cover
Contact Name
Velma Herwanto
Contact Email
Velmah@fk.untar.ac.id
Phone
+628161820408
Journal Mail Official
jmmpk@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
ISSN : -     EISSN : 27978320     DOI : 10.24912/jmmpk
Core Subject : Health, Science,
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara Kampus 1 Jl. Letjen S. Parman No.1 Jakarta 11440 021-5671747 Ext. 215
Articles 109 Documents
Korelasi antara Fecal Incontinence Severity Index (FISI) dengan International Consultant Incontinence Questionnaire – Urine Incontinence Short Form (ICIQ-UISF) pada Kelompok Lanjut Usia Septrisya, Shiera; Firmansyah, Yohanes; Destra, Edwin; Yogie, Giovanno Sebastian; Kurniawan, Joshua; Satyanagara, William Gilbert
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v3i1.26070

Abstract

Seiring dengan berjalannya waktu, populasi lanjut usia semakin bertambah. Inkontinensia urin dan fekal pada lanjut usia bukanlah hal yang dapat dipandang sebelah mata, dimana terdapat berbagai dampak buruk pada individu yang terkena, terutama pada lanjut usia yang menyebabkan menurunnya kualitas hidup pada lanjut usia. Mengetahui hubungan dari inkontinensia urin dan inkontinensia fekal sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pada lanjut usia. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian potong lintang. Sampel pada penelitian ini adalah lansia dari Panti Santa Anna yang memenuhi kriteria, yang diperoleh menggunakan metode total sampling. Instrumen yang digunakan adalah Fecal Incontinence Severity Index (FISI) untuk menilai inkontinensia fekal dan International Consultant Incontinence Questionnaire - Urine Incontinence Short Form (ICIQ-UISF) untuk menilai inkontinensia urin. Analisis korelasi dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode korelasi Pearson atau korelasi Spearman. Didapatkan 60 responden dengan dominasi rentang usia 75 – 90 tahun (56,7%) dan jenis kelamin perempuan (66,7%). Didapatkan nilai median skor FISI dan ICIQUISF berturut-turut adalah sebesar 10 dan 0 poin. Terdapat korelasi kuat yang bermakna antara nilai FISI dengan nilai ICIQ-UISF (r-correlation = 0,603; p-value = < 0,001). Terdapat korelasi kuat antara inkontinensia urin dan inkontinensia fekal pada kelompok lansia, dimana semakin berat inkontinensia fekal yang di alami pasien, semakin berat inkontinensia urin yang akan dialami. Sehingga diperlukan penanganan yang sesuai untuk menangani inkontinensia fekal dan urin supaya kualitas hidup lanjut usia tetap terjaga.
GAMBARAN DATA KLINIS STRUMA DAN KEGANASAN KELENJAR TIROID DI RSUD CIAWI DAN KOTA BOGOR TAHUN 2018 Junior, Ooki Nico; Nathaniel, Fernando; Wijaya, Dean Ascha
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v3i1.26102

Abstract

Kanker tiroid merupakan malignansi paling sering pada sistem endokrin. Berdasarkan pada GLOBOCAN tahun 2020, insiden dari kanker tiroid di seluruh dunia adalah 6,6 per 100.000 populasi dengan risiko kumulatif seumur hidup sebesar 0,87%. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai insidensi struma dan keganasan kelenjar tiroid di RSUD Ciawi dan RSUD Kota Bogor, baik saat masuk rumah sakit maupun saat keluar rumah sakit berdasarkan hasil klinis dan pemeriksaan patologi di RSUD Ciawi/ RSUD Kota Bogor yang dipilih sesuai kriteria secara non random consecutive sampling menggunakan data rekam medis pada periode 2018. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu usia, jenis kelamin, diagnosis saat masuk rumah sakit (struma nodosa non toksik, struma multi nodosa non toksik, struma toksik terkontrol atau karsinoma berdasarkan hasil patologi anatomi) dan diagnosis saat keluar rumah sakit berupa hasil akhir dari patologi anatomi setelah dilakukan pembedahan dan biopsi. Data disajikan dalam bentuk deskriptif. Penelitian ini mengikutsertakan 125 responden dan didominasi oleh perempuan sebesar 107 (85,6%) responden, umumnya berada pada rentang usia 36 hingga 55 tahun pada 68 (54,4%) responden. Diagnosis awal masuk rumah sakit secara klinis umumnya adalah struma nodosa non toksik pada 67 kasus dan karsinoma tiroid pada 43 kasus. Temuan patologi anatomi setelah dilakukan biopsi didominasi oleh PTC dengan varian sebanyak 69 kasus. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa kanker tiroid lebih sering terjadi pada perempuan dibandingkan dengan laki-laki dengan predileksi usia paling sering untuk mengalami kanker tiroid adalah dalam rentang 36-55 tahun.
PENERAPAN KONSELING KRISIS UNTUK MENGATASI TRAUMA PSIKOLOGIS KORBAN PERUNDUNGAN REMAJA PEREMPUAN DARIYO, AGOES
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v3i2.26602

