cover
Contact Name
Adi Hadianto
Contact Email
adihadianto@apps.ipb.ac.id
Phone
+62251-8621834
Journal Mail Official
ijaree@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor Jalan Agatis Kampus IPB Darmaga Gd. Fakultas Ekonomi dan Manajemen W3 L2 Darmaga Bogor 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Agricultural, Resource and Environmental Economics
ISSN : -     EISSN : 29622328     DOI : https://doi.org/10.29244/ijaree.v1i1
Jurnal IJAREE (Indonesian Journal of Agricultural, Resource and Environmental Economics) sesuai dengan namanya fokus dalam publikasi karya ilmiah di bidang ekonomi pertanian, sumberdaya dan lingkungan. Beberapa tema tulisan yang diterbitkan di Jurnal JAREE diantaranya terkait dengan; 1. Analisis kebijakan pembangunan pertanian, 2. Analisis kebijakan pengelolaan sumberdaya dan lingkungan, 3. Analisis kelayakan ekonomi, 4. Ekonomi produksi, 5. Ekonomi rumah tangga 6. Perdagangan pertanian, 7. Bioekonomi, 8. Analisis keberlanjutan, 9. Ekonomi Perilaku, 10. Ekonomi Kelembagaan, 11. Valuasi ekonomi sumberdaya alam dan lingkungan, 12. Ekonomi wisata, serta topik lainnya yang terkait
Articles 41 Documents
Analisis Efisiensi Usaha Ternak Domba Potong Peternak Binaan Pesantren Al-Ittifaq Sebagai Model Pemberdayaan Ekonomi: Efficiency Analysis of Fattening Sheep Farming by Al-Ittifaq Islamic Boarding School's Assisted Farmers as a Model of Economic Empowerment Nur Asya Ulpah, Hajar; Ismail, Ahyar; Idris Tampubolon, Bahroin
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 4 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v4i1.56865

Abstract

Peternak binaan pondok pesantren Al-Ittifaq merupakan salah satu peternak yang baru memulai usaha ternak domba dengan memperoleh dana bantuan dari program Balai Ternak BAZNAS. Peternak binaan dalam melakukan usaha ternaknya, alokasi input yang digunakan masih belum sesuai dengan input optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi usaha ternak domba potong, menganalisis efisiensi produksi usaha ternak domba potong, dan menganalisis pendapatan usaha ternak domba potong peternak binaan pondok pesantren Al-Ittifaq di Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas dengan estimasi Ordinary Least Square (OLS) untuk menganalisis faktor produksi yang memengaruhi produksi domba potong, metode Nilai Produk Marginal (NPM) untuk mengetahui efisiensi ekonomi, dan R/C ratio untuk mengetahui keuntungan usaha ternak domba potong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap produksi domba potong adalah bobot domba bakalan dan pakan hijauan ternak. Faktor produksi yang belum efisien pada usaha ternak domba potong yaitu bobot domba bakalan sehingga perlu untuk ditambah penggunaannya. Selanjutnya, faktor produksi yang tidak efisien yaitu pakan hijauan ternak sehingga perlu untuk dikurangi penggunaannya. Nilai R/C ratio usaha ternak domba potong pada seluruh kandang komunal peternak binaan masih menguntungkan meskipun penggunaan input optimal belum tercapai. The farmers assisted by pondok pesantren Al-Ittifaq are one of the farmers who have just started a sheep business by receiving financial assistance from the Balai Ternak BAZNAS program. In conducting their livestock business, the allocation of inputs used is still not in accordance with the optimal input. This study aims to analyze the factors that influence the production of sheep fattening business, analyze the production efficiency of sheep fattening business, and analyze the income of sheep fattening business of farmers assisted by pondok pesantren Al-Ittifaq in Bandung Regency. This study used the Cobb-Douglas production function with OLS estimation to analyze production factors affecting the production of sheep, NPM method to determine economic efficiency, and the R/C ratio to determine the profitability of the sheep fattening business. The results showed that the factors that significantly influenced the production of sheep are the weight of feeder sheep and forage. Production factors that have not been efficient in the business of sheep are the weight of feeder sheep so it is necessary to increase their use. Furthermore, inefficient production factors are forage so it is necessary to reduce its use. The R/C ratio value of sheep business in all communal pens of assisted farmers is still profitable even though the optimal use of inputs has not been achieved.
Litopenaeus vannamei Shrimp Aquaculture Development Strategy in Patutrejo Village, Purworejo Regency, Central Java: Analisis Strategi Pengembangan Budidaya Udang Vaname di Desa Patutrejo, Kabupaten Purworejo Pujiastuti, Hanan; Hardjanto, Arini
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 4 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v4i1.58023

