cover
Contact Name
Safni Elivia
Contact Email
safni@iphorr.com
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Raden Imba Kusuma Ratu Gang Durian No.40, Sukadana Ham, Kota Bandar Lampung 52473
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JOURNAL OF Mental Health Concerns
ISSN : 29645042     EISSN : 29645034     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian dibidang kesehatan jiwa meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia baik secara individu, maupun kelompok rentan. Penelitian kesehatan jiwa susuai tren kekinian.
Articles 104 Documents
Pengaruh peran keluarga, pendidikan, pengetahuan dan lingkungan sosial terhadap kepatuhan penerapan prokes 6m dimasa pandemi covid-19 Belinda Apriannanti Beauty; Henindita Anggra Swastika; Dalfian Dalfian; Khoidar Amirus
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 1 No. 2 (2022): Kecerdasan emosi dengan perilaku agresi remaja
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v1i2.325

Abstract

Background: One of the effective efforts to avoid contracting the covid-19 epidemic is to break the chain of transmission. In order to overcome the transmission of covid-19, prevention efforts were carried out, namely by implementing the 6M covid-19 health protocol. However, based on the survey results, 7 (70%) of the 10 respondents were not compliant in carrying it out. Purpose: To find out the relationship between family roles, education, level of knowledge and social environment towards adherence to implementing the 6M covid-19 health protocol in the community in the working area of ​​the Rajabasa Indah Health Center (RBI) Bandar Lampung. Methods: this research is a quantitative study using a research design in the form of an analytic survey with a cross sectional approach. The population and sample in this study were people who visited the Puskesmas. Results: There is a significant relationship (p-value <0.05) between the role of the family (p-value = 0.000), knowledge (p-value = 0.008), and social environment (p-value = 0.000) on community compliance in implementing the protocol 6M covid-19. There was no significant relationship (p-value > 0.05) between the education level of the respondents (p-value = 0.171) to community compliance. The probability of respondents complying with implementing the protocol is based on the results of the Odd Ratio (OR) values ​​sequentially from the highest, namely the social environment (7.091), the role of the family (5.552) and knowledge of health programs and covid-19 (2.095). Conclusion: The role of the family, education level, level of knowledge and the social environment of the respondents as a whole are good and obedient in implementing health protocols.   Keywords: Family Role; Education; Knowledge; Social environment; 6M Prokes Compliance.   Pendahuluan: Salah satu upaya yang efektif untuk menghindari tertular penyakit wabah covid-19 adalah dengan memutus rantai penularannya. Dalam rangka mengatasi penularan covid-19 maka dilakukan upaya pencegahan yaitu dengan menerapkan protokol kesehatan 6M covid-19. Namun berdasarkan hasil presurvei didapatkan 7 (70%) responden dari 10 responden tidak patuh dalam melaksanakannya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan peran keluarga, pendidikan, tingkat pengetahuan dan lingkungan sosial terhadap kepatuhan melaksanakan protokol kesehatan 6M covid-19  pada masyarakat wilayah kerja Puskesmas Rajabasa Indah (RBI) Bandar Lampung. Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian berupa survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah masyarakat yang berkunjung ke Puskesmas. Hasil: Ada hubungan yang signifikan (p-value <0,05) antara peran keluarga (p-value= 0,000), pengetahuan  (p-value= 0,008), dan lingkungan sosial (p-value= 0,000) terhadap kepatuhan masyarakat menerapkan protokol 6M covid-19.  Tidak ada hubungan yang signifikan (p-value > 0,05) antara tingkat pendidikan responden (p-value= 0,171), terhadap kepatuhan masyarakat. Besarnya peluang  responden yang patuh menerapkan protokol tersebut berdasarkan hasil nilai Odd Ratio (OR) secara berurutan dari tertinggi adalah  lingkungan sosial (7,091), peran keluarga (5,552) dan pengetahuan tentang prokes dan covid-19 (2,095). Simpulan: Peran keluarga, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan dan lingkungan sosial responden secara keseluruhan sudah baik dan patuh dalam menerapkan protokol kesehatan.
Koping stres keluarga Suku Batak Toba dengan anak infertilitas primer Tumiur Sormin
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 2 No. 1 (2023): Mekanisme Koping Dalam Manajemen Stres
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v2i1.326

