cover
Contact Name
Imam Santoso
Contact Email
mpbindonesia@unisma.ac.id
Phone
+6285649611196
Journal Mail Official
mpbindonesia@unisma.ac.id
Editorial Address
Jl. Mayjend Haryono 193 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah NOSI
ISSN : 23378425     EISSN : 29883547     DOI : 10.33474
1. Penelitian linguistik, sosiolinguistik, dan psikolinguistik 2. Analisis wacana 3. Penelitian sastra (teori, kritik, dan sejarah sastra) 4. Keterampilan dan pembelajaran sastra 5. Keterampilan dan pembelajaran bahasa 6. Evaluasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia 7. Kurikulum pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia 8. Model atau media pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia 9. Kajian kebudayaan Indonesia 10. Penelitian lain yang relevan
Articles 109 Documents
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERDIFERENSIASI PADA MATERI MENULIS ARTIKEL UNTUK SISWA SMA Yuanita Widiastuti; Mohammad Rifki; Nur Fajar Arief
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 11, No 2 (2023): Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Program
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Inovasi pembelajaran yang berpihak pada profil belajar siswa belum banyak diterapkan. Hal tersebut memberikan dampak terhadap penurunan minat belajar. Akibatnya siswa tidak mampu menghasilkan artikel yang berkualitas. Hal tersebut mendorong peneliti untuk melakukan penelitian dengan mengembangkan bahan ajar berdiferensiasi pada materi menulis artikel untuk siswa SMA yang dapat dipergunakan dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aspek materi/isi, media, dan bahasa. Penelitian ini melakukan proses pengembangan produk model Borg dan Gall. Proses pengembangan dilakukan dengan tahapan analisis kebutuhan, perencanaan media, pengembangan produk, uji coba perseorangan, dan revisi. Hasil penelitian menunjukkan rerata 88,41% uji ahli dan 92,23% uji rekan sejawat sehingga bahan ajar layak untuk diaplikasikan pada kegiatan pembelajaran. Bahan ajar berdiferensiasi pada materi menulis artikel dapat direkomendasikan sebagai bahan ajar yang dapat diterapkan untuk memudahkan siswa dalam menulis artikel.Kata kunci:  Bahan Ajar Berdiferensiasi, Inovasi Pembelajaran, Menulis Artikel, Siswa SMA
PERENCANAAN BAHAN AJAR TEKS ANEKDOT DENGAN PENDEKATAN KETERAMPILAN ABAD 21 PADA KELAS X SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Saefuddin Famsah; Imrotin Imrotin; Sri Wahyuni
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 11, No 2 (2023): Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Program
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Keterampilan abad 21 merupakan jawaban dunia pendidikan dalam menyambut era industri 4.0. Bahan ajar bahasa Indonesia untuk jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) juga perlu menyesuaikan dengan pendekatan tersebut. Sinkronisasi kurikulum SMK dengan industri tentu membawa keuntungan tersendiri bagi penyusunan bahan ajar teks anekdot khususnya keahlian Animasi. Penelitian pengembangan dengan metode 4D ini berusaha membuat prototipe bahan ajar yang menerapkan keterampilan abad 21 berbantuan Google Sites. Tahapan penelitian terdiri atas riset awal dan pengumpulan informasi, landasan dan perencanaan produk, dan pengembangan format produk. Tahapan pengujian produk tidak dilaksanakan. Guru mengalami kesulitan dalam menuntaskan materi dikarenakan jam pembelajaran sering digunakan untuk kegiatan kejuruan. Penerapan keterampilan abad 21 dalam bahan ajar anekdot sebagai berikut: (1) berpikir kritis (crtitical thinking) diterapkan pada kegiatan mengidentifikasi struktur dan kebahasaan; (2) komunikasi (communication) dilaksanakan dengan mempresentasikan idenya untuk diunggah melalui media sosial; (3) kolaborasi (collaboration) dengan kegiatan berkelompok dalam menulis anekdot berdasar komik strip; dan (4) kreativitas dan inovasi (creativity and innovation) dalam menyusun teks anekdot berdasar komik strip berdasar urutan yang diberikan.Kata kunci: anekdot, bahan ajar, mobile learning, keterampilan abad 21, sekolah menengah kejuruan.
