cover
Contact Name
Rahman
Contact Email
rahman.fkm@uho.ac.id
Phone
+6285222268124
Journal Mail Official
jakk-uho@uho.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo Jl. H.E.A. Mokodompit Kampus Bumi Tridharma Anduonohu Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 27976831     DOI : http://dx.doi.org/10.37887/jakk
Core Subject : Health,
Artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Unversitas Halu Oleo berasal dari penelitian dalam bidang Administrasi dan Kebijakan Kesehatan.
Articles 107 Documents
ANALISISPENANGANAN KELUHAN TERHADAP KEBERHASILAN PROGRAM JKN DI PUSKESMAS NAMBO KOTA KENDARI TAHUN 2020 Fitriani Fitriani; Suhadi Suhadi; Lade Albar Kalza
Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo Vol 1, No 4 (2021): JAKK (Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan)
Publisher : Departemen AKK FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jakk.v1i4.38104

Abstract

AbstrakLatar Belakang:Penanganan keluhanmerupakan salah satukomponen untuk menyelesaikan masalah pelayanan kesehatan, baik yang bersifat administratif maupun bersifat medis.Penanganan keluhan merupakan umpan balik untuk meningkatkan pelayanan fasilitas kesehatan, jika hal tersebut tidak ditangani maka dapatmengalami kerugian berupa tersebarnyaimageyang buruk sehingga akan mengurangi kunjungan dan kepercayaan pasien.Hal ini merupakanumpan balik untuk meningkatkan pelayanan fasilitaskesehatan.Tujuan:Tujuan penelitian ini untuk mengetahuiproses penanganan keluhanterhadap keberhasilan program JKN di Puskesmas NamboKota Kendari Tahun 2020.Metode:Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatandesain deskriptif. Adapun teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif.Hasil:Hasil penelitian ini menunjukkan bahwaProses penanganan keluhan ditinjau dari akses berupa sarana dan prasarana sudah cukupbaik karena tidak hanya mencakup kotak saran melainkan berupa medialain seperti facebook, email, dan nomor telephone khusus pengaduan keluhan. Proses penanganan keluhan ditinjau dari respon petugas kesehatan menerima semua keluhan dan melakukan respon dengan berbeda-beda, hal ini dikarenakan jenis keluhan yang di tanganiberdasarkan tingkat urgensinya. Proses penanganan keluhan ditinjau dari bagaimana petugas kesehatan melakukan penilaian atau pertimbangan, petugas kesehatan sudah menerima semua keluhan yang masuk secara tertulis atau secara lisan dengan pertimbangan dan solusinya masing-masing.Terlepas dari semuaproses penanganan keluhan yang adamasih terdapat kendala terkaitproses penangan keluhan.Kesimpulan:Penanganan Keluhan terhadap keberhasilan program JKNdi PuskesmasNambosudahcukup baik sesuai dengan SOPyang ada, namun diharapkan PuskesmasNambodapatmenyediakansebuah ruangan khusus untuk pelaksanaan penangan keluhan sehingga pasien dapat lebih nyaman dan leluasa dalam menyampaikan keluhannya.AbstractBackground:Handling complaints is one component to resolve health service problems, both administrative and medical. Complaint handlingis feedback to improve health facility services, if it is not handled it can suffer losses in the form of spreading a bad image so that it will reduce patient visits andtrust. This is a feedback to improve the service of health facilities.Objectives:The purpose of this study was to determine the process of handling complaints against the success of the JKN program at theNambo Health Center, Kendari City in 2020.Methods:This research method uses qualitative research with a descriptive design approach. The data analysis technique used descriptive analysis techniques.Results:The results of this study indicate that the complaint handling process in terms of accessin the form of facilities and infrastructure isquite good because it does not only include a suggestion box but in the form of other media such as facebook, email, and a special telephone number for complaints. The complaint handling process is reviewed from the response of health workers to receive all complaints and respond differently, this is because the types of complaints handled are based on the level of urgency. The process of handling complaints is viewed from how health workers carry out assessments or considerations, health workers have received all incoming complaints in writing or verbally with their respective considerations and solutions.Apart from all existing complaint handling processes, there are still obstacles related to the complainthandling process.Conclusion:Complaint handling regarding the success of the JKN program at the Nambo Health Center is quite good in accordance withthe existing standard operating procedures, but it is hoped that the Nambo Health Center can provide aspecial room for handling complaints so that patients can be more comfortable and free to express their complaints.
