cover
Contact Name
Safni Elivia
Contact Email
safni@iphorr.com
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Karet, Sumber Rejo, Kec. Kemiling, Kota Bandar Lampung, Lampung 35155
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JOURNAL OF Mother and Child Health Concerns
ISSN : 27984095     EISSN : 27984192     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, khususnya di bidang kesehatan ibu dan anak yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan Juni dan Desember
Articles 147 Documents
Studi analisis kepribadian paradigma Milon dengan penyesuaian perkawinan pada pasutri dengan masa pernikahan 10 tahun Nur Rakhmanto Heryana; Zahra Naila Husnayain
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): Peningkatan Status Gizi Balita Melalui Kegiatan Pos Gizi
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v3i1.330

Abstract

Background: One of the problems in marriage is due to the lack of interaction between partners. Each personality type influences this interaction. Purpose: This study aims to determine the effect of Millon's personality type on marital adjustment. The subjects of this study were five married couples with a marriage age of 10 years and over. The technique used in this study is a non-probability sampling technique, namely purposive sampling. Methods: The method for measuring marital adjustment, this study used the Dyadic Adjustment Scale (DAS), while to measure individual personality types, this study used the Millon Clinical Multiaxial Inventory-IV (MCMI-IV). MCMI-IV is a measurement tool that can represent a person's personality type. MCMI-IV Guidelines Invalid 1. Scale V > 1, 2. Scale W > 19, Scale X < 7 and > 114, Scale 1-8B (All) < 60 (BR). to test the research hypothesis using MCMI-IV and DAS software. Result: The result is that there is an influence of personality type on marital adjustment. Conclusion: Certain personality types correlate with patterns of marital adjustment between partners.   Keywords: Millon Personality; Personality Type; Marital Adjusment; Theodore Millon; Divoce Rate.   Pendahuluan: Salah satu masalah dalam pernikahan adalah karena kurangnya interaksi antar pasangan. Tipe kepribadian masing-masing mempengaruhi interaksi ini. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh tipe kepribadian Millon terhadap penyesuaian perkawinan. Subyek penelitian ini adalah lima pasangan suami istri dengan usia pernikahan 10 tahun keatas. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik non-probability sampling yaitu purposive sampling. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Dyadic Adjustment Scale (DAS), sedangkan untuk mengukur tipe kepribadian individu, penelitian ini menggunakan Millon Clinical Multiaxial Inventory-IV (MCMI-IV). MCMI-IV merupakan alat ukur yang dapat mewakili tipe kepribadian seseorang. Pedoman MCMI-IV Tidak Valid 1. Skala V > 1, 2. Skala W > 19, Skala X < 7 dan > 114, Skala 1-8B (Semua) < 60 (BR). Untuk menguji hipotesis penelitian menggunakan software MCMI-IV dan DAS. Hasil: Terdapat pengaruh tipe kepribadian dengan penyesuaian perkawinan. Simpulan: Tipe kepribadian tertentu berkorelasi dengan pola penyesuaian perkawinan antara pasangan.
Efektivitas program positive deviance terhadap peningkatan status gizi balita melalui kegiatan pos gizi: Literature review Sugiarti Sugiarti; Sunarsih Sunarsih; Dedek Saiful Kohir; El Rahmayati; Purwati Purwati
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): Peningkatan Status Gizi Balita Melalui Kegiatan Pos Gizi
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v3i1.336