Abstract

Patutrejo Village, which is directly adjacent to the Indian Ocean in the south, is suitable for vaname shrimp aquaculture. However, in recent years, farmers began to face the problem of high-intensity harvest failure, resulting in a decline in the number of farmers in the location. The lack of information obtained by farmers regarding disease management and good cultivation techniques also exacerbates the condition of cultivation in the study location. The aims of this study are (1) to analyze the income of vaname shrimp farming, (2) to analyze the factors that influence farmers' decision to continue shrimp aquaculture, and (3) to develop a strategy for shrimp aquaculture development. The methods used to answer the research question are income analysis, logistic regression and an analytical hierarchy process. Income analysis with the assumption of average price and harvest volume in the first cycle of 2024 gives results that the R/C ratio is more than one, so vaname shrimp farming in Patutrejo Village is profitable. Binary logistic regression analysis revealed that land area and farmer income were the main factors influencing farming decisions to continue shrimp aquaculture. Reducing the number of harvest failures could increase farmers' income and farming interest. In the preparation of aquaculture development strategies based on the RPJMN and Purworejo District Strategic Plan, the Analytical Hierarchy Process (AHP) recommends training in good fish farming and dissemination of information on shrimp disease management. Desa Patutrejo merupakan desa yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia di bagian selatan sehingga mendukung kegiatan budidaya tambak udang vaname. Namun beberapa tahun terakhir, petambak mulai menghadapi kendala tingginya intensitas gagal panen sehingga jumlah petambak di lokasi menurun. Minimnya informasi yang didapatkan petambak mengenai penanganan penyakit dan teknik budidaya yang baik juga memperparah kondisi budidaya di lokasi penelitian. Berdasarkan hal tersebut tujuan dari penelitian ini yaitu (1) menganalisis pendapatan budidaya udang vaname, (2) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petambak untuk melanjutkan budidaya, (3) menyusun strategi pengembangan budidaya. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis pendapatan, regresi logistik dan anaylthical hierarchy process. Analisis pendapatan dengan asumsi harga yang digunakan adalah harga dan volume rata-rata pada siklus pertama 2024 didapatkan hasil bahwa R/C rasio lebih dari satu, sehingga budidaya udang vaname di Desa Patutrejo masih menguntungkan. Analisis regresi logistik biner mengungkap bahwa luas lahan dan pendapatan petambak menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusan petambak dalam menlanjutkan budidaya udang vaname. Upaya untuk meningkatkan pendapatan dan minat petambak berbudidaya dapat dilakukan dengan menurunkan angka gagal panen. Strategi untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan dengan pelatihan budidaya ikan yang baik dan penyebaran informasi penanganan penyakit udang.
Dampak Variabilitas Cuaca terhadap Pendapatan Petani Garam Rakyat (Studi Kasus : Desa Rawa Urip, Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon): Dampak Variabilitas Cuaca terhadap Pendapatan Petani Garam Rakyat (Studi Kasus : Desa Rawa Urip, Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon) Wahyuni Ayuningsih, Heni; Hidayat, Nia Kurniawati; Nuva
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 4 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v4i1.58075

