cover
Contact Name
Abid Ramadhan
Contact Email
abidramadhan8@gmail.com
Phone
+6285242497920
Journal Mail Official
abid@journal.tangrasula.com
Editorial Address
Jalan Jend. Sudirman Km. 04 Binturu
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Inovasi Bisnis Indonesia (JIBI)
ISSN : -     EISSN : 30258219     DOI : https://doi.org/10.61896
Core Subject : Economy,
Jurnal Inovasi Bisnis Indonesia (JIBI) is a national academic journal and open access that applies peer-reviewed by bestari partners published by PT Tangrasula Tekno Kreatif. Jurnal Inovasi Bisnis Indonesia (JIBI) acts as a communication medium for academics, practitioners and other related parties about research results and new thoughts in the fields of business, economics, management, entrepreneurship and others. JIBI is published four times a year (March, June, September and December).
Articles 60 Documents
IMPLEMENTASI ISAK 35 SEBAGAI STRATEGI MENINGKATKAN TRANSPARASI DAN AKUNTABILITAS LAPORAN KEUANGAN PADA UPZIS Ita Rakhmawati; Fitri Alifya Zahra; Gita Candrika Arian; Vita Kholifatur Rohma
Jurnal Inovasi Bisnis Indonesia (JIBI) Vol. 3 No. 3 (2026): March
Publisher : PT. Tangrasula Tekno Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61896/jibi.v3i3.173

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan ISAK 35 dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan pada UPZIS LAZISNU Desa Jepangpakis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laporan keuangan UPZIS LAZISNU Desa Jepangpakis belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan ISAK 35 karena hanya menyajikan laporan kas masuk dan kas keluar tanpa laporan posisi keuangan, laporan penghasilan komprehensif, laporan perubahan aset neto, laporan arus kas, serta catatan atas laporan keuangan. Rekonstruksi laporan keuangan berdasarkan ISAK 35 menunjukkan peningkatan kejelasan informasi keuangan, transparansi pengelolaan dana, dan akuntabilitas lembaga kepada masyarakat dan donatur. Oleh karena itu, diperlukan penerapan ISAK 35 secara konsisten serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan teknis penyusunan laporan keuangan entitas nirlaba.   Kata Kunci: LAZISNU, ISAK 35, Transparansi, Akuntabilitas, Laporan_Keuangan   ABSTRACT This study aims to analyze the application of ISAK 35 in improving the transparency and accountability of financial reports at the UPZIS LAZISNU in Jepangpakis Village. The study employs a quantitative approach using the case study method. The results of the study indicate that the financial reports of UPZIS LAZISNU in Jepangpakis Village do not yet fully comply with ISAK 35 requirements, as they only present cash inflow and outflow statements without a statement of financial position, a comprehensive income statement, a statement of changes in net assets, a cash flow statement, or notes to the financial statements. The reconstruction of financial statements based on ISAK 35 demonstrates improved clarity of financial information, transparency in fund management, and the institution’s accountability to the public and donors. Therefore, consistent implementation of ISAK 35 is necessary, along with enhancing human resource capacity through technical training on the preparation of financial statements for nonprofit entities.   Keywords: LAZISNU, ISAK 35, Transparency, Accountability, Financial_Statements
PENGEMBANGAN UMKM ANDALIMAN DALAM MENDUKUNG EKONOMI KREATIF DI DESA BORBOR Khairuddin Ependi Tambunan; Jensita Pasaribu; Melani Putri D Siregar; Marturia Lumban Gaol; Sri Ratna Hastuti Sitanggang
Jurnal Inovasi Bisnis Indonesia (JIBI) Vol. 3 No. 3 (2026): March
Publisher : PT. Tangrasula Tekno Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61896/jibi.v3i3.164