SISTEM PENCATATAN DAN PELAPORAN TERPADU PUSKESMAS KOTA KENDARI TAHUN 2021 Jumiarni Jumiarni; Nani Yuniar; Agnes Mersatika Hartoyo
Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 2 (2023): JAKK (Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan)
Publisher : Departemen AKK FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jakk.v4i2.43169

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Pelaksanaan SP2TP sangat penting dalam menyediakan data guna manajemen kesehatan sebagai indikator keberhasilan suatu kegiatan akan tetapi, dalam pelaksanaan SP2TP di sejumlah Puskesmas Kota Kendari masih terdapat banyak kekurangan atau masalah yang menghambat pelaksanaannya. Tujuan: Mengetahui Pelaksanaan Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas Kota Kendari Tahun 2021. Metode: jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan pendekatan fenomenologis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, pengamatan atau observasi, dan pemeriksaan dokumen serta arsip. Selanjutnya, data dinanalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Pelaksanaan SP2TP dari aspek input untuk sumber daya manusia telah dilakukan dengan benar, meskipun didapatkan adanya rangkap jabatan oleh petugas yang melakukan SP2TP. Untuk aspek fasilitas, sejumlah Puskesmas yang ada di Kota Kendari telah mendapatkan fasilitas yang memadai dengan dilengkapi oleh sarana komputer, jaringan internet, dan juga panduan buku Pelaksanaan SP2TP, meskipun tidak semua puskesmas menggunakan panduan tersebut. Untuk pendanaan, belum ada dana khusus untuk pelaksanaannya. Untuk aspek proses pencatatan dan pelaporan di 7 Puskesmmas yang ada di Kota Kendari sudah melakukan proses pencatatan dan pelaporan dengan baik dengan memanfaatkan fasilitas yang telah diberikan. Untuk aspek output sendiri, ketepatan waktu pelaporan ke Dinkes Kota Kendari dilakukan dengan tepat waktu, meskipun terdapat kadang mendapatkan kendala jaringan Simpulan: Proses pelaksanaan SP2TP telah dilakukan dengan baik, meskipun didapatkan beberapa kendala seperti Jaringan Internet belum adanya dukungan sumber daya manusia khusus pelaksanaan SP2TP baik secara kualitas dan kuantitas Untuk meningkatkan hal tersebut, diperlukan adanya peningkatan Jaringan imternet di berbagai wilayah kerja Puskesmas dan pada Fasilitas Kesehatan dibidang sumber daya manusia, agar dilakukan pelatihan berkelanjutan agar proses SP2TP berjalan dengan lancar dan perlu adanya dana dari pemerintah agar dapat memaksimalkan proses pelaksanaan SP2TP. Abstract Background: The implementation of SP2TP is very important in providing data for health management as an indicator of the success of an activity, however, the implementation of SP2TP in a number of Kendari City Health Centers still has many shortcomings or problems that hinder its implementation. Purpose: To determine the implementation of the Integrated Recording and Reporting System of the Kendari City Health Center in 2021. Methods: This type of research is qualitative research, with a phenomenological approach. Data collection techniques were carried out by interview, observation or observation, and examination of documents and archives. Furthermore, the data was analyzed using data reduction techniques, data presentation, and conclusion drawing. Results: The implementation of SP2TP from the input aspect for human resources has been carried out correctly, although it was found that there were multiple positions by officers who conducted SP2TP. In terms of facilities, a number of health centers in Kendari City have adequate facilities equipped with computer facilities, internet networks, and also SP2TP Implementation book guidelines, although not all health centers use these guidelines. For funding, there is no special fund for implementation. For aspects of the recording and reporting process, the 7 Puskesmas in Kendari City have carried out the recording and reporting process well by utilizing the facilities that have been provided. For the output aspect itself, the timeliness of reporting to the Kendari City Health Office is carried out on time, although there are sometimes network constraints. Conclusion: The SP2TP implementation process has been carried out well, although there are some obstacles such as the Internet Network, there is no special human resource support for SP2TP implementation both in quality and quantity To improve this, it is necessary to improve the Internet network in various Puskesmas working areas and at Health Facilities in the field of human resources, so that continuous training is carried out so that the SP2TP process runs smoothly and there is a need for funding from the government in order to maximize the SP2TP implementation process.
