cover
Contact Name
Safni Elivia
Contact Email
safni@iphorr.com
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Karet, Sumber Rejo, Kec. Kemiling, Kota Bandar Lampung, Lampung 35155
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JOURNAL OF Mother and Child Health Concerns
ISSN : 27984095     EISSN : 27984192     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, khususnya di bidang kesehatan ibu dan anak yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan Juni dan Desember
Articles 147 Documents
Pengaruh terapi bermain ular tangga terhadap kecemasan pasien anak usia praschool Pratiwi, Rita Dwi
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 1 No. 1 (2021): June Edition 2021
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v1i1.70

Abstract

Rawat inap merupakan peristiwa yang sering menimbulkan pengalaman traumatik khususnya pada pasien anak yang menyebabkan terjadinya kecemasan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kecemasan pada anak yang dirawat di Rumah Sakit yaitu dengan melakukan kegiatan bermain ular tangga dengan cara mengalihkan perhatian pada permainan. Hasil studi pendahuluan pada 10 anak usia prasekolah diketahui semuanya tidak kooperatif terhadap tindakan keperawatan, semua anak mengeluarkan respon seperti menangis, meronta-ronta, memeluk ibu, mengajak pulang dan berteriak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi bermain ular tangga terhadap kecemasan pasien anak usia praschool yang dirawat di Ruang Arya Wira Kencana RSUD Balaraja Kabupaten Tangerang. Metode penelitian ini merupakan penelitian pra experiment yang menggunakan data primer (lembar observasi) dan memakai metode penelitian one-group pre-posttest design dengan tujuan untuk mengetahui mengindentifikasi kecemasan sebelum dan sesudah diberikan terapi bermain ular tangga, data yang dikumpulkan dengan cara menggunakan lembar observasi. Jumlah sample sebanyak 30 responden anak berusia 3-5 tahun yang di rawat di Ruang Arya Wira Kencana RSUD Balaraja Kabupaten Tangerang periode Januari-Oktober tahun 2020 dengan tehnik consecutive sampling. Hasil penelitian diperoleh kecemasan sebelum diberikan terapi bermain ular tangga pada pasien anak usia preschool adalah rata-rata 4,00 dan sesudah dengan rata-rata 2,00. Hasil uji statistik diperoleh nilai (p-value=0,000, α:0,05) maka dapat di simpulkan bahwa ada pengaruh terapi bermain ular tangga terhadap kecemasan pasien anak usia praschool yang dirawat. Saran dari hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan perawat tentang pentingnya terapi bermain salah satunya dengan bermain ular tangga sebagai salah satu intervensi dalam memberikan asuhan keperawatan untuk membantu menurunkan kecemasan anak khususnya anak usia prasekolah yang mengalami perawatan.
Tingkat pengetahuan anak tentang gizi dan perilaku pemilihan jajanan pada anak sekolah Desyana Fitri, Ari; Fransiska Helena Marpaung, Denni; Tsamrotul Fuadah, Novitasari
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 1 No. 1 (2021): June Edition 2021
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v1i1.234

Abstract

Pendahuluan: Anak sekolah membutuhkan asupan gizi guna proses tumbuh kembangnya. Saat lapar, jajanan menjadi solusi, tetapi dapat menyebabkan peningkatan angka kesakitan. Tujuan:Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan anak tentang gizi dengan perilaku pemilihan jajanan pada anak sekolah di SDN Sukaraja 1 dan 2 Sumedang. Metode: Penelitian ini berjenis kuantitatif deskriptif analitik menggunakan cross-sectional pada anak kelas 4 dan 5 di SDN Sukaraja 1 dan 2 Sumedang, jumlah populasi 261 dengan sampel 174 anak, dan teknik Disproportionate Stratified Random Sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner pengetahuan gizi dan perilaku pemilihan jajanan yang telah dilakukan uji validitas serta reliabilitas. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan Chi-Square. Hasil:Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar anak memiliki tingkat pengetahuan baik, dan sebagian besar berperilaku pemilihan jajanan sedang. Simpulan: Ada hubungan antara tingkat pengetahuan anak tentang gizi dengan perilaku pemilihan jajanan pada anak sekolah di SDN Sukaraja I dan II Sumedang dengan nilai signifikansi 0,000 (P-value < 0,05). Hal itu menyatakan bahwa tingkat pengetahuan gizi merupakan faktor yang mendasari perilaku dalam pemilihan jajanan. Pihak sekolah dapat berperan dengan menyediakan kantin sehat untuk siswa.
Hubungan antara pola asuh orang tua, peran tenaga kesehatan dan sumber informasi dengan kekerasan anak di DPPKBP3A Kabupaten Pandeglang Suhelianah, Suhelianah; Rini, Ageng Septa
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 1 No. 1 (2021): June Edition 2021
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v1i1.265