Abstract

His study aims to examine the development of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) based on andaliman in supporting the creative economy in Borbor Village, Borbor District. The shift toward a creativity-driven economy highlights the importance of innovation and local resource utilization at the village level. This research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that andaliman-based MSMEs in Borbor Village have considerable potential for further development. However, several challenges remain, including limited product innovation, reliance on traditional marketing methods, and low utilization of digital technology. Therefore, efforts to develop MSMEs through creative economy approaches such as enhancing product innovation and adopting effective marketing strategies are essential to increase product value and improve community welfare.
Modernisasi Kuliner Lokal Melalui Pendekatan Sociopreneurship: Implementasi pada Klepon Ghendhis Anik Widiastuti; Hawa Putri Zulfarani; Emir Arrasyid; Wahyudi Wahyudi
Jurnal Inovasi Bisnis Indonesia (JIBI) Vol. 3 No. 3 (2026): March
Publisher : PT. Tangrasula Tekno Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61896/jibi.v3i3.211

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi jajanan pasar tradisional menjadi produk kuliner modern melalui studi kasus pada Klepon Gendhis di Yogyakarta. Di tengah ketatnya persaingan industri kuliner, makanan tradisional seringkali dianggap tertinggal akibat standarisasi kualitas dan pengemasan yang rendah. Klepon Gendhis hadir sebagai model usaha yang mengintegrasikan prinsip ekonomi kreatif dan sociopreneurship untuk meningkatkan nilai jual produk warisan lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pemilik usaha, serta studi dokumentasi terhadap literatur relevan dan aktivitas pemasaran digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi transformasi Klepon Gendhis bertumpu pada empat pilar utama: (1) inovasi produk melalui penggunaan bahan baku premium dan pengemasan modern yang estetis; (2) digitalisasi pemasaran menggunakan media sosial Instagram untuk membangun citra produk sebagai oleh-oleh premium; (3) penerapan konsep sociopreneurship melalui pemberdayaan masyarakat lokal sebagai tenaga kerja produktif; dan (4) konsistensi terhadap pelestarian budaya dengan mempertahankan cita rasa autentik di tengah modernisasi bisnis. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa sinergi antara kreativitas, teknologi, dan tanggung jawab sosial merupakan faktor kunci keberhasilan UMKM kuliner tradisional dalam menembus pasar modern tanpa kehilangan identitas budayanya. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pelaku usaha tradisional untuk melakukan re-branding melalui pendekatan ekonomi kreatif yang inklusif.   Kata Kunci: Klepon, Jajanan_Pasar, Transformasi_Kuliner, Ekonomi_Kreatif, Sociopreneurship   ABSTRACT This study aims to analyze the transformation of traditional market snacks into modern culinary products through a case study of Klepon Gendhis in Yogyakarta. Amidst the intense competition in the culinary industry, traditional foods are often considered to be left behind due to low quality standards and packaging. Klepon Gendhis presents itself as a business model that integrates the principles of creative economy and sociopreneurship to increase the selling value of local heritage products. This study uses a descriptive qualitative approach. Data were collected through field observations, in-depth interviews with business owners, as well as documentation studies of relevant literature and digital marketing activities. The results show that Klepon Gendhis' transformation strategy rests on four main pillars: (1) product innovation through the use of premium raw materials and modern, aesthetic packaging; (2) digitalization of marketing using Instagram social media to build the product's image as a premium souvenir; (3) application of the sociopreneurship concept through empowering local communities as productive workers; and (4) consistency in cultural preservation by maintaining authentic flavors amidst business modernization. The conclusion of this study confirms that the synergy between creativity, technology, and social responsibility is a key factor in the success of traditional culinary MSMEs in penetrating the modern market without losing their cultural identity. This research provides practical implications for traditional business actors to carry out re-branding through an inclusive creative economy approach. Keywords: Klepon, Market_Snacks, Culinary_Transformation, Creative_Economy, Sociopreneurship
FROM BUSINESS CRISIS TO SOCIAL VALUES: QUALITATIVE STUDY ON PROBLEM SOLVING IN YANTI BATOK CRAFT YOGYAKARTA Sofia Mumtaz; Anik Widiastuti; Amelia Eka Hariani; Fikrar rahma Syah Putra
Jurnal Inovasi Bisnis Indonesia (JIBI) Vol. 3 No. 3 (2026): March
Publisher : PT. Tangrasula Tekno Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61896/jibi.v3i3.212

