cover
Contact Name
Achmad Afandi
Contact Email
Triwikrama325@gmail.com
Phone
+628123230129
Journal Mail Official
triwikrama325@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tutut Arjowinangun No 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Published by CV. SW Anugerah
ISSN : 29881986     EISSN : 29881986     DOI : -
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Triwikrama Journal uses a license CC-BY-SA or an equivalent license as the optimal license for the publication, distribution, use, and reuse of scholarly works. This license permits anyone to compose, repair, and make derivative creation even for commercial purposes, as long as appropriate credit and proper acknowledgment to the original publication from Journal Sospol is made to allow users to trace back to the original manuscript and author. Readers are also granted full access to read and download the published manuscripts, reprint, and distribute the manuscript in any medium or format
Articles 1,311 Documents
STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN HUTAN MELALUI PROGRAM PERHUTANAN SOSIAL DI DESA SIDODADI KECAMATAN TEMPUREJO KABUPATAN JEMBER Very Andaresta; Akbar Maulana
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v3i11.3968

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Hutan Melalui Program Perhutanan Sosial di Desa Sidodadi Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember. Fokus topik dalam penelitian ini terkait dengan melihat strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Hutan melalui Program Perhutanan Sosial di Desa Sidodadi Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Proses pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, informan ditentukan adalah orang-orang yang benar-benar mengetahui permasalahan yang akan diteliti serta mempunyai keahlian dan pemahaman yang baik tentang perhutanan sosial. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan hutan di desa Sidoadi dapat dikatakan telah terlaksana dengan baik.
TRADISI SIDA SEBAGAI IKATAN SOSIAL DALAM HUBUNGAN KEKERABATAN MASYARAKAT MANGGARAI DI DESA BERE KECAMATAN CIBAL BARAT KABUPATEN MANGGARAI Patrisia Jesika Amanda
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v3i11.3979

Abstract

Tradisi sida secara adat adalah tradisi memberi sumbangan dari pihak anak wina kepada anak rona yang hendak melakukan acara adat, seperti pernikahan, kematian dan syukuran. Sida sebagai ungkapan keprihatinan, cinta, belas kasih dan rasa tanggung jawab dari keluarga anak wina kepada keluarga anak rona, dengan maksud untuk meringankan beban dari anak rona. Seiring perkembangan zaman masyarakat Bere melihat sida sebagai salah satu warisan budaya yang menghambat karena sida hanya dibebankan sepihak yaitu kepada anak perempuan yang sudah menikah. Fenomena ini tentunya menimbulkan berbagai pandangan masyarakat bere terkait sida yang menarik untuk dikaji. Berpijak dari fenomena tersebut, penelitian ini difokuskan pada mekanisme dan fungsi sida dalam ikatan kekerabatan masyarkat Desa Bere. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat diketahui bahwa tradisi sida pada masyarakat Desa Bere mengikuti beberapa tahap sesuai dengan mekanisme yang berlaku mulai dari kumpul keluarga sampe pada anak rona pergi mengunjungi anak wina untuk meminta sida Sida ini terbentuk atas hubungan perkawinan. Ada beberapa jenis sida yang dijalankan masyarakat Bere yaitu sida laki, sida mata, dan sida penti. Sida menjadi ikatan yang kuat dalam hubungan kekerabatan masyarakat Bere. Meskipun sebagian masyarakat juga mengatakan bahwa sida ini menjadi beban bagi anak wina, tetapi budaya sida pada masyarakat bere tetap mereka jalankan sampai saat ini karena sudah menjadi salah satu tradisi.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENURUNAN STUNTING DI KELURAHAN KEDUNG BARUK KOTA SURABAYA Virda Devy Dwi Alviyanti; Rachmawati Novaria; Adi Soesiantoro
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v3i11.3983

