cover
Contact Name
Achmad Afandi
Contact Email
Triwikrama325@gmail.com
Phone
+628123230129
Journal Mail Official
triwikrama325@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tutut Arjowinangun No 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Published by CV. SW Anugerah
ISSN : 29881986     EISSN : 29881986     DOI : -
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Triwikrama Journal uses a license CC-BY-SA or an equivalent license as the optimal license for the publication, distribution, use, and reuse of scholarly works. This license permits anyone to compose, repair, and make derivative creation even for commercial purposes, as long as appropriate credit and proper acknowledgment to the original publication from Journal Sospol is made to allow users to trace back to the original manuscript and author. Readers are also granted full access to read and download the published manuscripts, reprint, and distribute the manuscript in any medium or format
Articles 1,311 Documents
EVALUASI PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH NOMOR 3 TAHUN 2016 TENTANG PENATAAN DAN PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI WILAYAH GADING FAJAR KABUPATEN SIDOARJO Annisa Tiorma Shinta; Anggraeny Puspaningtyas
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i1.4168

Abstract

Upaya pemerintah dalam penyelenggaraan pembangunan perekonomian negara melalui UMKM disambut baik oleh masyarakat Indonesia. Hal ini dibuktika oleh Kabupaten Sidoarjo yang telah memiliki lebih dari 300 ribu UMKM per tahun 2023. Namun keberadaan UMKM ini tidak hanya memberikan dampak positif dalam perekonomian negara, juga memberikan dampak negatif bagi tata ruang kota, kebersihan lingkungan, juga kemacetn di jalan umum, khususnya oleh PKL yang menetap di bahu jalan. Oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Perda Sidoarjo 3/2016 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL berfokus untuk dapat meminimalisir dampak negative dari keberadaan PKL. Penelitian ini akan mengevaluasi implementasi Perda Sidoarjo 3/2016 melalui teori evaluasi William N Dunn di wilayah PKL Gading Fajar. Tipe penelitian yang diguanakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi yang akan dianalisis untuk dapat memberikan jawaban atas isu penelitian. Hasil penelitian mengungkapkan bahpa implementasi Perda Sidoarjo 3/2016 dilaksanakan oleh Diskopum dan Satpol PP sebagai pejabat pemerintah masih belum memenuhi indikator evaluasi. Responsivitas PKL dan masyarakat memang sudah baik, namun perlu adanya dukungan lain dari pemerintah Kabupaten Sidoarjo seperti anggaran dana, lahan relokasi, dan pedoman teknis lebih lanjut untuk mendukung keberhasilan kebijakan pemberdayaan PKL.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN KEBIJAKAN PENANGANAN STUNTING SESUAI PERBUP NO 89 TAHUN 2021 DI SIDOARJO Cintya Hanum Pramudita; Yusuf Hariyoko; Eddy Wahyudi
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i1.4169

Abstract

Penelitian ini untuk menjelaskan instrument yang digunakan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo Sesuai Perbuo No 89 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting Terintegritas dan mengidentifikasi 3 Indikator, yaitu Piranti Hukum, Tatanan Kelembagaan dan Mekanisme Operasional dengan pengembangan analisa teori instrumen kebijakan berdasarkan teori dari Tatang A. Taufik. Instrument Kebijakan adalah alat yang digunakan oleh pemerintah untuk mencapai tujuan atau sasaran kebijakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan memberikan gambar atau penjelasan yang tepat secara objektif terkait dengan keadaan yang sebenarnya dari objek yang diteliti. Hasil dari penelitian ini menunjukkan instrumen yang digunakan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sudah efektif dan berjalan dengan baik walaupun masih ada kendala dalam pelaksanaan penurunan stunting di Sidoarjo atau masih belum optimal. Keberhasilan itu dibuktikan dengan menurunnya prevalensi angka stunting di Kabupaten Sidoarjo. Penurunan ini merupakan hasil dari upaya kolaborasi lintas sektor dan peran desa atau TPPS kabupaten hingga kelurahan. Pengembangan instrumen dalam penanganan stunting di Sidoarjo ialah TTPS dan Desa Lokus Stunting tiap tahunnya berganti. Adapun kendala dalam penurunan angka stunting di Sidoarjo, yaitu kurangnya anggaran dalam penetapan desa lokus stunting, masih rendahnya pengetahuan dan rendahnya kader tentang isu dan penanganan stunting, sumber daya manusia yang ada di puskesmas, rendahnya kesadaran pentingnya tablet penambah darah pada remaja putri dan ibu hamil, masih menganggap remeh masalah sanitasi dan kurang mengutamakan pembangunan jamban serta Keakuratan dan kelengkapan data yang diperoleh dari Posyandu. Saran dari penelitian ini adalah Memperkuat koordinasi antar program di puskesmas, Meningkatkan komitmen dan keseriusan semua pihak melalui sosialisasi dan advokasi program stunting, Gencarkan kampanye edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, Meningkatkan sistem pendataan dan pelaporan di Posyandu untuk memastikan data yang akurat dan lengkap.
STRATEGI HUBUNGAN BISNIS INTERNASIONAL DALAM PERUSAHAAN MULTINASIONAL: MEMAHAMI DINAMIKA KOMPLEKS PASAR MODAL Selvira Dhea Gustianti; Rinda Pramudya Pangesti; Harum Uswatun Chasanah
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i1.4170

