cover
Contact Name
Adi Hadianto
Contact Email
adihadianto@apps.ipb.ac.id
Phone
+62251-8621834
Journal Mail Official
ijaree@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor Jalan Agatis Kampus IPB Darmaga Gd. Fakultas Ekonomi dan Manajemen W3 L2 Darmaga Bogor 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Agricultural, Resource and Environmental Economics
ISSN : -     EISSN : 29622328     DOI : https://doi.org/10.29244/ijaree.v1i1
Jurnal IJAREE (Indonesian Journal of Agricultural, Resource and Environmental Economics) sesuai dengan namanya fokus dalam publikasi karya ilmiah di bidang ekonomi pertanian, sumberdaya dan lingkungan. Beberapa tema tulisan yang diterbitkan di Jurnal JAREE diantaranya terkait dengan; 1. Analisis kebijakan pembangunan pertanian, 2. Analisis kebijakan pengelolaan sumberdaya dan lingkungan, 3. Analisis kelayakan ekonomi, 4. Ekonomi produksi, 5. Ekonomi rumah tangga 6. Perdagangan pertanian, 7. Bioekonomi, 8. Analisis keberlanjutan, 9. Ekonomi Perilaku, 10. Ekonomi Kelembagaan, 11. Valuasi ekonomi sumberdaya alam dan lingkungan, 12. Ekonomi wisata, serta topik lainnya yang terkait
Articles 35 Documents
Analisis Daya Saing Usahatani Porang di Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun: The analysis of the Porang farming competitiveness in Dagang District, Madiun Regency Setyaningbudi, Armanda Arum; Kurniawati Hidayat, Nia
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 3 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v3i1.50232

Abstract

Porang merupakan komoditas umbi-umbian yang bernilai ekonomi tinggi di pasar internasional sehingga banyak dibudidayakan di Indonesia. Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun menjadi daerah penghasil porang terbesar di Indonesia. Permasalahan utama yang dihadapi oleh petani porang yaitu fluktuasi harga output karena Tiongkok menutup pasar ekspor porang Indonesia. Penyebabnya kualitas porang Indonesia belum mampu memenuhi standar yang telah ditetapkan. Selain itu, petani kesulitan dalam permodalan terutama untuk pembelian bulbil (benih). Kondisi tersebut berpengaruh terhadap daya saing porang di Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun. Berdasarkan permasalahan tersebut, adapun tujuan dari penelitian ini yaitu (1) menganalisis keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif porang di Kecamatan Dagangan dan (2) menganalisis pengaruh perubahan harga input-output terhadap keunggulan komparatif dan kompetitif porang di Kecamatan Dagangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Policy Analysis Matrix (PAM) dan analisis sensitivitas. Hasil analisis PAM menunjukkan bahwa porang memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif karena nilai PCR dan DRCR yang dihasilkan lebih kecil dari satu. Adapun analisis sensitivitas menunjukkan bahwa kebijakan stabilitas harga yang kurang efektif dan keterbatasan ketersediaan pupuk bersubsidi serta bibit porang yang berimplikasi pada penurunan harga output dan peningkatan harga input menurunkan keunggulan kompetitif dan komparatif usahatani porang di Kecamatan Dagangan. Porang is a tuber commodity with high economic value in the international market and has started to be widely cultivated in Indonesia. Dagangan District, Madiun Regency, is one of the largest porang-producing in Indonesia. Fluctuations in output prices because Tiongkok closed the Indonesian porang export market. The quality of porang could be more suitable for the standards. Farmers have difficulties getting capital, especially buying bulbils (seeds). This condition affects the competitiveness of people in the Dagangan District. The objectives of this research are (1) to analyze the comparative and competitive advantages of porang in the Dagangan District and (2) to analyze the effect of changes in input-output prices on the comparative and competitive advantages of porang in the Dagangan District. The methods used are Policy Analysis Matrix (PAM) and sensitivity analysis. The results of the PAM analysis show that porang has comparative and competitive advantages because PCR and DRCR values are less than one. The sensitivity analysis shows that ineffective price stability policies and limited availability of subsidized fertilizers and porang seeds have implications for decreasing output prices and increasing input prices, reducing the competitive and comparative advantage of porang farming in Dagangan District.
Estimasi Nilai Ekonomi dan Strategi Pengelolaan Agro Eduwisata Organik Mulyaharja: Estimation of the economic value and development strategy for Mulyaharja Organic Agro Edutourism. Purnama, Putri Intan; Ismail, Ahyar
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 3 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v3i1.51243

