cover
Contact Name
Apdila Safitri
Contact Email
apdilasafitri@faperta.unmul.ac.id
Phone
+6281298329999
Journal Mail Official
jpltrop@unmul.ac.id
Editorial Address
Jln. Paser Balengkong Kampus Gunung Kelua, Samarinda, Kalimantan Timur - 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 26542501     DOI : 10.30872/jpltrop
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis (JPLTrop), adalah peer-reviewed jurnal yang di publish oleh Program Studi Peternakan, Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman, Kalimantan Timur. Publikasi dilaksanakan secara berkala Maret dan September, artikel yang di publikasikan dalam jurnal JPLTrop meliputi keilmuan Animal Livestock Production, Nutrition and Feed, Technology of Animal Product, Socio Economics of Animal Livestock, Reproduction and Breeding, Animal Livestock Environment, Animal Livestock Health, Animal Food Safety and Security.
Articles 86 Documents
Keragaman Fenotipe dan Status Reproduksi Kambing Peranakan Ettawa (PE) Betina pada Pedagang Ternak di Kota Samarinda Karolina Sarina; Surya Nur Rahmatullah; Hamdi Mayulu
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpltrop.v4i2.6329

Abstract

 Ternak ruminansia yang paling banyak dipelihara oleh masyarakat Samarinda yaitu kambing peranakan ettawa (PE). Kambing peranakan ettawa (PE) merupakan salah satu kambing lokal yang banyak terkenal di Indonesia termasuk di Kalimantan Timur. Bobot badan merupakan salah satu tolak ukur produktivitas ternak, bobot badan dapat digunakan sebagai baru pemilihan bibit.Penelitian bertujuan untuk mengetahui keragaman identitas kambing peranakan ettawan (PE) betina pada pedagang ternak, melihat status kambing peranakan ettawa (PE) betina yang ada pada pedagang ternak di Kota Samarinda. Data yang digunakan dalam penelitian yaitu berupa data primer.Data primer didapat secara langsung dari wawancara langsung dengan pemilik maupun dengan melakukan pengamatan langsung di lapangan.  Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian, yaitu: Lingkar Dada, Panjang Badan, Tinggi Pundak, dan Bobot Badan. Menggunakan metode Purposive Sampling dengan penentuan wilayah Kalimantan Timur terdapat populasi kambing Peranakan Ettawa.Penentuan lokasi penelitian di Kota Samarinda, variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu variabel pokok variabel penunjang.Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis kualitatif dan kuantitatif, analisis deskriptif dan analisis persamaan regresi.Hasil penelitian menunjukan umur pertama kawin 11,17±1,37 bulan, rata-rata pelayanan per konsepsi 1,0±0,50 bulan, pos partum kawin 1,78±0,45 bulan. Nilai rata-rata dan standar deviasi lingkar dada 75,16±6,74 ,kaki tubuh 69,63±7,01, tinggi bahu 71,69±5,97, dan berat badan 38,6±7,69 kg.Berdasarkan analisis data yang diperoleh dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keragaman fenotipe kambing Peranakan Ettawa (PE) betina di Samarinda Utara dan Samarinda Ulu memiliki nilai koefisien keragaman yang didapat berbeda-beda nilai koefisien keragaman yaitu bobot badan memiliki nilai kefisien keragaman sebesar 49%, tinggi pundak memiliki nilai sebesar 71%, panjang badan sebesar 78%, dan lingkar dada memiliki nilai yaitu sebesar 79%. Kata Kunci: Keragaman, Fenotipe, Reproduksi,Berat Badan, Indonesia
SUPLEMENTASI TEPUNG KULIT PISANG PADA RANSUM AYAM RAS PETELUR FASE GROWER UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PRODUKSI Irianti T.R. Panjaitan; Julinda Romauli Manullang
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpltrop.v1i1.2438

