cover
Contact Name
Imam Santoso
Contact Email
mpbindonesia@unisma.ac.id
Phone
+6285649611196
Journal Mail Official
mpbindonesia@unisma.ac.id
Editorial Address
Jl. Mayjend Haryono 193 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah NOSI
ISSN : 23378425     EISSN : 29883547     DOI : 10.33474
1. Penelitian linguistik, sosiolinguistik, dan psikolinguistik 2. Analisis wacana 3. Penelitian sastra (teori, kritik, dan sejarah sastra) 4. Keterampilan dan pembelajaran sastra 5. Keterampilan dan pembelajaran bahasa 6. Evaluasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia 7. Kurikulum pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia 8. Model atau media pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia 9. Kajian kebudayaan Indonesia 10. Penelitian lain yang relevan
Articles 109 Documents
Penggunaan Media Pembelajaran Mindjet Mindmanager dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Cerita Fabel Siswa Kelas VII.B MTsN 2 Malang Sapriyansah Sapriyansah
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Media merupakan komponen yang paling penting dalam setiap pembelajaran. Media berbasis komputer menjadi salah satu alternatif dalam setiap permasalahan terkait dengan proses belajar mengajar. Dalam kurikulum terbaru, siswa dituntut aktif dalam proses pembelajaran dan juga guru sebagai fasilitator. Sementara itu, dalam realita dilapangan masih banyak guru yang menggunakan metode pembelajaran yang monoton dan membosankan serta media yang digunakan bersifat konvensional bahkan terdapat guru dalam pengajarannya tanpa menggunakan media apapun. Oleh karena itu, guru dituntut berperan aktif, kreatif, dan efektif  serta mampu menggunakan media sebagai alat demi tercapai tujuan pembelajaran. Media pembelajaran Mindjet Mindmanager adalah salah satu alternatif sebagai alat atau perantara yang berfungsi untuk mempermudah guru dalam menyampaikan materi dan juga peserta didik dalam memahami materi. Mengingat bahwa media ini belum pernah digunakan dalam pembelajaran menulis karangan terutama teks cerita fabel maka peneliti terdorong untuk menggunakan dan memanfaatkan media aplikasi ini untuk dengan judul “Penggunaan Media Pembelajaran Mindjet Mindmanager dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Cerita Fabel Siswa Kelas VII.B MTsN 2 Malang.Metode yang digunakan dalam penelitian ini hasil rancangan Kemmis & MC. Taggart yaitu penelitian tindakan kelas. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, menunjukan bahwa terdapat peningkatan pada proses dan hasil belajar menulis teks cerita fabel siswa kelas VII B MTsN 2 Malang dengan menggunakan mediapembelajaran mindjet mindmanager. Hal ini dibuktikan dengan perubahan peningkatan yang terjadi dari siklus I ke siklus II sebanyak 85% untuk keseluruhan aspek ketuntasan.Hasil analisis persentase jumlah skor yang dicapai pada siklus I yaitu sebesar 54,16 meningkat pada siklus II menjadi 76,38. Selisih skor antara kedua siklus dari siklus I ke siklus II yaitu sebesar 22,22 dengan persentase peningkatan sebesar 29,09%. Selain itu juga hasil belajar menulis teks cerita fabel mengalami peningkatan. Pada siklus I seluruh siswa memperoleh skor sebesar 1.888 kemudian pada siklus II meningkat menjadi 2.187 selisih skor sebesar 299, sedangkan untuk peningkatan persennya sebesar 13,6%. Hal ini menunjukkan bahwa proses dan hasil belajar serta kemampuan menulis teks cerita fabel dengan memanfaatka dab menggunakan media pembelajaran mindjet mindmanager siswa kelas VII B MTsN 2 Malang telah berhasil mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II dan layak untuk digunakan serta dikembangkan dalam pembelajaran.Kata kunci :  Media Pembelajaran, Mindjet Mindmanager, Kemampuan Menulis, Teks Cerita Fabel.
