cover
Contact Name
Mahsup
Contact Email
mahsup.math@gmail.com
Phone
+6281805211294
Journal Mail Official
mahsup.math@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 1 Pagesangan Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Abdimas Mandalika
ISSN : -     EISSN : 28075943     DOI : -
Journals that disseminate every thought and idea on the results of research and the use of technology to be implemented to the community include; (1). The fields of science, Natural Sciences (Physics, Chemistry, Biology), Applied Sciences, Social, Cultural, Economics, Health, Law, Religion and Psychology (2). Training and improvement of educational, agricultural, information and communication outcomes and (3). ICT Development
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 193 Documents
Pelatihan Penulisan dan Penyusunan Mading untuk Meningkatkan Kreativitas Menulis dan Desain Siswa Mahsup Mahsup; Miftahul Jannah; Delista Aprilia; Aldi Surahman; Haerul Wadi; Desta Afriansah; Armin Eryanto; Hasan Basri
Abdimas Mandalika Vol 5, No 4 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i4.29828

Abstract

Abstract:  This community service activity aimed to improve students' literacy skills, writing creativity, and design abilities through wall magazine (Mading) writing and development training at SMP Muhammadiyah Mataram. The program was implemented through three main stages: planning, implementation, and evaluation. The planning stage involved coordination with the school, program preparation, and task distribution among student groups. The implementation stage consisted of delivering materials on the concept of wall magazines, writing techniques, and collaborative practice in designing and organizing wall magazine content. The evaluation stage was conducted through observations of student participation and assessments of the resulting products. The results indicated that students became more active in expressing ideas through writing, were able to select and organize information more systematically, and demonstrated greater creativity in combining visual elements such as layout, colors, and images. In addition, the activity enhanced students’ teamwork, communication skills, and self-confidence in presenting their ideas. Therefore, wall magazine writing and development training can serve as an effective school literacy activity to foster students’ creativity, communication skills, and active participation in literacy-based learning.Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan literasi, kreativitas menulis, dan kemampuan desain siswa melalui pelatihan penulisan dan penyusunan majalah dinding (mading) di SMP Muhammadiyah Mataram. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan dilakukan koordinasi dengan pihak sekolah, penyusunan program, serta pembagian tugas peserta dalam kelompok. Tahap pelaksanaan meliputi penyampaian materi mengenai konsep mading, teknik penulisan, serta praktik penyusunan mading secara kolaboratif. Selanjutnya, tahap evaluasi dilakukan melalui penilaian hasil karya dan observasi keterlibatan siswa selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa menjadi lebih aktif dalam menuangkan ide melalui tulisan, mampu memilih dan menyusun informasi secara lebih sistematis, serta lebih kreatif dalam mengombinasikan unsur visual seperti tata letak, warna, dan gambar pada mading. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kemampuan kerja sama, komunikasi, dan kepercayaan diri siswa dalam menyampaikan gagasan. Dengan demikian, pelatihan penulisan dan penyusunan mading dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan literasi sekolah yang efektif untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan komunikasi siswa.
Penguatan Pemahaman Guru tentang STEM-Project Based Learning melalui Pelatihan Berbasis Praktik Baik Gusti Firda Khairunnisa; Nur Qomaria; Subanji Subanji; Swasono Rahardjo; Slamet Slamet; Jamaliatul Badriyah
Abdimas Mandalika Vol 5, No 4 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i4.39523

