cover
Contact Name
Fadhli Fajri
Contact Email
fadhlifajri@politala.ac.id
Phone
+6282310884840
Journal Mail Official
jpb@politala.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani No.Km.06, Desa Pemuda, Kec. Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan 70815
Location
Kab. tanah laut,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Peternakan Borneo
ISSN : 29854113     EISSN : 29853923     DOI : https://doi.org/10.34128/jpb.v2i1.8
Jurnal Peternakan Borneo (JPB) encompasses a broad range of research topics in animal sciences: Feed Nutrition and Technology, Livestock Production, Animal Product Technology, Livestock Socio-Economics.
Articles 35 Documents
Study Literatur Manajemnent Penyimpanan Bahan Pakan Jagung, Dedak dan Tepung Ikan untuk Ternak Unggas Itang Purnama; Alief Rahmania Safitri; Abdul Muta Ali
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v3i2.33

Abstract

Pakan unggas merupakan komponen vital dalam keberhasilan sistem peternakan, dengan kualitas pakan yang langsung mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas unggas. Penelitian ini menyajikan tinjauan literatur mengenai aspek-aspek penting dalam penyimpanan pakan, mulai dari definisi dan tujuan penyimpanan hingga karakteristik pakan itu sendiri. Fokus utama dari kajian ini adalah untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi kualitas pakan, termasuk teknik penyimpanan, serta pengaruh suhu dan kelembapan pada pakan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif yang bersifat studi literatur untuk mengumpulkan referensi yang relevan. Sebanyak 50 literatur telah dianalisis dan memenuhi kriteria penelitian. Analisis menunjukkan bahwa pemilihan metode penyimpanan yang tepat sangat penting untuk mencegah kerusakan dan kontaminasi, yang dapat terjadi akibat kondisi penyimpanan yang tidak ideal. Selain itu, risiko yang terkait dengan penyimpanan pakan, seperti serangan mikroorganisme, menjadi perhatian utama yang memerlukan perhatian lebih, dalam konteks ini berbagai strategi untuk meningkatkan umur simpan pakan diusulkan, termasuk penggunaan berbagai jenis pengemasan dan penambahan bahan pengawet alami. Studi literatur ini bisa memberikan gambaran dalam praktik penyimpanan pakan untuk mendukung keberlanjutan dan efisiensi dalam industri peternakan unggas yang bisa dilakukan dengan berbagai cara yakni dengan pengendalian suhu, kelembaban tempat penyimpanan ataupun penggunaan berbagai pengemas dalam penyimpanan bahan pakan sehingga bisa mengoptimalkan penyimpanan pakan guna memastikan nutrisi serta produktivitas unggas yang lebih baik di masa depan.
Analisis Organoleptik Telur Pindang dengan Penambahan Daun Salam dan Daun Jambu Biji pada Variasi Waktu Perebusan yang Berbeda Alzahra, Hurriya; Candra, Riki Hiskia; Maranditya, Berliananda
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v3i2.34

Abstract

Telur pindang adalah salah satu olahan telur yang pembuatannya melibatkan perebusan telur dalam larutan air yang dicampur dengan berbagai bumbu dan rempah yang memberikan warna yang khas pada kulit telur, tetapi juga meningkatkan cita rasa dan aroma telur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik organoleptik telur pindang yang dibuat dengan penambahan daun salam dan daun jambu biji pada berbagai durasi perebusan. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan lama perebusan: kontrol (tanpa perebusan tambahan), 20 menit, 30 menit, dan 40 menit, serta melibatkan 20 panelis untuk uji hedonik terhadap rasa, aroma, tekstur, dan warna. Data dianalisis dengan menggunakan analisis ragam ANOVA (Analysis of Variance) dan dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan durasi perebusan secara signifikan mempengaruhi preferensi panelis pada semua variabel organoleptik (P<0.05). Durasi perebusan 40 menit menghasilkan nilai tertinggi dalam semua aspek, dengan peningkatan yang berkaitan erat dengan ekstraksi senyawa tanin dan minyak atsiri dari daun salam dan daun jambu biji. Studi ini menunjukkan bahwa penambahan daun salam dan daun jambu biji pada telur pindang dengan waktu perebusan yang lebih lama dapat meningkatkan kualitas organoleptik produk.
REVIEW : PEMANFAATAN TEPUNG DAUN SINGKONG PADA PAKAN UNGGAS Ririn Angriani
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v3i2.35