Abstract

Sektor pariwisata adalah sektor yang sangat potensial untuk meningkatkan perekonomian nasional. Aktivitas ekonomi dalam wisata sangat dipengaruhi oleh preferensi konsumen dalam memilih atraksi wisata. Aktivitas wisata terutama wisata alam menghasilkan layanan jasa lingkungan yang dapat diperhitungkan sebagai nilai ekonomi. Keterbatasan mekanisme pasar untuk mengukur nilai jasa wisata alam menyebabkan jasa wisata cenderung dinilai lebih rendah (undervalue). Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pola permintaan wisatawan, mengestimasi nilai ekonomi, menganalisis daya dukung kawasan dan merumuskan strategi dalam mengelola kawasan wisata. Metode yang digunakan yaitu Analisis Deskriptif, Travel Cost Method, Physical Carrying Capacity, Real Carrying Capacity dan Effective Carrying Capatiy, Analasis SWOT dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisatawan menilai Agro Eduwisata Organik dalam kondisi baik walaupun terdapat kekurangan pada aspek penilaian kualitas air, fasilitas wisata dan aksesbilitas. Tujuan wisatawan terhadap lokasi wisata yaitu wisatawan mengunjungi untuk menikmati pemandangan/Landscape. Nilai ekonomi wisata di kawasan yaitu sebesar Rp 256.250.000 per tahun. Secara umum daya dukung kawasan Agro Eduwisata Organik Mulyaharja mengalami over carrying capacity pada beberapa atraksi, tetapi pada atraksi lainnya masih under carrying capacity. Strategi yang menjadi prioritas utama yaitu mengevaluasi dan mengembangkan pembangunan objek wisata dengan berkerjasama dengan investor atau pemda. The tourism sector has the potential to improve the national economy. Consumer preferences strongly influence economic activity in tourism when choosing tourist attractions. Tourism activities, especially nature tourism, produce environmental services that can be calculated as economic value. However, the limitations of market mechanisms to measure the value of natural tourism services cause tourism services to tend to be undervalued (undervalued). This study aims to identify patterns of tourist demand, estimate economic value, analyze the area's carrying capacity, and formulate strategies for managing tourist areas. The methods used are Descriptive Analysis, Travel Cost Method, Physical Carrying Capacity, Real Carrying Capacity and Effective Carrying Capacity, SWOT Analysis, and Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). The results showed that tourists rated Organic Agro Edutourism in good condition despite deficiencies in water quality assessment, tourist facilities, and accessibility. Tourists visit tourist sites to enjoy the scenery/landscape. The economic value in the area is IDR 256,250,000 per year. In general, the carrying capacity of the Mulyaharja Organic Agro-Edutourism area is experiencing over-carrying capacity at some attractions, but other attractions still need to be under-carrying capacity. The strategy that becomes the main priority is evaluating and developing the development of tourist objects in collaboration with investors or local governments.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Permintaan Jagung Sebagai Pakan Ternak di Indonesia: Factors Affecting Demand of Corn as Animal Feed in Indonesia Arifin, Surya; Sehabudin, Ujang; Amanda, Dea
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 3 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v3i1.52232