Abstract

Background: Toddlers are a risk population. Toddlers are a group that is at risk of experiencing malnutrition due to age and their dependence on parents in fulfilling their nutrition, including the lack of control from parents and society against all forms of health threats to toddlers. Positive deviance/Hearth is a community-based intervention that identifies the main challenges contributing to malnutrition in the community and finds local solutions to address them by observing positive behaviors practiced in “positive deviance”, children from poor households with better nutritional outcomes better than families who have the same problem in society. Purpose: To identify the effectiveness of the positive deviation program in improving the nutritional status of toddlers through nutrition post activities. Method: Writing articles using a systematic literature study. Articles were searched for and collected from online databases using: Google Scholar, Scopus, Science Direct, Google Scholar, ProQuest and Elsivier. Literature is limited to the range of 2016 to 2022. Results: It was found that poverty is not the main cause of malnutrition in children under five. This is corroborated by the finding that there are positive behaviors in poor families that can cause toddlers to continue to grow normally, and this activity can be exemplified through the positive deviation approach. The results showed that there was a relationship between the participation of mothers in nutrition post activities and the nutritional status of toddlers. This is due to the positive feeding practices and good care during the nutrition post session practiced by the mother of the toddler. Positive deviation activities carried out in the community require good planning, so that the implementation of the program can bring benefits in accordance with the goal of improving the nutritional status of children under five. Because an evaluation is needed in this program so that the nutritional status of toddlers who have improved can be maintained. Conclusion: Poor nutritional status of children under five is a very complex health problem and requires treatment through both intensive and sensitive efforts, positive deviation is a very effective program to implement.   Keywords: Effectiveness; Positive Deviance, Increase; Toddler Nutrition.   Pendahuluan: Balita adalah populasi berisiko. Balita merupakan kelompok yang berisiko mengalami kurang nutrisi karena faktor usia dan ketergantungannya terhadap orang tua dalam pemenuhan nutrisinya termasuk kurangnya kontrol dari orang tua dan masyarakat terhadap segala bentuk ancaman kesehatan terhadap balita. Positive deviance/Pos Gizi adalah intervensi berbasis masyarakat yang mengidentifikasi tantangan utama yang berkontribusi terhadap kekurangan gizi di masyarakat dan menemukan solusi lokal untuk mengatasinya dengan mengamati perilaku positif yang dipraktikkan dalam “penyimpangan positif”, anak-anak dari rumah tangga miskin dengan hasil gizi yang lebih baik dibandingkan keluarga yang memiliki masalah yang sama di masyarakat. Tujuan: Untuk mengidentifikasi efektifitas program positive deviance terhadap peningkatan status gizi balita melalui kegiatan pos gizi. Metode: Penulisan artikel menggunakan studi literatur tersistematis. Artikel dicari dan dikumpulkan dari online database yaitu menggunakan: Google scholar , Scopus, Science Direct, Google Cendikia, ProQuest dan Elsivier.  Literatur terbatas pada rentang tahun 2016 sampai 2022. Hasil: Ditemukan bahwa kemiskinan bukan menjadi penyebab utama kejadian gizi kurang pada balita. Hal ini dikuatkan dengan temuan bahwa terdapat perilaku yang positif pada keluarga miskin yang dapat menyebabkan balita tetap bertumbuh dengan normal, dan kegiatan ini dapat dicontoh melalui pendekatan positive deviance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara keikutsertaan ibu dalam kegiatan pos gizi dengan status gizi balita. Hal ini disebabkan karena praktik pemberian makan yang positif dan pengasuhan yang baik selama sesi pos gizi dipraktikkan oleh ibu balita.  Kegiatan positive deviance yang dilakukan dalam masyarakat, membutuhkan perancanaan yang baik, sehingga pelaksanaan program bisa membawa manfaat sesuai dengan tujuan yaitu meningkatkan status gizi balita. Karena diperlukan adanya evaluasi dalam program ini sehingga status gizi balita yang telah membaik dapat dipertahankan. Simpulan: Status gizi balita yang kurang merupakan masalah kesehatan yang sangat kompleks dan membutuhkan penanganan baik melalui upaya intensif maupun sensitif, positive deviance adalah salah satu program yang sangat efektif untuk dilakukan.
Aplikasi senam yoga pada penurunan nyeri punggung pada ibu hamil Fara Millinia Suwares; Aryanti Wardiyah; Rilyani Rilyani
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): Peningkatan Status Gizi Balita Melalui Kegiatan Pos Gizi
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v3i1.366

