Proceeding Seminar Nasional IPA
Proceeding Seminar Nasional IPA berisi artikel yang bertema inovasi pembelajaran IPA, penelitian dibidang IPA dan ilmu lingkungan yang berasal dari kegiatan Seminar Nasional IPA. Kegiatan Seminar Nasional IPA sendiri merupakan kegiatan yang diselengarakan oleh Jurusan IPA Terpadu UNNES dengan kerjasama dengan Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII). Kegiatan ini merupakan sarana komunikasi pertukaran informasi antara peserta seminar dengan narasumber yang kompeten terkait pembelajaran sains dan ilmu lingkungan, meningkatkan jejaring kerjasama dengan Jurusan IPA Terpadu FMIPA UNNES dan memfasilitasi pertukaran informasi ilmiah berkaitan pembelajaran IPA yang aktif, inovatif dan kreatif khususnya dalam menyongsong Pembelajaran Abad 21 dan pengembangan karakter berwawasan lingkungan.
Articles
89 Documents
Search results for
, issue
"2024"
:
89 Documents
clear
ANALISIS PERUBAHAN LAHAN DI PESISIR KABUPATEN BATANG
Wijanaputri, Kania Okta;
Hamdani, Adib Afriza;
Permata, Estika Afinda Nur;
Magfiroh, Yuliyanti;
Sihaloho, Enjelia Ernestin;
Suryaningrum, Irnanda;
Heriyanti, Andhina Putri
Proceeding Seminar Nasional IPA 2024
Publisher : LPPM UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perubahan penggunaan lahan merupakan fenomena yang signifikan yang terjadi sebagai dampak dari pertumbuhan industri dan pertumbuhan penduduk di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan alih fungsi lahan di tiga kecamatan dalam rentang waktu tahun 2015 hingga 2023 serta menganalisis perubahan lahan yang terjadi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan interpretasi visual citra satelit resolusi menengah. Data primer diperoleh dari Sistem Informasi Geografis (GIS), sedangkan data sekunder berasal dari Peta Tutupan Lahan 2015 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Batas Administrasi tahun 2023, dan Citra Satelit Landsat 8 tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan lahan terbangun dalam jangka waktu 8 tahun mengalami perubahan yang cukup signifikan. Alih fungsi lahan ini dipicu oleh adanya pembangunan KITB dan pemukiman yang mengakibatkan bertambahnya lahan terbangun. Luas lahan terbangun mengalami peningkatan yang signifikan dalam rentang waktu yang sama, dengan Kecamatan Banyuputih menjadi wilayah yang paling banyak mengalami perubahan tersebut. Penelitian ini memberikan gambaran yang jelas tentang dinamika perubahan lahan di pesisir Batang.
MENDORONG KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS PBL BERBANTUAN LABORATORIUM VIRTUAL
Fadilah, Syiva Nisa Ul;
Munthe, Twinsis Yohani;
Kartikarini, Amellia
Proceeding Seminar Nasional IPA 2024
Publisher : LPPM UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berpikir kritis adalah kegiatan kognitif di mana siswa mampu membagikan bagaimana cara berpikir dalam situasi yang nyata dengan fokus pada memutuskan tindakan atau keyakinan mereka. Tujuan dari pendekatan pembelajaran berbasis masalah (PBL) adalah untuk membantu siswa meningkatkan kemampuan konten, pemecahan masalah, dan pengaturan diri. Dengan menggunakan proses-proses dalam paradigma pembelajaran PBL (Problem Based Learning), siswa dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritisnya selama belajar. Paradigma pembelajaran PBL membantu siswa mengembangkan kebiasaan belajar yang lebih baik dan keterampilan berpikir kritis sambil mengatasi permasalahan dunia nyata. Telah dibuktikan bahwa laboratorium virtual PhET, bersama dengan pendekatan PBL (Problem Based Learning), meningkatkan komponen HOTS siswa yaitu berpikir kritis, berpikir kreatif, dan pemecahan masalah. Laboratorium virtual juga dapat membantu siswa belajar sambil melakukan, mengembangkan pemikiran kritis dan keterampilan memecahkan masalah, serta menjadi lebih termotivasi dan tertarik pada studi mereka. Laboratorium virtual membantu meningkatkan minat dan motivasi keterampilan dengan menawarkan keamanan total dalam hal waktu.
