cover
Contact Name
Edi Rohman
Contact Email
garuda@apji.org
Phone
+628174778645
Journal Mail Official
info@nlc-education.or.id
Editorial Address
Jl. Tukad Gangga IV No. 3, Denpasar Bali Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Nirta: Studi Inovasi
Published by Nirta Learning Centre
ISSN : -     EISSN : 28076648     DOI : 10.61412
artikel penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada bidang keilmuan yaitu Pendidikan, Manajemen dan Pariwisata
Articles 255 Documents
Epistemologi dan Kerangka Teoritis Filsafat Ilmu Dalimunte, Hazra Ria Habibah; Nasution , Hasyimsyah; Salamuddin, Salamuddin
Jurnal Nirta : Inovasi Multidisiplin Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Nirta : Studi Inovasi
Publisher : Nirta Learning Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61412/jnsi.v5i2.456

Abstract

The increasingly complex development of science demands a deep understanding of the philosophical foundations that underpin it. This study aims to examine the definition of the philosophy of science, its scope of study, epistemological foundations, as well as normative and socio-historical paradigms in understanding science. This study employs a qualitative approach using library research, drawing on various relevant literature sources such as books and scientific articles. Data were analyzed using descriptive-qualitative techniques through the processes of collecting, reviewing, and interpreting the literature sources. The results of the study indicate that the philosophy of science plays a crucial role in understanding the nature of science through ontological, epistemological, and axiological dimensions, as well as in explaining the validity of knowledge through various epistemological approaches. This study concludes that the philosophy of science serves as a vital foundation for fostering critical, systematic, and reflective scientific thinking in the development of scientific knowledge. Perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin kompleks menuntut adanya pemahaman yang mendalam mengenai dasar-dasar filosofis yang melandasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji definisi filsafat ilmu, ruang lingkup kajiannya, landasan epistemologis, serta paradigma normatif dan sosio-historis dalam memahami ilmu pengetahuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) yang memanfaatkan berbagai sumber literatur berupa buku dan artikel ilmiah yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif-kualitatif melalui proses pengumpulan, pengkajian, dan interpretasi sumber-sumber pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat ilmu berperan penting dalam memahami hakikat ilmu melalui dimensi ontologi, epistemologi, dan aksiologi, serta menjelaskan validitas pengetahuan melalui berbagai pendekatan epistemologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa filsafat ilmu menjadi landasan penting dalam membangun pemikiran ilmiah yang kritis, sistematis, dan reflektif dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Filsafat Ilmu dalam Praktik Ritual dan Ibadah dalam Islam Sara, Meutia; Nasution, Hasyimsyah; Salamuddin, Salamuddin
Jurnal Nirta : Inovasi Multidisiplin Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Nirta : Studi Inovasi
Publisher : Nirta Learning Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61412/jnsi.v5i2.457