NILAI RELIGIUSITAS LIRIK LAGU ALBUM RENUNGAN DALAM NADA KARYA SONETA GROUP Faydirrachman Faydirrachman
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Lagu adalah seni musik yang dibuat oleh seorang penulis untuk dinikmati setiap pendengar. Lirik lagu adalah karya seni yang puitis. Lirik yang terdapat dalam lagu tersebut biasanya dapat menggambarkan emosi seseorang, baik itu dalam keadaan sedih, bingung, benci, gembira, jatuh cinta, patah hati, atau sedang menuntun Tuhan. Oleh sebab itu, penelitian ini di tulis dengan judul nilai religiusitas lirik lagu dalam album Renungan dalam Nada Karya Soneta Group,Tujuan penulis meneliti penelitian ini adalah untuk (1) Mendeskripsikan tentang bentuk nilai-nilai religiusitas berdasarkan aspek (a) hubungan manusia dengan tuhan, (b) hubungan manusia dengan manusia, (c) hubungan manusia dengan alam pada lirik lagu dalam Album Renungan dalam Nada  karya Soneta Group; (2) Menjelaskan fungsi nilai-nilai agama dari aspek-aspek berikut: (a) fungsi pendidikan, (b) fungsi penyelamat, (c) fungsi perlindungan, (d) fungsi pengawasan sosial, (e) fungsi menumbuhkan rasa persatuan, (f) fungsi perubahan pada lirik lagu dalam Album Renungan dalam Nada karya Soneta Group.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif . Sumber data dalam penelitian ini adalah  album lagu Renungan dalam Nada Karya Soneta Group berisi 10 lagu yang di rilis pada tahun 1982 oleh perusahaan rekaman Yukawi. Data dari penelitian ini berupa lirik lagu dan isi lagu yang tercantum dalam album lagu. Bentuk atau wujud dari data ini berupa ungkapan-ungkapan dari pikiran pencipta lagu tentang bentuk nilaireligiusitas dan fungsi nilai religiusitas yang terdapat pada Album Renungan dalam Nada karya Soneta Group.            Hasil penelitian dapat diuraikan sebagai berikut. Pertama bentuk nilai-nilai religiusitas lirik lagu album Renungan dalam Nada karya Soneta Group karya Soneta Group. Hubungan antara manusia dan Tuhan, hubungan antara manusia dan manusia, hubungan antara manusia dan alam. Kedua dari fungsi nilai religius menyanyikan lirik album "Renungan dalam Nada" karya Soneta Group. Fungsi pendidikan, fungsi penyelamatan, fungsi perdamaian, fungsi pengawasan sosial, fungsi pembinaan rasa persatuan, fungsi perubahan.  Kata kunci: Nilai Religiusitas, Lirik Lagu, Album Renungan dalam Nada.
INTERPRETASI NILAI-NILAI RELIGIUS ISLAM DALAM NOVEL RINDU KARYA TERE LIYE Muhammad Ilham Rahmatullah Luthfi
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Sastra merupakan karya tulis atau cetak terbaik yang dibuat manusia, sebagai makhluk yang diberi akal. Manusia hadir untuk memberikan pemahaman terkait dengan apa yang disampaikan melalui medium bahasa. Namun terkadang untuk sekedar memahami, perlu dikaji secara khusus. Memahami sastra tersebut dari sudut pandang yang berbeda yaitu religius islam. Oleh karenanya, tujuan dilakukannya penelitian sastra berikut adalah menginterpretasi nilai religius Islam pada novel Rindu yang dikarang oleh Tere Liye.Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah deskriptif kualitatif. Peneltian ini berupaya menginterpretasikan atau mendeskripsikan obyek yang diteliti dengan menggambarkan religius Islam. Peneliti bertindak sebagai instrument utama dengan bantuan kodefikasi data. Data yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu data religius Islam yang terdapat pada novel Rindu yang dikarang oleh Tere Liye. Kemudian, yang dijadikan sumber data pada penelitian berikut adalah novel Rindu. Pengarangnya adalah Tere Liye. Diterbitkan oleh Republika pada tahun 2014. Tebal halaman 544.