Abstract

Ayam merupakan salah satu sumber protein hewani yang paling murah dan berkontribusi paling besar tehadap pemenuhan protein jika dibandingkan dengan hewan ternak lainnya. Peningkatan permintaan daging ayam mendorong permintaan pakan ternak dan berakhir pada peningkatan permintaan jagung sebagai input terhadap pakan. Akan tetapi, permasalahan terjadi ketika produksi jagung nasional mulai tidak dapat memenuhi permintaan jagung nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi permintaan jagung sebagai bahan pakan ternak dan memproyeksikan permintaan jagung sebagai pakan ternak hingga tahun 2024. Penelitian ini menggunakan model regresi linear berganda dengan metode Ordinary Least Square (OLS) dan model Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) faktor-faktor yang memengaruhi permintaan jagung sebagai pakan ternak adalah harga jagung tingkat perdagangan besar, konsumsi bungkil kedelai, harga pakan ternak; dan harga ayam broiler; 2) produksi jagung dan permintaan jagung sebagai pakan ternak di Indonesia terus mengalami peningkatan hingga tahun 2024 dengan laju pertumbuhan konsumsi lebih cepat dibandingkan produksi. Chicken is one of the cheapest sources of animal protein and contributes the most to protein fulfillment compared to other livestock. The increasing demand for chicken meat drives the demand for animal feed, leading to an increased demand for corn as an input for feed. However, issues arise when domestic corn production is unable to meet national demand for corn. This study aims to analyze the factors affecting the demand for corn as animal feed and project the demand for corn as animal feed until 2024. The study employs multiple linear regression using the Ordinary Least Square (OLS) method and the Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) model. The research findings indicate that: 1) factors influencing the demand for corn as animal feed are the price of corn at the wholesale level, consumption of soybean meal, livestock feed price, and the price of broiler chicken; 2) corn production and the demand for corn as animal feed in Indonesia are projected to continue increasing until 2024, with consumption growth outpacing production growth.
Lamban Langgakh: Refleksi Kearifan Lokal sebagai Mitigasi Bencana Longsor pada Masyarakat Desa Bojongkoneng di Tengah Transformasi Modernisasi: Lamban Langgakh: Reflection of Local Wisdom as Landslide Disaster Mitigation in The Bojongkoneng Village Community in The Middle of Modernization Transformation Rizki Putri Sulistiyanto, Adinda; Ibra Danendra, Daffa; Gilbran, Farrel; Dapa Haidar Saparilla, Dirgam; Kurnia, Dita; Nindyantoro
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 3 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v3i1.53292

Abstract

Lamban Langgakh merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Desa Bojongkoneng yang digunakan untuk mengurangi dampak akibat bencana longsor. Namun, seiring berjalannya waktu kearifan lokal yang ada mulai ditinggalkan. Riset ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik Lamban Langgakh dalam mitigasi bencana longsor, menganalisis pengaruh sosiodemografi, kepercayaan, dan pengetahuan terhadap persepsi masyarakat, serta memberikan rekomendasi strategi kebijakan terhadap eksistensi Lamban Langgakh. Metode pengambilan data yaitu wawancara dengan penyebaran kuesioner kepada responden dan in-depth interview kepada key person. Analisis data yang digunakan yaitu etnografi, regresi linier berganda, dan analisis stakeholder. Hasil riset menunjukkan bahwa karakteristik rumah panggung tidak mengalami kerusakan berarti ketika terjadi pergeseran tanah. Variabel pengetahuan, persepsi, dan kepercayaan berpengaruh positif terhadap minat penggunaan Lamban Langgakh. Stakeholder Kecamatan Babakan Madang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, dan Pemerintah Desa Bojongkoneng berpengaruh secara langsung terhadap eksistensi Lamban Langgakh. Strategi pengembangan Lamban Langgakh ditinjau berdasarkan empat faktor yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi yang secara umum masih butuh dilakukan untuk saling berkaitan dan keterlibatan. Lamban Langgakh is a form of local wisdom of the Bojongkoneng Village community that is used to reduce the impact of landslides. However, as time passed, existing local wisdom began to be abandoned. This research aims to identify the characteristics of Lamban Langgakhin mitigating landslides, analyze the influence of socio-demographics, beliefs, and knowledge on community perceptions, and provide recommendations for policy strategies regarding the existence of Lamban Langgakh. The data collection methods are questionnaires distributed to respondents and in-depth interviews with critical persons. The data analyses used were ethnography, multiple linear regression, and stakeholder analysis. The research results show that the characteristics of the stilt house do not experience significant damage when the ground shifts. The variables of knowledge, perception, and trust have a positive effect on interest in using Lamban Langgakh. Babakan Madang District stakeholders, the Bogor Regency Culture and Tourism Office, and the Bojongkoneng Village Government directly influence Lamban Langgakh's existence. The Lamban Langgakh development strategy is reviewed based on four factors: planning, organizing, implementing, and evaluating, which generally still need to be interconnected and involved.
Strategi Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca pada Budidaya Padi di Indonesia: Strategy to Reduce Greenhouse Gas Emissions on Padi Cultivation in Indonesia Audya Nurul Fathia; Hadianto, Adi; Fitria Dewi Raswatie
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 3 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v3i1.54757