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penyelesaian masalah yang dilakukan oleh Yanti Batok Craft dalam menghadapi krisis usaha. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis yang dialami, seperti penurunan permintaan dan keterbatasan sumber daya, mendorong pelaku usaha untuk melakukan inovasi produk berbasis limbah batok kelapa serta memperkuat strategi pemasaran digital. Selain itu, Yanti Batok Craft tidak hanya berfokus pada pemulihan ekonomi, tetapi juga mengembangkan nilai sosial melalui pemberdayaan masyarakat lokal, khususnya perempuan, dengan membuka peluang kerja dan pelatihan keterampilan. Proses penyelesaian masalah dilakukan secara adaptif melalui kolaborasi dan pembelajaran berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa krisis usaha dapat menjadi titik awal transformasi menuju usaha yang berorientasi pada keberlanjutan dan dampak sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian kewirausahaan sosial, khususnya terkait strategi adaptasi UMKM dalam menghadapi ketidakpastian sekaligus menciptakan nilai sosial yang berkelanjutan.   Kata Kunci: Inovasi_Produk; Kewirausahaan_Sosial; Krisis_usaha; Nilai_Sosial; Pemberdayaan_Masyarakat   ABSTRACT This study aims to analyze the problem-solving process undertaken by Yanti Batok Craft in facing a business crisis. Using a qualitative approach with a case study design, data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The results show that the crisis experienced, such as decreased demand and limited resources, encouraged entrepreneurs to innovate products based on coconut shell waste and strengthen their digital marketing strategies. Furthermore, Yanti Batok Craft not only focuses on economic recovery but also develops social value through empowering local communities, particularly women, by creating employment opportunities and skills training. The problem-solving process is carried out adaptively through collaboration and continuous learning. These findings suggest that a business crisis can be a starting point for transformation towards a business oriented towards sustainability and social impact. This research contributes to enriching the study of social entrepreneurship, particularly regarding the adaptation strategies of MSMEs in facing uncertainty while creating sustainable social value. Keywords: Product_Innovation; Social_Entrepreneurship; Business_Crisis; Social_Values; Community_Empowerment
MODEL SOCIOPRENEURSHIP BERBASIS PEMBERDAYAAN: DARI NIRA MENUJU KEMANDIRIAN KOMUNITAS DI KULON PROGO, YOGYAKARTA Amelia Nurulisa; Anik Widiastuti; Elsa Aulia
Jurnal Inovasi Bisnis Indonesia (JIBI) Vol. 3 No. 3 (2026): March
Publisher : PT. Tangrasula Tekno Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61896/jibi.v3i3.213

