cover
Contact Name
Adi Hadianto
Contact Email
adihadianto@apps.ipb.ac.id
Phone
+62251-8621834
Journal Mail Official
ijaree@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor Jalan Agatis Kampus IPB Darmaga Gd. Fakultas Ekonomi dan Manajemen W3 L2 Darmaga Bogor 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Agricultural, Resource and Environmental Economics
ISSN : -     EISSN : 29622328     DOI : https://doi.org/10.29244/ijaree.v1i1
Jurnal IJAREE (Indonesian Journal of Agricultural, Resource and Environmental Economics) sesuai dengan namanya fokus dalam publikasi karya ilmiah di bidang ekonomi pertanian, sumberdaya dan lingkungan. Beberapa tema tulisan yang diterbitkan di Jurnal JAREE diantaranya terkait dengan; 1. Analisis kebijakan pembangunan pertanian, 2. Analisis kebijakan pengelolaan sumberdaya dan lingkungan, 3. Analisis kelayakan ekonomi, 4. Ekonomi produksi, 5. Ekonomi rumah tangga 6. Perdagangan pertanian, 7. Bioekonomi, 8. Analisis keberlanjutan, 9. Ekonomi Perilaku, 10. Ekonomi Kelembagaan, 11. Valuasi ekonomi sumberdaya alam dan lingkungan, 12. Ekonomi wisata, serta topik lainnya yang terkait
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025" : 6 Documents clear
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Willingness to Pay Peternak atas Kenaikan Premi Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K): Analysis of Farmers' Willingness to Pay (WTP) for the Increase in Premium of Cattle / Buffalo Farming Insurance (AUTS / K) Mulyani, Endah; Hidayat, Nia Kurniawati
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/pmvx4x39

Abstract

Kementerian Pertanian Republik Indonesia berkolaborasi dengan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) telah membentuk program Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K) sejak tahun 2016. Tujuan penyelenggaraan AUTS/K adalah memberikan perlindungan kepada usaha peternak jika terjadi kematian dan/atau kehilangan ternak. Penelitian dilaksanakan bulan Februari – Mei 2024 di Provinsi Lampung, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan sebagai perwakilan provinsi di seluruh Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk  menganalisis besaran Willingness to Pay (WTP) terhadap kenaikan premi beserta faktor-faktor yang memengaruhinya. Pengumpulan data dilakukan dengan  wawancara secara online kepada 67 peternak. Metode analisis yang digunakan meliputi Contingent Valuation Method (CVM) dan Maximum Likelihood Estimator (MLE). Rataan kesanggupan peternak dalam membayar kenaikan premi  asuransi ternak senilai Rp106.250,00 per ekor per tahun. Adapun faktor yang memengaruhi WTP meliputi pendapatan, pendidikan, dan penilaian kepuasan peternak. 
Analisis Biaya dan Willingness to Pay Pengelolaan Limbah dengan IPAL Komunal di Sentra Industri Penyamakan Kulit Sukaregang: Cost and Willingness to Pay Analysis for Waste Management Using Communal Wastewater Treatment Plants in Sukaregang Leather Tanning Industry Amelia, Tiara Putri; Sehabudin, Ujang; Amanda, Dea
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/6xbb5r06

Abstract

Tanned leather is one of the flagship products of Garut Regency, with a centralized cluster of craftsmen located in the Sukaregang leather tanning industry. The tanning process generates waste that must be treated before being discharged into the environment. The government has built three communal wastewater treatment plants (WWTPs) that function as treatment facilities for the industrial waste produced by the leather tanning sector. However, currently, all communal WWTPs are not operating due to various constraints, one of which is related to operational and maintenance budget. This study aims to: (1) analyze the perceptions of business actors regarding the provision of communal WWTPs; (2) estimate the operational and maintenance costs of communal WWTP; and (3) analyze the value of willingness to pay (WTP) and factors influencing business actors’ probability to contribute to waste management with communal WWTPs. The methods used include cost analysis, descriptive analysis using a Likert scale, Contingent Valuation Method, and logistic regression analysis. The results of the study indicate that: (1) business actors stated that they agree with the perceptions related to social, economic, and environmental aspects, but strongly disagree with the technical aspects; (2) the estimated operational and maintenance costs for the three communal WWTPs in Sukaregang with a capacity of 1.300m3/day amount to IDR 57.696.630/month, with a wastewater treatment cost of IDR 1.500/m3; (3) the total WTP estimation reaches IDR 63.868.038,86/month with an average WTP value of IDR 2.801,23/m3, and the factors that significantly influence the WTP are the bid value, income, and length of business operation. Kulit samak merupakan salah satu produk unggulan Kabupaten Garut, dengan sentra pengrajin terpusat di industri penyamakan kulit Sukaregang. Proses penyamakan kulit menghasilkan limbah yang harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan. Pemerintah membangun tiga IPAL Komunal yang berfungsi sebagai tempat pengolahan limbah industri penyamakan kulit. Namun, pada saat ini seluruh IPAL Komunal tidak beroperasi karena mengalami berbagai kendala salah satunya terkait anggaran operasional serta pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis persepsi pelaku usaha terkait penyediaan IPAL Komunal; (2) mengestimasi biaya operasional serta pemeliharaan IPAL Komunal; dan (3) menganalisis besar WTP serta peluang faktor-faktor yang mempengaruhi peluang pelaku usaha untuk berkontribusi dalam pengelolaan limbah dengan IPAL Komunal. Metode yang digunakan yaitu, analisis deskriptif menggunakan Skala Likert, analisis biaya, Contingent Valuation Method, dan analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pelaku usaha menyatakan setuju terhadap persepsi yang berkaitan dengan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan, namun menyatakan sangat tidak setuju pada aspek teknis khususnya terkait regulasi penggunaan IPAL Komunal; (2) estimasi biaya operasional dan pemeliharaan untuk ketiga IPAL Komunal di Sukaregang dengan kapasitas 1.300m3/hari adalah sebesar Rp57.696.630/bulan, dengan biaya pengolahan air limbah Rp1.500/m3; (3) estimasi total WTP pelaku usaha mencapai Rp63.868.038,86/bulan dengan nilai rataan WTP sebesar Rp2.801,23/m3, serta faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kesediaan pelaku usaha untuk berkontribusi dalam pengelolaan limbah adalah nilai penawaran (bid), pendapatan, dan lama usaha.
Analisis Keberlanjutan Pertanian Kopi Arabika di Desa Sukawangi Kabupaten Bogor: Sustainability Analysis in Arabica Coffee Farming in Sukawangi Village, Bogor Regency Amelia Febriana; Febriana, Amelia; Putri, Eka Intan Kumala; Ismail, Ahyar
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/enqa8g65

