cover
Contact Name
Mahsup
Contact Email
mahsup.math@gmail.com
Phone
+6281805211294
Journal Mail Official
mahsup.math@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 1 Pagesangan Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Abdimas Mandalika
ISSN : -     EISSN : 28075943     DOI : -
Journals that disseminate every thought and idea on the results of research and the use of technology to be implemented to the community include; (1). The fields of science, Natural Sciences (Physics, Chemistry, Biology), Applied Sciences, Social, Cultural, Economics, Health, Law, Religion and Psychology (2). Training and improvement of educational, agricultural, information and communication outcomes and (3). ICT Development
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 193 Documents
Workshop Perangkat Pembelajaran PjBL Berbasis Deep Learning Winda Agustina; Rahmita Yuliana Gazali; Abdul Jabar; Aminah Ekawati; Dina Huriaty; Muhammad Royani; Benny Nawa Trisna; Arifin Riadi
Abdimas Mandalika Vol 5, No 4 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i4.39266

Abstract

Abstract:  21st-century mathematics education demands the application of approaches that can develop conceptual understanding, critical thinking skills, creativity, and student collaboration. One of the relevant approaches is deep learning, but its implementation in schools still faces various challenges, especially the limited understanding of teachers in selecting learning models and developing appropriate teaching materials. This community service activity aims to facilitate MTs Tabalong teachers and teachers involved in the Mathematics MGMP throughout the city of Banjarmasin in designing and implementing Project-Based Learning (PjBL) based learning tools with a deep learning approach. The activity was conducted using a participatory training approach thru four stages: problem identification, preparation, implementation, and evaluation, with a hybrid implementation model. The participants of the activity numbered 80 teachers, consisting of 30 teachers from MTs Tabalong and 50 teachers from SMA/MA or equivalent. Data were obtained thru teacher response questionnaires and the review of teaching materials. The results show a very positive response, the material is considered relevant and beneficial, and it enhances teachers' understanding and readiness. Although the number of devices produced is not yet optimal, their quality has reflected the main characteristics of PjBL and deep learning. These findings indicate that the workshop is effective as an initial step in enhancing pedagogical competence and needs to be followed up with continuous mentoring.Abstrak: Implementasi pendekatan deep learning dalam pembelajaran matematika di sekolah masih menghadapi kendala, terutama keterbatasan guru dalam merancang perangkat pembelajaran yang sesuai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memfasilitasi guru MTs Tabalong dan guru yang tergabung dalam MGMP Matematika se-Kota Banjarmasin dalam merancang dan mengimplementasikan perangkat pembelajaran berbasis Project-Based Learning (PjBL) dengan pendekatan deep learning. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif melalui empat tahapan, yaitu identifikasi masalah, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan model pelaksanaan hybrid. Peserta kegiatan berjumlah 80 guru, terdiri atas 30 guru MTs Tabalong dan 50 guru SMA/MA sederajat. Data diperoleh melalui angket respon guru dan telaah perangkat pembelajaran. Hasil menunjukkan respon sangat positif, materi dinilai relevan dan bermanfaat, serta meningkatkan pemahaman dan kesiapan guru. Meskipun jumlah perangkat yang dihasilkan belum optimal, kualitasnya telah mencerminkan karakteristik utama PjBL dan deep learning. Temuan ini menunjukkan bahwa workshop efektif sebagai langkah awal peningkatan kompetensi pedagogik dan perlu ditindaklanjuti dengan pendampingan berkelanjutan.
Inovasi Digital Dalam Perencanaan Pembelajaran: Pelatihan Teachy App Untuk Guru SD 3 Pedawang Kudus Ratri Rahayu; Himmatul Ulya; Alif Catur Murti
Abdimas Mandalika Vol 5, No 4 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i4.39175