Abstract

Review artikel ini bertujuan untuk mengetahui manfaat penggunaan tepung daun singkong pada pakan unggas terhadap performa dan kecernaan. Tepung daun singkong memiliki kandungan protein 23,78%, serat kasar 21,52%, energi metabolis 1.800 kkal/kg, kalsium 1,24%, dan fosfor 0,6%, sehingga tepung daun singkong bisa digunakan sebagai alternatif bahan pakan lainnya. Namun, ada beberapa faktor pembatas dalam pemanfaatan tepung daun singkong pada pakan unggas yaitu serat kasar yang tinggi, kandungan antinutrisi, dan kecernaan yang rendah. Pengolahan pakan menjadi salah satu solusi untuk mengatasi faktor pembatas tersebut seperti fermentasi, suplementasi enzim. Pemberian tepung daun singkong pada pakan unggas masih aman sampai level 20%, tetapi pemberian tepung daun singkong tanpa pengolahan dapat menurunkan performa ayam seiring dengan kenaikan level pemberian. Tepung daun singkong dengan tambahan enzim dapat meningkatkan kecernaan nutrien dan pemberian tepung daun singkong fermentasi dengan level 3% memberikan hasil terbaik pada organ pencernaan. Pemberian fermentasi tepung daun singkong fermentasi sebanyak 10% berpengaruh nyata terhadap konsumsi dan konversi pakan pada ayam joper. Selain itu, penambahan tepung daun singkong fermentasi juga mampu menurunkan lemak abdomen. Pemberian fermentasi tepung daun singkong pada ayam broiler fase grower pemberian efektif pada level 50g/kg, sedangkan fase finisher dapat mencapai level 150 g/kg.
The POTENSI BAKTERI ASAM LAKTAT Lactobacillus fermentum DIISOLASI DARI IKAN BILIH ( Mystacoleucus padangensis ) DANAU SINGKARAK TERHADAP PERFORMA PRODUKSI DAN PENURUNAN KOLESTROL PUYUH PETELUR Setya Prima, Heppy; Susalam, Malikil Kudus; Fajri, Fadhli; Maulana, Fajri; Yansen, Fatridha
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v3i2.36

Abstract

Bakteri Asam Laktat (BAL) akhir-akhir ini menjadi salah satu bagian dari pokok pembahsan bidang kesehatan, industri makanan, sains,.peternakan, pertanian. Penggunaan beberapa jenis BAL ini diketahui mempunyai manfaat yang  sangat bagus bagi ternak atau pada beberapa bahan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara dosis dan lama pemberian probiotik asal Ikan Bilih (M. padangensis) Danau Singkarak dalam mempengaruhi performa produksi dan menurunkan kadar kolesterol kuning telur puyuh. Metode yang digunakan adalah pemberian probiotik hasil isolasi kepada puyuh petelur menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial 4 x 4 dengan 3 kali ulangan sesuai faktor A (dosis probiotik) dan faktor B (lama pemberian). Dosis probiotik yang diberikan adalah 0, 1, 2 dan 3 %, sedangkan lama pemberian adalah 10, 20, 30 dan 40 hari. Hasil menunjukkan pengaruh yang nyata (P<0,01) pada masing-masing faktor beserta nilai terbaik dimana pemberian dosis probiotik dan lama pemberian berpengaruh terhadap konversi ransum (17,11gr) pemberian dosis 3% dengan lama pemberian 30 hari, Produksi telur (73,88 %) pemberian dosis 3% dengan lama pemberian 20 hari, Berat telur (13,40 gr) pemberian dosis 3% dengan lama pemberian 20 hari, konversi ransum (2,21) pemberian dosis 3% dengan lama pemberian 30 hari dan kolestrol kuning telur (50,30 mg /dL) pemberian dosis 3% dengan lama pemberian 40 hari. Hasil menunjukkan terdapat interaksi antara dosis probiotik dan lama pemberian terhadap performa produksi dan penurunan kadar kolesterul puyuh petelur.
Analisis Morfometrik Sapi Lokal yang Dipelihara di Balai Pembibitan Ternak Sei Kelampai Kabupaten Lamandau Provinsi Kalimantan Tengah Dengan Menggunakan Teknik Citra Digital Erni, Nurliani Erni; Rafian, Teguh
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v3i2.37