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai religiusitas Islam dalam novel Rindu yang dikarang oleh Tere Liye meliputi: (1) Nilai Tauhid dalam novel Rindu yang dikarang oleh Tere Liye yaitu, diantaranya beriman pada Allah, beriman pada Kitab-Kitab Allah, dan beriman pada ketetapan Qada’ dan Qadar Allah. (2) Nilai Syariah dalam novel Rindu yang dikarang oleh Tere Liye yaitu, diantaranya Ibadah Sholat dan Ibadah Haji. (3) Nilai Akhlak dalam novel Rindu yang dikarang oleh Tere Liye yaitu, diantaranya Akhlak yang berhubungan dengan Allah dan Akhlak yang berhubungan dengan Manusia.Simpulan hasil penelitian berikut dapat dikemukakan bahwa novel Rindu yang dikarang oleh Tere Liye mengandung nilai religius Islam, diantaranya (1) Nilai Tauhid dalam novel Rindu yang dikarang oleh Tere Liye yaitu, diantaranya beriman pada Allah, beriman pada Kitab-Kitab Allah, dan beriman pada ketetapan Qada’ dan Qadar Allah. (2) Nilai Syariah dalam novel Rindu yang dikarang oleh Tere Liye yaitu, diantaranya Ibadah Sholat dan Ibadah Haji. (3) Nilai Akhlak dalam novel Rindu yang dikarang oleh Tere Liye yaitu, diantaranya Akhlak yang berhubungan dengan Allah dan Akhlak yang berhubungan dengan Manusia. Kata kunci: Interpretasi, Religius Islam, Novel Rindu 
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO ANIMASI DALAM KETERAMPILAN MENULIS TEKS PROSEDUR KOMPLEKS SISWA KELAS XI SMA ISLAM ALMAARIF SINGOSARI Uni Sofiah
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pembelajaran akan lebih menyenangkan dan mudah dilaksanakan jika menggunakan media yang mampu mendukungnya. Keberadaan media pembelajaran di era revolusi industri 4.0 dan di masa pandemi Covid-19 menjadi hal yang utama. Dimana pembelajaran dilakukan dengan jarak jauh sehingga pemahaman siswa terhadap materi jauh lebih rendah dari pada saat belajar tatap muka di sekolah. Dengan menggunakan media pembelajaran ditargetkan untuk mengatasi masalah-masalah dalam pembelajaran. Media pembelajaran sangat variatif, salah satunya media pembelajaran video animasi. Media pembelajaran video animasi yang dibuat dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dan menggabungkan berbagai media seperti teks, video, dan gambar. Dari produk media ini guru dapat menyampaikan materi pembelajaran dalam bentuk audio visual sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik dan mengesankan. Media pembelajaran video animasi dalam penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kebutuhan guru dan siswa terhadap media pembelajaran video animasi dalam keterampilan menulis teks prosedur kompleks siswa kelas XI SMA. (2) proses pengembangan media pembelajaran video animasi teks prosedur kompleks siswa kelas XI SMA. (3) Kelayakan produk pengembangan media pembelajaran video animasi teks prosedur kompleks untuk siswa kelas XI SMA. Pengembangan produk media pembelajaran video animasi teks prosedur kompleks yang dikembangakan oleh peneliti menggunakan model 4-D. Model ini memiliki 4 tahapan pengembangan yaitu, define, design, develop, dan disseminate. Uji coba produk dilaksanakan pada kelompok kecil yang berjumlah 10 siswa, kemudian diujicobakan pada kelompok besar yang berjumlah 30 siswa serta seorang guru Bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan data berupa angket validasi dan wawancara. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian pengembangan ini menunjukkan bahwa, analisis kebutuhan guru 87,05% guru sangat setuju dengan dilaksanakannya pengembangan terhadap media pembelajaran video animasi teks prosedur kompleks siswa kelas XI SMA. Sedangkan pada hasil analisis kebutuhan siswa 80,00% siswa sangat setuju siswa memerlukan media pembelajaran yang menyenangkan dan mampu mendukung untuk belajar secara mandiri pada pembelajaran teks prosedur kompleks siswa kelas XI SMA. Dari hasil ini menunjukkan bahwa guru dan siswa membutuhkan adanya pengembangan media pembelajaran video animasi pada pembelajaran menulis teks prosedur kompleks supaya mempermudah siswa dan menarik siswa untuk belajar. Produk pengembangan media pembelajaran video animasi teks prosedur kompleks yang dihasilkan ini dapat dioperasikan di gawai, laptop, komputer, dan sosial media. Media yang dikembangkan dengan model 4-D melalui 4 proses, meliputi membuat sketsa di aplikasi Procreate. Sketsa yang telah ada lalu digambar dan diwarnai untuk dijadikan ilustrasi. Setelah ilustrasi selesai, ilustrasi digandakan dengan berbagai bentuk untuk dijadikan animasi dalam format GIF. Kemudian, ilustrasi dimasukkan ke aplikasi edit video, InShot. Produk selesai dibuat dan siap dijalankan. Terakhir, validasi terhadap produk media pembelajaran video animasi teks prosedur kompleks berupa validasi ahli materi, validasi ahli media respon guru, dan respon siswa. Hasil validasi ahli materi memperoleh skor 94,44% dan hasil validasi ahli media 77,50% yang menunjukkan bahwa produk media pembelajaran video animasi teks prosedur kompleks yang dihasilkan sudah valid dan layak untuk diterapkan dengan sedikit revisi. Produk mendapat respon dari guru dan siswa. Respon guru memperoleh nilai 91,66% dan respon siswa 80,00% menyatakan sangat setuju dengan media pembelajaran video animasi teks prosedur kompleks khususnya pada langkah menulis atau membuat teks prosedur kompleks dalam media video animasi yang bagus dan menarik. Hasil ini menunjukkan bahwa media pembelajaran video animasi teks prosedur kompleks yang dikembangkan sudah valid tanpa revisi. Simpulan dari hasil penelitian pengembangan ini adalah media yang dihasilkan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran materi teks prosedur kompleks.Kata kunci: Media pembelajaran, video animasi, teks prosedur kompleks
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TEKS CERITA LEGENDA BERDASARKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL MELALUI MEDIA ADOBE FLASH PADA SISWA KELAS VII SMP SANTA THERESIA LANGGUR Elisabeth Reyaan
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk memajukan bidang pendidikan di Indonesia salah satu cara adalah dengan melakukan penelitian pengembangan. Pengembangan dapat berupa proses, produk, dan rancangan. Selain itu, penggunaan media pembelajaran juga berguna untuk meningkatkan kompetensi belajar siswa, khususnya dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Ketepatan memilih media pembelajaran akan sangat memengaruhi pemahaman peserta didik terhadap kompetensi dasar yang sedang dipelajari oleh peserta didik. Hal ini akan meningkatkan kualitas pembelajaran terutama dalam pembelajaran khususnya pada materi teks cerita legenda. Media pembelajaran yang menarik harus memiliki kemampuan dalam menggabungkan semua unsur media seperti teks, video, animasi, gambar, grafik, dan suara menjadi satu kesatuan yang terintegrasi (Munadi, 2008:150). Adobe flash merupakan salah satu media pembelajaran gabungan dari teks, video, animasi, gambar, grafik, dan suara. Siswa kadangkala merasa kesulitan dalam mencerna dan memahami materi yang disampaikan oleh guru.          