Abstract

Kegiatan budidaya padi merupakan salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca (GRK) yang paling signifikan dalam bentuk gas metana. Meningkatnya konsentrasi GRK menyebabkan terjadinya perubahan iklim yang dipicu oleh peningkatan suhu permukaan laut. Oleh karena itu, diperlukan upaya mengurangi emisi GRK dari kegiatan budidaya padi yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang dapat dilakukan untuk mengurangi emisi GRK dari aktivtias pertanian budidaya padi dengan tetap mempertimbangkan tingkat produktivitasnya. Untuk menjawab tujuan penelitian, digunakan pendekatan studi literatur dan jenis data sekunder. Hasil analisis menunjukan bahwa teknik budidaya ramah lingkungan adalah hal penting untuk mengurangi tingkat emisi dari aktivitas budidaya padi yang dilakukan. Upaya tersebut antara lain penggunaan varietas padi rendah emisi, pengaturan air, penggunaan teknologi irigasi berselang, teknik Alternate Wetting and Drying, pemilihan musim tanam, pemilihan teknik budidaya ramah lingkungan, serta penggunaan pupuk dan bahan organik dengan bijak. Upaya-upaya tersebut menjadi alternatif solusi untuk dapat dilakukan karena petani mampu beradaptasi dengan tetap mempertimbangkan kondisi sosial dan budaya yang ada. Hal ini sangat penting untuk menjamin ketersediaan pangan berkelanjutan bagi penduduk. Rice cultivation activities are one of the most significant contributors to greenhouse gas (GHG) emissions in the form of methane gas. Increasing GHG concentrations cause climate change, triggered by rising sea surface temperatures. Therefore, efforts are needed to reduce GHG emissions from environmentally friendly rice cultivation activities. This research aims to analyze strategies that can be implemented to reduce GHG emissions from rice cultivation agricultural activities while still considering the level of productivity. A study literature approach and secondary data types were used to answer the research objectives. The analysis results show that cultivation techniques, use of fertilizers and seeds, and low-emission water management are essential to reduce emission levels from rice cultivation activities. These efforts include the use of low emission rice varieties, water regulation, use of intermittent irrigation technology, Alternate Wetting and Drying (AWD) techniques, selection of planting seasons, selection of environmentally friendly cultivation techniques (Climate Smart Agriculture), as well as the use of fertilizers and organic materials. Wisely. These efforts are alternative solutions that can be implemented because farmers can adapt while still considering existing social and cultural conditions. It is essential to ensure sustainable food availability for the population.
ANALISIS EKONOMI DAN STRATEGI USAHA TERNAK PENERIMA PROGRAM 1000 DESA SAPI POTONG (Studi kasus: Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur): Financial Analysis and Sustainability Strategy for Livestock Businesses Recipients of the 1000 Cow Village Program (Case Study: Ngadiluwih District, Kediri Regency) Hidayat, Nia Kurniawati; Rahila, Aisna; Raswatie, Fitria Dewi
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 3 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v3i2.53320

Abstract

Kecamatan Ngadiluwih merupakan salah satu daerah penerima Program 1000 Desa Sapi potong, dimana terdapat lima kelompok ternak penerima program. Selama menjalankan usaha, peternak belum pernah menghitung nilai ekonomi usaha yang dilakukan. Disisi lain, peternak membutuhkan informasi apakah usaha yang dijalankan saat ini menguntungkan atau rugi karena modal dan sumber pembiayaan terbatas. Tujuan penelitian adalah menganalisis biaya dan manfaat dari aspek ekonomi dan merumuskan strategi usaha ternak penerima program 1000 desa sapi potong. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2023 dengan menggunakan metoda wawancara yang dilakukan kepada lima pengelola kelompok peternak yang menjadi penerima program serta penanggung jawab program dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Kediri. Data primer dan data sekunder dianalisis secara deskriptif kuantitatif, analisis cashflow dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan, pada skenario I nilai NPV sebesar Rp14,230,336,015, Net B/C sebesar 4.266, IRR sebesar 33% dan Payback Period selama 9 tahun 10 bulan 23 hari. Adapun pada skenario II memiliki hasil NPV sebesar Rp24,835,126,149, Net B/C sebesar 9.380, IRR sebesar 49% dan Payback Period > 9 tahun. secara ekonomi usaha sapi potong melalui program 1000 desa sapi potong layak dilanjutkan karena nilai B/C >1. Analisis SWOT berada pada kuadran V (hold and maintain), sehingga strategi yang tepat untuk dilakukan adalah strategi pemasaran produk dan penetrasi pasar.
Strategi Pengembangan Koperasi untuk Meningkatkan Produksi dan Mutu Biji Kakao di Kabupaten Luwu Utara (Studi Kasus: Koperasi Tani Masagena, Desa Pongo, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara): Cooperative Development Strategy to Increase Cocoa Bean Production and Quality in North Luwu Regency (Case Study: Masagena Farmer Cooperative, Pongo Village, Masamba District, North Luwu Regency) Hardjanto, Arini; Sehabudin, Ujang; Jhuny, Listhin Cristi
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 3 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v3i2.56651