DETERMINAN PENUNGGAKAN PEMBAYARAN IURAN PESERTA BPJS KESEHATAN PBPU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEPO-LEPO KOTA KENDARI TAHUN 2021 Elisabeth Yoseph Sukaria; Suhadi Suhadi; Rahman Rahman
Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo Vol 3, No 3 (2022): JAKK (Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan)
Publisher : Departemen AKK FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jakk.v3i3.38023

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Aturan program BPJS untuk pembayaran premi diwajibkan paling lambat tanggal 10 setiap bulannya. Ketidakpatuhan peserta mandiri akan mempengaruhi pembayaran iuran peserta BPJS Kesehatan PBPU di Wilayah Kerja Pukesmas Lepo-Lepo Tahun 2021. Pada Tahun 2020 peserta PBPU terdapat 31.163 jiwa yang masih menunggak pembayaran iuran BPJS Kesehatan di Kota Kendari. Salah satunya terdapat yang paling banyak di wilayah kerja puskesmas Lepo-Lepo berjumlah 5.588 jiwa.Tujuan: Untuk mengetahui determinan penunggakan pembayaran iuran peserta BPJS Kesehatan PBPU di Wilayah Kerja Puskesmas Lepo-Lepo Kota Kendari.Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional (potong lintang) dengan menggunakan teknik pengambilan accidental sampling yang berjumlah sebanyak 135 masyarakat. Uji statistik menggunakan uji Chi square.Hasil: Terdapat hubungan antara pekerjaan dengan penunggakan pembayaran iuran BPJS Kesehatan (p Value = 0.012 < 0,05), terdapat hubungan antara penghasilan dengan penunggakan pembayaran iuran BPJS Kesehatan (p Value = 0.000 < 0,05), tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan penunggakan pembayaran iuran BPJS Kesehatan (p Value = 0.700 > 0,05), terdapat hubungan antara persepsi dengan penunggakan pembayaran iuran BPJS Kesehatan (p Value = 0.001 < 0,05).Kesimpulan: Ada hubungan antara pekerjaan, penghasilan dan persepsi terhadap penunggakan pembayaran iuran BPJS Kesehatan, tidak ada hubungan antara pengetahuan terhadap penunggakan pembayaran iuran BPJS Kesehatan. Sehingga, perlu meningkatkan kuantitas dan kualitas untuk sosialisasi peserta tentang hak dan kewajiban peserta mandiri. AbstractBackground: The deadline for premium payments under the BPJS scheme is the tenth day of every month. The payment of payments for BPJS Health PBPU perticipants in the Lepo-Lepo Health Center Work Area in 2021 would be impacted by the independent perticipants’ noncompliance. In Kendari City, there are 31,163 PBPU participants who are still behind on their BPJS Health payments as of 2020. With 5,588 individuals, one of them is the largest in the Lepo-Lepo Health Center’s operational region.Objectives: To identify the factors that contribute to participant BPJS Health PBPU arrears in the working area of the Lepo-Lepo health Center, Kendari City.Methods: With a total of 135 participants thi sort of study employs a quantitative methodology and a cross-sectionall design employing an incidental sampling technique. Chi square analysis is a statistical test.Results: There is a relationship between work and BPJS Health contribution payment arrears (p Value = 0.012 < 0.05), a relationship between income and BPJS Health contribution payment arrears (p Value = 0.000 < 0.05), a relationship between knowledge and BPJS Health contribution payment arrears (p Value = 0.700 > 0.05), and a relationship between perception and BPJS Health contribution payment arrears (p Value = 0.001 < 0.05).Conclusion: Although there is a correlation between employment, income, and the perception of BPJS Health contribution arrears. The quantity and quality of socialization of participants regarding the rights and obligations of independent participants must therefore be increased.
ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA PERAWAT BERDASARKAN BEBAN KERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALISIS BEBAN KERJA KESEHATAN (ABK Kes) DI INSTALASI RAWAT INAP RSU ALIYAH KOTA KENDARI TAHUN 2020 Hasrawati Hasrawati; La Ode Ali Imran Ahmad; Agnes Mersatika Hartoyo
Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo Vol 1, No 3 (2020): JAKK (Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan)
Publisher : Departemen AKK FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jakk.v1i3.38089

Abstract

Abstrak  Latar Belakang: Rumah Sakit Umum (RSU) Aliyah memiliki kunjungan pasien yang meningkat dalam tiga tahun terakhir yang menunjukkan tingkat beban kerja perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan semakin tinggi. Selain itu, jika dilihat dari perbandingan keperawatan dan tempat tidur sebanyak 2:3, dengan rasio yang ada di RSU Aliyah sebanyak 13:60, maka dapat dikatakan bahwa RSU Aliyah terdapat kekurangan tenaga keperawatan. Tujuan: Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui jumlah tenaga keperawatan yang dibutuhkan berdasarkan beban kerja dengan menggunakan metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK Kes). Metode: Jenis penelitian ini merupakan penilitian deskriptif observasional dengan menggunakan metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK Kes) dengan teknik total sampling dan formulir work sampling yang dilaksanakan di Instalasi Rawat Inap RSU Aliyah. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah seluruh perawat yang bekerja pada unit instalasi rawat inap RSU Aliyah sebanyak 13 orang. Hasil: Hasil penelitian menggunakan metode ABK berdasarkan beban kerja menunjukkan bahwa jumlah kebutuhan tenaga keperawatan di seluruh ruang Instalasi Rawat Inap RSU Aliyah adalah sebanyak 57 orang dengan tenaga perawat yang tersedia sebanyak 13 orang termasuk kepala ruangan, yang diukur dari empat kategori yaitu waktu kerja tersedia, kategori kegiatan pokok standar beban kerja dan standar kelonggaran sehingga dapat disimpulkan bahwa RSU Aliyah khususnya di unit instalasi rawat inap masih banyak kekurangan tenaga perawat sebanyak 44 orang. Abstract Background : Aliyah General Hospital (RSU) has increased patient visits in the last three years which shows the level of workload of nurses in providing health services is getting higher. In addition, if it is seen from the ratio of nursing and bed as much as 2: 3, with the ratio in the Aliyah General Hospital of 13:60, it can be said that the Aliyah Hospital has a shortage of nursing personnel.  Objectives: The purpose of this study is to determine the number of nursing personnel required based on the workload using themethod Health workload analysis (ABK Kes).  Methods: This type of research is an observational descriptive study using themethod Health workload analysis (ABK Kes) with a total sampling technique and aform work sampling which is carried out at the Aliyah Hospital inpatient installation. The sample used in the study were all nurses who worked in the inpatient unit of the Aliyah Hospital as many as 13 people.  Results: The results of the study using themethod ABK based on workload showed that the number of nursing staff needed in all rooms of the Aliyah Hospital inpatient was 57 people with 13 nurses available including the head of the room, which was measured from four categories, namely available working time, activity category. The main points of workload standards and leniency standards, so it can be concluded that the Aliyah General Hospital, especially in the inpatient unit, still has a shortage of nurses as many as 44 people. 
