cover
Contact Name
Ilham Hariaji
Contact Email
jurnalpanduhusada@umsu.ac.id
Phone
+6281262082844
Journal Mail Official
jurnalpanduhusada@umsu.ac.id
Editorial Address
Laboratorium Farmakologi dan Terapi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Gedung Kampus 1 UMSU Jalan Gedung Arca Nomor 53 Medan Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pandu Husada
ISSN : 27160254     EISSN : 27160254     DOI : https://doi.org/10.30596/jph.v4i1
Jurnal Pandu Husada merupakan jurnal yang di kelola oleh Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Bekerjasama dengan Divisi Karya Tulis Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Pandu Husada Terbit 4 Kali dalam Satu Tahun (Januari-April-Juli-Oktober) Meliputi Bidang Kesehatan, Kedokteran.
Articles 204 Documents
Potensi Penggunaan Antagonis TRPV1(Transient Receptor Potential Vanilloid Type 1) Krim PAC-14028 Sebagai Terapi Dermatitis Atopik Tri Rosalia Nur Sholikah; yuli Wahyu Rahmawati; Kartika Prahasanti; Nenny Triastuti
JURNAL PANDU HUSADA Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v2i2.6598

Abstract

Transient Receptor Potential Vanilloid type 1(TRPV1) adalah saluran kation nonselektif yang diaktifkan oleh berbagai rangsangan penghasil rasa sakit seperti capsaicin, perubahan pH dan panas. Diketahui kemungkinan bahwa TRPV1 berperan penting dalam terjadinya pruritus dan induksi inflamasi pada dermatitis atopik, sehingga Antagonis TRPV1 PAC-14028 dapat menjadi pilihan terapi potensial untuk pasien dermatitis atopik. Tujuan ditulisnya artikel ini untuk mengetahui potensi penggunaan antagonis TRPV1 krim PAC-14028 sebagai terapi pada dermatitis atopik. Artikel ini dibuat dengan meninjau jurnal penelitian dan artikel artikel ilmiah berdasarkan pencarian menggunakan PubMed, PMC, Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan Antagonis TRPV1 krim PAC-14028 dapat menekan gejala mirip dermatitis atopik dengan mempercepat pemulihan penghalang kulit. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Krim PAC-14028 mempunyai potensi sebagai pengobatan pada dermatitis atopik.
Gambaran Tingkat Stres dan kadar HDL Kolesterol Darah Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Isra Thristy; Rina Sari Mardia; Cut Mutia Mampatdi; Muhammad Zulfikar Karim Chan
JURNAL PANDU HUSADA Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v1i3.4907

Abstract

Stres dapat diartikan sebagai respon tubuh tidak spesifik terhadap segala permintaan, keadaan dan bahaya yang berasal dari diri sendiri maupun lingkungan. Stresor adalah faktor-faktor dalam kehidupan manusia yang mengakibatkan terjadinya respon stres. Jenis stresor yang dialami para remaja dan anak-anak usia sekolah antara lain adalah stresor yang berasal dari tekanan di sekolah maupun di perkuliahan. Stres dapat berdampak pada tubuh berupa perubahan hormon yang memiliki efek metabolik terhadap karbohidrat, lemak dan protein. Penelitian ini merupakan deskriptif cross sectional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa fakultas kedokteran tingkat satu yang akan mengikuti ujian, dengan total sampel adalah 24 orang. Subjek dinilai hanya satu kali pada pemeriksaan darah dan penilaian stress menggunakan DASS 24, pada saat akan mengikuti ujian tanpa ada follow up. Hasil penelitian ini menggambarkan terdapat 29% sampel tanpa stres, 46% stress ringan, 17% stres sedang dan 8% stress berat. Sedangkan kadar HDL kolesterol 45,8% dalam keadaan normal dan 54,2% dalam keadaan rendah. Terdapat Kejadian stres pada mahasiswa tingkat satu yang akan mengikuti ujian dengan kadar HDL Kolesterol yang rendah.
Profil Erupsi Obat di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan Tahun 2015-2017 Diza Tanzira; Dian Erisyawanty Batubara
JURNAL PANDU HUSADA Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v2i3.5531

