cover
Contact Name
Imam Santoso
Contact Email
mpbindonesia@unisma.ac.id
Phone
+6285649611196
Journal Mail Official
mpbindonesia@unisma.ac.id
Editorial Address
Jl. Mayjend Haryono 193 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah NOSI
ISSN : 23378425     EISSN : 29883547     DOI : 10.33474
1. Penelitian linguistik, sosiolinguistik, dan psikolinguistik 2. Analisis wacana 3. Penelitian sastra (teori, kritik, dan sejarah sastra) 4. Keterampilan dan pembelajaran sastra 5. Keterampilan dan pembelajaran bahasa 6. Evaluasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia 7. Kurikulum pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia 8. Model atau media pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia 9. Kajian kebudayaan Indonesia 10. Penelitian lain yang relevan
Articles 109 Documents
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBICARA BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING TINGKAT PEMULA TINGGI Niken Pranandari
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian dan pengembangan bahan ajar berbicara BIPA penting dan perlu untuk memenuhi kebutuhan pembelajar BIPA tingkat pemula tinggi. Tujuan dari penelitian adalah untuk membuat bahan ajar berbicara BIPA level pemula tinggi dengan acuan ACTFL. Bahan ajar dibuat dengan model PPP yang terintegrasi dengan empat keterampilan berbahasa dengan bahasa yang komunikatif. Tujuh tahapan pengembangan disesuaikan dengan kebutuhan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar sudah masuk kategori layak terap. Kata kunci: BIPA, bahan ajar, berbicara, tingkat pemula tinggi
NILAI-NILAI LOKAL MADURA DALAM BUKU KUMPULAN CERPEN“ ROKAT TASE”KARYA MUNA MASYARI DAN IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN KAARAKTER Moh. Faruq Al Farizi; Hasan Busri; Akhmad Tabrani
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kearifan lokal adalahsebuah kecerdasan yang dimilki oleh kelompok etnis terentu yang diperoleh melalui pengalamannya. Dalam artian kearifan lokal merupakan hasil dari masyarakat tententu melalui pengalaman mereka dan belum tentu dimilki atau dialalmi oleh masyarakatetnis lain. Nilai-nilai kearifan lokal tersebut akan melekat kuat pada jati diri masyarakat dan nilai itu tentunya sudah melalui perjalanan waktu yang cukuppanjang, sepanjang keberadaan masyarakat terebut, seperti cara bersopan santun, cara berperilaku jujur dan berakhlak yang baik, serta cara menghadapi berbagai masalah, semuanya terdapat dalam kearifan lokal. Berbicara tentang kearifan lokal, Madura adalah salah satu daerah yang memilki kearifan lokal yang khas, artinya Madura mempunyai tradisi-tradisi khusus yang tidak dimliki oleh daerah lain. Salah satu cara untuk mempertahankan kearifan lokal tersebut, sastrawan Madura banyak yang mengabadikan melaui karya-karya, baik berupa sastra atupun karya yang lain, seperti Muna Masyari yang mengabadikan kearifan lokal Madura melalui buku kumpulan cerpennya yang berjudul Rokat Tase’. Buku tersebut banyak menceritakan tentang budaya, tradisi, ragam konflik dan kekuatan mitos yang beraroma mistis, yang di dalamnnya tekandung nila-nilai lokal yang mencerminkan kepribadian masyarakat Madura, seperti nilai keyakinan, nilai sikap dan nilai etos kerja masyarakat Madura yang tentunya juga berimplikasi terhadap pendidikan karakter msyarakat Madura itu sendiri. Kata Kunci: Nilai-nilai lokal, Masyarakat Madura, Kumpulan Cerpen Rokat Tase’
PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN AJAR BERBASIS STRATEGI BELAJAR AFEKTIF TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS TEKS FABEL SISWA KELAS VIII SMP PGRI 01 WAGIR MALANG TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Istika Novitasari; Hasan Busri; Nur Fajar Arief