Abstract

Produksi biji kakao fermentasi di Kabupaten Luwu Utara oleh petani belum banyak dilakukan, maka dari itu Koperasi Tani Masagena yang bekerjasama dengan lembaga swadaya masyarakat berupaya untuk memasok biji kakao fermentasi untuk industri pengolahan lokal dan meningkatkan keterampilan petani kakao di Kabupaten Luwu Utara. Berdasarkan hal tersebut, tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis peranan Koperasi Tani Masagena dalam meningkatkan produksi dan mutu biji kakao di Kabupaten Luwu Utara dan (2) menganalisis strategi apa yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan peran tersebut. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan matriks Strengths Weaknesses Opportunities Threats (SWOT). Koperasi memproduksi dan memasarkan biji kakao fermentasi, memberikan pelatihan dan penyuluhan, mengelola kebun percontohan, dan mendistribusikan pupuk subsidi secara merata. Strategi menjaga dan mempertahankan adalah strategi terbaik yang sebaiknya dilakukan Koperasi Tani Masagena. Penetrasi pasar dan pengembangan produk merupakan alternatif pendekatan yang dapat dilakukan diantaranya dengan meningkatkan kualitas tanah petani kakao anggota, mendorong praktik pertanian yang resilien, dan mengembangkan wilayah kerja alternatif dengan bekerjasama dengan petani kakao di dataran tinggi Kabupaten Luwu Utara. Dengan peran koperasi dari awal produksi hingga pasca produksi ditambah dengan strategi pengembangan yang sudah dianalisis, maka diharapkan produksi biji kakao fermentasi dapat meningkat.
Kerentanan Usahatani Garam Rakyat di Desa Bungko Lor Kabupaten Cirebon: Vulnerability of Salt Farming in Bungko Lor Village, Cirebon Regency Agustya, Nia; Sapanli, Kastana; Nuva
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 3 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v3i2.57894

Abstract

Desa Bungko Lor merupakan lokasi prioritas pengembangan Sentra Ekonomi Garam Rakyat di Kabupaten Cirebon berdasarkan data dari Kementerian Kelautan Perikanan RI. Terdapat perbedaan metode yang digunakan oleh petani garam rakyat dalam memproduksi garam di Desa Bungko Lor yang sama-sama memiliki kerentanan terhadap variabilitas cuaca. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi petani dalam memilih metode yang digunakan, mengestimasi pendapatan petani garam tradisional dan petani garam geomembran, dan menganalisis kerentanan usahatani garam rakyat di Desa Bungko Lor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analisis Pendapatan, Regresi Logistik, dan Livelihood Vulnerability Index (LVI). Hasil penelitian menggunakan Regresi Logistik menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani dalam memilih metode bertani yaitu pernah mengikuti sosialisasi, lama bertani, pernah mendapat bantuan, dan harga garam di tingkat petani. Rata-rata pendapatan petani garam tradisional sebesar Rp 20.242.353/tahun dan petani geomembran sebesar Rp 24.196.874/tahun. Hasil tingkat kerentanan usahatani terhadap variabilitas cuaca memperlihatkan bahwa petani dengan kedua metode secara keseluruhan memiliki nilai kerentanan berskala tingkat menengah. Bungko Lor Village has been designated as a priority site for the establishment of the The community's Salt Economic Center in Cirebon Regency, according to data from the Indonesian Ministry of Marine Affairs and Fisheries. Smallholder salt producers in Bungko Lor Village employ differing methods for salt production, both of which exhibit susceptibility to weather variability. The objectives of this study are to determine the factors that influence farmers in selecting the method they use, to estimate the income of traditional salt farmers and geomembrane salt farmers, and to analyze the vulnerability of smallholder salt farming in Bungko Lor Village. This research employs Income Analysis, Logistic Regression, and the Livelihood Vulnerability Index (LVI) as methodologies. Base on Logistic Regression, the price of salt at the farm level, the duration of farming experience, the amount of assistance received, and the presence of socialization are the factors that influence farmers' decisions regarding their farming methods. The mean annual revenue of conventional salt farmers is Rp 20,242,353, while that of geomembrane farmers is Rp 24,196,874. The findings regarding farm sensitivity to weather variability indicate that farmers employing both strategies have an overall medium level of risk.
Longevity Economy: Menyibak Rahasia Desa Panjang Umur di Kampung Adat Miduana sebagai Strategi SDGs Desa: Longevity Economy: Uncovering the Secrets of Longevity Villages in the Miduana Traditional Village as a Strategy Village SDGs Nindyantoro; Falatehan, Citra Shabira; Wanasurya , Deasy Febriyanti; Gani, Adamas Rizky; Cecilia Syifa; Dewi Sukmawati; Citra Shabira
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 3 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v3i2.58352