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi probiotik Aspergillus niger yang ditambahkan tepung kulit pisang dengan konsentrasi yang berbeda terhadap komsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan dan kholesterol darah ayam ras petelur fase grower. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Produksi dan Teknologi Peternakan Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman di Samarinda sejak bulan mei-juni 2016 dengan menggunakan 20 ekor ayam ras petelur fase grower dengan bobot awal ±800 gr. Rancangan Percobaan yang digunakan dalam pemeliharaan ayam adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan dan 5 ulangan, P0 = kontrol, P1 = kulit pisang 5 % + probiotik 4 g.kg-1, P2 = kulit pisang 10 % + probiotik 4 g.kg-1, P3= kulit pisang 15 % + probiotik 4 g.kg-1. Analisis data dengan menggunakan analysis of variant (ANOVA) dengan uji duncan’s pada taraf 5 %. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak berbeda nyata terhadap konversi pakan, pertambahan bobot badan, dan kholesterol darah (P>0,05) dan menunjukkan perbedaan nyata terhadap komsumsi pakan (P<0,05). Rata-rata komsumsi pakan yaitu 20,53-30,73 g.ekor-1hari-1 . rata-rata konversi pakan adalah 1,98-2,27. Rata-rata pertambahan bobot badan adalah 1,34-1,40. Rata-rata kholesterol darah berkisar 185,00-206,67 mg.dl-1.
Pendugaan bobot badan melalui analisis morfometrik dan status reproduksi kambing Jawarandu betina di Kecamatan Samarinda Utara Dewi Anggraeni; Surya Rahmatullah
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpltrop.v4i1.5316

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the regression equation between body size and body weight of ewe Jawarandu goats in North Samarinda District, to know the characteristics of the reproductive status of ewe Jawarandu goats in North Samarinda District and to know morphometric analysis based on body size of ewe Jawarandu goats in North Samarinda District. Data collection was carried out by interviewing breeders and direct observation in the field of sampling was carried out using purposive sampling method, namely purposive sampling technique based on certain considerations.The results showed that the age at first mating was 11.00 ± 1.43 months the average age first partus was 16.00 ± 1.42 months, the average estrous cycle was 19.33 ± 1.33 days, litter size on average 1.42 ± 0.50. Mean values and standard deviation of girth 74.53 ± 2.93, body legth 64.78 ± 4.06, shoulder height 70.22 ± 3.07 and body weight 36.10 ± 4.27. The chest circumference, body length and shoulder height of ewe Jawarandu goats had a significant effect on body weight and the type of birth of ewe Jawarandu goats was higher than the type of birth of twins. Keywords: Estimation, morphometrics and reproduction.
PENGARUH PENGGUNAAN DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk.) SEBAGAI PENGGANTI RUMPUT LAPANGAN TERHADAP TOTAL PRODUKSI AMMONIA DAN ASAM LEMAK TERBANG (IN VITRO) Linda Yanwar Sunarti; Ana Rochana Tarmidi; Iman Hernaman
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpltrop.v3i1.3625

Abstract

Daun nangka merupakan hijauan pakan ternak yang berpotensi menggantikan rumput. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengunaan daun nangka menggantikan rumput lapangan dan dampaknya terhadap produksi ammonia dan asam lemak terbang. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap yang dilakukan secara eksperimental. Perlakuan adalah penggunaan daun nangka menggantikan rumput lapangan sebanyak 0, 25%, 50%, 75%, dan 100% yang diulang sebanyak 4 kali. Data dianalisis dengan sidik ragam dan uji Duncan. Hasil menunjukkan bahwa daun nangka nyata (P<0,05) meningkatkan produksi ammonia dan asam lemak terbang dengan penggunaan 100% daun nangka menghasilkan produksi yang tertinggi, yaitu 8,86 mM dan 148,13 mM. Kesimpulan, daun nangka sebanyak 100% dapat menghasilkan total produksi ammonia dan asam lemak terbang yang maksimal.
Evaluasi Morfometrik dan Umur Kawin Pertama Kambing Peranakan Ettawa Betina di Kota Samarinda Rizky Zein; Surya Nur Rahmatullah
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpltrop.v3i2.6866