Abstract

Stunting merupakan kondisi anak usia di bawah lima tahun (balita) yang memiliki tinggi badan dibawah rata-rata balita pada umumnya. Angka prevalensi stunting di Indonesia masih melebih batas normal yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) yaitu sebesar 24,4 persen atau 5,33 juta balita mengalami stunting pada tahun 2021. Kelurahan Kedung Baruk merupakan satu dari kelurahan yang ada di Surabaya menjalankan kebijakan penurunan Stunting. Karena pada tahun 2021 di Kelurahan Kedung Baruk terdapat 23 balita mengalami stunting. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kesesuaian aspek organisasi, interpretasi, dan penerapan dalam implementasi kebijakan penurunan stunting di Kelurahan Kedung Baruk Kecamatan Rungkut Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan penurunan stunting di Kelurahan Kedung Baruk belum dilaksanakan dengan baik dan optimal dengan tiga pilar keberhasilan implementasi menurut Jones (1996) organisasi, interpretasi dan penerapan. Organisasi yang berperan dalam implementasi belum berjalan dengan baik karena belum adanya SOP (standar operasional prosedur) dan pedoman kinerja serta adanya rangkap jabatan dalam percepatan penurunan stunting. Interpretasi kebijakan penurunan stunting di Kedung Baruk telah sesuai dengan Peraturan Walikota Surabaya Nomor 79 Tahun 2022 tentang Percepatan Penurunan Stunting di Surabaya. Namun pemahaman masyarakat dan pelaksana kebijakan masih kurang tentang stunting. Penerapan kegiatan penurunan stunting telah dilakukan dengan baik dan rutin namun dalam pelaksanaannya tim percepatan penurunan stunting / TPPS Kelurahan Kedung Baruk tidak mengetahui adanya pedoman kinerja. Faktor pendukung implementasi penurunan stunting di Kedung Baruk adalah Kader Surabaya Hebat, bantuan susu dan vitamin dari Pemerintah Kedung Baruk dan Puskesmas dan alat pendukung yang telah tersedia. Faktor penghambat adalah keterbatasan sumber daya manusia dan finansial, kurangnya pengetahuan anggota tim tentang pedoman kinerja
ANALISIS TEKNIK NEGOSIASI LINTAS BUDAYA DALAM BISNIS Sheilla Meylany; Gia Rizki Febryanti; Anisa Nurul Fatimah; Salman Ahmad Syarif; Farrell Regan Sanjaya
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v3i11.4000

Abstract

Negosiasi berfungsi sebagai titik awal yang penting untuk menyelesaikan konflik dan mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan dalam berbagai lingkungan bisnis, termasuk konteks lintas budaya. Proses ini melibatkan pihak-pihak yang memiliki kepentingan yang berbeda, sehingga membutuhkan komunikasi yang efektif untuk mengatasi perbedaan dan mencapai hasil yang memuaskan. Kemajuan modern dalam teknologi komunikasi telah memperluas jalur negosiasi melalui media digital seperti email dan platform konferensi video seperti Zoom dan Google Meet. Negosiasi yang efektif dalam situasi seperti ini membutuhkan kejelasan tujuan, saling pengertian, dan perjanjian tertulis untuk mencegah kesalahpahaman. Gaya negosiasi yang berbeda memainkan peran penting dalam mencapai hasil yang sukses. Hal ini mencakup pendekatan yang berorientasi pada tawar-menawar, kompromi, dan kolaboratif, yang masing-masing disesuaikan dengan skenario konflik tertentu. Dalam lingkungan bisnis lintas budaya, negosiasi menjadi sangat penting dalam menjembatani kesenjangan budaya dan menyelaraskan gaya dan kepentingan komunikasi. Strategi seperti komunikasi yang tegas dan pemilihan waktu negosiasi yang bijak membantu dalam mengelola ketegangan secara konstruktif. Selain itu, konflik dalam negosiasi tidak selalu merugikan; konflik dapat meningkatkan hubungan dan menumbuhkan pemahaman antar pihak. Empat perilaku negosiasi utama - bergerak melawan, bergerak bersama, bergerak menjauh, dan tidak bergerak - digunakan untuk mengurangi kesalahpahaman dan memfasilitasi penyelesaian konflik. Pada akhirnya, prinsip-prinsip negosiasi menekankan pada pemahaman akan kebutuhan dan kepentingan semua pihak yang terlibat. Para negosiator harus menyeimbangkan ketegasan dengan empati, untuk memastikan bahwa kesepakatan yang dicapai menguntungkan semua pihak. Pilihan pendekatan negosiasi - apakah kooperatif atau kompetitif - bergantung pada konteks dan sifat konflik. Dengan mengikuti prinsip-prinsip ini dan menggunakan strategi yang tepat, perusahaan dapat menavigasi negosiasi yang kompleks secara efektif, memastikan kemitraan yang berkelanjutan dan hasil yang menguntungkan.
GOOD TOURISM GOVERNANCE PADA PERATURAN DAERAH NOMOR 8 TAHUN 2019 TENTANG RENCANA INDUK PENGEMBANGAN KEPARIWISATAAN SEBAGAI DESA WISATA BEJIJONG KECAMATAN TROWULAN KABUPATEN MOJOKERTO Fransiskus Ari Nugraha; Agus Sukristiyanto; Muhammad Roisul Basyar
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Kabupaten Mojokerto memiliki program untuk melakukan pengembangan sektor pariwisata hal ini sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2019 Tentang Rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan. Penelitian ini berfokus pada aspek penerapan Good Tourism Governance dalam pengembangan desa wisata. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif yang menghasilkan data berupa kata-kata tertulis dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui berbagai peran dan keterlibatan dari sektor pemerintahan, pihak swasta, dan masyarakat dalam pelaksanaannya berpedoman pada prinsip-prinsip Good Tourism Governance. Desa Bejijong sebagai salah satu desa wisata rintisan yang berada di Kabupaten Mojokerto berusaha mengembangkan berbagai fasilitas dan sumber daya manusia agar menjadi desa wisata yang memiliki karakter budaya sebagai nilai jual yang dapat memberikan dampak positif terhadap masyarakat Bejijong. Elemen-elemen yang terlibat baik dari Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mojokerto, Desa Bejijong, Lembaga Desa Wisata Bejijong, dan masyarakat memiliki peranan yang saling membutuhkan untuk bersinergi dalam pengembangan desa wisata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sadar akan pentingnya merawat dan mengembangkan desa wisata di Desa Bejijong sebagai satu-satunya desa wisata yang mengusung tema Budaya. Namun dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kendala akibat pandemi Covid-19 yang sempat mematikan laju pengembangan desa wisata dan juga adanya beberapa faktor ketidak sinergisan antara pihak pemerintah Desa Bejijong dan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mojokerto yang mengakibatkan proses pengembangan desa wisata Bejijong ini menjadi lebih terhambat.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN PERLINDUNGAN ANAK JALANAN DI KOTA SURABAYA: (Studi pada UPTD Kampung Anak Negeri Wonorejo) Mohammad Iqbal Syahriar; Bambang Kusbandrijo; Supri Hartono
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v3i12.4023