Abstract

Abstract:  This community service program aimed to strengthen teachers’ understanding of STEM–Project Based Learning through a best-practice-based training approach. The program was conducted using a descriptive method in the form of a workshop involving 12 teachers at SMA Surya Buana Malang. The training included fundamental concepts, exploration of project-based learning characteristics, and sharing of best practices by experienced practitioners. Data were collected through pre- and post-training questionnaires as well as reflection surveys and analyzed descriptively using mean scores and percentages. The results indicated an improvement in teachers’ understanding, particularly in implementation aspects such as learning stages and project-based assessment. The most significant improvement was found in teachers’ readiness to implement the approach, with 83.33% of participants expressing readiness to apply STEM–Project Based Learning in their classrooms. In addition, participants perceived the training as relevant and meaningful. These findings suggest that best-practice-based training is effective in enhancing teachers’ understanding while fostering initial readiness to implement integrated learning approaches.Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman guru tentang STEM–Project Based Learning melalui pelatihan berbasis praktik baik. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan deskriptif dalam bentuk workshop yang melibatkan 12 guru di SMA Surya Buana Malang. Pelatihan mencakup penyampaian konsep dasar, eksplorasi karakteristik pembelajaran berbasis proyek, serta berbagi praktik baik oleh praktisi. Data dikumpulkan melalui angket sebelum dan sesudah pelatihan serta angket refleksi, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan skor rata-rata dan persentase. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru, terutama pada aspek implementatif seperti tahapan pembelajaran dan penilaian berbasis proyek. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek kesiapan guru untuk mengimplementasikan pembelajaran, dengan 83,33% peserta menyatakan siap mencoba STEM–Project Based Learning di kelas. Selain itu, peserta menilai pelatihan relevan dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik baik efektif dalam memperkuat pemahaman sekaligus mendorong kesiapan awal guru dalam mengimplementasikan pembelajaran yang terintegrasi.
Bakpia Rania Go-Digital: Pendampingan Pemasaran Digital dari Nol menuju Mandiri Sri Widodo; Hari Purnama; Arista Natia Afriany; Yennisa Yennisa; Hendrayuda Suwarno; Yuyun Sugara; Krismi Safitri; Nurul Ar Rizqiyatul Mukaromah; Ismiyati Nur Rohmah
Abdimas Mandalika Vol 5, No 4 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i4.38999

Abstract

Abstract:  MSMEs in the traditional food sector, such as bakpia, often face challenges in digital marketing due to limited knowledge, limited budgets, and tight production schedules. This service activity aims to increase the digital marketing capacity of Bakpia Rania SMEs that previously lacked brand identity, attractive packaging, professional product documentation, and social media presence. The implementation method consists of flexible, schedule-based assistance via WhatsApp, hands-on training with free applications (Canva for logo and packaging design, Snapseed for photo editing), and optimization of digital marketing channels (Instagram, Facebook, and WhatsApp Catalog). The results showed that partners succeeded in creating simple logos, upgrading packaging from ordinary plastic to label stickers and small boxes, producing conceptualized product photo documentation, and actively and independently managing social media. Partners' confidence in marketing products has also increased significantly. The success of this mentoring underscores the importance of a gradual, free, application-based approach, as well as time flexibility, in empowering micro-scale MSMEs, as these strategies have proven adaptable to resource limitations while encouraging sustainable digital transformation.Abstrak: UMKM di sektor pangan tradisional seperti bakpia sering menghadapi tantangan dalam pemasaran digital akibat keterbatasan pengetahuan, anggaran, serta waktu produksi yang padat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemasaran digital pada UKM Bakpia Rania yang sebelumnya belum memiliki identitas merek, kemasan menarik, dokumentasi produk profesional, serta keaktifan di media sosial. Metode pelaksanaan terdiri atas pendampingan berbasis jadwal fleksibel melalui komunikasi WhatsApp, pelatihan praktik langsung (hands-on training) menggunakan aplikasi gratis (Canva untuk desain logo dan kemasan, Snapseed untuk edit foto), serta optimalisasi kanal pemasaran digital (Instagram, Facebook, dan WhatsApp Catalog). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra berhasil menciptakan logo sederhana, meningkatkan kemasan dari plastik biasa menjadi stiker label dan box kecil, menghasilkan dokumentasi foto produk yang terkonsep, serta mengelola media sosial secara aktif dan mandiri. Kepercayaan diri mitra dalam memasarkan produk juga meningkat secara signifikan. Keberhasilan pendampingan ini menegaskan pentingnya pendekatan bertahap, berbasis aplikasi gratis, serta fleksibilitas waktu dalam memberdayakan UMKM skala mikro, karena strategi tersebut terbukti adaptif terhadap keterbatasan sumber daya sekaligus mampu mendorong transformasi digital yang berkelanjutan.
Membangun Kemandirian Pariwisata: Pemberdayaan Pemuda Nemberala Melalui Pengembangan Berkelanjutan Dan Kewirausahaan Untuk Optimalisasi Potensi Wisata Rolland E Fanggidae; Yuri S Faah; Wehelmina M Ndoen; Ni Putu Nursiani; Efandri Agustian
Abdimas Mandalika Vol 5, No 4 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i4.39404

