cover
Contact Name
Velma Herwanto
Contact Email
Velmah@fk.untar.ac.id
Phone
+628161820408
Journal Mail Official
jmmpk@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
ISSN : -     EISSN : 27978320     DOI : 10.24912/jmmpk
Core Subject : Health, Science,
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara Kampus 1 Jl. Letjen S. Parman No.1 Jakarta 11440 021-5671747 Ext. 215
Articles 109 Documents
AKTIVASI EKSPRESI PROTEIN DAN GEN AQUAPORIN 3 (AQP3) SEBAGAI TARGET PENGOBATAN HIDRASI KULIT Linda Yulianti Wijayadi
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v1i1.12089

Abstract

Kelompok protein Aquaporins (AQPs) dikenal sebagai saluran air dan gliserol untuk memfasilitasi transportasi air dan gliserol yang melintasi membran sel dan juga memiliki peranan dalam pemeliharaan kelembaban lapisan epidermis. Aquaporin 3 (AQP3) adalah bagian dari aquaglyceroporin dan banyak terdapat pada membran plasma keratin pada lapisan epidermis kulit. Ekspresi AQP3 tampak dalam sel keratinosit dan fibroblas kulit. AQP3 terlihat pada lapisan basal dari epidermis kulit, spinosum dan jaringan fibroblast kulit dibagian dermis kulit. Tanda terjadinya penuaan kulit adalah keringnya kulit, peningkatkan kerapuhan kulit, penurunan elastisitas dan penyembuhan luka yang tertunda. AQP3 adalah protein utama yang mempengaruhi hidrasi kulit dan menurun pada penuaan kulit. AQP3 menjadi protein kunci untuk target pengobatan masa depan terhadap penuaan kulit (kulit kering), sehingga mulai banyak dibuat pelembab yang dapat mengekspresikan protein AQP3 The protein family of Aquaporins (AQPs) known as water and glycerol channels to facilitate the transport of water and glycerol across cell membrane and also have the role in epidermal water maintenance. Aquaporins-3 (AQP3) is a member of aquaglyceroporin and the must abundant AQP3 present in the skin, in plasma membrane of epidermal cells. AQP3 showed expression in skin keratinocyte in basal layer of epidermis and spinosum, and in fibroblast skin dermis. A feature of skin aging is dry skin, increase skin fragility, decrease elasity and delayed wound healing. AQP3 is a major protein implicated in skin hydration and decrease with skin aging therefor AQP3 appears to be a key protein as a target and potential target for drug development for the future treatment of skin aging (dry skin), as a novel moisturizer.
GENERALIZED STRUCTURAL EQUATION MODELLING: KEPUTUSAN PEMERIKSAAN HIV AIDS PADA WARIA (ANALISIS DATA SURVEI TERPADU BIOLOGIS DAN PERILAKU TAHUN 2013) Zita Atzmardina; Indang Trihandini
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v1i1.12090

Abstract

Waria sering mendapatkan diskriminasi. Perilaku waria yang berisiko perlu tindakan pendeteksian dini sehingga tidak menjadi sumber penularan. Penelitian bertujuan untuk melihat model perilaku waria dalam memutuskan pemeriksaan HIV/AIDS di Palembang, Pontianak, Samarinda, dan Makasar tahun 2013. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional, menggunakan data STBP tahun 2013. Hasil analisis GSEM memperlihatkan faktor predisposing mempengaruhi keputusan pemeriksaan HIV/AIDS pada waria (koef. path=0,61). Peran petugas berpengaruh terhadap pengetahuan waria (koef. path=1,1) dan mempunyai pengaruh yang besar dalam pengambilan keputusan pemeriksaan HIV/AIDS pada waria (koef. path=3,5). Oleh sebab itu, penyuluhan melalui petugas kesehatan atau petugas lapangan sangat penting dalam pengambilan keputusan pemeriksaan HIV/AIDS. Transvestites or shemales are usually discriminated. Their behavior is risky to be a contagious agent that can be prevented by having early detection. This study observes models of transvestite behavior in deciding to have HIV/AIDS screening test at Palembang, Pontianak, Samarinda and Makassar in 2013. The design was cross sectional. GSEM analysis result indicates that predisposing factor influences decision to have HIV/AIDS test on shemales (path coefficient = 0.61). Role of health officer effects knowledge of shemales (path coefficient = 1.1) and it has prominent impact on determination to have HIV/AIDS test on shemales (path coefficient = 3.5). Therefore, socialization by health officer or field trainer is crucial on determining HIV/AIDS test.
CEDERA LIGAMEN KRUSIATUM ANTERIOR Selly Wijayasurya; Tjie Haming Setiadi
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v1i1.12091