Abstract

Background: In the 2018 Consensus on Infertility Management, HIFERI 2013 reported that the prevalence of infertility in Indonesia was 21.3 percent. Of the 39.8 million couples of childbearing age (PUS) in Indonesia, 10–15 percent of them are declared infertile and an estimated 4–6 million couples require infertility treatment to have children. Based on Silaban's 2008 research, wife infertility in the Batak people is treated as something that demeans the dignity and perfection of the husband, so that at traditional weddings parents and relatives always convey their wishes and hopes that the newly formed couple will have many children. Purpose: This study aims to determine the stress coping of Toba Batak families with primary infertility children in Bandar Lampung in 2018. Methods: This research is a qualitative research with a phenomenological approach. Information was obtained by conducting in-depth interviews, FGDs and observations. Informants in this study consisted of 6 main informants, 3 triangulation informants. Results: The results of this study indicate that families begin to experience symptoms of stress after 3 years of their children being married without children. Conclusion: Psychological stress experienced is inferior and feels insignificant. Social stress is feeling of not being elder in adat and clan groups. Economic stress makes it difficult to pay for doctor's examinations and buy medicine. Physical stress can not sleep and lack of mood with husband. Religious stress sometimes considers God unfair. The stress coping used by the family is seeking social support, special prayer for the mother's younger brother, avoiding routine activities, positive assessment by visiting recreation and special prayer, accepting responsibility by confiding in families who are successful in infertility therapy and solving concrete problems such as program plans. test-tube baby. Suggestion: For families who experience this to keep fighting, good luck and success, everything is beautiful in its time.   Keywords: Stress Coping; Batak Tribe; Primary Infertility.   Pendahuluan: Dalam Konsensus Penanganan Infertilitas 2018, HIFERI 2013 melaporkan bahwa prevalensi infertilitas di Indonesia sebesar  21,3 persen. Dari 39,8 juta pasangan usia subur (PUS) di Indonesia, 10–15 persen diantaranya dinyatakan infertile dan diperkirakan 4–6 juta pasangan memerlukan pengobatan infertilitas untuk mendapatkan keturunan.  Berdasarkan penelitian Silaban 2008, kemandulan istri pada masyarakat suku Batak, disikapi sebagai sesuatu yang merendahkan martabat dan kesempurnaan suami, sehingga pada acara adat perkawinan orangtua dan kerabat selalu menyampaikan keinginan dan harapannya supaya pasangan yang baru membentuk rumah tangga itu mendapat banyak anak . Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui koping stres keluarga suku Batak Toba dengan anak infertilitas primer di Bandar Lampung tahun 2018. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomelogi. Informasi diperoleh dengan melakukan wawancara mendalam, FGD dan observasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 6 orang informan utama, 3 informan triangulasi. Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan  bahwa keluarga mulai mengalami gejala stres setelah 3 tahun anaknya menikah belum memiliki anak. Simpulan: Stres psikologi yang dialami adalah minder dan merasa tidak berarti. Stres sosial merasa tidak dituakan di adat dan kumpulan marga. Stres ekonomi kesulitan membayar pemeriksaan dokter dan membeli obat. Stres fisik tidak bisa tidur dan kurang mood dengan suami. Stres religi kadang menganggap Tuhan tidak adil. Koping stres yang digunakan keluarga adalah mencari dukungan sosial doa khusus adik laki-laki ibu,  menghindar dengan kegiatan rutin, penilaian positif dengan mengunjungi rekreasi dan berdoa khusus,  menerima tanggung jawab dengan curhat pada keluarga yang sukses terapi infertilitas dan penyelesaian masalah secara konkret  seperti rencana program bayi tabung. Saran: Kepada keluarga yang mengalami hal tersebut untuk tetap berjuang, semoga sukes dan  berhasil,  semua indah pada waktunya.
Studi tipe kepribadian millon dengan penyesuaian pernikahan pada pasangan dengan usia perkawinan diatas 10 tahun Nur Rakhmanto Heryana; Muhammad Azhar Ramadhan
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 2 No. 1 (2023): Mekanisme Koping Dalam Manajemen Stres
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v2i1.334