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Seorang guru di tuntut memahami dan memiliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai strategi pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan di dalam kelas. Strategi pembelajaran yang dilakukan oleh guru di dalam kelas dapat membantu memudahkan peserta didik dalam menerima dan memahami sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang telah disepakati bersama untuk dapat melaksanakan tugasnya.               Beragam teks yang di disajikan pada pernbelajaran kelas VIII SMP/MTS diharapkan rnampu menggugah siswa untuk berfikir kritis dan kreatif, akan tetapi teks bacaan yang disediakan pada bahan ajar Kemendikbud maupun buku pendamping lain masih bersifat universal untuk semua jenjang sekolah rnenengah pertama. Bacaan yang disediakan yang disediakan pada buku teks siswa belum mencerminkan, rnasih sulit ditangkap maknanya oleh karena itu diperlukan bahan ajar yang sekiranya memiliki kesamaan dengan permasalahan yang disesuaikan dengan konteks keseharian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran objektif tentang bagaimana pengaruh penggunaan bahan ajar menulis teks fabel berbasis strategi belajar afektif untuk siswa kelas VIII SMP.               Strategi afektif adalah tindakan yang mengacu pada perasaan, sikap motivasi, dan nilai. Strategi-strategi afektif meliputi tiga rangkain strategi, yaitu: mengendalikan emosi, mengurangi ketegangan, dan mendorong diri.Penelitian ini dilaksanakan pada seluruh siswa kelas VIIIC berjumlah 31 siswa SMP PGRI 01 Wagir Malang. Hasil data dalam penelitian ini adalah hasil pretes dan postes. Hasil data penelitian sebelum menggunakan bahan ajar berbasis strategi belajar afektif, nilai peserta didik di bawah rata-rata yaitu 62,58 termasuk dalam kategori yang kurang. Sedangkan dari hasil postes setelah diterapkan strategi belajar afektif nilai peserta didik dapat dilihat dari rata-rata 83,55 termasuk dalam kategori yang baik. Ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar sebelum menggunakan strategi belajar afektif (pretes) dan sesudah menggunakan strategi belajar afektif (postes). Karena harga t-statistik=8.381> t-tabel 2,042, maka terdapat perbedaan yang signifikan anatara pretes dan postes.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi belajar afektif dalam pembelajaran menulis teks fabel pada peserta didik kelas VIIIC SMP PGRI 1 Wagir Malang Tahun ajaran 2018/2019 dapat dikatakan efektif.Kata kunci: Strategi belajar, afektif, Menulis, teks fabel.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN LECTORA INSPIRE PADA MATERI MEMBACA TEKS FIKSI UNTUK SISWA KELAS VIII MTSN 7 NGANJUK TAHUN AJARAN 2020-2021 Alfin Aulia Baroroh Ch.
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pendidikan perlu dilaksanakan semaksimal mungkin agar sejalan dengan tujuan sehingga meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Peningkatan sumber daya manusia harus diimbangi dengan peningkatan kualitas. Namun terdapat beberapa faktor yang memengaruhi proses pembelajaran peserta didik. Seperti kondisi yang terjadi saat ini adalah pandemi Covid-19. Pembelajaran yang awalnya tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh. Sehingga menyebabkan kurang efektifnya pembelajaraan. Agar meningkatkan kompetensi belajar siswa perlu penggunaan media pembelajaran yang praktis, dapat membuat siswa aktif, dan mudah digunakan. Dengan begitu, penggunaan media pembelajaran dengan Lectora Inspire diharapkan menjadi alternatif untuk mengatasi masalah tersebut.            