TRANSFORMASI TOKOH PEREMPUAN DALAM NOVEL MIDAH SI MANIS BERGIGI EMAS KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER (KAJIAN FEMINISME) Sulastri, Andry
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Novel Midah Si Manis Bergigi Emas karya Pramoedya Ananta Toer merupakan novel yang di dalamnya menceritakan sosok perempuan yang bernama Midah Si Manis Bergigi Emas yang begitu kuat untuk bertahan hidup dan melawan ganasnya kehidupan yang dialami perempuan.Eksistensi perempuan terdiri dari perempuan bekerja sebagai penyanyi, patang menyerah, berkepribadian yang kuat, mandiri, meloka ke- liyanan sebagai anak, ibu, istri penyanyi sedangkan ketidakadilan gender terdiri dari  kekerasan seksual, kekerasan fisik, kekerasan postitusi, marginalisasi dalam bentuk PHK, marginalisasi dalam bentuk deskriminasi di rumah tangga, subordinasi dalam rumah tangga, stereotif atau pembelaan negatif terhadap perempuan, beban kerja ganda. Ketidakadilan gender merupakan bentuk deskriminasi antara perempuan dan laki-laki. Ketidakadilan gender dimana perempuan  mendapatkan bentuk kekerasan, tidak bisa mengambil keputusan dll. Kata kunci: Eksistensi dan ketidakadilan Gender
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BAHAAN AJAR BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) THAILAND TINGKAT PEMULA LEVEL 1 Fatahillah F., Arif
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 12, No 1 (2024): Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Program
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan bahasa Indonesia dipengaruhi oleh tercapainya peran pemerintah Indonesia pada kancah Internasional . Hal tersebut kini semakin terealisasikan, terlihat dari banyaknya pengajar bahasa Indonesia yang dikirim untuk mengajar BIPA di luar negeri. Dalam mempembelajari sebuah bahasa dibutuhkannya bahan ajar yang memadai. Berdasarkan hasil temuan pada salah satu lembaga di Thailand, kurangnya bahan ajar yang memadai di sekolah tersebut khususnya bahan ajar BIPA tingkat pemula level 1. Pengadaan bahan ajar tersebut harus sesuai dengan kebutuhan pembelajar. Penelitian ini berupaya mengembangakan bahan ajar BIPA Thailand tingkat pemula level 1, yang disesuaikan berdasarkan analisis kebutuhan dari praktisi BIPA dan pembelajar BIPA Thailand. Penelitian pengembagan ini menggunakan model pengembangan R&D Borg dan Gall. Penelitian ini menggunakan tiga metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kuisioner untuk memperoleh data kebutuhan pengembangan dan evaluasi bahan ajar. Sumber data terdiri dari guru BIPA, pembelajar BIPA Thailand, ahli BIPA dan ahli materi. Penelitian menggunakan analisis data deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif.Kata Kunci: bahan ajar BIPA, BIPA Thailand, tingkat pemula level 1 
RESILIENSI KREATIF DIMAS SURYO DALAM NOVEL PULANG KARYA LEILA S. CHUDORI Hinda, Nurul
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 11, No 2 (2023): Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Program
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Resiliensi merupakan kemampuan untuk dapat bertahan dan mengatasi situasi yang menekan psikologis dengan cara sehat dan produktif melalui kreativitas yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek kreatif serta peran makanan dan rempah Indonesia sebagai bentuk kreativitas untuk beresiliensi tokoh Dimas Suryo dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra dan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat aspek kreatif dalam proses pembentukan resiliensi Dimas Suryo melalui tujuh faktor sebagai komponen pembentuk resiliensi. Ketujuh