Abstract

Background: The gestation period lasts 280 days (40 weeks or 9 months and 10 days) from conception to the birth of the fetus, counting from the first day of the last menstruation. Data obtained from Riskesdas in 2021 shows that pregnant women who do K4 are 82.1% in Lampung and the proportion of first referral health facilities when experiencing pregnancy complications is 6.9% at the Puskesmas. The results of the pre-survey conducted at the Clinik dr. Eliza, Sp.OG Metro City To 10 respondents of third trimester pregnant women, it was found that all third trimester pregnant women experienced serious back pain, so that they sometimes complained of pain and shortness of breath due to an increasingly enlarged stomach. Providing relaxation in the form of massage effluarage and deep breathing relaxation techniques is still rarely done by midwives and families. Purpose: To provide nursing care to third trimester pregnant women with lower back pain through the provision of prenatal yoga therapy at the Clinik dr. Eliza, Sp.OG Metro City in 2023. Method: This type of research uses descriptive qualitative research, this research uses descriptive research methods in the form of case studies with the Nursing Care approach, which includes assessment, nursing diagnosis, planning, implementation, and evaluation. Results: The decrease in the level of low back pain in pregnant women occurs due to the movements performed during prenatal yoga. Conclusion: There is an effect of applying yoga exercises to third trimester pregnant women with a decrease in back pain.   Keywords: Lower Back Pain; Prenatal Yoga Therapy; Pregnant Women   Pendahuluan: Masa kehamilan berlangsung selama 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 10 hari) dari konsepsi sampai lahirnya janin dihitung dari hari pertama haid terakhir. Data yang diperoleh dari Riskesdas pada tahun 2021 menunjukkan bahwa ibu hamil yang melakukan K4 sebanyak 82,1 % di Lampung dan proporsi fasilitas kesehatan tempat rujukan pertama saat mengalami komplikasi kehamilan 6,9 % di Puskesmas. Hasil prasurvey yang dilakukan di Klinik Praktik dr. Eliza, Sp.OG Kota Metro Kepada 10 responden ibu hamil TM III, didapat keseluruhan ibu hamil TM III mengalami nyeri punggung yang serius, hingga terkadang mengeluh kesakitan dan sesak akibat dorongan perut yang semakin membesar. Pemberian relaksasi berupa massage effleurage dan teknik  relaksasi nafas dalam masih jarang dilakukan oleh bidan dan keluarga. Tujuan: Memberikan asuhan keperawatan pada ibu hamil TM III dengan nyeri punggung bagian bawah melalui pemberian terapi prenatal yoga di Klinik Praktik dr. Eliza, Sp.OG Kota Metro Tahun 2023 Metode: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan, yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil: Penurunan tingkat nyeri punggung bawah pada ibu hamil terjadi akibat gerakan-gerakan yang dilakukan selama prenatal yoga. Simpulan:­ Terdapat pengaruh penerapan senam yoga pada ibu hamil TM III dengan penurunan nyeri punggung
Penerapan terapi kompres aloevera untuk menurunkan suhu tubuh pada pasien hipertermi Mahda Afsani; Rika Yulendasari; Eka Yudha Chrisanto
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): Peningkatan Status Gizi Balita Melalui Kegiatan Pos Gizi
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v3i1.367