Abstract

Abstract:  Time constraints and limited technological competence remain significant challenges for teachers in developing effective instructional planning. Therefore, the utilization of Artificial Intelligence (AI) is essential to support and enhance the lesson planning process. This study aims to enhance the digital literacy of teachers at SD 3 Pedawang in designing instructional materials using the Teachy App, improve the efficiency and quality of learning materials based on the Merdeka Curriculum, and promote the use of technology while fostering a digital learning community. This community service program employed a participatory and contextual approach involving 11 teachers from SD 3 Pedawang. The methods included lectures, question-and-answer sessions, discussions, simulations, and hands-on practice using the Teachy App. Evaluation was conducted through pre-test and post-test, with improvement analyzed using the N-Gain formula. The average pre-test score was 19%, which significantly increased to 97.30% in the post-test. The N-Gain analysis showed an average improvement score of 0.969, categorized as high. The Teachy App training proved to be effective in improving teachers’ skills, time efficiency, and the quality of digital learning materials based on the Merdeka Curriculum. It is recommended that such training be conducted regularly and sustainably to strengthen the digital learning community.Abstrak: Keterbatasan waktu dan rendahnya keterampilan teknologi masih menjadi kendala bagi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran secara efektif. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) diperlukan untuk mendukung proses perencanaan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital guru SD 3 Pedawang dalam merancang perangkat pembelajaran menggunakan Teachy App, meningkatkan efisiensi dan kualitas perangkat pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka, serta mendorong pemanfaatan teknologi sekaligus membangun komunitas belajar digital. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini adalah pendekatan partisipatif dan kontekstual dengan melibatkan 11 guru SD 3 Pedawang sebagai peserta. Kegiatan dilaksanakan melalui ceramah, tanya jawab, diskusi, simulasi, serta praktik langsung (hands-on) penggunaan Teachy App. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest, dengan peningkatan dianalisis menggunakan rumus N-Gain. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata skor pretest sebesar 19% meningkat secara signifikan menjadi 97,30% pada posttest. Hasil analisis N-Gain menunjukkan nilai rata-rata sebesar 0,969 yang termasuk dalam kategori tinggi. Dengan demikian, pelatihan penggunaan Teachy App terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan guru, efisiensi waktu, serta kualitas perangkat pembelajaran digital berbasis Kurikulum Merdeka. Oleh karena itu, kegiatan serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat komunitas belajar digital.
Pelatihan Optimalisasi Media Sosial Instagram Sebagai Media Informasi Bambang Setyo Utomo; Mohammad Luthfi; Khurun'in Zahro'; Moh Alwi Yusron
Abdimas Mandalika Vol 5, No 4 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i4.38972

Abstract

Abstract: The presence of social media in Indonesia has encouraged Islamic boarding schools by using them as a medium for disseminating information and encouraging public involvement, including Pondok Modern Gontor Putri Campus 2. This community service program activity aims to optimize the management of PMDG Putri Campus 2 Instagram through post consistency, journalistic knowledge to write captions and the use of reels. The methods used include observation of partner problems, preparation, implementation and evaluation of activities. The results of this service activity include the socialization of the program to service partners, namely the public relations of Pondok Modern Gontor Putri Campus 2, Instagram branding management training, press release training on pesantren digital media, the submission of tools to help the content production process and evaluation of service activities, namely by sharing pretest and post test questions, as well as monitoring the content shared after the service.Abstrak: Kehadiran media sosial di Indonesia telah mendorong lembaga pesantren dengan memanfaatkannya sebagai media penyebaran informasi dan mendorong keterlibatan publiknya, tak terkecuali Pondok Modern Gontor Putri Kampus 2. Kegiatan prgram pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan Instagram PMDG Kampus Putri 2 melalui konsistensi postingan, pengetahuan jurnalistik untuk menulis caption dan pemanfaatan reel. Metode yang digunakan meliputi observasi masalah mitra, persiapan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan pengabdian ini diantaranya adalah sosialisasi program kepada mitra pengabdian yaitu humas Pondok Modern Gontor Putri Kampus 2, pelatihan manajemen branding instagram, pelatihan ress release pada media digital pesantren, penyerahan alat untuk membantu proses produksi konten  dan evaluasi kegiatan pengabdian yaitu dengan membagikan soal pre test dan post test, serta memantu konten yang dibagikan pasca pengabdian.
Peningkatan Kompetensi Guru Matematika melalui Workshop Pendekatan Metakognitif Nyimas Inda Kusumawati; Ali Syahbana; Rohman Rohman
Abdimas Mandalika Vol 5, No 4 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i4.38699

