cover
Contact Name
Moh. Usman Kurniawan
Contact Email
usmankurniawan.muk@gmail.com
Phone
+6281252930991
Journal Mail Official
pandalungan.bk@mail.unipar.ac.id
Editorial Address
Jl. Jawa No. 10 Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
PANDALUNGAN : Jurnal Penelitian Pendidikan, Bimbingan, Konseling dan Mulitkultural
ISSN : -     EISSN : 29861004     DOI : https://doi.org/10.31537/pandalungan.v1i2.1171
Core Subject : Education, Social,
Penelitian Pendidikan, Penerapan Bimbingan dan Konseling di dunia pendidikan; Kesehatan Mental; Penilaian atau Pengawasan dalam Konseling; dan Konseling multi-budaya
Articles 88 Documents
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA Afifah, Sania Mufidatul
PANDALUNGAN : Jurnal Penelitian Pendidikan, Bimbingan, Konseling dan Multikultural Vol. 4 No. 1 (2026): Terbitan ke-7
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling, FKIP, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/pandalungan.v4i1.2769

Abstract

Penelitian ini merupakan Literatur Review yang bertujuan untuk mensintesis dan menganalisis tentang sejauh mana penggunaan media sosial dapat mempengaruhi motivasi belajar mahasiswa. Kajian ini melibatkan penelusuran terhadap berbagai artikel ilmiah, yang secara khusus mengkaji hubungan antara intensitas penggunaan media. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan Teknik Literatur Review yang disusun secara sistematis berdasarkan tahapan PRISMA. Dari total 134 artikel yang ditemuka, hanya ada 8 artikel yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial memiliki pengaruh signifikan baik secara positif maupun negatif terhadap motivasi belajar mahasiswa tergantung pada durasi penggunaan, tujuan penggunaan, jenis platform yang digunakan, serta tingkat regulasi diri mahasiswa. Dampak positifnya meliputi peningkatan kolaborasi pembelajaran, akses cepat terhadap sumber belajar digital, serta peningkatan angagement akademik melalui forum diskusi daring. Pada dampak negative juga ditemukan seperti distraksi, kecanduan digital, prokratinasi akademik, dan penurunan fokus belajar. Penelitian ini menyimpulakan bahwa media sosial dapat menjadi instrument pendukung peningkatan motivasi belajar apabila digunakan secara terarah dan produktif, namun dapat menurunkan motivasi apabila digunakan secara tidak terkontrol.
BODY SHAMING DI MEDIA SOSIAL: DARI HUMOR KE KEKERASAN VERBAL DALAM PERSPEKTIF BIMBINGAN DAN KONSELING Damayanti, Revi Aprilia
PANDALUNGAN : Jurnal Penelitian Pendidikan, Bimbingan, Konseling dan Multikultural Vol. 4 No. 1 (2026): Terbitan ke-7
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling, FKIP, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/pandalungan.v4i1.2773

Abstract

Fenomena body shaming, cyberbullying, dan penggunaan media sosial menunjukkan dampak yang signifikan terhadap kesehatan mental remaja dan mahasiswa. Penelitian-penelitian yang dianalisis memperlihatkan bahwa body shaming dan komentar negatif terkait fisik menurunkan self-esteem, memunculkan rasa malu, kecemasan, serta kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial. Tiga penelitian menunjukkan bahwa konseling kelompok baik menggunakan pendekatan self-instruction, client-centered, maupun konseling kelompok umum terbukti efektif meningkatkan self-esteem dan kepercayaan diri korban body shaming. Hasil uji statistik pada masing-masing penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kondisi psikologis konseli setelah mengikuti intervensi. Di sisi lain, penelitian mengenai cyberbullying menemukan bahwa media sosial dapat menjadi pemicu tekanan mental ketika tidak digunakan secara sehat. Namun, penelitian tentang konten dakwah di TikTok mengungkap bahwa penggunaan media sosial juga dapat memberikan dampak positif, khususnya dalam meningkatkan ketenangan emosional dan kekuatan spiritual mahasiswa. Secara keseluruhan, hasil analisis menunjukkan bahwa kesehatan mental remaja merupakan hasil interaksi kompleks antara pengalaman sosial langsung, dinamika digital, dan dukungan psikologis. Oleh karena itu, diperlukan edukasi literasi digital, intervensi konseling, serta lingkungan sosial yang suportif untuk membantu remaja menghadapi tekanan sosial dan digital secara adaptif.
TINJAUAN LITERATUR HUBUNGAN ANTARA KECANDUAN MEDIA SOSIAL DENGAN TINGKAT PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA Mustaqiimah, Waslah
PANDALUNGAN : Jurnal Penelitian Pendidikan, Bimbingan, Konseling dan Multikultural Vol. 4 No. 1 (2026): Terbitan ke-7
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling, FKIP, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/pandalungan.v4i1.2775