Abstract

Weather variability has adversely impacted the agricultural and marine sectors. In Cirebon Regency, especially Rawa Urip Village, extreme rainfall illustrates this variability and is suspected to reduce salt production, which heavily depends on weather conditions. Consequently, salt production and business revenues have declined, prompting farmers to adapt. Data were collected through purposive interviews with 52 smallholder salt farmers meeting predefined criteria. The study applied income analysis, paired t-tests, and quantitative descriptive analysis. Results showed significant differences in farmers’ income between normal and variable weather conditions. The most common adaptation strategies involved social coping mechanisms, including borrowing from relatives, receiving remittances, and taking loans from neighbours and farmer group members. Variabilitas cuaca telah memberikan pengaruh negatif terhadap sektor pertanian dan kelautan. Kejadian cuaca ekstrim berupa curah hujan tinggi yang melanda Kabupaten Cirebon terutama di Desa Rawa Urip merupakan wujud dari adanya variabilitas cuaca. Variabilitas cuaca yang terjadi diduga berdampak pada proses produksi garam karena garam merupakan komoditas yang sangat tergantung terhadap kondisi cuaca. Produksi garam menurun karena variabilitas cuaca yang berimbas pada penurunan pendapatan usaha tambak garam. Variabilitas cuaca juga mendorong petani garam untuk mampu beradaptasi. Adaptasi yang dilakukan petani garam bervariasi dan kemampuan adaptasi tersebut berpengaruh terhadap keberlanjutan penghidupan petani garam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis pendapatan, uji t berpasangan, serta analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pendapatan petani garam saat kondisi normal dan saat kondisi variabilitas cuaca. Adaptasi yang banyak dilakukan petani garam dalam menghadapi variabilitas cuaca berupa adaptasi sosial dengan mengandalkan pinjaman kepada kerabat, mengandalkan kiriman keluarga, meminjam uang ke anggota kelompok tani, serta mengandalkan pinjaman ke tetangga.
Analisis Pemasaran Usaha Garam Rakyat Teknologi Tradisional, Geomembran, dan Tunnel (Studi Kasus: Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon): Marketing Analysis of Traditional, Geomembrane, and Tunnel Technology in Small-Scale Salt Production (Case Study: Pangenan District, Cirebon Regency) Dewi Raswatie, Maulida Afiyah Heriyadi; Bahtiar, Rizal; Dewi Raswatie, Fitria; Maulida Afiyah Heriyadi
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 4 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v4i1.58846

Abstract

Kebutuhan garam nasional Indonesia mengalami peningkatan seiring pertumbuhan jumlah penduduk, sementara produksi garam dalam negeri belum mampu memenuhinya sehingga dilakukan impor garam. Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon merupakan salah satu sentra produksi garam rakyat yang menerapkan tiga teknologi produksi garam, yaitu teknologi tradisional, geomembrane, dan tunnel. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas garam yang dihasilkan berdasarkan teknologi yang digunakan serta menganalisis efisiensi saluran pemasarannya. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis deskriptif dan kuantitatif melalui perhitungan margin pemasaran, farmer’s share, dan rasio keuntungan terhadap biaya pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa garam yang dihasilkan dari teknologi tradisional tergolong dalam kualitas III berdasarkan warnanya, geomembrane kualitas II, dan tunnel kualitas I. Saluran pemasaran 1 merupakan saluran pemasaran yang paling efisien untuk garam hasil produksi teknologi tradisional dan geomembrane yang ditunjukkan oleh marjin pemasaran yang rendah serta nilai farmer’s share dan rasio keuntungan terhadap biaya yang tinggi. Adapun garam hasil teknologi tunnel hanya dipasarkan melalui saluran pemasaran 2 karena keterbatasan jumlah petambak yang menggunakan teknologi tersebut. Indonesia’s national demand for salt continues to rise in line with population growth. In contrast, domestic salt production has not been able to meet this demand, resulting in the need for imports. Pangenan Subdistrict, Cirebon Regency, is one of the centers of community-based salt production that applies three types of production technologies: traditional, geomembrane, and tunnel. This study aims to compare the quality of salt produced based on the technology used and to analyze the efficiency of the marketing channels. The analytical methods employed include descriptive and quantitative analyses, as well as the calculation of marketing margins, farmers’ share, and benefit-cost ratio. The results show that salt produced using traditional technology is classified as grade III based on its color, geomembrane as grade II, and tunnel as grade I. Marketing channel one is identified as the most efficient for salt produced using traditional and geomembrane technologies, as indicated by its low marketing margin and high farmers’ share and benefit-cost ratio. Meanwhile, salt produced using tunnel technology is only marketed through channel two due to the limited number of salt farmers using this technology.
Analisis Kelayakan Finansial Program Mangoes Center Budidaya Mangga Agrimania Pada Mitra Binaan CSR PT KPI Unit VI: Financial Feasibility Analysis of the Agrimania Mango Cultivation Program at the Mangoes Center for PT KPI Unit VI's CSR-Fostered Partners Ekayani, Meti; Dewi Raswatie, Fitria; Fauzah
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 4 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v4i1.59147