Abstract

Abstract:  Nemberala Beach in West Rote Regency, East Nusa Tenggara, boasts extraordinary tourism potential with its exotic natural beauty. However, tourism management in this area remains suboptimal. Four main challenges hamper tourism development: limited technical competency among young people, lack of affordable accommodation infrastructure, reliance on imported food, and low entrepreneurial capacity. The main objectives of the Community Service Program (PKM) are (1) improving the technical skills of young people in areas relevant to Nemberala's tourism needs, (2) creating micro-enterprises based on local potential independently managed by young people, and (3) reducing dependence on external investors through the sustainable use of local resources. This Community Service Program (PKM) is designed with a participatory and holistic approach to address partner challenges at Nemberala Beach, particularly in the areas of organic agricultural production, tourism business management, and digital marketing. The implementation method is divided into four main stages: preparation, implementation, evaluation, and sustainability, involving active partner participation and multi-stakeholder collaboration. The outcomes of this PKM activity are: (1) improving the technical skills of young people in areas relevant to Nemberala's tourism needs; (2) Creating micro-enterprises based on local potential that are independently managed by youth; (3) Reducing dependence on external investors through the sustainable use of local resources.Abstrak: Pantai Nemberala di Kabupaten Rote Barat, Nusa Tenggara Timur, memiliki potensi wisata yang luar biasa dengan keindahan alam yang eksotis. Namun, pengelolaan pariwisata di daerah ini masih belum optimal. Terdapat empat tantangan utama yang menghambat pengembangan pariwisata, yaitu keterbatasan kompetensi teknis kaum muda, kurangnya infrastruktur penginapan murah, ketergantungan pada makanan impor, dan rendahnya kapasitas kewirausahaan. Tujuan utama PKM adalah (1) meningkatkan keterampilan teknis pemuda dalam bidang yang relevan dengan kebutuhan pariwisata Nemberala, (2) menciptakan usaha mikro berbasis potensi lokal yang dikelola mandiri oleh pemuda, serta (3) mengurangi ketergantungan pada investor eksternal melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dirancang dengan pendekatan partisipatif dan holistik untuk menjawab permasalahan mitra di Pantai Nemberala, khususnya dalam bidang produksi pertanian organik, manajemen usaha pariwisata, dan pemasaran digital. Metode pelaksanaan dibagi ke dalam empat tahap utama: persiapan, implementasi, evaluasi, dan keberlanjutan, dengan melibatkan partisipasi aktif mitra serta kolaborasi multi-pihak. Hasil dari kegiatan PKM ini adalah: (1) Meningkatkan keterampilan teknis pemuda dalam bidang yang relevan dengan kebutuhan pariwisata Nemberala; (2) Menciptakan usaha mikro berbasis potensi lokal yang dikelola mandiri oleh pemuda; (3) Mengurangi ketergantungan pada investor eksternal melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.
Komunikasi sebagai Kunci Pemberdayaan dalam Penguatan Peran Masyarakat Rina Anindita; Marhisar Simatupang; Desy Prastyani; Taufiqur Rachman
Abdimas Mandalika Vol 5, No 5 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i5.39001