Abstract

Abstrak: Penggunaan obat tanpa pandang bulu, masuknya obat baru hampir setiap hari di pasaran, dan kurangnya kebiasaan untuk melaporkan terjadinya reaksi erupsi obat, telah mengakibatkan tingginya insiden reaksi erupsi obat yang terjadi. Karena kurangnya data terbaru mengenai epidemiologi erupsi obat, hal ini menyebabkan perlunya penelitian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil erupsi obat di rumah sakit daerah Dr. Pirngadi di Kota Medan pada periode 2015-2017.  Studi deskriptif dengan pendekatan cross sectional dari data sekunder berdasarkan rekam medis pasien dalam dan luar pasien yang dirawat di rumah sakit umum daerah (RSUD) Dr. Pirngadi Kota Medan periode 2015-2017.  Selama periode Januari 2015 - Desember 2017, ada 87 kasus erupsi narkoba. Kelompok usia 45-64 tahun (36,8%) merupakan kelompok usia yang paling umum. Insiden erupsi obat berdasarkan jenis kelamin, wanita (54,0%) lebih sering terjadi daripada pria (46,0%). Riwayat alergi hampir seluruhnya tidak tercantum dalam rekam medis (94,5%).  Gangguan yang paling sering dikaitkan adalah penyakit tidak menular (37,9%). Jenis ruam makulopapular adalah manifestasi klinis paling umum dari erupsi obat (37,9%). Obat yang paling dicurigai menyebabkan erupsi adalah antibiotik (48,3%). Perawatan yang paling banyak digunakan adalah kombinasi kortikosteroid dan antihistamin (33,3%). Dalam penelitian ini,  kelompok usia 45-64 tahun adalah kelompok usia yang paling umum dan wanita lebih sering daripada pria untuk mengembangkan erupsi obat. Jenis ruam makulopapular adalah manifestasi klinis paling umum dari erupsi obat.
Efek Jus Buah Jambu Biji Merah (Psidium Guajava L.) Terhadap Kadar Kolesterol LDL Pada Serum Surya Alinta Putri; Shahrul Rahman
JURNAL PANDU HUSADA Vol 1, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v1i4.5613

Abstract

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian tertinggi pada sebagian besar negara berkembang. Peningkatan kolesterol adalah penyebab utama penyakit jantung koroner dan penyakit perlemakan hati sehingga meningkatkan beban penyakit keduanya. Salah satu alternatif yang dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah jangka panjang adalah penggunaan bahan alami seperti buah jambu biji merah diketahui mempunyai kandungan flavonoid sebagai antioksidan yang dapat menghambat oksidasi LDL sehingga dapat menurunkan kadar LDL dan dapat mencegah terjadinya aterosklerosis.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan desain pre test and post test tanpa grup kontrol, subjek penelitian diberikan jus buah jambu biji merah sebanyak 250ml/hari selama 14 hari. Hasil penelitian yang dilakukan didapatkan nilai rata-rata LDL sebelum perlakuan (pretest) 129.08 mg/ dl dan sesudah perlakuan (posttest) nilai rata-rata LDL 82.92 mg/dl. Pemberian jus jambu biji merah terdapat nilai pretest dan post-test, memiliki nilai p sebesar 0.0001.
Pengaruh Dukungan Sosial Keluarga dengan Kepatuhan Pasien Menjalankan Diet Gagal Ginjal Kronik di Kecamatan Medan Tuntungan Tahun 2020 Ristika Julianty Singarimbun; Suriati Suriati
JURNAL PANDU HUSADA Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v2i2.6686

Abstract

Gagal ginjal merupakan suatu sindrom klinis yang disebabkan oleh penurunan fungsi ginjal yang bersifat menahun, berlangsung progresif dan umumnya tidak dapat pulih kembali (Irreversible). Kepatuhan pasien menjalankan diet rendah protein dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial keluarga dengan kepatuhan pasien menjalankan diet gagal ginjal kronik di Kecamatan Medan Tuntungan Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metodedeskriptif korelasi dengan rancangan studi cross sectional. Dengan menggunakan teknik purposive sampling, sampel sebanyak 32 responden berpatisipasi dalam penelitian. Instrumen penelitian terdiri dari karakteristik responden, dukungan sosial keluarga dan kepatuhan pasien menjalankan diet gagal ginjal kronik. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan kepatuhan pasien menjalankan diet gagal ginjal kronik dimana nilai p 0,05 dan hubungan tersebut kuat, hal ini ditunjukkan oleh nilai r=0,604. Dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial keluarga sangat mempengaruhi kepatuhan pasien menjalankan diet gagal ginjal kronik.
Perbandingan Sensitivitas Amoxicillin Dan Eritromicin Terhadap Streptococcus ?-Hemolyticus Pada Perokok Karina Ramadhani; Ance Roslina
JURNAL PANDU HUSADA Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v1i2.4603