Dalam penelitian ini, model pengembangan produknya mengacu pada model pengembangan Sugiyono (2011:298), yang terdiri dari (1) identifikasi masalah, (2) pengumpulan informasi, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) perbaikan desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk tahap akhir, dan (10) produksi masal. Media pembelajaran interaktif teks cerita legenda untuk siswa SMP kelas VII melalui media adobe flash yang telah dikembangkan sesuai dengan kompetensi dasar yang ditetapkan di sekolah untuk SMP kelas VII. Terdapat beberapa menu dalam media pembelajaran ini.Media pembelajaran yang dikembangkan terdiri dari (1) intro, (2) menu depan, berisi kata pengantar , (3) petunjuk penggunaan media pembelajaran, (4) Materi, yang berisi tentang materi dan pembahasan tentang teks cerita legenda setempat, (5) evaluasi, (6) pembahasan, dan diakhiri dengan (7) profil dan foto identitas  pengembang  media  pembelajaran.Berdasarkan hasil validasi yang telah dilakukan oleh pengembang kepada ahli media rata-rata mendapat nilai 79% dan dikategorokan layak. Berdasarkan hasil validasi yang telah dilakukan oleh pengembang kepada ahli materi mendapat nilai 94% sehingga dikategorikan sangat layak. Berdasarkan hasil uji coba yang telah dilakukan oleh pengembang kepada praktisi (guru) mengenai media pembelajaran, mendapat nilai 86,25% dan sangat layak untuk diimplementasikan di lapangan. Sedangkan hasil uji coba yang telah dilakukan oleh pengembang kepada siswa rata-rata mendapatkan respon dari siswa dengan nilai 81%-100% sehingga termasuk dalam kriteria interpretasi sangat sesuai untuk digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Kemudian, media pembelajaran teks cerita legenda untuk siswa SMP kelas VII diujicobakan dengan tujuan menguji keefektivan media pembelajaran teks cerita legenda terhadap hasil belajar siswa berupa kemampuan memahami isi teks cerita legenda. Berdasarkan nilai yang telah diperoleh, pengembang kemudian melakukan uji beda dua sampel berpasangan (Paired Samples Tes). Dari data yang diperoleh, diketahui nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0.000 < 0.05, karena nilai signifikan sebesar 0.000 lebih kecil 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dalam penggunaan media pembelajaran teks cerita legenda berdasarkan pendektan kontekstual melalui media adobe flash terhadap kemampuan siswa kelas VII SMP Santa Theresia Langgur diterima. Kata kunci: Media pembelajaran, teks cerita legenda, pendekatan kontekstual, adobe flash  
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR ELEKTRONIK TEKS EKSPOSISI DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN KREATIF PRODUKTIF UNTUK SISWA KELAS X SMK BIDANG KEAHLIAN PERHOTELAN Emy Zuroidah; Nur Fajar Arief; Mochtar Data
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk (1) mendefinisikan kebutuhan siswa SMK bidang keahlian perhotelan pada bahan ajar teks eksposisi yang layak dari aspek isi, penyajian, bahasa, dan kegrafikaan, (2) merancang bahan ajar teks eksposisi sesuai kebutuhan siswa SMK bidang keahlian perhotelan yang layak dari aspek isi, penyajian, bahasa, dan kegrafikaan, (3) menghasilkan bahan ajar teks eksposisi sesuai kebutuhan siswa SMK bidang keahlian perhotelan yang layak dari aspek isi, penyajian, bahasa, dan kegrafikaan, dan (4) mengetahui efektivitas bahan ajar elektronik teks eksposisi kelas X SMK bidang keahlian perhotelan.            Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 4-Model. Model ini terdiri dari tiga tahap yaitu (1) pendefinisian, (2) perancangan, (3) pengembangan. Uji validasi dilakukan dengan meminta penilaian dari ahli materi bahasa Indonesia, ahli pengembangan bahan ajar, dan praktisi. Sementara itu, uji coba dilakukan pada 26 siswa kelas X SMK Sahid Surakarta bidang keahlian perhotelan            Hasil uji coba menunjukkan peningkatan hasil belajar pada empat kompetensi dasar yang diujicobakan. Selisih rata-rata nilai pretes dan postes pada kompetensi dasar 3.3 yaitu 7,962. Nilai rata-rata pretes dan postes pada kompetensi dasar 3.4 memiliki selisih 7,077. Pada kompetensi dasar 4.3, selisih rata-rata nilai pretes dan postes sebesar 5,615. Sementara itu, pada kompetensi 4.4 terjadi peningkatan antara rata-rata nilai pretes dengan rata-rata nilai postes sebesar 11,50 pada 22 siswa dan empat sisanya memiliki nilai yang sama antara pretes dan postes. Kesemua hasil di atas menunjukkan bahwa penggunaan bahan ajar elektronik teks ekposisi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMK bidang keahlian perhotelan.            