Abstract

ABSTRAK Penelitian dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemanfaatan potensi lokal nira dan kondisi sosial-ekonomi masyarakat dalam aspek produksi, pengolahan, dan pemasaran. Tujuan penelitian menguraikan model sociopreneurship berbasis pemberdayaan yang dikembangkan di Pedukuhan Tegiri 1 untuk mewujudkan kemandirian komunitas petani nira. Penelitian menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek pendiri dan pengurus KLB Nira Murni. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan model sociopreneurship berbasis pemberdayaan berwujud usaha sosial yang memberdayakan sehingga mengubah relasi ekonomi yang timpang menjadi lebih adil berkelanjutan melalui penguatan kapasitas petani nira, peningkatan nilai tambah produk, serta perluasan akses manfaat ekonomi. Implementasi model melibatkan pemerintah desa dan kelompok masyarakat pengolahan nira menjadi gula semut bernilai lebih tinggi, mendorong peningkatan pendapatan, penguatan kelembagaan, partisipasi sosial dalam kegiatan ekonomi produktif. Model sociopreneurship berbasis pemberdayaan tidak hanya meningkatkan nilai jual produk, tetapi membangun sistem ekonomi lokal yang mandiri dan resilien terhadap dinamika pasar.   Kata Kunci: Sociopreneurship, Pemberdayaan, Nira, Kulon_Progo   ABSTRACT The research is motivated by the suboptimal utilization of local palm sugar potential and the socio-economic conditions of the community in the aspects of production, processing, and marketing. The research objective describes the empowerment-based sociopreneurship model developed in Tegiri 1 Hamlet to realize the independence of the palm sugar farming community. The study used descriptive qualitative research with the founders and administrators of KLB Nira Murni as subjects. Data collection techniques through interviews, observation, and documentation. Analysis using the interactive model of Miles and Huberman. The results show that the empowerment-based sociopreneurship model is a social enterprise that empowers so that it transforms unequal economic relations into more equitable and sustainable ones by strengthening the capacity of palm sugar farmers, increasing product added value, and expanding access to economic benefits. The implementation of the model involves the village government and community groups processing palm sugar into higher-value palm sugar, encouraging increased income, strengthening institutions, and social participation in productive economic activities. The empowerment-based sociopreneurship model not only increases the selling value of products, but also builds a local economic system that is independent and resilient to market dynamics. Keywords: Sociopreneurship, Empowerment, Nira, Kulon_Progo
EVALUASI KESESUAIAN PERENCANA DAN REALISASI ANGGARAN SEKTOR LINGKUNGAN DI KOTA MAKASSAR Mawar Datul Khalwa; Raehanun Nafaretta Fiyorentina; Eva Hany Fanida; Revienda Anita Fitrie
Jurnal Inovasi Bisnis Indonesia (JIBI) Vol. 3 No. 4 (2026): June
Publisher : PT. Tangrasula Tekno Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61896/jibi.v3i4.241

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian antara perencanaan dan realisasi anggaran sektor lingkungan di Kota Makassar selama periode 2021–2026. Penelitian ini penting dilakukan karena masih terbatas penelitian yang secara khusus mengevaluasi konsistensi antara dokumen perencanaan daerah dan realisasi anggaran pada sektor lingkungan sebagai dasar peningkatan efektivitas pembangunan berkelanjutan di tingkat pemerintah daerah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder berupa APBD, Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), dan Laporan Realisasi Anggaran (LRA). Data dianalisis menggunakan analisis rasio kesesuaian, analisis varians (variance analysis), serta analisis deskriptif komparatif untuk mengukur tingkat kesesuaian antara anggaran yang direncanakan dan yang terealisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggaran sektor lingkungan mengalami peningkatan selama periode penelitian, namun tingkat realisasi justru mengalami penurunan dari 90% menjadi 79%. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan alokasi anggaran belum diikuti oleh efektivitas pelaksanaan program. Faktor penyebab utama meliputi kelemahan dalam proses perencanaan, perubahan kebijakan, serta kendala teknis pelaksanaan program. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pemerintah daerah sebagai dasar penyempurnaan proses penganggaran berbasis kinerja dan memperkaya kajian mengenai evaluasi pengelolaan anggaran sektor lingkungan. Kata Kunci: Evaluasi anggaran; Kota Makassar; Perencanaan anggaran; Realisasi anggaran; Sektor lingkungan ABSTRACT This study aims to evaluate the alignment between planning and budget implementation in the environmental sector in Makassar City during the 2021–2026 period. This study is important because there is still a limited number of studies that specifically evaluate the consistency between regional planning documents and budget execution in the environmental sector as a basis for improving the effectiveness of sustainable development at the local government level. The study uses a descriptive quantitative approach utilizing secondary data in the form of the Regional Budget (APBD), Budget Implementation Documents (DPA), and Budget Execution Reports (LRA). The data were analyzed using a conformity ratio analysis, analysis of variance (ANOVA), and comparative descriptive analysis to measure the level of conformity between the planned and actual budgets. The results indicate that the environmental sector budget increased during the study period; however, the budget execution rate actually decreased from 90% to 79%. These findings indicate that increased budget allocations have not been accompanied by effective program implementation. The main contributing factors include weaknesses in the planning process, policy changes, and technical constraints in program implementation. This study contributes to local governments by providing a basis for improving performance-based budgeting processes and enriches the literature on the evaluation of environmental sector budget management. Keywords: Budget evaluation; City of Makassar; Budget planning; Budget implementation; Environmental sector
IMPLEMENTASI NILAI SOCIOPRENEURSHIP PADA UMKM GETHUK GORENG DANMO UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN EKONOMI MASYARAKAT Nabila Fadilah Zhafarina; Nisa Trilestari; Anik Widiastuti
Jurnal Inovasi Bisnis Indonesia (JIBI) Vol. 3 No. 4 (2026): June
Publisher : PT. Tangrasula Tekno Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61896/jibi.v3i4.242