Abstract

Mangoes Center merupakan sub-program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT KPI Unit VI yang berfokus dalam pembudidayaan tanaman lokal dan telah dijalankan sejak tahun 2017. Pada tahun 2024, program ini menjadi tahun terakhir didanai biaya operasional budidaya, sehingga tahun berikutnya program akan dikelola secara mandiri oleh kelompok tani tanpa bantuan dana dari perusahaan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis kelayakan usahatani budidaya mangga agrimania bagi kelompok tani WTC. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis biaya dan manfaat dengan kriteria kelayakan investasi (NPV, Net B/C, IRR, dan PP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani budidaya mangga agrimania yang dilakukan Kelompok Tani WTC layak dilakukan berdasarkan aspek-aspek nonfinansial usahatani dan kriteria investasi di mana Net Present Value (NPV) 2.385.926.838>0, Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) 6,69>1, Internal Rate of Return (IRR) 28,42%>6%, Payback Period (PP) 4 tahun 6 bulan 18 hari. Mangoes Center is a sub-program of TJSL PT KPI Unit VI, focusing on cultivating local plants and operating since 2017. In 2024, this program will reach its final year of funding for operational costs, after which it will be managed independently by the farmers’ group without financial assistance from the company. The objective of this study is to analyze the feasibility of agrimania mango cultivation for the WTC farmers’ group. The methods used in this research include cost-benefit analysis with investment feasibility criteria (NPV, Net B/C, IRR, and PP). The results indicate that agrimania mango cultivation by the WTC farmers’ group is feasible based on both non-financial aspects of the farming operation and investment criteria, with a Net Present Value (NPV) of 2,385,926,838 (> 0), a Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C) of 6.69 (> 1), an Internal Rate of Return (IRR) of 28.42% (> 6%), and a Payback Period (PP) of 4 years, 6 months, and 18 days.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Willingness to Pay Peternak atas Kenaikan Premi Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K): Analysis of Farmers' Willingness to Pay (WTP) for the Increase in Premium of Cattle / Buffalo Farming Insurance (AUTS / K) Mulyani, Endah; Hidayat, Nia Kurniawati
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/pmvx4x39

Abstract

Kementerian Pertanian Republik Indonesia berkolaborasi dengan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) telah membentuk program Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K) sejak tahun 2016. Tujuan penyelenggaraan AUTS/K adalah memberikan perlindungan kepada usaha peternak jika terjadi kematian dan/atau kehilangan ternak. Penelitian dilaksanakan bulan Februari – Mei 2024 di Provinsi Lampung, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan sebagai perwakilan provinsi di seluruh Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk  menganalisis besaran Willingness to Pay (WTP) terhadap kenaikan premi beserta faktor-faktor yang memengaruhinya. Pengumpulan data dilakukan dengan  wawancara secara online kepada 67 peternak. Metode analisis yang digunakan meliputi Contingent Valuation Method (CVM) dan Maximum Likelihood Estimator (MLE). Rataan kesanggupan peternak dalam membayar kenaikan premi  asuransi ternak senilai Rp106.250,00 per ekor per tahun. Adapun faktor yang memengaruhi WTP meliputi pendapatan, pendidikan, dan penilaian kepuasan peternak. 
Analisis Biaya dan Willingness to Pay Pengelolaan Limbah dengan IPAL Komunal di Sentra Industri Penyamakan Kulit Sukaregang: Cost and Willingness to Pay Analysis for Waste Management Using Communal Wastewater Treatment Plants in Sukaregang Leather Tanning Industry Amelia, Tiara Putri; Sehabudin, Ujang; Amanda, Dea
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/6xbb5r06