Abstract

Worship in Islam has a very broad and profound meaning; it is not limited to the performance of formal rituals such as prayer, zakat, and the Hajj, but encompasses a spiritual dimension that connects humans directly with Allah SWT. True worship is not merely physical movements or verbal recitations, but a form of total devotion that demands sincerity, devotion, and inner awareness. This study aims to explore the essence of worship comprehensively through a literature review approach, examining various scientific sources and religious interpretations. This is a qualitative study employing a literature review design for data collection and analysis. This research design was chosen to gain a deep understanding of the essence of worship in Islam, encompassing both ritual and spirituality. The data sources in this study are derived from primary literature such as the Qur’an and hadith. Meanwhile, secondary literature sources include books on the essence of worship, academic/scientific journals, and scientific articles. The results of this discussion indicate that the highest degree of devotion is worship grounded in sincerity and deep understanding, which brings inner peace, strengthens faith, and encourages people to do good in their daily lives. Thus, worship serves as a means of self-purification and a path to true happiness in this world and the hereafter. This study concludes that worship in Islam encompasses ritual and spiritual aspects that demand sincerity and inner awareness. Through a literature review, it was found that worship that is deeply understood and practiced can foster inner peace, strengthen faith, and serve as a means of self-purification leading to happiness in this world and the hereafter. Ibadah dalam islam memiliki makna yang sangat luas dan mendalam, tidak hanya terbatas pada pelaksanaan ritual formal seperti shalat, zakat dan haji, tetapi yang mencakup dimensi spiritual yang menghubungkan manusia secara langsung dengan Allah SWT. Ibadah yang sejati bukan sekadar gerakan fisik atau bacaan lisan, melainkan bentuk penghambaan total yang menuntut keikhlasan, kekhusyukan, dan kesadaran batin. Penelitian ini bertujuan untuk menggali hakikat ibadah secara menyeluruh melalui Metode pendekatan kajian pustaka terhadap berbagai sumber ilmiah dan tafsir keagamaan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain studi pustaka dalam pengumpulan dan analisis data. Pendeketan desain studi ini dipilih untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang hakikat ibadah dalam Islam yang mencakup ritual dan spiritualitas. Sumber data dalam penelitian ini bersumber dari literatur primer seperti Al-Qur’an dan hadits. Sedangkan sumber dari literatur sekunder mencakup buku-buku tentang hakikat ibadah, jurnal akademik/ilmiah, dan artikel ilmiah. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa derajat penghambaan yang sempurna adalah Ibadah yang dilandasi keikhlasan dan pemahaman mendalam akan melahirkan ketenangan jiwa, memperkokoh iman, serta mendorong manusia untuk berbuat kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, ibadah menjadi sarana penyucian diri sekaligus jalan menuju kebahagiaan hakiki dunia dan akhirat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ibadah dalam Islam mencakup aspek ritual dan spiritual yang menuntut keikhlasan serta kesadaran batin. Melalui kajian pustaka, ditemukan bahwa ibadah yang dipahami dan diamalkan secara mendalam mampu menumbuhkan ketenangan jiwa, memperkuat iman, serta menjadi sarana penyucian diri menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.
Filsafat Ilmu di Era Digital: Media Sosial dan Transformasi Otoritas Nawa, Ulzana Nurlian; Nasution , Hasyimsyah; Salamuddin, Salamuddin
Jurnal Nirta : Inovasi Multidisiplin Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Nirta : Studi Inovasi
Publisher : Nirta Learning Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61412/jnsi.v5i2.458

Abstract

The development of digital technology has fundamentally transformed the ways in which knowledge is produced, distributed, and legitimized. Social media platforms such as WhatsApp, Instagram, TikTok, and YouTube have become not only means of communication but also primary arenas for the circulation of scientific and philosophical ideas. This paper aims to analyze the transformation of authority in the philosophy of science in the digital age, particularly in the context of social media and the post-truth phenomenon. Using a qualitative approach based on a literature review, this study examines how epistemic authority is shifting from academic institutions to more open digital spaces that are, however, vulnerable to information distortion. The findings indicate that social media fosters the democratization of knowledge while simultaneously triggering a crisis of epistemic authority due to the influence of algorithms, virality, and the proliferation of disinformation. Furthermore, the speed of information flow is often not matched by adequate verification. Therefore, philosophy of science literacy is essential for building critical skills in evaluating claims of truth in the post-truth era. This paper concludes that the philosophy of science needs to be repositioned as a reflective tool. Perkembangan teknologi digital telah mengubah secara fundamental cara produksi, distribusi, dan legitimasi pengetahuan. Media sosial seperti WhatsApp, Instagram, TikTok, dan YouTube tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga arena utama sirkulasi gagasan ilmiah dan filosofis. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis transformasi otoritas dalam filsafat ilmu di era digital, khususnya dalam konteks media sosial dan fenomena post-truth. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, penelitian ini mengkaji bagaimana otoritas epistemik bergeser dari institusi akademik ke ruang digital yang lebih terbuka namun rentan terhadap distorsi informasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial menciptakan demokratisasi pengetahuan sekaligus memunculkan krisis otoritas epistemik akibat pengaruh algoritma, viralitas, serta maraknya disinformasi. Selain itu, kecepatan arus informasi sering kali tidak diimbangi dengan verifikasi yang memadai. Oleh karena itu, literasi filsafat ilmu menjadi penting untuk membangun kemampuan kritis dalam mengevaluasi klaim kebenaran di era post-truth. Artikel ini menyimpulkan bahwa filsafat ilmu perlu direposisi sebagai alat reflektif
Pengaruh Literasi Keuangan Berbasis Media Sosial, Tekanan Konsumsi Digital, dan Kepercayaan terhadap Influencer Keuangan terhadap Ketahanan Keuangan Generasi Muda melalui Perilaku Pengendalian Konsumsi sebagai Variabel Mediasi pada Gen Z (Mahasiswa UNTAG Ari Al Dini; Hafidzah Nur Ayni; Litanya Mazarella Freitas; Tenezia Tilman De Sena Correia; Maria Yovita R.Pandin
Jurnal Nirta : Inovasi Multidisiplin Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Nirta : Studi Inovasi
Publisher : Nirta Learning Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61412/jnsi.v5i2.462