Abstract

Abstract:  This community service program aimed to improve the pedagogical competence of mathematics teachers in implementing metacognitive approaches in the learning process at SMP Negeri 17 Palembang. The metacognitive approach is considered important in developing students’ reflective, independent, and systematic thinking skills. The implementation method consisted of preparation, workshop activities, mentoring, and monitoring and evaluation. The workshop was conducted through material presentations, discussions, case studies, and practical training in developing metacognitive-based lesson plans. The participants consisted of 19 mathematics teachers. Data were collected through observation, questionnaires, and document analysis. The results showed an improvement in teachers’ understanding and skills in designing metacognitive-based learning. A total of 57.9% of participants stated that the program was very beneficial, while 42.1% considered it beneficial. In addition, 53.6% of participants showed strong motivation to apply the metacognitive approach in their classrooms. The program also positively impacted teachers’ soft skills, such as reflective attitudes, openness to innovation, and collaboration, as well as their hard skills in developing instructional materials. Therefore, this community service program effectively supports the improvement of mathematics learning quality in partner schoolsAbstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogis guru matematika dalam menerapkan pendekatan metakognitif pada proses pembelajaran di SMP Negeri 17 Palembang. Pendekatan metakognitif dipandang penting dalam membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir reflektif, mandiri, dan sistematis. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan workshop, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Workshop dilaksanakan melalui kegiatan penyampaian materi, diskusi, studi kasus, dan praktik penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis metakognitif. Subjek kegiatan terdiri atas 19 guru matematika. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, dan analisis dokumen. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang pembelajaran berbasis metakognitif. Sebanyak 57,9% peserta menyatakan kegiatan sangat bermanfaat dan 42,1% menyatakan bermanfaat. Selain itu, 53,6% peserta menunjukkan motivasi yang sangat tinggi untuk menerapkan pendekatan metakognitif di kelas. Kegiatan ini juga berdampak positif terhadap peningkatan softskill guru, seperti sikap reflektif, keterbukaan terhadap inovasi, dan kemampuan kolaborasi, serta peningkatan hardskill dalam pengembangan perangkat pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini efektif dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran matematika di sekolah mitra.
Efektivitas Penyuluhan Kesehatan dalam Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat tentang Risiko dan Pencegahan Leptospirosis Ardy Prian Nirwana; Yusianti Silviani; Didik Wahyudi
Abdimas Mandalika Vol 5, No 4 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i4.39517

Abstract

Abstract:  Leptospirosis is a zoonotic disease that remains a significant public health problem, particularly in areas with poor environmental sanitation and high-risk community activities. This community service program aimed to improve public knowledge and awareness regarding the risks and prevention of leptospirosis in Sobayan Village, Pedan District, Klaten Regency. The methods employed included interactive health education sessions, basic health screenings (blood glucose and blood pressure), and training on the preparation of natural antiseptic soap as part of promotive and preventive efforts. Program evaluation was conducted using a pre-test and post-test design to assess changes in participants’ knowledge levels. The results demonstrated a significant increase in community knowledge, as indicated by the rise in the average score from 71.21 in the pre-test to 91.89 in the post-test. In addition, the program contributed to enhancing community awareness in adopting clean and healthy living behaviors (PHBS). In conclusion, this community service activity was effective in improving knowledge and promoting behavioral change as part of leptospirosis prevention efforts.Abstrak: Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama pada wilayah dengan sanitasi lingkungan yang kurang memadai dan aktivitas masyarakat yang berisiko tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai bahaya serta upaya pencegahan leptospirosis di Desa Sobayan, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan interaktif, pemeriksaan kesehatan dasar berupa skrining kadar gula darah dan tekanan darah, serta edukasi pembuatan sabun antiseptik alami sebagai upaya promotif dan preventif. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 71,21 pada pre-test menjadi 91,89 pada post-test. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam upaya pencegahan leptospirosis
Pengembangan Media Dakwah Berbasis Digital di Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kebonsari Jember Daryanto Daryanto; Habibatul Azizah Al Faruq
Abdimas Mandalika Vol 5, No 4 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i4.39290