Abstract

Indonesia sebagai negara berkembang mempunyai AHH sebesar 72,13 tahun pada tahun 2023 (BPS, 2023) dan memunculkan pandangan bahwa penduduk berumur panjang dianggap sebagai beban karena tidak lagi produktif dan perlu penopang hidup dari generasi yang lebih muda (Sandi et al., 2022). Tujuan riset ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi interaksi sistem adat dan perilaku masyarakat dengan lingkungannya yang dapat berkontribusi terhadap umur panjang di Kampung Adat Miduana; 2) menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap umur masyarakat di Kampung Adat Miduana; dan 3) merumuskan rekomendasi strategi kebijakan terhadap desa panjang umur dalam menuju SDGs Desa. Riset ini menggunakan skema mixed method research design. Data primer diambil melalui survei luring (40 responden) serta in-depth interview. Hasil riset menunjukan bahwa sistem adat dan perilaku masyarakat dengan lingkungannya melalui berbagai kegiatan berkontribusi terhadap umur panjang masyarakat Kampung Adat Miduana. Selain itu, faktor interaksi sosial dan kepribadian individu juga memengaruhi umur masyarakat Kampung Adat Miduana. Maka alternatif yang dapat dilakukan sebagai strategi desa panjang umur dalam menuju SDGs desa adalah dengan posbindu lansia inovatif.
Perbandingan Kelayakan Ekonomi Usaha Sapi Perah Skala Kecil Dengan dan Tanpa Biodigester di Desa Mundu, Kabupaten Klaten: Comparison of Economic Feasibility of Small Scale Dairy Cattle Business with and without Biodigester in Mundu Village, Klaten District Falatehan, A Faroby; Amanda, Dea; Pradita, Melani Arina
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 3 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v3i2.58447

Abstract

Desa Mundu, Kecamatan Tulung merupakan salah satu sentra peternakan sapi perah di Klaten. Keberadaan peternakan berimplikasi pada timbulnya limbah serta potensi pencemaran lingkungan akibat aktivitas peternakan. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis kelayakan ekonomi dan analisis non-finansial pada usaha sapi perah yang menggunakan biodigester dan non-biodigester. Penelitian dilakukan di Desa Mundu, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah tahun 2024 dengan menggunakan metode survei lapang, kuesioner, dan wawancara sebanyak 40 peternak. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) dengan kriteria peternak sapi perah yang telah menerapkan pengolahan limbah ternak dengan biodigester dan non-biodigester. Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan peternak dan sekunder diperoleh dari dinas terkait. Data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif, kuantitatif, dan nilai ekonomi. Tujuan tulisan ini untuk mengetahui perbandingan kelayakan ekonomi usaha sapi perah skala kecil di peternak yang menggunakan biodigester dan non-biodigester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan kelayakan ekonomi pada usaha sapi perah yang menggunakan biodigester memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, sedangkan non-biodigester lebih rendah. Namun, kedua usaha sapi perah memiliki nilai NPV, Net B/C, IRR, dan payback period secara ekonomi layak untuk dijalankan. Analisis sensitivitas terhadap biaya perbaikan biodigester tidak mempengaruhi usaha sapi perah secara signifikan. Analisis switching value penurunan harga jual produksi susu sapi perah berpengaruh sangat signifikan, sedangkan pada kenaikan harga pakan konsentrat dan ampas tahu tidak berpengaruh signifikan pada usaha sapi perah.

Page 3 of 4 | Total Record : 35