cover
Contact Name
Muhammad Yusuf
Contact Email
kpi@unsiq.ac.id
Phone
+6281225938685
Journal Mail Official
kpi@unsiq.ac.id
Editorial Address
Jl. Kyai Hasyim Asya'ri KM.03, Kalibeber, Kec. Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56351
Location
Kab. wonosobo,
Jawa tengah
INDONESIA
ARKANA: Jurnal Komunikasi dan Media
ISSN : -     EISSN : 29621917     DOI : https://doi.org/10.62022/arkana.v2i01
ARKANA Jurnal Komunikasi dan Media merupakan Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Sains Al Quran Jawa Tengah di Wonosobo. Terbit pertama kali pada tahun 2022, Jurnal ini menerima artikel yang membahas tentang Ilmu Komunikasi Kontemporer, Media dan Jurnalisme, Komunikasi Pemasaran, Komunikasi Organisasi, Komunikasi Dakwah, Sosiologi Komunikasi, Broadcasting, Public Relation, Kebijakan Media dan Komunikasi Politik dalam lingkup nasional. Redaksi mengundang para ahli, peneliti, dan segenap civitas akademika untuk menulis artikel sesuai dengan topik jurnal. ARKANA Jurnal Komunikasi dan Media merupakan sebuah jurnal blind peer review yang didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian dan berperan aktif dalam mengembangkan bidang Ilmu Komunikasi dan Penyiaran. ARKANA terbit setiap bulan Juni dan Desember.
Articles 66 Documents
ANALISIS OPINI FOLLOWERS RIA PUSPITA TENTANG PEMAHAMAN MISTIKA PADA AKUN YOUTUBE @RIAPUSPITAOFFICIAL Marsya Alia; Detya Wiryany; Ahmad Taufiq Maulana Ramdan
ARKANA: Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 5 No. 01 (2026): Media dan Komunikasi Indonesia
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Sains Al-Qur'an Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62022/9m4cp026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis opini followers terhadap konten bertema mistika yang disampaikan oleh Ria Puspita melalui kanal YouTube @RiaPuspitaOfficial. Fenomena meningkatnya minat terhadap konten mistis di media sosial menunjukkan adanya pergeseran dalam cara masyarakat memahami dunia spiritual. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis komentar di kanal YouTube tersebut. Penelitian ini berpijak pada Teori Kultivasi untuk melihat bagaimana eksposur berulang terhadap konten mistis membentuk persepsi dan opini audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi personal dan emosional dari Ria Puspita memunculkan tiga bentuk opini utama, yaitu: spiritual believer (percaya penuh terhadap mistika sebagai realitas spiritual), skeptis-rasional (menerima sebagian namun tetap kritis), dan spiritual explorer (memaknai konten sebagai refleksi hidup). Interaksi dua arah melalui komentar dan diskusi membentuk ruang partisipatif yang turut memperkuat pemahaman kolektif terhadap mistika. Media sosial dalam hal ini berfungsi bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran dan transformasi spiritual.
ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES: REPRESENTASI VIDEO DEEPFAKE SRI MULYANI “GURU ITU BEBAN NEGARA” DI MEDIA SOSIAL X/TWITTER Elsa Maulia
ARKANA: Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 5 No. 01 (2026): Media dan Komunikasi Indonesia
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Sains Al-Qur'an Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62022/9h166q29

Abstract

Fenomena deepfake merupakan hasil perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mampu menciptakan video manipulatif menyerupai kenyataan. Penelitian ini bertujuan menganalisis manipulasi digital dalam video deepfake yang menyerupai Sri Mulyani dengan narasi “Guru itu Beban Negara” yang tersebar di platform X/Twitter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes untuk mengkaji makna denotasi, konotasi, dan mitos. Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi digital terhadap satu video deepfake. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video tersebut tidak hanya memanipulasi aspek visual, tetapi juga membangun citra negatif terhadap profesi guru dan pemerintah serta menormalisasi manipulasi digital dalam praktik komunikasi massa digital. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam kajian komunikasi visual dan meningkatkan kesadaran kritis masyarakat terhadap konten deepfake di media sosial.
"Humor Gelap sebagai Strategi Komunikasi Kritik terhadap Krisis Empati Pejabat dalam Situasi Bencana di Aceh pada Akun Instagram @darketive" Galuh Setyawan Putra Herlambang; Ike Desi Florina; Khafidhu Robi
ARKANA: Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 5 No. 01 (2026): Media dan Komunikasi Indonesia
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Sains Al-Qur'an Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62022/4rtyez35

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki fenomena humor gelap sebagai strategi komunikasi kritis sebagai respons terhadap krisis empati pejabat publik selama situasi bencana di Aceh, sebagaimana digambarkan pada akun Instagram @darketive. Dalam lanskap media baru, humor gelap tidak lagi dipandang sekadar sebagai komedi marjinal, melainkan telah bertransformasi menjadi instrumen wacana politik nonkonvensional yang digunakan oleh netizen untuk menanggapi anomali sosial. Dengan memanfaatkan paradigma kualitatif bersama Analisis Wacana Kritis (CDA), khususnya model yang dikembangkan oleh Norman Fairclough, penelitian ini mengkaji bagaimana elemen visual dan tekstual diintegrasikan untuk membangun narasi satir mengenai ketidakpekaan pihak berwenang di tengah krisis. Temuan menunjukkan bahwa @darketive memanfaatkan humor gelap sebagai mekanisme katarsis digital untuk meredakan ketegangan psikososial yang disebabkan oleh kekecewaan terhadap birokrasi. Dari sudut pandang komunikasi, penggunaan sarkasme dan metafora seperti “jalur langit” terbukti efektif dalam menciptakan rasa kedekatan dan memperkuat solidaritas organik di dunia maya sebagai bentuk kontrol sosial horizontal. Penelitian ini berkontribusi pada pengayaan literatur mengenai etika komunikasi digital dan dinamika partisipasi publik di era disrupsi, khususnya dalam konteks komunikasi krisis regional.
STRATEGI KOMUNIKASI PERSUASIF PINK FLASH DALAM MENGATASI KRITIK PUBLIK DI TIKTOK (STUDI KASUS PADA KONTEN KLARIFIKASI) Anggun Rahmatia
ARKANA: Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 5 No. 01 (2026): Media dan Komunikasi Indonesia
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Sains Al-Qur'an Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62022/kf5fef79