Penelitian ini mengembangkan produk dengan mengikuti prosedur penelitian pengembangan berdasarkan Borg and Gall yang dikenal dengan istilah Research and Development. Namun beberapa langkah disederhanakan dan tetap mengacu pada regulasi untuk pengmebangan produk oleh Borg and Gall, yaitu (1) tahap penelitian serta pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) uji coba awal, (5) revisi produk, (6) uji lapangan. Media Lectora Inspire  yang telah dikembangkan terdapat empat kompetensi dasar yang telah ditetapkan berdasarkan Permendikbud.            Media pembelajaran dengan Lectora Inspire ini terdiri dari, (1) kover media pembelajaran, (2) tampilan petunjuk penggunaan, (3) halaman login, (4) menu utama, (5) kompetensi, (6) membangun konteks, (7) materi, (8) evaluasi, (9) kuis, (10) profil penyusun. Berdasarkan validasi yang telah dilakukan oleh ahli media dan ahli materi, rata-rata nilai yang didapatkan dari validasi ahli media sebanyak 85% dengan keterangan media pembelajaran sangat valid dan tidak revisi. Sedangkan rata-rata nilai yang diperoleh dari validasi ahli materi adalah 74% dengan keterangan materi yang terdapat dalam media pembelajaran adalah valid tidak revisi.            Berdasarkan uji coba yang telah dilakukan pada guru, memiliki rata-rata 87%. Presentase tersebut termasuk kualifikasi sangat sesuai dengan keterangan sangat layak/sangat valid/ tidak perlu revisi. Sedangkan total presentase pemerolehan berdasarkan uji lapangan oleh siswa yaitu 86% yang termasuk kategori sangat valid, sangat baik, dan tidak perlu revisi.  Kata kunci: Media pembelajaran, fiksi, lectora inspire
PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF PEMBELAJARAN TEKS ANEKDOT SISWA KELAS X SMAN 1 KARANGREJO TULUNGAGUNG Chandra Herlambang; Nur Fajar Arief; Abdul Rani
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Era globalalisasi ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pembagunan pendidikan yang berbasis teknologi informasi dapat memberikan keuntungan. Keuntungan terebut adalah 1) sebagai pendorong dalam lingkungan pendidikan  untuk lebih apresiatif dan produktif dalam memaksimalkan potensi pendidikan, dan 2) memberikan kesempatan yang lebih luas kepada peserta didik dalam memanfaatkan potensi yang ada, yang dapat diperoleh dari sumber-sumber yang tidak terbatas.Hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan dengan guru mata pelajaran bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Karangrejo, menunjukkan bahwa peserta didik sering merasa kesulitan dalam menentukan kritik ataua sindiran dalam menyusun teks anekdot. Kesulitan yang dialami peserta didik disebabkan oleh beberapa faktor, seperti sikap malas, kurangnya kepedulian atau perhatian peserta didik terhadap kegiatan menulis, dan kurangnya latihan. Berdasarkan hal tersebut di atas, peneliti tertarik untuk mengembangkan sebuah produk pendidikan berbentuk media pembelajaran interaktif tentang menulis teks anekdot. Pemilihan media interaktif berbasis teknologi informasi dalam materi memproduksi teks anekdot dipilih karena saat ini perkembangan teknologi sudah semakin maju, di mana handpone  pun sudah semakin canggih, sehingga peserta didik nantinya mampu mengaksesnya lewat handpone. Selain itu pada umumnya media interaktif berbasis teknologi informasi ini lebih menyenangkan dan dapat lebih diminati oleh peserta didik. Harapannya, setelah menggunakan media pembelajran interaktif berbasis teknologi informasi ini peserta didik mampu memproduksi teks anekdot sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaan.Adapun tujuan pengembangan media pembelajaran ini adalah untuk mendeskripsikan kebutuhan media, mendeskripsikan pengembangan media, dan mendeskripsikan kelayakan media pembelajaran menulis teks anekdot untuk peserta didik kelas X SMA N 1 Karangrejo Tulungagung.Adapun jenis penelitian yang dilakukan adalah model pengembangan, yaitu