Abstract

Abstract:  PRM Kebonsari has not yet developed digital preaching and remains limited by its members' skills in managing digital content, so its outreach only reaches congregants who attend in person. It is therefore essential to develop a digital-based preaching platform to enable broader outreach. The objective of this community service program is for the Unmuh Jember service team to develop social media as a digital preaching platform and provide training in social media management for PRM Kebonsari as a partner. The platforms used in this program include Instagram, Facebook, and YouTube. The stages of this service program consist of preparation, the establishment of social media as a digital preaching platform, and training in digital religious content management. The results of this community service program indicate that the PKM Team successfully developed digital-based preaching by utilizing social media, including Instagram, Facebook, and YouTube. As a result, PRM Kebonsari now has official social media accounts, and human resource understanding and skills in managing social media content improved by an average of 61.75% (content design 65% and content uploading 67%), with 100% of participants able to upload preaching content independently by the end of the program.Abstrak: PRM Kebonsari belum mengembangkan dakwah secara digital dan masih terbatas pada kemampuan anggota dalam mengelola konten digital, sehingga jangkauan dakwah hanya menjangkau jamaah yang hadir langsung. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan sarana dakwah berbasis digital agar penyampaian dakwah dapat dilakukan secara lebih luas. Tujuan program pengabdian ini adalah tim pengabdian Unmuh Jember akan mengembangkan media sosial sebagai sarana dakwah berbasis digital dan memberikan pelatihan pengelolaan media sosial bagi PRM Kebonsari sebagai mitra. Dalam hal ini, platform yang akan digunakan adalah media sosial Instagram, Facebook, dan Youtube. Tahapan yang dilakukan pada pengabdian ini dimulai dari persiapan, pembuatan social media sebagai sarana dakwah berbasis digital, dan pelatihan pengelolaan konten dakwah digital. Menghasilkan pengabdian bahwa Tim PKM dapat mengembangkan dakwah berbasis digital dengan memanfaatkan sosial media meliputi: Instagram, Facebook, dan Youtube. Sehingga PRM Kebonsari saat ini telah memiliki akun resmi sosial media. Pemahaman dan keterampilan sumber daya manusia dalam mengelola konten sosial media meningkat dengan rata-rata sebesar 61,75% (desain konten 65% dan pengunggahan konten 67%), serta 100% peserta mampu mengunggah konten dakwah secara mandiri pada akhir kegiatan.
Pelatihan Penggunaan AI Magic School sebagai Upaya Penguatan Literasi Digital Guru dalam Mendukung Transformasi Pendidikan di Era Globalisasi Hardi Alunaza; Aliyah Nur'aini Hanum; Dea Varanida; Mentari Mentari; Ratu Zahirah Lutfie; Muhammad Fadhlan
Abdimas Mandalika Vol 5, No 4 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i4.39426

Abstract

Abstract:  The integration of technology in education is part of a soft power strategy to enhance global competitiveness, and AI plays a role in transforming learning communication patterns to become more interactive and tailored to students’ needs. However, the implementation of AI in Indonesia still faces several challenges, particularly the low level of teachers’ digital literacy, which may widen the digital divide. This community service activity aims to improve the understanding and skills of teachers in Singkawang City in utilizing the AI Magic School platform to support the learning process. The implementation method was carried out in a participatory manner through four stages: preparation and observation, training, evaluation, and reporting. The activity was conducted from May to August 2024. The results show a significant improvement in digital literacy, understanding of AI usage, and teachers’ confidence in integrating technology into the learning process. The use of AI Magic School also encourages a shift in communication patterns from teacher-centered to student-centered learning and improves teachers’ work efficiency through various features such as lesson planning, material development, and evaluation tools. Thus, the training on the use of AI Magic School has proven to be effective in supporting educational transformation, enhancing the quality of learning communication, and strengthening the competitiveness of human resources in the era of globalization.Abstrak: Integrasi teknologi dalam pendidikan merupakan bagian dari strategi soft power untuk meningkatkan daya saing global dan AI berperan dalam mengubah pola komunikasi pembelajaran menjadi lebih interaktif dan berbasis kebutuhan peserta didik. Namun, implementasi AI di Indonesia masih menghadapi kendala, terutama rendahnya literasi digital guru yang berpotensi memperlebar kesenjangan digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru di Kota Singkawang dalam menggunakan platform AI Magic School sebagai pendukung pembelajaran. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui empat tahapan, yaitu persiapan dan observasi, pelatihan, evaluasi, serta pelaporan. Kegiatan dilaksanakan selama Mei–Agustus 2024. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam literasi digital, pemahaman penggunaan AI, serta kepercayaan diri guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran. Pemanfaatan AI Magic School juga mendorong perubahan pola komunikasi dari teacher-centered menjadi student-centered, serta meningkatkan efisiensi kerja guru melalui berbagai fitur seperti perencanaan pembelajaran, pembuatan materi, dan evaluasi. Dengan demikian, pelatihan penggunaan AI Magic School terbukti efektif sebagai upaya mendukung transformasi pendidikan, meningkatkan kualitas komunikasi pembelajaran, serta memperkuat daya saing sumber daya manusia di era globalisasi.
Pelatihan dan Edukasi Pada Ibu Balita dalam Pencegahan Stunting di Desa Karang Intan 1 sebagai Area Lahan Basah Kalimantan Selatan Agianto Agianto; Fujiati Fujiati; Roselina Panghiyangani; Nelly Al Audah; Arief Budiarto; Sukma Noor Akbar; Nanda Shaskia Larasaty; Puga Sharaz Wangi; Seri Wahyuni; Danny Indrawardhana; Dwi Purbayanti; Deby Kania Tri Putri; Nurul Hidayah; Muhammad Irwan Setiawan; Muhammad Fakhruddin Noor; Muhammad Iqbal; Ary Nugraha; Muhammad Ikhwan Rizki
Abdimas Mandalika Vol 5, No 4 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i4.38965

