cover
Contact Name
Edi Rohman
Contact Email
garuda@apji.org
Phone
+628174778645
Journal Mail Official
info@nlc-education.or.id
Editorial Address
Jl. Tukad Gangga IV No. 3, Denpasar Bali Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Nirta: Studi Inovasi
Published by Nirta Learning Centre
ISSN : -     EISSN : 28076648     DOI : 10.61412
artikel penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada bidang keilmuan yaitu Pendidikan, Manajemen dan Pariwisata
Articles 262 Documents
Pelatihan Bahasa Inggris Berbasis Wawancara Kerja untuk Meningkatkan Kesiapan Kerja Siswa SMK Dwijendra Denpasar I Gusti Ayu Indah Triana Juliari; Ni Made Yuniari; I Komang Dedik Susila; Satria Wirasa, Komang; Leonardus Leghu; I Ketut Yadnya
Jurnal Nirta : Inovasi Multidisiplin Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Nirta : Studi Inovasi
Publisher : Nirta Learning Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61412/jnsi.v5i2.475

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan keterampilan kesiapan kerja siswa SMK Dwijendra Denpasar, khususnya dalam kemampuan berbicara bahasa Inggris untuk menghadapi wawancara kerja. Program ini menerapkan pendekatan yang praktis dan interaktif, meliputi penyampaian materi, latihan terbimbing, serta simulasi wawancara (mock interview). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan berbicara siswa, yang ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata skor dari 62,4 pada pre-test menjadi 84,1 pada post-test. Selain itu, berbagai kendala yang umum dihadapi peserta, seperti keterbatasan kosakata, kesulitan dalam menyusun jawaban, kesalahan pelafalan, serta kurangnya kepercayaan diri, mengalami penurunan yang cukup signifikan setelah pelatihan. Program ini juga berhasil meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menggunakan bahasa Inggris pada situasi formal, yang terlihat dari partisipasi aktif dan peningkatan kualitas komunikasi selama simulasi. Secara keseluruhan, pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi kebahasaan sekaligus kesiapan menghadapi wawancara kerja. Program ini juga menegaskan pentingnya pembelajaran berbasis konteks dan praktik dalam mempersiapkan siswa SMK menghadapi tuntutan dunia kerja nyata.
Pelatihan Bahasa Inggris Berbasis Komunikasi Wisata bagi Pecalang dan Pengelola Desa Sibangkaja Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Layanan Masyarakat Yuniari, Ni Made Yuniari; I Komang Dedik Susila; I Gusti Ayu Indah Triana Juliari; Ni Made Dwi Utari Pusparini; Florensia Asteria Ngozo; Ni Putu Paula Merry Vellya Suena Putri
Jurnal Nirta : Inovasi Multidisiplin Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Nirta : Studi Inovasi
Publisher : Nirta Learning Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61412/jnsi.v5i2.477

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi Bahasa Inggris praktis bagi pecalang dan pengelola Desa Sibangkaja dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan mancanegara. Permasalahan yang dihadapi meliputi keterbatasan kosakata dan ungkapan Bahasa Inggris terkait pelayanan wisata serta rendahnya kepercayaan diri dalam berkomunikasi. Kegiatan dilaksanakan selama satu bulan melalui tahap analisis kebutuhan, penyusunan materi, pelatihan, evaluasi, dan tindak lanjut. Pelatihan menggunakan pendekatan Communicative Language Teaching (CLT), Experiential Learning, dan English for Specific Purposes (ESP) melalui dialog, simulasi, praktik langsung, dan role play. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, observasi, dan refleksi. Hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata peserta dari 54,0 pada pre-test menjadi 80,2 pada post-test. Sebanyak 85% peserta mencapai nilai ketuntasan minimal 75. Peserta juga menunjukkan peningkatan keberanian dalam menyapa wisatawan, memberikan petunjuk arah, menjelaskan aturan adat, dan memberikan informasi menggunakan Bahasa Inggris sederhana. Buku saku Practical English for Local Cultural Service turut mendukung pembelajaran mandiri. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis kebutuhan dan konteks wisata dapat meningkatkan kapasitas komunikasi masyarakat dalam pelayanan wisata.