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PESERTA DIDIK MELALUI PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN VIRTUAL REALITY
Ulya, Asma Amaniatul;
Afery, Elvina
Proceeding Seminar Nasional IPA 2024
Publisher : LPPM UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemajuan zaman berdampak dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Saat ini peserta didik dituntut untuk memiliki kemampuan 4C, salah satunya adalah kemampuan pemecahan masalah untuk menghadapi pembelajaran di abad 21. Pemecahan masalah merupakan kemampuan dalam menyelesaikan permasalahan dengan beberapa indikator yang dimiliki. Hingga saat ini masih banyak penelitian yang dilakukan untuk mencari solusi efektif dari permasalahan rendahnya kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Problem Based Learning (PBL) menjadi salah satu solusi pembelajaran yang dinilai efektif untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah. Problem Based Learning merupakan model pembelajaran/pendekatan dalam pembelajaran yang berfokus pada peserta didik untuk memecahkan suatu masalah. Dalam beberapa materi IPA yang masih abstrak dibutuhkan media pembelajaran yang dapat menampilkan konteks materi lebih realistis. Virtual reality merupakan teknologi yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang mampu membuat pengguna seolah-olah berada dalam lingkungan virtual tersebut. Oleh karena itu, pembelajaran PBL berbantuan VR diharapkan dapat menjadi solusi efektif untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik terutama dalam materi yang masih abstrak. Tujuan dari penulisan artikel konseptual ini untuk mengkaji penerapan pembelajaran PBL berbantuan VR untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Penulisan artikel menggunakan metode studi literatur dari jurnal nasional dan jurnal internasional, kemudian merancang ide/konseptual dari permasalahan yang ada. Berdasarkan beberapa sumber yang ditemukan,pembelajaran PBL dengan berbantuan VR dapat memudahkan peserta didik dalam memahami pembelajaran dan dapat mengembangkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik.
BENTUK KEARIFAN LOKAL DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN DI SEKITAR WADUK JATIBARANG, KOTA SEMARANG
Putri, Zahra Rizkia;
Alwyn, Josue Willian;
Puspita, Narindra Indah;
Pratama, Liona Surya;
Salma, Lailatus;
Heriyanti, Andhina Putri;
Fariz, Trida Ridho
Proceeding Seminar Nasional IPA 2024
Publisher : LPPM UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kearifan lokal adalah prinsip atau nilai yang diterapkan pada kehidupan masyarakat dalam melindungi dan mengelola lingkungan hidup secara berkelanjutan. Kota Semarang merupakan ibu kota Provinsi Jawa Tengah yang memiliki berbagai macam kearifan lokal, salah satunya adalah tradisi yang ada di sekitar Waduk Jatibarang, seperti Nyadran Goa, Nyadran Kali, dan Kirab Sesaji Rewandha. Tradisi ini dilakukan setiap tahun sebagai bentuk syukur kepada Tuhan dan dalam mendukung pengelolaan lingkungan. Waduk Jatibarang memiliki fungsi sebagai pengendali banjir, penyimpanan air, tempat wisata, dan perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai bentuk kearifan lokal dalam pengelolaan lingkungan. Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif, yaitu dengan menggunakan studi literatur, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan budaya dan aturan yang terikat dengan pengelolaan lingkungan di sekitar waduk. Sendang Gede adalah sumber air yang digunakan oleh masyarakat setempat dan masih ramah lingkungan. Masyarakat juga melaksanakan tradisi Nyadran Goa untuk menyampaikan rasa syukur atas hasil pertanian dan menjaga kelestarian lahan. Goa Kreo dan Waduk Jatibarang merupakan tempat wisata yang menarik. Penting untuk menjaga warisan budaya seperti Sendang Gede agar tetap dilestarikan.
