cover
Contact Name
Velma Herwanto
Contact Email
Velmah@fk.untar.ac.id
Phone
+628161820408
Journal Mail Official
jmmpk@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
ISSN : -     EISSN : 27978320     DOI : 10.24912/jmmpk
Core Subject : Health, Science,
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara Kampus 1 Jl. Letjen S. Parman No.1 Jakarta 11440 021-5671747 Ext. 215
Articles 109 Documents
HUBUNGAN KEBIASAAN OLAHRAGA DENGAN FUNGSI PARU MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA ANGKATAN 2019/2020 Susy Olivia Lontoh; Rini Rini
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v1i2.16328

Abstract

Olahraga secara teratur meningkatkan kekuatan otot pernapasan sehingga fungsi paru meningkat. Fungsi pernapasan yang maksimal meningkatkan kebugaran yang menunjang prestasi akademik mahasiswa. Tujuan penelitian untuk hubungan kebiasaan olahraga dengan fungsi paru mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2019/2020. Penelitian menggunakan metode analitik cross-sectional dengan melibatkan 29 reponden mahasiswa Universitas Tarumanagara dan pengambilan responden menggunakan teknik judgment  sampling. Frekuensi olahraga diambil  menggunakan data berupa kuesioner dan penilaian fungsi paru menggunakan uji spirometri. Hasil penelitian didapatkan rentang usia responden18-20 tahun dan usia rata-rata adalah 18.52±0.634. Distribusi jenis kelamin perempuan 51.7% dan laki-laki 48.3%. Responden yang rutin berolahraga dengan kapasitas vitas normal sebanyak 11 responden (73.3%) dan responden yang rutin berolahraga dengan kapasitas vital tidak  normal sebanyak 4 responden (26.6%). Responden yang tidak rutin berolahraga dengan kapasitas vital normal sebanyak 3 responden (21.4%) dan responden yang tidak rutin berolahraga dengan kapasitas vital tidak normal sebanyak 11 responden (78.5%) serta terdapat hubungan kebiasaan olahraga dengan kapasitas vital paru p-value = 0.009. Hasil uji fungsi paru didapatkan responden dengan kebiasaan olahraga yang rutin dengan ratio VEP1/KVP normal sebanyak 14 responden (93.3%) dan responden dengan ratio VEP1/KVP tidak normal sebanyak 1 responden (6.7%). Responden dengan kebiasaan olahraga yang tidak rutin dengan ratio VEP1/KVP normal terdiri dari 7 responden (50%) dan responden dengan ratio VEP1/KVP tidak normal terdiri dari 7 responden (50%). Berdasarkan  uji statistik Fischer’s Exact didapatkan  p-value = 0.014  dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara kebiasaan olahraga dengan fungsi paru.
profil kematian neonatus di RSUD Ciawi Ity Sulawati
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v1i2.16404

Abstract

Latar belakang. Angka Kematian Bayi merupakan indikator nasional pembangunan kesehatan Indonesia.  Berdasarkan Tujuan Pembangunan berkelanjutan  tahun 2030,  target angka kematian neonatus  12 / 1000 kelahiran hidup.Tujuan. Mengetahui profil kematian neonatus berdasarkan kondisi klinis neonatus . Kematian neonatus dibedakan berdasarkan kematian neonatus dini (< 7 hari) dan kematian neonatus lanjut ( ? 7 hari sampai dengan 28 hari)  Metode. Penelitian deskriptif dilakukan di bagian KSM Ilmu Kesehatan Anak, RSUD Ciawi. Data penelitian diambil mulai 1 Januari 2020 sampai 31 Desember 2020. Sumber data penelitian  adalah rekam medis, setiap neonatus yang mendapat perawatan , kemudian meninggal di RSUD Ciawi dicatat dan dibedakan berdasarkan kematian neonatus dini dan lanjut, dicatat kondisi klinis, serta faktor risiko  ibu dan neonatus.Hasil. Dari 1270 neonatus yang dirawat di RSUD Ciawi, didapatkan 57 kematian, 42 (73,68%) neonatus termasuk kematian neonatus dini dan 15 (26,32%) kematian neonatus lanjut. Kematian neonatus ditemukan paling banyak pada neonatus dengan jenis kelamin laki-laki (61,4%), Bayi berat lahir <2500 gram (68,42%), Sesuai Masa Kehamilan (77,19%), prematur (56,14%), kelahiran tunggal (89,47%), umur ibu 20-35 tahun (43,86%). Bayi berat lahir rendah (69,05%) merupakan kondisi klinis yang paling banyak didapatkan pada kematian neonatus dini (69,05%) dan kematian neonates lanjut (66.67%)Kesimpulan. Profil kematian neonatus berdasarkan kondisi klinis yang sering ditemukan adalah bayi berat lahir rendah. Kata Kunci: faktor risiko; kematian neonatus 
Hubungan Asupan Gula Dalam Minuman Terhadap Obesitas Pada Anak Remaja Usia 15 – 19 Tahun di Sekolah SMA Notre Dame Jakarta Barat Jeffry Luwito; Alexander Halim Santoso
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v1i2.16501