Abstract

Background: Marriage sometimes does not always run smoothly, sometimes there are divisions. Therefore, it takes a good marital adjustment between partners. One of the factors in marital adjustment is to recognize the personality type of each partner. This personality type will affect the interaction in the couple it self. Purpose: This paper aims to determine the effect of Millon's personality type on marital adjustment. The subjects were five married couples with a marriage age of over 10 years. Methods:The technique used is a non-probability sampling technique, namely purposive sampling. The method for measuring marital adjustment uses the Dyadic Adjustment Scale (DAS), while the Millon Clinical Multiaxial Inventory-IV (MCMI-IV) is used to measure individual personality types. MCMI-IV is a measurement tool that can represent a person's personality type. Invalid MCMI-IV Guideline 1. Scale V > 1, 2. 3. Scale W > 19, Scale X < 7 and > 114, Scale 1-8B (All) < 60 (BR). In testing the research hypothesis using MCMI-IV and DAS software. Result: The result is that there is an influence of personality type on marital adjustment. Conclusion: Certain personality types correlate with patterns of marital adjustment between partners.   Keywords: Millon Personality; Personality Type; Marital Adjusment; Theodore Millon; Divoce Rate.   Pendahuluan: Perkawinan terkadang tidak selalu berjalan dengan lancar, terkadang terdapat perpecahan. Oleh karna itu dibutuhkan penyesuaian perkawinan yang baik antara pasangan. Salah satu faktor dalam penyesuaian perkawinan adalah mengenali tipe kepribadian pada masing-masing pasangan. Tipe Kepribadian ini akan mempengaruhi interaksi pada pasangan itu sendiri. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh tipe kepribadian Millon terhadap penyesuaian perkawinan. Subjeknya adalah lima pasangan suami istri dengan usia pernikahan diatas 10 tahun. Teknik yang digunakan adalah teknik non-probability sampling, yaitu purposive sampling. Metode: Metode untuk mengukur penyesuaian perkawinan menggunakan Dyadic Adjustment Scale (DAS), sedangkan untuk mengukur tipe kepribadian individu menggunakan Millon Clinical Multiaxial Inventory-IV (MCMI-IV). MCMI-IV merupakan alat ukur yang dapat merepresentasikan tipe kepribadian seseorang. Pedoman Tidak Valid MCMI-IV 1. Skala V > 1, 2. 3. Skala W > 19, Skala X < 7 dan > 114, Skala 1-8B (Semua) < 60 (BR). Dalam menguji hipotesis penelitian dengan menggunakan software MCMI-IV dan DAS. Hasil: Terdapat pengaruh tipe kepribadian dengan penyesuaian perkawinan. Simpulan: Tipe kepribadian tertentu berkorelasi dengan pola penyesuaian perkawinan antara pasangan.
Penggunaan koping pet attachment untuk mengatasi stress akademik pada mahasiswa Rahmi Imelisa; Aurora Nur Ainun Syafira Sarja; Ibrahim Noch Bolla
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 2 No. 1 (2023): Mekanisme Koping Dalam Manajemen Stres
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v2i1.362

Abstract

Background: Most of the early adult age range, carry out their activities as a college students. As a student, a lot of stress occurs related to the learning process at college, this is known as academic stress. To overcome this, an appropriate coping mechanism is needed. Raising a pet (pet attachment) could be use as a coping strategy to deal with academic stress. Purpose: This research aimed to determine the relation between pet attachment coping strategies and student academic stress at a college in Cimahi city. Method: This study used a quantitative analytical survey method and cross-sectional design. Respondents were selected by purposive sampling technique as many as 89 students. Data analysis consisted of univariate analysis and bivariate analysis using the chi-square test. Results: Based on data analysis, it was found that 53,9% of students had a moderate levels of academic stress, and 66,3% had a high attachment to pets. The bivariate test showed a p-value of 0,0006 (< α=0,05). Conclusion:There is a relation between pet attachment coping strategies and academic stress in the college students. Suggestion: It was suggested that the students use this coping strategies to cope with academic stress.   Keywords:  Stress; Academic; Student; Pets; Cross-Sectional.   Pendahuluan: Pada rentang usia dewasa awal, sebagian besar individu menjalani aktivitasnya sebagai seorang mahasiswa. Sebagai mahasiswa stress yang banyak terjadi berkaitan dengan proses pembelajaran di kampusnya, hal tersebut dikenal dengan istilah stress akademik. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan mekanisme koping yang sesuai. Memelihara hewan peliharaan (pet attachment) dapat menjadi salah satu strategi koping untuk mengatasi stress akademik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan strategi koping kelekatan dengan hewan peliharaan(pet attachment)dengan stres akademik mah asiswa di salah satu perguruan tinggi di Kota Cimahi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif survey analitik dengan rancangan cross sectional.Responden penelitian dipilih dengan teknik purposive samplingsebanyak 89 mahasiswa. Analisa data terdiri dari analisa univariat dan analisa bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Berdasarkan analisa data didapatkan 53,9% mahasiswa memiliki tingkat stres akademik sedang, dan 66,3% memiliki kelekatan hewan peliharaan yang tinggi. Uji bivariat menunjukkan hasil p-value sebesar 0,006 (< α=0.05). Simpulan: Aada hubungan antara strategi koping pet attachment dengan stres akademik pada mahasiswa. Saran: Diharapkan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan strategi koping ini untuk mengatasi stress akademik.
Konseling teman sebaya untuk meningkatkan penerimaan diri pada anak broken home Ismi Mu'alifah; Teguh Pribadi; Rahma Elliya
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 2 No. 1 (2023): Mekanisme Koping Dalam Manajemen Stres
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v2i1.365