Abstract

Kambing Peranakan Ettawa (PE) termasuk keragaman hayati Indonesia penghasil daging dan susu. Penelitian bertujuan mengetahui kesesuaian bobot badan (BB) dari hubungan morfometrik Tinggi Bahu (TB), Panjang Badan (PB) dan Lingkar Dada (LD) kambing PE di Kota Samarinda menurut SNI, dan rata-rata umur kawin pertama. Penentuan responden menggunakan teknik purposive sampling, berdasarkan kriteria peternak memiliki populasi kambing PE, umur antara 8-12 bulan. Sampel sasaran 44 ekor kambing betina, parameter yang diukur meliputi bobot badan, tinggi pundak, panjang badan, lingkar dada, dan umur kawin pertama. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana, untuk mengetahui koefisien korelasi dan koefisien determinasi. Perfoma reproduksi kambing perah PE berada pada umur kawin pertama 10,23±0,60 bulan (333 hari), bobot badan dan morfometrik 8-12 bulan, memiliki keeratan tinggi di bandingkan morfometrik antara bobot badan dan panjang badan berdasarkan koefisien korelasi R= 0,618, serta koefisien determinasi R2= 0,382. Analisis menunjukkan persentase kambing PE betina 81,82% sesuai SNI 7352.1: 2015, sebesar 81,82%.Kata kunci: Kambing peranakan ettawa betina; morfometrik; reproduksi
Potensi Rumput Lapangdilahan Reklamasi Pasca TambangSebagai SumberHijauanPakanTernak Dwi Sinyin Andini; Taufan Purwokusumaning Daru; Apdila Safitri; Fikri Ardhani
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpltrop.v2i2.3686

Abstract

Untuk mengetahui produksi hijauan, kapasitas tampung dan kandungan logam berat Pb, Cd, Cu, Zn di lahan reklamasi pasca tambang PT. Equalindo Makmur Alam Sejahtera. Pengumpulan data rumput lapang dilakukan dengan kuadran secara acak teratur sebanyak 16 cuplikan dengan luas lahan 50m x 50m. Rumput lapang yang di peroleh di hitung berat segar dan keringnya. Analisis logam berat dianalisis dengan menggunakan Anatomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Hasil Penelitian menunjukan bahwa produksi rumput lapang sebanyak  73445,29 kg ha-1 sehingga dapat menampung sebanyak 0,52 ST ha-1 tahun-1. Kandungan Logam berat pada tanah dan tanaman pakan relatif aman karena berada di bawah ambang batas toleransi yang di perbolehkan untuk dikonsumsi. Produksi rumput lapangan relatif rendah yang berpengaruh terhadap kapasitas tampung sebanyak 0,52 ST ha-1 tahun-1. Kandungan logam berat yang berada di tanah dan tanaman di PT. Equalindo Makmur Alam Sejahtera aman karena kandunganya di bawah toleransi maksimal. Kata kunci : Lahan pasca tambang, Logam berat, Rumput lapang
Kualitas organoleptik dan kadar antioksidan kefir susu kambing dengan penambahan jus buah naga merah (hylocereus polyrhizus) level berbeda Ningsih, Fitriani; Haris, Muh. Ichsan
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpltrop.v5i1.7427