Abstract

Saat ini banyak bisnis yang sedang beroperasi di berbagai negara biasa juga disebut dengan perusahaan multinasional. Bisnis Global saat ini ditandai dengan perubahan yang cepat dan kompleksitas yang meningkat. Lingkungan dinamis ini , memahami strategi yang dapat digunakan perusahaan untuk menenembus pasar internasional menjadi sangat penting. Globalisasi saat ini juga dikaitkan dengan pembentukan perusahaan multinasional ditunjukkan oleh perdagangan yang dapat mempengaruhi hubungan internasional karena adanya perusahaan multinasional. Dalam era globalisasi yang semakin maju, perusahaan multinasional harus memahami dinamika pasar global untuk mengembangkan startegi hubungan bisnis internasional yang efektif.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SENTRA USAHA TAHU UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN DI KELURAHAN TINALAN KOTA KEDIRI Syafinatur Rochmah; Arif Darmawan
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i1.4175

Abstract

Pemberdayaan masyarakat mempunyai pengertian bisa mengembangkan, memandirikan, menswadayakan serta memperkuat masyarakat lapisan bawah pada kekuatan penekanan di semua bidang dan sektor kehidupan. Pemberdayaan masyarakat dilakukan untuk memandirikan masyarakat terutama dari kemiskinan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat guna dapat menganalisis kondisi dan potensi serta masalah yang perlu diatasi dan melibatkan masyarakat sekitar. Kota Kediri memiliki banyak sentra produksi tahu berawal dari imigrasi besar-besaran warga Tionghoa pada tahun 1900-an. Tujuan penelitian ini ialah untuk menegtahui bagaimana pemberdayaan masyarakat melalui Sentra Usaha Tahu untuk meningkatkan perekonomian di Kelurahan Tinalan Kota Kediri. peneliti memilih menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian menggunakan analisis data menurut Miles dan Huberman (1984). Hasil penelitian ini menunjukkan permasalahan yang sudah teratasi atau dapat dikatakan berhasil serta mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah dan Lembaga lain seperti Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kediri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kediri, serta kelurahan per masing-masing kota juga ikut serta mendukung. Hal ini mendorong penulis untuk melakukan penelitian mengenai Pemberdayaan Masyarakat Melalui Sentra Usaha Tahu Untuk Meningkatkan Perekonomian Di Kelurahan Tinalan Kota Kediri. Setelah dilakukannya penelitian, peneliti menyajikan hasil penelitian atau menyajikan data dalam bentuk penjelasan atau pengemasan data secara visual agar lebih mudah dipahami. Tanpa penyajian yang tepat, peneliti akan kesulitan menganalisis hasil akhir penelitian.
MENELUSURI JEJAK NEOLIBERAL: PLANNED OBSOLESCENCE DALAM PERUBAHAN EKONOMI GLOBAL Christabel Benedicta Orno; Gusti Ayu Santika; Inda Ayu Makahiking
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i1.4209

Abstract

Planned obsolescence is a practice in modern economics where manufacturers intentionally design products to become obsolete quickly, encouraging consumers to buy new products more frequently. This phenomenon has wide-ranging impacts, including increased consumption, reduced sustainability, and shifts in consumer behavior. This research analyzes the impact of planned obsolescence on the economy, environment, and technology within the context of neoliberalism theory, and seeks solutions to mitigate its negative effects. In electronic devices such as washing machines and smartphones, planned obsolescence leads to increased waste, decreased consumer trust, and economic inequality. Environmental impacts include increased electronic waste and carbon emissions, while economically, this practice fosters unsustainable growth. Effective regulation, promotion of sustainable innovation, and consumer education on the importance of choosing durable and environmentally friendly products are necessary to reduce its adverse effects.
ANALISIS PENGELOLAAN BUMDES DI DESA NGINGAS KECAMATAN WARU KABUPATEN SIDOARJO BERDASARKAN TEORI PUBLIC VALUE Makhrita Mufidah; Yusuf Hariyoko; Indah Murti
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i1.4221