Abstract

Background: Violence against children often occurs and is carried out by those closest to them. The role of parents becomes very important in prevention efforts. Purpose: This study wanted to prove the relationship between parenting patterns, the role of health workers and sources of information with child abuse in Pandeglang. Methods: This type of research is a quantitative study with a cross sectional approach coupled with interview techniques to strengthen the findings. Results: The results showed that there was violent behavior towards 40 respondents, 27 (67.5%) with severe violence, 30 (75%) with poor parenting, 20 (50%) stated that the role of health workers was good, 34 (85%) ) with bad information sources. While the results of the chi square test were obtained; p-value = 0.000 (p-value <0.05) which means that there is a relationship between parenting styles and violence against children, p-value = 0.000 (p-value <0.05) which means that there is a relationship between the role of health with violence against children, p-value = 0.001 (p-value <0.05) which means that there is a relationship between sources of information and violence against children. Conclusion: Factors related to the violence against children based on sample data from DP2KBP3A Pandeglang regency in 2021 are parenting patterns, the role of health workers and sources of information.   Pendahuluan: Kekerasan terhadap anak kerapkali terjadi dan dilakukan oleh lingkungan orang terdekat. Peran orang tua menjadi sangat penting dalam upaya pencegahannya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua, peran tenaga kesehatan dan sumber informasi dengan kekerasan anak di Pandeglang. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional ditambah dengan teknik wawancara untuk memperkuat hasil temuan. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perilaku kekerasan terhadap 40 responden didapatkan 27 (67,5%) dengan Kekerasan yang berat, 30 (75%) dengan pola asuh kurang baik, 20 (50%) menyatakan bahwa peran tenaga kesehatan baik, 34 (85%) dengan sumber informasi tidak baik. Sementara hasil uji chi square didapatkan; p-value = 0,000 (p-value < 0,05) yang berarti bahwa adanya hubungan antara pola asuh orangtua dengan kekerasan terhadap anak, p-value = 0,000 (p-value < 0,05) yang berarti bahwa adanya hubungan antara peran tenaga kesehatan dengan kekerasan terhadap anak, p- value = 0,001 (p-value < 0,05) yang berarti bahwa adanya hubungan antara sumber informasi dengan kekerasan terhadap anak. Simpulan: Faktor-faktor yang berhubungan dengan kekerasan anak adalah pola asuh orang tua, peran tenaga kesehatan dan sumber informasi.
Pengaruh pendampingan suami terhadap tingkat kecemasan pada proses persalinan ibu primigravida kala 1 Sari, Ita Novita; Noviyani, Ernita Prima; Septarini, Ageng
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 1 No. 2 (2021): December Edition 2021
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v1i2.269

