cover
Contact Name
Akbar Abdulah
Contact Email
akbarabdulah93@gmail.com
Phone
+6281242348197
Journal Mail Official
jjsd.2020@ung.ac.id
Editorial Address
JURUSAN SENI RUPA DAN DESAIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO Jl. Prof.Dr.Ing. BJ Habibie, Desa Moutong, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango – Provinsi Gorontalo 96554 Indonesia
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jurnal Seni dan Desain
ISSN : 28077156     EISSN : -     DOI : https://doi.org/xx.xxxxx/jjsd
Jambura: Journal of Art and Design (JJSD) yang diterbitkan oleh Jurusan Seni Rupa dan Desain Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo. Diterbitkan dua kali setahun, pada bulan Maret dan September dengan Open Journal System (OJS). Fokus dan ruang lingkup Jurnal JJSD adalah Seni Rupa, Seni Pertunjukan dan Pendidikan Seni.
Articles 45 Documents
Pola Pewarisan Keterampilan Seni Ukir Pada Masyarakat Transmigrasi Bali Di Desa Mopugad Provinsi Sulawesi Utara Candra, I Wayan; Sudana, I Wayan; Hariana, Hariana
Jambura: Jurnal Seni dan Desain Vol 3, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjsd.v3i2.23864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menjelaskan secara eksplisit pola pewarisan keterampilan seni ukir pada masyarakat transmigrasi Bali di Desa Mopugad, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan format studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan telaah studi pustaka. Teknik analisis dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data serta pembahasan dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa pola pewarisan keterampilan seni ukir yang ada di Desa Mopugad dilakukan dengan pola pewarisan tegak (vertical transmission) dan pola pewarisan miring (diagonal transmission). Pada pola pewarisan tegak, keterampilan mengukir dibelajarkan dari pengukir ahli kepada pengukir pemula berdasarkan garis keturunan keluarga, sedangkan pada pola pewarisan miring keterampilan mengukir dibelajarkan dengan kegiatan belajar secara mandiri pada lingkungan masyarakat tanpa berdasarkan keturunan. Proses pembelajaran mengukir pada kedua pola pewarisan tersebut dilakukan melalui tahap-tahap yang sistematis, yaitu: pengenalan alat, pembuatan bentuk dasar ukiran (makalin), menghaluskan, finishing, perawatan alat, dan menggambar motif-motif ukiran. Melalui pola dan proses pembelajaran tersebut, keterampilan seni pada masyarakat transmigrasi Bali di Desa Mopugad dapat diwariskan lintas generasi.Kata Kunci: Pola Pewarisan, Keterampilan, Seni Ukir, Masyarakat Transmigrasi
Penerapan Sulam Pita Pada Sulaman Karawo Di Desa Pilohayanga Kecamatan Telaga Harun, Dita Nurfajrin; Hariana, Hariana; Hasmah, Hasmah
Jambura: Jurnal Seni dan Desain Vol 4, No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjsd.v4i1.26878

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penerapan sulam pita pada sulaman karawo di Desa Pilohayanga Kecamatan Telaga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini dilakukan melalui eksperimen dengan tahapan uji coba secara mandiri dan dilakukan tahapan perbaikan eksperimen pada perajin. Adapun proses penelitian ini dilakukan melalui: 1)Persiapan alat dan bahan berupa pensil, kertas HVS, kertas millimeter blok, silet, jarum jahit, jarum sulam, pamedangan, kain, benang mas, benang jahit, pita satin; 2) proses pembuatan desain; 3) Proses mengiris kain; 4) Mencabut serat kain; 5) Menyulam; 6) Merawang/finishing; 7) Proses akhir penerapan sulam pita. Proses penerapan sulam pita pada kain yang pertama memiliki tingkat kerumitan saat mengkomposisikan sulam pita pada bagian tengah sulaman karawo. Dalam pembuatan sulam pita pada sulaman karawo yang diterapkan pada kain kedua dan ketiga terlihat jauh lebih baik dari pada kain yang pertama, dikarenakan pada sulaman yang pertama menggunakan warna dasar kain yang cerah sedangkan pada sulaman kedua dan ketiga menggunakan warna dasar kain yang lebih gelap sehingga motif yang diterapkan di atas kain baik itu motif sulam pita maupun sulaman karawo terlihat timbul sehingga menambah nilai keindahan pada masing-masing kain tanpa meredupkan salah satu sulaman. Disimpulkan bahwa penerapan sulam pita pada sulaman karawo dapat dianggap sebagai aktivitas pembangunan dalam upayah memperbaharui produk sulaman karawo.Kata kunci: Penerapan, Sulam Pita, Sulaman Karawo
Eksplorasi Ecoprint Teknik Pounding Pada Tekstil Karawo Makakeno, Sumardi; Naini, Ulin
