cover
Contact Name
Kurniawan
Contact Email
admin@iaisragen.org
Phone
+628112807435
Journal Mail Official
admin@iaisragen.org
Editorial Address
Apotek Nayla, Jl. Pungkruk-Gabugan km 3 Taraman, Kec Sidoarjo, Kab. Sragen, Provinsi Jawa Tengah
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Global Farmasi
ISSN : -     EISSN : 29874742     DOI : https://doi.org/10.21111/jigf
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) is a journal managed by the Indonesian Pharmacist Association Sragen Indonesia. This journal is designed as a place of dissemination original article and/or article review. This journal publishes research on a detailed variety of topics in pharmacy including pharmaceutical science and technology as well as biomedical science, clinical pharmacy and community pharmacy. As a forum for ideas and information discussions between researchers, academics, and practitioners, this journal is expected to be able to support and initiate the latest studies in pharmacy. The research results reported in this journal will hopefully contribute to the development of pharmaceutical science as well as health science. This journal has been established since 2023 as Jurnal Ilmiah Global Farmasi.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2024): JIGF - Mei" : 5 Documents clear
KOMBINASI GELLING AGENT PADA FORMULASI SEDIAAN GEL WAJAH EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum L.) Budi Sawitri, Satwika; Marfu'ah, Nurul; Ananda, Mutiara
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 2 No. 2 (2024): JIGF - Mei
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v2i2.43

Abstract

Kesehatan kulit wajah menjadi salah satu perhatian utama bagi wanita. Sediaan kosmetik untuk perawatan kulit wajah banyak ditemukan dalam produk skincare salah satunya gel. Gel adalah sediaan semi padat, termasuk suspensi dari partikel anorganik, untuk penggunaan topikal. Perawatan kulit wajah pada sediaan gel dapat memanfaatkan sumber alami dari daun sirih merah sebagai bahan aktifnya. Daun sirih merah memiliki kandungan metabolit sekunder yaitu flavonoid, alkaloid, tanin, dan minyak atsiri yang berpotensi sebagai antioksidan serta antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sediaan gel wajah dari ekstrak daun sirih merah dengan kombinasi gelling agent HPMC dan PVA. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Sediaan dibuat dalam tiga formula dengan konsentrasi gelling agent HPMC:PVA F1 1%:4%; F2 1%:6%; dan F3 1%:8%. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif dan dibandingkan dengan standar sediaan gel menurut SNI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik sediaan gel untuk wajah dari ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) dengan kombinasi gelling agent pada pengujian organoleptik menunjukkan sediaan homogen dengan warna hijau tua, berbau khas sirih, berbentuk cair hingga agak kental. Pada uji pH sediaan berkisar 6,4-6,8; dengan viskositas antara 674,7-2112,7 cPs; dan daya sebar menunjukkan angka 5,52-6,9 cm. Formula terbaik didapatkan pada F3 karena berdasarkan uji organoleptik, daya sebar dan pH memenuhi standar SNI tetapi hasil uji viskositas belum memenuhi standar.
PENGARUH LESITIN SEBAGAI EMULSIFIER ALAMI TERHADAP KARAKTERISTIK SEDIAAN KRIM EKSTRAK DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill.) Budi Sawitri, Satwika; Kurniawan, Kurniawan; Masikah, Nisrina; Mahardika, Muladi
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 2 No. 2 (2024): JIGF - Mei
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v2i2.45

Abstract

Daun Alpukat (Persea americana Mill.) memiliki kandungan flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Berdasarkan potensi daun alpukat tersebut dapat dimanfaatkan dalam formulasi sediaan krim. Sehingga dapat dikembangkan suatu formula sediaan krim dengan menggunakan emulsifier alami seperti lesitin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik fisik sediaan krim ekstrak daun Alpukat (Persea americana Mill.) dengan variasi konsentrasi lesitin sebagai emulsifier alami. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium. Krim dibuat menjadi 4 formula dengan variasi konsentrasi lesitin sebesar 0,25%; 0,5%; 0,75%; dan 1%. Uji evaluasi mutu sediaan meliputi organoleptis, homogenitas, pH sediaan, viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Hasil menunjukkan bahwa F1-F4 memiliki karakteristik sediaan yang memenuhi standar mutu fisik sediaan krim berdasarkan hasil uji organoleptis, homogenitas, pH (6,63-7,05), viskositas (2052,1-8078,6 cPs), daya sebar (5,14-6,35 cm), dan daya lekat (7-9 detik). Formula 4 tidak memenuhi kriteria standar mutu sediaan krim berdasarkan nilai pH yang dihasilkan.
EFEKTIVITAS SEDIAAN KRIM EKSTRAK KULIT PISANG AMBON (Musa paradisiaca Var. Sapientum) SEBAGAI PENUTUP LUKA SAYAT SECARA IN-VIVO PADA TIKUS PUTIH Fitrian, Ahyana; Budi Sawitri, Satwika; Kurniawan, Kurniawan; Aulia R, Nadina
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 2 No. 2 (2024): JIGF - Mei
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v2i2.50