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETERATURAN MEMBAYAR IURAN PADA PESERTA BPJS MANDIRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NAMBO KOTA KENDARI TAHUN 2020 Laode Muhamad Refri; Suhadi Suhadi; Rahman Rahman
Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo Vol 2, No 2 (2021): JAKK (Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan)
Publisher : Departemen AKK FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jakk.v2i2.38068

Abstract

Abstrak  Latar Belakang: Kepesertaan JKN Mandiri di Indonesia sudah mencapai 52.983.693 jiwa (BPJS,2020). Sedangkan jumlah kepesertaan BPJS mandiri di Kota Kendari sebanyak 21.911 jiwa.  Dengan kenaikan iuran BPJS sebanyak 100% dari harga iuran sebelumnya, maka  peserta BPJS kesehatan memiliki beban  pikiran untuk membayar iuran BPJS terkhusus untuk peserta mandiri. Tujuan: Penelitian  bertujuan untuk mengetahui faktor yang hubungan dengan Keteraturan Membayar Iuran Peserta BPJS Mandiri di wilayah kerja Puskesmas Nambo tahun 2020.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. teknik penarikan sampel Non probability sampling .Populasi pada penelitian ini sebanyak 172 orang dan sampel pada penelitian ini berjumlah 119 orangHasil:Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan bermakna antara motivasi dengan keteraturan membayar iuran peserta BPJS Mandiri di wilayah kerja puskesmas Nambo (p value = 0,097<0,05), tidak ada hubungan bermakna antara Tempat Pembayaran dengan keteraturan membayar iuran peserta BPJS Mandiri di wilayah kerja puskesmas Nambo (p value = 0,677>0,05), tidak ada hubungan bermakna antara jarak menuju tempat pembayaran dengan keteraturan membayar iuran peserta BPJS Mandiri di wilayah kerja puskesmas Nambo (p value = 0,497<0,05), ada hubungan bermakna antara presepsi terhadap mutu pelayanan kesehatan dengan keteraturan membayar iuran peserta BPJS Mandiri di wilayah kerja puskesmas Nambo (p value = 0,056<0,05)Kesimpulan: Kesimpulannya adalah terdapat hubungan antara aspek motivasi dan presepsi terhadap mutu pelayanan kesehatan serta tidak terdapat hubungan antara aspek tempat pembayaran dan jarak menuju tempat pembayaran terhadap keteraturan membayar iuran BPJS mandiri di wilayah kerja puskesmas Nambo. AbstractBackground: Independent JKN membership in Indonesia has reached 52,983,693 people (BPJS,2020). Meanwhile, the number of independent BPJS participants in Kendari City is 21,911 people. With an increase in BPJS contributions by 100% frim the previous contribution price, BPJS health participants have a burden of mind to pay BPJS contributions, especially for independent participants.Objectives: This study aims to determine the factors associated with Regulary paying Contribution for independent BPJS  participants in the work area of Public health center Nambo in 2020.Methods: This type of quantitative research uses a cros ctional approach  sampling technique Non probabily sampling. The population in this study were 172 people and the sample in this study amounted to 119 people. Results: The results showed that there was a significant relationship between motivation and regularity in paying independent BPJS participant contributions in the working area of the nambo health center (p value = 0.097<0,05), there was no significant relationship between place of payment and regularity in paying independent BPJS participant contributions in the wotk area of the nambo health center (p value = 0,677>0,05), there is no significant relationship between the distance to the place of payment with the regularity of paying independent PBJS participant contributions in the working area of the nambo health center (p value = 0,497>0,05), there is a significant relationship between perceptions of quality of services by regularly paying independent BPJS participant contributions in the working area of the health center (p value = 0,056<0,05).  Conclusion: The conclusion is that there is a relationship between aspects of motivation and perception of the quality of health services and there is no relationship between aspects of the place of payment and the distance to the place of payment on the regularity of paying BPJS independent contributions in the working area of nambo health center.
DETERMINAN PENUNGGAKAN PEMBAYARAN IURAN PESERTA BPJS KESEHATAN PBPU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEPO-LEPO KOTAKENDARITAHUN 2021 Elisabeth Yoseph Sukaria; Suhadi Suhadi; Rahman Rahman
Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo Vol 1, No 1 (2020): JAKK (Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan)
Publisher : Departemen AKK FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jakk.v1i1.38133

Abstract

AbstrakLatarBelakang:Aturan program BPJS untuk pembayaran premi diwajibkan paling lambat tanggal 10 setiap bulannya. Ketidakpatuhan peserta mandiri akan mempengaruhi pembayaran iuran peserta BPJS Kesehatan PBPU di Wilayah Kerja Pukesmas Lepo-Lepo Tahun 2021. Pada Tahun 2020 peserta PBPU terdapat 31.163 jiwa yang masihmenunggak pembayaran iuran BPJS Kesehatan di Kota Kendari. Salah satunya terdapat yang paling banyak di wilayah kerja puskesmas Lepo-Lepo berjumlah 5.588 jiwa.Tujuan:Untuk mengetahui determinan penunggakan pembayaran iuran peserta BPJS Kesehatan PBPU diWilayah Kerja Puskesmas Lepo-Lepo Kota Kendari.Metode:Jenispenelitianinimenggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan rancanganCross Sectional(potong lintang) dengan menggunakan teknik pengambilanaccidental samplingyang berjumlahsebanyak 135 masyarakat. Uji statistik menggunakan uji Chi square.Hasil:Terdapat hubungan antara pekerjaan dengan penunggakan pembayaran iuran BPJS Kesehatan (pValue = 0.012< 0,05),terdapat hubungan antara penghasilan dengan penunggakan pembayaran