Jambura: Jurnal Seni dan Desain Vol 3, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjsd.v3i2.20146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil eksplorasi ecoprint teknik pounding pada tekstil karawo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui, eksperimen, observasi, wawancara, dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui, reduksi data, penyajian data serta pembahasan, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan, eksplorsasi ecoprint teknik pounding pada tekstil karawo melalui proses dengan menggunakan scouring TRO bubuk,yang dilakukan dengan cara menghasilkan kekuatan warna dan motif. Scouring TRO bubuk dengan fiksasi tawas dan garam menghasilkan warna motif muda yang tampak cerah pada kain tekstil karawo. Masing-masing warna motif yang dihasilkan memiliki keunggulan dan kelemahan. Keunggulan Scouring TRO bubuk dengan fiksasi tawas dan garam adalah motif daun tidak berubah, tetapi warna kain blanket dari ecoprint yang dihasilkan pudar. Disimpulkan bahwa penerapan teknik ecoprint pada tekstil karawo dapat dilakukan melalui teknik pounding dengan menggunakan scouring TRO bubuk.Kata Kunci: Eksplorasi, Ecoprint, Karawo
Desain Kemasan Multifungsi untuk Akuarium Ikan Hias Pramudia, Andika
Jambura: Jurnal Seni dan Desain Vol 4, No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjsd.v4i1.19520

Abstract

Pemeliharaan ikan hias menggunakan wadah yang biasa disebut akuarium terbuat dari bahan yang tembus cahaya atau transparan seperti kaca, akrilik atau bahan lainnya, berfungsi untuk melihat isi dari apa yang penting bagi kita. Akuarium saat ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah ikan, tetapi juga sebagai nilai tambah ruangan. Pada wawancara awal yang dilakukan oleh peneliti, kendala dalam pemeliharaan akuarium seringkali akuarium bocor. Terjadinya akuarium bocor biasanya disebabkan karena akuarium terbentur kecil secara tidak sengaja saat dibawa. Selain itu, disebabkan penempatan akuarium tanpa media peredam sehingga bocor pada waktu tertentu akibat tekanan getaran yang dihasilkan oleh filter. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti membuat produk ini menggunakan material utama jati belanda yang memiliki sifat kebal terhadap benturan dan memiliki bobot yang ringan. Metode penelitian menggunakan metode campuran dengan cara observasi, wawancara, dan menyebarkan kuisioner kepada responden pemilik akuarium ikan hias yang merupakan data untuk mendukung penelitian. Setelah informasi tersedia, analisis desain dilakukan. Hasil analisis kemudian direkap pada sintesa desain, dan dipertimbangkan pada pembuatan desain alternatif guna mengvisualisasi kuesioner pada pemilik toko ikan hias hias dan pembeli ikan hias. Desain alternatif dengan hasil pilihan terbanyak ditambahkan kritik dan saran dari responden dan dijadikan desain final. Kemudian desain final direalisasikan melalui pembuatan gambar teknik untuk keperluan proses produksi. Hasil dari penelitian ini adalah desain kemasan multifungsi untuk akuarium ikan hias, menggunakan kata multifungsi karena memiliki lebih dari 1 kegunaan. Selain menjadi kemasan, berfungsi sebagai display produk yang bisa  dibongkar pasang.Kata kunci: Desain Kemasan, Multifungsi, Akuarium Ikan
Kajian Nilai Artistik Patung Langga Di Kecamatan Kota Timur Kota Gorontalo Pertiwi, Ismi Meryati; Dangkua, Suleman
Jambura: Jurnal Seni dan Desain Vol 3, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjsd.v3i2.19183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai artistik patung Langga yang ada di Kecamatan Kota Timur Kota Gorontalo. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk menganalisis kajian nilai artistik patung Langga di Kecamatan Kota Timur Kota Gorontalo, dengan teknik observasi (pengamatan), teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian ini mengungkap kajian nilai artistik bentuk patung Langga, yang dikaji berdasarkan unsur-unsur desain berupa bentuk, warna, tekstur dan prinsip-prinsip seni rupa yakni kesatuan, keseimbangan, harmonis, irama, kontras, proporsi dan penekanan. Kata kunci: Nilai, Artistik, Patung Langga
Bentuk Dan Fungsi Ornamen Pada Kain Tenun (Puta Dino) Di Kota Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara Ibrahim, Sakina; Sudana, I Wayan; Dangkua, Suleman