faktor tersebut adalah 1) meregulasi emosi, 2) pengendalian dan kontrol emosi dengan baik, 3) mampu mengidentifikasi permasalahan dengan mengenal diri, 4) memiliki sikap empati, 5) sikap optimisme yang melahirkan ide inovatif dengan mendirikan Restoran Tanah Air, 6) efikasi diri dengan keyakinan serta usaha dan pantang menyerah untuk mengajukan visa agar dapat pulang ke Indonesia, dan 7) mampu mengambil hikmah setelah menjalani hidup sebagai eksil politik. Serta bentuk kreatif tokoh Dimas Suryo yang menjadikan makanan Indonesia sebagai sarana untuk memperkuat jati diri atau identitasnya, sekaligus cara mengobati kerinduan terhadap Indonesia karena ia menjadi eksil politik puluhan tahun di Paris yang ditolak kembali ke tanah air oleh Pemerintah Indonesia.Kata Kunci: Resiliensi, Kreativitas, Novel Pulang
Representasi Kearifan Lokal Masyarakat Madura dalam Bentuk Metafora pada Lagu-Lagu Daerah Madura Mukminin, Amirul
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Metafora pada lagu-lagu daerah Madura merupakan cerminan kearifan lokal masyarakat Madura yang bisa merepresentasikan tentang pemikiran dan ide dari masyarakat setempat yang mengandung nilai-nilai luhur dan bijaksana dan sudah terinternalisasi secara turun-temurun. Selain sebagai bagian dari cerminan budaya dan hiburan, metafora dalam lagu-lagu madura tersebut cenderung digunakan masyarakat sebagai sarana untuk untuk mengungkapkan ide, gagasan, nasihat, dan pandangan hidupnya. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan bentuk, fungsi, dan makna metafora sebagai representasi kearifan lokal masyarakat Madura pada lagu-lagu daerah Madura. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Lagu-lagu daerah Madura menjadi sumber data penelitian ini, sedangkan datanya diambil dari frase atau klause berbentuk metafora dalam lagu-lagu daerah Madura tersebut. Adapun hasil penelitian ini ditemukan bentuk metafora sebagai representasi dari kearifan lokal masyarakat Madura pada lagu-lagu daerah Madura, yang terdiri atas: bentuk (1) laut (terrestrial), (2) angin dan api (energy), (5) tumbuhan (flora), (6) keadaan (being). Adapun fungsi metafora sebagai representasi kearifan lokal Madura terdiri atas, fungsi (1) Kecantikan, (2) pendidikan, (3) kesopanan (4) penakut, dan (5) percintaan. Sedangkan makna metafora sebagai representasi kearifan lokal masyarakat Madura terdiri atas (1) makna stiistika, (2) makna afektif, (3) makna konotatif, Seperti halnya tentang motivasi, ide, semangat hidup, pandangan hidup, percintaan, serta nasihat. kata kunci: Metafora, lagu daerah, kearifan lokal MaduraDAFTAR PUSTAKAAhearn,  L.M.  (2012).  Living  language:  An  introduction  to  language  anthropology. Wes Sussex: Wiley BlackwellAmbarwati, P., Wardah, H., & Sofian, M. O. (2019). Nilai Sosial Masyarakat Madura dalam Kumpulan Syair Lagu Daerah Madura. Jurnal Satwika, 3(1), 54-68.Azhar, I. N. (2009). Karakter Masyarakat Madura dalam Syair-Syair Lagu Daerah Madura. Atavisme: Jurnal Ilmiah Kajian Sastra, 12(2), 217-228.Bogdan  dan  Taylor.  1975. Metodologi  Penelitian  Kualitatif.  Bandung:    Remadja KaryaBogdan  dan  Taylor.  1975. Metodologi  Penelitian  Kualitatif.  Bandung:    Remadja KaryaCheng, Yin Cheong. (2002). Foster Local Knowledge and Wisdom In Globalized Education: Multiple Theories.Proceeding International Conference on Globalization  and  Localization  Enmeshed:  Searching  For  Balance  In Education.Duranti, A. (1997). Linguistics anthropology. New York: Cambridge University PressFajarini, Ulfah. (2014).Peranan Kearifan Lokal dalam Pendidikan Karakter. Jurnal Sosio Didaktika,1 (2), 123—130Faraby, M. E. (2016). Etos Kerja Islam Masyarakat Etnis Madura. Wakaf Uang Dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif di Indonesia Syarif Hidayatullah Etos Kerja Islam Masyarakat Etnis Madura Muhammad Ersya Faraby Pemakzulan Kepala Daerah Di Era Otonomi Daerah Dalam Perspektif Politik dan Hukum; Analisis Kasus, 21.Geertz. 