pola atau prosedur pengembangan yang dipaparkan secara sistematis dan dapat dijadikan sebagai acuan dalam penelitian dan pengembangan (research and development). Dengan menggunakan sebuah model pengembangan maka akan memberikan kemudahan bagi peneliti dalam menyusun kerangka berpikir untuk pengembangan teori dan penelitian. Berdasarkan uraian di atas maka penelitian yang diteliti dan dikembangkan oleh peneliti adalah media pembelajaran berbasis TIK pada materi menulis teks anekdot.Proses pengembangan media pembelajaran interaktif teks anekdot pada kelas X SMAN 1 Karangrejo Tulungagung telah melalui uji kelayakan produk mulai dari validasi hingga efektifitas penggunaan media pembelajaran. Berdasarkan proses yang telah dilakukan maka dapat diperoleh hasil dari beberapa aspek (1) Aspek penyajian produk, produk ini disajikan dalam bentuk media pembelajaran interaktif dengan menggunakan aplikasi penayangan media pembelajaran iSpring Sute 9,  (2) Uji coba produk, dalam proses uji coba produk yang digunakan untuk mengetahui tingkat kebutuhan peserta didik diperoleh hasil lebih dari 80%. Hal ini menunjukan bahwa pengggunaan media pembelajaran yang efektif sangat diinginkan oleh peserta didik (3) Revisi produk, tahapan revisi produk pembelajaran dilaksanakan melalui beberapa tahapan di antaranya dari validator ahli media dan validator praktisi. Dari dua validator tersebut didapatkan bahwa media pembelajaran tersebut layak untuk digunakan. (4) Efektifitas produk, tingkat efektifitas produk ditentukan berdasarkan angket yang diisi langsung oleh peserta didik. Dari tahapan tersebut didapatkan hasil penilaian peserta didik dari beberapa aspek penilaian sebesar lebih dari 85%. Berdasarkan jumlah tersebut maka dapat disimpulkan bahwa media tersebut layak untuk digunakan.Berdasarkan pemaparan di atas maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kebutuhan media pembelajaran interaktif teks anekdot pada kelas X SMAN 1 Karangrejo Tulungagung sangat singnifikan dengan kisaran prosentase sebesar 85%. Sehingga adanya pengembangan media pembelajaran interaktif ini dapat menjawab kebutuhan tersebut. Tingkat ketepatan media yang didukung dengan adanya validasi ahli dan validasi praktisi yang menempati kisaran angka di atas 75% di mana validator ahli pertama memberi skor penilaian sebesar 84,72% dan validator ahli memberikan penilaian sebesar 76,39% menyatakan bahwa media tersebut layak untuk digunakan.Kata kunci: Pengembangan, Media Interaktif Pembelajaran, Teks Anekdot
Pengembangan Media Video Animasi Pembelajaran Teks Puisi Siswa Kelas X SMA Islam Almaarif Singosari Rika Ulfatuzzahroh
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Salah satu upaya mengatasi kerumitan dan kejenuhan pada proses pembelajaran dengan melakukan inovasi dalam menggunakan media pembelajaran. Dengan menggunakan media video tutorial yang dikemas melalui animasi, materi yang disajikan guru dapat pembelajaran dapat berupa audio visual. Media video animasi dalam pengembangan bertujuan untuk mendeskripsikani (1) kebutuhan mengenai media video animasi dalam pembelajaran teks puisi untuk siswa SMA/MA kelas X. (2) Proses mengenai media video video animasi dalam pembelajaran teks puisi untuk siswa SMA/MA kelas X. Dan (3) Ketepatan/ kelayakan produk pengembangan mengenai media video animasi dalam pembelajaran teks puisi untuk siswa SMA/MA kelas X. Pengembangan produk media pembelajaran teks puisi dengan menggunakan media audio visual dalam pengembangan ini menggunakan model pengembangan 4-D (four D model) yang memiliki 4 tahap penelitian pengembangan define, design, develop, dan disseminate. Dalam uji coba produk dilakukan dengan jumlah 25 siswa berskala besar, dan kemudian diujicobakan pada kelompok kecil dengan jumlah 19 siswa beserta guru Bahasa Indonesia yang terkait. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan lembar validasi. Data pengembangan ini, menunjukkan bahwa hasil analisis kebutuhan guru mencapai nilai 86.5% guru sangat setuju jika diadakannya pengembangan terhadap media video animasi pada pembelajaran teks puisi siswa kelas X. Sedangkan pada analisis kebutuhan siswa 72,4% menyatakan setuju bahwa siswa membutuhkan media pembelajaran video animasi yang mampu menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan dan kreatif pada pembelajaran teks puisi siswa kelas X. Hal ini menunjukan bahwa guru dan siswa membutuhkan adanya pengembangan media video animasi pada pembelajaran teks puisi agar memudahkan dan memberikan ketertarikan siswa dalam pembelajaran. Oleh sebab itu, peneliti mengembangkan produk  media pembelajaran berupa media video animasi Asiknya menulis puisi dalam bentuk yang dioperasikan dengan aplikasi FlipaClip dan dipadukan dengan Final Cut dalam bentuk program aplikasi. Media video animasi dikembangkan dalam 3 proses, meliputi mencari gambar mentahan melalui format PNG, mengolah gambar mentahan tersebut menjadi gambar yang dapat bergerak sesuai keinginan peneliti melalui aplikasi FlipaClip, dan dipadukan dalam aplikasi Final Cut Pro yang komponen audio visualnya sudah lengkap. Selanjutnya, dari  hasil validasi ahli materi memperoleh skor 87,5% sedangkan pada ahli media memperoleh skor 70% hal ini menunjukan bahwa produk media video animasi, pada, pembelajaran, teks, puisi siswa, kelas, X, valid dan layak diimplementasikan dengan sedikit revisi. Selain itu, respon guru menunjukan nilai 90%, dan respon siswa menunjukan nilai 78,9% siswa setuju apabila media video animasi menjadi materi yang mudah dipahami dan layak digunakan dalam pembelajaran menulis teks puisi. Oleh sebab itu, media, video, animasi. Asiknya menulis puisi yang dikembangkan sudah valid tanpa revisi.Kata kunci,: Media pembelajaran, Video animasi, Teks puisi
Penerapan Metode Eklektik Digitalisasi pada Kegiatan Pembelajaran Masa Pandemi Covid-19 Marwani Marwani
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Perkembangan dan kemajuan elektronik semakin pesat dan maju, menyesuaikan perkembangan dan kemajuan zaman menghadapi dunia era globalisasi. Tranformasi terus terjadi mengikuti zamannya. Manusia dalam perkembangannya selalu berinovasi agar hidupnya lebih efektif dan praktis. Sarana yang digunakan dalam penyesuaian dan perubahan tersebut, manusia memanfaatkan teknologi. Teknologi membawa kehidupan manusia lebih mudah dan efisien. Dalam masa perubahannya, bisa terjadi secara lambat atau radikal dan revolusi. Masa Pandemi coviod-19 mengantarkan manusia pada teknologi digital yang merambah dalam segala lini kehidupan baik sosial, ekonomi ,budaya bahkan ke arah dunia pendidikan. Pandemi merupakan pintu menuju transformasi pendidikan ke arah digital. Khusus dunia pendidikan perubahan terjadi secara signifikan,mulai media pembelajaran dan sumber pembelajaran. Pandemi Covid-19 memaksa setiap pendidik dan peserta didik harus mau mengadakan perubahan dan meninggalkan era tradisional menuju era digitalisasi. Cara atau metode yang tepat dalam melakukan pembelajaran era digitalisasi pada masa Pandemi Covid-19, yaitu dengan penerapan metode Eklektik dalam kegiatan pembelajaran, di mana metode ini terdiri dari paduan ragam metode pembelajaran, berupa pengajaran berbasis proyek, kolaborasi, inovasi dan berorientasi lifes skill  untuk menyelesaikan problematik dalam kegiatan pembelajaran di masa pandemi covid-19 sebagai modal utama bekal siswa menuju era revolusi industri abad -21.Kata Kunci: Pandemi Covid-19, Metode Eklektik, Era Digitalisasi.