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan penyelenggaraan perlindungan anak jalanan di kota surabaya, dengan fokus pada studi kasus UPTD Kampung Anak Negeri Wonorejo. Peneleitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasinya. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan penyelenggaraan perlindungan anak jalanan ini masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan sumber daya manusia dan dukungan masyarakat. Meskipun demikian, terdapat beberapa faktor keberhasilan dalam meningkatkan kesejahteraan anak jalanan melalui program-program pembinaan dan pemberdayaan yang dilaksanakan oleh UPTD Kampung Anak Negeri. Penelitian ini menyarankan peningkatan koordinasi antar lembaga dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk mengoptimalkan implementasi kebijakan penyelenggaraan perlindungan anak jalanan.
PENGARUH GAME ONLINE TERHADAP PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA PROGRAM STUDI SOSIOLOGI PADA UNIVERSITAS TERBUKA KOTA SEMARANG TAHUN 2024 Rico Rizaldy; Dany Miftahul Ula
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v3i12.4032

Abstract

Kecanduan game online dapat menyebabkan mahasiswa mengalami kecanduan, menghabiskan waktu yang banyak untuk bermain game, dan mengabaikan tugas akademik. Hal ini dapat berdampak pada prestasi akademik yang kurang memuaskan. Selain itu, game online juga dapat mempengaruhi motivasi belajar mahasiswa, sehingga mereka menjadi kurang motivasi untuk belajar dan meningkatkan prestasi akademik. Tujuannpenelitiannini untuknmengetahuinpengaruh game online terhadapnprestasi akademik mahasiswanprogram studinSosiologi pada universitas terbuka tahun 2024. Penelitian menggunakan metode kuantitatif, teknik pengumpulan dengan metode kuesioner. Teknik sampling dengannsimple randomnsampling, berdasarkannperhitungan rumusnslovin, jumlahnsampel dindalam penelitiannini 82 mahasiswa program studi sosiologi Universatas Terbuka kota Semarang tahun 2024. Analisisndata menggunakannregresi linearnsederhana, hasilnpenelitian menyimpulkanngame online berpengaruhnnegatif danisignifikan terhadap prestasi akademik mahasiswa program studi sosiologi universitas Terbuka di kota Semarang, dengan kemampuan prediksii77,3%, sedangkanisisanya sebesari22,7% prestasi akademik mahasiswa program studi sosiologi universitas Terbuka di kota Semarang dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti di dalam penelitian ini.
Teori Sosiologi Dan Karya Max Weber Dimas Fadilah; Dany Miftahul Ula
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v3i12.4036