Abstract

Abstract:  This community service article reports an empowerment program aimed at strengthening community communication capacity to support cooperative participation, family communication, and MSME marketing communication in Kelurahan Duri Kepa, West Jakarta. The program was designed in response to low community participation in cooperatives, limited interpersonal communication skills among community cadres, family communication issues, and inadequate digital marketing communication practices among local MSMEs. The program was implemented through socialization, interactive training, discussions, simulations, and light mentoring involving approximately 55–70 participants from PKK, Dasawisma, youth organizations, cooperative managers, community representatives, and MSME actors. The results indicate that all stages of the program were successfully implemented according to the planned activities, achieving 100% implementation of the operational stages. The program strengthened participants' understanding of cooperative communication, family communication, and MSME marketing communication, while producing practical outputs in the form of community awareness, basic digital promotion skills, and recommendations for follow-up community empowerment activities. Although the outcomes were identified qualitatively, the program demonstrated that communication can serve as an effective instrument for strengthening community empowerment.Abstrak: Artikel pengabdian kepada masyarakat ini melaporkan pelaksanaan program pemberdayaan yang bertujuan memperkuat kapasitas komunikasi masyarakat dalam mendukung partisipasi koperasi, komunikasi keluarga, dan komunikasi pemasaran UMKM di Kelurahan Duri Kepa, Jakarta Barat. Program diselenggarakan sebagai respons terhadap rendahnya partisipasi masyarakat dalam koperasi, terbatasnya kemampuan komunikasi kader masyarakat, masih ditemukannya permasalahan komunikasi keluarga, serta belum optimalnya pemanfaatan komunikasi pemasaran digital oleh pelaku UMKM. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi, pelatihan interaktif, diskusi, simulasi, dan pendampingan ringan dengan melibatkan sekitar 55–70 peserta yang terdiri atas unsur PKK, Dasawisma, Karang Taruna, pengurus koperasi, perwakilan masyarakat, dan pelaku UMKM. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh tahapan program terlaksana sesuai dengan rencana operasional dengan tingkat keterlaksanaan mencapai 100%. Program memberikan penguatan pemahaman peserta mengenai komunikasi koperasi, komunikasi keluarga, dan komunikasi pemasaran UMKM, serta menghasilkan luaran berupa meningkatnya kesadaran masyarakat, kemampuan dasar promosi digital bagi UMKM, dan rekomendasi tindak lanjut program pemberdayaan. Meskipun capaian masih dievaluasi secara kualitatif, hasil kegiatan menunjukkan bahwa komunikasi merupakan instrumen yang efektif dalam mendukung pemberdayaan masyarakat.
Pelatihan Pembuatan Tasima (Produk Olahan Singkong) dan Pengukuran LiLA untuk Mencegah Kejadian Ibu KEK Zaenal Fanani; Septiani Septiani; Irawati Indrianingrum
Abdimas Mandalika Vol 5, No 5 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i5.40459