Abstract

Cedera ligamen krusiatum anterior (ACL) merupakan salah satu dari cedera olahraga yang cukup sering terjadi, terutama pada individu berusia antara 20 hingga 40 tahun, dengan frekuensi 2 hingga 8 kali lipat lebih banyak pada perempuan dibanding laki-laki. Cedera ligamen krusiatum anterior dapat terjadi akibat kontak ataupun non-kontak. Cedera ligamen diklasifikasikan sebagai ringan, sedang, dan berat; tergantung dari integritas jaringan lunak dan derajat instabilitas sendi. Penentuan derajat cedera ligamen penting dalam menentukan jenis terapi yang dibutuhkan, prognosis penyembuhan anatomis dan fungsional; perlu tidaknya operasi, serta lamanya program rehabilitasi yang dibutuhkan. Anterior cruciate ligament (ACL) injuries are common, especially in young individuals who participate in sports activities, aging 20 to 40 years old, with double to eight times increasing probability of incidence in women compared to men. The ACL injuries can result from direct or contact and non-contact injuries. The ACL injuries can be varied in severity, from mild to severe cases. Establishing the severity of injuries is important for determining the apppropriate management, its prognosis both for anatomical and functional healing, as well as the need of surgical or reconstruction treatment and the duration of rehabilitation program.
Daftar isi JMMPK Vol 1 No 1 Wulan Purnama Sari
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daftar isi JMMPK Vol 1 No 1
GAMBARAN KUALITAS HIDUP PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA JAKARTA Adella Syafira Habsari; Marcella Erwina Rumawas
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v1i2.13270

Abstract

Kualitas hidup merupakan pemahaman seseorang dalam kehidupan, berbudaya, sistem nilai dimana seseorang berada, tujuan hidup, harapan, standar dan hal lainnya yang terkait. Kualitas hidup ditentukan oleh keseimbangan aspek fisik, mental, sosial dan lingkungan. Menjadi mahasiswa adalah transisi menuju dewasa dan mengembangkan jati diri berdasarkan keterampilan dan pengalaman. Berbagai faktor baik kegiatan akademik maupun aktivitas sehari-hari, termasuk pandemi COVID-19 yang berlangsung sejak awal tahun 2020, diduga dapat mempengaruhi kualitas hidup mahasiswa. Di Indonesia, penelitian mengenai kualitas hidup mahasiswa masih terbatas. Penelitian descriptive potong lintang ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dari kualitas hidup mahasiswa Fakultas Kedokteran di Universitas Tarumanagara (FK UNTAR) Jakarta. Responden direkrut secara konsekutif dari mahasiswa FK UNTAR angkatan 2018, 2019 dan 2020. Data dikumpulkan melalui pengisian kuisioner WHOQOL-BREF secara daring, dan diolah dengan metode deskriptif. Dari 132 responden, 71 mahasiswa (53,8%) menilai kualitas hidupnya “baik” dan 21 mahasiswa (15,9%) “sangat baik”; skor tertinggi dan terendah pada aspek lingkungan (rerata=76,0 simpang baku=12,8) dan aspek psikologis (rerata=66,0 simpang baku=17,3). Kualitas hidup baik didapatkan pada laki-laki maupun perempuan, rata-rata usia 19 tahun, IPK berkisar 3, pada mereka yang tinggal sendiri di hostel/kost dengan uang saku antara Rp 1.000.000–Rp 5.000.000 sebelum pandemi ataupun yang tinggal di rumah bersama keluarga dengan uang saku <Rp 500.000 selama pandemi, menerapkan pola hidup tidak merokok ataupun mengkonsumsi alkohol, lama tidur ±7 jam, olahraga <3x seminggu dengan durasi <30 menit, dan tidak memiliki riwayat penyakit. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana pengaruh pelbagai faktor terhadap kualitas hidup mahasiswa kedokteran.
HUBUNGAN STATUS GIZI, KONSUMSI JUNK FOOD, DAN ASUPAN LEMAK, NATRIUM DAN GULA DALAM JUNK FOOD DENGAN KEJADIAN MENARCHE DINI PADA SISWI SMP DI SEKOLAH SMPN 02 SUNGAI RAYA, KALIMANTAN BARAT Sung Chian; Alexander Halim Santoso
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v1i2.13657