Tindak Tutur Guru (Terapis) Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) M. Sahli Mustapa
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penggunaan ragam tindak tutur dalam interaksi belajar mengajar merupakan salah satu hal yang biasa dilakukan oleh guru. Setiap jenis tutur tersebut mempunyai  fungsi yang    penting  dalam  interaksi  belajar  mengajar. Dengan demikian, guru (terapis) dapat mempergunakan jenis tuturan ilokusi secara bergantian yang disesuaikan dengan fungsi dan konteksnya.Penelitian ini di lakukan di SLB Autis Lab UM Malang yang berada di Jl. Surabaya No.6, Sumbersari, Kec. Lowokwaru, Kota Malang Jawa Timur 65115. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan jenis tuturan asertif, direktif, komisisf, ekspresif, dan deklaratif yang dipakai guru di dalam kelas saat pembelajaran bahasa pada anak bekebutuhan khusus (ABK). Data yang diperoleh berupa tuturan tuturan guru (terapis) bukan data angka dengan menggunakan hitungan statistik. Hal ini sesuai dengan hakikat penelitian kualitatif.Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif karena dilakukan pada beberapa subjek penelitian pada suatu latar belakang tertentu, yaitu tuturan guru (terapis) dalam pembelajaran bahasa di kelas. Oleh ssebab itu,, untuk menganalisis dattanya,  penelityan inni memakai cara kerja menggunakan teoti, yaitu teoti pragmatik dan teoti tindak tutur.Hasil penelitian mengenai tindak tutur guru dalam mengajarkan bahasa Indonesia pada ABK dilakukan dengan cara pengamatan angsung (observasi) dan dokumentasi di temukan tuturan guru (terapis) dalampembelajaran bahasa di kelas, guru (terappis) memakai tindakan tutuarn ilokusi dalam pembelajarannya. Tindak tutur ilokusi yang digunakan dalam pembelajaran di antaranya adalah tindak tutur asertif, direktif, ekspresif deklaratif dan komisif. Kedua, Tuturan yang digunakan untuk pembelajaran bahasa untuk ABK adalah tuturan asertif (memberitahukan), direktif  (perintah, larangan, ajakan, permintaan, dan nasehat), ekspresif (mengucapkan terimakasih dan memuji), deklatatif(menunjuk), dan komisif (memanjatkan doa). (1) Tuturan asertif yang digunakan didalam pengajaran bahasa pada ABK adalah tindakantuturan asertif memberitahukan. Tindak tutur asertif memberitahukan digunakan guru (terapis) untuk memberitahukan materi dan pelajaran kepada ABK saat kegiatan awal dan proses dalam pembelajaran. (2) Tindakan tuturan direktif  perintah, larangan, mengajakan, perminta an, dan nasehat. Guru (terapis) mengggunakan tindak tutur direktif agar ABK melakukan tindakan yang dimaksud oleh guru ( terapis ). Dalam bertuturan direktif  perintah guru ( terapis ) memakay tindak tutur direktif perintah dengan menggunakan kata “maju”, tindak tutur direktif larangan “Tidak”, tindak tutur direktif ajakan “Ayo”,  tuturan direktif permintaan“pindah”  disesuaikan dengan konteks, tuturan direktif nasehat “Belajar yang rajin ya!”  disesuaikan dengan konteks. (3) Tindak tutur ekspresif mengucapkan terimakasih dan memuji. Guru (terapis) menggunakan tindak tutur ekspresif  unruk mengekspresikan,  mengungkapkan, atau memberitahukan sikap psikologisnya. Dalam pembelajaran guru (terapis) menggunakan tuturan “terimakasih”  dan tuturan ekspresif memuji “pintar!“ unruk mengekspresikan,  mengungkapkan, atau memberitahukan sikap psikologisnya. (4) Tindak tutur deklaratif yang digunakan guru (terapis) di antaranya adalah tindak tutur deklatatif menunjuk. Guru (terapis) menggunakan tindak tutur deklaratif untuk menciptakan hal (status, keadaan dan sebagainya) yang baru. Dalam proses pembelajaran guru (terapis) menggunakan tuturan direktif menunjuk ”Nah, selanjutnya SD” disesuaikan dengan konteks. (5) Tindakan tuturan kimisif yang di gunakan guru ( terapis) di antaranya adalah tindak tutur komisif memanjatkan doa. Guru (terapis) menggunakan tuturan komisif untuk melibatkan pembicara pada beberapa tindakan yang akan datang. Padasaat akan memulay aktivitas didalam kellas guru  ( terapis) menggunakan tuturan komisif memanjatkan doa untuk mengharapkan kebaikan di masa mendatang dalam pembelajaran bahasa pada ABK.Kata kunci: Tindak tutur, Guru (Terapis), pembelajaran bahasa Indonesia, Anak berkebutuhan khusus (ABK).
