cover
Contact Name
Imam Santoso
Contact Email
mpbindonesia@unisma.ac.id
Phone
+6285649611196
Journal Mail Official
mpbindonesia@unisma.ac.id
Editorial Address
Jl. Mayjend Haryono 193 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah NOSI
ISSN : 23378425     EISSN : 29883547     DOI : 10.33474
1. Penelitian linguistik, sosiolinguistik, dan psikolinguistik 2. Analisis wacana 3. Penelitian sastra (teori, kritik, dan sejarah sastra) 4. Keterampilan dan pembelajaran sastra 5. Keterampilan dan pembelajaran bahasa 6. Evaluasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia 7. Kurikulum pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia 8. Model atau media pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia 9. Kajian kebudayaan Indonesia 10. Penelitian lain yang relevan
Articles 109 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN STRATEGI AFEKTIF TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA DAN KEMAMPUAN MENULIS PADA PEMBELAJARAN TEKS FABEL SISWA KELAS VII SMP AN NUR AL-MUNTAHY Kinanatul Fahriyah
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan strategi afektif pada kemampuan membaca dan kemampuan menulis dalam pembelajaran teks fabel untuk siswa kelas VII SMP An Nur Al-Muntahy, dan mampu memperoleh penggunaan strategi afektif deskriptif yang obyektif, seperti serta mampu memperoleh deskriptif objektif tentang kemampuan membaca dan menulis siswa. Penelitian ini diarahkan untuk mendapatkan jawaban yang pasti dari kemungkinan adaiatau tidaknyadpengaruhaantara penggunaan strategi afektif terhadap kemampuan membaca dan menulis siswa kelas VII SMP An Nur Al-Muntahy. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian ex post facto menggunakan analisis data uji One Way Annova untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan strategi afektif terhadap kemampuan membaca dan menulis dalam pembelajaran teks fabel siswa kelas VII An Nur Al-Muntahy Senior hight Sekolah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, ada pengaruh penggunaan strategi afektif pada kemampuan membaca dan menulis siswa kelas VII SMP An Nur Al-Muntahy. siswa. Karena hasil penelitian menunjukkan nilai menggunakan strategi afektif memperoleh jumlah (sum2378), dengan skor rata-rata 82, dan skor tertinggi 97 sedangkan skor terendah adalah 70. Selanjutnya, pada tahap pemberian kemampuan membaca untuk sampel atau siswa yang dilakukan melalui memberikan tes tertulis pemahaman membaca, menunjukkan nilai kemampuan membaca dengan angka (≤2531), dengan nilai rata-rata 74 dan nilai maksimum tertinggi yang dicapai 85 sedangkan nilai paling ringan mencapai 56. Kemudian dalam tahap pengujian kemampuan menulis dilakukan dengan memberikan tes tertulis dalam bentuk tugas menyusun cerita fabel, menunjukkan nilai kemampuan menulis (∑2255) dengan nilai rata-rata 78 dan nilai maksimum tertinggi yang dicapai 95 sedangkan yang paling ringan nilai yang dicapai 60. Selanjutnya, data tentang hasil penggunaan strategi afektif pada kemampuan membaca dan menulis dilakukan oleh tes One Way Annova dengan menganalisis menggunakan SPSS.20 dilakukan dua kali pada masing-masing kemampuan kemampuan membaca dan menulis. Dari hasil analisis statistik menggunakan uji OneWay Annova dapat dilihat bahwa nilai sig dalam tabel uji OneWay Annova menggunakan strategi afektif pada kemampuan membaca adalah 0,005 <0,05, sedangkan nilai sig pada tabel uji OneWay Annova menggunakan strategi afektif pada kemampuan menulis yaitu 0,005 <0,05. Dengan demikian, peneliti menyimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dalam penggunaan strategi afektif pada kemampuan membaca dan menulis dalam pembelajaran teks fabel.Setelah itu untuk mengetahui seberapa besar perbedaan rata-rata pengaruh penggunaan strategi afektif terhadap kedua kemampuan tersebut, perlu dilanjutkan dengan Tes Post-Hoc dengan menggunakan Tukey dan Bonferroni.Jika dilihat dari nilai Sig pada masing-masing analisis data di atas yaitu pada kemampuan membaca 0.000<0.05 dan pada kemampuan menulis 0.005<0.05emaka dapat ditarikhkesimpulan bahwa penggunaan strategi afektif lebih tinggi pengaruhnya terhadap kemampuan membaca khususnya pada pembelajaran teks fabel bagi  peserta didik di kelas VII SMP An Nur Al-Muntahy. Kata kunci: Strategi Afektif, Kemampuan Membaca, Kemampuan Menulis, Teks Fabel