Abstract

Background: According to WHO in 2018 there were 65 million cases of fever in children with different types of disease and 62% of cases of illness accompanied by fever symptoms, with a presentation rate of 33% and most cases were in Southeast Asia as well as South Asia. Purpose: To make a report on family nursing care by applying aloevera compress therapy to reduce body temperature in hyper thermic patients. Method: This writing uses the case study method with the Family Nursing Care approach with 2 respondents. The instruments used are SOPs for applying aloevera compress therapy to reduce body temperature in hyper thermic patients, observation sheets, and body temperature measuring devices. The study was conducted from 8 May to 10 May 2023 with the method of applying aloevera compress therapy to lower body temperature in hyper thermic patients. Results: body temperature before the intervention was 38.5º C, it became 37.5º C. Conclusion: The results of evaluating the application of aloevera compresses to patient An. F and An. H with fever within 3 days got the results: Hyperthermia associated with the disease process is resolved.   Keywords: Hyperthermia, Aloevera Compress Therapy; Lowering Body Temperature   Pendahuluan: Menurut WHO tahun 2018 terdapat 65 juta kejadian kasus demam pada anak dengan jenis penyakit yang berbeda serta 62% jumlah kasus penyakit yang disertai gejala demam, dengan tingkat presentasi kematian 33% dan kasus terbanyak terdapat di Asia Tenggara juga Asia Selatan. Tujuan: Untuk membuat laporan asuhan keperawatan keluarga dengan penerapan terapi kompres aloevera untuk menurunkan suhu tubuh pada pasien hipertermi. Metode: Penulisan ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan Keluarga dengan 2 responden. Instrumen yang digunakan yakni SOP penerapan terapi kompres aloevera untuk menurunkan suhu tubuh pada pasien hipertermi, lembar observasi , dan alat pengukur suhu tubuh.. Penelitian dilakukan dari 8 mei hingga 10 mei 2023 dengan metode penerapan penerapan terapi kompres aloevera untuk menurunkan suhu tubuh pada pasien hipertermi. Hasil: suhu tubuh sebelum diberkan intervensi 38,5 o C, menjadi 37,5o C. Simpulan: Hasil evaluasi penerapan kompres aloevera pada pasien An. F dan An. H dengan demam dalam kurun waktu 3 hari mendapat hasil: Hipertermi berhubungan dengan proses penyakit teratasi.
Studi Kasus Asuhan Keperawatan pada Anak dengan Dengue Hemorrhagic Fever di Ruangan PICU Ferdy Lainsamputty; Priscillia Merylin Saluy
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): Peningkatan Status Gizi Balita Melalui Kegiatan Pos Gizi
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v3i1.376

Abstract

Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease caused by the dengue virus and transmitted by the Aedes Aegypti mosquito. Dengue virus infection causes high mortality and morbidity worldwide. Purpose: To analyze the determination of nursing diagnoses of DHF patients related to related practice and theory. Methods: The study used a qualitative method with a case study approach. Results: Three nursing problems were found which were arranged based on priority: 1) Hypovolemia, 2) Risk of bleeding, 3) Activity intolerance. Conclusion: Not all nursing problems that exist in theory are the same as found in real cases.  Keywords: Nursing Care Plan; Child; Dengue Hemorrhagic Fever. Pendahuluan: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti. Infeksi virus dengue menyebabkan kematian dan kesakitan yang tinggi di seluruh dunia. Tujuan: Untuk menganalisa penentuan diagnosis keperawatan terdahap pasien DHF terkait dengan praktek dan teori yang berhubungan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil: Ditemukan tiga masalah keperawatan yang disusun berdasarkan prioritas yaitu: 1) Hipovolemia, 2) Risiko perdarahan, 3) Intoleransi aktivitas. Simpulan: Tidak semua masalah keperawatan yang ada dalam teori sama ditemukan pada kasus yang nyata.  
Faktor-faktor yang berhubungan dengan obesitas pada anak sekolah menengah atas Saraswati, Ika; Rilyani, Rilyani; Aprina, Aprina
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): JOURNAL OF Mother and Child Health Concern
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v3i2.284

