cover
Contact Name
Kurniawan
Contact Email
admin@iaisragen.org
Phone
+628112807435
Journal Mail Official
admin@iaisragen.org
Editorial Address
Apotek Nayla, Jl. Pungkruk-Gabugan km 3 Taraman, Kec Sidoarjo, Kab. Sragen, Provinsi Jawa Tengah
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Global Farmasi
ISSN : -     EISSN : 29874742     DOI : https://doi.org/10.21111/jigf
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) is a journal managed by the Indonesian Pharmacist Association Sragen Indonesia. This journal is designed as a place of dissemination original article and/or article review. This journal publishes research on a detailed variety of topics in pharmacy including pharmaceutical science and technology as well as biomedical science, clinical pharmacy and community pharmacy. As a forum for ideas and information discussions between researchers, academics, and practitioners, this journal is expected to be able to support and initiate the latest studies in pharmacy. The research results reported in this journal will hopefully contribute to the development of pharmaceutical science as well as health science. This journal has been established since 2023 as Jurnal Ilmiah Global Farmasi.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2025): JIGF - Mei" : 5 Documents clear
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK DAUN MELINJO (Gnetum gnemon L.) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus PADA SEDIAAN SALEP Sawitri, Satwika Budi; Kurniawan; Estikomah, Solikah Ana; Zahron, Maulida Lutfia
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 3 No. 2 (2025): JIGF - Mei
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v3i2.96

Abstract

Penyakit infeksi pada kulit seperti bisul, kudis, panu merupakan beberapa contoh penyakit kulit yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Salah satu bakteri penyebab infeksi kulit yaitu Stapylococcus aureus. Daun melinjo (Gnetum gnemon L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki efek antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah membuat formulasi sediaan salep ekstrak etanol daun melinjo (Gnetum gnemon L.) dengan melihat karakteristik salep dengan variasi konsentrasi ekstrak daun melinjo, mengetahui adanya potensi aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus, serta mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak daun melinjo terhadap mutu fisik sediaan dan aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus dalam sediaan salep. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental di laboratorium dengan pembuatan variasi konsentrasi ekstrak daun melinjo dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dengan formula basis vaseline album dan adeps lanae. Formula dibuat dalam 4 konsentrasi yang berbeda yaitu 15%, 25%, 35%, dan 45%. Selanjutnya dilakukan evaluasi sediaan salep berupa uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, serta uji aktivitas antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salep ekstrak daun melinjo (Gnetum gnemon L.) memiliki karakteristik salep yang baik meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, terkecuali untuk uji daya sebar, kemudian salep ekstrak daun melinjo memiliki potensi terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan hasil kategori respon hambat antibakteri yang lemah hingga kuat, serta variasi konsentrasi ekstrak daun melinjo dapat berpengaruh terhadap mutu fisik sediaan dan aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus dalam sediaan salep.
FORMULASI SEDIAAN PATCH EKSTRAK BIJI JAMBLANG (SYZIGIUM CUMINI) SEBAGAI TERAPI LUKA DIABETES MELLITUS Mufida, Sakhiya; Lulu' Udhiya, Dini; Budi Sawitri, Satwika; Kurniawan, Kurniawan
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 3 No. 2 (2025): JIGF - Mei
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v3i2.99

Abstract

Tanaman jamblang memiliki manfaat salah satunya sebagai antidiabetes. Biji jamblang yang berpotensi sebagai obat luka diabetes mellitus dibuat sediaan yang mudah digunakan yaitu microneedle patch. Pemakaian patch sebagai sediaan mudah dan nyaman terhadap luka pada penderita diabetes mellitus yang memerlukan pengobatan yang cukup lama karena dapat menghantar obat melalui lapisan kulit lebih dalam sehingga langsung menuju sirkulasi sistemik dengan meminimalisir rasa sakit. Tujuan penelitian ini adalah membuat formulasi dan evaluasi mutu sediaan microneedle patch ekstrak biji jamblang dengan menelaah aktivitas antidiabetik ekstrak biji jamblang pada sediaan microneedle patch secara in vivo. Hasil skrining fitokimia ekstrak biji jamblang menunjukkan bahwa sampel positif mengandung tanin, saponin, dan flavonid. Melalui serangkaian preformulasi yang dilakukan, didapatkan formula yang sesuai dengan hasil yang diinginkan. Perlakuan pada hewan uji yaitu adaptasi tikus putih dengan memberi makan berupa nasi dan air minum larutan gula. Uji efektivitas sediaan dilakukan dengan membuat luka sayat pada tikus dan menempelkan sediaan patch pada luka tersebut. Hasil pengukuran kadar gula darah tikus 1x24 jam menunjukkan bahwa sediaan patch ekstrak biji jamblang pada F2 dan F3 dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka diabetes dan menurunkan kadar gula darah pada tikus, namun kurang efektif pada F1. Hal ini ditunjukkan oleh F0 yang lebih cepat menurunkan kadar gula darah pada tikus dibandingkan dengan F1. Adapun ukuran luka pada seluruh hewan uji mengalami penyusutan, sehingga sediaan patch dapat berpotensi digunakan sebagai terapi luka sayat diabetes mellitus.
Formulasi dan Uji Sifat Fisik Sediaan Body Scrub Ekstrak Wortel (Daucus carrota L.) Sebagai Anti Aging Mahardika, Muladi; Okta Riyani, Putri
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 3 No. 2 (2025): JIGF - Mei
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v3i2.100