MENINGKATKAN PEMEROLEHAN KOSAKATA BENDA MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KARTU ALFABET SIBI PADA SISWA TUNARUNGU Fatichatul Istiqomah
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 11, No 1 (2023): Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Program
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan pemerolehan kosakata benda melalui media pembelajaran berbasis Kartu Alfabet SIBI pada siswa tunarungu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada pre-eksperimen dengan rancangan penelitian One-Group Pretest-Posttest Design. Sebanyak 15 siswa tunarungu berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, usia 11-20 tahun ikut berpartisipasi dalam penelitian. Siswa diberikan intervensi media pembelajaran Bahasa Indonesia menggunakan Kartu Alfabet SIBI yang dilakukan 2x/minggu selama 4 minggu. Pengambilan data dilakukan pretest dan posttest intervensi menggunakan instrumen tes tulis. Teknik analisis data menggunakan uji Paired Samples t-Test dengan Software Statistik Packet for Social Science (SPSS) versi 21. Hasil penelitian dilaporkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pemerolehan kosakata bahasa antara pretest dengan posttest (11.33±3.19 vs. 21.40±3.52 kata (p ≤ 0.001)). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pemberian media pembelajaran berbasis Kartu Alfabet SIBI efektif dalam meningkatkan pemerolehan kosakata benda pada siswa tunarungu. Kata kunci: Kosakata benda, Kartu Alfabet SIBI, Tunarungu
VALIDITAS SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER GASAL MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VII MTS AL MAARIF 01 SINGOSARI TAHUN PELAJARAN 2017 / 2018 Fakih Udin Zaini
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengevaluasian pada hasil belajaran berguna untuk melihat sampai berapa jauh pendidikan yang  berkompeten yang sudah ditetapkan dapat mencapai lewat pembelajaran yang dijalankan. Penilaian termasuk bagian yang sangat penting dalam sistem pembelajaran untuk melihat perkembangan dan tingkat pencapaian hasil pembelajaran. Butir soal ulangan akhir semester Gasal  Pelajaran Bahasa Indonesia kelas VII MTs Al Maarif 01 Singosari Tahun Pelajaran 2017/2018 juga perlu diuji validitasnya sebab itu merupakan hal paling penting yang perlu diperhatikan dalam memperkembangkan tes. Validitas termasuk komponen penting  untuk diperhatikan para  guru yang menyusun tes jika isi tes meliputi materi pelajaran dan tujuan instruksional pengajaran yang akan dicapai. Berdasarkan pada hal tersebut di atas, penelitian ini akan meneliti “Validitas butir soal (UAS) gasal Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII MTs Al Maarif 01 Singosari Tahun Pelajaran 2017/2018” untuk melihat  validitas butir  soal Ujian Akhir Semester Gasal Mata Pelajaran Bahasa Indonesia kelas VII MTs Al Maarif 01 SingosariTahun Pelajaran 2017/2018. Analisis penelitan ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Seorang peneliti mengambil sampel soal dan mengumpulkan berbagai data, berikutnya data dianalisis yang mencakup tiga aspek yaitu materi, konstruksi dan bahasa. Kegiatan penelitian ini dilakukan oleh seseorang ahli (expert judgment) dengan melakukan telaah pada setiap butir soal dari segi materi, konstruksi, dan bahasa. validitas butir soal, kunci jawaban, dan kisi-kisi pada soal ulangan akhir semester gasal ditelaah oleh seorang ahli (expert judgment) yang mana beliau juga ahli dalam bidang  materi kebahasaan dan mengerti tentang pengukuran (evaluasi).Hasil analisis menunjukkan bahwa validitas soal dikatakan masih kurang baik karena hanya sejumlah 17 soal pilihan ganda (43,59%) dikatakan diterima dan 22 butir soal (56,41%) direvisi. Kualitas soal ujian akhir semester Gasal dapat lebih ditingkatkan apabila penulisannya mengikuti kaidah penulisan soal yang telah ditetapkan. Kaidah penyusunan soal merupakan petunjuk atau pedoman yang perlu diikuti oleh penulis soal supaya soal yang akan diujikan ke siswa memiliki kualitas yang baik. Kata kunci: Kualitas, Soal Ulangan, Bahasa Indonesia. 