iuran BPJS Kesehatan (pValue = 0.000< 0,05), tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan penunggakan pembayaran iuran BPJS Kesehatan (pValue = 0.700> 0,05),terdapat hubungan antarapersepsidengan penunggakan pembayaran iuran BPJS Kesehatan (pValue = 0.001< 0,05).Kesimpulan:Ada hubungan antara pekerjaan, penghasilan dan persepsi terhadap penunggakan pembayaran iuran BPJS Kesehatan,tidak ada hubungan antara pengetahuan terhadap penunggakan pembayaran iuran BPJS Kesehatan. Sehingga,perlu meningkatkan kuantitas dan kualitas untuk sosialisasi peserta tentang hak dan kewajiban peserta mandiri.AbstractBackground:The deadline for premium payments under the BPJS scheme is the tenth day of every month. The payment of payments for BPJS Health PBPU perticipants in the Lepo-Lepo Health Center Work Area in 2021 would be impacted by the independent perticipants’noncompliance. In Kendari City, there are 31,163 PBPU participants who are still behind on their BPJS Health payments as of 2020. With 5,588 individuals, one of them is the largest in the Lepo-Lepo Health Center’s operational region.Objectives:Toidentify the factors that contribute to participant BPJS Health PBPU arrears in the working area of the Lepo-Lepo health Center, Kendari City.Methods:With a total of 135 participants thisort of study employs a quantitative methodology and a cross-sectionall design employing an incidental sampling technique. Chi square analysis is a statistical test.Results:There is a relationship between work and BPJS Health contribution payment arrears (p Value = 0.012<0.05), a relationship between income and BPJS Health contribution payment arrears (p Value = 0.000<0.05), a relationship between knowledge and BPJS Health contribution payment arrears (p Value = 0.700>0.05), and a relationship between perception and BPJS Health contribution payment arrears (p Value = 0.001<0.05).Conclusion:Although there is a correlation between employment,income, and the perception of BPJS Health contribution arrears. The quantity and quality of socialization of participants regarding the rights and obligations of independent participants must therefore beincreased.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI UNIT RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BAHTERAMAS PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2022. Asgita Buangin; Yasnani Yasnani; Lade Albar Kalza
Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo Vol 3, No 1 (2022): JAKK (Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan)
Publisher : Departemen AKK FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jakk.v3i1.38053

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Kepuasan pasien tergantung pada kualitas pelayanan yang diberikan. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa pelayanan kesehatan yang baik memberikan pelayanan yang efektif, aman, dan berkualitas tinggi kepada mereka yang membutuhkannya dengan didukung oleh sumber daya yang memadai.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien berdasarkan faktor dimensi kompetensi teknis, akses terhadap pelayanan, kenyamanan, hubungan pasien dengan petugas,dan waktu tunggu terhadap kepuasan pasien  di unit rawat jalan RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2022.Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional study. Jumlah populasi pada penelitian ini yakni sebanyak 3.126 responden.Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling, diperoleh sampel sebanyak 355 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan kompetensi teknis (p=0,709),akses terhadap pelayanan (p=0,552),kenyamanan (p=0,607),hubungan antar pasien dengan petugas (p =0,355) dengan kepuasan pasien di unit rawat jalan RSUD Bahteramas.Sedangkan ada hubungan waktu tunggu (p=0,000) dengan kepuasan pasien di unit rawat jalan RSUD Bahteramas.Kesimpulan: Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu tidak ada hubungan antara kompetensi teknis,akses terhadap pelayanan,kenyamanan,hubungan pasien dengan petugas terhadap kepuasan pasien.Namun ada hubungan waktu tunggu dengan kepuasan pasien di unit rawat jalan RSUD Bahteramas. AbstractBackground: Patient satisfaction depends on the quality of services provided. The World Health Organization (WHO) states that good health services provide effective, safe, and high-quality services to those who need them, supported by adequate resources.Objectives: This study aims to determine factors related to patient satisfaction based on the dimensions of technical competence, access to services, comfort, patient-staff relations, and waiting time on patient satisfaction in the outpatient unit of Bahteramas Hospital, Southeast Sulawesi Province in 2022.Methods: The type of this research is quantitative research using a cross sectional study design. The total population in this study were 3,126 respondents. The sample was taken using accidental sampling, obtained a sample of 355 respondents. Data analysis used univariate and bivariate analysis with chi square test.Results: The results showed that there was no relationship between technical competence (p = 0.709), access to services (p = 0.552), comfort (p = 0.607), the relationship between patients and staff (p = 0.355) with patient satisfaction in the outpatient unit of RSUD Bahteramas. Meanwhile, there is a relationship between waiting time (p=0.000) and patient satisfaction in the outpatient unit of RSUD Bahteramas.Conclusion: The conclusion in this study is that there is no relationship between technical competence, access to services, comfort, the relationship between patients and staff on patient satisfaction. However, there is a relationship between waiting time and patient satisfaction in the outpatient unit of RSUD Bahteramas.