Abstract

Abstract:  Cassava agricultural products have been sold as raw materials for the cassava processed product industry. The community in Singorojo Village has not been able to produce processed foods from cassava, which could be a superior product for the region. Cassava can be part of the Supplemental Feeding (PMT) for pregnant women experiencing KEK because its nutritional content can help meet energy and nutritional needs. The purpose of this activity is for early detection of mothers at risk of KEK by measuring the Upper Arm Circumference (LILA), as well as appropriate nutritional interventions in the event of KEK by consuming Tasima, a high-calorie cassava processed product. This community service is focused on providing solutions to partner problems, especially in the health and food aspects. An overview of technology and innovation is implemented through health education about the nutritional content and benefits of cassava. Training on LiLA measurement applications, and training on making Tasima. The results of the community service are in the form of procurement of LiLA measurement tools, so that it can improve health services for the prevention of KEK mothers. Furthermore, increased Tasima production, so that it is more widely known to the community and provides positive feedback for additional nutritious food. The Singorojo community utilizes social media to reach a wider consumer base, increase sales, and diversify family income sources.Abstrak: Hasil pertanian singkong selama ini dijual sebagai bahan baku industri produk olahan singkong. Masyarakat di Desa Singorojo belum dapat memproduksi makanan olahan dari singkong, yang bisa dijadikan produk unggulan daerah tersebut. Singkong dapat menjadi bagian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk ibu hamil yang mengalami KEK karena kandungan nutrisinya dapat membantu memenuhi kebutuhan energi dan gizi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk deteksi dini Ibu yang berisiko KEK dengan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA), serta intervensi gizi yang tepat pada kejadian KEK dengan konsumsi Tasima produk olahan singkong tinggi kalori. Pengabdian ini difokuskan untuk memberikan solusi dari permasalahan mitra, khususnya pada aspek kesehatan dan pangan. Gambaran teknologi dan inovasi diimplementasikan melalui edukasi kesehatan tentang kandungan nutrisi dan manfaat singkong. Pelatihan aplikasi pengukuran LiLA, serta pelatihan pembuatan Tasima. Hasil pengabdian berupa pengadaan alat pengukuran LiLA, sehingga dapat meningkatan pelayanan bidang kesehatan untuk pencegahan kejadian Ibu KEK. Selanjutnya peningkatan produksi Tasima, sehingga lebih banyak dikenal masyarakat dan memberikan feedback positif untuk tambahan makanan bergizi. Masyarakat Singorojo memanfaatkan media sosial, untuk menjangkau konsumen yang lebih luas, meningkatkan penjualan, dan mendiversifikasi sumber pendapatan keluarga.
Edukasi Gerakan 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) Berbasis Isu Sosial pada Siswa Sekolah Dasar untuk Menumbuhkan Sikap Peduli Lingkungan di Kota Medan Albi Anggito; Putri Roka Ismail; Andreas Lubis
Abdimas Mandalika Vol 5, No 5 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i5.39498

Abstract

Abstract:  The problem of plastic waste has become a significant socio-environmental issue in Medan City, along with the increasing activity of urban communities and the consumption of single-use products. This condition demands efforts to address it involving all elements of society, including school-age children as the next generation. This community service activity aims to assist elementary school students in implementing the 3R Movement (Reduce, Reuse, and Recycle) as an effort to instill environmental awareness and integrate socio-environmental issues into social studies learning. The community service implementation method uses an educational and participatory approach that includes interactive lectures, demonstrations, hands-on practice, and play activities tailored to the characteristics of elementary school students. Evaluation of the activity was carried out through structured observations to measure changes in students' understanding, attitudes, and behavior before and after the mentoring. Observation data were analyzed descriptively quantitatively to determine the level of change that occurred. The community service results showed improvements in all observed aspects, including understanding of waste management, waste sorting skills, environmental awareness, student participation, and social interaction. The average value indicates that the 3R Movement mentoring has a positive impact on student behavior. This activity fosters environmental awareness from an early age and supports the formation of environmentally conscious character in elementary school students. Thus, the 3R Movement mentoring has the potential to be developed as a model of sustainable service in community-based waste management efforts in Medan City.Abstrak: Permasalahan sampah plastik menjadi isu sosial lingkungan yang signifikan di Kota Medan seiring meningkatnya aktivitas masyarakat perkotaan dan pola konsumsi produk sekali pakai. Kondisi tersebut menuntut upaya penanganan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk anak usia sekolah sebagai generasi penerus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi siswa sekolah dasar dalam menerapkan Gerakan 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) sebagai upaya menanamkan kepedulian lingkungan integrasi isu sosial lingkungan dalam pembelajaran IPS. Metode pelaksanaan pengabdian menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif yang meliputi ceramah interaktif, demonstrasi, praktik langsung, serta aktivitas bermain yang disesuaikan dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi terstruktur untuk mengukur perubahan pemahaman, sikap, dan perilaku siswa sebelum dan setelah pendampingan. Data hasil observasi dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk melihat tingkat perubahan yang terjadi. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pada seluruh aspek yang diamati, meliputi pemahaman pengelolaan sampah, kemampuan memilah sampah, kepedulian lingkungan, partisipasi siswa, serta interaksi sosial. Nilai rata-rata mengindikasikan pendampingan Gerakan 3R memberikan dampak positif terhadap perilaku siswa. Kegiatan ini menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini serta mendukung pembentukan karakter peduli lingkungan pada siswa sekolah dasar. Dengan demikian, pendampingan Gerakan 3R berpotensi dikembangkan sebagai model pengabdian berkelanjutan dalam upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Medan.
Peningkatan Kemampuan Literasi dan Numerasi Matematika Melalui Pondok Literasi Alfonsa Maria Abi; Demeryati Langtang; Dyen Erni Lakapu; Anggreni Beatrix Liunokas
Abdimas Mandalika Vol 5, No 5 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i5.40034