Abstract

Abstrak Kopi merupakan salah satu komoditas yang memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi hijau dan keberlanjutan sektor perkebunan di Indonesia. Namun, dinamika harga global, penurunan produktivitas, serta lemahnya kelembagaan petani menjadi tantangan utama bagi keberlanjutan sistem usahatani kopi, khususnya di Desa Sukawangi, Kabupaten Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan usahatani kopi arabika di Desa Sukawangi berdasarkan lima dimensi utama: ekologi, ekonomi, sosial, kelembagaan, dan teknologi. Pendekatan yang digunakan adalah RAP-Coffee berbasis Multidimensional Scalling (MDS). Pengumpulan data meliputi data primer dan sekunder. Kemudian dilakukan menggunakan program Microsoft Office Excel dan Metode Multi-Dimensional Scalling (MDS) melalui perangkat lunak Rapid Appraisal for Fisheries (RAP-Coffee). Hasil penelitian menunjukkan indeks keberlanjutan dengan nilai sebesar 65.33% yang termasuk dalam kategori cukup berkelanjutan. Dimensi teknologi 78.85% memiliki nilai indeks tertinggi dengan kategori berkelanjutan, dimensi sosial dengan nilai indeks 73.41% dan dimensi ekologi 72.99% memiliki kategori yang cukup berkelanjutan. Namun, dimensi ekonomi memiliki nilai indeks terendah yaitu 49.87% dan dimensi kelembagaan 51.54% teridentifikasi adanya kendala pada aspek keberlanjutan tergolong kurang berkelanjutan. Analisis leverage mengidentifikasi atribut-atribut sensitif yang menjadi pengungkit utama, yaitu pengelolaan limbah, penggunaan pestisida, pemberdayaan masyarakat, standar pencatatan, pengakuan sertifikasi, dan akses pasar. Uji Monte Carlo mengonfirmasi stabilitas model dengan selisih nilai yang kecil 0.20% - 2.78% antara hasil MDS dan simulasi. Penelitian ini merekomendasikan intervensi kebijakan yang berfokus pada penguatan kelembagaan petani, fasilitas sertifikasi, akses pembiayaan hijau, dan adopsi teknologi pascapanen ramah lingkungan untuk meningkatkan keberlanjutan usahatani secara menyeluruh.
Dampak Perubahan Musim terhadap Pendapatan Nelayan (Studi Kasus: Desa Jatimalang, Kabupaten Purworejo): The Impact of Seasonal Changes on Fishermen's Income (Case Study: Jatimalang Village, Purworejo Regency) Osmaleli; Kusumastanto, Tridoyo; Karima, Nada
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/e75wd750

Abstract

Perubahan musim memberikan dampak signifikan terhadap kegiatan perikanan tangkap, yang dirasakan oleh nelayan di Desa Jatimalang, Kabupaten Purworejo. Perubahan ini mengakibatkan penurunan hasil tangkapan dan ketidakpastian pendapatan nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengkaji persepsi nelayan mengenai dampak perubahan musim di Desa Jatimalang, (2) mengestimasi perubahan pendapatan keluarga nelayan akibat perubahan musim. Metode penelitian menggunakan metode studi kasus. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode deskriptif kuantitatif dengan skala Likert dan analisis pendapatan nelayan. Berdasarkan hasil penelitian, nelayan menyatakan setuju bahwa merasakan dampak perubahan musim di Desa Jatimalang, dengan rataan skor sebesar 3,09 dari skala 4,00. Pendapatan nelayan menurun 51,71% atau Rp1.728.197/bulan pada musim panen, serta 69,18% atau Rp1.097.819/bulan pada musim paceklik.
Analisis Pendapatan dan Adopsi Usaha Tani Padi Organik dan Anorganik di Desa Cibatu Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi: Analysis of Income and Adoption of Organic and Inorganic Rice Farming in Cibatu Village, Cikembar District, Sukabumi Regency Yulianti, Yuli; Hardjanto, Arini
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jcnefz39

