cover
Contact Name
Velma Herwanto
Contact Email
Velmah@fk.untar.ac.id
Phone
+628161820408
Journal Mail Official
jmmpk@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
ISSN : -     EISSN : 27978320     DOI : 10.24912/jmmpk
Core Subject : Health, Science,
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara Kampus 1 Jl. Letjen S. Parman No.1 Jakarta 11440 021-5671747 Ext. 215
Articles 109 Documents
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN KALSIUM DENGAN STATUS GIZI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA Eugenia Gabriella Carey Massie; Frisca
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v2i1.19445

Abstract

Obesitas merupakan suatu masalah kesahatan global yang terus menerus berkembang. Obesitas merupakan gangguan akumulasi lemak secara berlebihan dan dapat merusak kesehatan dan merupakan faktor risiko terjadinya penyakit kronik yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas. Mahasiswa dalam melakukan kegiatannya sehari-hari seperti belajar dan mengerjakan tugas sambil makan camilan yang tinggi kalori tapi rendah zat gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan kalsium dengan status gizi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain potong lintang. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara yang berusia 19-22 tahun yang bersedia mengikuti penelitian ini sejumlah 94 responden. Hasil penelitian didapatkan usia rerata adalah 20,34±0,673 tahun, sebagian besar responden adalah perempuan sejumlah 50 responden (56,2%), 79 (88,8%) responden memiliki asupan kalsium yang kurang, responden memiliki berat badan rerata adalah 63,64±15,8 kg dan tinggi badan rerata adalah 164±6,9 cm. Sehingga, hasil perhitungan IMT rata-rata didapatkan adalah 23,2±4,57 kg/m2 ssehingga sebagian besar memiliki status gizi yang normal diikuti oleh berat badan lebih yaitu masing-masing adalah 43 (48,3%) dan 19 (21,3%). Setelah dilakukan uji statistik didapatkan nilai p-value sebesar 0,038 yang artinya terdapat hubungan yang berarti antara asupan kalisum dan status gizi (p<0,05). Dimana orang yang asupan kalsiumnya kurang berisiko 4,81 kali lebih besar mengalami gizi lebih dibandingkan orang yang asupan kalsiumnya cukup. Bagi mahasiswa disarankan untuk memenuhi kebutuhan kalsium harian ?1000 mg/hari. 
GAMBARAN PREEKLAMSIA DAN EKLAMSIA DITINJAU DARI FAKTOR RISIKO DI RSUD CIAWI Syamsu Rijal; Fernando Nathaniel; Cindy Fahira; Aqila Fathimah Putri; Vanessa Analdi; Laetitia Ngamelubun; Luthfi Handayanti; Nafisa Zulpa
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v2i1.20112