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh besarnya peran UMKM dalam mendorong kesejahteraan masyarakat serta pentingnya penerapan pendekatan sociopreneurship yang menggabungkan tujuan ekonomi dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi nilai sociopreneurship pada UMKM Gethuk Goreng Danmo dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar. Kajian ini mengacu pada konsep UMKM, kewirausahaan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta inovasi produk dan strategi pemasaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan informan penelitian adalah owner Gethuk Goreng Dannmo yang dipilih secara purposive karena memiliki pengetahuan menyeluruh mengenai sejarah usaha, pengelolaan bisnis, serta dampak sosial ekonomi usaha terhadap masyarakat sekitar. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri, keabsahan datanya menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik, dan teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM Gethuk Goreng Danmo mampu memberdayakan masyarakat melalui penyediaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan, serta mendorong aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar. Selain itu, temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan nilai sociopreneurship berkontribusi terhadap keberlanjutan usaha sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kata Kunci: Sociopreneurship, UMKM, Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat ABSTRACT This research is motivated by the significant role of MSMEs in promoting community welfare and the importance of implementing a sociopreneurship approach that combines economic and social objectives. This study aims to examine the implementation of sociopreneurship values in Gethuk Goreng Danmo MSMEs and their impact on the welfare of the surrounding community. This study refers to the concept of MSMEs, social entrepreneurship, community empowerment, as well as product innovation and marketing strategies. The research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. The research informant is the owner of Gethuk Goreng Dannmo was selected using purposive sampling due to their comprehensive knowledge of the business’s history, management, and socio-economic impact on the local community.. The research instrument is the researcher himself, the validity of the data uses source triangulation and technical triangulation, and the data analysis technique uses the interactive model of Miles and Huberman. The results of the study indicate that Gethuk Goreng Danmo MSMEs are able to empower the community by providing employment, increasing income, and encouraging economic activity in the surrounding environment. In addition, these findings indicate that the application of sociopreneurship values contributes to business sustainability as well as improving community welfare. Keywords: Sociopreneurship, UMKM, economic welfare of society
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI EKONOMI KREATIF BERBASIS SOCIOPRENEUR PADA DESA PENGRAJIN GERABAH KASONGAN BANTUL Conita Nilal Muna; Anik Widiastuti; Felicia Anastasya Putri; Anastasya Korokai
Jurnal Inovasi Bisnis Indonesia (JIBI) Vol. 3 No. 4 (2026): June
Publisher : PT. Tangrasula Tekno Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61896/jibi.v3i4.243