PEMEROLEHAN BAHASA KEDUA (PEMBENTUKAN KATA) PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) TUNAGRAHITA DI SLB NEGERI 1 KOTA BIMA Adi Saputra
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Di tengah perkembangan teknologi dan dunia pendidikan hari dapat mempengaruhi perkembangan anak khususnya perkembangan dalam berbahasa, semua orang dapat belajar bahasa di manapun yang dikehendaki namun di satu sisi ada beberapa anak yang tidak dapat mengagunkan perkembangan itu semua disebabkan oleh kelainan yang dimiliki, anak seperti ini biasa disebut anak berkebutuhan khusus maka dari itu perlu kemudian perhatian khusus terhadap mereka melalui pendidikan maupun terapi yang dilakukan.Tujuan dari penelitian ini ialah (1) mendeskripsikan pemerolehan kata dasar anak berkebutuhan khusus (ABK) tunagrahita, (2) Mendeskripsikan pemerolehan pengimbuhan kata anak berkebutuhan khusus (ABK) tunagrahita, (3) Mendeskripsikan pemerolehan pengulangan kata anak berkebutuhan khusus (ABK) tunagrahita, (4) Mendeskripsikan pemerolehan pemajemukan kata anak berkebutuhan khusus (ABK) tunagrahita.Berdasarkan tujuan di atas maka metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif dengan jenis studi kasus yang bermaksud mendeskripsikan pemerolehan bahasa pada anak berkebutuhan khusus. Subjek penelitian ini adalah anak berkebutuhan khusus (ABK) tunagrahita di SLB Negeri 1 Kota Bima. Penelitian ini difokuskan pada pemerolehan bahasa kedua (Pembentukan kata) anak berkebutuhan khusus (ABK) tunagrahita. Instrumen dalam penelitian ini ialah peneliti sendiri yang bertindak sebagai pengumpul dengan mengamati pemerolehan bahasa anak melalui lisan dan tulisan. Data yang diperoleh dari hasil tuturan lisan dan tulisan siswa akan di analisis menggunakan tiga hal yang pertama reduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan tiga hal ini saling berkaitan dalam melakukan analisis.Berdasarkan hasil analisis dalam pemerolehan bahasa kedua siswa anak berkebutuhan khusus tunagrahita mulai dari pemerolehan kata dasar minum, bantu, belajar, pengimbuhan kata di-jemput, ke-rumah, se-hari, pengulangan kata bantu-bantu, teman-teman, dan pemajemukan kata kantor camat, jualan nasi dalam berkomunikasi dapat dikatakan cukup baik dalam merealisasikan namun ketika mengucapkan kata lebih dari satu terkadang lamban di karana siswa berfikir sesuatu yang akan diucapkan.Kata Kunci: Pemerolehan bahasa, pembentukan kata, anak berkebutuhan khusus, tunagrahita
PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK MENGGUNAKAN SIGIL MATERI TEKS EKSPLANASI UNTUK SISWA KELAS XI DI SMK BRANTAS KARANGKATES Tutut Umi Yuswanti; Abdul Rani; Akhmad Tabrani
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia, maka dalam pelaksanaannya berada dalam suatu proses berkesinambungan dalam setiap jenis dan jenjang pendidikan. Salah satu cara untuk mewujudakan tujuan pendidikan tersebut adalah dengan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar hakikatnya merupakan proses komunikasi dua arah, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan (guru) melalui media tertentu ke penerima pesan (siswa). Agar pesan tersebut dapat tersampai dengan tepat diperlukan media yang tepat untuk mewadahi pesan tersebut. Oleh karena itu, media yang dipilih harus disesuaikan dengan kurikulum, KI, KD, Indikator, dan tujuan pembelajaran.Pemilihan media pembelajaran yang tidak tepat akan menghambat proses belajar mengajar. Sebagai sekolah yang melaksanakan dual system pendidikan, siswa SMK akan melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di dunia usaha. Permasalahan