cover
Contact Name
Fransiskus Janu Hamu
Contact Email
garuda@apji.org
Phone
+6285885852706
Journal Mail Official
Paulina@stipas.ac.id
Editorial Address
JL. Cilik Riwut, Km 1, 5 No. 5, Komplek Gereja Katolik Katedral, Palangka, Pahandut, 73112, Palangka, Kec. Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah 73112
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik
ISSN : 23014032     EISSN : 25410881     DOI : 10.58374
Core Subject : Education, Social,
Bidang pastoral meliputi kepemimpinan dan pelayanan kristiani, permasalahan Jemaat, etika pelayanan kontemporer, hidup menggereja dalam konteks multikultural, keberagaman agama-agama, keberpihakan kepada kaum miskin dan marginal, keadilan perdamaian, dan keutuhan ciptaan. Bidang pendidikan agama meliputi pendidikan (formal and informal) agama Islam-Kristen-Katolik-Budha-Hindu-Konghucu dalam perspektif interreligious studies, multikultural, dan moderasi beragama berupa desain program, strategi pembelajaran dan kurikulum, sejarah dan filsafat, metodologi, psikologi, etika profesi guru, evaluasi, dan manajemen. Bidang katekese meliputi pengembangan ilmu dan praktik katekese di lingkup paroki, keluarga, dan sekolah.
Articles 132 Documents
Dari Konsumsi ke Kontemplasi: Membangun Gaya Hidup Ekologis di Kalangan Kaum Muda Katolik Kalimantan Jimmy, Andreas
Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. 10 No. 1 (2024): Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58374/sepakat.v10i1.346

Abstract

The global ecological crisis, which also affects Kalimantan, calls for a new approach that is integral, spiritual, and contextual. This article explores the integration of the vision of integral ecology in the encyclical Laudato Si’ with the local wisdom values of the Dayak people of Kalimantan in shaping ecological awareness among Catholic youth. Using a qualitative-descriptive approach and contextual hermeneutic method, this study examines the relationship between local spiritual traditions—such as the huma betang philosophy and rituals honoring nature—and theological teachings on the integrity of creation. The findings reveal a profound harmony between Dayak ecological spirituality and Catholic ecological theology. Contextual ecological education—through participatory and cultural dialogue approaches—proves effective in fostering ecological conversion among youth. The article concludes that contextual dialogue between local traditions and Catholic ecological theology not only strengthens ecological praxis but also enriches grounded and transformative faith reflection. The Church is called to be a facilitator of change by integrating local values into its ecological mission in a prophetic and participatory manner.
Pengembangan Modul Katekese Perkawinan Berbasis Keluarga Sebagai Fondasi Pendampingan Pasangan Muda Pasca-Pernikahan Sember Sawo, Emilianus
Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. 10 No. 2 (2024): Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to develop a family-based marriage catechesis module as a foundation for post-wedding accompaniment of young Catholic couples. Using a qualitative approach with document study, the research identifies five key gaps in Catholic couple accompaniment: discontinuity of pastoral care, non-transformative pedagogical approaches, minimal involvement of experienced families, lack of content contextualization, and weak communal support. In response, a module with spiral structure was developed for continuous accompaniment during the first four years of marriage, integrating theological-spiritual, relational-psychological, social-communal, and practical-contextual dimensions. This module operationalizes the concept of "family as pastoral subject" through a mentoring model where experienced couples accompany newly married couples. Implementation requires systematic selection and formation of mentor couples, balanced accompaniment structures, and adaptive approaches. Integration strategies within parish systems include institutional support, appropriate ecclesiological approaches, a "hub and spoke" model, gradual implementation, and utilization of digital technology. This research offers a more participatory, relational, and contextual approach to marriage pastoral care.
Penanaman Nilai Batang Garing Dalam Pembelajaran PAK Pengaruhnya Pada Komitmen Kebangsaan Anggi; Winei, Agnes Angi Dian
Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. 11 No. 2 (2025): September : Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58374/sepakat.v11i2.337