Berdasarkan hasil pengembangan peneliti mengajukan beberapa saran pemanfaatan. Pertama, guru harus mempertimbangkan ketersediaan perangkat penunjang seperti gawai dan sambungan internet untuk dapat menggunakan bahan ajar elektronik ini. Ketiadaan perangkat penunjang ini akan membuat pengalaman belajar menjadi berkurang. Kedua, strategi kreatif-produktif  sangat mungkin untuk diterapkan pada teks-teks lainnya terutama kompetensi dasar yang memiliki tujuan akhir agar siswa mampu menghasilkan produk. Kompetensi dasar yang sifatnya hanya memberikan pemahaman membutuhkan adaptasi tersendiri. Ketiga, bahan ajar ini disusun berdasarkan analisis kebutuhan pada satu sekolah sehingga penerapan pada sekolah lain membutuhkan penyesuaian lebih lanjut. Kata kunci: bahan ajar, teks eksposisi, strategi kreatif-produktif, SMK, perhotelan.
RESILIENSI KREATIF DIMAS SURYO DALAM NOVEL PULANG KARYA LEILA S. CHUDORI Nurul Hinda
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 11, No 2 (2023): Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Program
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan aspek kreatif dalam pembentukan resiliensi tokoh Dimas Suryo; 2) Mendeskripsikan peran makanan dan rempah Indonesia sebagai unsur resiliensi kreatif tokoh Dimas Suryo.
PEMAKAIAN KONJUNGSI PADA TEKS KARANGAN SISWA SMP NEGERI 2 MAESAN TAHUN PELAJARAN 2018-2019 Fuji Fajar Riyanto
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Keunikan bahasa dapat dilihat dari banyak hal. Misalnya setiap bahasa memiliki struktur kalimat yang berbeda, setiap bahasa memiliki kata benda, kata sifat, kata kerja,  dan kata sambung. kalimat yang memiliki makna tersusun atas kata-kata. Kalimat dapat diperpanjang dengan menyambung kalimat satu dengan kalimat yang lainnya sehingga menjadi kalimat majemuk. Untuk menyambungkan kalimat tersebut diperlukan sebuah kata sambung atau rapatan. Menurut Harimurti (2001:117) konjungsi (conjunction) merupakan partikel yang digunakan untuk menyatukan kata dengan kata, frase dengan frase, klausa dengan klausa, kalimat dengan kalimat, atau paragraf dengan paragraf. Bahasa Indonesia  memiliki beragam konjungsi, misalnya konjungsi adversatif, konjungsi ekstratekstual, konjungsi ingkar, konjungsi intra kalimat, konjungsi intratekstual, konjungsi kausal, konjungsi koordinatif, konjungsi korelatif, dan konjungsi subordinatif.Penelitian ini dilakukan dengan cara penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian kualitatif dapat disebut sebagai langkah-langkah penelitian yang memeroleh data deskriptif kualitatif yaitu kata-kata tertulis atau pun lisan dari orang-orang dan perilaku yang di amati serta fokus pada latar dan individu tersebut secara holistik (utuh). Metode penelitian ini dilakukan dengan pendekatan cross sectional atau potong lintang yaitu rancangan penelitian yang dilakukan dengan pengukuran atau pengamatan pada saat bersamaan atau sekali waktu.Penelitian kualitatif menjadikan kata-kata dan tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain sebagai sumber data utama. Sumber data merupakan sebuah sumber pegangan untuk memeroleh data yang dibutuhkan dalam sebuah penelitian. Sumber data dalam penelitian ini