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis morfometrik sapi lokal yang dipelihara di Balai Pembibitan Ternak Sei Kelampai Kabupaten Lamandau Provinsi Kalimantan Tengah dengan menggunakan Teknik Citra Digital. Penelitian ini menggunakan 28 ekor sapi lokal dengan metode yang dilakukan berupa pengukuran morfometrik linier (cervicalis vertebrae, thoracic vertebrae, lumbar vertebrae, sacral vertebrae, scapulla, humerus, radius- ulna, metacarpus, femur, tibia-fibulla, metatarsal, panjang badan, tinggi badan, tinggi pinggul, dan dalam dada) secara manual yaitu melakukan pengukuran menggunakan tongkat ukur langsung pada ternak dan secara digital yaitu mengambil foto ternak menggunakan kamera digital dengan acuan ukuran tongkat ukur kemudian diolah menggunakan software ImageJ. Data hasil pengukuran morfometrik linier dianalisis secara deskriptif yaitu dengan rataan dan standar error, data hasil pengukuran morfometrik menggunakan metode digital dan manual dianalisis dengan uji t-student. Hasil analisis morfometrik sapi lokal menggunakan metode digital diantaranya 54,01±1,43 cm, 23,11±0,88 cm, 27,21±0,49 cm, 51,87±1,16 cm, 28,99±1,02 cm, 30,44±0,89 cm, 22,08±0,84 cm, 36,49±0,76 cm, 38,91±0,94 cm, 32,00±0,65 cm, 116,53±2,31 cm, 118,13±2,02 cm, 117,60±1,71 cm, dan 61,88±1,08 cm. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa teknik pengukuran citra digital dapat digunakan sebagai metode pengukuran morfometrik yang akurat. Hal ini dibuktikan dengan data pengukuran morfometrik linier pada pengukuran digital memiliki hasil yang sama dengan pengukuran manual.
Review: Pengolahan Hijauan Sorgum Sebagai Alternatif Pakan Ternak Ruminansia anggi derma tungga dewi
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v4i1.39

Abstract

Sorgum merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak ruminansia. Hijauan sorgum memiliki beberapa karakteristik khas, seperti sistem perakaran yang dalam, daun dengan kutikula tebal, serta pertumbuhan bunga yang cepat, sehingga membuatnya tahan terhadap kondisi lahan kering. Dari segi nutrisi, sorgum memiliki kadar protein kasar yang cukup tinggi, tetapi kandungan serat kasarnya masih rendah. Oleh karena itu, diperlukan teknologi pengolahan seperti pembuatan silase untuk meningkatkan kualitasnya. Selain membantu mengurangi kadar serat kasar, silase juga berfungsi sebagai metode pengawetan pakan melalui proses ensilasi, sehingga dapat disimpan dalam jangka waktu lama, terutama saat musim kemarau. Kualitas nutrisi hijauan dalam proses silase dapat ditingkatkan dengan menambahkan bahan lain seperti bahan pakan sumber karbohidrat dan/atau sumber protein. Dalam pembuatan silase, penting untuk memperhatikan bahan yang digunakan, termasuk memilih hijauan yang disukai ternak serta mempertimbangkan jenis bahan tambahan yang dapat mempengaruhi karakteristik akhir silase.
Review : Pengolahan Limbah Singkong sebagai Bahan Pakan Ayam Broiler Ririn Angriani
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v4i1.45