Abstract

Latar belakang. Hipertensi pada kehamilan terjadi sekitar 10% ibu hamil di dunia. Kelompok hipertensi pada ibu hamil dapat dibagi menjadi tiga diantaranya; preeklamsia dan eklamsia, hipertensi gestasional, dan hipertensi kronik. Preeklamsia dan eklamsia merupakan salah satu kondisi yang paling serius karena dampak yang besar terhadap ibu dan bayi. Faktor risiko yang berperan dalam terjadinya preeklamsia dan eklamsia antara lain usia ibu, jumlah kehamilan, riwayat preeklamsia, riwayat hipertensi kronik, diabetes, riwayat keluarga, dan obesitas. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi serta gambaran faktor risiko preeklamsia dan eklamsia di RSUD Ciawi, Bogor, Jawa Barat. Metode. Dilakukan penelitian deskriptif retrospektif menggunakan data sekunder yaitu rekam medis medis pasien preeklamsia dan eklamsia pada periode 1 Januari 2020 – 31 Desember 2021 di RSUD Ciawi. Hasil. Didapatkan jumlah pasien preeklamsia berjumlah 349 orang dan eklamsia berjumlah 25 orang. Jumlah kasus preeklamsia terbanyak didapatkan pada ibu berusia 35-40 tahun (32,4%), multigravida (75,9%) dan gizi lebih (38.2%). Mayoritas kasus preeklamsia tanpa faktor risiko. Sementara itu jumlah kasus eklamsia terbanyak didapatkan pada ibu berusia <25 tahun (2,1%), multigravida (16%) dan status gizi lebih (3,5%). Mayoritas kasus eklamsia tanpa faktor risiko. Kesimpulan Prevalensi ibu yang mengalami preeklamsia adalah 349 orang dan eklamsia 25 orang. Gambaran faktor risiko pada ibu dengan preeklamsia tertinggi terjadi di usia ibu 35-40 tahun, multigravida, dan gizi lebih. Sedangkan pada eklamsia tertinggi terjadi di usia ibu <25 tahun,  multigravida, dan gizi lebih. Mayoritas kasus preeklamsia dan eklamsia tanpa faktor risiko. Penelitian ini menyarankan dilakukan penelitian lebih lanjut, dengan menilai faktor resiko sosioekonomi, riwayat komplikasi kehamilan pada preeklamsia.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI PADA WANITA USIA PRODUKTIF Novendy Novendy; Susy Olivia Lontoh; Chong Jen Hsu; Enny Irawaty
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v2i1.20199

Abstract

Data Riset Kesehatan Dasar 2018, hipertensi merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi tinggi yaitu sebesar 34,11% di Indonesia. Data Puskesmas Kecamatan Kronjo, hipertensi menempati urutan ketiga dari sepuluh penyakit terbanyak dan urutan pertama untuk kasus penyakit tidak menular selama kurun waktu Mei sampai Agustus 2016. Wanita usia produktif (20-44 tahun) yang terkena hipertensi di Kecamatan Kronjo berjumlah 315 kasus (81,81%) dari total 385 kasus dalam kurun waktu tersebut. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi terjadi penyakit hipertensi. Namun faktor risiko yang mungkin berpengaruh akan kejadian hipertensi pada kelompok wanita usia produktif masih belum diketahui dengan jelas. Maka dengan itu dilakukan penelitian sebagai studi awal mengenai faktor risiko wanita usia produktif akan kejadian hipertensi di Puskesmas Kronjo. Penelitian ini menggunakan studi potong lintang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang sudah tersusun secara terstruktur. Metode sampling yang dilakukan adalah judgemental nonrandom sampling. Hasil penelitian didapatkan faktor risiko yang secara signifikan berpengaruh terhadap kejadian hipertensi adalah riwayat hipertensi pada keluarga (p value = 0.024), konsumsi tinggi garam (p value = 0.029), sering mengonsumsi makanan cepat saji (p value = 0.008), jarang mengonsumsi buah (p value = 0.001), dan status gizi dari seseorang (p value = 0.034). Dengan adanya faktor risiko tersebut, maka menjadi hal yang harus diperhatikan terutama pada wanita usia produktif agar tidak terjadi hipertensi dikemudian hari.
PERAN HIDRASI KULIT DAN PERBAIKAN SAWAR KULIT PADA XEROSIS DAN PRURITUS DI USIA LANJUT Linda Julianti Wijayadi; Aryananda Haris Wardoyo
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v2i1.20490