Abstract

This study aims to analyze the influence of social media-based financial literacy, digital consumption pressure, and trust in financial influencers on the financial resilience of the younger generation through consumption control behavior as a mediating variable in Accounting Study Program students of the University of 17 August 1945 Surabaya, class of 2024. The study used a quantitative approach with an associative method. The study population was active students of the Accounting Study Program, class of 2024, with a sample of 100 respondents determined using a purposive sampling technique. Primary data were obtained through the distribution of Likert-based questionnaires and analyzed using the Structural Equation Modeling Partial Least Square (SEM-PLS) method with the help of SmartPLS software. The results showed that social media-based financial literacy had a positive and significant effect on consumption control behavior and financial resilience of the younger generation. Conversely, digital consumption pressure had a negative and significant effect on consumption control behavior and financial resilience. Trust in financial influencers was proven to have a positive and significant effect on consumption control behavior and financial resilience of the younger generation. In addition, consumption control behavior had a positive and significant effect on the financial resilience of the younger generation. The results of the mediation test indicate that consumption control behavior mediates the relationship between social media-based financial literacy, digital consumption pressure, and trust in financial influencers on the financial resilience of the younger generation. This study's findings confirm that increased digital financial literacy, the ability to control consumption, and the use of credible financial information through social media are important factors in strengthening the financial resilience of Generation Z amidst high digital consumption pressure.
AKUNTABILITAS KEUANGAN DAN PRAKTIK SUSTAINABILITY BERBASIS NILAI BUDAYA LOKAL PADA UMKM SEKTOR KULINER KOTA DENPASAR I Gusti Agung Krisna Lestari; Ni Wayan Mega Sari Apri Yani
Jurnal Nirta : Inovasi Multidisiplin Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Nirta : Studi Inovasi
Publisher : Nirta Learning Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61412/jnsi.v5i2.469

Abstract

Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam aktualisasi akuntabilitas keuangan dan praktik keberlanjutan (sustainability) usaha berbasis nilai budaya lokal pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor kuliner di Kota Denpasar. Fokus lokus ini dipilih secara sengaja mengingat sektor kuliner merupakan kluster ekonomi paling dominan di Kota Denpasar yang mencapai populasi 11.091 unit usaha berdasarkan data tahun 2025. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yang dikombinasikan dengan snowball sampling hingga mencapai titik saturasi data pada delapan informan kunci pelaku usaha kuliner lokal dan modern. Pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi teknik yang meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Data primer dan sekunder yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian mengungkap bahwa pelaku UMKM kuliner menerapkan model akuntabilitas multidimensi yang bersifat hibrida, di mana praktik pencatatan arus kas sederhana bersinergi dengan tanggung jawab spiritual berbasis nilai Parahyangan (hukum Karma Phala dan alokasi dana Yadnya). Lebih lanjut, integrasi dimensi Pawongan (modal sosial komunitas banjar) dan Palemahan (kesadaran kelestarian lingkungan urban) terbukti mampu menciptakan legitimasi sosial yang memperkuat profitabilitas dan resiliensi bisnis di tengah ketidakpastian pasar. Secara teoretis, hasil studi ini menyintesis sebuah model keberlanjutan berbasis kearifan lokal yang adaptif terhadap perubahan organisasi, sekaligus menjadi referensi empiris strategis untuk mendukung riset manajemen keberlanjutan yang lebih luas.