2007. ”Local Wisdom in Education”. Journal  of  Education. .http://www. ied.edu.hk/cric/Jonge,  H.  de.    1995.  Stereotypes  of  the  Madurese.  Dalam  Dijk,  K.  Van,  Jonge,  H.Jonge, H. de. 1989. Madura Dalam Empat Zaman: Pedagang, Perkembangan EkonomiKarim, A. D. (2004). Pemimpin wanita Madura. Surabaya: PapyrusKnowles, Murray dan Rosa mund Moon. 2006. Introducing Metaphor. London dan New York: Routledge.Kramsch, C. (1998). Language and culture. New York: Oxford University Press.Kridalaksana, Harimurti. 2008. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.Kridalaksana,Harimurti.1993.KamusLinguistik.Jakarta:PT. Gramedia Pustaka UtamaLakoff, George &Mark Johnson. 2003. Afterword:Metaphor We LiveBy.Chicago:University ofChicagoPress.Leech,  Geoffrey.  1993. Prinsip-prinsip  Pragmatik. Jakarta  :  Penerbit  Universitas Indonesia (UI-Press).Marsuki,  R. D., (2015).  Sikap  masyarakat madura  terhadap  tradisi  carok:  Studi Fenomenologi Nilai-Nilai Budaya Masyarakat Madura. el harakah,17(1),p.   74.   (Online). https://ejournal.uinmalang.ac.id/Mega, N. (2021). TEKNIK METAFORA SEBAGAI TERAPI STRES DALAM PERSPEKTIF GEORGE WILLIAM BURNS (Doctoral dissertation, IAIN Purwokerto).Moelyono,  dkk.  (1983/  1984).  Mengenal  sekelumit  kebudayaan  orang  Madura  di  Sumenep.  Yogyakarta:  Departemen  Pendidikan  dan  Kebudayaan  Direktorat  Jendral Kebudayaan Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta.Mungmachon, Roikhwanphut. 2012. “Knowledge and Local Wisdom: Community Treasure”. International  Journal  of  Humanitiesand  Social  Sciece  Vol.2 Nahdi, K., Irfan, M., & Ernawati, T. (2020). Penciptaan Metafora Dalam Ruang Persepsi Siswa Sekolah Dasar. Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar, 6(1), 14-23.Palmer,  G.B.  (1999).  Toward  a  theory  of  cultural  linguistics.  Austin:  University  of  Texas PressParera, J. D. 2004. Teori Semantik(2nd). Jakarta: Erlangga.Permana,  2010, “Simbol  Budaya  Madura  dalam  Cerita  Rakyat  Madura”, Disertasi pada Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang,. Malang.:Universitas Negeri Malang.Putri, N. A. (2017). Metafora pengungkap kecantikan dalam masyarakat Madura. ETNOLINGUAL, 1(2).Rifai, Mien. 2006.Manusia Madura. Yogyakarta: Pilar Media.Rifai, Mien. 2007.Manusia Madura. Yogyakarta: Pilar MediaRochana, T. (2012). Orang Madura: Suatu Tinjauan Antropologis. Humanus, 11(1), 46-51.Saeed, John. 1997. Semantics. Oxford: Blackwell Publishers Ltd.Saifudin, A., 2012. Metafora dalam Lirik Lagu Kokoro  No  Tomo  Karya  Itsuwa  Mayumi  8, 17.Segers,   Rien   T.   2000. Evaluasi   Teks   Sastra.   Terjemahan   Suminto   A.   Sayuti. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa.Tjitraprawira,  R.  Amirudin  dkk.  2003. Kumpulan  Lagu-Lagu  Madura.  Jakarta  :  Lembaga Pelestarian Kebudayaan Madura.Tilaar, M. (1999). Kecantikan perempuan timur. Magelang: IndonesiaTera.Triyanto. (2017). Art Education Based on Local Wisdom. Proceeding of 2ndInternational Conference of Arts Languange And Culture. Universitas Sebelas Maret, 33—39.Utary, F.R., 2018. ANALISIS METAFORA TEKS BERITA OLAHRAGA PADA SURAT KABAR (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Makassar).Wagiran.  (2012). Pengembangan  Karakter  Berbasis  Kearifan  Lokal Hamemayu Hayuning  Bawana (Identifikasi  Nilai-nilai  Karakter  Berbasis  Budaya). Jurnal Pendidikan KarakterNomor 3, Oktober 2012, 329-338.Wahab,   Abdul.1998. Isu   Linguistik,   Pengajaran   Bahasa   dan   Sastra. Surabaya:  Airlangga University Press.Wahyudi, S. A., & Setyawati, R. E. (2017). PEMBELAJARAN MACAPAT SEBAGAI UPAYA MELESTARIKAN KEARIFAN LOKAL MADURA. FKIP e-PROCEEDING, 365-374.Widayati, E. S., & Caronika, M. C. K. (2019). GAMBARAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT MADURADALAM NOVEL “KALOMPANG” KARYA BADRUL MUNIR CHAIR. FKIP e-PROCEEDING, 143-166.Yuniseffendri, Y. (2014). REVITALISASI ‘ALAM TERKEMBANG JADI GURU’DALAM BUDAYA BERBAHASA DI MINANGKABAU: ANALISIS PEMANFAATAN SIMBOL METAFORA DALAM PEPATAH-PETITIH MINANGKABAU. Paramasastra, 1(2).
PERSEPSI PENONTON FILM BUMI MANUSIA KARYA HANUNG BRAMANTYO: ALIH WAHANA NOVEL BUMI MANUSIA KE DALAM FILM Hikmawati, Nurul
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pada era modern saat ini membuat laju perkembangan dunia sastra menjadi lebih variatif, inovatif dan kreatif sastra salah satunya melalui media film. Novel alih wahana banyak diminati generasi millennial saat ini, apalagi jika dalam filmnya diperankan oleh aktor-aktor yang sedang naik daun. Tak dapat dipungkiri bahwa pemilihan aktor juga   berpengaruh pada hasil film yang dialihwahanakan. Penelitian yang mengusung sastra alih wahana dan persepsi pembaca novel Bumi Manusia. Dalam hal ini penelitian ini berjudul Persepsi Penonton Film Bumi Manusia Karya Hanung Bramantyo: Alih Wahana Novel Bumi Manusia Ke Dalam Film bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Persepsi penonton film Bumi Manusia terhadap penokohan karakter dalam film Bumi Manusia, (2) Persepsi penonton film Bumi Manusia terhadap latar peristiwa dalam film Bumi Manusia., dan (3) persepsi penonton film Bumi Manusia  terhadap alih wahana novel Bumi Manusia ke dalam film Bumi Manusia. Pendekatan dalam peneltian ini kualitatif deskriptif, karena menjelaskan deskripsi persepsi penonton film Bumi Manusia. Tujuan peneliti menggunakan pendekatan kualitatif ini untuk memudahkan penelitian yang dilakukan, karena data yang diperoleh berupa tulisan. Penelitian deskriptif kualitatif digunakan untuk memperoleh persepsi penonton film Bumi Manusia terhadap film Bumi Manusia dan alih wahana. Dalam prosesnya peneliti melakukan beberapa langkah krusial dalam proses pengambilan data hingga pengolahan yaitu (1) Studi kepustakaan, (2) Membaca novel dan menonton film Bumi Manusia, (3) wawancara tertulis, (4) Mencatat data yang diperoleh, (5) Memasukkan data yang diperoleh ke dalam penelitian, (6) Mengelompokkan data, (7) Kodifikasi data penelitian.Hasil penelitian menunjukkan: (1) Persepsi pembaca novel Bumi Manusia dan penonton film Bumi Manusia berpendapat bahwa pemeran Minke, Annelies dan Nyai Ontosoroh dalam film Bumi Manusia berhasil memerankan perannya dengan baik. Peran perempuan ditunjukkan cukup beragam, representasi perempuan mandiri, cerdas, tegas ditunjukkan oleh Nyai Ontosoroh, (2) Persepsi penonton film Bumi Manusia berpendapat bahwa latar waktu, tempat, dan suasana dalam film sudah cukup sesuai dengan novelnya, juga terdapat variasi dan penambahan pada beberapa adegan dalam film., (3) Persepsi penonton film Bumi Manusia berpendapat bahwa Hanung Bramantyo selaku sutradara berhasil mengalihwahanakan novel Bumi Manusia, dengan keterbatasan dan kelebihan sebuah film Hanung berhasil mengemas novel era abad 19-an menjadi film yang digemari dan mudah dimengerti oleh millennial saat ini.kata kunci: alih wahana, persepsi penonton.