Abstract

Penggunaan media sosial semakin penting dalam kehidupan mahasiswa di seluruh dunia. Media sosial membantu orang berkomunikasi dan mengakses informasi, tetapi juga dapat menyebabkan hal-hal buruk, seperti prokrastinasi akademik. Ketika mahasiswa menggunakan media sosial terlalu banyak, akan mengalami gangguan fokus, kehilangan kontrol diri, dan cenderung menunda tugas akademik. Sebuah tinjauan literatur dari tujuh artikel internasional yang relevan digunakan dalam penelitian ini untuk menyelidiki hubungan antara penggunaan media sosial dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Literature review berbasis pedoman PRISMA digunakan, yang mencakup proses identifikasi, penyaringan, dan seleksi artikel dari berbagai database. Secara keseluruhan, temuan penelitian menunjukkan bahwa ada korelasi positif antara meningkatnya prokrastinasi akademik dan kecanduan atau intensitas penggunaan media sosial. Variabel psikologis seperti ketakutan kehilangan (FOMO), rendahnya pengendalian diri, kelelahan mental, pikiran intrusif, regulasi emosi, dan keberhasilan akademik semuanya berperan sebagai mediator dan moderator dalam hubungan tersebut. Jadi, jika mahasiswa menggunakan media sosial secara tidak terkontrol, akan lebih cenderung untuk menunda pekerjaan. Oleh karena itu, untuk membantu mahasiswa diperlukan manajemen media sosial dan intervensi psikologis yang baik.
LITERATURE RIVIEW : PENGARUH MULTIKULTURALISME TERHADAP SIKAP TOLERANSI SANTRI DI LINGKUNGAN PESANTREN Sitoresmi, Duwi; Aziz, Akhmad Rifqi; Nordiana, Vina
PANDALUNGAN : Jurnal Penelitian Pendidikan, Bimbingan, Konseling dan Multikultural Vol. 4 No. 1 (2026): Terbitan ke-7
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling, FKIP, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/pandalungan.v4i1.2811

Abstract

Pesantren merupakan lingkungan pendidikan Islam yang dihuni oleh santri dari berbagai daerah sehingga menciptakan kondisi multikultural yang kaya akan keberagaman budaya, bahasa, dan kebiasaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana multikulturalisme berpengaruh terhadap pembentukan sikap toleransi santri dalam kehidupan sehari-hari di pesantren. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi pustaka, dengan menganalisis 10 artikel ilmiah yang diterbitkan dalam kurun waktu 2020–2025 sebagai sumber utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai multikultural, interaksi sosial lintas budaya, keteladanan kiai dan ustaz, serta kegiatan kolektif pesantren berkontribusi besar dalam membentuk sikap toleransi santri. Berdasarkan analisis literatur, multikulturalisme terbukti menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan suasana hidup rukun dan harmonis di pesantren. Multikulturalisme terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap pembentukan sikap toleransi santri. Melalui interaksi lintas budaya, keteladanan kyai, dan kegiatan kolektif pesantren, santri belajar menerima perbedaan dan membangun hubungan yang harmonis. Pesantren dengan demikian menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai toleransi di tengah keberagaman budaya.
EFEKTIVITAS LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DALAM MENGURANGI PERILAKU AGRESIF SISWA Nurhidayah, Anggun; Putri, Zakia
PANDALUNGAN : Jurnal Penelitian Pendidikan, Bimbingan, Konseling dan Multikultural Vol. 4 No. 1 (2026): Terbitan ke-7
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling, FKIP, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/pandalungan.v4i1.2850