Abstract

Tanned leather is one of the flagship products of Garut Regency, with a centralized cluster of craftsmen located in the Sukaregang leather tanning industry. The tanning process generates waste that must be treated before being discharged into the environment. The government has built three communal wastewater treatment plants (WWTPs) that function as treatment facilities for the industrial waste produced by the leather tanning sector. However, currently, all communal WWTPs are not operating due to various constraints, one of which is related to operational and maintenance budget. This study aims to: (1) analyze the perceptions of business actors regarding the provision of communal WWTPs; (2) estimate the operational and maintenance costs of communal WWTP; and (3) analyze the value of willingness to pay (WTP) and factors influencing business actors’ probability to contribute to waste management with communal WWTPs. The methods used include cost analysis, descriptive analysis using a Likert scale, Contingent Valuation Method, and logistic regression analysis. The results of the study indicate that: (1) business actors stated that they agree with the perceptions related to social, economic, and environmental aspects, but strongly disagree with the technical aspects; (2) the estimated operational and maintenance costs for the three communal WWTPs in Sukaregang with a capacity of 1.300m3/day amount to IDR 57.696.630/month, with a wastewater treatment cost of IDR 1.500/m3; (3) the total WTP estimation reaches IDR 63.868.038,86/month with an average WTP value of IDR 2.801,23/m3, and the factors that significantly influence the WTP are the bid value, income, and length of business operation. Kulit samak merupakan salah satu produk unggulan Kabupaten Garut, dengan sentra pengrajin terpusat di industri penyamakan kulit Sukaregang. Proses penyamakan kulit menghasilkan limbah yang harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan. Pemerintah membangun tiga IPAL Komunal yang berfungsi sebagai tempat pengolahan limbah industri penyamakan kulit. Namun, pada saat ini seluruh IPAL Komunal tidak beroperasi karena mengalami berbagai kendala salah satunya terkait anggaran operasional serta pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis persepsi pelaku usaha terkait penyediaan IPAL Komunal; (2) mengestimasi biaya operasional serta pemeliharaan IPAL Komunal; dan (3) menganalisis besar WTP serta peluang faktor-faktor yang mempengaruhi peluang pelaku usaha untuk berkontribusi dalam pengelolaan limbah dengan IPAL Komunal. Metode yang digunakan yaitu, analisis deskriptif menggunakan Skala Likert, analisis biaya, Contingent Valuation Method, dan analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pelaku usaha menyatakan setuju terhadap persepsi yang berkaitan dengan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan, namun menyatakan sangat tidak setuju pada aspek teknis khususnya terkait regulasi penggunaan IPAL Komunal; (2) estimasi biaya operasional dan pemeliharaan untuk ketiga IPAL Komunal di Sukaregang dengan kapasitas 1.300m3/hari adalah sebesar Rp57.696.630/bulan, dengan biaya pengolahan air limbah Rp1.500/m3; (3) estimasi total WTP pelaku usaha mencapai Rp63.868.038,86/bulan dengan nilai rataan WTP sebesar Rp2.801,23/m3, serta faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kesediaan pelaku usaha untuk berkontribusi dalam pengelolaan limbah adalah nilai penawaran (bid), pendapatan, dan lama usaha.
Analisis Keberlanjutan Pertanian Kopi Arabika di Desa Sukawangi Kabupaten Bogor: Sustainability Analysis in Arabica Coffee Farming in Sukawangi Village, Bogor Regency Amelia Febriana; Febriana, Amelia; Putri, Eka Intan Kumala; Ismail, Ahyar
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/enqa8g65

Abstract

Abstrak Kopi merupakan salah satu komoditas yang memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi hijau dan keberlanjutan sektor perkebunan di Indonesia. Namun, dinamika harga global, penurunan produktivitas, serta lemahnya kelembagaan petani menjadi tantangan utama bagi keberlanjutan sistem usahatani kopi, khususnya di Desa Sukawangi, Kabupaten Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan usahatani kopi arabika di Desa Sukawangi berdasarkan lima dimensi utama: ekologi, ekonomi, sosial, kelembagaan, dan teknologi. Pendekatan yang digunakan adalah RAP-Coffee berbasis Multidimensional Scalling (MDS). Pengumpulan data meliputi data primer dan sekunder. Kemudian dilakukan menggunakan program Microsoft Office Excel dan Metode Multi-Dimensional Scalling (MDS) melalui perangkat lunak Rapid Appraisal for Fisheries (RAP-Coffee). Hasil penelitian menunjukkan indeks keberlanjutan dengan nilai sebesar 65.33% yang termasuk dalam kategori cukup berkelanjutan. Dimensi teknologi 78.85% memiliki nilai indeks tertinggi dengan kategori berkelanjutan, dimensi sosial dengan nilai indeks 73.41% dan dimensi ekologi 72.99% memiliki kategori yang cukup berkelanjutan. Namun, dimensi ekonomi memiliki nilai indeks terendah yaitu 49.87% dan dimensi kelembagaan 51.54% teridentifikasi adanya kendala pada aspek keberlanjutan tergolong kurang berkelanjutan. Analisis leverage mengidentifikasi atribut-atribut sensitif yang menjadi pengungkit utama, yaitu pengelolaan limbah, penggunaan pestisida, pemberdayaan masyarakat, standar pencatatan, pengakuan sertifikasi, dan akses pasar. Uji Monte Carlo mengonfirmasi stabilitas model dengan selisih nilai yang kecil 0.20% - 2.78% antara hasil MDS dan simulasi. Penelitian ini merekomendasikan intervensi kebijakan yang berfokus pada penguatan kelembagaan petani, fasilitas sertifikasi, akses pembiayaan hijau, dan adopsi teknologi pascapanen ramah lingkungan untuk meningkatkan keberlanjutan usahatani secara menyeluruh.
Dampak Perubahan Musim terhadap Pendapatan Nelayan (Studi Kasus: Desa Jatimalang, Kabupaten Purworejo): The Impact of Seasonal Changes on Fishermen's Income (Case Study: Jatimalang Village, Purworejo Regency) Osmaleli; Kusumastanto, Tridoyo; Karima, Nada
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/e75wd750