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kualitas organoleptikd an aktivitas antioksidan pada susu kefir berasal dari susu kambing yang dicampurkan jus buah naga merah dengan level yang berbeda. Pengujian organoleptik dan uji aktivitas antioksidan dengan perlakuan P0 (susu kefir tanpa perlakuan), P1 (susu kefir dengan penambahan jus buah naga 15%), P2 (susu kefir dengan penambahan jus buah naga merah 30%) dan P4 (susu kefir dengan penambahan jus buah naga merah 45%). Hasil uji hedonik dan mutu hedonik warna, aroma, rasa pada susu kefir yang disukai panelis adalah susu kefir dengan penambahan jus buah naga merah 45%. Penambahan jus buah naga merah pada susu kefir dapat mempengaruhi kualitas warna, aroma dan rasa. Warna, aroma, dan rasa susu kefir yang disukali panelis, adalah: susu kefir dengan penambahan jus buah naga 45%. Aktivitas antioksidan susu kefir tertinggi sebesar 79,24% dihasilkan melalui penambahan jus buah naga 45%.Kata kunci: Kefir; Buah Naga Merah; Organoleptik; Antioksidan
PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP KARKAS AYAM BROILER SEGAR DAN BEKU DI KOTA SAMARINDA Dwi Khusnul Khotimah; Hamdi Mayulu
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpltrop.v1i1.2443

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui preferensi konsumen dalam memilih karkas ayam broiler segar dan beku dan indikator yang paling dipertimbangkan dalam mengambil keputusan untuk membeli karkas ayam broiler segar dan beku di Kota Samarinda, penelitian dilaksanakan menggunakan metode survei dengan pendekatan observasi dengan teknik wawancara langsung terhadap konsumen secara proporsional di 4 kecamatan dengan kriteria terdapat karkas ayam broiler segar dan beku di pasar tradisional dan modern, masing-masing kecamatan tersebut diambil sebanyak 15 responden, sehingga keseluruhan responden yang diambil berjumlah 60 responden. Hasil penelitian menyatakan bahwa preferensi konsumen karkas ayam broiler memilih karkas ayam broiler segar yang terdapat di pasar tradisional dibandingkan dengan karkas ayam broiler beku yang terdapat di pasar modern. Hasil analisis chi square diketahui bahwa preferensi konsumen di Kota Samarinda memilih karkas ayam broiler segar lebih tinggi dibandingkan dengan karkas ayam broiler beku. Indikator preferensi konsumen dalam memilih karkas ayam broiler segar terdiri dari warna, tekstur, aroma, dan harga. Indikator preferensi konsumen dalam memilih karkas ayam broiler beku terdiri dari warna dan tekstur.
Pengaruh Suhu dan Kelembaban Terhadap Produksi Sarang Burung Walet di Kampung Engkuni Pasek Kabupaten Kutai Barat Fernandus Koresi Yoshihara; Taufan Purwokusumaning Daru; Fikri Ardhani
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpltrop.v4i2.6056