Abstract

Background: Obesity is a problem that attacks all ages, including children and adolescents. According to WHO in 2017, more than 340 million children and adolescents aged 5-19 years were obese in 2016. The prevalence of obesity in children and adolescents aged 5-19 years increased sharply from only 4% in 1975 to more than 18%. in 2016. Purpose: To find out the factors associated with obesity in teenagers at Darul Fattah High School Bandar Lampung in 2021. Method: This type of quantitative research uses a cross sectional design and the research population is high school students aged 15-18 years at Darul Fattah High School Bandar Lampung with a total of 67 respondents using simple random sampling techniques. The instrument in this research used a questionnaire sheet and bivariate analysis used the Chi-Square test. Results: The Chi-Square obesity statistical test obtained p-value = 0.030 so that p-value < α (0.000 < 0.05) so H0 was rejected with an Odd Ratio value of 0.779. Conclusion: There are factors related to the incidence of obesity in children at Darul Fattah High School Bandar Lampung in 2021. Suggestion: For Darul Fattah High School Bandar Lampung to further improve outreach programs to the community, especially for children who are at risk of obesity.   Keywords: Children; Obesity; Problems.   Pendahuluan: Obesitas merupakan masalah yang menyerang segala usia, termasuk anak-anak dan remaja. Menurut WHO pada tahun 2017, lebih dari 340 juta anak dan remaja usia 5-19 tahun mengalami obesitas pada tahun 2016. Prevalensi obesitas pada anak dan remaja usia 5-19 tahun meningkat tajam dari hanya 4% pada tahun 1975 menjadi lebih dari 18%. pada tahun 2016. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan obesitas pada anak usia remaja di SMA Darul Fattah Bandar Lampung tahun 2021. Metode: Jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain cross sectional dan populasi penelitian ini adalah anak SMA usia 15-18 tahun di SMA Darul Fattah Bandar Lampung dengan jumlah 67 responden dengan menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar angket dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Uji statistik obesitas Chi-Square diperoleh p-value = 0.030 sehingga p-value < α (0.000 < 0.05) maka H0 ditolak dengan nilai Odd Ratio 0.779. Simpulan: Terdapat faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada anak di SMA Darul Fattah Bandar Lampung Tahun 2021. Saran: Bagi SMA Darul Fattah Bandar Lampung agar lebih meningkatkan program penyuluhan kepada masyarakat khususnya bagi anak-anak yang berisiko mengalami obesitas.
Pemberian aroma terapi pappermint pada ibu hamil TM I dengan masalah mual dan muntah Setiyawan, Agung Budi; Wardiyah, Aryanti; Wandini, Riska
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): JOURNAL OF Mother and Child Health Concern
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v3i2.398

Abstract

Background: The results of a pre-survey conducted at the Dono Arum Health Center in Central Lampung Regency on 15 pregnant women in the first trimester by conducting free interviews, it was found that 11 mothers (73.3%) had problems with nausea and vomiting with symptoms of nausea in the morning, and after eating or drinking containing fat or oil, and accompanied by vomiting 6-7 times per day accompanied by impaired activity. Meanwhile, 4 mothers (26.7%) experienced mild nausea and vomiting, with a frequency of vomiting 3-4 times per day and were still able to do their activities at home. Purpose: Provide nursing care in nursing care to Mrs. I with the problem of nausea and vomiting through the complementary method of giving peppermint aromatherapy in Dono Arum Village in 2023 Method: This type of research uses descriptive qualitative research, this research uses descriptive research methods in the form of case studies with the Nursing Care approach, which includes assessment, nursing diagnosis, planning, implementation, and evaluation. Results: In this nursing care there are two patients, namely Mrs.D and Mrs.S with the problem of nausea and vomiting in TM I pregnant women caused by smelling unpleasant aromas and unpleasant food, with this the authors to overcome these problems with therapy complementary with peppermint aromatherapy, which has a positive impact on both patients.   Keywords: Complementary peppermint aromatherapy; Nausea and Vomiting; Nursing Care.   Pendahuluan: Hasil prasurvey yang dilakukan di Puskesmas Dono Arum Kabupaten Lampung Tengah terhadap 15 ibu hamil Trimester I dengan melakukan wawancara bebas, diketahui 11 ibu (73,3%) mengalami masalah mual muntah dengan tanda gejala mual pada pagi hari, dan setelah makan atau minum yang mengandung lemak atau minyak, dan disertai muntah sebanyak 6-7 kali perhari disertai mengalami gangguan aktivitas. Sedangkan 4 ibu (26,7%) mengalami mual dan muntah ringan, dengan frekuensi muntah sebanyak 3-4 kali perhari dan masih bisa beraktivitas dirumah. Tujuan: Memberikan asuhan keperawatan pada asuhan keperawatan pada Ny. I dengan masalah mual dan muntah melalui metode komplementer pemberian aroma terapi pappermint di Desa Dono ArumTahun 2023 Metode: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan, yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil: Dalam asuham keperawatan ini terdapat dua pasien yaitu Ny. D dan Ny. S dengan masalah mual muntah pada ibu hamil TM I disebebabkan karena mencium aroma aroma yang tidak sedap, dan makanan yang tidak sedap, dengan ini penulis untuk mengatasi masalah tersebut dengan terapi komplemter dengan aromaterapi peppermint, yamg dimna memberikan dampak positif pada kedua pasien tersebut.
Asuhan keperawatan pada ibu postpartum menggunakan terapi jus labu siam untuk menurunkan tekanan darah Andriyani, Veni; Rilyani, Rilyani; Wardiyah, Aryanti
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): JOURNAL OF Mother and Child Health Concern
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i1.402