Abstract

Background: Self-acceptance can be interpreted as one of the efforts to accept a person's complete acceptance of himself with the advantages or disadvantages of himself to be able to achieve happiness. Counseling is a personal relationship that is carried out face to face between two people. Where counselors must have special abilities to lead learning situations and shape individuals to be able to understand themselves. Purpose: Carry out peer counseling to increase self-acceptance of broken home children in Sumur Kucing Village, East Lampung in 2023. Method: In writing case studies focusing on peer counseling nursing care to increase self-acceptance in broken home children. Results: The last day of counseling for 3 respondents, before peer counseling was carried out: An. V said he needed time to adapt to the circumstances he was experiencing. An. Z says himself but has a hard time believing his parents' divorce. An. R said he cared about himself but found it hard to believe his parents' divorce. after peer counseling: An. V said that after counseling he felt happy and was able to adjust to the circumstances he was experiencing. An. Z said that he had accepted, had confidence in his ability to face his life, there was an openness when communicating and accepting this situation. An. R seemed to care about himself increasing. Conclusion: In the process of implementing peer guidance there are several empowerment activities in the form of mental strengthening, providing emotional support, with the aim of increasing self-empowerment and improving psychological conditions in a more positive direction after peer counseling is known that peer counseling can increase self-acceptance in broken home children.   Keywords: Broken Home; Self Accepting; Peer Counseling   Pendahuluan: Penerimaan diri sendiri dapat diartikan sebagai salah satu upaya penerimaan seseorang secara utuh terhadap dirinya dengan adanya kelebihan ataupun kekurangan pada dirinya sendiri untuk dapat mencapai kebahagiaan. Konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan dengan cara tatap muka antara dua orang. Dimana konselor harus memiliki kemampuan-kemampuan khusus untuk menggiring situasi belajar dan membentuk individu agar dapat memahami diri sendiri. Tujuan: Melaksanakan Konseling teman sebaya untuk meningkatkan penerimaan diri pada anak broken home di Desa Sumur Kucing Lampung Timur tahun 2023. Metode: Pada penulisan studi kasus berfokus pada asuhan keperawatan konseling teman sebaya untuk meningkatkan penerimaan diri pada anak broken home. Hasil: Hari terakhir dilakukannya konseling pada 3 responden, sebelum dilakukan konseling teman sebaya: An. V mengatakan dirinya  membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan keadaan yang dialami. An. Z mengatakan dirinya sendiri namun sulit percaya akan  perceraian orang tuannya. An. R mengatakan perduli akan  dirinya sendiri namun sulit percaya akan perceraian orang tuannya. setelah dilakukan konseling sebaya: An. V mengatakan setelah dilakukan konseling merasa senang dan dapat menyesuaikan keadaan yang dia alami. An. Z mengatakan sudah menerima, mempunyai keyakinan akan kemampuannya untuk menghadapi kehidupannya, tampak adanya keterbukaan saat berkomunikasi dan menerimaan keadaan tersebut. An. R tampak rasa peduli pada dirinya sendiri meningkat. Simpulan: Dalam proses pelaksanaan bimbingan teman sebaya terdapat beberapa kegiatan pemberdayaan berupa penguatan mental, memberikan dukungan secara emosional, dengan tujuan untuk meningkatkan pemberdayaan diri dan meningkatkan kondisi psikologis ke arah yang lebih positif setelah dilkaukannya konseling teman sebaya diketahui bahwa konseling teman sebaya dapat meningkatkan penerimaan diri pada anak broken home.
Gambaran Covid-19 terhadap stres ibu post partum Fara Millinia Suwares; Rilyani Rilyani; Linawati Novikasari
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 2 No. 2 (2023): Tingkat Stres Selama Covid-19
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v2i2.372