Abstract

Pendahuluan: Proses penuaan kulit menyebabkan perubahan kulit pada usia lanjut. Terjadi penurunan kadar hidrasi dan perubahan sawar kulit yang akan bermanifestasi pada perubahan struktur kulit dan menimbulkan xerosis serta pruritus. Metode Penelitian: Literatur dikumpulkan secara elektronik maupun tertulis dari PubMed, Sinta dan buku ajar dermatologi geriatrik dengan total 46 literatur berbahasa Inggris maupun Indonesia. Hasil dan Pembahasan: Pada kulit usia lanjut terjadi penurunan kemampuan kulit untuk mempertahankan air pada stratum korneum, sehingga menyebabkan penurunan kadar hidrasi kulit. Proses diferensiasi sel kulit pada usia lanjut lebih lambat dibandingkan usia muda, hal ini menyebabkan terganggunya permeabilitas kulit dan penurunan fungsi sawar kulit. Perubahan fisiologis tersebut dapat diperberat dengan adanya penyakit metabolik pada usia lanjut berupa diabetes melitus. Tatalaksana xerosis dan pruritus dapat berupa topikal dan oral yang bersifat simptomatik dengan tujuan meningkatkan hidrasi kulit dan menunjang struktural sawar kulit. Kesimpulan dan Saran: Peran hidrasi dan sawar kulit sangat penting dalam menjaga kelembaban kulit pada orang usia lanjut. Penurunan fungsi sawar kulit dan kadar hidrasi kulit dapat disebabkan oleh karena faktor ekternal maupun internal, sehingga dibutuhkan tata laksana yang komprehensif pada kulit orang usia lanjut untuk menjaga kadar hidrasi kulit dan sawar kulit.
STUDI PENDAHULUAN CARA PENGASUHAN ORANGTUA DALAM PENGGUNAAN GAWAI PADA ANAK Widya Risnawaty; Monika Monika
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v2i1.20973

Abstract

Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2022, diketahui bahwa jumlah pengguna internet pada anak usia 5-12 tahun adalah 64,43%. Besarnya penggunaan internet ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan anak dalam mengakses informasi dan belajar, melainkan juga sebagai media hiburan dan juga sebagai sarana sosialisasi bagi anak. Namun demikian, tingginya interaksi dengan media digital ini juga berpotensi untuk membuat anak terpapar dengan konten-konten negatif di internet. Hal ini menimbulkan tantangan tersendiri bagi orang tua terkait cara pengasuhan orang tua dalam penggunaan media digital pada anak. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan metode pengambilan data adalah dengan Focus Group Discussion. Partispan dari penelitian ini adalah 6 orang ibu yang berdomisili di Jabodetabek. Hasil dari penelitian ini menunjukkan beberapa temuan antara lain: a) orang tua (ayah/ibu) adalah pihak yang mengenalkan gawai pertama kalinya pada anak; b) sebagian besar orang tua memiliki persepsi bahwa anak mereka sudah memiliki ketergantungan terhadap gawai; c) orang tua berpendapat bahwa penyebab ketergantungan anak terhadap gawai adalah adanya kebutuhan yang semakin tinggi terkait dengan pembelajaran jarak jauh, serta tuntutan pertemanan atau sosialisasi bagi anak; d) nilai/ajaran yang ingin ditanamkan orang tua pada anak mereka antara lain kejujuran, tanggungjawab, kepercayaan, komunikasi, keterbukaan dan religiusitas; e) aturan yang dibuat orang tua terkait penggunaan gawai antara lain adalah adanya pembatasan waktu dan konten, adanya diskusi terhadap konten yang dilihat anak, serta pemberian konsekuensi jika anak melanggar aturan yang telah disepakati bersama
Daftar Isi JMMPK Vol 2 No 1 JMMPK JMMPK
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v2i1.21797

Abstract

Kata Pengantar JMMPK Vol 2 No 1 JMMPK
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v2i1.21798

Abstract

Cover JMMPK Vol 2 No 1 JMMPK
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v2i1.21800

Abstract

PENCAPAIAN AKADEMIK MEMPENGARUHI DEPRESI PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA DI FAKULTAS KEDOKTERAN Verren Isella; Arlends Chris; Louis Valdo
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v2i2.22658