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemahaman paham kebangsaan dan nilai Batang Garing pada pembelajaran Pendidikan Agama Katolik (PAK). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik Pearson’s product moment correlation yang digunakan IBM Statistical Package Social Science (SPSS) Statistics Versi 25.0 for Windows dengan sampel Populasi. Penelitian dilakukan di SMAN 4 Palangka Raya, melibatkan 13 siswa kelas XII yang berAgama Katolik. Instrumen Penelitian menggunakan angket paham kebangsaan dan nilai Batang Garing dengan koefisien reliabilitas dihitung menggunakan Alpha Cronbach paham kebangsaan sebesar 0,78 dengan 36 item valid dan nilai Batang Garing dari sebesar 0,753 dengan 22 item valid. Hasil penelitiah ini menunjukan paham kebagsaan mendapatkan nilai z=-3.111 dengan p=0,002(p<0,05) dan pada nilai Batang Garing mendapatkan nilai z=-3.361 dengan p=0,002(p<0,05) tergolong memiliki peningkatan yang signifikan maka dapat disimpulkan pembelajaran memiliki pengaruh pemahaman siswa terhadap Paham Kebangsaan dan Nilai Batang Garing. Pada akhir ini menunjuk adanya perbedaan pada pengetahuan siswa mengalami peningkatan pemahaman pengetahuan lebih tinggi dibandingkan sebelum mengikuti pembelajaran PAK. Hasil evaluasi pelatihan Paham Kebangsaan dan nilai Batang Garing menunjukkan ada perbedaan peningkatan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pembelajaran dibuktikan dengan hasil akhir evaluasi tes pengetahuan Paham kebangsaan dan nilai Batang garing nilai z=-3.127 dengan t=0,002(t< 0,05).
Konsili Trente Sebagai Jawaban Gereja Katolik Terhadap Reformasi Protestan: Sebuah Refeksi Teologis-Historis Tio, Teodorus
Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. 11 No. 2 (2025): September : Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58374/sepakat.v11i2.424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai Konsili Trente (1545–1563) sebagai respons resmi Gereja Katolik terhadap tantangan Reformasi Protestan, sekaligus sebagai tonggak pembaruan internal Gereja. Masalah yang diangkat dalam studi ini adalah ketegangan teologis dan historis antara tuntutan pembaruan dari dalam Gereja serta kritik keras yang dilancarkan oleh para reformator Protestan terkait Kitab Suci, sakramen, dan otoritas Gereja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur melalui analisis data sekunder dari dokumen konsili, literatur teologi, serta penelitian historis sebelumnya. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada penegasan peran Konsili Trente bukan hanya sebagai instrumen “kontra” terhadap Reformasi, melainkan juga sebagai wadah refleksi teologis yang menghasilkan reformasi internal mendalam dalam bidang liturgi, sakramentologi, formasi imam, dan disiplin gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsili Trente berhasil mengokohkan identitas Katolik melalui penegasan ajaran iman sekaligus memperbarui praksis pastoral, yang pada akhirnya menjadi landasan teologi dan kehidupan Gereja Katolik hingga Konsili Vatikan II. Oleh karena itu, studi ini menekankan pentingnya melihat Konsili Trente secara seimbang: sebagai benteng iman sekaligus sumber pembaruan yang relevan bagi dinamika Gereja sepanjang sejarah.
Merawat Rumah Bersama: Integrasi Spiritualitas Kristiani dan Teologi Ekologis Laudato Si’ Sebagai Paradigma Baru Bagi Kaum Awam Aris Kurniyawan, Nanang; Yoga Pratama, Alfonsius
Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. 11 No. 2 (2025): September : Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58374/sepakat.v11i2.426

Abstract

Karya tulis ini, "MERAWAT RUMAH BERSAMA: INTEGRASI SPIRITUALITAS KRISTIANI DAN TEOLOGI EKOLOGIS LAUDATO SI' SEBAGAI PARADIGMA BARU BAGI KAUM AWAM," menyajikan argumen yang relevan dan vital untuk mengkontekstualisasikan panggilan universal Ensiklik Laudato Si' dalam realitas ekologis dan budaya akut di Kalimantan. Menggunakan Tinjauan Literatur Sistematis (SLR) dengan protokol PRISMA sebagai metode, penulisan karya tulis ini mengusulkan model tiga pilar yang jelas dan menjanjikan (liturgis, asketis, dan sosial) sebagai paradigma operasional baru bagi kaum awam. Karya tulis ini bertujuan untuk mengintegrasikan data granular tentang krisis sosio ekologis Kalimantan dan detail etnografis Dayak yang sangat kaya, memperkuat klaim empiris dengan bukti yang dapat diverifikasi, dan secara eksplisit mengartikulasikan kontribusi uniknya dalam lanskap teologi ekologis dan inkulturasi di Indonesia yang jauh lebih luas. Kerangka kerja ini berupaya memberdayakan aksi ekologis akar rumput dengan menjembatani teologi tingkat tinggi dengan praksis pastoral awam yang praktis, menggunakan kearifan lokal Dayak sebagai material arsitektural utama. Temuan dari karya tulis ini ialah menyintesiskan panggilan universal Laudato Si' dengan kearifan relasional masyarakat Dayak yang kaya, kerangka kerja ini menawarkan sebuah jalan bagi Gereja di Kalimantan untuk bergerak melampaui aktivitas-aktivitas yang terfragmentasi menuju sebuah misi ekologis yang terintegrasi, mendalam secara teologis, dan transformatif secara sosial, yang dipimpin oleh kaum awam.
Implementasi Prinsip Sinodalitas dalam Kehidupan Umat Stasi Ibu Teresa Sei Hanyu Keuskupan Palangka Raya Adinuhgra, Silvester; Sinaga, Louis Fingky Alexander; Ngarani, Nullya
Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. 11 No. 2 (2025): September : Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58374/sepakat.v11i2.428

