cover
Contact Name
Mahsup
Contact Email
mahsup.math@gmail.com
Phone
+6281805211294
Journal Mail Official
mahsup.math@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 1 Pagesangan Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Abdimas Mandalika
ISSN : -     EISSN : 28075943     DOI : -
Journals that disseminate every thought and idea on the results of research and the use of technology to be implemented to the community include; (1). The fields of science, Natural Sciences (Physics, Chemistry, Biology), Applied Sciences, Social, Cultural, Economics, Health, Law, Religion and Psychology (2). Training and improvement of educational, agricultural, information and communication outcomes and (3). ICT Development
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 193 Documents
Implementasi Teori Karier John Holland Dalam Pemilihan Karier Siswa Menggunakan TPACK Berbasis AI Chaterina Yeni Susilaningsih; Gregoria Ariyanti; Chatarina Dian Indrawati
Abdimas Mandalika Vol 5, No 5 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i5.40013

Abstract

Abstract:  A career is a professional path that students must plan for and pursue. High school students often begin planning for future careers that align with their aspirations; however, many—particularly those in the twelfth grade—remain uncertain or hesitant about their career choices. This community service activity (PKM) aimed to instill confidence in students regarding their career choices and prospects, utilizing John Holland’s Career Theory. This initiative addressed the situation at our partner school, SMA Negeri 6 Madiun, where some twelfth-grade students lacked confidence in selecting a career path that matched their interests and abilities. The activity employed a career guidance approach consisting of three stages: 1) introducing the RIASEC career test; 2) administering the RIASEC test to align students' interests with suitable work environments; and 3) providing guidance and helping students interpret their test results. The results indicated an 85.29% alignment between students' expressed interests and their test outcomes, with a 14.71% discrepancy. These findings demonstrate that John Holland’s RIASEC career test is highly effective for assisting students in making career choices.Abstrak: Karier merupakan suatu profesi yang harus direncanakan dan diraih oleh siswa. Siswa SMA sudah mulai merencanakan karier masa depan yang sesuai dengan harapannya. Namun, banyak siswa SMA, terutama yang berada di kelas XII, masih bingung dan ragu dengan pilihan kariernya. Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini untuk memberikan keyakinan kepada siswa terhadap pilihan kariernya dan prospek kerjanya berdasarkan Teori Karier John Holland. Kondisi ini terjadi pada Mitra kami di SMA Negeri 6 Madiun. Sebagian siswa kelas XII masih belum memiliki keyakinan dalam menentukan pilihan kariernya sesuai dengan minat dan kemampuannya. Metode yang digunakan dalam PKM ini melalui pendekatan layanan  karier dengan tahapan pelaksanaan 1) sosialisasi  tes karier RIASEC, 2) pemberian tes karier RIASEC dimana siswa diarahkan pada minat yang sesuai dengan lingkungan kerjanya, dan 3) pendampingan dan pemahaman hasil tes karier kepada siswa. Hasil menunjukkan setelah diberikan  tes karier RIASEC terdapat kesesuaian atau kecocokan antara pilihan minat siswa dan hasil tes karier sebesar 85,29%, sedangkan yang tidak sesuai sebesar 14,71%. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan tes karier John Holland (RIASEC) sangat tepat digunakan untuk menentukan pilihan karier siswa.
Pemanfaatan Permainan Tradisional Congklak Sebagai Media Interaktif Dalam Pembelajaran FPB Dan KPK Di SDN 2 Kragilan Andi Mufti Mubarak Asmar; Naimah Parondah; Aspikal Aspikal
Abdimas Mandalika Vol 5, No 5 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i5.34493