Abstract

Mahasiswa tahun pertama di fakultas kedokteran mengalami perubahan emosional yang hebat saat memasuki lingkungan dan mengemban tanggung jawab akademik yang baru. Perubahan emosi ini dapat menjadi stres yang memicu gangguan mental. Meskipun mahasiswa tahun pertama telah berusaha untuk beradaptasi, tidak semua mahasiswa berhasil. Tingkat pencapaian akademik yang bervariasi pada mahasiswa dipengaruhi oleh kemampuan masing-masing individu dalam beradaptasi. Beberapa mahasiswa merasa bahwa beban akademik di fakultas kedokteran sama beratnya seperti jenjang sebelumnya. Namun, beberapa yang lain akan terkejut oleh fakta bahwa beban akademik di fakultas kedokteran jauh melebihi ekspektasi mereka, sehingga mereka tidak dapat bertahan di fakultas kedokteran. Studi ini bermaksud untuk mengetahui prevalensi depresi dan hubungan antara pencapaian akademik dengan kejadian depresi di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara pada tahun pertama. Studi ini merupakan studi analitik dengan desain cross sectional. uji chi-square digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel pencapaian akademik dan kejadian depresi. Dari penelitian ini didapatkan prevalensi depresi pada mahasiswa tahun pertama di fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara sebesar 39,3% dan didapatkan hubungan antara pencapaian akademik dengan kejadian depresi (p-value: 0,001). Studi ini menemukan bahwa mahasiswa yang memiliki pencapaian akademik yang buruk beresiko 0,612 kali mengidap depresi dibandingkan dengan mahasiswa yang memiliki pencapaian akademik yang baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pencapaian akademik yang buruk dapat mempengaruhi gangguan mental maupun memicu kejadian depresi.
PERANAN RASIO MONOSIT TERHADAP LIMFOSIT (MLR) SEBAGAI PREDIKTOR KEJADIAN NSTEMI Fernando Nathaniel; Yohanes Firmansyah; Hendsun; Eva Julita; Sari Mariyati Dewi Nataprawira
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v2i2.23602

Abstract

Infark miokard akut (IMA) merupakan salah satu penyakit jantung paling mematikan dan berkontribusi terhadap morbiditas dan mortalitas secara global. Berdasarkan laporan WHO tahun 2019, sekitar 17,9 juta orang meninggal dunia karena penyakit kardiovaskular, yang mencakup sekitar 32% dari total kematian di seluruh dunia. Peningkatan jumlah dan jenis monosit berhubungan erat dengan kejadian penyakit kardiovaskular. Rasio monosit terhadap limfosit (MLR) adalah hasil bagi antara jumlah monosit absolut dibagi dengan jumlah limfosit absolut, parameter tersebut telah terbukti menjadi parameter hematologis dan inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki akurasi diagnostik dari MLR pada kasus NSTEMI. Studi cross-sectional ini dilakukan di RSUD Depati Hamzah dari juni 2020 sampai juli 2020. Variabel penelitian meliputi usia, hemoglobin, trombosit, leukosit, limfosit, monosit, MLR, dan hasil EKG. Sebelum analisis statistik, dilakukan uji normalitas menggunakan tes Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro Wilk serta tes Levene. Analisis statistik menggunakan Independent T-Test untuk data standar dan uji alternatif data yang tidak normal menggunakan tes Mann-Whitney. 30 rekam medis memenuhi kriteria inklusi. Setelah dilakukan analisis ROC, tiga variabel memiliki kemampuan prediktif yang cukup baik. Variabel tersebut antara lain usia (AUC: 0,738 / p-value: 0,029), leukosit (AUC: 0,775 / p-value: 0,012), dan MLR (AUC: 0,963 / p-value: 0,029). Kemampuan prediktif MLR sangat baik (AUC >0,8), tertinggi dari variabel lainnya. MLR dapat digunakan sebagai penilaian faktor risiko terhadap kejadian NSTEMI karena didapatkan perbedaan yang signifikan antara kelompok sehat dengan kelompok NSTEMI. Penggunaan marker ini bisa membantu dalam mendiagnosis pasien yang mengalami nyeri dada, terutama di pelayanan kesehatan yang terbatas.

Page 4 of 11 | Total Record : 109