Abstract

Artikel ini membahas mengenai teori sosiologi dan karya dari Max Weber.  Metode penelitian dalam jurnal ini menggunakan studi pustaka (libreary research). Hasil peneilitian menunjukkan bahwa Maximilian Carl Emil Weber atau yang lebih dikenal dengan Max Weber merupakan  seorang ilmuan yang sangat penting dalam ilmu sosiologi. Banyak pemikiran-pemikirannya yang digunakan sebagai bahan dan teori-teori oleh para sosiolog masa kini. Ia terlahir dari keluarga yang kurang harmonis dikarenakan orang tuanya berbeda padangan dalam menjalani kehidupan.  Max Weber banyak menghasilkan karya-karya di bidang sosiologi terutama di bagian aspek konsepsionalnya, namun dalam penyajian sebagian hasil karyanya terlihat bahwa jalan pikiran Max Weber ditandai dengan wawasan yang luas yang bersifat metodologis, ilmiah, dan filosofi. Ia juga memperhatikan antagonsme yang ada dan tidak memungkinkan tersebar dimana-mana namun ia selalu berusaha untuk senantasa merumuskan konsep-konsep yang dipergunakannya dan membahasnya secara profeisional.
EVALUASI PELAKSANAAN PENGENDALIAN LINGKUNGAN DAMPAK LIMBAH PABRIK GULA OLEH DLH JOMBANG MENURUT PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 22 TAHUN 2021 Tamahdur Jahro Fajariyyah; Bambang Kusbandrijo; Supri Hartono
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v3i12.4040

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis evaluasi terkait pelaksanaan pengendalian lingkungan dampak limbah pabrik gula oleh DLH Jombang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode penelitian deskriptif ini dipilih untuk menyajikan data secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta yang ada dilapangan. Model penelitian ini dengan menggunakan pendekat pada pelaksana pengendalian lingkungan di Kabupaten Jombang merupakan orientasi untuk pengendalian pencemaran lingkungan sungai di aliran sungai yang dilewati limbah pabrik gula Djombang Baru. Hasil penelitian ini adalah pelaksanaan aturan perundang-undangan (Peraturan Pemerintah No 22 Tahun 2021) yang dimana pelaksanaan pengendalian yakni berupa program pengawasan oleh Dinas Lingkungan Hidup Jombang, diyakini belum efisien yang dimana pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup di lokasi pembuangan limbah di aliran sungai sekitar PG. Djombang Baru masih banyak menemui hambatan dari internal maupun eksternal. Dan Dari penelitian tersebut dapat kita ketahui bersama bahwa faktor pendukung dari kebijakan pengendalian yang dilakukan oleh DLH Jombang atas proses produksi PG Djombang baru.
IMPLEMENTASI PROGRAM PETANI MANDIRI MELALUI KARTU PETANI MANDIRI (KPM) PLUS DI KABUPATEN BOJONEGORO Arinda Dias Fidiyanti; Anggraeny Puspaningtyas; Eddy Wahyudi
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v3i12.4043

Abstract

Implementasi kebijakan adalah proses yang sulit dan sering melibatkan banyak masalah. Untuk berhasil, perlunya harus memahami faktor-faktor yang memengaruhi implementasi dan menerapkan metode yang sesuai dengan situasi dan persyaratan khusus. Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro, khususnya petani yang kurang memperoleh peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan pengembangan usaha tani mereka. Untuk memperoleh manfaat dari Program Petani Mandiri (PPM) yang diluncurkan oleh pemerintah Kabupaten Bojonegoro, petani harus mempunyai Kartu Petani Mandiri (KPM) Plus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori implementasi kebijakan Grindle. Berdasarkan hasil penelitian implementasi program petani mandiri ini berisikan bantuan modal bernilai maksimal 10 juta dan bantuan-bantuan yang diterima oleh kelompok tani sesuai dengan yang diajukan, jaminan asuransi gagal panen, pembelian hasil pertanian, pelatihan, serta beasiswa bagi keluarga petani. Program ini berjalan dengan baik dan tepat sasaran namun belum maksimal dikarenakan masih rendanya SDM para petani, kurangnya sumber daya manusia sehingga sosialisasi atau pendampingan kepada kelompok tani kurang.

Page 53 of 132 | Total Record : 1311


Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 12 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 11 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 10 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 12 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 11 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 10 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 1 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 9 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 7 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 6 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 5 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 4 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 9 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 7 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 12 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 11 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 10 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 9 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 8 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 7 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 6 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 5 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 4 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 1 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 8 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 7 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 6 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 5 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 4 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 1 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 9 (2021): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial More Issue