Abstract

Latar Belakang: Badan Kesehatan Dunia, WHO, mendefinisikan obesitas sebagai kondisi akumulasi lemak yang berlebihan.Menurut laporan Riskesdas tahun 2013, provinsi DKI Jakarta merupakan provinsi dengan prevalensi gemuk pada remaja tertinggi (4,2%). Salah satu faktor resiko penyebab obesitas pada remaja adalah asupan gula di dalam minuman. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara asupan gula pada minuman oleh remaja berusia 15-19 tahun dengan obesitas di Jakarta Barat. Metode: Penelitian merupakan penelitian analitik dengan desain potong-lintang dan dianalisis menggunakan uji kai-kudrat Hasil: Dari 224 siswa didapatkan 38,4% mengalami obesitas, dan sebanyak 25% siswa asupan gula dalam minumannya lebih dari rekomendasi yang dianjurkan. Didapatkan hubungan antara asupan gula dalam minuman dengan kejadian obesitas pada remaja yang bermakna secara statistik (p<0,05).  Kesimpulan : asupan gula dalam minuman merupakan salah satu faktor resiko terhadap kejadian obesitas di kalangan remaja usia 15-19 tahun
HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN KESEPIAN PADA REMAJA AKHIR DI JABODETABEK SELAMA PANDEMI COVID-19 Denrich Suryadi
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v1i2.17894

Abstract

Selama masa pandemi Covid-19, pemerintah menetapkan banyak aturan pembatasan sosial untuk mengurangi risiko penyebaran virus Corona di Indonesia. Pembatasan sosial membuat metode pembelajaran daring dan membatasi remaja untuk berinteraksi sosial. Dampak dari pembatasan sosial tersebut adalah kemungkinan remaja mengalami kesepian karena dalam masa perkembangan psikososial, remaja membutuhkan pencarian identitas diri dan belajar mengembangkan keterampilan sosial mereka melalui interaksi dengan teman sebaya. Kesepian yang dialami ini dapat mempengaruhi harga diri remaja. Penelitian ini ditujukan untuk membuktikan hubungan antara harga diri dan kesepian pada remaja akhir selama masa pandemi Covid-19. Penelitian ini melibatkan 155 partisipan berusia antara 18-22 tahun dan berdomisili di Jabodetabek. Penelitian ini menggunakan the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) untuk mengukur harga diri dan the UCLA Loneliness Scale Ver. 3 untuk mengukur kesepian. Hasil penelitian yang menggunakan metode analisis the Pearson correlation test menunjukkan adanya hubungan negative antara harga diri dan kesepian yang berarti semakin tinggi harga diri seseorang, maka semakin rendah tingkat kesepian yang dialami. This means, the higher a person's self-esteem, the lower the loneliness they will experience.Kata kunci: harga diri, kesepian, remaja akhir.
Kepribadian Dark Triad dan Perilaku Antisosial pada Pelaku Tindak Kriminal Andiyani Yanuari; Naomi Soetikno; Riana Sahrani
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v1i2.17930

Abstract

Kepribadian dark triad merupakan gambaran subklinis yang digunakan untuk mengungkapkan sisi gelap kepribadian manusia. Ketiga trait ini terdiri dari: (a) Machiavellianism yang berkaitan dengan strategi manipulatif; (b) narcissism yang berkaitan dengan kebutuhan akan grandiosity dan egosentrisme; dan (c) psychopathy yang berkaitan dengan perilaku impulsif dan tidak berperasaan. Kepribadian dark triad yang dimiliki, dapat mendorong individu melakukan perilaku antisosial, salah satunya adalah tindak kriminal. Tujuan penelitian adalah untuk melihat peran kepribadian dark triad terhadap perilaku antisosial pada pelaku kriminal. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 160 pelaku kriminal yang sedang dalam masa penahanan di Polres dan Polsek wilayah Jakarta dan Tangerang. Alat ukur yang digunakan adalah The Short Dark triad (SD3) dan Subtype of Antisocial Behavior (STAB). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepribadian dark triad secara positif dan signifikan mempengaruhi perilaku antisosial (r2=0.074, p<0.05).  
Daftar Isi Vol 1 No 2 JMMPK JMMPK
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v1i2.18137