Abstract

Background: Hypertension is a non-communicable disease and the main cause of premature death worldwide. The World Health Organization (WHO) currently estimates that the prevalence of hypertension worldwide is 22% of the total world population. Approximately 10.4 million deaths are attributed to hypertension as the main factor of cardiovascular disease. Meanwhile, the cause of maternal death other than bleeding and infection is postpartum hypertension. Hypertension is responsible for approximately 165% of deaths annually worldwide and is a major contributor to morbidity and mortality associated with cardiovascular disease. Approximately 10% of maternal deaths are caused by hypertensive disorders of pregnancy that occur in the postpartum period. Purpose: providing nursing care by administering chayote juice to lower blood pressure in postpartum mothers with hypertension in Way Terusan Village, Central Lampung in 2024. Method: This research uses quantitative methods with descriptive research types with a case study approach to nursing care, which includes assessment, nursing diagnosis, planning, implementation and evaluation. Results: Nursing care carried out on 2 patients who received the same therapy showed that there was an effect of giving chayote juice on reducing blood pressure in postpartum mothers, namely at the beginning before administration, Ny.T blood pressure was 160/100 mmHg to 120/80 mmHg, while for Ny.S at the beginning before administering blood pressure from 160/90 mmHg to 110/80 mmHg. Conclusion: Nursing care provided to Ny. T and Ny. S using chayote juice therapy to lower blood pressure so that blood pressure decreases and can be controlled. Keywords: Chayote Juice; Hypertension; Postpartum. Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dan penyebab utama kematian dini di seluruh dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) saat ini memperkirakan prevalensi hipertensi di seluruh dunia adalah 22% dari total populasi dunia. Sekitar 10,4 juta kematian dikatikan dengan hipertensi sebagai faktor utama dari penyakit kardiovaskular. Sedangkan untuk penyebab kematian ibu selain perdarahan dan infeksi adalah hipertensi postpartum. Hipertensi bertanggung jawab sekitar 16,5% kematian tiap tahunnya diseluruh dunia dan merupakan penyumbang utama morbiditas dan mortalitas yang berhubungan dengan penyakit kardiovaskuler. Sekitar 10% kematian ibu disebabkan gangguan hipertensi kehamilan yang terjadi pada periode postpartum. Tujuan: Melakukan asuhan keperawatan dengan pemberian Jus Labu Siam Untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Ibu Postpartum dengan hipertensi di Desa Way Terusan Lampung Tengah Tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan, yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil: asuhan keperawatan yang dilakukan terhadap 2 pasien yang mendapatkan terapi yang sama didapatkan hasil adanya pengaruh pemberian jus labu siam terhadap penurunan tekanan darah pada ibu postpartum, yaitu diawal sebelum pemberian tekanan darah Ny.T 160/100 mmHg menjadi 120/80 mmHg sedangkan untuk Ny.S diawal sebelum pemberian tekanan darah 160/90 mmHg menjadi 110/80 mmHg. Simpulan: asuhan keperawatan yang dilakukan pada Ny.T dan Ny.S dengan menggunakan terapi jus labu siam untuk menurunkan tekanan darah sehingga tekanan darah menurun dan dapat terkontrol.
Hubungan parenting self efficacy (pse) dengan pola asuh pada anak usia toddler di Desa Onyam Kecamatan Gunung Kaler Kabupaten Tangerang Ardi, Ni Bodro; Dwi Pratiwi, Rita; Yundah; Umamah, Riza; Holidah
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 1 No. 1 (2021): June Edition 2021
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v1i1.68