Abstract

ABSTRAK Desa Wisata Kasongan di Kabupaten Bantul merupakan pusat ekonomi kreatif berbasis kerajinan gerabah yang memiliki nilai historis dan sosiologis yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pemberdayaan masyarakat melalui ekonomi kreatif berbasis sociopreneurship serta tantangan keberlanjutannya dalam perspektif Pendidikan IPS di Desa Wisata Kasongan, Kabupaten Bantul. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas pemilik usaha gerabah, pengrajin, tokoh masyarakat, dan perangkat desa yang memahami perkembangan industri gerabah Kasongan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model sociopreneurship di Kasongan berkembang melalui penguatan modal sosial, pembagian kerja berbasis keluarga, pelestarian budaya lokal, serta inovasi produk yang berorientasi pasar. Meskipun demikian, keberlanjutan industri masih menghadapi kendala berupa ketergantungan bahan baku dari luar daerah, perubahan iklim, dan rendahnya literasi pemasaran digital. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis sebagai masukan bagi pemerintah daerah dan pelaku UMKM dalam merancang strategi pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi kreatif, sekaligus memperkaya kajian akademik mengenai implementasi sociopreneurship pada industri kerajinan tradisional dalam perspektif Pendidikan IPS. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Ekonomi Kreatif, Sociopreneur, Gerabah Kasongan, Pendidikan IPS. ABSTRACT Kasongan Tourism Village in Bantul Regency is a center of the pottery-based creative economy, possessing strong historical and sociological value. This study aims to analyze a model of community empowerment through a sociopreneurship-based creative economy, as well as the challenges to its sustainability from the perspective of social studies education in Kasongan Tourism Village, Bantul Regency. The study employs a qualitative approach using a case study design. Research informants were selected using purposive sampling and included pottery business owners, artisans, community leaders, and village officials who understand the development of the Kasongan pottery industry. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results indicate that the sociopreneurship model in Kasongan has developed through the strengthening of social capital, family-based division of labor, preservation of local culture, and market-oriented product innovation. Nevertheless, the industry’s sustainability still faces challenges in the form of dependence on raw materials from outside the region, climate change, and low digital marketing literacy. This study offers practical contributions as input for local governments and MSME actors in designing community empowerment strategies based on the creative economy, while also enriching academic research on the implementation of sociopreneurship in the traditional handicraft industry from the perspective of Social Studies education. Keywords: Community Empowerment, Creative Economy, Sociopreneurship, Kasongan Pottery, Social Studies Education.
POLA JARINGAN SOSIAL DAN PENGUATAN KAPASITAS KELOMPOK PERAJIN SARUNG GOYOR DALAM EKOSISTEM EKONOMI KREATIF: STUDI KASUS DI SENTRA TENUN GOYOR ALAT TENUN BUKAN MESIN (ATBM) WANAREJAN UTARA, PEMALANG Widia Reza Valnetina; Hendri Hermawan Adinugraha
Jurnal Inovasi Bisnis Indonesia (JIBI) Vol. 3 No. 4 (2026): June
Publisher : PT. Tangrasula Tekno Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61896/jibi.v3i4.244

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola jaringan sosial dan penguatan kapasitas kelompok perajin sarung goyor dalam ekosistem ekonomi kreatif di Sentra Tenun Goyor Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) Wanarejan Utara, Kabupaten Pemalang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam terhadap pelaku usaha, pekerja, dan pihak terkait, serta dokumentasi berbagai dokumen pendukung. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosistem tenun goyor didominasi oleh industri rumahan yang didukung jaringan sosial berbasis kepercayaan, gotong royong, dan hubungan kerja yang erat sehingga memperkuat akses pasar, inovasi, serta pengelolaan sumber daya. Meskipun demikian, pelaku usaha masih menghadapi tantangan berupa fluktuasi permintaan, keterbatasan inovasi motif, dan rendahnya pemanfaatan pemasaran digital. Penguatan kapasitas dilakukan melalui diversifikasi produk, transformasi pemasaran digital, serta penguatan kelembagaan melalui kolaborasi antar pemangku kepentingan. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan pemberdayaan UMKM berbasis ekonomi kreatif sekaligus memperkaya kajian mengenai peran jaringan sosial dalam meningkatkan daya saing industri kerajinan tradisional. Kata Kunci: Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM); Ekonomi Kreatif; Jaringan Sosial; Penguatan Kapasitas; Sarung Goyor. ABSTRACT This study aims to analyze the social network patterns and capacity building of the Goyor sarong crafters’ group within the creative economy ecosystem at the Non-Mechanized Loom (ATBM) Goyor Weaving Center in North Wanarejan, Pemalang Regency. The study employed a qualitative approach using a case study design. Data were collected through field observations, in-depth interviews with business owners, workers, and relevant stakeholders, as well as the review of various supporting documents. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data presentation, and interactive conclusion-drawing. The results indicate that the Goyor weaving ecosystem is dominated by home-based industries supported by social networks rooted in trust, mutual cooperation, and close working relationships, thereby strengthening market access, innovation, and resource management. Nevertheless, business operators still face challenges such as fluctuations in demand, limited innovation in patterns, and low utilization of digital marketing. Capacity building is achieved through product diversification, digital marketing transformation, and institutional strengthening through collaboration among stakeholders. This study contributes to the development of creative economy-based SME empowerment policies while enriching the literature on the role of social networks in enhancing the competitiveness of the traditional handicraft industry. Keywords: Non-Machine Looms (ATBM); Creative Economy; Social Networks; Capacity Building; Goyor Sarongs.
PENGARUH EARNINGS PER SHARE (EPS) DAN PRICE TO BOOK VALUE (PBV) TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN INFRASTRUKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2022-2024 Zoti Andira; Hery Sawiji
Jurnal Inovasi Bisnis Indonesia (JIBI) Vol. 3 No. 4 (2026): June
Publisher : PT. Tangrasula Tekno Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61896/jibi.v3i4.245