Abstract

Desa Ngingas adalah salah satu desa di Kabupaten Sidoarjo yang memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pada tahun 2017. Beberapa usaha yang masih berjalan seperti jual mesin pembakar sampah, jual beli mesin, serta wisata edukasi kampung logam. Nilai publik digunakan sebagai masukan-masukan yang berguna bagi pemerintah desa, pengurus BUMDes, beserta jajarannya supaya apabila ada yang kurang baik dapat diperbaiki. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis dan mengetahui secara luas tentang pengelolaan BUMDes di Desa Ngingas Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo berdasarkan teori public value. Penelitian ini menggunakan teori public value menurut Mark H. Moore. Pada penelitian ini menitikberatkan pada tiga komponen yang harus dipenuhi, yaitu legitimasi dan dukungan, kemampuan operasional, serta nilai substansial. Penelitian ini adalah jenis Penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai publik pada Badan Usaha Milik Desa di Desa Ngingas Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo sudah dilakukan dengan baik yakni tercapainya indikator legitimasi dan dukungan, kemampuan operasional yang terdiri dari sumber daya manusia, teknologi, dan finansial. Ada juga nilai substansial, yaitu nilai ekonomi, sosial dan budaya, pendidikan, serta ekonogi. Namun pada indikator nilai politik masih belum berjalan dengan baik, sehingga indikatot tersebut harus dievaluasi. Salah satu tujuan BUMDes Ngingas adalah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa dan memajukan pembangunan ekonomi di masa mendatang melalui penerapan nilai publik.
IMPLIKASI POLA INTERAKSI MAHASISWA RANTAU ASAL JAKARTA DI UNIVERSITAS UDAYANA Adinda Artha Lestari; A.A. Ngr. Anom Kumbara; Nanang Sutrisno
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i1.4240

Abstract

Mahasiswa yang memilih kampus diluar daerah asalnya harus berhadapan dengan lingkungan baru. Lingkungan baru memiliki banyak perbedaan dengan lingkungan asalnya. Salah satunya adalah perbedaan pola interaksi seperti gaya bahasa, gaya hidup, dan gaya bersosialisasi yang berbeda dengan normalitas mahasiswa pada umumnya. Upaya berinteraksi di tengah lingkungan yang berbeda dapat menjadi tantangan, tapi juga membuka peluang bagi mahasiswa rantau untuk mengembangkan keterampilan adaptasinya. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini akan berfokus pada interaksi yang dilakukan oleh mahasiswa rantau khususnya asal Jakarta dalam menghadapi perbedaan kebudayaan. Permasalahan tersebut menjawab pertanyaan penelitian yang dapat diformulasikan sebagai berikut, bagaimana Implikasi dari pola interakis mahasiswa rantau asal Jaarta di Universitas Udayana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, teknik wawancara, studi dokumen dan studi kepustakaan. Data diolah melalui proses reduksi data, penyajian data dan penarik kesimpulan. Permasalahan dalam penelitian dianalisis dengan menggunakan Teori adaptasi oleh John William Bennett dan Teori interaksionisme simbolik oleh Herbert Blumer. Berdasarkan hasil penelitian ini adalah proses interaksi yang dilakukan oleh mahasiswa rantau asal Jakarta menimbulkan proses asosiatif dan disosiatif. Interaksi asosiatif ditunjukan dengan usaha menyatukan perbedaan. Interaksi disosiatif adanya perpecahan dan konflik dalam proses berinteraksi dengan mahasiswa lainnya.
PEMBERDAYAAN KELUARGA DHUAFA UNTUK MENGATASI KEMISKINAN DI KEMBANGAN JAKARTA BARAT Ilham Mundzir; Rabela Dekasari; Intan Azri Anggraeni; Aisha Nailah Putri Evrina
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i1.4258

Abstract

Fenomena kemiskinan masih menjadi permasalahan penting yang terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Berbagai faktor seperti ketidakmerataan pendapatan dan rendahnya kualitas sumber daya manusia menjadi penyabab dari permasalahan ini. Program pemberdayaan keluarga yang kurang mampu atau dhuafa menjadi salah satu upaya untuk membantu mereka memenuhi kebutuhan hidupnya melalui kegiatan usaha, sehingga dapat menjalani kehidupan yang lebih layak. Pemberdayaan merupakan proses yang dilakukan oleh individu atau masyarakat untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuannya, sehingga mereka menjadi lebih berdaya dalam membangun diri dan yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas hidup, mewujudkan kesejahteraan, dan mencapai kemandirian. Pemberdayan keluarga dhuafa dilakukan dengan menggunakan metode PAR (Participatory Action Research). Kegiatan ini mencakup penentuan keluarga dhuafa yang memiliki keterbatasan ekonomi, fundraising, serta penyerahan bantuan berupa modal usaha. Setelah dilaksanakannya program pemberdayaan tersebut, menunjukkan kesuksesan dan keberhasilan dalam membantu mengatasi keterbatasan ekonomi yang dialami oleh keluarga dhuafa, sehingga uang yang dihasilkan dari usaha tersebut dapat digunakan untuk menambah biaya kehidupan sehari-hari dan biaya pendidikan anaknya.
HAMBATAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL BIDAN DENGAN IBU DALAM KEGIATAN POSYANDU DI DESA KARANGANYAR KECAMATAN AMBULU KABUPATEN JEMBER Yola Amanda Saputri; Juariyah, Juariyah
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i1.4262