Abstract

Background: In Indonesia, there are 373,000,000 pregnant women, of which there are 107,000,000 pregnant women who experience anxiety in facing childbirth. And on the island of Java in 2018 pregnant women who experienced anxiety in childbirth found 35,587 people (52.3%). Purpose: This study aims to determine the comparison of the influence of husband's assistance on the level of anxiety in the labor process of first-stage primigravida mothers at public health center Pulosari, Pandeglang Regency in 2022. Methods: This study used an observational analytic study with a cross sectional approach with a sample of 60 primigravida mothers in the first stage which were divided into 2 groups, namely the group of mothers who were accompanied by their husbands and the group of mothers who were not accompanied by their husbands and the research instrument used an anxiety questionnaire from Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) and husband assistance questionnaire. Results: The results of the study obtained a P Value of 0.000 <0.05. This indicates that there is an influence of husband's assistance on the level of anxiety in the labor process of first-stage primigravida mothers at technical implementation unit Pulosari Health Center. Husband's assistance during childbirth has a great influence in reducing maternal anxiety, so that all forms of support during mentoring from the beginning to the end of labor can provide positive suggestions so that the delivery process goes smoothly, the mother and baby are healthy and safe. Pendahuluan: Di  Indonesia  tercatat dari  373.000.000  orang  ibu  hamil, diantaranya terdapat 107.000.000 orang ibu hamil yang  mengalami  kecemasan  dalam  menghadapi persalinan. Dan di  pulau  Jawa  pada  tahun  2018 ibu hamil yang mengalami kecemasan dalam persalinan berjumlah 35.587 orang (52,3%). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pengaruh pendampingan suami terhadap tingkat kecemasan pada proses persalinan ibu primigravida kala 1 di UPT Puskesmas Pulosari Kabupaten Pandeglang tahun 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 60 ibu bersalin primigravida kala I yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok ibu bersalin yang didampingi oleh suami dan kelompok ibu bersalin yang tidak didampingi oleh suami serta instrumen penelitian menggunakan kuisioner kecemasan   dari Hamilton   Anxiety   Rating   Scale (HARS) dan kuesioner pendampingan suami. Hasil: Hasil penelitian diperoleh nilai P Value 0,000 <0,05 ini menunjukan bahwa ada pengaruh pendampingan suami terhadap tingkat kecemasan pada proses persalinan ibu primigravida kala 1 di UPT Puskesmas Pulosari. Pendampingan suami pada saat proses persalinan memiliki pengaruh yang besar dalam mengurangi kecemasan ibu bersalin, sehingga semua bentuk support selama pendampingan dari awal hingga akhir persalinan dapat memberikan sugesti positif sehingga proses persalinan lancar, ibu dan bayi sehat selamat.
Hubungan status gizi, pola makan dan riwayat pemberian asi ekslusif dengan kejadian stunting pada anak pra sekolah 3-5 tahun Mahfujiah, Fuji; Hanifa, Fanni; Ginting, Agus Santi Br
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 1 No. 2 (2021): December Edition 2021
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v1i2.270

Abstract

Backgrounds: Stunting is a condition of failure to thrive due to malnutrition in the first thousand days of a child's life or begins in the child's womb. Nutritional status, diet and history of exclusive breastfeeding are one of the risk factors for stunting in children under five. Purpose: This study aims to determine the relationship between nutritional status, diet and history of exclusive breastfeeding with the incidence of stunting in preschool children aged 3-5 years in the Labuan Health Center area. Methods: This research uses descriptive analytic with cross sectional approach. The population of this study amounted to 158 toddlers aged 3-5 years and the sampling technique used was part of the population taken using certain techniques so that the population was represented. The total sample in this study was 66 respondents under five aged 3-5 years. Results: The results of this study indicate that there is no significant relationship between nutritional status and the incidence of stunting, a P value of 0.191 is obtained. Exclusive breastfeeding with stunting was obtained with a P value of 0.022 and the result of OR = 0.250 (10,073-0.856). Conclusion: There is not relationship between nutritional status and the incidence of stunting. There is a relationship between diet and history of exclusive breastfeeding with the incidence of stunting. Suggestions: For the Labuan Health Center to assign village midwives or health programs to provide counseling or counseling about stunting. Pendahuluan: Stunting merupakan keadaan gagal tumbuh akibat kekurangan gizi di seribu hari pertama kehidupan anak atau dimulai pada masa anak didalam kandungan. Status gizi, pola makan dan riwayat pemberian ASI ekslusif  merupakan salah satu faktor resiko terjadinya stunting pada anak balita. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi, pola makan dan riwayat pemberian ASI ekslusif dengan kejadian stunting pada anak prasekolah usia 3-5 tahun di wilayah puskesmas labuan. Metode: Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini berjumlah 158 balita usia 3-5 tahun dan Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu sebagian dari populasi yang diambil dengan menggunakan teknik tertentu sehingga populasi terwakilkan. Total sampel pada penelitian ini yaitu sebanyak 66 responden balita usia 3-5 tahun. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara status gizi dengan kejadian stunting diperoleh nilai P Value 0,191, terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian stunting diperoleh nilai P Value 0,008 dan hasil OR = 4.970 (1.423-17.352), dan riwayat pemberian ASi ekslusif dengan kejadian stunting diperoleh nilai P Value 0,022 dan hasil OR = 0,250 (10.073-0.856). Simpulan: Tidak ada hubungan antara status gizi dengan kejadian stunting. Ada hubungan antara pola makan dan riwayat pemberian ASI ekslusif dengan kejadian stunting. Saran: Untuk Puskesmas Labuan untuk menugaskan bidan desa atau progam kesehatan agar bisa memberikan penyuluhan atau konseling tentang stunting.
Hubungan pengetahuan, dukungan keluarga dan sikap ibu hamil terhadap pemanfaatan fasilitas persalinan di Puskesmas Pulosari Fakhriyani, Ifah; Noviyani, Ernita Prima; Pujiati , Purwani
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 2 No. 1 (2022): June Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v2i1.271