Abstract

GAMBARAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK DAN POLA TIDUR PADA DEWASA MUDA SELAMA PANDEMI COVID-19 Susy Olivia Lontoh; David Limanan
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v2i1.18411

Abstract

Situasi pandemi berkepanjangan berdampak terhadap pola tidur dan aktivitas fisik. Parameter tidur serta hubungan antara tingkat aktivitas fisik dan tidur masih perlu diteliti terutama selama pandemi.  Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran tingkat aktivitas fisik, kualitas tidur dan pengaruh tingkat aktivitas fisik terhadap kualitas tidur terutama pada dewasa muda. Desian penelitian ini adalah  analitik menggunakan pendekatan potong lintang dengan variabel bebas aktivitas fisik dan pola tidur sebagai variabel tergantung. Pengambilan responden dilakukan dengan cara nonrandom jenis consecutive sampling, sebanyak 91 responden dengan kriteria inklusi adalah dewasa berusia 20-65 tahun, kondisi sehat, bersedia berpartisipasi menjadi responden penelitian serta   mengisi kuisioner serta  secara lengkap. Penelitian dilakukan melalui online dengan kuisioner melalui G-Form yang linknya dibagikan  kepada responden yang telah memenuhi kriteria inklusi dari periode  Februari sampai Maret 2022. Tingkat aktivitas fisik menggunakan kuisioner indeks Baecke dan  kuisioner PSQI untuk menilai kualitas tidur. Data penelitian terkait aktivitas fisik dan kualitas tidur terdiri dari data univariat yaitu karakteristik responden dan uji statistik Pearson Chi Square untuk  hubungan aktivitas fisik dengan kualitas tidur. Hasil penelitian ini  terdiri dari 51 (56,1%) orang perempuan dan 40 (43,9%) orang laki-laki. Rerata usia responden adalah 24 tahun dengan rentang usia 18-49 tahun. Berdasarkan tingkat pendidikan didapatkan 51 (55,4%) orang dengan tingkat pendidikan S1 dan 31 (33,7%) tingkat pendidikan SMA. Berdasarkan pekerjaan didapatkan 65 (71.4%) orang bekerja pada ojek online, magang dan freelance  sedangkan ibu rumahtangga sebanyak 2 (2.2%) orang dan  karyawan 17 (18.5%) orang. Berdasarkan tingkat penghasilan didapatkan 62(68,1%) orang berpenghasilan kurang dari Rp. 4.416.186,-. Responden dengan aktivitas fisik ringan  sebanyak 47 (51.7%) orang dan 44 (48,3%) orang dengan aktivitas fisik sedang. Berdasarkan kualitas tidur maka responden dengan kualitas tidur buruk sebanyak 76 (83,5%) orang dan kualitas tidur baik sebanyak 15(16,5%) orang. Hasil hubungan yang tidak bermakna antara aktivitas fisik dan kualitas tidur dengan nilai p-value adalah 0,0887 dan  nilai OR sebesar 0.92 memiliki makna bahwa reponden dengan aktivitas fisik ringan berpeluang mendapatkan kualitas tidur buruk sebesar 0.92 kali dibandingkan responden yang aktivitas sedang Kesimpulan Hasil responden dengan aktivitas fisik ringan  sebanyak 47 (51.7%) orang dan 44 (48,3%) orang dengan aktivitas fisik sedang dan  kualitas tidur responden dengan kualitas tidur buruk sebanyak 76 (83,5%) orang dan kualitas tidur baik sebanyak 15(16,5%) orang serta tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kualitas tidur
PENGARUH INTERNALIZED WEIGHT STIGMA TERHADAP KECEMASAN SOSIAL PADA MAHASISWA Ivana Ivana
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v2i1.18511