Abstract

Perokok aktif dan mereka yang telah terpapar asap rokok beresiko tinggi untuk terinfeksi bakteri. Paparan dari asap tembakau pada rokok dapat meningkatkan kerentanan infeksi saluran pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan sensitifitas amoxicillin dan eritromisin terhadap bakteri Streptococcus ?-hemolyticus pada perokok. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional. Pengambilan sampel diambil dengan metode purposive sampling sejumlah 25 sampel. Data dioilah dengan statistik nonparametrik dengan analisis multivariat, uji Wilcoxon. Diperoleh rata-rata sensitifitas antibiotik amoxicilin adalah 17,7188 dan sensitifitas antibiotik eritromisin adalah 16,7012 dengan selisih sentifitas sebesar 1,017. Hasil analisis data dengan uji Wilcoxon diperoleh p= 0,619 (0.05) yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok amoxicillin dengan eritromicin terhadap bakteri Streptococcus ?-hemolyticus pada perokok.
Profil Tinea Kapitis Di Poli Kesehatan Kulit Dan Kelamin RSUD Deli Serdang Lubuk Pakam Pada Tahun 2014-2017 Nurhalimah Siregar; Febrina Dewi Pratiwi
JURNAL PANDU HUSADA Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v2i3.5384

Abstract

Abstrak: Dermatofitosis adalah penyakit jaringan yang mengandung zat tanduk, seperti stratum korneum di epidermis, rambut dan kuku yang menyebabkan kelompok jamur dermatofit. Peneliti tertarik dengan penelitian ini karena sebelumnya belum pernah ada data di Kota Lubuk Pakam.  Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi profil tinea capitis di Klinik Rawat Jalan Dermatologi dan Venerologi RSUD Deli Serdang Lubuk Pakam tahun 2014-2017. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan total sampling. Data digunakan untuk mendeskripsikan profil pasien dengan tinea capitis di RS Deli Serdang Lubuk Pakam tahun 2014-2017.  Penelitian ini menggunakan uji analisis univariat. Berdasarkan hasil penelitian, penelitian ini mengungkapkan bahwa pasien terbanyak dari klasifikasi, 12 pasien (32,4%) berusia 1-10 tahun. Berdasarkan jenis kelamin, 20 pasien (54,1%) adalah laki-laki. Sebagian besar pasien yang tinggal di desa tersebut berjumlah 24 pasien (64,9%). Berdasarkan keluhan utama, 16 pasien (43,2%) mengeluhkan rambut patah. Berdasarkan rekam medis tersebut, tidak ada data riwayat kontak pada rekam medis. Berdasarkan hasil, tinea capitis sebagian besar terjadi pada usia 1-10 tahun (32,4%), laki-laki (54,1%), tinggal di desa (64,9%), dan dengan keluhan kepala patah rambut (43,2%). Tidak ada data riwayat kontak pada rekam medis.
Peran Leptin Dalam Metabolisme Rahmi Rahmi; Sharlini Desfika Nasution
JURNAL PANDU HUSADA Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v4i2.16449

Abstract

Abstrak: Jaringan adiposa, yang sering disebut sebagai “lemak”, merupakan organ yang dulunya dianggap hanya sebagai penyimpan lipid, ternyata dapat menghasilkan berbagai substansi, seperti hormon, sitokin, dan peptide lainnya. Oleh karena itu, jaringan adiposa memiliki fungsi yang sangat banyak dalam fisiologi tubuh. Salah satu hormon yang dihasilkan adalah leptin. Secara umum leptin merupakan hormon pengatur nafsu makan, tetapi ternyata leptin dapat berperan dalam metabolisme tubuh. Studi ini bertujuan untuk membahas peran leptin dalam metabolisme tubuh. Leptin merupakan salah satu hormon utama yang dihasilkan oleh jaringan adiposa. Leptin bekerja mengatur keseimbangan energi tubuh dengan menekan rasa lapar dan menstimulasi rasa kenyang. Selain itu, leptin juga dapat mempengaruhi metabolisme glukosa dan lipid secara sentral dan perifer melalui berbagai mekanisme. 
Penapisan dan Pencegahan Sindroma Metabolik pada Masyarakat di Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar Dimas Pramita Nugraha; Inayah Inayah
JURNAL PANDU HUSADA Vol 1, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v1i4.5360