Abstract

Background: Maternal and child health problems are still a health problem in Indonesia. One of the factors that contribute to the high maternal mortality rate is the lack of adequate delivery places and the lack of health workers. Utilization of maternity facilities is influenced by many factors, including knowledge, attitudes and family support for pregnant women in utilizing delivery facilities. Purpose: This study aims to determine the relationship between knowledge, family support and attitudes of pregnant women towards the utilization of maternity facilities at Pulosari Health Center in 2022. Methods: This type of research is a descriptive analytic study with a cross sectional approach. The population in this study were 110 pregnant women who visited the Pulosari District Health Center, Pandeglang Regency. The sampling technique used is simple random sampling with a sample size of 87. Results: Most of the respondents utilization of maternity facilities, namely 74 people (85.1 percent), had negative knowledge about the use of childbirth facilities, namely 50 people (57.5 percent), received positive support from their families to utilization of maternity facilities, namely 77 people (88.5 percent) and showed a very good attitude towards the utilization of maternity facilities, namely 68 people (78.2 percent). The results of hypothesis testing obtained P-value smaller than 0.05. Conclusion: The conclusion of this study is that there is a relationship between knowledge, family support and attitudes of pregnant women towards utilization of maternity facilities at Pulosari Health Center in 2022. Suggestions: For families to be able to take advantage utilization of maternity facilities so that t process can be safer and smoother by visiting the nearest maternity facilities   Pendahuluan: Masalah kesehatan ibu dan anak masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka kematian ibu adalah terbatasnya tempat persalinan yang memadai dan kurangnya tenaga kesehatan. Pemanfaatan fasilitas persalinan dipengaruhi oleh banyak factor, diantaranya adalah pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga terhadap ibu hamil dalam memanfaatkan fasilitas persalinan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, dukungan keluarga dan sikap ibu hamil terhadap pemanfaatan fasilitas persalinan di Puskesmas Pulosari tahun 2022. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analytic dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu hamil yang melakukan kunjungan ke Puskesmas Kecamatan Pulosari Kabupaten Pandeglang sebanyak 110 ibu. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 87 responden. Hasil: Sebagian besar responden memanfaatkan fasilitas persalinan yaitu 74 orang (85.1 persen), mempunyai pengetahuan negatif tentang pemanfaatan fasilitas persalinan yaitu 50 orang (57.5 persen) mendapat dukungan positif dari keluarga untuk memanfaatkan fasilitas persalinan yaitu 77 orang (88.5 persen) dan menunjukkan sikap sangat baik terhadap pemanfaatan fasilitas persalinan yaitu 68 orang (78.2 persen). Hasil uji hipotesis diperoleh p-value lebih kecil dari 0.05. Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan, dukungan keluarga dan sikap ibu hamil terhadap pemanfaatan fasilitas persalinan di Puskesmas Pulosari tahun 2022. Saran: Bagi keluarga agar dapat memanfaatkan fasilitas persalinan agar dalam proses persalinan bisa menjadi lebih aman dan lancer dengan cara melakukan kunjungan ke fasilitas persalinan terdekat.
Hubungan Peran Bidan, Keadaan Psikologis, Dan Dukungan Keluarga Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Jawilan Jaojiah, Siti
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 1 No. 2 (2021): December Edition 2021
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v1i2.272