Abstract

Abstract: The prevalence of stunting in South Kalimantan remains high, requiring special attention in implementing more effective intervention programs. The purpose of community service activities is to increase knowledge and strengthen the active role of the community, especially mothers of toddlers, in preventing stunting and supporting the acceleration of reducing stunting prevalence. The method used was training and education for housewives in stunting prevention in Karang Intan Village. The target of the activity was 30 mothers with toddlers. The series of activities included a pre-test delivering educational materials on stunting, weighing practices, identifying stunting from body weight, and determining nutrition from simulations and practices. Interactive discussions and post-tests were conducted to evaluate the increase in knowledge of mothers of toddlers. The results of the activity showed a significant increase in knowledge, where at the pre-test stage, 86.6% were already in the good category, and after the intervention, all respondents (100%) were in the good category. Health education is effective in improving and strengthening the understanding of mothers of toddlers regarding stunting prevention.Abstrak: Prevalensi stunting di Kalimantan Selatan masih berada pada kategori tinggi, sehingga memerlukan perhatian khusus dalam implementasi program intervensi yang lebih efektif. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan, dan memperkuat peran aktif masyarakat khususnya ibu balita dalam mencegah stunting dan mendukung percepatan penurunan prevalensi stunting. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan edukasi pada ibu rumah tangga dalam pencegahan stunting di Desa Karang Intan. Sasaran kegiatan adalah 30 ibu yang memiliki balita. Rangkaian kegiatan berupa pre-test penyampaian materi edukasi tentang stunting, praktik penimbangan, identidfikasi stunting dari berat bada, penentuangizi dari simulasi dan praktik. Diskusi interaktif serta post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan ibu Balita. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dimana pada tahap pre-test sebesar 86,6% sudah berada pada kategori baik, dan setelah intervensi seluruh responden (100%) berada pada kategori baik. Edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan dan memperkuat pemahaman ibu balita terkait pencegahan stunting.
Workshop Penulisan Artikel Ilmiah dan Publikasi bagi Guru Alumni Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Muhammad Sholeh Marsudi; Eva Harista; Bohhori Bohhori; Abi Apriyadi; Busyra Akeh; Yukhirani Nada Jasmine
Abdimas Mandalika Vol 5, No 4 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i4.38625