Abstract

Background: Based on data from the Bandar Lampung City Health Office in 2020, the three major coverage of post partum mothers at the Bandar Lampung City Health Center were the highest at Puskesmas Panjang 14.29%, Puskesmas Kedaton 11.83%, Puskesmas Sukaraja 10.92% (Health Department Bandar Lampung City, 2020). Preliminary data conducted at the Kedaton Health Center by looking at the number of pregnant women in November amounted to 54 postpartum mothers, and preliminary data conducted at the Sukaraja Health Center by looking at the number of pregnant women in November 2021 as many as 80 postpartum mothers. Purpose: To know the description of the Covid-19 on post partum maternal stress in the Bandar Lampung City Health Center Work Area in 2022. Method: This type of research is quantitative, descriptive research method, population and sample are post partum mothers at Sukaraja Health Center and Kedaton Public Health Center Bandar Lampung City, the sampling technique uses purposive sampling. Data analysis using univariate by presenting the percentage of data. Results: The number of post partum mothers in Sukaraja Health Center and Kedaton Health Center were 50 respondents (100%). Respondents who were not exposed to Covid-19 partum at the Sukaraja Health Center and Kedaton Health Center were 50 respondents (100%). The description of post partum maternal stress at the Sukaraja Health Center with normal categories 5 respondents (10.0%), mild stress 11 respondents (22.0%), moderate stress 22 respondents (44.0%), and severe stress by 12 respondents (24 ,0%). While at the Kedaton Public Health Center with normal categories 11 respondents (22.0%), mild stress 14 respondents (28.0%), moderate stress 15 respondents (30.0%), and severe stress by 10 respondents (20.0%). Conclusion: The picture of postpartum maternal stress at Sukarja and Kedaton Community Health Centers is both at a moderate stress level, with a percentage of 44% for Sukarja Community Health Center and 30% for Kedaton Community Health Center. Suggestion: Health workers are expected to increase their efforts to provide good counseling to individuals and families, especially pregnant women and post partum  Keywords: Covid-19; Post Partum Mother; Stress Pendahuluan: Dari data Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung pada tahun 2020 tiga besar cakupan ibu post partum di Puskesmas Kota Bandar Lampung diantaranya adalah tertinggi di Puskesmas Panjang 14,29%, Puskesmas Kedaton 11,83%, Puskesmas Sukaraja 10,92%. Data pendahulu yang dilakukan di Puskesmas Kedaton dengan melihat jumlah ibu hamil pada bulan November berjumlah 54 ibu post partum, dan data pendahulu yang dilakukan di Puskesmas Sukaraja dengan melihat jumlah ibu hamil pada bulan November tahun 2021 sebanyak 80 ibu post partum Tujuan: Diketahui gambaran Covid-19 terhadap stres ibu post partum di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Bandar Lampung Tahun 2022. Metode: Jenis penelitian kuantitatif, metode penelitian deskriptif, populasi dan sampel yaitu  ibu post partum di Puskesmas Sukaraja Dan Puskesmas Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung, teknik sampling menggunakan purposive sampling. Analisa data menggunakan univariat dengan menyajikan persentase data Hasil: Jumlah ibu post partum di Puskesmas Sukaraja dan Puskesmas Kedaton sebanyak 50 responden (100%). Responden tidak terpapar Covid-19 partum di Puskesmas Sukaraja dan Puskesmas Kedaton sebanyak 50 responden (100%). Gambaran stress ibu post partum di Puskesmas Sukaraja dengan kategori normal 5 responden (10,0%), stress ringan 11 responden (22,0%), stress sedang 22 responden (44,0%), dan stress berat sebesar 12 responden (24,0%). Sedangkan di Puskesmas Kedaton dengan kategori  normal 11 responden (22,0%), stress ringan 14 responden (28,0%), stress sedang 15 responden (30,0%), dan stress berat sebesar 10 responden (20,0%). Simpulan: Gambaran stres ibu post partum di Puskesmas Sukarja dan Kedaton sama-sama pada tingkat stress sedang, dengan persentase 44% untuk Puskesmas Sukarja dan 30% untuk Puskesmas Kedaton. Saran: Bagi tenaga kesehatan diharapkan lebih meningkatkan upaya penyuluhan yang baik kepada individu dan keluarga, khusunya ibu hamil dan post partum.
Pengaruh rebusan daun kelor (moringa olifiera) terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi Sarinah Sri Wulan; Dimas Ning Pangesti; sri suharti; Rahmawati Dian Nurani; Ida Yatun Khomsah
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 2 No. 2 (2023): Tingkat Stres Selama Covid-19
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v2i2.377