KARAKTERISTIK NARASI IKLAN MAKANAN DI INSTAGRAM: TINJAUAN KRITIS PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DAN JAWA Fitri Ratnasari
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Manusia dapat menggunakan wacana sebagai alat berkomunikasi dan saling bertukar informasi. Wacana dalam konteks ini berarti lebih luas dari sekedar sebuah bacaan. Proses komunikasi melibatkan seorang pesapa dan penyapa. Pesapa dalam teks wacana tulis adalah seorang pembaca, sedangkan dalam wacana lisan adalah seorang pendengar. Penyapa dalam sebuah wacana tulis adalah penulis, sedangkan dalam sebuah wacana lisan adalah pembicara. Penulis sebuah iklan terkenal senang bermain dengan kata-kata. Dalam iklan makanan di media sosial instagram, dijumpai penggunaan diksi yang beragam. Pilihan kata atau diksi jauh lebih luas dari apa yang dipantulkan oleh jalinan kata-kata itu. Selain diksi, dalam iklan makna kalimat dalam iklan juga berpengaruh. Persoalan makna merupakan sebuah persoalan yang menarik dalam kehidupan sehari-hari, seperti halnya dengan sebuah reklame yang dipasang di tepi jalan, iklan-iklan di televisi, sampai kata-kata yang tertera pada peraturan di jalan, hal ini terdapat kata-kata yang setiap orang berbeda dalam penafsirannya.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: (1) pemilihan diksi Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia yang digunakan di instagram untuk memengaruhi pembeli, (2) struktur kalimat narasi iklan makanan di instagram untuk memengaruhi pembeli. Pendekatan penelitian  yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Data hasil dari penelitian ini  berbentuk sebuah penjelasan atau deskripsi data hasil penelitian secara aktual tanpa menggunakan teknik statistik atau angka, selanjutnya data dianalisis dengan teknik kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah iklan makanan di instagram. Data penelitian ini merupakan data verbal, karena bentuk penyampaiannya secara tertulis. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan dokumentasi iklan makanan di instagram yang berupa kalimat-kalimat yang digunakan penulis untuk iklan makanan di instagram. Langkah-langkah menganalisis data antara lain: (1) pengumpulan data, (2) reduksi data yang meliputi identifikasi data dan klasifikasi data, (3) penyajian data, (4) penarikan kesimpulan sementara, dan (5) penarikan kesimpulan akhir. Untuk pengecekan keabsahan temuan data, peneliti membaca dan menyimak berulang-ulang data yang sudah terkumpul, supaya mendapatkan data yang valid.Hasil analisis data, paparan data, dan temuan data menunjukkan hal-hal berikut ini: (1) Penggunaan diksi dalam kalimat di iklan instagram yang berupa slang dan akronim digunakan oleh penulis iklan agar terlihat lebih santai (tidak formal), karena penggunaan slang dan akronim dalam iklan makanan tersebut merupakan kata baru dan yang populer di masyarakat, khususnya kalangan remaja. Kata umum dan kata khusus digunakan penulis untuk menarik minat warganet atau konsumen karena menggunakan bahasa sehari-hari, akan tetapi pada penggunaan kata khusus pada iklan di perjelas, agar pembaca mengerti maksud dari iklan makanan tersebut. Diksi yang digunakan dalam iklan merupakan diksi yang sedang populer di masyarakat, khususnya para remaja, dan penggunaannya hanya sementara, karena seiring dengan berjalannya waktu,  diksi tersebut akan tergantikan dengan diksi yang lebih mutakhir. (2) Kalimat narasi yang digunakan dalam iklan makanan di instagram berupa campur kode, alih kode, dan makna konotatif. Penggunaan campur kode dan alih kode dalam iklan dimaksudkan agar warganet akrab dengan produk makanan yang diiklankan. Diksi iklan makanan di instagram menggunakan kosa kata informal, santai, dan menggunakan bahasa sehari-hari yakni bahasa lisan yang dituliskan. Penggunaan makna konotatif dalam iklan yaitu untuk memengaruhi dan meyakinkan warganet untuk membeli makanan yang diiklankan di instragram, khususnya bagi milenial atau warganet remaja.Kata Kunci: Diksi, Kalimat Narasi, Iklan Instagram. 