Abstract

Pubertas adalah masa perubahan antara masa kanak-kanak dengan remaja, ditandai dengan perubahan jasmani yang dinamis sehingga menyebabkan perubahan fisik, psikologis dan perilaku. Pubertas pada seorang perempuan diawali dengan thelarce, kemudian pubarche, dan memuncak dengan terjadinya menarche. Pada tahun 2010 berdasarkan Riset Kesehatan Dasar di Kalimantan Barat didapatkan sebanyak 20,5% anak perempuan mengalami menarche dini terjadi pada usia 11-12 tahun, dan sebanyak 0,7% terjadi pada usia 9-10 tahun. Berdasarkan tinjauan Pustaka, olahraga, obesitas, dan asupan makanan seperti junk food merupakan faktor-faktor yang berperan terhadap menarche dini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara olahraga, status gizi dan asupan junk food terhadap kejadian menarche dini pada siswi SMP di Kalimantan Barat. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain potong lintang, dan pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling. Subyek penelitian berjumlah 117 siswi. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner online. Hasil analisis Chi-Square didapatkan hubungan antara menarche dini dengan status gizi lebih-obese (p<0,05); frekuensi asupan junk food lebih dari 1 kali (p<0,05); asupan lemak (p<0,05); dan tidak ada hubungan antara menarche dini dengan olahraga rutin dan frekuensi olahraga; asupan natrium (p>0,05) dan asupan gula (p>0,05). Kesimpulan didapatkan bahwa menarche dini dipengaruhi oleh faktor seperti status gizi lebih-obese, frekuensi asupan junk-food yang berlebihan dan asupan lemak.
PSYCHOLOGICAL WELL-BEING MAHASISWA YANG MENGIKUTI PEMBELAJARAN DARING PADA MASA PANDEMI COVID-19 Adinda Yusvika Rahmawati; Wakhid Musthofa
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v1i2.13702

Abstract

The purpose of this study is to describe the Psychological well-being of students participating in online learning during the COVID-19 pandemic. This research was conducted at the Islamic Psychology Study Program, IAIN Surakarta. This type of research is qualitative phenomenology. There are 3 informants selected by purposive sampling. Data collection techniques through structured interviews. Credibility of data using source triangulation. The data analysis technique used interpretative phenomenological analysis (IPA). There are three main themes found in the study, namely 1) Self-acceptance, 2) Perceived impact, 3) Expectations. The results of this study indicate that students have psychological well-being which is influenced by each dimension. The implications of this study are more interesting after the self-acceptance dimension is achieved, it is easier to achieve other dimensions, namely, life goals, environmental mastery, autonomy, positive relationships with others, and personal growth. Individuals who have gratitude will show positive emotions, gratitude has a relationship with happiness, so that the three informants have a mindset to continue to be grateful in whatever happens, therefore the informants are individuals who feel happiness. Keywords : Online learning, Psychological well-being, Gratitude
Faktor Lingkungan dan Biologis dari Ruminasi Rahmi Fadhilah; Wiwin Hendriani
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v2i1.13741