Abstract

Abstract:  Scientific paper for guidance counselors is not merely an administrative requirement, but also a means of disseminating good practices and innovations in counseling services. However, the reality in the field shows that the contribution of guidance counselors to scientific article publications is still relatively low. Many teachers experience obstacles in expressing their ideas, organizing their thoughts, and complying with academic writing rules. This community service activity focused on counseling teachers who are alumni of the Islamic Counseling Study Program at IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung who work at SMA Negeri 1 Sungai Selan in Bangka Tengah Regency, SMA Negeri 1 Tempilang in Bangka Barat Regency, and SMP Muhammadiyah Toboali in Bangka Selatan Regency. This community service activity aims to equip guidance counselors with the skills to write scientific articles in accordance with academic rules, increase guidance counselors' knowledge regarding publication ethics and the journal submission process, assist participants in producing draft scientific articles, and encourage guidance counselors to actively contribute to the development of science through publication. The method used to implement the community service program is the Participatory Action Research (PAR) method. The implementation of community service using the PAR method in this workshop activity was as follows: 1) Preparation, 2) Workshop Implementation, 3) Assistance in Article Preparation, 4) Article Finalization and Submission, and 5) Activity Evaluation and Reporting. Overall, this PKM activity not only produced scientific articles, but also had a positive impact on the professionalism of guidance counsellors as educators who are active in scientific development and the culture of writing scientific papers.Abstrak: Tuliskan Karya ilmiah bagi guru BK bukan hanya sekadar tuntutan administratif, tetapi juga wadah untuk menyebarkan praktik baik dan inovasi dalam layanan konseling. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa kontribusi guru BK dalam publikasi artikel ilmiah masih relatif rendah. Banyak guru yang mengalami hambatan dalam menuangkan ide, mengorganisasi gagasan, hingga mematuhi kaidah penulisan akademik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini di fokuskan pada guru Bimbingan Konseling alumni Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung yang bertugas di SMA Negeri 1 Sungai Selan Kabupaten Bangka Tengah, SMA Negeri 1 Tempilang Kabupaten Bangka Barat, dan SMP Muhammadiyah Toboali Kabupaten Bangka Selatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membekali guru BK dengan keterampilan menulis artikel ilmiah sesuai kaidah akademik, meningkatkan pengetahuan guru BK terkait etika publikasi dan proses submit jurnal, mendampingi peserta hingga menghasilkan draft artikel ilmiah, dan mendorong guru BK aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu melalui publikasi. Metode pelaksanaan program pengabdian pada masyarakat menggunakan metode Participatory  Action  Research  (PAR).  Adapun pelaksanaan pengabdian masyarakat dengan metode PAR dalam kegiatan workshop ini adalah sebagai berikut: 1) Persiapan, 2) Pelaksanaan Workshop, 3) Pendampingan Penyusunan Artikel, 4) Finalisasi Artikel dan Submit, dan 5) Evaluasi Kegiatan dan Laporan. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini tidak hanya menghasilkan luaran berupa artikel ilmiah, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan profesionalisme guru BK sebagai pendidik yang aktif dalam pengembangan keilmuan dan budaya menulis karya ilmiah.Abstract:  Scientific paper for guidance counselors is not merely an administrative requirement, but also a means of disseminating good practices and innovations in counseling services. However, the reality in the field shows that the contribution of guidance counselors to scientific article publications is still relatively low. Many teachers experience obstacles in expressing their ideas, organizing their thoughts, and complying with academic writing rules. This community service activity focused on counseling teachers who are alumni of the Islamic Counseling Study Program at IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung who work at SMA Negeri 1 Sungai Selan in Bangka Tengah Regency, SMA Negeri 1 Tempilang in Bangka Barat Regency, and SMP Muhammadiyah Toboali in Bangka Selatan Regency. This community service activity aims to equip guidance counselors with the skills to write scientific articles in accordance with academic rules, increase guidance counselors' knowledge regarding publication ethics and the journal submission process, assist participants in producing draft scientific articles, and encourage guidance counselors to actively contribute to the development of science through publication. The method used to implement the community service program is the Participatory Action Research (PAR) method. The implementation of community service using the PAR method in this workshop activity was as follows: 1) Preparation, 2) Workshop Implementation, 3) Assistance in Article Preparation, 4) Article Finalization and Submission, and 5) Activity Evaluation and Reporting. Overall, this PKM activity not only produced scientific articles, but also had a positive impact on the professionalism of guidance counsellors as educators who are active in scientific development and the culture of writing scientific papers. Abstrak: Tuliskan Karya ilmiah bagi guru BK bukan hanya sekadar tuntutan administratif, tetapi juga wadah untuk menyebarkan praktik baik dan inovasi dalam layanan konseling. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa kontribusi guru BK dalam publikasi artikel ilmiah masih relatif rendah. Banyak guru yang mengalami hambatan dalam menuangkan ide, mengorganisasi gagasan, hingga mematuhi kaidah penulisan akademik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini di fokuskan pada guru Bimbingan Konseling alumni Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung yang bertugas di SMA Negeri 1 Sungai Selan Kabupaten Bangka Tengah, SMA Negeri 1 Tempilang Kabupaten Bangka Barat, dan SMP Muhammadiyah Toboali Kabupaten Bangka Selatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membekali guru BK dengan keterampilan menulis artikel ilmiah sesuai kaidah akademik, meningkatkan pengetahuan guru BK terkait etika publikasi dan proses submit jurnal, mendampingi peserta hingga menghasilkan draft artikel ilmiah, dan mendorong guru BK aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu melalui publikasi. Metode pelaksanaan program pengabdian pada masyarakat menggunakan metode Participatory  Action  Research  (PAR).  Adapun pelaksanaan pengabdian masyarakat dengan metode PAR dalam kegiatan workshop ini adalah sebagai berikut: 1) Persiapan, 2) Pelaksanaan Workshop, 3) Pendampingan Penyusunan Artikel, 4) Finalisasi Artikel dan Submit, dan 5) Evaluasi Kegiatan dan Laporan. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini tidak hanya menghasilkan luaran berupa artikel ilmiah, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan profesionalisme guru BK sebagai pendidik yang aktif dalam pengembangan keilmuan dan budaya menulis karya ilmiah.
Penulisan Butir Soal Berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) Munali Munali; Shinta Dewi; Siti Alifah; Sri Hapsari
Abdimas Mandalika Vol 5, No 4 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i4.39341