Abstract

Di masa kini, penampilan menjadi suatu hal yang sangat penting. Orang-orang yang penampilannya dinilai menarik adalah orang-orang yang memiliki massa tubuh ideal. Mereka yang dianggap bertubuh gemuk umumnya dinilai tidak cantik atau tampan. Individu yang dinilai bertubuh kegemukan ini cenderung mengalami pengalaman buruk, seperti bullying dan body shaming, oleh karena adanya stigma terkait massa tubuh. Akibatnya, mereka menjadi rentan terhadap tingkat internalized weight stigma dan kecemasan sosial yang tinggi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengukur seberapa besar pengaruh internalized weight stigma terhadap tingkat kecemasan sosial pada mahasiswa yang sedang memasuki usia emerging adulthood. Metode dalam penelitian ini adalah kuantitatif non-eksperimental, dengan teknik analisis data menggunakan regresi linear. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik convenience sampling. Sebanyak 504 data partisipan digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh internalized weight stigma yang positif dan signifikan terhadap kecemasan sosial pada mahasiswa dengan kategori usia emerging adulthood. Adapun peran internalized weight stigma terhadap kecemasan sosial diketahui sebesar 57.3%.
GAMBARAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING INDIVIDU DEWASA AWAL DENGAN LATAR BELAKANG KELUARGA BERCERAI An Nisaa Clarissa Sapphira; Denrich Suryadi
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v2i1.19134

Abstract

Perceraian terus menjadi masalah sosial yang serius dan mempengaruhi perkembangan anak-anak, terutama pada anak berusia remaja. Individu remaja mengalami peningkatan emosionalitas yang tidak seimbang, sensitivitas, serta berbagai karakteristik dari periode transisi yang membuat mentalitas remaja dari keluarga yang tidak lengkap menjadi sangat rentan. Menurut Amato (2000) dampak dari perceraian akan mempengaruhi psychological well-being anak. Meskipun demikian, sejumlah penelitian membuktikan bahwa penyesuaian diri anak dengan orangtua bercerai dapat dilihat dari salah satu aspek penting, yaitu bagaimana kualitas hubungan yang terjalin antara anak dengan orangtua sebelum dan sesudah bercerai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran psychological well-being individu dewasa awal yang mengalami perceraian orangtua di usia remaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara interview yang melibatkan lima orang individu dewasa awal dengan rentang usia 20-21 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelima subyek memiliki psychological well-being yang baik. Selain itu, keempat subyek telah menerima perceraian orangtua tersebut, hanya satu subyek yaitu NA yang masih belum bisa menerima sepenuhnya kenyataan tersebut.
PERBANDINGAN SKOR TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT USIA 18-25 TAHUN DI KOTA JAKARTA BARAT DAN JAMBI TERHADAP FAKTOR RISIKO DIABETES MELITUS TIPE 2 Giovanno Sebastian Yogie; Dean Ascha Wijaya; Alexander Halim Santoso
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v2i1.19332

Abstract

Latar Belakang. Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah. Berdasarkan International Diabetes Federation (IDF) tahun 2019, Indonesia menempati peringkat 7 di dunia dengan 10,7 juta penderita diabetes melitus. Jakarta merupakan provinsi dengan penderita diabetes melitus tertinggi di Indonesia dengan prevalensi sebesar 3.4 %. Beberapa faktor berperan dalam mencegah terjadinya diabetes melitus, seperti pengaturan pola makan yang baik dan aktivitas fisik yang cukup. Tujuan. Membandingkan pengetahuan dan sikap responden di Kota Jakarta Barat dan Kota Jambi terhadap faktor risiko diabetes melitus. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian analitik potong lintang dengan sampel dewasa muda rentang usia 18-25 tahun, berdomisili di Kota Jakarta Barat dan Kota Jambi. Data dikumpulkan pada tanggal 8-15 Mei 2021 menggunakan kuesioner digital dan dianalisis dengan uji t-test tidak berpasangan. Hasil. Dari 200 responden yang terkumpul, 100 responden berdomisili di Jakarta Barat dan 100 responden berdomisili di Kota Jambi. Secara statistik, didapatkan rata-rata skor pengetahuan mengenai pola makan dan aktivitas fisik masyarakat kota Jakarta Barat lebih baik dan berbeda bermakna dibandingkan kota Jambi (87,83±9,63 : 83,92±12,19, p 0,01), namun didapatkan rata-rata skor sikap mengenai pola makan dan aktivitas fisik masyarakat kota Jakarta Barat lebih buruk dan tidak berbeda bermakna dibandingkan kota Jambi. (73,72±8,13 : 74,78±8,56, p 0,37) Kesimpulan. Pengetahuan terhadap risiko diabetes melitus tipe 2 masyarakat Kota Jakarta Barat lebih baik daripada masyarakat Kota Jambi, namun sikap terhadap risiko diabetes melitus tipe 2 masyarakat kota Jakarta Barat lebih buruk daripada masyarakat kota Jambi.

Page 3 of 11 | Total Record : 109