ANALISIS PENERAPAN MANAJEMEN KESELAMATAN PASIEN SELAMA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS PUUWATU TAHUN 2020 Nurmeliana Retno Mangesti; Yusuf Sabilu; Lade Albar Kalza
Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo Vol 2, No 1 (2021): JAKK (Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan)
Publisher : Departemen AKK FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jakk.v2i1.38110

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Keselamatan pasien selama Pandemi Covid-19 menjadi perhatian, khususnya fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Diperlukan kesiapan dan tanggapan yang bersifat kritis seperti memperlengkapi tenaga kesehatan dan manajemen fasilitas pelayanan kesehatan dengan informasi, prosedur, dan alat yang penting agar pelayanan dapat berjalan aman dan efektif.Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan manajemen keselamatan pasien selama Pandemi Covid-19 di Puskesmas Puuwatu tahun 2020.Metode: Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Adapun teknik analisis data menggunakan analisis deskriptifHasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa enam langkah dari tujuh langkah menuju keselamatan pasien telah dilaksanakan seperti, bangun kesadaran akan nilai keselamatan, memimpin dan mendukung staf, mengintegrasikan pengelolaan risiko, melibatkan dan berkomunikasi dengan pasien, belajar dan berbagi pengalaman tentang keselamatan pasien dan cegah cedera melalui implementasi keselamatan pasien. Terdapat satu langkah yang belum optimal dilakukan oleh Puskesmas Puuwatu yaitu mengembangkan sistem pelaporan, pelaporan eksternal yang perlu dilakukan ke Komite Nasional Keselamatan Pasien belum dilakukan secara langsung. Melainkan masih dengan mengumpulkan data insiden lalu melaporkan dan berkordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat.Kesimpulan: Pelaksanaan tujuh langkah menuju keselamatan pasien di Puskesmas Puuwatu telah berjalan dengan baik walaupun masih terdapat satu hambatan dalam pelaksanaannya. Puskesmas Puuwatu dalam pelayanannya tetap mengutamakan keselamatan pasien dengan mengikuti himbauan protokol Covid-19. AbstractBackground: Patient safety during the Covid-19 Pandemic is a concern, especially in first-rate health care facilities. Critical readiness and responses are needed, such as equipping health workers and health service facility management with information, procedures, and tools necessary for services to run safely and effectively.Objectives: The purpose of this study was to determine the implementation of patient safety management during the Covid-19 Pandemic at Puuwatu Public Health Center in 2020.Methods:This research method uses qualitative research with a case study approach. Data collection was carried out by in-depth interviews. The data analysis technique used descriptive analysis.Results:The results of this study indicate that six steps of the seven steps towards patient safety have been implemented such as, building awareness of the value of safety, leading and supporting staff, integrating risk management, engaging and communicating with patients, learning and sharing experiences about patient safety and preventing injuries through implementation. patient safety. There is one step that has not been optimally taken by Puskesmas Puuwatu, namely developing a reporting system, external reporting that needs to be done to the National Committee for Patient Safety has not been done directly. But still by collecting incident data then reporting and coordinating with the local Health Office.Conclusion:The implementation of the seven steps towards patient safety at Puskesmas Puuwatu has been going well, although there is still one obstacle in its implementation. In its service, Puskesmas Puuwatu still prioritizes patient safety by following the Covid-19 protocol appeal.
