu jantan sebanyak 4 (empat) ekor dengan dosis pakan fermentasi 5%, 15%, dan 25%. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Bujur Sangkar Latin 4x4, dimana 4 perlakuan dan 4 ulangan. Variabel yang diamati adalah pertambahan bobot badan harian (PBBH) kambing. Hasil penelitian menunjukan bahwa PBBH pada kambing yang diberi pakan fermentasi tongkol jagung dan azolla dengan dosis 5%, 15%, dan 25% berturut-turut adalah 73 g/hari, 88 g/hari, dan 90 g/hari. Sedangkan PBBH yang diberi pakan hijauan alami tanpa tambahan fermentasi sebesar 43 g/hari. Tampak ada pengaruh pemberian pakan fermentasi berbasis tongkol jagung dan azolla terhadap PBBH kambing jawarandu jantan. Kenaikan PBBH tertinggi yaitu pada pemberian pakan fermentasi 25% yakni sebesar 90 g/hari.
Analisis Kualitas Frozen Yogurt (Lactobacillus fermentum strain SK 152 dan Lactiplantibacillus plantarum strain heal19) dengan penambahan Sari Buah Stroberi terhadap Nilai Kadar Air, Kadar Protein, Kadar Lemak, dan Aktivitas Antioksidan anggraini, oktarefi; jannah, hidayatul; Fajri, Fadhli; Fatdillah, Haezah
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v3i1.27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penggunaan starter Lactobacillus fermentum strain SK 152 dan Lactiplantibacillus plantarum strain heal19 dengan penambahan sari buah stroberi terhadap nilai kadar air, kadar protein, kadar lemak, dan aktivitas antiokasidan pada frozen yogurt. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3x3 dengan 3 ulangan. Perlakuan yang dilakukan pada penelitian ini adalah perlakuan (A) menggunakan starter sebanyak 4%,5%,6% dan perlakuan (B) sebanyak 0%, 12,5% , 25%. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan adanya pengaruh nyata (P<0.05) pada penambahan starter sebanyak 6% terhadap kadar air (80,83%), kadar protein (4,66%), kadar lemak (3,02%) dan aktivitas antioksidan (25,72%). Penambahan sari buah stroberi sebanyak 25% memberikan pengaruh nyata (P<0.05) terhadap kadar air (80,11%), kadar protein (4,48%), kadar lemak (2,93%) dan aktivitas antioksidan (40,77%). Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan perlakuan dengan penambahan starter sebayak 6% dan penambahan sari buah sroberi sebanyak 25% memberikan hasil terbaik pada frozen yogurt berdasarkan nilai kadar air, kadar protein, kadar lemak, dan aktivitas antioksidan.
Pengaruh Penambahan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Pada Level Yang Berbeda Terhadap Kualitas Fisik Urea Molases Blok (UMB) Yusuf, Dwiky; lestari, Wenni meika; Hutabarat, Amelia Lulu Rosalin; Hidayat, Rahmat
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v3i1.29

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh tanaman obat keluarga (TOGA) pada urea molases blok (UMB) kualitas fisik meliputi aroma, tekstur, warna dan kekerasan. Manfaat penelitian adalah memberi informasi kualitas fisik pada UMB yang diberi tambahan TOGA dengan level yang berbeda. Penelitian ini akan dilaksanakan di Laboratorium Mutu Pakan Program Studi Teknologi Pakan Ternak Politeknik Negeri Tanah Laut. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian yaitu P1 : (UMB + 0,8% TOGA), P2 : (UMB + 1,6% TOGA), P3 : (UMB + 2,4% TOGA) dan P4 : (UMB + 3,2% TOGA). Metode yang dilakukan pada penelitian ini yaitu menyiapkan bahan baku pakan penyusun UMB. mecetak semua bahan yang telah tercampur ke catakan paralon kemudian keringkan di bawah sinar matahari sampai mengeras. Tahap analisis yang dilakukan antara lain pengambilan data aroma, tekstur dan warna dengan menggunakan bantuan 20 orang panelis semi terlatih. Sedangkan penilaian kekerasan UMB dilakukan secara manual dan subjektif dengan menekan UMB menggunakan ibu jari tangan. Data yang telah didapat dari hasil kuesioner (aroma, warna dan tekstur) diuji menggunakan analisis ragam (Anova) dan apabila menunjukan hasil yang berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Sedangkan hasil uji kekerasan dibahas secara deskriptif. Analisis ragam statistik menunjukkan bahwa UMB yang ditambahkan TOGA berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap aroma, warna dan tekstur. Tetapi pada uji jarak Duncan hanya warna yang berbeda nyata (p<0,05) dari pada parameter lain. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian beberapa level TOGA (0,8%,1,6%,2,4%,3,2%) dapat mempengaruhi aroma, warna, tektur dan kekerasan UMB tetapi tidak berbeda pada tiap perlakuan kecuali warna. Saran untuk penelitian selanjutnya yaitu perlu adanya level TOGA yang lebih optimal agar dapat diterapkan langsung mengetahui pengaruh terhadap performan ternak ruminansia.
REVIEW: PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK TERHADAP PERFORMA AYAM Rafian, Teguh; Fajri, Fadhli; Bilyaro, Woki; Lase, Jonathan A; Adam, M. Fahri
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v3i1.31

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat penggunaan probiotik dalam pakan unggas baik dalam bentuk tambahan pakan atau ditambahkan dalam air konsumsi ayam. Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang dapat dikonsumsi ternak untuk meningkatkan kesehatan, mengoptimalkan produktivitas, dan mengefisien konsumsi pakan dengan cara menyeimbangkan mikro-flora dalam saluran pencernaan, yaitu dengan cara menghasilkan senyawa anti-mikroba yang dapat membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri patogen yang ada di saluran pencernaan ternak. Pengaruh pemberian probiotik pada ternak adalah memperbaiki komposisi dan ekosistem dari pencernaan sehingga pengaruh dari penambahan probiotik dalam pakan lebih ditekankan pada proses penyerapan nutrisi ataupun kecernaan, dan bukan pada jumlah konsumsi pakan ternak. Probiotik pada pakan menurunkan nilai konversi pakan ayam, meningkatkan persentase karkas, meningkatkan waktu simpan telur, dan pakan air minum meningkatkan persentase karkas dan menurunkan persentase lemak perut, tetapi tidak berpengaruh terhadap persentase albumin dan yolk telur. Selain itu, pemberian probiotik kurang efektif diberikan pada ayam sudah tua dan melalui air minum. Sehingga Penggunaan probiotik dapat meningkatkan proses penyerapan nutrisi dan kecernaan, menurunkan nilai konversi pakan, meningkatkan persentase karkas, meningkatkan waktu simpan telur, meningkatkan persentase karkas, menurunkan persentase lemak perut, tetapi tidak berpengaruh terhadap persentase albumin dan yolk telur ayam.

Page 2 of 3 | Total Record : 30