Abstract

Parenting self-efficacy adalah penilaian diri orangtua dalam melakukan tindakan pengasuhan sesuai dengan yang disyaratkan. Pola asuh orangtua adalah interaksi antara orangtua dengan anak dalam memberikan suatu stimulasi terhadap anak dengan cara memenuhi kebutuhan anak, mendidik, membimbing, menanamkan nilai kedisiplinan pada anak baik dalam tingkah laku. Pada masa toddlerhood seorang anak dapat menghadapi beberapa tugas perkembangan yang dapat menghabiskan banyak energi dalam berinteraksi serta dapat menguras emosi. Penelitian ini dilakukan di Desa Onyam Kecamatan Gunung Kaler pada ibu yang memiliki anak usia toddler dilaksanakan pada bulan Desember 2020. Bertujuan mengetahui ada tidaknya hubungan antara parenting self-efficacy dan pola asuh anak usia toddler di Desa Onyam Kecamatan Gunung Kaler Kabupaten Tangerang. menggunakan metode deskriptif analitik korelasi antara parenting self efficacy dengan pola asuh. Penelitian juga dilakukan pada faktor usia, status pernikahan, dan pendidikan orangtua yang berhubungan dengan parenting self efficacy dan pola asuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 92,6% responden berada dalam kategori yang memiliki parenting self-efficacy tinggi, sebanyak 47 responden atau 87,0% memiliki kecenderungan pengasuhan positif. Hasil uji spearmen’s rho didapatkan correlation coefficient sebesar 0,522, sehingga dapat disimpulkan ada hubungan yang kuat dan signifikan antara parenting self efficacy dan pola asuh pada anak usia toddler. Faktor pendidikan orangtua mempunyai korelasi dengan parenting self efficacy dan pola asuh. Saran dari penelitian ini Puskesmas perlu ikut serta untuk memfasilitasi masyarakat untuk bisa meningkatkan informasi-informasi terkait pengasuhan/parenting khususnya bagi orangtua yang mempunyai anak usia toddler.
Hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku dengan personal hygiene saat menstruasi pada kelas VII di SMPIT Bina Adzkia Depok Chasani, Siti
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 1 No. 1 (2021): June Edition 2021
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v1i1.69

Abstract

Berdasarkan data WHO tahun 2010, angka kejadian infeksi saluran reproduksi (ISR) tertinggi di Dunia adalah pada usia remaja (35%-42%) dan dewasa muda (27%-33%), angka prevelensi candidiasis (25%-50%), bacterialvaginosis (20%-40%) dan trichomoniasis (5%-15%). Negara Indonesia memiliki iklim yang panas dan lembab, sehingga wanita Indonesia lebih rentan mengalami ISR, berdasarkan data statistik di Indonesia tahun 2012 dari 43,3 juta jiwa remaja putri berusia 10-14 tahun berperilaku hygiene sangat buruk. Tujuan Peneliti Diketahui adanya Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Dengan Personal Hygiene Saat Menstruasi Pada Kelas VII Di SMPIT Bina Adzkia Depok. Metode penelitian ini menggunakan cross sectional yaitu suatu jenis penelitian yang melihat hubungan variable terhadap obyek yang di teliti. Responden penelitian ini berjumlah 55 responden. Hasil Data yang di hasilkan terlihat 16 responden, memiliki tingkat pengetahuan yang baik dengan personal hygiene yang baik sebanyak 10 responden (18,2%), sedangkan responden yang memiliki tingkat pengetahuan yang baik dengan personal hygiene yang cukup terdapat 2 responden (3,6%) sedangkan terlihat dari 19 responden yang memiliki perilaku yang baik, terdapat 11 responden (20%) yang memiliki perilaku dengan pesonal hygiene yang baik, sedangkan terdapat 5 responden (9,3%) yang memiliki perilaku yang baik dengan personal hygiene yang cukup. Berdasarkan hasil uji Chi Square di dapat kan nilai p-value= 0,005 dan p-value 0,004 yang berarti nilai p <0,05 dan Hipotesis alternative Ha diterima berarti adanya Hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku dengan personal hygiene saat menstruasi.

Page 3 of 15 | Total Record : 147