INTEGRASI PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS EDUCATION FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN INTERPRETASI MASALAH
Hasna, Belva Alisha
Proceeding Seminar Nasional IPA 2024
Publisher : LPPM UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Indonesia saat ini dalam proses pembelajarannya kurang menerapkan pembelajaran yang dapat mengembangkan keterampilan interpretasi masalah. Padahal dalam dunia kerja sendiri dan di masa depan keterampilan interpretasi masalah merupakan salah satu keterampilan yang sangat diperlukan. Oleh karena itu, integrasi penggunaan model problem based learning berbasis pendekatan ESD dapat memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk dapat melatih dan mengembangkan keterampilan tersebut melalui pemberian masalah terkait isu yang sering menjadi pembahasan akhir-akhir ini yaitu isu pencemaran limbah di air laut. Pendekatan ESD juga memungkinkan peserta didik untuk berpikir kritis dan mengambil keputusan atau solusi yang berkelanjutan. Hasil literature menunjukkan bahwa penggunaan model problem based learning yang diintegrasikan dengan ESD dapat meningkatkan keterampilan interpretasi masalah peserta didik dan kesadaran mereka akan pentingnya pelestarian lingkungan.
PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS ETNOSAINS (MAKANAN TRADISIONAL) UNTUK MELATIH KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK
Aramynta, Delse Anindya Diva;
Muqorobiin, Miftahhul
Proceeding Seminar Nasional IPA 2024
Publisher : LPPM UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pembelajaran abad 21 memberikan paradigma baru dalam dunia pendidikan dimana dapat menciptakan tantangan dan peluang untuk menghadapi dinamika global yang terus berkembang. Untuk dapat menghadapi perkembangan dinamika global yang semakin pesat, setiap individu harus memiliki keterampilan abad 21 salah satunya adalah keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Kemampuan berpikir kritis peserta didik di Indonesia masih tergolong dalam kategori rendah dibuktikan oleh penelitian terdahulu. Kemampuan berpikir kritis yang rendah ini salah satunya disebabkan karena desain pembelajaran yang tidak sesuai. Ini merupakan artikel konseptual yang bertujuan untuk mengetahui Problem Based Learning berbasis etnosains melalui makanan tradisional sebagai upaya untuk melatih kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi IPA. Berdasarkan studi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Problem Based Learning berbasis etnosains dapat digunakan untuk melatih dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis pesera didik. Hal ini dikarenakan bahwa pada Problem Based Learning yang disisipkan pengetahuan kearifan lokal (etnosains) terdapat sintaks yang dapat memberikan rangsangan pada peserta didik untuk berpikir kritis.
KEARIFAN LOKAL DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN DI DESA GENITO, KABUPATEN MAGELANG
Hima, Riris Faiqatul;
Pratiwi, Evi Juliani Ayu;
Putri, Ade Anggun Wana;
Bakar, Caesario Kaka Abu;
Ardeny, Anisa Nur Faizah;
Heriyanti, Andhina Putri;
Fariz, Trida Ridho
Proceeding Seminar Nasional IPA 2024
Publisher : LPPM UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Indonesia memiliki beragam suku, ras, dan budaya yang memiliki keunikan sendiri pada kearifan lokal-nya. Salah satu kearifan lokal pada Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang yaitu Merti Dusun dengan fungsi utama melestarikan sumber mata air yang dapat dijadikan sebagai mitigasi bencana pada wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengemukakan kearifan lokal yang ada pada wilayah tersebut sebagai upaya pengelolaan sumber daya alam yang ada. Metode kajian ini menggunakan metode studi literatur, data primer hasil wawancara dan observasi serta menganalisisnya untuk mendapatkan strategi pengelolaan sumber daya alam berbasis kearifan lokal. Hasil yang didapatkan dalam penelitian adalah mendeskripsikan pengelolaan sumber daya alam di Kecamatan Windusari menggunakan kearifan lokal Merti Dusun dengan beberapa susunan seperti membersihkan sendang, slametan, pertunjukan kesenian, dan yang menjadikan ciri khas adalah adanya pernikahan tembakau sebagai bentuk rasa syukur hasil pertanian yang melimpah meskipun di bulan kemarau. Dengan mengembangkan acara Merti Dusun diharapkan menjadi salah satu wisata karena keberagaman budayanya dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