Abstract

Abstract:  Mathematical numeracy literacy is the ability to analyze and understand statements through the activity of manipulating symbols/language found in everyday life and expressing these statements in writing/orally. AKM as a student suitability test in the field of literacy and numeracy, orients the learning process towards increasing literacy and numeracy since elementary school (SD). However, in reality, there are still many SD who have not fully addressed this challenge, which leads to low mathematical numeracy literacy skills. One of them is in Desa Benlutu, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten TTS. Therefore, efforts were made to improve mathematical numeracy literacy skills through literacy huts. This activity was carried out by lecturers and students of the Institut Pendidikan Soe in collaboration with the Desa Benlutu government with three SD (SD GMIT Benlutu, SD Inpres Oenunuh, and SDK Yaswari Benlutu). This activity improved the mathematical numeracy literacy skills of elementary school students. Evaluation results showed an increase in students' literacy skills, including the application of number concepts to the area and perimeter of flat shapes, the use of numbers in arithmetic operations, and contextual problem solving. This activity had a positive impact on students, teachers, and the local community, improving students' mathematical numeracy literacy.Abstrak: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi numerasi matematika siswa Sekolah Dasar (SD). Kegiatan ini dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa KKNT Institut Pendidikan Soe bekerja sama dengan pemerintah desa Benlutu dan 3 (tiga) sekolah dasar di Desa Benlutu (SD GMIT Benlutu, SD Inpres Oenunuh, dan SDK Yaswari Benlutu). Metode pelaksanaan kegiatan meliputi perencanaan, persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan. Kegiatan PkM ini berhasil meningkatkan kemampuan literasi numerasi matematika siswa. Hasil evaluasi memperlihatkan peningkatan kemampuan literasi siswa mencakup penerapan konsep bilangan pada luas dan keliling bangun datar, penggunaan bilangan dalam melakukan operasi aritmatika, serta penyelesaian masalah kontekstual. Kegiatan ini berdampak positif bagi siswa, guru, dan masyarakat setempat bagi peningkatan literasi numerasi matematika siswa.
Model Integratif Mitigasi Banjir, Sistem Peringatan Dini Hidrometeorologi dan Penguatan Resiliensi Kesehatan Komunitas di Kelurahan Terondol Reqgi First Trasia; Ni Made Anggira Dhira Vinaya; Muhammad Zacky Jaya Permana; Atabik Ali Abdul Qodir; Fioni Fing; Bunga Oktavia
Abdimas Mandalika Vol 5, No 5 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i5.39915