Abstract

Kulit pisang Ambon merupakan salah satu tanaman yang sering ditemui dan memiliki banyak manfaat. Salah satu manfaatnya dapat membantu menyembuhkan luka karena kandungan senyawa flavonoid, saponin dan tanin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas sediaan krim ekstrak kulit pisang Ambon sebagai penutup luka sayat pada tikus. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratorium. Kulit pisang Ambon dimaserasi dengan etanol 70%. Ekstrak dibuat menjadi sediaan krim dengan variasi konsentrasi 10%, 15% dan 20%. Berdasarkan hasil uji karakteristik sediaan krim ekstrak kulit pisang Ambon didapatkan sediaan krim memnuhi syarat mutu menurut standar SNI. Krim ekstrak kulit pisang Ambon dilakukan uji secara in-vivo dalam penutupan luka sayat pada tikus putih. Analisis data penutupan luka diuji normalitasnya menggunakan Shapiro-Wilk Test dengan hasil data terdistribusi secara normal pada semua kelompok uji dengan nilai signifikasi p>0,05. Dilanjutkan uji menggunakan One Way ANOVA dengan hasil 0,00 yang artinya kulit pisang Ambon efektif dalam mempercepat penutupan luka sayat pada tikus putih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula sediaan krim ekstrak kulit pisang Ambon memiliki karakteristik mutu sediaan yang memenuhi standar menurut SNI 16-4954-1998 adalah F2 dan F3. Sediaan krim ekstrak kulit buah pisang Ambon efektif mempercepat proses penutupan luka sayat pada tikus putih dengan konsentrasi ekstrak yang paling efektif sebesar 20% pada F3 dengan nilai p<0,05
Formulasi Sabun Cair Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) Dengan Variasi Kombinasi Crude Palm Oil (CPO) Dan Virgin Coconut Oil (VCO) Kurniawan, Kurniawan; Maulidah, Fildzah; Mira K, Nadia; Suciati, Anugerah
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 2 No. 2 (2024): JIGF - Mei
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v2i2.51

Abstract

Daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) Telah banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai bentuk sediaan topikal dan oral. Dalam studi ini, para peneliti memilih bentuk sediaan sabun cair yang bertujuan untuk memberikan perawatan yang dapat digunakan di setiap lingkaran dan mudah digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sabun cair dengan kombinasi CPO dan VCO sebagai dasar pembuatan sabun cair. Ekstrak daun sirih merah tebal dibuat dengan pelarut etanol 70%. Formulasi sabun cair ekstrak daun sirih merah dengan variasi kombinasi CPO dan VCO dibuat dalam 5 formula, dengan variasi kombinasi CPO dan VCO yaitu; Formula 1 (CPO 50), Formula 2 (VCO 20: CPO 30), Formula 3 (VCO 25: CPO 25), Formula 4 (VCO 30: CPO 20), Formula 5 (VCO: 50). Persiapan diuji untuk sifat fisik termasuk organoleptik, uji pH, uji busa tinggi, kadar air dan uji homogenitas yang dianalisis menggunakan uji One Way Anova. Uji stabilitas meliputi uji organoleptik, pH, dan busa tinggi. Hasil uji sifat fisik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan konsentrasi CPO dan VCO, yang ditunjukkan oleh perbedaan warna, tekstur, pH, kadar air, dan tinggi busa sabun cair ekstrak daun sirih cair. Dapat disimpulkan bahwa sabun ekstrak daun sirih merah cair dengan kombinasi CPO dan VCO dengan konsentrasi VCO 25 dan CPO 25 memiliki kriteria baik sebagai sabun cair dengan pH 9,6, tinggi busa 1,7 cm, kadar air 27 cm. , 4%, dan stabil dalam uji stabilitas penyimpanan dipercepat.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN MASKER SERBUK DARI DAUN PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L.) Kurniawan, Kurniawan; Aida, Ayu; Budi Sawitri, Satwika; Mahirotun, Anggun
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 2 No. 2 (2024): JIGF - Mei
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v2i2.52

Abstract

Kosmetik merupakan suatu bahan atau obat yang digunakan untuk mempercantik diri. Pada zaman modern saat ini, banyak ditemukan kosmetik dipasaran yang menggunakan bahan sintetik. Penggunaan bahan sintetik yang terus menerus akan menyebabkan masalah pada kesehatan. Melihat dari banyaknya komoditas tanaman pisang di Indonesia yang terus menerus semakin meningkat, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian pada salah satu bagian dari tanaman pisang kepok. Daun pisang kepok (Musa paradisiaca L.) yang merupakan bagian dari tanaman pisang, diketahui mengandung senyawa antioksidan alami. Sebagai antioksidan yang terdapat pada daun pisang, senyawa aktif ini dapat ditambahkan pada sediaan masker, salah satunya adalah sediaan masker serbuk. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental. Pada penelitian ini sebelum dilakukan pembuatan sediaan masker, diuji aktivitas antioksidan pada daun pisang dengan konsentrasi (40 %, 50 %, dan 60 %) menggunakan metode DPPH. Selanjutnya, dilakukan pembuatan sediaan dengan menggunakan Na CMC sebagai variasi konsentrasi pengikat untuk 3 formulasi (2%, 4%, dan 6%)

Page 1 of 1 | Total Record : 5