Abstract

Dalam beberapa dekade terakhir, gaya hidup modern telah menyebabkan perubahan dramatis status masyarakat dari undernutrition menjadi overnutrition. Akibatnya terjadi peningkatan prevalensi obesitas dan penyakit terkait obesitas, salah satunya adalah sindroma metabolik. Pengabdian ini bertujuan menapis sindroma metabolik yang ada di masyarakat dan kemudian memberikan terapi komunitas untuk mencegah dan mengatasi sindroma metabolik. Metode pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui dua tahapan, yang pertama adalah dengan melakukan penapisan sindroma metabolik melalui pemeriksaan antropometri berupa pemeriksaan indeks massa tubuh (IMT), pemeriksaan lingkar perut (obesitas sentralis), pengukuran tekanan darah serta pemeriksaan kolesterol darah. Kemudian tahapan yang kedua melalukan terapi komunitas berupa edukasi dengan penyuluhan, pembagian poster dan buku saku tentang sindroma metabolik. Hasil pengabdian didapatkan sebanyak 16,39% peserta pengabdian suspek memiliki sindroma metabolik, dengan kelompok wanita memiliki proporsi sindroma metabolik (18,37%) yang lebih besar dibandingkan pria (8,33%). Pengabdian kepada masyarakatpenapisan dan pencegahan sindroma metabolik merupakan salah satu usaha yang sangat penting untuk membantu masyarakat terhindar dari sindromametabolik dan risiko komplikasipenyakit ginjal, kardiovaskularmaupun serebrovaskular.
Hubungan Nilai Fraksi Ejeksi Ventrikel Kiri Dengan Tingkat Gejala Ansietas Yang Diukur Menggunakan Beck Anxiety Inventory (BAI) Pada Pasien Gagal Jantung Adinda Nadira Larasati; Faisal Habib
JURNAL PANDU HUSADA Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v1i1.3846

Abstract

Abstract: Heart failure is a progressive health problem with high mortality and morbidityin developed and developing countries including Indonesia. Heart failure can lead tochronic physical disability, which is a high economic burden. Chronic diseases, especially diseases that greatly affect functional abilities such as heart failure are associated with physical, psychological, and lifestyle changes that often cause difficulties in improving mental health. The prevalence of anxiety is much greater among people with chronic diseases. The level of anxiety experienced by individuals is influenced by psychological factors, social factors, the severity of medical conditions, and the presence of comorbid diseases. This study aims to determine the relationship between the value of left ventricular ejection fraction with the level of anxiety symptoms. This was descriptive analytic researchwith cross sectional design. The subjects in this study were heart failure patients at RSU Mitra Medika Amplas and RSU Putri Hijau Tk.II Kesdam I/BB Medan in November 2018 -January 2019 (40 patients). This research used convenience sampling techniques and data analysis using the Kruskal-Wallis test. Retrieving data through filling out questionnaires (Beck Anxiety Inventory questionnaires) and medical records. The results showed that patients who had the most anxiety were 19 respondents (47,5%), followed by patients withmild anxiety symptoms as many as 17 respondents (42.5%), then heart failure patients withsymptoms of severe anxiety were 4 respondents (10%). Heart failure patients were found tohave preserved (normal) ejection fraction 25 respondents (62,5%) and mid-range ejection fraction (moderate) 11 respondents (27,5%), reduced ejection fraction (decreased) 4 respondents (10%). The results of the Kruskal-Wallis test obtained P value is 0.011. The lower the value of the left ejection fraction, the more severe the level of anxiety symptoms felt by the patient.Keywords: Heart failure, Ejection Fraction, Anxiety

Page 4 of 21 | Total Record : 204