yang muncul dalam proses pembelajaran selama ini adalah kesenjangan penyampaian materi bagi siswa di sekolah dan di tempat pelaksanaan PKL karena pemilihan media pembelajaran yang tidak tepat. Guru masih menggunkaan buku paket sebagai media dan sumber pembelajaran. Siswa yang masih memperoleh pembelajaran di sekolah memperoleh materi secara penuh sehingga lebih siap menghadapi ujian. Siswa yang menjalani PKL tidak mendapatkan materi karena mereka tidak memperoleh waktu tatap muka di sekolah dan mereka tidak membawa buku paket ke tempat PKL. Hal ini menjadikan mereka tidak siap ketika menghadapi ujian. Oleh karena itu peneliti mengambil judul “Pengembangan Modul Elektronik Menggunakan Sigil Materi Teks Eksplanasi untuk Siwa Kelas XI di SMK Brantas Karangkates. Aplikasi Sigil merupakan sebuah aplikasi ePUB editor yang digunakan utuk mengubah bahan e-modul berupa teks menjadi file ePUB.Penelitian ini menggunakan model penelitian pengembangan (Research and Devolepment). Penggunaan model penelitian pengembangan ini karena media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran merupakan bentuk baru yang belum pernah digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMK Brantas Karangkates. Prosedur pengembangan dalam penelitian ini mengadopsi prosedur pengembangan model Dick dan Carey yang terdiri dari sepuluh tahapan pengembangan. Tengeh (2014:31) meyebutkan bahwa terdapat sepuluh tahapan proses yang dilakukan dalam pengembangan bahan ajar. Kesepuluh proses tersebut antara lain; (1) menganalisis kebutuhan untuk mengidentifikasi tujuan (instructiona goal); (2) menganalisis pembelajaran; (3) menganalisis pebelajar dan konteksnya; (4) menuliskan tujuan untuk unjuk kerja; (5) mengembangkan instrumen penilaian, (6) mengembangkan strategi pembelajaran, (7) mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran, (8) merancang dan melaksanakan evaluasi formatif, (9) merevisi pembelajaran, (10) merancang dan melaksanakan evaluasi sumatif. Kesepuluh kegiatan ini dirangkai sebagai sebuah alur pelaksnaan pengembangan bahan ajar teks ekplanasi menggunakan Sigil. Setelah melaksanakan pengambilan data dan pengolahan data, dapat diambil kesimpulan bahwa Pengembangan Modul Elektronik Menggunakan Sigil Materi Teks Eksplanasi Untuk Siswa Kelas XI SMK Brantas Karangkates dinyatakan layak menjadi media pembelajaran. Hal ini dibuktikan dari hasil analisis validasi ahli media, ahli isi, praktisi (guru), dan siswa.Hasil analisis validasi ahli media adalah (1) 70% untuk desain sampul, (2) Desain isi modul sebesar 75%, dan (3) Penilaian Bahasa sebesar 84%. Berdasarkan validasi ahli isi diperoleh rata-rata nilai untuk kesesuaian materi dengan SK/KD sebesar 100%. Keakuratan materi mendapatkan nilai sebesar 84%. Kesesuain pendukung materi memperoleh nilai 80%. Kemutakhiran materi mendapatkan nilai 90%. Untuk penilaian bahasa menda  patkan 90%. Selain memberikan nilai berupa angka. Validator jua memberikan saran untuk perbaikan e-modul. Saran yang diberikan adalak konsistensi penyajian e-modul. Karena tampilan e-modul sangat menentukan kemenarikannya. Nilai rata-rata untuk validasi oleh praktisi sebesar 80% untuk kesesuaian materi dengan KD. Keakuratan materi mendapat nilai 80%. Penilai tampilan sebesar 81%. Dari ketiga data tersebut dapat disimpulkan bahwa e-modul dapat digunakan sebagai bahan ajar. Validasi oleh siswa kelompok kecil menghasilkan rata-rata untuk aspek tampilan mendapat nilai 86% dan aspek Penyajian materi mendapat nilai 82%. Berdasarkan nilai validasi keseluruhan terlihat bahwa (1) siswa memberikan nilai 84%, (sangat layak). (2) Praktisi memberikan nilai 80% (sangat layak). (3) Ahli media memberikan nilai 76% (layak). (4) Ahli Isi memberikan nilai 87 (sangat layak). Sehingga rata-rata ketepatan bahan ajar e-modul teks eksplanasi untuk siswa kelas XI SMK Brantas Karangkates menggunakan Sigil adalah 82% yang berarti sangat layak digunakan. Kata kunci: pengembangan, modul elektronik, teks eksplanasi, Sigil