Abstract

Abstract: Partner problems currently faced by teachers at SMKN 54 Jakarta: 1) lack of teacher ability in writing test items with revised Bloom's Taxonomy, especially based on HOTS, 2) lack of teacher ability in writing test items for the Academic Ability Test (TKA), and 3) lack of teacher ability in scoring analytical rubrics on essay test items and TKA test items. Partner problems are mainly related to the results of SMKN TKA in Jakarta, with a national average of 38.25 in the fields of study: Mathematics at 38.25; English at 31.29; and Advanced Mathematics at 39.61. The objectives of Community Service (PkM) activities: 1) provide teachers' understanding of writing test items with revised Bloom's Taxonomy, especially based on HOTS, 2) improve teachers' ability in writing test items for TKA, and 3) improve teachers' ability in scoring analytical rubrics on essay test items and TKA test items. The research methodology uses a qualitative approach through observation, interviews, and discussions. Activities are carried out through the following stages: pre-activity, activity implementation, and monitoring and evaluation. The pre-activity phase includes coordination with partners, needs analysis, preparation of presentation materials, and event rundown. The implementation phase lasts two days. The monitoring and evaluation phase is conducted after the workshop through observation, discussion, and Q&A. The results of the Community Service Program (PKM) show that the activity's objectives were achieved well in both soft and hard skill aspects. This can be seen from the measurements.Workshop on the first and second days. Measurements from the first and second days of the workshops showed a 25% increase in teachers' ability to understand HOTS test writing, TKA, and analytical rubric scoring. This increase demonstrates the effectiveness of the workshop support on the first and second days.Abstrak: Permasalahan mitra yang sedang dihadapi oleh guru di SMKN 54 Jakarta: 1) kurangnya kemampuan guru dalam penulisan butir soal dengan Taksonomi Bloom revisi terutama berbasis HOTS, 2) kurangnya kemampuan guru dalam penulisan butir soal Tes Kemampuan Akademik (TKA), dan 3) kurangnya kemampuan guru dalam penskoran rubrik analitik pada butir soal esai dan butir soal TKA. Permasalahan mitra terutama terkait hasil TKA SMKN di Jakarta dengan rerata nasional bidang studi: Matematika sebesar 38,25; Bahasa Inggris sebesar 31,29; dan Matematika Lanjut sebesar 39,61. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM): 1) memberikan pemahaman guru dalam penulisan butir soal dengan Taksonomi Bloom revisi terutama berbasis HOTS, 2) meningkatkan kemampuan guru dalam penulisan butir soal TKA, dan 3) meningkatkan kemampuan guru dalam penskoran rubrik analitik pada butir soal esai dan butir soal TKA. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui: observasi, wawancara, dan diskusi. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan: prakegiatan, pelaksanaan kegiatan, dan monitoring dan evaluasi. Pada tahap prakegiatan dilakukan koordinasi dengan mitra, analisis kebutuhan, persiapan materi presentasi, dan rundown acara. Tahap pelaksanaan dilakukan selama dua hari. Tahap monitoring dan evaluasi dilakukan setelah kegiatan workshop melalui observasi, yaitu diskusi dan tanya jawab. Hasil PkM menunjukkan bahwa tujuan kegiatan tercapai dengan baik pada aspek soft skill dan hard skill. Hal ini terlihat dari pengukuran workshop hari pertama dan hari kedua. Pengukuran workshop hari pertama dan hari kedua menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam memahami penulisan butir soal HOTS, TKA, dan penskoran rubrik analitik sebesar 25%. Peningkatan tersebut menunjukkan efektivitas pendampingan workshop pada hari pertama dan hari kedua.