Abstract

Perubahan musim memberikan dampak signifikan terhadap kegiatan perikanan tangkap, yang dirasakan oleh nelayan di Desa Jatimalang, Kabupaten Purworejo. Perubahan ini mengakibatkan penurunan hasil tangkapan dan ketidakpastian pendapatan nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengkaji persepsi nelayan mengenai dampak perubahan musim di Desa Jatimalang, (2) mengestimasi perubahan pendapatan keluarga nelayan akibat perubahan musim. Metode penelitian menggunakan metode studi kasus. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode deskriptif kuantitatif dengan skala Likert dan analisis pendapatan nelayan. Berdasarkan hasil penelitian, nelayan menyatakan setuju bahwa merasakan dampak perubahan musim di Desa Jatimalang, dengan rataan skor sebesar 3,09 dari skala 4,00. Pendapatan nelayan menurun 51,71% atau Rp1.728.197/bulan pada musim panen, serta 69,18% atau Rp1.097.819/bulan pada musim paceklik.
Analisis Pendapatan dan Adopsi Usaha Tani Padi Organik dan Anorganik di Desa Cibatu Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi: Analysis of Income and Adoption of Organic and Inorganic Rice Farming in Cibatu Village, Cikembar District, Sukabumi Regency Yulianti, Yuli; Hardjanto, Arini
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jcnefz39

Abstract

The agricultural sector plays a strategic role in the economy and food supply for the community. The implementation of the green revolution program aimed at increasing production has resulted in environmental impacts and dependence on chemical inputs. As a sustainable alternative, organic farming systems have been implemented, one of which is in Cibatu Village, West Java. However, the adoption rate is still relatively low, with only 30% of farmers having switched to organic farming. The obstacles faced are high labor requirements, difficult market access, and minimal information regarding the potential and benefits of organic farming systems. This study aims to (1) estimate the income of organic and inorganic rice farming businesses and (2) analyze the factors influencing the adoption of organic and inorganic rice farming businesses. Data analysis used includes income analysis and R/C ratio, as well as logistic regression analysis. The results show that the ratio of income to total costs in organic rice farming is higher, namely Rp 9,892,069 and inorganic rice Rp 7,186,011. The R/C ratio to total farming costs for organic rice is 1.45% higher than for inorganic rice, which is 1.34%. Logistic regression analysis shows that farm income significantly influences farmers' decisions to adopt organic rice, while farming experience and productivity do not. Sektor pertanian memiliki peran strategis dalam perekonomian dan penyediaan pangan masyarakat. Penerapan program revolusi hijau yang ditujukan untuk meningkatkan produksi justru menimbulkan dampak lingkungan serta ketergantungan terhadap input kimia. Sebagai alternatif keberlanjutan, sistem pertanian organik telah diterapkan, salah satunya di Desa Cibatu, Jawa Barat. Namun tingkat adopsi masih tergolong rendah baru mencapai 30% petani yang beralih ke pertanian organik. Hambatan yang dihadapi yaitu kebutuhan tenaga kerja yang tinggi, kesulitan akses pasar, dan minimnya informasi tentang potensi serta keuntungan sistem pertanian organik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengestimasi pendapatan usaha tani padi organik dan anorganik dan (2) menganalisis faktor-faktor adopsi usaha tani padi organik dan anorganik. Analisis data yang digunakan yaitu analisis pendapatan dan R/C ratio, serta analisis regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa pendapatan atas biaya total pada usaha tani padi organik lebih besar yaitu Rp 9.892.069 dan padi anorganik Rp 7.186.011. R/C ratio atas biaya total usaha tani padi organik lebih tinggi sebesar 1,45 dibandingkan padi anorganik sebesar 1,34. Analisis regresi logistik menunjukkan variabel pendapatan usaha tani berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani dalam mengadopsi padi organik, sementara pengalaman berusaha tani dan produktivitas tidak berpengaruh signifikan.