Abstract

Perilaku agresif di kalangan peserta didik merupakan salah satu tantangan nyata dalam konteks pendidikan formal di Indonesia. Salah satu solusi yang efektif guna mengatasi hal tersebut yaitu melalu layanan bimbingan kelompok, dimana itu dapat mendukung siswa dalam mengontrol emosi, empati, dan memperbaiki hubungan sosial melalui layanan kelompok. Penelitian memiliki tujuan untuk mengetahui efektivitas layanan bimbingan konseling secara berkelompok terhadap pengurangan perilaku agrasif siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional melalui sampel yang diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil analisis regresi menunjukkan layanan bimbingan kelompok dapat mengatasi perilaku agrasif siswa. Uji signifikasi juga memperlihatkan hasil bahwa layanan bimbingan kelompok terbukti memiliki pengaruh terhadap penurunan perilaku agrasif siswa. Sehingga berdasarkan penelitian, layanan bimbingan kelompok dapat berjalan secara efektif dan memiliki dampak yang signifikan.
PERAN GURU BK DALAM MEMBINA ADAPTASI SOSIAL SISWA BARU DI LINGKUNGAN SMK Stiyaningsih, Wiky; Perdana, Vabriela Dynda Bintang
PANDALUNGAN : Jurnal Penelitian Pendidikan, Bimbingan, Konseling dan Multikultural Vol. 4 No. 1 (2026): Terbitan ke-7
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling, FKIP, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/pandalungan.v4i1.2851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam membina adaptasi sosial siswa abru di lingkungan SMK Bhinneka Karya Surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah dekriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan kuesioner yang disebarkan kepada 132 siswa baru kelas X. Instrumen penelitian mengukur dua variable, yaitu peran Guru BK (variable X) dan adaptasi sosial siswa baru (variable Y), yang masing-masinh terdiri dari 15 butir pernyataan. Data analisis dengan uji validitas, reliabilitas, normalitas, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukn bahwa seluruh instrument valid dan reliable, serta data berdistribusi normal. Analisis regresi menghasilkan koefisien regresi (B) sebesar 0,850 dengan nilai signifikan 0,000. Temuan ini menunjukan bahwa peran Guru BK memberikan dampak positif dan signifikan terhadap adaptasi sosial siswa baru. Artinya, praktik dan layanan terbaik yang diberikan Guru BK melalui orientasi, bimbingan pribadi, sosial dan dukungan emosial, mampu memudahkan siswa baru untuk beradaptasi secara sosial di lingkungan SMK.
HUBUNGAN ANTARA KECANDUAN GADGET DENGAN KONSENTRASI BELAJAR Nugraheni, Indah Listya; Zaviza, Aqela Naura
PANDALUNGAN : Jurnal Penelitian Pendidikan, Bimbingan, Konseling dan Multikultural Vol. 4 No. 1 (2026): Terbitan ke-7
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling, FKIP, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/pandalungan.v4i1.2861

Abstract

Perkembangan teknologi digital dapat mengakibatkan penggunaan gadget makinmelekat dalam kehidupan peserta didik. Namun, penggunaan yang berlebih dapat mengakibatkan kencanduan dan berdampak pada kemaampuan konsentrasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetaahui sejauh mana kecanduan gadhet berhubungan dengan konsentrasi belajar siswa SMA Negeri 1 Surakkarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 102 siswa kelas X sebagai ressponden. Instrumen yang digunakaan berupa angket kecanduan gadget dan konsentrasi belajar yang telah di uji validitas, realibilitas, normlitasnya. Analisis dilakukan dengan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh negatif dan signifikan dari kecanduan gadget terhadap konsentrasi belajar, ditunjukan oleh koefisien regresi -0,327 dengan nilai signifikasi 0,008. Koefisien korelasi R = 0,263 menggambarkan adanya hubungan yang lemah, sedangkan R square mengindikasikan bahwa 6,9% variasi konsentrasi belajar dipengaruhi oleh kecanduan gadget, sementara sisanya berasal dari fakor lai diluar penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa intensitas penggunaan gadget yang tinggi dapat menurunkan kemampuan siswa dalam mempertahankan fokus sehingga diperlukan upaya pengaturan penggunaan gadget secara lebih terarah
PENGARUH RASA PERCAYA DIRI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA SMA NEGERI 1 SURAKARTA DALAM KONTEKS BIMBINGAN KONSELING Putri, Charita Ika; Putri, Yollanda Cheriz Novita
PANDALUNGAN : Jurnal Penelitian Pendidikan, Bimbingan, Konseling dan Multikultural Vol. 4 No. 1 (2026): Terbitan ke-7
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling, FKIP, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/pandalungan.v4i1.2868

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan mendeskripsikan tingkat percaya diri terhadap motivasi belajar peserta didik dalam konteks bimbingan konseling di SMA Negeri 1 Surakarta. Penelitian ini menerapkan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan subjek sebanyak sebanyak 102 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner yang terdiri dari 29 pertanyaan mengenai variabel rasa percaya diri dan 20 item untuk variabel motivasi belajar. Dari uji validitas menunjukkan seluruh pertanyaan dari kedua variabel memiliki korelasi di atas r tabel sedangkan uji reabilitas mengasilkan nilai 0,914 rasa percaya diri dan 0,873 untuk nilai motivasi belajar sehingga kedua variabel dinyatakan sangat reliabel. Analisis data juga menunjukkan rasa percaya diri berada pada kategori baik terhadap motivasi belajar. Peserta didik yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi cenderung lebih yakin pada kemampuan diri yang dimilikinya serta memiliki ketertarikan yang besar dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya layanan bimbingan konseling dalam membantu peserta didik mengembangkan potensi diri, keyakinan, konsep diri yang positif sehingga terciptanya kondisi psikologis yang mampu mendukung dan meningkatkan motivasi belajar beserta didik secara optimal.