Abstract

Backgrounds: Hypertension is an increase in diastolic and systolic blood pressure that is intermittent or protracted which is characterized by a systolic pressure above 140 mmHg and a diastolic pressure above 90 mmHg. Hypertension is a fairly dominant health problem because the cases are always increasing in both developed and developing countries. Methods: This study used descriptive analytic with a cross sectional approach. The population in this study were all elderly in the Jawilan Health Center working area as many as 504 elderly and the sampling technique used was using the formula and obtained as many as 84 samples. Results: The results of this study indicate that there is a significant relationship between the role of midwives and the incidence of hypertension in the elderly, a P value of 0.000 and the results of OR = 8,286 (2,986-22,989), there is also a significant relationship between psychological conditions and the incidence of hypertension in the elderly, a P value of 0.000 is obtained. and the results of OR = 65,143 (15,632-271,467), and there is a significant relationship between family support and the incidence of hypertension in the elderly and obtained a P value of 0.000 and the results of OR = 11,773 (4,184-33,129). Suggestions: So that midwives and also families can provide as much support and information as possible about hypertension so that confidence in the elderly can be built.   Pendahuluan: Hipertensi merupakan kenaikan tekanan darah diastolik maupun sistolik yang intermiten atau berlarut-larut yang ditandai dengan tekanan sistoliknya diatas 140 mmHg dan tekanan diastoliknya diatas 90 mmHg. Hipertensi menjadi masalah kesehatan yang cukup dominan karena kasusnya selalu meningkat baik di negara-negara maju maupun negara berkembang. Metode: Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Jawilan sebanyak 504 lansia dan teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu menggunakan rumus dan didapat sebanyak 84 sampel. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan signifikan antara peran bidan dengan kejadian hipertensi pada lansia diperoleh nilai P Value 0,000 dan hasil OR = 8,286 (2,986-22,989), ada hubungan yang signifikan pula antara keadaan psikologis dengan kejadian hipertensi pada lansia diperoleh nilai P Value 0,000 dan hasil OR = 65,143 (15,632-271,467), dan ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kejadian hipertensi pada lansia dan diperoleh nilai P Value 0,000 dan hasil OR = 11,773 (4,184-33,129). Saran: Supaya bidan dan juga keluarga dapat memberikan support dan informasi sebanyak-banyaknya tentang hipertensi agar kepercayaan diri pada lansia dapat terbangun.
Perbedaan promosi kesehatan menggunakan video dengan leaflet terhadap pengetahuan ibu hamil tentang stunting pada anak Choirunisa, Anis; Rindu, Rindu
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 1 No. 2 (2021): December Edition 2021
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v1i2.273

Abstract

Background: Research on health promotion using videos with leaflets on knowledge about stunting in pregnant women in the work area of ​​the Kadu Hejo Pandeglang Health Center is considered very important to study, considering that many women, especially mothers of childbearing age, still do not understand the risks caused by stunting by Therefore, the best step to increase maternal knowledge is through health promotion through video media and leaflets, according to the Ministry of Health. The negative impact of stunting is not only disrupted physical growth but also disrupted children's brain development. Purpose: The purpose of this study was to determine the difference between health promotion using video and leaflets on knowledge about stunting in pregnant women in the work area of ​​the Kadu Hejo Public Health Center, Pandeglang. Methods: This study used a quasi-experimental research design with a non-equivalent control group design. This design involved two groups of subjects, each of which was given a different experimental treatment (intervention group). Results: The results showed that 1) there was a difference in knowledge of pregnant women before and after the intervention using the video method. 2) the influence of media leaflets on the knowledge of pregnant women about stunting. This can mean that there is a difference in knowledge of pregnant women before and after the intervention using leaflet media. 3) Based on the average value (difference) of knowledge with video media and leaflet media of -3.05 points with a p value of 0.000, a value of 0.000 < 0.050, it can be concluded that there is an average difference between counseling using video media and leaflet media. Pendahuluan: Penelitian mengenai promosi kesehatan menggunakan video dengan leaflet terhadap pengetahuan tentang stunting pada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas Kadu Hejo Pandeglang dirasa sanga penting untuk diteliti, mengingat banyak sekali kaum perempuan khususnya Ibu-ibu pada usia subur masih kurang faham akan resiko yang disebabkan oleh stunting oleh karena itu langkah yang paling baik untuk meningkatkan pengetahuan ibu yaitu melalui promosi kesehatan baik melalui media video maupun leaflet, menurut kementerian kesehatan  Dampak negatif yang ditimbulkan dari stunting tidak hanya terganggu pertumbuhan fisiknya tetapi juga terganggu perkembangan otak anak. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Perbedaan Promosi Kesehatan Menggunakan Video Dengan Leaflet Terhadap Pengetahuan Tentang Stunting Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Kadu Hejo Pandeglang. Metode: Penelitian  ini  menggunakan  desain  penelitian  queasy  eksperimental dengan rancangan nonequivalent control grup. Desain ini melibatkan dua kelompok subjek, yang masing-masing diberi perlakuan eksperimental (kelompok intervensi) yang berbeda. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) adanya perbedaan pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah intervensi menggunakan metode video. 2) adanya pengaruh media leaflet terhadap pengetahuan ibu hamil tentang stunting. Hal ini dapat diartikan adanya perbedaan pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah intervensi menggunakan media leaflet. 3) Berdasarkan nilai rerata (selisih) pengetahuan dengan media video dan media leaflet sebesar -3,05 poin dengan  nilai p value sebesar 0,000,  nilai 0,000 < 0.050 maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan rata-rata antara penyuluhan menggunakan media video dengan media leaflet.
Hubungan Sikap Ibu, Dukungan Keluarga Dan Peran Tenaga Kesehatan Dengan Pemberian Mp-Asi Pada Bayi Umur Kurang Dari 6 Bulan Di Desa Kadujangkung Kabupaten Pandeglang Febriyanti, Sylvia Sri; Sari, Agustina; Ginting, Agus Santi Br
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 2 No. 1 (2022): June Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v2i1.274