TINDAK.TUTUR.ILOKUSI.DALAM.INTERAKSI.JUAL.BELI SAPI.DI MADURA Sahrul Muzekki; Nur Fajar Arief; Moh. Badrih
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tindak tutur sebagai dari pragmatik merupakan penuturan kalimat untuk menyampaikan sesuatu kepada pendengar agar apa yang menjadi maksud dari pembicara dipahami oleh pendengar yang bisa berbentuk kalimat perintah, pertanyaan, pernyataan dan sebagainya.Penelitian yang dilakukan penulis bertujuan (1) Mendeskripsikan bentuk dari tindak.tutur.ilokusi.yang terdapat dalam interaksi jual beli sapi di Madura, (2) Mendeskripsikan fungsi dari tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam interaksi jual beli sapi di Madura, dan (3) Mendeskripsikan.makna dari.tindak.tutur.ilokusi yang terdapat dalam interaksi jual beli sapi di Madura            Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah penjual dan pembeli sapi di Madura. Objek penelitian ini berupa tindak tutur yang digunakan penjual dan pembeli dalam interaksi jual beli sapi. Instrumen dalam penelitian ini adalah penulis sebagai peneliti. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan teknik dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori Miles dan Huberman dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.            Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) bentuk tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam interaksi jual beli sapi di Madura terdiri dari tindak tutur ilokusi asertif, tindak tutur direktif, tindak tutur ekspresif, ilokusi komisif. tindak tutur, dan tindak tutur deklaratif. Pada tindak tutur ilokusi terdapat 168 tuturan, yaitu tindak tutur ilokusi asertif 98 tuturan, tindak tutur ilokusi direktif 32 tuturan, tindak tutur ekspresif 20 tuturan, tindak tutur komisif 18 tuturan, sedangkan bentuk tindak tutur ilokusi deklaratif adalah tidak ditemukan dalam interaksi. jual beli sapi di Madura. (2) Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan, disimpulkan juga bahwa terdapat 3 jenis fungsi tindak tutur ilokusi antara lain (1) Competitive, (2) Convival), dan (3) Collaborative. Dan (3) Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan juga disimpulkan didapati 9 makna dalam interaksi jual beli sapi di Madura yang dikelompokkan menjadi beberapa bagian diantaranya (1) menyatakan, (2) mengeluh, (3) memberitahu, (4) memerintahkan, (5) meminta, (6) menolak, (7) berterima kasih, (8) menyarankan, dan (9) meminta maaf.Kata Kunci: Tindak Tutur Ilokusi, Interaksi Jual Beli Sapi, Madura
Dinamika Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel The Shack Karya William P. Young (Tinjauan Psikologi Sastra) Dian Fransiska Ledi