Abstract

Banjir masih menjadi permasalahan lingkungan dan kesehatan yang berulang di Kelurahan Terondol. Wilayah ini selalu tergenang air dengan ketinggian mencapai 0.5–1 meter yang berdampak pada aktivitas masyarakat, kerusakan lingkungan, serta meningkatnya risiko penyakit saat banjir. Kondisi ini dipicu oleh perubahan fungsi lahan dari area persawahan menjadi permukiman tanpa diimbangi sistem drainase yang memadai, topografi wilayah yang lebih rendah, terputusnya saluran drainase sejak 2013–2014 yang belum mendapatkan penanganan optimal dari pihak berwenang, serta sumbatan sampah domestik dan vegetasi liar dari tindakan masyarakat. Hal tersebut menunjukkan bahwa kesiapsiagaan masyarakat terhadap banjir masih terbatas yang juga diperberat dengan keterbatasan sistem peringatan diri banjir, kapasitas layanan kesehatan, peran komunitas dalam mitigasi bencana. Namun, masyarakat juga memiliki potensi sosial berupa rutinitas gotong royong serta kehadiran kader posyandu yang aktif, sehingga dapat menjadi modal sosial dalam penguatan mitigasi bencana berbasis komunitas. Program Resiliensi Tirta diusulkan sebagai model integratif mitigasi banjir berbasis komunitas dapat meningkatkan ketangguhan masyarakat. Program ini terdiri dari lima komponen utama, yaitu Flood Care melalui peningkatan literasi kebencanaan dan kesehatan, Flood Alert melalui pengembangan sistem peringatan dini hidrometeorologi, Eco Resist melalui peningkatan kapasitas resapan air, Flow Guard melalui peningkatan pengelolaan drainase permukiman, dan Health Shield melalui peningkatan ketahanan kesehatan melalui edukasi. Program ini dilaksanakan melalui identifikasi masalah, edukasi dan pelatihan masyarakat, implementasi intervensi lingkungan dan kesehatan, pembentukan kader komunitas, serta monitoring dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Luaran yang diharapkan berupa terbentuknya kader tangguh banjir, sistem peringatan dini berbasis komunitas, kapasitas resapan air lingkungan, sistem pengelolaan drainase partisipatif, serta peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan mitigasi banjir masyarakat.
Pendampingan Hukum Preventif bagi Pekerja Tambang Mengenai Hak-Hak PHK di Maluku Utara John Mid Rais Arihi; Hamrin Hamrin
Abdimas Mandalika Vol 5, No 5 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i5.40703

Abstract

Abstract:  Employment termination in the mining sector often creates legal problems due to workers' limited understanding of their statutory rights and industrial dispute resolution mechanisms. This community service program aimed to improve the legal awareness and understanding of mining workers in North Maluku regarding post-termination rights through preventive legal assistance. The program adopted a participatory legal empowerment approach consisting of preparation, needs assessment, legal counseling, Focus Group Discussion (FGD), industrial dispute settlement simulation, individual legal consultation, evaluation, and follow-up activities. Program effectiveness was assessed using pre-tests, post-tests, observations, and participant satisfaction questionnaires. The results demonstrated that the preventive legal assistance program significantly improved participants' legal literacy, with an average increase in understanding of 48.6%, from an initial score of 41.2% to 89.8% after the program. In addition to strengthening participants' knowledge of employment termination rights and industrial dispute settlement procedures, the program also enhanced communication, discussion, negotiation, and problem-solving skills in industrial relations. These findings indicate that preventive legal assistance based on community participation effectively strengthens workers' legal capacity while fostering harmonious, productive, and equitable industrial relations.Abstrak: Pemutusan hubungan kerja (PHK) pada sektor pertambangan berpotensi menimbulkan permasalahan hukum akibat masih rendahnya literasi hukum pekerja mengenai hak-hak normatif dan mekanisme penyelesaian perselisihan hubungan industrial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran hukum pekerja tambang di Provinsi Maluku Utara mengenai hak-hak setelah PHK melalui pendampingan hukum preventif. Metode yang digunakan adalah pendekatan participatory legal empowerment yang dilaksanakan melalui tahapan persiapan, identifikasi kebutuhan, penyuluhan hukum, Focus Group Discussion (FGD), simulasi penyelesaian perselisihan hubungan industrial, konsultasi hukum individual, evaluasi, dan tindak lanjut. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test, post-test, observasi, dan angket kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan hukum preventif mampu meningkatkan literasi hukum pekerja dengan rata-rata peningkatan pemahaman sebesar 48,6%, dari nilai awal 41,2% menjadi 89,8%. Selain meningkatkan penguasaan terhadap hak-hak pekerja dan prosedur penyelesaian perselisihan hubungan industrial, kegiatan ini juga memperkuat kemampuan peserta dalam berkomunikasi, berdiskusi, dan menyelesaikan permasalahan hubungan industrial secara dialogis. Program ini berkontribusi dalam membangun budaya hukum yang mendukung terciptanya hubungan industrial yang harmonis, produktif, dan berkeadilan.