Abstract

Background: Giving complementary foods to breast milk too early is dangerous for babies, because it can cause digestive infections that are at risk of experiencing intestinal intussusception/intussusception, even if not treated immediately can lead to death in infants. Based on a preliminary study conducted by researchers in Kadujangkung Village, Pandeglang Regency in February 2022. Of the fifteen mothers who had babies aged less than six months, there were eleven (73 percent) mothers who said they had given complementary foods to breast milk, in the form of formula milk, bananas, watery porridge or packaged foods, for various reasons ranging from not smooth breast milk, fussy babies, and some because they were given by their parents or grandmothers. Meanwhile, four (27 percent) mothers already understood the provision of complementary feeding and exclusive breastfeeding. Objective: To determine the relationship between mother's attitude towards family support and the role of health workers with the provision of complementary feeding to infants aged less than 6 months in Kadujangkung village, Pandeglang district. Methods: The research method used is descriptive analytic research with a cross sectional approach, which is a study to study the dynamics of the correlation between risk factors (independent variables) and observed effects (dependent variables) or data collection at the same time. The number of samples used were 42 mothers who had babies aged less than 6 months. The research analysis used is univariate and bivariate analysis using chi square statistical test. Results: The results of the research conducted showed that 57.1 percent of mothers had given complementary foods to breast milk, there was a significant relationship between mother's attitude (p value = 0.001), family support (p value = 0.001) and the role of health workers (p value = 0.001). 0.003) with complementary feeding for infants less than 6 months of age. Conclusion: From the research conducted, there is a significant relationship between the independent variables, namely the attitude of the mother, family support and the role of health workers with the dependent variable, namely the provision of complementary feeding to infants aged less than 6 months. Suggestion: Suggestions from this study are that health workers are able to provide information and counseling more actively to mothers and families, so that the attitudes of mothers and families can provide support to mothers who have babies aged 0-6 months to give exclusive breastfeeding.   Pendahuluan: Pemberian makanan pendamping ASI yang terlalu dini berbahaya bagi bayi, karena dapat menyebabkan infeksi pencernaan yang beresiko mengalami invaginasi usus/ intususepsi, bahkan jika tidak di tangani dengan segera dapat mengakibatkan kematian pada bayi. Berdasarkan studi pendahuluan yang di lakukan peneliti di Desa Kadujangkung Kabupaten Pandeglang pada bulan februari tahun 2022. Dari lima belas ibu yang memiliki bayi umur kurang dari enam bulan, terdapat sebelas (73 persen) ibu yang mengatakan sudah memberikan makanan pendamping ASI, berupa susu formula, pisang, bubur encer atau makanan kemasan, dengan berbagai alasan mulai dari ASI yang tidak lancar, bayi rewel, dan ada karna di berikan oleh orang tua atau neneknya. Sedangkan empat (27 persen) ibu sudah mengerti tentang pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dan ASI Ekslusif. Tujuan: Mengetahui hubungan sikap ibu dukungan keluarga dan peran tenaga kesehatan dengan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi umur kurang dari 6 bulan di desa kadujangkung kabupaten pandeglang. Metode: Metode penelitian yang di gunakan yaitu penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika kolerasi antara faktor-faktor resiko (variabel independent) dengan efek (variabel dependen) yang diobservasi atau pengumpulan datanya sekaligus pada suatu saat yang sama. Jumlah sampel yang digunakan adalah 42 orang ibu yang memiliki bayi umur kurang dari 6 bulan. Analisa penelitian yang digunakan adalah Analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistic chi square. Hasil: Hasil penelitian yang dilakukan didapatkan hasil sebanyak 57,1 persen ibu sudah memberikan makanan pendamping ASI, terdapat hubungan yang signifikan antara sikap ibu (p value = 0,001), dukungan keluarga (p value = 0,001) dan peran tenaga Kesehatan (p value = 0,003) dengan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi umur kurang dari 6 bulan. Simpulan: Dari penelitian yang dilakukan terdapat hubungan yang bermakna antara variable independent yaitu sikap ibu, dukungan keluarga dan peran tenaga Kesehatan dengan variabel dependen yaitu pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi umur kurang dari 6 bulan. Saran: Saran dari penelitian ini adalah petugas kesehatan mampu memberikan informasi dan konseling lebih giat lagi kepada ibu dan keluarga, agar sikap ibu dan keluarga dapat memberikan dukungan kepada ibu yang memiliki bayi umur 0-6 bulan agar memberikana ASI ekslusif.
Hubungan antara edukasi kesehatan, teknik menyusui dan menyendawakan bayi setelah menyusui dengan kejadian regurgitasi pada bayi di Desa Pondok Panjang Askasaffanah, Afina; Septarini , Ageng
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 2 No. 1 (2022): June Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v2i1.275