FAKTOR NEUROLOGIS DALAM PENGUASAAN BAHASA KEDUA (BAHASA ARAB) PADA ANAK AUTIS DI SLB PGRI KEDUNGWARU TULUNGAGUNG Moh. Sibawaihul Fadil
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 11, No 1 (2023): Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Program
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Berbahasa merupakan sarana utama manusia dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan masyarakat. Walaupun bukan satu-satunya alat komunikasi yang digunakan oleh manusia, bahasa memiliki kedudukan paling utama dan penting bagi manusia untuk berkomunikasi. Setiap individu yang dilahirkan di dunia pasti akan mengalami fase memperoleh bahasa sebagai kamunikasi, sehingga dalam praktiknya manusia akan mengalami proses menguasai bahasa ibu dan bahasa keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik anak hambatan neurologis (autis); mendeskripsikan peguasaan bahasa kedua bahasa Arab pada anak berkebutuhan khusus autis dari segi fonetik; dan mendeskripsikan penguasaan bahasa kedua bahasa Arab pada anak berkebutuhana khusus autis dari segi fonemik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menganalisis faktor neurologis dalam penguasaan bahasa kedua bahasa Arab pada anak autis di SLB PGRI Kedungwaru Tulungagun. Dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif, penelitian ini dilakukan dengan cara menekankan pada suatu aspek atau pembahasan tertentu secara mendalam yang berbentuk deskriptif kata atau kalimat dituturkan oleh anak berkebutuhan khusus autis. Untuk memperoleh informasi data yang relevan dari penelitian ini, maka, sumber data yang didapatkan melalui observasi di SLB PGRI Kedungwaru Tulungagung berupa wawancara terhadap anak berkebutuhan khusus autis. Sumber data yang diperoleh peneliti berupa simbol bunyi dimensi bahasa Arab. Hasil dari penelitian ini ada tiga hal penting, yaitu (1) Karakteristik anak autis yang cenderung memiliki kebiasaan kurang fokus saat belajar, mudah marah, tidak suka kontak mata, tidak merespon saat dipanggil, dan komunikasi yang lemah. (2) Penguasaan bahasa kedua bahasa Arab pada anak autis dalan kajian fonetik berupa bunyi konsonan Bahasa Arab dan penghasil bunyi, didapatkan beberapa bunyi yang diujarkan tidak sesaui dengan kaidah pelafalannya sepertihalnya kata ث [tsa’] berubah menjadi ش [sya] yang diakibatkan geseran yang dibentuk dari penyempitan jalan arus udara yang dihembuskan dari paru-paru sehingga jalan keluar terhalang. (3) Penguasaan bahasa kedua bahasa Arab pada anak autis dalam kajian fonemik berupa modifikasi vokal, penggantian bunyi, geminasi (peringanan pengucapan), dan disimilasi (pembedaan). Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa karakteristik anak autis di SLB PGRI Kedungwaru memiliki kebiasaan kurang fokus saat belajar, mudah marah, tidak suka kontak mata, tidak merespon saat dipanggil, dan lemah dalam komunikasi, penguasaan bahasa keduanya dipengaruhi oleh ketidaksempurnaan pada pusat saraf yang dialamni oleh anak berkebutuhan khusus autis. Penguasaan bahasa kedua bahasa Arab pada anak autis dalan kajian fonetik berupa bunyi konsonan Bahasa Arab dan penghasil bunyi, Penguasaan bahasa kedua bahasa Arab pada anak autis dalam kajian fonemik berupa modifikasi vokal, penggantian bunyi, geminasi (peringanan pengucapan), dan disimilasi (pembedaan).Kata kunci: penguasaan bahasa, autis, fonetik, fonemik.

Page 6 of 11 | Total Record : 109