Abstract

Ruminasi merupakan bentuk dari refleksi maladaptif, dan menjadi faktor resiko dari berbagai macam psikopatologi. Berdasarkan penelitian sebelumnya, 5% dari sampel menunjukan adanya ruminasi. Jika seseorang terus mengalami ruminasi akan menghambat kemampuan problem solving, kemampuan kognitif dan berpengaruh pada produktivitas termasuk intervensi. Perlunya penggalian lebih dalam untuk dapat memahami ruminasi termasuk mekanisme dan apa yang membuat ruminasi berdampak besar pada seseorang, akan tetapi hal tersebut tidak akan lepas dari faktor yang berkontribusi akan ruminasi. Sehingga penting untuk meneliti faktor apa saja yang dapat meningkatkan kecenderungan seseorang untuk mengalami ruminasi. Ketika mengetahui faktor, diharapkan dapat menjadi pencegahan seseorang untuk mengalami psikopatologi. Tujuan dari studi ini adalah meringkas artikel jurnal yang meneliti mengenai faktor penyebab ruminasi. Pencarian literatur elektronik dilakukan untuk mencari artikel jurnal yang dipublikasikan sejak 2011 tentang ruminasi dan faktornya. Database yang digunakan adalah Google Scholar, ProQuest, SpringerLink dan ScienceDirect, dimana peneliti menemukan tiga jurnal dari 50 yang sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil yang didapatkan adalah kecenderungan seseorang untuk mengalami ruminasi dapat disebabkan karena genetik akan 5-HTTLPR dan BDNF, faktor early diversity, stres interpersonal, pengasuhan orangtua yang tidak baik, dan harapan sosial budaya. Dapat disimpulkan bahwa dua faktor penyebab ruminasi, yaitu faktor lingkungan dan biologis.
Generalized Anxiety Disorder: Diagnosis and Treatment Cindy Claudia Soen; Irena Monica Hardjasasmita; Aretha Ever Ulitua
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v1i2.14865

Abstract

             Generalized Anxiety Disorder or GAD is the most common psychological disorder that is characterized by excessive anxiety and worry (expectations of restlessness) where the symptoms last for six months. The ultimate aims of this research are to explain GAD with its three approaches such as humanistic, psychoanalytic and cognitive based on literature review and research evidence and identify the assessment and treatment for GAD. Treatment for GAD consists of various forms of psychotherapy for instance Cognitive Behavior Therapy (CBT) and Acceptance Based Group Behavioral Therapy (ABBT). We believe that the result of this study can be used as reference to find more about generalized anxiety disorder and come up with specific treatment that is more effective. 
UJI TOKSISITAS, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KADAR METABOLIT SEKUNDER DAUN KEMANGI (Ocimum X africanum lour) Timotius Timotius; David Limanan; Frans Ferdinal
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v1i2.15308

Abstract

High pollutant level has caused an increase in disease that is correlated to Reactive Oxygen Species through a condition that is oxidative stress. Oxidative stress can be stabilized with antioxidants by stabilizing active and unstable radicals to become inactive and stable. Basil leaves (Ocimum x africanum lour) are known to posses antioxidant composition. The aim of this study is to determine the antioxidant ability and toxicity level of basil leaves. The research was conducted through an in vitro experimental study design and bioassays. Extraction of this research was carried out by maceration method using methanol as solvent. The tests were carried out in the form of antioxidant capacity tests using the 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl method, toxicity tests using the brine shrimph lethality test method on Basil Leaf extract. In basil leaf extract, the antioxidant capacity test obtained IC50 of 174.04 ?g/mL, phenolic level test was 10872,92 mg/mL, alkaloid level test was 8.15 ?g/mL, toxicity test obtained LC50 of 158.36 ?g/mL. This study concludes that basil leaves contain antioxidants not as much as vitamin C however basil leaves do not have an effect that triggers an increase in stomach acid, so it has potential as an alternative antioxidant for a patient with stomach acid disorder, in addition, basil leaves also have cytotoxicity activity that is possible to be used as anti-carsinogen.

Page 2 of 11 | Total Record : 109