Abstract

Backgrounds: Regurgitation is the return of part of the contents of the stomach of the baby after a while given breast milk intake. The factors that influence regurgitation are health education, breastfeeding techniques and burping infants with the incidence of regurgitation in infants in Pondok Panjang Village, in 2022. Purpose: The purpose of this study was to determine the relationship between health education, breastfeeding techniques and burping infants after breastfeeding with the incidence of regurgitation in infants in Pondok Panjang Village Sub-District, in 2019. Methods: The design of this research is descriptive analytic with cross sectional approach. The population in this study all mothers who have babies aged 0-6 months. The sample in this study were 95 babies and sampling using the Total Sampling Population. The analytical method uses Chi-Square Test using SPSS version 24.0. Results: That there is a relationship between health education and the incidence of regurgitation in infants (P-Value 0.001), there is a relationship between breastfeeding techniques with the incidence of regurgitation in infants (P-Value 0.031), there the relationship between burping the baby with the incidence of regurgitation in infants (P-Value 0.029). Conclusion: there is a significant relationship between health education, breastfeeding techniques, burping infants with the incidence of regurgitation in infants. Suggestions: are expected to the health workers to provide counseling or health education more often even during posyandu, baby regurgitation events so that mothers are more motivated to know how to deal with regurgitation and the husband is also encouraged to provide support to mothers in overcoming the regurgitation incident.   Pendahuluan: Regurgitasi ialah keluarnya kembali sebagian isi lambung bayi setelah beberapa saat diberi asupan ASI. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi regurgitasi adalah edukasi kesehatan, teknik menyusui dan menyendawakan bayi dengan kejadian regurgitasi pada bayi di Desa Pondok Panjang Tahun 2022. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara edukasi kesehatan, teknik menyusui dan menyendawakan bayi setelah menyusui dengan kejadian regurgitasi pada bayi Desa Pondok Panjang Tahun 2022. Metode: Desain Penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini semua ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 95 bayi dan pengambilan sampel dengan menggunakan Total Populasi Sampling. Metode analisis menggunakan Uji Chi-Square menggunakan SPSS versi 24.0 Hasil: Hasil statistic yaitu ada hubungan antara pendidikan kesehatan dengan kejadian regurgitasi pada bayi (P-Value 0,001), ada hubungan antara teknik menyusui dengan kejadian regurgitasi pada bayi (P-Value 0,031), ada hubungan antara menyendawakan bayi dengan kejadian regurgitasi pada bayi (P-Value 0,029). Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara edukadi  kesehatan, teknik menyusui, menyendawakan bayi dengan kejadian regurgitasi pada bayi. Saran: Diharapkan kepada pihak tenaga kesehatan harus lebih sering memberikan penyuluhan atau pendidikan kesehatan bahkan pada saat posyandu berlangsung, tentang kejadian regurgitasi bayi agar ibu lebih termotivasi untuk mengetahui cara mengatasi regurgitasi dan suami juga terdorong untuk memberikan dukungan kepada ibu dalam mengatasi kejadian regurgitasi tersebut.

Page 4 of 15 | Total Record : 147