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Earnings Per Share (EPS) dan Price to Book Value (PBV) terhadap harga saham perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022–2024. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya indikator kinerja keuangan dalam memengaruhi keputusan investor dan pergerakan harga saham. Kajian pustaka berfokus pada teori sinyal dan teori nilai perusahaan yang menjelaskan bahwa EPS dan PBV mencerminkan kinerja serta prospek perusahaan di masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto. Populasi penelitian terdiri atas 70 perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di BEI, sedangkan teknik purposive sampling menghasilkan 46 perusahaan dengan 138 observasi. Data diperoleh dari laporan keuangan tahunan yang dipublikasikan pada situs resmi BEI dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda data panel melalui aplikasi E-Views 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EPS dan PBV secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. EPS yang tinggi menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba per saham, sedangkan PBV yang tinggi mencerminkan nilai perusahaan dan kepercayaan investor yang baik. Nilai koefisien determinasi sebesar 99,88% menunjukkan bahwa variasi harga saham sebagian besar dapat dijelaskan oleh EPS dan PBV melalui Fixed Effect Model. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi investor sebagai dasar dalam melakukan analisis fundamental sebelum mengambil keputusan investasi, sekaligus menjadi masukan bagi manajemen perusahaan dalam meningkatkan nilai perusahaan melalui penguatan kinerja keuangan. Dari sisi akademis, penelitian ini memperkaya bukti empiris mengenai penerapan Signalling Theory pada sektor infrastruktur di Indonesia serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya yang mengkaji determinan harga saham pada sektor strategis. Kata Kunci: Earnings Per Share (EPS), Price to Book Value (PBV), harga saham, perusahaan infrastruktur, Bursa Efek Indonesia ABSTRACT This study aims to analyze the effect of Earnings Per Share (EPS) and Price to Book Value (PBV) on stock prices of infrastructure sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during 2022–2024. The study is based on the importance of financial performance indicators in influencing investor decisions and stock price movements. The literature review focuses on signaling theory and firm value theory, which explain that EPS and PBV reflect company performance and future prospects. This research employed a quantitative approach with an ex post facto design. The population consisted of 70 infrastructure companies listed on the IDX, while purposive sampling resulted in 46 companies with 138 observations. Data were collected from annual financial reports published on the IDX official website and analyzed using panel data multiple linear regression with E-Views 12. The findings reveal that EPS and PBV individually and simultaneously have a positive and significant effect on stock prices. Higher EPS indicates stronger profitability per share, whereas higher PBV reflects better firm value and investor confidence. The coefficient of determination of 99.88% shows that stock price variations are largely explained by EPS and PBV through the Fixed Effect Model. This study provides practical insights for investors as a basis for conducting fundamental analysis before making investment decisions, while also offering guidance to company management on how to increase corporate value by improving financial performance. From an academic perspective, this study enriches the empirical evidence regarding the application of Signaling Theory in Indonesia’s infrastructure sector and serves as a reference for future research examining the determinants of stock prices in strategic sectors. Keywords: Earnings Per Share (EPS), Price to Book Value (PBV), stock prices, infrastructure companies, Indonesia Stock Exchange