HUBUNGAN MOTIVASI, PELATIHAN, DAN STRES KERJA DENGAN PRESTASI KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DEWISARTIKA KENDARI TAHUN 2022 Ismail, Nurul Islafiah; Suhadi, Suhadi; Pratiwi, Arum Dian
Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 1 (2023):
Publisher : Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Prestasi kerja merupakan alat dari manajemen untuk mengontrol prestasi serta merumuskan berbagai kebijkan personalia. Di Rumah Sakit Umum Dewi Sartika Kendari masih ada perawat yang sering datang terlambat hal tersebut menunjukan kedisiplinan perawat terhadap pekerjaannya masih rendah, selain itu kegiatan pelatihan masih jarang dilakukan, dan beban kerja yang dibebankan kepada perawat dapat membuat perawat menjadi stres. Tujuan: mengetahui hubungan motivasi, pelatihan dan stres kerja dengan prestasi kerja perawat di Rumah Sakit Umum Dewi Sartika Kendari Tahun 2022. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cros sectional, analisis data menggunakan uji Chi Square sampel dalam penelitian yaitu seluruh perawat di Rumah Sakit Umum Dewi Sartika dengan jumlah sampel sebanyak 43 orang. Hasil: hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan antara motivasi dengan nilai p= 0,001 (p
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RSU BAHTERAMAS PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2022 Uchi Fauziah Tombili; Suhadi Suhadi; Lade Albar Kalza
Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo Vol 3, No 3 (2022): JAKK (Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan)
Publisher : Departemen AKK FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jakk.v3i3.38031

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Kualitas pelayanan merupakan suatu indikator yang diberikan oleh pemberi jasa agar memuaskan kebutuhan dan keinginan pasien. Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator kualitas pelayanan yang diberikan untuk mendapatkan pasien yang loyal (setia). Dimana pasien yang loyal akan menggunakan kembali pelayanan kesehatan yang sama apabila mereka membutuhkan lagi.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien pada pasien rawat jalan di RSU Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2022.Metode Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif, dengan menggunakan pendekatan desain cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang berkunjung di rawat jalan RSU Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara pada bulan Mei Tahun 2022 yaitu 4.320 pasien dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling yang dimana menggunakan rumus Slovin sehingga menghasilkan 98 orang responden. Data di analisis dengan menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan secara statistik (P value <0,05) yaitu kehandalan (P value = 0,001), Daya Tanggap (P value = 0,000), Empati (P value = 0,002), Bukti Fisik (P value = 0,000) dan tidak ada hubungan secara statistik (P value >0,05) yaitu jaminan (P value = 0,076) pada pasien rawat jalan.Kesimpulan: Ada hubungan antara kehandalan, ada hubungan antara daya tanggap, ada hubungan antara empati, ada hubungan antara bukti fisik dan tidak ada hubungan antara jaminan dengan kepuasan pasien rawat jalan sehingga petugas rawat jalan RSU Bahteramas perlu melakukan perbaikan pelayanan kesehatan terhadap kehandalan, daya tanggap, empati dan bukti fisik. AbstractBackground: Service quality is an indicator provided by service providers in order to satisfy the needs and desires of patients. Patient satisfaction is one indicator of the quality of services provided to get loyal patients (faithful). Where loyal patients will reuse the same health services if they need it again.Objectives: The purpose of this study was to determine the relationship between the quality of health services and patient satisfaction in outpatients at Bahteramas General Hospital, Southeast Sulawesi Province in 2022.Methods: The research method used is a type of quantitative research, using a cross sectional study design approach. The population in this study were all patients who visited the outpatient department of Bahteramas General Hospital, Southeast Sulawesi Province in May 2022, namely 4,320 patients using the Simple Random Sampling technique which used the Slovin formula to produce 98 respondents. Data were analyzed using univariate analysis and bivariate analysis with Chi-Square test.Results: A statistical relationship (P value <0.05), namely reliability (P value = 0.001), Responsiveness (P value = 0.000), Empathy (P value = 0.002), Physical Evidence (P value = 0.000) and there is no statistical relationship (P value > 0.05) that is assurance (P value = 0.076) in outpatients.Conclusion: That there is a relationship between reliability, there is a relationship between responsiveness, there is a relationship between empathy, there is a relationship between physical evidence and there is no relationship between assurance and outpatient satisfaction.

Page 4 of 11 | Total Record : 107