adalah teks karangan siswa kelas 7, kelas 8, dan kelas 9 SMPN 2 Maesan yang terdiri dari teks eksposisi, teks eksplanasi, dan teks diskusi. Semua karangan tersebut berjumlah 85 data dan masing-masing kelas berjumlah kelas 7 yaitu 30 data, kelas 8 yaitu 30 data, dan kelas 9 yaitu 25 data.Hasil penelitian menujukkan konjungsi intra kalimat siswa SMPN 2 Maesan yang digunakan kelas 7 terdapat kesalahan dalam penggunaan yaitu konjungsi aditif 1 “dan” dan konjungsi simpulan “karena” dan konjungsi yang digunakan siswa kelas 8 terdapat kesalahan pada konjungsi intra kalimat yaitu konjungsi aditif 1 “dan”, konjungsi aditif 2 “tetapi”, dan konjungsi tujuan “agar”, sedangkan penggunaan konjungsi kelas 9 tidak terdapat kesalahan. Masing-masing kelas tersebut ditemukan konjungsi yang digunakan sebanyak yaitu kelas 7 sebanyak 6 jenis konjungsi, kelas 8 sebanyak 8 jenis konjungsi, dan kelas 9 sebanyak 12 jenis konjungsi. Konjungsi antar kalimat yang digunakan siswa SMP Negeri 2 Maesan yang ditemukan dalam karangannya hanya sedikit dan kesalahan penggunaannya pun hanya ditemukan di kelas 8 yaitu konjungsi tujuan “supaya”. Jumlah yang konjungsi perkelas siswa sekolah tersebut yang ditemukan yaitu kelas 7 sebanyak 3 buah konjungsi antar kalimat, kelas 8 sebanyak 6 buah konjungsi antar kalimat, dan kelas 9 sebanyak 2 buah konjungsi antar kalimat.Dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, sekolah menginstruksikan kepada guru Bahasa Indonesianya memantau penggunaan konjungsi siswa dan merangsang siswa beragam dalam penggunaan konjungsi sehingga menghasilkan sebuah karangan yang bagus jika diterapkan dan siswa harus lebih memahami penggunaan atau jenis konjungsi pada Bahasa Indonesia.  Kata kunci : Perkembangan, Pemakaian Konjungsi, Karangan Siswa
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KOMIK DIGITAL BERBASIS PLATFORM GOOGLE CLASSROOM PADA MATERI MENCERITAKAN KEMBALI ISI TEKS BIOGRAFI Indra Nurdianto
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebutuhan guru dan siswa mengenai media pembelajaran komik digital berbasis platform google classroom pada materi menceritakan kembali isi teks biografi secara tertulis, mengembangkan media pembelajaran komik digital berbasis platform google classroom berdasarkan spesifikasi produk yang meliputi wujud, isi, sistematika, bahasa, dan grafika, mendeskripsikan kevalidan atau kelayakan media pembelajaran komik digital berbasis platform google classroom, serta mendeskripsikan keefektifan penggunaan media pembelajaran komik digital berbasis platform google classroom.Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah prosedural. Model pengembangan ini terdiri dari sepuluh tahap, yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data atau informasi, desain produk, revisi desain, validasi desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian, revisi produk, dan diseminasi. Uji validasi media dilakukan dengan meminta penilaian pada dosen pascasarjana bahasa Indonesia, sedangkan uji coba produk dilakukan dengan meminta penilaian pada guru bahasa Indonesia dan siswa kelas X IIS 1 MA Almaarif Singosari secara acak.Hasil penelitian pengembangan ini meliputi empat hal. Pertama, berdasarkan hasil analisis angket kebutuhan bahwasannya pengembangan media komik digital biografi B.J. Habibie berbasis platform google classroom sudah sesuai dengan kebutuhan guru dan siswa dalam aspek pembelajaran maupun aspek media. Kedua, berdasarkan hasil validasi tim ahli bahwasannya media pembelajaran komik digital biografi B.J. Habibie berbasis platform google classroom yang dikembangkan sudah sesuai dengan spesifikasi produk yang meliputi wujud, isi, sistematika, bahasa, dan