Jambura: Jurnal Seni dan Desain Vol 4, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjsd.v4i2.24075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menjelaskan bentuk dan fungsi ornamen pada kain tenun (puta dino) di Kota Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan melalui, verifikasi data, reduksi data, penyajian data, pembahasan, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terungkap, bahwa bentuk ornamen pada puta dino di Kota Tidore terdiri dari: 1) ornamen tradisional yang ditampilkan dengan motif jodati (ketulusan hati), motif barakati (diberkati), dan motif marasante (keberanian); 2) ornamen modern ditampilkan dengan motif nyilimou (wilayah yang jauh), motif malila (saling bantu), motif tobaru (rantai), motif amo (sukun), dan motif kalajengking. Motif-motif tersebut disusun dengan beragam komposisi dan warna yang berbeda-beda. Sementara itu, fungsi ornamen pada puta dino di Kota Tidore meliputi: 1) fungsi simbolis untuk menyampaikan pesan dengan lambang tertentu, 2) fungsi membangkitkan kenangan untuk mengingatkan sesuatu di masa lalu, dan 3) fungsi dekorasi yaitu sebagai hiasan untuk keindahan. Disimpulkan, bahwa ornamen pada puta dino di Kota Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara memiliki bentuk dan fungsi yang beragam. Beragam bentuk dan fungsi ornamen pada puta dino yang berhasil diungkap itu diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam memperkaya wawasan pengetahuan dan praktik (penciptaan) seni rupa, khususnya seni ornamen guna pengembangan puta dino atau kain tenun lainnya di masa mendatang.Kata kunci: Bentuk, Fungsi, Ornamen, Kain Tenun, Puta Dino, Tidore
Pembuatan Ornamen Logam Pada Busana Adat Gorontalo (Usaha Kerajinan Ismail Suleman Di Desa Tabumela Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo) Ali, Zefriyandi; Waty, Mursidah; Dangkua, Suleman
Jambura: Jurnal Seni dan Desain Vol 4, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjsd.v4i2.23965

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses pembuatan ornamen logam pada busana adat  Gorontalo di usaha kerajinan Ismail Suleman, Desa Tabumela Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui, wawancara, observasi, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan, bahwa proses pembuatan ornamen logam pada busana adat Gorontalo dilakukan secara sistematis melalui 3 tahap, yaitu desain, perwujudan, dan finshing. Adapun tahapan desain pada ornamen busana   adat Gorontalo memiliki bentuk  flora yang diadopsi dari bentuk daun bitila dan fauna dari bentuk naga. Pada proses perwujudan yaitu melakukan perangkaian pola dan pemberian motif ornamen pada paluala dan kucubu. Pada tahap akhir berupa finishing yakni membersihkan  produk menggunakan kain agar produk memiliki standar kualitas yang baik. Kata Kunci : Pembuatan Ornamen, Kerajinan Logam, Busana Adat Gorontalo.
Penerapan Teknik Asamblasi Pada Mata Pelajaran Prakarya Dan Kewirausahaan Di Kelas X SMA Negeri 1 Bonepantai Adam, Felma; Hasmah, Hasmah; Naini, Ulin
Jambura: Jurnal Seni dan Desain Vol 4, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjsd.v4i2.26879

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil proses penerapan teknik asamblasi pada mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan di SMA Negeri 1 Bonepantai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi. Penerapan teknik asamblasi yang dilakukan oleh siswa kelas X 1 dengan jumlah siswa 32 orang, melalui beberapa tahap yaitu (1) Tahap pra pelaksanaan yakni dengan mempersiapkan surat izin penelitian, memperiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam proses penelitian, serta menyiapkan rencana persiapan pembelajaran (RPP), (2) Tahap pekerjaan lapangan (pelaksanaan) yakni terdiri dari 6 langkah yaitu pertama; menjelaskan mengenai teknik asamblasi, kedua; menjelaskan fungsi alat dan bahan, ketiga; membagikan alat dan bahan, keempat; siswa mulai membuat desain, kelima; siswa mulai membuat kerajinan, keenam; yaitu siswa melakukan proses finishing pada karya kerajinan, (3) Tahap hasil pelaksanaan yakni berdasarkan hasil rincian dan akumulasi nilai siswa yang  telah diperoleh pada hasil penelitian, sebanyak 17 orang siswa yang mendapatkan nilai dalam rentang 75,1-84  dengan kategori (Sangat Baik) dan 15 orang siswa yang mendapatkan nilai dengan rentang 66,3-74,8 dengan kategori (Baik). Serta akumulasi nilai keseluruhan siswa mendapatkan nilai rata-rata sebesar 75,8 dengan kategori (Sangat Baik), sudah memenuhi standar kriteria ketuntasan minimal (KKM) pada mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan dalam materi kerajinan di sekolah SMA Negeri 1 Bonepantai.Kata Kunci : Teknik Asamblasi, Kerajinan, Penerapan, Hasil.