Abstract

Review ini bertujuan untuk mengevaluasi pengolahan limbah singkong sebagai bahan pakan ayam broiler yang selanjutnya dapat dijadikan acuan dalam penggunaan limbah singkong pada pakan ayam broiler. Pengolahan limbah merupakan salah satu solusi dalam mengurangi pencemaran lingkungan, serta dapat mengatasi dalam penyediaan bahan pakan ternak. Limbah singkong seperti kulit dan daun yang umum digunakan pada pakan ternak unggas. Kulit singkong bermanfaat sebagai sumber energi, dengan kandungan Total Digestible Nutrient (TDN) yaitu 79,8%, sedangkan daun singkong dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein karena kandungan protein kasar daun singkong mencapai 19,82%. Kulit singkong terfermentasi sampai level 20% mampu meningkatkan nilai nutrisi serta mengefisiensikan penggunaan ransum dan income over feed cost ayam broiler. Selain itu, kulit singkong terfermentasi juga mampu meningkatkan kecernaan protein dan retensi nitrogen, meskipun kulit singkong belum mampu meningkatkan bobot relatif organ pencernaan ayam broiler. Selanjutnya, pada daun singkong terfermentasi juga mampu meningkatkan kecernaan, meskipun dalam penambahan daun singkong terjadi penurunan performa seiring dengan meningkatnya level. Namun, daun singkong sampai level 20% tidak beracun digunakan. Selain itu, penggunaan enzim juga dapat mengimbangi dampak buruk yang disebabkan oleh penggunaan daun singkong pada pakan. Daun singkong dengan enzim sampai level 3% tidak mengganggu organ pencernaan.
REVIEW: PEMANFAATAN BIJI KARET SEBAGAI PAKAN UNGGAS Agasi, Satri Yusasra; Maulana, Fajri; Fajri, Fadhli; Febrina, Bunga Putri; Sandri, Dwi; Setya Prima, Heppy; Susalam, Malikil Kudus; Amran , Muhammad
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v4i1.47

Abstract

Pemanfaatan biji karet (Hevea brasiliensis) sebagai bahan pakan unggas merupakan salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan pada bahan pakan konvensional seperti jagung dan bungkil kedelai. Biji karet memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi, dengan protein kasar sebesar 18–25%, lemak kasar 40–50%, serta asam amino esensial seperti lisin dan metionin. Namun, kandungan senyawa toksik berupa asam sianida (HCN) pada biji karet mentah menjadi kendala utama dalam penggunaannya. Penelitian menunjukkan bahwa pengolahan melalui fermentasi, terutama dengan mikroba seperti Aspergillus niger dan Saccharomyces cerevisiae, mampu menurunkan kadar HCN hingga lebih dari 90%, sekaligus meningkatkan kecernaan dan kestabilan nutrisi. Penggunaan biji karet fermentasi dalam ransum unggas pada level 5–15% terbukti tidak menurunkan performa produksi, tidak menimbulkan efek toksik pada organ, dan tidak memengaruhi kualitas produk ternak. Dari sisi ekonomi, biji karet fermentasi berpotensi menurunkan biaya pakan secara signifikan. Oleh karena itu, biji karet yang telah diolah secara tepat dapat menjadi alternatif pakan lokal unggas yang aman, bergizi, dan ekonomis, terutama bagi peternakan rakyat di daerah penghasil karet. Dukungan teknologi dan kebijakan diperlukan untuk mengoptimalkan pemanfaatannya secara luas dan berkelanjutan.
Analisis Komposisi Ransum Kambing Jawarandu pada Peternakan Skala Kecil: Studi Literatur dan Kasus di Jago Ternak Farm Itang Purnama; Abdul Muta Ali; Baluh Medyabrata Atmaja; Faisal Fadli Pulungan; Raden Febrianto Christi; Alief Rahmania Safitri; Rizki Aldi Setianda
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v4i1.48