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengalaman umat Stasi Ibu Teresa Sei Hanyu dalam membangun Gereja Sinodal, sebuah model gereja yang menekankan partisipasi aktif dan kolaborasi seluruh umat beriman. Melalui wawancara mendalam dan observasi partisipan selama tiga minggu, studi ini mengungkap bagaimana prinsip-prinsip sinodalitas diterapkan di tingkat akar rumput. Temuan utama menunjukkan bahwa Stasi Ibu Teresa telah mengimplementasikan berbagai inisiatif untuk mewujudkan Gereja Sinodal, termasuk dialog antar umat, pemberdayaan kelompok kategorial, dan peningkatan partisipasi dalam liturgi serta pelayanan sosial. Meskipun menghadapi tantangan seperti resistensi terhadap perubahan dan kesenjangan generasi, stasi ini berhasil menciptakan ruang dialog yang memungkinkan suara-suara beragam untuk didengar dan dihargai. Dampak penerapan prinsip Gereja Sinodal terlihat dalam peningkatan keterlibatan umat dalam pengambilan keputusan gereja dan penguatan relasi sosial antar umat. Kolaborasi antara Stasi Ibu Teresa dengan Paroki induk juga mengalami peningkatan, terutama dalam perencanaan pastoral dan pelaksanaan program pembinaan iman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi menuju model gereja yang lebih partisipatif dan inklusif membutuhkan komitmen dan keterlibatan aktif dari seluruh umat. Stasi Ibu Teresa mendemonstrasikan bahwa prinsip-prinsip sinodalitas dapat diterapkan secara konkret di tingkat lokal, memberikan kontribusi pada visi Gereja Katolik universal yang lebih inklusif dan responsif.
Dari Doa ke Aksi: Refleksi Mahasiswa Katolik atas Krisis Ekologis di Kalimantan Barat Ulan Dari, Liska Kristiani
Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. 11 No. 2 (2025): September : Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58374/sepakat.v11i2.434

Abstract

Krisis ekologis di Kalimantan Barat, seperti banjir tahunan, deforestasi, dan pencemaran sungai, menuntut keterlibatan berbagai pihak, termasuk mahasiswa Katolik. Gereja Katolik melalui ajaran ekologi integral menegaskan bahwa tanggung jawab ekologis adalah bagian dari iman. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan, kesadaran, gaya hidup, dan refleksi iman mahasiswa Katolik terhadap isu lingkungan. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, data dikumpulkan dari 34 responden melalui angket daring dan dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki kesadaran ekologis awal dan bersedia terlibat dalam aksi lingkungan, namun belum sepenuhnya konsisten dalam praktik gaya hidup ramah lingkungan. Hanya sebagian kecil yang menerapkan kebiasaan konkret seperti membawa tempat makan sendiri. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kesadaran dan tindakan, serta perlunya strategi pembinaan iman yang mengintegrasikan spiritualitas dan praktik ekologis. Penelitian ini menjadi dasar awal untuk pengembangan program ekopastoral yang kontekstual di lingkungan kampus dan komunitas kategorial.
Motivasi dan Ketahanan Dosen dalam Pembelajaran Digital di Pendidikan Tinggi: Suatu Kajian Literatur Sistematis Jumrio, Edy
Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. 11 No. 2 (2025): September : Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58374/sepakat.v11i2.427