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Karya sastra merupakan hasil pemikiran, imajinasi atau khayalan seorang pengarang dalam bentuk sebuah cerita fiksi atau rekaan yang diperankan oleh beberapa tokoh dengan berbagai karakter yang di dalamnya terdapat beragam masalah yang sering dialami oleh manusia dalam kehidupan sehari-sehari dan karya sastra tersebut berisi nilai-nilai tertentu. Novel adalah salah satu bentuk karya sastra yang tidak terlepas dari dimensi kejiwaan manusia. The Shack merupakan novel yang bernuansa psikologi yang menggambarkan kejiwaan seorang ayah setelah kehilangan putri bungsunya. Setelah kehilangan putri bungsu membuat kejiwaan tokoh terganggu. Hal ini terlihat pada kepribadian tokoh tersebut yang digambarkan dalam tindakan maupun tutur kata tokoh tersebut dalam novel The Shack. Berdasarkan latar belakang di atas maka penelitian ini akan dititk beratkan pada kepribadian tokoh utama dalam novel The Shack karya William P. Young.            Ada dua cakupan masalah yang menjadi fokus dalam penelitian ini, yakni (1) dinamika kepribadian tokoh utama dalam novel The Shack Karya William P. Young, (2) faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika kepribadian tokoh utama dalam novel The Shack karya William P. Young. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dinamika kepribadian tokoh utama, serta mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi dinamika kepribadian tokoh utama yang terdapat dalam novel The Shack karya William P. Young.            Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode analisis isi (Content analysis). Pada penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan psikologi sastra serta memakai teori psokoanalisis Sigmund Freud. Data dalam penelian ini diperoleh dari novel The Shack berupa teks yang terdapat di dalamnya yang pengumpulan datanya dilakukan dengan teknik baca catat. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan induktif umum.            Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa tokoh utama memiliki kepribadian yang dinamis. Hal tersebut terjadi karena terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi, yakni faktor sosiologis dan faktor psikis. Pada dasarnya hal-hal yang dialami oleh tokoh utama terkait dengan permasalahannya dengan sang ayah semenjak ia kecil serta kekecewaannya terhadap Tuhan pasca insiden penculikan putri bungsunya yang bernama Missy. Dinamika kerpibadian tokoh utama yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu: 1) insting kematian yang dialami tokoh utama beralih ke insting kehidupan setelah tokoh utama bertemu dengan Tuhan dan keluarganya, 2) kemarahan tokoh utama  beralih menjadi kesabaran, ketaatan terhadap Tuhan, 3) faktor sosilogis menjadi faktor yang dominan mempengaruhi dinamika kepribadian tokoh utama dibandingkan dengan faktor psikis.Kata kunci: Dinamika Kepribadian, Tokoh Utama, Psikologi Sastra.
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN TEKS PROSEDUR KOMPLEKS UNTUK SISWA KELAS XI SMA Arifudin Arifudin
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Perkembangan jaman yang semakin maju seperti saat ini maka maka kita tak lepas dari yang namanya teknologi, karena teknologi adalah suatu alat yang paling dibutuhkan, tidak terkecuali dunia pendidikan, perkembangan teknologi diharapkan mampu membawa wajah baru pada dunia pendidikan. Di sinilah perlu adanya pertimbangan untuk memanfaatkan teknologi kedalam dunia pendidikan untuk memajukan dari segala posisi, baik dari kurikulum, pembelajaran, metode pengajaran hingga media pembelajaran.Media video adalah suatu alat yang menggabungkan bermacam unsur dari media, mulai dari gambar diam, gambar bergerak atau animasi, teks hingga suara. Dengan video kita bisa mengaplikasikannya kedalam bentuk media ajar yakni media video pembelajaran.            Penggunaan video pembelajaran diharapkan mampu membuat siswa lebih termotivasi untuk belajar. Karena media video pembelajaran ini sesuai dengan kondisi psikologi siswa yang lebih tertarik pada media ajar yang bervariasi dengan penggunaan gambar diam, animasi, teks dan suara yang disatukan. Media video sangat bisa untuk dijadikan media pendamping selain buku.            