Abstract

Background: Hypertension is one of the main causes of premature death throughout the world. The prevalence of hypertension at world level is 22% of the 8 billion total world population. Hypertension develops from year to year and causes many complications. Efforts to control hypertension can be carried out using pharmacological and non-pharmacological methods, one of which is non-pharmacological efforts such as using boiled Moringa leaves. This plant contains calcium, potassium and magnesium which can lower blood pressure. Calcium plays a role in maintaining blood pressure in normal conditions, potassium functions to reduce blood pressure and magnesium functions to contribute to the smooth muscle of blood vessels. Purpose: To determine the effect of boiled Moringa leaves (moringa olifiera) on blood pressure in hypertension sufferers. Method: using a pre-experimental method with a one group pretest-posttest approach. The total sample was 18 respondents. Results: From the Wilcoxon Statistical Test, a p-value <.001 was obtained. Conclusion: There is an effect of boiled Moringa leaves on blood pressure in hypertension sufferers in the Kemiling Bandar Lampung Community Health Center working area. Keywords: Blood Pressure; Hypertension Sufferers; Moringa Leaf Decoction Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian dini diseluruh dunia. Prevelensi hipertensi ditingkat dunia sebesar 22% dari 8 milyar total populasi penduduk dunia. Penyakit hipertensi berkembang dari tahun ketahun dan menyebabkan banyak komplikasi. Upaya penanggulangan hipetensi dapat dilakukan dengan cara farmakologis dan non-farmakologis salah satu upaya non farmakologis seperti menggunakan rebusan daun kelor. Tanaman ini memiliki kandungan kalsium, potasium dan magnesium yang dapat menurunkan tekanan darah. Kalsium berperan memelihara tekanan darah dalam kondisi normal, potasium berfungsi menurunkan tekanan darah dan magnesium berfungsidapat berkontribusi terhadap otot polos pembuluh darah. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh rebusan daun kelor (moringa olifiera) terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: menggunakan metode pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-postest. Jumlah sampel sebanyak 18 responden. Hasil: Dari Uji Statistic Wilcoxon di dapatkan nilai p-value  <,001. Simpulan: Terdapat pengaruh rebusan daun kelor terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di Wilayah kerja Puskesmas Kemiling Bandar Lampung.
Progresive muscle relaxtion (PMR) untuk menurunkan gangguan pola tidur Devi Ratna Sari; Wahid Tri Wahyudi; Dessy Hermawan
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 2 No. 2 (2023): Tingkat Stres Selama Covid-19
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v2i2.378

Abstract

Background: Over a period of nearly 50 years (1971-2018), the percentage of Indonesia's elderly population has roughly doubled. In 2018, the percentage of elderly people reached 9.27 percent or around 24.49 million people (BPS, 2018). In 2019 there was an increase, namely the percentage of elderly people, namely to 9.6 percent (25 million), where there were around one percent more elderly women than elderly men (10.10 percent compared to 9.10 percent). Of all the elderly in Indonesia, the young elderly (60-69 years) far dominate with a magnitude of 63.82 percent, then followed by the middle elderly (70-79 years) and the old elderly (80+ years) with a magnitude of 27 each. 68 percent and 8.50 percent. Purpose: Providing gerontic nursing care with the main nursing problem of sleep pattern disturbances with Progressive Muscle Relaxtion (PMR) in Sukajaya Lempasing Village in 2023 Method: This type of research uses descriptive qualitative research, this research uses descriptive research methods in the form of case studies with the Nursing Care approach, which includes assessment, nursing diagnosis, planning, implementation, and evaluation. Results: From the results of studies conducted on Mrs. E and Mrs. R, sleep pattern disorders were obtained. The data obtained by the patient named Mrs. R is female aged 65 and 70 years. Conclusion: The implementation study for 3 days obtained partially resolved results, which were characterized by an increase in elderly sleep duration. The results of the evaluation conducted for three days showed that all problems could be resolved.  Keywords: Elderly; Nursing Care; Progressive Muscle Relaxtion (PMR); Sleep Pattern Disturbance. Pendahuluan: Selama kurun waktu hampir 50 tahun (1971-2018), persentase penduduk lansia Indonesia meningkat sekitar dua kali lipat. Pada tahun 2018, persentase lansia mencapai 9,27 persen atau sekitar 24,49 juta orang (BPS, 2018). Pada Tahun 2019 terjadi peningkatan yakni persentase lansia yakni menjadi 9,6 persen (25 juta-an) di mana lansia perempuan sekitar satu persen lebih banyak dibandingkan lansia laki-laki (10,10 persen banding 9,10 persen). Dari seluruh lansia yang ada di Indonesia, lansia muda (60-69 tahun) jauh mendominasi dengan besaran yang mencapai 63,82 persen, selanjutnya diikuti oleh lansia madya (70-79 tahun) dan lansia tua (80+ tahun) dengan besaran masingmasing 27,68 persen dan 8,50 persen. Tujuan: Memberikan asuhan keperawatan gerontik dengan masalah keperawatan utama gangguan pola tidur dengan Progresive Muscle Relaxtion (PMR) di Desa Sukajaya Lempasing Tahun 2023 Metode: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan, yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil: Dari hasil pengkajian yang dilakukan pada Ny. E dan Ny. R didapatkan gangguan pola tidur. Data yang didapatkan pasien bernama Ny. R berjenis kelamin Perempuan berusia 65 dan 70 tahun. Simpulan: Kajian implementasi selama 3 hari didapat hasil sebagian masalah teratasi, yang ditandai dengan meningkatnya durasi tidur lansia. Hasil evaluasi yang dilakukan selama tiga hari menunjukkan semua masalah dapat teratasi.
Gambaran tingkat kecemasan pada ibu hamil primigravida dalam menghadapi persalinan Nurhayati Nurhayati; Marliyana Marliyana; Dwi Nuraini
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 2 No. 2 (2023): Tingkat Stres Selama Covid-19
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v2i2.380