grafika. Ketiga, hasil uji coba produk pada tim ahli (materi dan media), guru, serta siswa secara berurutan menunjukkan persentase tingkat kevalidan atau kelayakan produk mencapai 81,25%, 85,52%, 83,75%, dan 82,88%. Keempat, uji efektivitas penggunaan produk menunjukkan adanya perbedaan rata-rata yang signifikan antara kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen berdasarkan uji statistik Mann Whitney dengan Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000.Saran pemanfaatan produk media pembelajaran komik digital biografi B.J. Habibie berbasis platform google classroom ditujukan bagi guru bahasa Indonesia, siswa, dan peneliti lain. Petama, guru bahasa Indonesia agar memanfaatkan produk ini sebagai alternatif media pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan sesuai dengan minat siswa. Kedua, siswa kelas X agar menggunakan produk ini sebagai stimulus yang memudahkan dalam menceritakan kembali isi teks biografi secara tertulis. Ketiga, peneliti lain agar menjadikan produk ini sebagai pedoman atau pertimbangan dalam melakukan penelitian pengembangan selanjutnya dengan materi yang lebih lengkap. Kata Kunci: pengembangan, komik digital, google classroom, teks biografi.
PILIHAN BAHASA MASYARAKAT BILINGUAL DAYAK-JAWA DI MALINAU DALAM RANAH KELUARGA Ayu Purwa Ningsih
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 11, No 1 (2023): Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Program
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Masyarakat bilingual Dayak-Jawa dalam ranah keluarga yang dimaksud yaitu pasangan suami istri yang melakukan pernikahan silang atau pernikahan beda suku dalam satu keluarga ataupun dengan sesame mereka yang berasal dari suku yang sama, mereka menggunakan pilihan-pilihan bahasa yang disesuaikan dengan situasi dan kebutuhan saat sedang berkomunikasi dengan sesama anggota keluarga untuk menciptakan suasana yang akrab dengan sesama penutur. Masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) bagaimana wujud pilihan bahasa yang digunakan masyarakat bilingual Dayak-Jawa, (2) bagaimana fungsi yang diperankan oleh pilihan bahasa dalam masyarakat bilingual Dayak-Jawa, dan (3) faktor apa saja yang melatarbelakangi pilihan bahasa masyarakat bilingual Dayak-Jawa. Tujuan penelitian ini, yaitu (1) menganalisis wujud pilihan bahasa masyarakat Dayak-Jawa , (2) menganalisis fungsi pilihan bahasa masyarakat bilingual Dayak-Jawa, (3) menganalisis faktor yang melatarbelakangi pilihan bahasa masyarakat bilingual Dayak-Jawa. Fokus penelitian ini adalah tuturan yang digunakan msyarakat bilingual Dayak-Jawa dalam ranah keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data yang dilakukan melalui metode simak dan metode catat. Sementara, penentuan fungsi dan fator pilihan bahasa menggunakan metode kontekstual. Hasil analisis data yang berupa temuan penelitian disajikan menggunakan metode informal. Hasil penelitian menunjukan bahwa. Pertama, wujud pilihan  bahasa masyarakat bilingual Dayak-Jawa dalam ranah keluarga meliputi bahasa Dayak, bahasa Jawa, dan bahasa Indonesia yang berupa tunggal bahasa, alih kode: Indonesia-Dayak, Indonesia-Jawa, Dayak-Jawa, dan campur kode dalam bentuk kata, perulangan kata. Kedua, fungsi pilihan bahasa masyarakat bilingual Dayak-Jawa ada 5 yaitu, instrumental, regulasi, representasi, interaksi, perorangan. Ketiga, faktor yang melatarbelakangi pilihan bahasa masyarakat bilingual Dayak-Jawa ada 4 yaitu, situasi dan latar (tempat dan waktu), partisipan dalam interaksi, topik pembicaraan, fungsi interaksi.            Kata Kunci: pilihan bahasa, bilingual, masyarakat Dayak-Jawa

Page 5 of 11 | Total Record : 109