REPRESENTASI REALITAS KEHIDUPAN PENDIDIKAN MASYARAKAT BAWEAN DALAM LIRIK LAGU-LAGU DAERAH BAWEAN Hasana, Alfiyah
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 12, No 1 (2024): Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Program
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyair lagu-lagu daerah Bawean melalui lirik lagunya mereka berusaha memperkenalkan Bawean dengan bahasa, budaya, dan wisatanya. Serta dalam lagu-lagu daerah Bawean mengandung nilai-nilai yang akan menjadi waris budaya kita nikmati hingga saat ini, bahkan hingga nanti. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam lirik lagu-lagu daerah Bawean. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak, teknik catat, dan teknik dekomentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis isi kualitatif (qualitative content analysis). Nilai-nilai pendidikan realitas kehidupan masyarakat Bawean yang terdapat dalam lirik lagu-lagu daerah Bawean, meliputi (1) nilai agama yang terdapat dalam lirik lagu-lagu daerah Bawean adalah berdoa kepada Allah dan mengaji, (2) nilai moral dalam lirik lagu-lagu daerah Bawean adalah berbakti kepada kedua orangtua dan sikap rendah hati, (3) nilai sosial yang terdapat dalam lirik lagu-lagu daerah Bawean adalah peduli kesuksesan orang lain dan senang dalam persaudaraan, dan (4) nilai budaya yang terdapat dalam lirik lagu-lagu daerah Bawean adalah optimis dan merantau.Kata Kunci: Representasi, realitas, kehidupan sosial, lagu daerah, Bawean
Kepribadian Tokoh Jadag dalam Film Turah Karya Wicaksono Wisnu Legowo Alifi, M. Nur
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 12, No 1 (2024): Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Program
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Psikologi Sastra merupakan ilmu kajian yang mempelajari atau menganalisis mengenai kejiwaan yang terdapat dalam sebuah sastra. Dalam sastra film sendiri dapat dikaji dari segi kejiwaan atau kepribadian yang terdapat dalam tokoh pemeran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalsis kepribadian tokoh Jadag dalam film Turah karya Wicaksosno Wisnu Legowo dengan menggunakan teori kepribadian Sigmund Freud. Pada penelitian ini terdapat dua fokus yang menjadi tujuan dari penelitian ini yaitu: kepribadian tokoh Jadag berdasarkan konsep Sigmund Freud (id, ego, superego, faktor penyebab yang mempengaruhi kepribadian tokoh Jadag. Pada fokus penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat secara teoritis dan juga manfaat secara praktis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif, dimana data yang ada dijabarkan secara rinci dari sumber data yang cukup kompleks untuk dipahami secara langsung, dalam artian memerlukan pengkajian secara mendalam terlebih dahulu sehingga dapat disimpulkan maknanya.. Hasil dari penelitian ini terdapat penemuan pada kepribadian Jadag yang di kaji dari teori Sigmund Freud yang diambil dari struktur kepribadian id, ego, dan superego. Adapaun faktor pembentuk kepribadian Jadag ditemukan beberpa peynebab yang dilihat dari sudut pandang faktor biologis, faktor keluarga, dan faktor lingkungan masyarakat.  Kata kunci : Kepribadian , Tokoh, Film

Page 11 of 11 | Total Record : 109