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi komunikasi persuasif yang diterapkan oleh Pink Flash dalam konten klarifikasi pada platform TikTok sehubungan dengan isu penarikan produk oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta dampaknya terhadap sentimen publik yang tercermin dalam komentar positif. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif melalui metode analisis isi terhadap konten klarifikasi yang berupa slide visual dan teks, serta analisis komentar netizen yang muncul pada unggahan tersebut. Objek penelitian terpusat pada enam slide konten klarifikasi yang dipublikasikan melalui akun resmi TikTok Pink Flash, serta lima komentar positif netizen sebagai indikator respons publik. Analisis dilakukan dengan merujuk pada komponen komunikasi persuasif, yakni credibility appeal, rational appeal, emotional appeal, clarity, dan consistency. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa strategi komunikasi persuasif Pink Flash diwujudkan melalui transparansi informasi, kejelasan pesan, serta penyajian solusi konkret berupa kompensasi, yang secara efektif membangun kepercayaan dan persepsi positif di kalangan publik. Pesan visual dan teks yang disampaikan secara konsisten mampu meningkatkan kredibilitas merek dan memicu munculnya sentimen positif dalam kolom komentar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi strategi komunikasi persuasif yang tepat dalam konten klarifikasi di media sosial dapat memengaruhi respons publik secara positif dan memainkan peran krusial dalam mempertahankan kepercayaan audiens di tengah situasi krisis.
Platform Whatsapp dan Transparansi Digital Dalam Tata Kelola Dana Desa Bambang Arianto
ARKANA: Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 5 No. 01 (2026): Media dan Komunikasi Indonesia
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Sains Al-Qur'an Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62022/8fjwdb75

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengelaborasi penggunaan platform WhatsApp sebagai sarana transparansi digital dalam tata kelola dana desa di Indonesia. Hal itu disebabkan oleh kekhawatiran publik perihal temuan berbagai praktik kecurangan dalam pemanfaatan dana desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi fenomenologi dengan metode analisis Interpretative Phenomenological Analysis. Data diperoleh melalui metode wawancara mendalam (in-depth interview) dengan kategori berbasis pernyataan subjek penelitian yang menjalankan aktivitas sebagai staf aparatur pemerintahan desa. Subjek penelitian menyatakan bahwa WhatsApp tidak hanya berfungsi sebagai media komunikasi, tetapi juga sebagai platform informal yang berperan dalam memfasilitasi pemantauan partisipatif, meningkatkan visibilitas kegiatan keuangan, dan membangun kepercayaan antarpemangku kepentingan. Kendati demikian, sifat informal dari platform Whatsapp juga berkaitan dengan validitas data dan aspek literasi digital. Penelitian ini menemukan bahwa penggunaan sarana Whatsapp telah memperkuat indikator transparansi digital dalam tata kelola keuangan dana desa. Penelitian ini juga menemukan bahwa pemanfaatan platform Whatsapp dalam pelaporan dana desa dapat memperkuat aspek partisipasi digital kewargaan desa sebagai upaya pengawasan dana desa.
MARAKNYA HATE SPEECH PADA PLATFORM TIKTOK DAN DAMPAKNYA BAGI GENERASI MUDA Gabriella Happy Christian; Albertus Bintang Cahyo Gumelar; Aryasuta Al Musthofa; Darren Pagliuca Weringkukly; Denzel Matthew Parish Saragi; Klement Deo Soejatono
ARKANA: Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 5 No. 01 (2026): Media dan Komunikasi Indonesia
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Sains Al-Qur'an Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62022/rpb16866

Abstract

Platform media sosial TikTok berkembang sangat pesat hingga mengubah ruang komunikasi digital. Bagi generasi muda, platform ini dijadikan ruang interaksi sosial, politik, dan budaya. Namun, di balik berbagai daya tarik yang dimiliki media sosial TikTok, algoritma For Your Page (FYP) rentan disalahgunakan menjadi sarana yang mempercepat sirkulasi informasi penyebaran ujaran kebencian (hate speech). Maraknya fenomena ujaran kebencian dapat memengaruhi perkembangan kesehatan mental generasi muda, sehingga diperlukan penanggulangan yang efektif. Analisis melalui pendekatan kualitatif berupa studi literatur dan analisis konten dari berbagai jurnal ilmiah dan komunikasi digital yang diperoleh dari observasi digital pada kolom komentar TikTok. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ujaran kebencian di TikTok disebabkan oleh perbedaan opini dan gaya hidup yang dilontarkan oleh pelaku yang sifatnya spontan berupa komentar negatif. Solusi dari permasalahan ini yaitu untuk memberikan rekomendasi terkait kebijakan strategis sehingga tercipta ruang digital yang lebih sehat, nyaman, dan konstruktif.