Abstract

Korban perundungan ialah seseorang (kelompok orang) yang menjadi perlakuan agresif dari orang lain (sekelompok orang), sehingga orang tersebut merasa trauma secara psikologis dan membutuhkan bantuan koseling professional. Penelitian bertujuan mengetahui bagaimana penerapan konseling krisis untuk mengatasi trauma psikologis pada remaja perempuan.  Jenis penelitian ini adalah peelitian kualitatif, dengan teknik pengambilan data melalui wawancara dan observasi. Jumlah partisipan sebanyak 2 remaja perempuan yang menjadi korban perundungan. Teknik pengabilan sampling dengan purposive sampling yaitu berdasarkan kriteria tertentu. Teknik analisis data dengan pendekatan tematik yang didasari konsep teori psikoanalisis Sigmund Freud. Hasil penelitian konseling krisis cukup efektif untuk mengatasi trauma psikologis korban perundungan remaja perempuan. Konseling krisis mampu menggali pengalaman alam bawah sadar maupun alam tidak sadar untuk diungkapkan dalam alam sadar, sehingga klien dapat melakukan katharsis secara leluasa selama proses konselibng. Seusai sesi konseling, terjadi perubahan perilaku klien yang dimulai dari upaya untuk mengubah pola pikir, menerima kenyataan masa lalu, serta berani perubahan diri untuk menghadapi masa depan yang lebih baik.
Pengaruh Musik Klasik Terhadap Penurunan Kondisi Stres pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Untar Djaja Saputera, Monica; Chris, Arlends
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v3i2.27083

Abstract

Proses pembelajaran pada program studi Fakultas Kedokteran (FK) dianggap sebagai salah satu program studi yang paling rentan menyebabkan mahasiswa mengalami kondisi stres. Beberapa proses akademik terkait adalah ujian, materi pembelajaran, prestasi akademik, dan kemampuan klinis. Data di Thailand, menyebutkan bahwa prevalensi stres pada mahasiswa FK adalah 61,4%. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian musik klasik terhadap penurunan kondisi stres pada mahasiswa FK Untar. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimental dengan membagi responden ke dalam dua kelompok yaitu kelompok intervensi (n=41) dan kontrol (n=31). Setelah mendapat stresor berupa ujian, kelompok intervensi akan mendapatkan stimulus musik klasik yaitu Canon in D dan The Four Seasons: Spring selama sepuluh menit, sedangkan kelompok kontrol akan diminta untuk duduk tenang selama sepuluh menit. Pengukuran kondisi stres dilakukan dengan menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale 42 (DASS 42). Analisis data dengan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa masing-masing kelompok secara signifikan mengalami penurunan skor stress (p = 0,00 pada kelompok intervensi, dan p = 0.03 pada kelompok kontrol). Meskipun kedua kelompok menunjukkan adanya penurunan median skor stres, namun uji Mann-Whitney menunjukkan hasil adanya perbedaan selisih median skor stres yang lebih besar pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol (p = 0,02). Berdasarkan tingkat stresnya, didapatkan 18 (43,9%) responden pada kelompok intervensi dan 10 (32,2%) responden pada kelompok kontrol yang awalnya mengalami stres mengalami perbaikan kondisi menjadi tidak stres atau normal. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkanbahwa pemberian musik klasik selama sepuluh menit terbukti menurunkan kondisi stres pada responden.
SELF-ESTEEM KORBAN BULLYING : STUDI LITERATUR Saragih, Billy Prapanca; Soetikno, Naomi
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v3i1.27087