Abstract

Abstract:  The congklak game is highly effective in mathematics instruction at the elementary school level. Observations at SDN 2 Kragilan revealed that educators and mathematics teachers at the school still rely on conventional methods in their teaching. Furthermore, the use of learning media remains limited or lacks innovation when teaching the KPK and FPB concepts. The objective of this Community Service Program (PKM) is to provide an analysis regarding the introduction of the traditional congklak game as a learning medium for teaching the KPK and FPB at SDN 2 Kragilan. The program was implemented using a qualitative research methodology. The results of the PKM activity show that introducing traditional games as a learning medium can effectively improve students’ learning outcomes in KPK and FPB at SDN 2 Kragilan. Teachers’ innovations in learning media need not be limited to modern games; traditional media such as the congklak game can also be used to introduce KPK and FPB concepts. The congklak game can also foster hard work, a sense of achievement, and perseverance.Abstrak: Permainan congklak memiliki keefektifan yang baik dalam kegiatan pembelajaran matematika pada jenjang Sekolah Dasar. Hasil observasi di SDN 2 Kragilan memaparkan bahwa pendidik atau guru matematika di SDN 2 Kragilan masih menggunakan metode konvensional dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, penggunaan dari media pembelajaran juga masih minim digunakan ataupun kurang inovatif pada materi KPK dan FPB. Tujuan dari PKM ini adalah memberikan hasil analisis terkait dengan pengenalan permainan tradisional congklak sebagai media pembelajaran matematikan FPB dan KPK di SDN 2 Kragilan. Pelaksanaan pengabdian menggunakan penulisan metode kualitatif. Hasil kegiatan PKM ialah pengenalan permainan tradisional sebagai salah satu media pembelajaran mampu memberikan keefektifan dalam peningkatan hasil belajar siswa materi KPK dan FPB di SDN 2 Kragilan. Inovasi guru dalam media pembelajaran tidak hanya berbasis permainan modern. Namun, penggunaan dari media tradisional seperti permainan congklak juga dapat digunakan sebagai media pengenalan materi KPK dan FPB. Permainan congklak juga dapat mengembangkan perilaku kerja keras, penghargaan, dan ketekunan.
Penguatan Empati dan Pemahaman Teman Sebaya terhadap ABK melalui Psikoedukasi Kelompok di Kelas Inklusi SMK Widyastuti Widyastuti; Rosna Nur Faizah; Evania Surya Dewi
Abdimas Mandalika Vol 5, No 5 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i5.40401

Abstract

Abstract: Regular students in inclusive classrooms often exhibit inflexible responses toward peers with disabilities, particularly those with Autism Spectrum Disorder (ASD) and slow learner characteristics, primarily due to a lack of knowledge rather than ill intent. This community service activity aimed to strengthen peer roles in inclusive classes at SMKN 1 Sidoarjo through group psychoeducation, involving 66 students from classes X-TKR 1, X-TKR 2, and XII-TAV as part of an MBKM internship program. The activity employed a pretest-posttest design using the Interpersonal Reactivity Index (IRI) to measure empathy in 48 students who completed both measurements (X-TKR 1 and X-TKR 2), and a Likert scale (1–5) to assess understanding and perception of disability knowledge across all 76 participants. Results showed a significant increase in empathy scores (N = 48; M pretest = 76.50; M posttest = 80.21; p < .001; d = 0.860, large effect), substantial improvement in understanding of ABK characteristics across all three classes (average increase = 1.41 points; p < .001; d = 1.718), and increased perception of the importance of disability knowledge (average increase = 0.86 points; p < .001; d = 0.945). Students also demonstrated the ability to formulate concrete supportive actions for peers with ASD and slow learner. These findings confirm that group psychoeducation is an effective intervention for enhancing empathy, knowledge, and prosocial behavior among regular students in inclusive settings. Abstrak: Siswa reguler di kelas inklusi kerap menunjukkan respons yang kurang fleksibel terhadap teman penyandang disabilitas, khususnya mereka yang tergolong Autism Spectrum Disorder (ASD) maupun slow learner, yang umumnya bersumber dari ketidaktahuan bukan dari niat buruk. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menguatkan peran teman sebaya di kelas inklusi SMKN 1 Sidoarjo melalui psikoedukasi kelompok, melibatkan 66 siswa dari kelas X-TKR 1, X-TKR 2, dan XII-TAV dalam kerangka program magang MBKM. Kegiatan menggunakan rancangan pretest-posttest dengan Interpersonal Reactivity Index (IRI) sebagai alat ukur empati pada 48 siswa yang mengikuti pengukuran secara lengkap (X-TKR 1 dan X-TKR 2), serta skala Likert 1–5 untuk mengukur pemahaman dan persepsi pentingnya pengetahuan ABK pada seluruh 76 peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor empati (N = 48; M pretest = 76,50; M posttest = 80,21; p < 0,001; d = 0,860, efek besar), peningkatan substansial pemahaman tentang karakteristik ABK di ketiga kelas (rata-rata selisih = 1,41 poin; p < 0,001; d = 1,718), dan peningkatan persepsi pentingnya pengetahuan ABK (rata-rata selisih = 0,86 poin; p < 0,001; d = 0,945). Siswa juga mampu merumuskan bentuk bantuan konkret bagi teman dengan ASD maupun slow learner. Temuan ini mengonfirmasi bahwa psikoedukasi berbasis kelompok merupakan intervensi yang efektif untuk meningkatkan empati, pemahaman, dan perilaku prososial siswa reguler di lingkungan inklusi.