Abstract

Transformasi digital di pendidikan tinggi menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi dosen dalam mengelola pembelajaran berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi motivasi dan ketahanan dosen dalam menyelenggarakan pembelajaran digital. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA dan pendekatan PICOS, melalui seleksi 14 artikel ilmiah terindeks internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa motivasi dosen dipengaruhi oleh efikasi diri terhadap teknologi, otonomi pedagogis, dan dukungan institusional, sedangkan ketahanan terbentuk melalui kemampuan adaptif dan persepsi positif terhadap teknologi pembelajaran. Hubungan antara motivasi dan ketahanan bersifat timbal balik serta memperkuat kesiapan profesional dosen di era digital. Studi ini merekomendasikan penguatan kapasitas dosen melalui pelatihan berkelanjutan, kebijakan insentif, dan sistem mentoring agar mampu menjaga keberlanjutan pembelajaran digital yang inovatif dan tangguh. Kata kunci: motivasi dosen, ketahanan pendidik, pembelajaran digital, pendidikan tinggi, systematic literature review
Teologi Ekologi Berbasis Nilai Budaya Huma Betang dalam Penghayatan Iman dan Cinta Lingkungan Bagi Kaum Muda Katolik Aprilia, Stella
Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. 11 No. 2 (2025): September : Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58374/sepakat.v11i2.444

Abstract

Penelitian ini mengkaji integrasi nilai-nilai budaya Huma Betang masyarakat Dayak Kalimantan Tengah sebagai fondasi spiritualitas ekologis bagi kaum muda Katolik. Melalui pendekatan diskursus teologis-kultural, studi ini mengeksplorasi bagaimana nilai belom bahadat (hidup bersama secara harmonis), handep (gotong royong), dan filosofi huma betang dapat diintegrasikan dengan prinsip ekologi integral Laudato Si'. Temuan menunjukkan nilai budaya lokal menjadi jembatan efektif antara iman Katolik dan identitas kulturan, menghasilkan spiritualitas ekologis kontekstual yang relevan. Strategi integrasi mencakup: transformasi paradigma iman dari antroposentris ke ekosentris, rekonstruksi pembinaan pastoral berbasis kearifan lokal, dan penguatan komunitas kaum muda sebagai agen perubahan ekologis. Penelitian berkontribusi pada pengembangan teologi kontekstual Indonesia yang mengangkat kearifan Dayak sebagai medium pewartaan iman sekaligus advokasi pelestarian lingkungan, menawarkan model inkulturasi yang responsif terhadap krisis ekologis kontemporer.
Pemerataan Guru Pendidikan Agama Katolik di Daerah 3T: Peran Strategis Lembaga Keagamaan Katolik Kalimantan Tengah Adipa, Sandra Mariyus; Jimmy, Andreas
Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. 11 No. 2 (2025): September : Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58374/sepakat.v11i2.445

Abstract

Penelitian ini membahas penempatan Guru Pendidikan Agama Katolik di Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya terkait distribusi yang belum merata antara wilayah perkotaan dan daerah. Fakta menunjukkan bahwa sejumlah kabupaten mengalami kekurangan guru, sementara di daerah lain justru terjadi kelebihan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang melatarbelakangi keengganan guru ditempatkan di daerah, serta alternatif solusi pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik. Metode yang digunakan adalah penelitian campuran (mixed methods) dengan penyebaran kuesioner kepada 348 responden guru Katolik dan wawancara mendalam dengan beberapa guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama keengganan guru ditempatkan di daerah adalah: kesejahteraan guru, keterikatan dengan keluarga dan lingkungan sosial (71,8%), keterbatasan aksesibilitas dan infrastruktur (10,6%), minimnya jaringan komunikasi (9,7%), serta tantangan sosial dan budaya (7,7%). Selain itu, kurangnya pemerataan pembangunan fasilitas pendidikan, rendahnya layanan pendidikan, serta terbatasnya distribusi guru berkualitas turut memperparah situasi pendidikan. Sebagai solusi, pemenuhan kebutuhan guru dapat dilakukan melalui kerja sama dengan Lembaga Keagamaan Katolik (keuskupan, kevikepan, dekenat, paroki, wilayah, dan stasi) sebagaimana diatur dalam ketentuan teknis Kementerian Agama. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlunya kebijakan afirmatif untuk pemerataan distribusi guru Agama Katolik dengan memperhatikan kesejahteraan, aksesibilitas, serta dukungan kelembagaan agar pendidikan agama Katolik dapat terselenggara secara merata di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.