Abstract

Background: Anxiety during pregnancy is often found in primigravid pregnant women, especially in the third trimester. Anxiety is an unpleasant emotion characterized by worry, concern and fear that arises naturally and at different levels. Purpose: To obtain an overview of the anxiety level of third trimester primigravid pregnant women at the Barokah Medika Kemiling Clinic in Bandar Lampung in 2023. Method: The type of research used is descriptive, with a quota sampling technique where researchers use the Hamilton anxiety rating scale questionnaire to measure anxiety levels. Respondents to scientific papers were primigravida third trimester pregnant women who visited the Barokah Medika Kemiling Clinic in Bandar Lampung in May 2023, totaling 30 respondents. Results: The level of anxiety in 30 respondents was found to be 3 (10%) respondents with severe anxiety levels, 5 (16.7%) respondents with moderate anxiety, 9 (30%) respondents with mild anxiety, and 13 (43.3%) with no anxiety. %) respondents. Conclusion: Pregnant women with no anxiety have the highest percentage. Suggestion: It is hoped that primigravida pregnant women will carry out Ante Natal Care (ANC) regularly at least 4 times during pregnancy, this can provide information regarding the mother's pregnancy, so that the health of the mother and baby can be well controlled. It is hoped that future researchers can continue this research, for example with the effect of pregnancy exercise on third trimester primigravida pregnant women in dealing with anxiety, so that the research results are expected to be more varied. Keywords: Anxiety, Childbirth, Primigravida Pregnant Women. Pendahuluan: Kecemasan selama kehamilan sering ditemukan pada ibu hamil primigravida, terutama pada trimester ketiga. Cemas merupakan emosi tidak menyenangkan yang ditandai dengan kekhawatiran, keprihatinan dan rasa takut yang timbul secara alami dan dalam tingkat yang berbeda. Tujuan: Untuk medapatkan gambaran tingkat kecemasan ibu hamil primigravida trimester III di Klinik Barokah Medika Kemiling Bandar Lampung tahun 2023. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif, dengan teknik pengambilan sampel quota sampling dimana peneliti menggunakan kuesioner Hamilton anxiety rating scale untuk mengukur tingkat kecemasan. Responden karya tulis ilmiah ialah ibu hamil primigravida trimester III yang berkunjung ke Klinik Barokah Medika Kemiling Bandar Lampung pada bulan Mei 2023 sebanyak 30 responden. Hasil: Tingkat kecemasan pada 30 responden didapatkan responden dengan tingkat kecemasan berat 3 (10%) responden, kecemasan sedang sebanyak 5 (16,7%) responden, kecemasan ringan 9 (30%) responden, dan tidak ada kecemasan 13 (43,3%) responden. Simpulan: Ibu hamil dengan tidak ada kecemasan memiliki persentase tertinggi. Saran: Diharapkan kepada ibu hamil primigravida melakukan Ante Natal Care (ANC) secara rutin sedikitnya 4 kali selama kehamilan, hal tersebut dapat memberikan informasi terkait kehamilan ibu, sehingga kesehatan ibu dan bayi dapat terkontrol dengan baik. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melanjutkan penelitian ini misalnya dengan pengaruh senam hamil terhadap ibu hamil primigravida trimester III dalam menghadapi kecemasan, sehingga hasil penelitian diharapkan lebih bervariasi.
Analisis disminore menggunakan metode akupresur Kintannisa Khalisan Firdaus; Yoga Tri Wijayanti; Rofana Aghniya
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 2 No. 2 (2023): Tingkat Stres Selama Covid-19
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v2i2.379