Abstract

ABSTRACT FERNANDUS KORESI YOSHI HARA. The Effect of Temperature and Humidity on the Production of Swallow's Nests in Engkuni Pasek Village, West Kutai Regency. Mulawarman University Faculty of Agriculture, 2021. (under guidanceTaufan Purwokusimaning Daru and Fikri Ardhani).             The research aims to determine the effect of temperature and humidity on the production of swallow's nest in Engkuni Pasek village, West Kutai regency, East Kalimantan. The research was conducted in March 2020, in Engkuni Pasek Village, the parameters measured included temperature and humidity measurements to determine the production of swallow's nest.The results showed that the temperature and humidity swallow's nest to the production of swallow's nest, namely in building A the temperature ranges from 25-32 are known oC, building B 25-31 oC, building C 25-34 oC, building D 25-34 oC, building E 25-32 oC and building F 27-30 oC. building A has humidity ranging from 72-78%, building B 88-25%, building C 91-99%, building D 76-86%, building E 77-99% and building F 82-99%. The average yields of swallow nest production per year in building A are 327.5; building B, namely 195; building C, namely 285; building D, namely 165; building E is 637.5 and building F is 187.5. where it can be seen that the highest swallow production results are in building E, namely 637.5 which has a high enough humidity of ± 95% and a temperature of ± 32 oC while the lowest production is in building D which is 165 which has good humidity ± 86% and a temperature of ± 34 oC.From the research it can be concluded that temperature and humidity have no effect on the production of swallow's nest. Keywords : temperature, humidity, swallow's nest production, Engkuni Pasek.  ABSTRAK FERNANDUS KORESI YOSHI HARA. Pengaruh Suhu dan Kelembaban Terhadap Produksi Sarang Burung Walet di Kampung Engkuni Pasek Kabupaten Kutai Barat. Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman, 2021. (dibawah bimbingan Taufan Purwokusimaning Daru dan Fikri Ardhani).             Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan kelembaban Terhadap Produksi Sarang Burung Walet di Kampung Engkuni Pasek Kabupaten Kutai Barat Kalimatan Timur. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2020, di Kampung Engkuni Pasek, parameter yang diukur meliputi pengukuran suhu dan kelembaban untuk mengetahui produksi sarang burung walet.Hasil penelitian menujukan bahwa suhu dan kelembaban sarang burung walet terhadap produksi sarang walet yaitu pada gedung A diketahui suhu berkisar 25-32 oC, gedung B 25-31oC, gedung C 25-34oC, gedung D 25-34oC, gedung E 25-32oC dan gedg F 27-30oC.  gedung A memiliki kelembapan berkisar 72-78%, gedung B 88-25%, gedung C 91-99%, gedung D 76-86%, gedung E 77-99% dan gedung F 82-99%. Pada hasil rata-rata produksi sarang walet pertahun pada gedung A yaitu 327,5; gedung B yaitu 195; gedung C yaitu 285; gedung D yaitu 165; gedung E yaitu 637,5 dan gedung F 187,5. dimana terlihat hasil produksi walet yang tertinggi berada pada gedung E yaitu 637,5 yang memiliki kelembapan yang cukup tinggi ±95% dan suhu ±32 oC sedangkan hasil produksi terendah berada pada gedung D yaitu 165 yang memiliki kelembaban yang baik  ±86% dan suhu ±34 oC.Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa suhu dan kelembaban tidak berpengaruh terhadap produksi sarang burung walet. Kata Kunci : suhu, kelembaban, produksi sarang burung walet, Engkuni Pasek.
Daya Terima dan Nilai Sensoris Steak Daging Kambing yang Direndam Dalam Ekstrak Asam Jawa dan Belimbing Wuluh Bunga Ajeng Fathonah; Muh Ichsan Haris; Arif Ismanto
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpltrop.v4i1.5198

Abstract

Steak merupakan makanan yang berasal dari benua eropa. Bahan utama dari steak yaitu daging yang di potong seperti daging sapi, kambing, ayam dan ikan. Daging kambing memiliki kelemahan pada aromanya yang khas yaitu bau perengus, sehingga mempengaruhi pandangan masyarakat akan mengkonsumsi daging kambing, oleh karena itu perlunya perkembangan kuliner yang dapat memberikan berbagai produk atau inovasi baru. Penelitian ini dilakukan untuk mengurangi kerusakan yang terjadi pada daging, meningkatkan daya terima serta cita rasa pada kualitas organoleptik.Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman pada bulan Juni 2020. Metode yang digunakan terdiri dari Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan 5 ulangan dengan faktor bahan perendam ekstrak buah asam jawa dan belimbing wuluh pada uji sensoris. Data yang diperoleh dianalisi menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan di uji lanjut menggunakan uji Duncan pada taraf 5%.Penelitian ini menunjukkan bahwa perendaman dengan esktrak buah asam jawa dan belimbing wuluh berpengaruh nyata terhadap nilai sensoris steak daging kambing  dengan skor rata rata 3 (agak suka). Hasil yang didapatkan dari nilai daya terima menunjukkan nilai berpengaruh nyata pada produk steak daging kambing menggunakan perendaman ekstrak belimbing wuluh lebih disukai dengan skor 74.40 % yang berarti sangat suka.Perlakuan dengan perendaman ekstrak buah belimbing wuluh merupakan perlakuan terbaik karena memiliki presentase daya terima 74.40 % dengan skor uji sensoris rataan 3.