Abstract

Komunikasi Interpersonal merupakan proses interaksi yang dapat dilakukan atara dua orang atau lebih untuk menyampaikan pesan dengan melibatkan individu sebagai pengirim pesan dan individu yang lain sebagai penerima pesan yang berguna untuk menjalin hubungan yang positif. Komunikasi Interpersonal dalam dunia terjalin antara bidan dan pasien. dengan adanya bidan kesehatan ibu dan anak akan terjaga, sehingga dapat melahirkan bayi yang sehat dan normal. Untuk mendapatkan pelayanan kesehatan kepada ibu hamil, ibu yang telah melahirkan dapat mendatangi posyandu guna melakukan pemeriksaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahu hambatan komunikasi interpersonal antara bidan dengan ibu hamil dalam kegiatan posyandu. Teori yang digunakan dalam penelitian yaitu teori interaksi simbolik oleh George Herbert Mead.Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengambilan sumber data dengan cara purposive sampling dengan menentukan kriteria yang sudah di tentukan peneliti. Analisis data yang digunakan yatu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu hambatan komunikasi interpersonal yang dialami bidan dan ibu hamil saat posyandu adalah terkait dengan bahasa yang digunkan bidan ataupun ibu hamil yang berbeda, keterbatasan pengetahuan ibu hamil membuat ibu hamil sulit memahami materi yang disampaikan bidan, lokasi posyandu dan jadwal posyandu yang berubah-ubah membuat ibu hamil bingung, serta kurangnya pendekatan antara bidan dengan ibu hamil.
DYNAMIC GOVERNANCE DALAM PROGRAM E-HEALTH SEBAGAI SISTEM LAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN SUKOLILO SURABAYA Putri Aleeah Antasah; Muhammad Roisul Basyar
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i1.4265

Abstract

Pelayanan kesehatan di Indonesia berjalan dengan baik, namun masih menghadapi berbagai permasalahan. Menurut Founder dan Chairman Center for Healthcare Policy and Reform Studies (Chapters) Indonesia, kendala utama adalah konektivitas, terutama di daerah terpencil. Dengan konektivitas yang merata, masyarakat dapat lebih mudah dan murah mengakses layanan kesehatan. Masalah kedua adalah kejelasan regulasi. Berdasarkan survei dari Deloitte Indonesia, Bahar, dan Chapters, 15,6% pengguna masih tidak puas dengan layanan kesehatan digital karena khawatir akan keamanan data dan kurangnya aturan tentang pengantaran obat. Komunikasi yang kurang efektif antara dokter dan pasien juga menjadi kendala. pemerintah perlu menciptakan inovasi dalam layanan kesehatan untuk mengatasi masalah ini. Salah satu inovasi pemerintah dalam bidang layanan kesehatan adalah E-Health, aplikasi berbasis teknologi informasi terkait pelayanan kesehatan masyarakat. Hingga tahun 2018, penerapan E-Health telah memberikan manfaat besar dengan menyediakan akses layanan yang cepat, efektif, dan efisien. E-Health diharapkan dapat membantu pemerintah dalam program kesehatan masyarakat dan mereformasi pelayanan kesehatan. Dengan E-Health, Indonesia dapat memiliki data riwayat kesehatan penduduk yang valid, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, menghemat waktu, memudahkan akses, dan mengurangi biaya bagi masyarakat di luar kota, tanpa harus pergi ke ibu kota atau luar negeri. Namun, pengimplementasian program E-Health di Surabaya masih belum maksimal, terutama bagi warga yang belum menggunakan gadget dan yang memiliki latar pendidikan rendah. Penulis tertarik meneliti E-Health sebagai inovasi pelayanan kesehatan pemerintah dengan menggunakan teori Dynamic Governance melalui model berpikir Think Ahead, Think Again, dan Think Across. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana program E-Health beradaptasi dengan budaya dan kapasitas pemerintah serta warga Surabaya, khususnya di puskesmas Kecamatan Sukolilo, yaitu Puskesmas Menur, Klampis Ngasem, dan Keputih.

Page 55 of 132 | Total Record : 1311


Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 12 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 11 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 10 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 12 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 11 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 10 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 1 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 9 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 7 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 6 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 5 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 4 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 9 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 7 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 12 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 11 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 10 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 9 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 8 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 7 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 6 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 5 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 4 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 1 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 8 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 7 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 6 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 5 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 4 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 1 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 9 (2021): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial More Issue