Abstract

Background: Dysminorrhea is a phenomenon that includes pain in the abdomen, cramps and pain in the waist. Causes of menstrual pain include hormonal changes, excessive anxiety, physical activity, and frequent consumption of fast food. Gastrointestinal symptoms experienced include nausea, vomiting and diarrhea which can occur with some menstrual symptoms. Purpose: To provide reproductive health midwifery care for Ms. S with Disminorrhea using a midwifery management approach. Method: The author plans to provide IEC education on healthy lifestyles, acupressure massage, and warm water compresses. During the visit, the author provided counseling about healthy lifestyle patterns, taught massage techniques at acupressure points, and advised Ms. S to apply warm water compresses. Then the author also provides support and mental support and provides analgesic therapy. Results: Case study conducted in March 2023 at TPMB Fitriyana S.ST, Kel. Notoharjo, District. Trimurjo Regency Central Lampung, there are 3 out of 20 teenagers or 15% of teenagers who experience dysmenorrhea, one of which is Ms.S who is 19 years old. From the results of the assessment carried out, it was found that Ms.S did not do enough sports activities and when menstruation arrived she experienced lower abdominal pain accompanied by nausea but did not experience vomiting when menstruation arrived. Ms.S's history of primary dysmenorrhea was assessed according to a pre-survey using the Wong Baker Faces Pain Rating Scale method and it was found that Ms.S experienced primary dysmenorrhea with a pain scale of 5 (moderate pain). Conclusion: From the midwifery care provided to Ms. S with 4 visits, it was found that Ms. anti-pain (Mefenamic Acid 3x1). Keywords: Acupressure Method; Dysminorrhea; Reproduction health. Pendahuluan: Disminore merupakan fenomena yang meliputi rasa nyeri pada bagian abdomen, kram dan sakit pada bagian pinggang. Penyebab dari nyeri menstruasi meliputi perubahan hormonal, kecemasan yang berlebihan, aktifitas fisik, serta seringnya mengkonsumsi makanan siap saji. Gejala gastrointestinal yang dialami yaitu mual, muntah, serta diare yang dapat terjadi pada sebagian gejala menstruasi. Tujuan: Memberikan asuhan kebidanan kesehatan reproduksi Nn. S dengan Disminore dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan. Metode: Penulis merencanakan akan melakukan edukasi KIE pola hidup sehat, pijat akupresure, serta kompres air hangat. Pada saat kunjungan penulis memberikan konseling tentang pola hidup sehat, mengajarkan teknik pemijatan pada titik akuprsure, serta menganjurkan Nn.S untuk melakukan kompres air hangat. Lalu penulis juga memberikan dukungan dan support mental serta memberikan terapi analgetik. Hasil: Studi kasus yang telah dilakukan pada bulan Maret 2023di TPMB Fitriyana S.ST, Kel. Notoharjo, Kec. Trimurjo Kab. Lampung Tengah, terdapat 3 dari 20 jumlah remaja atau sebesar 15% remaja yang mengalami disminore salah satunya adalah Nn.S yang berusia 19 tahun. Dari hasil pengkajian yang dilakukan didapatkan Nn.S kurang melakukan aktifitas olahraga serta saat menstruasi tiba mengalami nyeri perut bagian bawah yang disertai mual tetapi tidak muntah yang dialami saat menstruasi tiba. Riwayat disminore primer yang dialami Nn.S dinilai menurut pra survey dengan menggunakan metode Wong Baker Faces Pain Rating Scale ditemukan Nn.S mengalami desminore primer dengan skala nyeri 5 (nyeri sedang). Simpulan: Dari asuhan kebidanan yang dilakukan terhadap Nn.S dengan kunjungan 4 kali didapatkan skala nyeri Nn.S berkurang dari skala 5 menjadi skala 1, dan rasa mual yang Nn.S derita sudah teratasi dengan adanya pemijatan akupresure, kompres air hangat, serta obat anti nyeri (Asam Mefenamat 3x1).

Page 2 of 11 | Total Record : 104