Abstract

Peternakan kambing merupakan salah satu sektor peternakan yang banyak dikembangkan, khususnya di Kabupaten Tanah Laut. Meskipun awalnya dikelola sebagai usaha sampingan, peternakan kambing kini mulai beralih menjadi kegiatan yang lebih terstruktur dan berorientasi bisnis. Sebagian besar peternakan kambing di daerah ini dijalankan dalam skala kecil dengan sistem pemeliharaan intensif. Salah satu contohnya adalah Jago Ternak Farm, sebuah peternakan kambing skala kecil yang menjadi objek dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi ransum yang diberikan kepada kambing Jawarandu serta mengidentifikasi permasalahan nutrisi yang terjadi di peternakan, dengan dukungan dari literatur yang relevan. Metode yang digunakan adalah kombinasi antara studi pustaka (desk study), analisis kasus, dan analisis deskriptif kuantitatif. Data komposisi ransum dianalisis secara numerik untuk mengevaluasi kandungan Total Digestible Nutrients (TDN), kalsium (Ca), dan fosfor (P), kemudian dibandingkan dengan kebutuhan nutrisi standar berdasarkan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ransum yang diberikan belum diformulasikan dengan baik karena peternak belum mengetahui kandungan nutrisinya, sehingga menyebabkan terjadinya hipokalsemia pada indukan, terutama pada fase akhir kebuntingan dan masa laktasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa ransum hanya mengandung 59,25% TDN, 0,13% Ca, dan 0,21% P, yang berada di bawah standar kebutuhan nutrisi untuk ternak bunting. Solusi yang disarankan adalah perbaikan formulasi ransum dengan pendekatan trial and error, disesuaikan dengan kebutuhan fisiologis ternak dan didukung oleh standar nutrisi dari literatur.
Pengaruh Marinasi Ekstrak Kecombrang (Etlingera elatior) dengan Variasi Konsentrasi dan Lama Perendaman terhadap Karakteristik Fisik Daging Puyuh (Coturnix coturnix japonica) Jannah, Hidayatul; Pratama, Yudha Endra; Syahminan, Auli Two Putra; Fajri, Fadhli
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v4i1.50

Abstract

Marinasi merupakan salah satu metode pengolahan daging yang bertujuan untuk meningkatkan cita rasa, memperbaiki tekstur, dan mempertahankan kualitas daging. Bunga kecombrang (Etlingera elatior) diketahui memiliki senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenol, dan antosianin yang berpotensi memperbaiki kualitas fisik daging melalui mekanisme peningkatan kapasitas ikat air dan penghambatan oksidasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh konsentrasi ekstrak kecombrang dan lama perendaman terhadap karakteristik fisik daging puyuh (Coturnix coturnix japonica), meliputi pH, cooking loss, warna (L*, a*, b*), dan tekstur (shear force). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 3×3 dengan dua faktor, yaitu konsentrasi ekstrak kecombrang (0%, 10%, dan 20%) dan lama perendaman (30, 60, dan 120 menit), masing-masing diulang tiga kali. Data dianalisis menggunakan ANOVA dua arah dan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak kecombrang dan lama perendaman berpengaruh signifikan (p<0,05) terhadap semua parameter yang diamati. Peningkatan konsentrasi ekstrak dan waktu marinasi menurunkan nilai pH dan cooking loss, serta meningkatkan nilai a(kemerahan), b(kekuningan), dan keempukan daging (shear force). Perlakuan terbaik diperoleh pada konsentrasi 20% dengan lama perendaman 120 menit yang menghasilkan pH 6,18, cooking loss 26,50%, nilai a 10,90, b 7,70, dan shear force 25,40 N. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kecombrang dapat digunakan sebagai bahan marinasi alami yang efektif dalam meningkatkan kualitas fisik daging puyuh. Temuan ini memberikan peluang pengembangan teknologi pengolahan daging unggas yang lebih sehat dan ramah lingkungan.

Page 3 of 4 | Total Record : 35