Analisis Proses Produksi Dan Produk Kerajinan Bambu Di Desa Negerilama, Kecamatan Bokat, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah Batalipu, Linda SY; Sudana, I Wayan; Naini, Ulin
Jambura: Jurnal Seni dan Desain Vol 4, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjsd.v4i2.23418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses produksi dan produk kerajinan bambu di IKM Negerilama Generasi Kreatif (NGK) Desa Negerilama Kecamatan Bokat, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui  wawancara, observasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data serta pembahasan, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi kerajinan bambu di IKM NGK dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu: pemotongan bambu, pembentukan bagian-bagian produk, merapikan dan menghaluskan permukaan produk, merakit bagian-bagian produk, dan finishing produk. Proses produksi menggunakan teknik potong dan teknik sambung. Melalui proses dan teknik tersebut, perajin dapat memproduksi beragam produk kerajinan bambu dengan bentuk dan ukuran yang sama ataupun berbeda. Sementara itu, jenis-jenis produk yang dihasilkan IKM tersebut berupa lampu dinding, jam, asbak, kursi, meja, dan nampan, dengan bentuk dan ukuran yang beragam. Produk tersebut memiliki fungsi praktis, fungsi estetik dan fungsi ekonomi. Disimpulkan bahwa, proses produksi kerajinan bambu di IKM NGK dilakukan secara bertahap untuk menghasilkan beragam jenis dan bentuk produk sesuai dengan fungsinya. Produk-produk yang dihasilkan itu mampu memenuhi kebutuhan pengguna sehingga produksi kerajinan bambu di IKM NGK berjalan secara berkelanjutan. Kata Kunci : Proses Produksi, Produk, Kerajinan Bambu
Tinjauan Bentuk (Form) Karya Seni Relief Sejarah Manusia Gorontalo Di Museum Popa Eyato Provinsi Gorontalo Yusuf, Fikran; Sudana, I Wayan; Munawar, Syarief
Jambura: Jurnal Seni dan Desain Vol 4, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjsd.v4i2.26340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk (form) karya seni relief “Sejarah Manusia Gorontalo” di Museum Popa Eyato Provinsi Gorontalo, yang mencakup konsep relief, tata kelola visual, dan capaian relief. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan melalui, reduksi data, penyajian data serta pembahasan, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan ditemukan, bahwa konsep karya seni relief "Sejarah Manusia Gorontalo" adalah transmisi kode visual karawo ke dalam medium relief. Tata kelola bentuk visual relief tersebut dibagi menjadi dua bagian dengan 8 panel. Pada masing-masing panel ditampilkan objek dan figur-figur karya berkaitan dengan kisah dan sejarah peradaban manusia Gorontalo. Relief dibuat dengan plywood ditempel kain yang telah dibuat objek-objek yang ditampilkan, kemudian dipotong dan disusun kembali secara bertingkat sehingga terlihat berlapis-lapis dengan jarang yang bervariasi. Capaian relief yang ditinjau melalui deskripsi dan analisis formal terhadap 8 (delapan) panel terungkap, relief tersebut menampilkan berbagai adegan yang merepresentasikan sejarah peradaban manusia Gorontalo. Nilai keindahannya muncul dari penerapan prinsip-prinsip rupa seperti keseimbangan (simetris dan asimetris), kesatuan, susunan warna yang didominasi cokelat terlihat harmonis. Kode visual karawo juga berhasil ditransmisikan, sehingga bentuk relief tampak unik dan menarik untuk diapresiasi. Disimpulkan, bahwa karya seni relief “Sejarah Manusia Gorontalo” mampu mengomunikasikan sejarah peradaban masyarakat Gorontalo dengan bentuk visual unik yang mencitrakan kode visual karawo Gorontalo.Kata Kunci: Relief, konsep, tata kelola bentuk, dan capaian visual.