Tujuan penelitian pengembangan ini bertujuan memperoleh kajian kebutuhan media video pembelajaran dalam pembelajaran teks prosedur kompleks yang sesuai lalu memperoleh kajian mengenai pengembangan media video pembelajaran teks prosedur kompleks dan yang terakhir adalah memperoleh kajian mengenai kelayakan/ketepatan media video pembelajaran teks prosedur kompleks di kelas XI SMA.Didalam penelitian pengembangan ini membahas tentang sebuah produk yang akan dihasilkan untuk alat dalam proses pembelajaran. Alat tersebut dinamakan dengan media video pembelajaran yang nantinya setelah alat ini sudah selesai diproduksi maka langkah selanjutnya adalah validasi desain kemudian revisi produk dan yang terakhir adalah uji coba produk.Hasil validari dari ahli media untuk penilaian rata-rata dari media video pembelajaran ini adalah 95 % lalu validasi dari ahli materi untuk penilaian rata-rata dari media video pembelajaran ini mendapatkan nilai 92%. Berdasarkan hasil uji coba yang telah dilakukan oleh pengembang kepada praktisi (guru) mendapat nilai rata-rata 93%. Kemudian, media pembelajaran teks prosedur kompleks untuk siswa SMA kelas XI di uji cobakan dengan tujuan menguji media pembelajaran teks prosedur kompleks terhadap hasil belajar siswa berupa kemampuan memahami isi teks prosedur kompleks. Setelah melakukann validasi kepada ahli materi, ahli media dan praktikan, langkah selanjutnya yang ditempuh oleh pengembang adalah uji coba kepada siswa, yang dimana uji coba media video pembelajaran ini dilakukan pada kelompok kecil, dan hasil rata-rata penilaian dari uji coba ini mendapatkan nilai 95,5%.Hasil dari serangkaian validasi dan uji coba produk ini dapat dikatakan bahwa media ini layak untuk diterapkan sebagai media ajar pendamping selain buku pada materi teks prosedur kompleks. Adapun saran dari peneliti ditujukan kepada guru bahasa Indonesia adalah media ini dapat digunakan sebagai awal pembukaan materi teks prosedur kompleks karena didalam media video ini sudah terdapat paparan materi dan juga contoh-contoh dari teks prosedur kompleks kemudia saran juga ditujukan kepada pengembang selanjutnya yakni media ini bisa dijadikan referensi tetapi alangkah baiknya apabila media ini disempurnakan lagi dan memakai teks lain yang belum dikembangkan dan semoga media ini bisa bermanfaat bagi pengembang selanjutnya. Kata kunci: Media ajar, Teks Prosedur Kompleks, Video Pembelajaran
EFEKTIVITAS STRATEGI BELAJAR DALAM KETERAMPILAN BERBICARA SISWA Muhamad Safi’i; Dyah Werdiningsih; Nur Fajar Arief
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini berusaha untuk memastikan bagaimana strategi sosial mempengaruhi kemampuan berbicara. Dengan metode kuantitatif eksplanatori, desain ex post facto diterapkan dalam penelitian ini. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX MTs Darul Huda Blitar, sedangkan sampel penelitian adalah 53 siswa kelas IX A dan B. Tes dan kuesioner adalah alat pengumpulan data utama yang digunakan dalam penyelidikan ini. Regresi pada beberapa skala linier digunakan untuk menganalisis data. Menurut temuan penelitian ini, uji Anova dua arah dapat digunakan untuk menentukan apakah hipotesis benar jika n sig.(2-tailed) 0,05, dalam hal ini H0 ditolak dan H1 diterima. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa dengan tingkat signifikansi 0,042 (0,05), penggunaan metode sosial berdampak baik dan substansial terhadap penguasaan kemampuan berbicara siswa Kelas IX MTS Darul Huda Blitar. Selanjutnya, terdapat pengaruh yang menguntungkan dan substansial dari penerapan metode emosional terhadap penguasaan kemampuan berbicara siswa, dengan signifikansi 0,045 0,05. Penggunaan metode sosial dan afektif kemudian memiliki dampak yang menguntungkan dan substansial dengan tingkat signifikansi 0,001 pada penguasaan kemampuan berbicara siswa secara bersamaan. Temuan ini menunjukkan bahwa metode sosial memiliki pengaruh yang menguntungkan dan signifikan terhadap penguasaan kemampuan berbicara siswa kelas IX MTs Darul Huda Blitar. Dengan kata lain, anak-anak yang menggunakan taktik pembelajaran sosial lebih sering menjadi lebih mahir dalam berbicara. Mengenai rekomendasi yang dibuat setelah penelitian, diperlukan studi tambahan, terutama untuk meningkatkan kemampuan siswa untuk belajar melalui gaya belajar lain yang lebih beragam.Kata Kunci: Strategi Sosial, Keterampilan Berbicara,
Bentuk-Bentuk Kekerasan Dalam Novel Dilan 1990 Karya Pidi Baiq (Pendekatan Semiotika Roland Barthes) Moh. Faiz; Akhmad Tabrani; Hasan Busri
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Novel Dilan 1990 karya Pidi Baiq sekarang sudah menjadi fenomena terbaru di kalangan remaja saat ini. Di dalam novel Dilan 1990 kaya Pidi Baiq, mengandung beberapa ungkapan kata dan terdapat ungkapan kata yang sangat romantis, yang ditujukan oleh Dilan untuk Milea. Akan tetapi dalam novel Dilan 1990 ini juga mengandung bentuk-bentuk kekerasan yang sangat mengganggu bagi pembacanya, baik dari segi alurnya ceritanya, dan sikap moralnya bagi kalangan penikmatnya.           Fokus penelitian ini berkaitan dengan, (1) bentuk-bentuk kekerasan dalam novel Dilan 1990, dan (2) makna bentuk-bentuk kekerasan dalam novel dilan 1990 karya Pidi Baiq, akan di kaji dengan menngunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Dengan teori semiotik tersebut peneliti bisa mengkaji bentuk kekerasan yang terdapat dalam novel tersebut. Semiotika merupakan suatu ilmu tentang tanda, dan tanda tersebut merupakan gambaran suatu kejadian yang menjadi tanda yang diberi makna oleh manusia.           Metode penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata yang tertulis dalam kalimat yang menjadi focus penelitian dan diamati. Dan dengan menggunakan penedekatan analisis semiotika Roland Barthes. Konesp teori semiotika Roland Barthes yaitu denotatif (penanda) dan konotatif (petanda). Yang disebut denotatif adalah tanda yang realitas, nyata, yang sebenarnya. Sedangkan konotatif adalah tanda yang tidak realitas, yang perlu dipertanyakan keberadaannya.            Hasil penelitian ini menunjukkan adanya bentuk-bentuk kekerasan yang berupa: (1) kekerasan fisik yang mana kekerasan ini seperti pukulan, tamparan dan perkelahian (2) kekerasan simbolik bentuk kekerasannya seperti menyinggunng seseorang, membentak dan lain-lain, (3) kekerasan struktural kekerasan yang berupa merugikan seseorang, meresahkan dan berbuat sewenang-wenangnya. Adapun makna bentuk kekerasannya (1) kekerasan fisk makna denotatifnya berupa tamparan dan makna konotatifnya berupa ekspresi marah dan lain-lain, (2) kekerasan simbolik, makna denotatifnya berupa cacian, sidiran dan dari segi konotatifnya ekspresi ekspresi kekesalan, pelampiasan dan lain-lain, (3) kekerasan struktural makna denotatifnya adalah mencuri, tawuran, memorotin orang dan lain-lain dan dari segi makna konotatifnya adalah merasa jagoan, pengen jadi penguasan dan lain sebagainya. .Kata kunci: Semiotika, Semiotika Roland Barthes, Kekerasan, Bentuk-bentuk Kekerasan, Novel Dilan 1990 Karya Pidi Baiq.

Page 8 of 11 | Total Record : 109