Abstract

Wortel mengandung beta karoten yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan kulit serta vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan alami, melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menginvestigasi pengaruh variasi konsentrasi ekstrak wortel (1%, 3%, dan 5%) terhadap efek anti aging pada produk Body Scrub. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan memvariasikan konsentrasi ekstrak wortel pada Body Scrub, yaitu 1%, 3%, dan 5%. Proses pembuatan ekstrak wortel meliputi pengumpulan wortel, sortasi basah, pencucian, pemotongan, pengeringan, sortasi kering, penghalusan, dan maserasi selama 48 jam dengan etanol 96%. Body Scrub yang dihasilkan kemudian diuji secara fisik, meliputi uji organoleptis, pH, homogenitas, daya lekat, daya sebar, anti aging, dan uji kesukaan dengan melibatkan 20 responden. Uji anti aging dilakukan dengan mengoleskan Body Scrub pada kulit tangan 6 responden selama 12 hari, kemudian mengukur tingkat kelembapan kulit menggunakan alat skin analyzer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi ekstrak wortel berpengaruh terhadap sifat fisik Body Scrub dan tingkat kelembapan kulit terkait efek anti aging. Formulasi dengan konsentrasi ekstrak wortel Formula (5%) memberikan hasil terbaik berdasarkan uji anti aging.
ANALISIS KUANTITATIF KANDUNGAN HIDROKUINON DALAM KRIM WAJAH DI KECAMATAN LIMPUNG KABUPATEN BATANG DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Kurniawan; Fitrian, Ahyana; Alisya, Devi; Sawitri, Satwika Budi
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 3 No. 2 (2025): JIGF - Mei
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v3i2.101

Abstract

Hidrokuinon merupakan suatu zat aktif yang paling popular secara tradisional digunakan dalam jenis kosmetik krim pemutih. Krim pemutih wajah merupakan suatu sediaan atau paduan bahan yang digunakan pada bagian luar tubuh yang berfungsi untuk mencerahkan pigmen kulit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental deskriptif yang menganalisis senyawa hidrokuinon dalam sampel sediaan krim kecantikan yang diperoleh secara random. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kandungan hidrokuinon secara kualitatif dan secara kuantitatif. Krim pemutih wajah yang dianalisis adalah krim yang beredar pada klinik kecantikan yang terdapat di daerah Kecamatan Limpung Kabupaten Batang. Kandungan hidrokuinon dalam sediaan kosmetik telah dilarang oleh Badan POM sejak tahun 2019. Analisis ini menggunakan metode kualitatif dengan metode reaksi warna FeCl3 dan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Hasil penelitian menunjukan bahwa 4 dari 6 sampel yang diuji positif mengandung hidrokuinon. Pada analisis secara kuantitatif ditemukan bahwa kadar senyawa hidrokuinon dengan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis dengan kadar sampel A 6,74%, sampel B 8,75%, sampel D 7,65%, sampel F 7,12%. Sehingga dapat diperoleh Kesimpulan bahwasanya banyak krim kecantikan yang beredar di kecamatan Limpung kabupaten Batang masih menambahkan hidrokuinon sebagai senyawa aktif yang berfungsi untuk memutihkan wajah dalam sediaan mereka.
IDENTIFIKASI KANDUNGAN HIDROKUINON DALAM SEDIAAN KRIM PEMUTIH YANG BEREDAR DI PASAR BADAK SATU KECAMATAN MUARA BADAK KALIMANTAN TIMUR Sawitri, Satwika Budi; Fitrian, Ahyana; Widyaratna, Indriyanti; Dzatul, Lisa
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 3 No. 2 (2025): JIGF - Mei
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v3i2.102

Abstract

Kebutuhan krim pemutih di masyarakat semakin meningkat membuat sebagian produsen menggunakan bahan berbahaya hidrokuinon dalam pembuatan krim pemutih dikarenakan harga yang murah dan efek memutihkan yang cepat. Efek samping yang ditimbulkan setelah menggunakan bahan hidrokuinon adalah iritasi, hiperpigmentasi kulit, kelainan ginjal, kanker dan kematian. Penelitian dilakukan dengan menganalisis krim pemutih yang beredar di pasar Badak Satu untuk mengetahui ada tidaknya hidrokuinon dan berapa kadar hidrokuinon yang terdapat dalam sampel. Sampel penelitian ini berjumlah 8 sampel yang terdiri dari 5 sampel yang tidak teregistrasi BPOM dengan kode A, B, C, D, E dan 3 sampel teregistrasi BPOM dengan kode F, G, H. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis dilakukan dengan uji organoleptik, uji warna dengan FeCl3, metode kromatografi lapis tipis dan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil uji organoleptik menunjukkan sampel kode A, B, C, D dan E memiliki aroma yang menyengat. Uji warna dengan FeCl3 menunjukkan hasil positif pada sampel kode B, C, D dan E dengan penampakan warna ungu kehitaman. Uji kromatografi lapis tipis dengan sampel positif nilai Rf berkisar antara 0,812-0,962. Uji spektrofotometri Uv-Vis menunjukkan kadar hidrokuinon tertinggi pada sampel B dengan persentase 4,880%.  

Page 1 of 1 | Total Record : 5