Abstract

Bullying merupakan segala bentuk intimidasi atau perilaku kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain, yang bertujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus. Bullying memiliki dampak yang sangat buruk terhadap korban, terutama pada remaja. Contohnya seperti mudah mengalami rasa takut, kecemasan dan dapat menimbulkan depresi. Perilaku bullying tersebut dapat berpengaruh pada perkembangan self-esteem, sehingga membuat rendahnya self-esteem pada remaja. Hal tersebut menimbulkan pemikiran ketidak berhargaan akan diri sendiri dan membuat sulit untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Self-esteem adalah dasar penilaian seseorang terhadap dirinya baik secara positif dan negatif secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan literature review. Berbagai sumber yang relevan terhadap topik penelitian dikumpulkan kemudian dilakukan analisis. Sehingga pada hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meningkatkan self-esteem remaja efektif untuk meminimalisir remaja korban bullying. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa ditemukan adanya self esteem memiliki keterkaitan dengan bullying.
Kata Pengantar JMMPK Vol 3 No 1 JMMPK, JMMPK
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v3i1.27114

Abstract

Daftar Isi JMMPK Vol 3 No 1 JMMPK, JMMPK
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v3i1.27115

Abstract

Cover JMMPK Vol 3 No 1 JMMPK, JMMPK
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v3i1.27116

Abstract

GAMBARAN RESILIENSI PADA ORANG TUA YANG MENGALAMI EMPTY NEST SYNDROME Handoyo, Christina Irene Dwi; Agustina
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v3i2.27782

Abstract

This research was conducted with the aim of finding out what resilience looks like in parents who experience empty nest syndrome. There were 80 participants who met the research criteria, namely parents in the middle adult age range of 40-60 years who no longer lived with their children. Data collection in this research was carried out using snowball sampling by asking participants for help in inviting colleagues who met the research criteria to become participants. The measuring instruments used in this research were the Resilience Scale (RS-14) and the Empty Nest Syndrome Scale-Indian Form (ENS-IF). The results of the descriptive analysis showed that there were 13 participants with a low level of resilience, 54 participants with a medium level of resilience and 13 participants with a high level of resilience.
GAMBARAN STRES PENGASUHAN PADA IBU BEKERJA YANG MEMILIKI ANAK USIA DINI Kiranawidhi, Indiswari; Agustina
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v3i2.28111

Abstract

Pengasuhan menjadi hal yang penting untuk membantu tumbuh kembangnya anak. Salah satunya pada tahap anak usia dini, yaitu tahapan usia yang mendapat rangsangan baru dari lingkungan sekitar. Namun dewasa ini, sosok ibu dihadapkan dengan peran ganda, berupa bekerja dan mengurus anak secara bersamaan. Seringkali ibu bekerja merasa sulit menyeimbangkan waktu antara kedua peran tersebut, sehingga memicu stres saat bekerja dan stres pengasuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat stres pengasuhan ibu bekerja dengan anak usia dini berdasarkan variabel usia, pekerjaan, usia anak, dan jumlah anak. Penelitian ini menggunakan kuesioner dengan Skala Stres Pengasuhan (SSP) yang merupakan adaptasi dari Parental Stress Scale (PSS). Hasil penelitian menunjukkan usia dan jenis pekerjaan partisipan tidak membedakan tingkat stres pengasuhan rendah dan sedang, usia anak dan jumlah anak dapat membedakan tingkat stres pengasuhan ibu, walaupun tidak signifikan. Faktor lain seperti bantuan mengasuh dan urutan kelahiran dalam keluarga juga dapat diperhitungkan untuk penelitian selanjutnya.

Page 7 of 11 | Total Record : 109