Abstract

The agricultural sector plays a strategic role in the economy and food supply for the community. The implementation of the green revolution program aimed at increasing production has resulted in environmental impacts and dependence on chemical inputs. As a sustainable alternative, organic farming systems have been implemented, one of which is in Cibatu Village, West Java. However, the adoption rate is still relatively low, with only 30% of farmers having switched to organic farming. The obstacles faced are high labor requirements, difficult market access, and minimal information regarding the potential and benefits of organic farming systems. This study aims to (1) estimate the income of organic and inorganic rice farming businesses and (2) analyze the factors influencing the adoption of organic and inorganic rice farming businesses. Data analysis used includes income analysis and R/C ratio, as well as logistic regression analysis. The results show that the ratio of income to total costs in organic rice farming is higher, namely Rp 9,892,069 and inorganic rice Rp 7,186,011. The R/C ratio to total farming costs for organic rice is 1.45% higher than for inorganic rice, which is 1.34%. Logistic regression analysis shows that farm income significantly influences farmers' decisions to adopt organic rice, while farming experience and productivity do not. Sektor pertanian memiliki peran strategis dalam perekonomian dan penyediaan pangan masyarakat. Penerapan program revolusi hijau yang ditujukan untuk meningkatkan produksi justru menimbulkan dampak lingkungan serta ketergantungan terhadap input kimia. Sebagai alternatif keberlanjutan, sistem pertanian organik telah diterapkan, salah satunya di Desa Cibatu, Jawa Barat. Namun tingkat adopsi masih tergolong rendah baru mencapai 30% petani yang beralih ke pertanian organik. Hambatan yang dihadapi yaitu kebutuhan tenaga kerja yang tinggi, kesulitan akses pasar, dan minimnya informasi tentang potensi serta keuntungan sistem pertanian organik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengestimasi pendapatan usaha tani padi organik dan anorganik dan (2) menganalisis faktor-faktor adopsi usaha tani padi organik dan anorganik. Analisis data yang digunakan yaitu analisis pendapatan dan R/C ratio, serta analisis regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa pendapatan atas biaya total pada usaha tani padi organik lebih besar yaitu Rp 9.892.069 dan padi anorganik Rp 7.186.011. R/C ratio atas biaya total usaha tani padi organik lebih tinggi sebesar 1,45 dibandingkan padi anorganik sebesar 1,34. Analisis regresi logistik menunjukkan variabel pendapatan usaha tani berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani dalam mengadopsi padi organik, sementara pengalaman berusaha tani dan produktivitas tidak berpengaruh signifikan.
Kontribusi Tenaga Kerja Perempuan Terhadap Pendapatan dan Pengelolaan Usaha Ternak Sapi Perah Anggota KPSBU (Studi Kasus: TPK Cilumber, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat): The Contribution of Women's Labor to the Income and Management of Dairy Cattle Farming by KPSBU Members (Case Study: TPK Cilumber, Lembang District, West Bandung Regency) Andini, Latifah Sri; Karima, Osmaleli; Hadianto, Adi; Amanda, Dea
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/cmd18455

Abstract

Perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung keberlangsungan usaha ternak sapi perah melalui keterlibatannya dalam berbagai kegiatan produktif budidaya ternak. Namun, kontribusi tersebut belum tercermin dengan tingkat pendapatan dan pengakuan yang diterima. Kondisi ini menyebabkan kontribusi perempuan masih kurang diakui secara ekonomi. Berdasarkan hal tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah 1) menganalisis peran dan curahan waktu kerja perempuan dalam usaha ternak sapi perah, 2) menganalisis rata-rata kontribusi pendapatan perempuan terhadap pendapatan usaha ternak sapi perah, dan 3) menganalisis pengambilan keputusan dalam pengelolaan usaha ternak sapi perah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis data kuantitatif, analisis pendapatan dan kontribusi pendapatan perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) rata-rata jumlah curahan waktu kerja peternak perempuan mencapai 129,91 HOK/tahun lebih besar dibandingkan curahan waktu kerja istri peternak sebesar 113,08 HOK/tahun, 2) kontribusi pendapatan tunai peternak perempuan sebesar Rp17.618.870/tahun lebih besar dibandingkan dengan pendapatan tunai istri peternak sebesar Rp13.667.244/tahun, dan 3) pengambilan keputusan dalam pengelolaan usaha ternak sapi perah sebagian besar disepakati bersama oleh laki-laki dan perempuan. Keputusan pengelolaan dan pengalokasian pendapatan dari usaha ternak mayoritas diambil secara dominan oleh perempuan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6