PENERAPAN PjBL DENGAN MEDIA PHET INTERACTIVE SIMULATIONS UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN ORISINALITAS DALAM MATERI KELISTRIKAN
Afery, Elvina;
Ulya, Asma Amaniatul
Proceeding Seminar Nasional IPA 2024
Publisher : LPPM UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perubahan zaman yang sangat pesat menghadirkan berbagai dampak positif maupun negative bagi kehidupan. Untuk menghadapi semua tantangan dan permasalahan di abad ke 21 ini, siswa harus menguasai ketrampilan khusus (soft skill) atau disebut kompetensi 4C. Kompetensi itu meliputi berpikir kritis (Critical Thinking), kemampuan bekerja sama dengan baik (Collaboration), kemampuan berkomunikasi (Communication), dan kreatif (Creativity). Artikel ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan orisinalitas siswa dalam berpikir kreatif melalui model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dengan bantuan media Phet Interactive Simulations pada materi kelistrikan. PjBL mampu mengembangkan pemikiran kreatif siswa dengan menggunakan media Phet Interactive Simulations untuk merancangan desain rangkaian listrik seri dan pararel. Sintak pada model PjBL berisi tentang langkah-langkah detail untuk membuat produk rangkaian listrik seri dan pararel berdasarkan desain yang telah dibuat sebelumnya dalam Phet Interactive Simulations. Hasil dari PjBL ini berupa rangkaian listrik seri dan pararel dengan variasi dan keunikan bentuknya. Desain tersebut dibuat berdasarkan kreatifitas masing-masing siswa.
MODEL RADEC BERBASIS SOCIO-SCIENTIFIC ISSUE (SSI) SEBAGAI ALTERNATIF MENINGKATKAN HIGHER ORDER THINKING SKILLS PADA PEMBELAJARAN IPA ABAD 21
Freani, Ravidah Devi
Proceeding Seminar Nasional IPA 2024
Publisher : LPPM UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) merupakan salah satu keterampilan yang perlu dikuasai peserta didik di era pendidikan abad 21.HOTS menjadi bekal bagi peserta didik untuk dapat terus eksis dalam menghadapi berbagai kemajuan IPTEK.Namun,pada prakteknya HOTS masih belum dikuasai secara optimal,banyak aspek yang melatar belakangi kendala tersebut diantaranya:kesalahpahaman guru terhadap model pembelajaran inovatif,tahapan pelaksanaan model pembelajaran yang sulit diingat dalam hal sintaksnya,sistem pembelajaran yang monoton pada penguasaan teori dan penyesuaian dengan kebutuhan peserta didik.Solusi untuk mengatasi hal tersebut adalah perlunya integrasi model dengan pendekatan yang relevan dan dapat mengakomodir keterampilan siswa secara nyata.Kombinasi antara model pembelajaran radec dengan Socio-Scientific Issue dapat dijadikan sebagai alternatif untuk menangani problematika tersebut.Tujuan dari penulisan artikel konseptual ini,yaitu mengkaji peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik menggunakan model pembelajaran RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, and Create) berbasis isu sosial-ilmiah pada Pembelajaran IPA.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) BERMUATAN ESD
Nihayati, Fatiha
Proceeding Seminar Nasional IPA 2024
Publisher : LPPM UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu tingkat berpikir tinggi siswa dalam metode belajar Project Based Learning adalah berpikir kreatif. Pada tahun 2018 hasil studi PISA menyatakan bahwa posisi Indonesia berada di peringkat 74 dari 79 negara. Hal ini mengindikasikan Indonesia masih perlu meningkatkan pembelajaran yang mengasah otak siswa salah satunya berpikir kreatif. Untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik dapat dilakukan dengan penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) yang bermuatan Education for Sustainable Development (ESD)pada peserta didik. PjBL adalah pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, di mana mereka terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran melalui pengerjaan proyek-proyek nyata dan relevan. ESD adalah pendekatan pendidikan yang bertujuan untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap yang diperlukan untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan, menekankan keseimbangan antara pilar ekonomi, sosial, dan lingkungan.